<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Redaksi, Pengarang di JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/author/inzane/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/author/inzane/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Jun 2026 05:47:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Redaksi, Pengarang di JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/author/inzane/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>IDMC 2026 Hadirkan Lima Praktisi di Sesi Magnify, Bahas Strategi Brand di Era Digital</title>
		<link>https://jakpos.id/idmc-2026-hadirkan-lima-praktisi-di-sesi-magnify-bahas-strategi-brand-di-era-digital/</link>
					<comments>https://jakpos.id/idmc-2026-hadirkan-lima-praktisi-di-sesi-magnify-bahas-strategi-brand-di-era-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 05:47:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[IDMC 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Stephen Septian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=99346</guid>

					<description><![CDATA[<p>IDMC 2026 resmi digelar di Nusantara Hall, ICE BSD, Tangerang, pada 4–5 Juni 2026. Mengusung tema "Move. Adapt. Play"</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/idmc-2026-hadirkan-lima-praktisi-di-sesi-magnify-bahas-strategi-brand-di-era-digital/">IDMC 2026 Hadirkan Lima Praktisi di Sesi Magnify, Bahas Strategi Brand di Era Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) 2026 resmi digelar di Nusantara Hall, ICE BSD, Tangerang, pada 4–5 Juni 2026. Mengusung tema &#8220;Move. Adapt. Play&#8221;, konferensi ini menghadirkan puluhan pembicara dari berbagai latar belakang industri dalam dua hari penyelenggaraan.</p>
<p>Pada hari kedua, salah satu sesi yang paling dinantikan adalah sesi classroom bertajuk &#8220;The Strategy Behind Brands That Always Win&#8221; yang diselenggarakan oleh Magnify.</p>
<p>Berlangsung di Garuda Room, ICE BSD, mulai pukul 14.30 hingga 18.30 WIB, sesi ini dipandu oleh MC dan moderator Sophia Tobing serta Wilson Susilo, serta menghadirkan lima pembicara praktisi dengan keahlian yang saling melengkapi.</p>
<h3 style="text-align: left;">Praktisi Bedah Strategi Brand dari Konten hingga Iklan Digital</h3>
<p>Sesi Magnify diperuntukkan sebagai ruang belajar bagi para pemilik bisnis, marketer, dan kreator konten yang ingin memahami strategi di balik brand-brand yang berhasil memenangkan perhatian audiens.</p>
<p>Membuka sesi, <a href="https://stephenseptian.com/">Stephen Septian</a>, Founder dan Creative Director dari <a href="https://www.increasink.co.id/">Increasink</a>, membawakan materi bertajuk &#8220;Everyone Creates Content, Not Everyone Builds a Brand: Connecting the Dots Through Storytelling&#8221;.</p>
<p>Ia menyoroti kemudahan produksi konten yang justru melahirkan tantangan baru. Semua orang bisa membuat konten yang bagus, tetapi pembeda sesungguhnya adalah rasa dan karakter brand.</p>
<p>&#8220;Hari ini AI sudah bisa bikin konten, tapi mungkin semuanya jadi sama. Siapa yang punya cara yang berbeda? Itu yang jadi tantangan,&#8221; ujar Stephen.</p>
<p>Dalam sesi ini, Stephen juga memperkenalkan formula storytelling miliknya bernama STEPS, singkatan dari Stop Line, Tension, Exactly You, Pivot Point, dan Solution. Pendekatan ini ia buat untuk membangun konten yang menarik perhatian dan meninggalkan kesan jangka panjang.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya brand archetype sebagai fondasi karakter brand sebelum berbicara soal strategi konten.</p>
<p>&#8220;Brand itu kayak manusia, punya karakter, punya suara, punya value, dan punya cerita. Kalau kita enggak tahu brandnya itu mau ke mana, gimana timnya bisa ngerjain konten yang mewakili brand itu?&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia pun menutup materinya dengan satu pesan untuk mengingatkan bahwa branding yang kuat harus dibangun jangka panjang dengan terus konsisten terhadap karakter dan cerita.</p>
<p>&#8220;Branding is long term, dan branding is a marathon, not a sprint,” tutupnya.</p>
<p>Melanjutkan sesi, Aldo Sinarta, Fashion &amp; Portrait Photographer Expert, membahas peran visual sebagai marketing tools paling krusial. Ia menjelaskan bahwa foto bukan sekadar dokumentasi, melainkan instrumen yang bekerja 24 jam membangun persepsi dan kepercayaan audiens terhadap sebuah brand.</p>
<p>Giliran berikutnya, Christian Sotanto, CEO dan Co-Founder Marketz.id, membawakan materi bertema digital advertising di era AI. Ia menyoroti fenomena platform ads yang semakin dikuasai algoritma dan AI.</p>
<p>Sebagai penutup, sesi dilanjutkan dengan talkshow membahas personal branding yang menghadirkan Elizabeth Setiaatmadja, Strategic Networking Advisor yang dikenal dengan julukan The Queen of Networking, bersama Ingrid Saidbun, second generation owner dari brand Bocorocco.<br />
(FHK)</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/idmc-2026-hadirkan-lima-praktisi-di-sesi-magnify-bahas-strategi-brand-di-era-digital/">IDMC 2026 Hadirkan Lima Praktisi di Sesi Magnify, Bahas Strategi Brand di Era Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/idmc-2026-hadirkan-lima-praktisi-di-sesi-magnify-bahas-strategi-brand-di-era-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2026/06/Screenshot_2026-06-10-12-44-31-37_a1b1bbe5f63d5b96c1a0f87c197ebfae.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Miliki Layanan Digital CS, BRI Cabang Cikarang Hadirkan Transaksi Lebih Cepat dan Praktis</title>
		<link>https://jakpos.id/miliki-layanan-digital-cs-bri-cabang-cikarang-hadirkan-transaksi-lebih-cepat-dan-praktis/</link>
					<comments>https://jakpos.id/miliki-layanan-digital-cs-bri-cabang-cikarang-hadirkan-transaksi-lebih-cepat-dan-praktis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 11:27:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[BRI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=99231</guid>

					<description><![CDATA[<p>CIKARANG – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Cikarang terus menghadirkan inovasi layanan perbankan berbasis&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/miliki-layanan-digital-cs-bri-cabang-cikarang-hadirkan-transaksi-lebih-cepat-dan-praktis/">Miliki Layanan Digital CS, BRI Cabang Cikarang Hadirkan Transaksi Lebih Cepat dan Praktis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CIKARANG</strong> – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Cikarang terus menghadirkan inovasi layanan perbankan berbasis digital guna meningkatkan kenyamanan nasabah. Salah satu layanan unggulan yang kini semakin memudahkan masyarakat adalah Mesin Digital Customer Service (CS) yang tersedia di kantor cabang BRI Cikarang.</p>
<p>Pemimpin Cabang BRI Cikarang, Levo Dharata Pratama mengatakan, layanan Digital CS merupakan solusi modern yang memungkinkan nasabah melakukan berbagai kebutuhan transaksi secara mandiri atau self service tanpa harus mengantre di meja customer service. Rabu, 20/5/2026.</p>
<p>“Digital CS hadir sebagai one stop service untuk mempermudah berbagai kebutuhan transaksi nasabah, mulai dari pembukaan rekening, penggantian kartu debit, penerbitan ulang PIN, hingga cetak rekening koran,” ujar Levo Dharata Pratama.</p>
<p>Ia menjelaskan, keberadaan mesin Digital CS memberikan fleksibilitas bagi nasabah karena layanan dapat diakses lebih cepat tanpa harus menyesuaikan jam operasional customer service. Nasabah juga dapat memanfaatkan layanan serupa di kantor cabang BRI lainnya yang telah menyediakan fasilitas Digital CS.</p>
<p>Selain itu, mesin Digital CS juga mampu melayani berbagai kebutuhan lain seperti penggantian kartu chip maupun non-chip, kartu rusak, kartu hilang, kartu terblokir, kartu kedaluwarsa, aktivasi kartu, cetak buku tabungan, hingga cetak lima transaksi terakhir.</p>
<p>Menurutnya, transformasi layanan digital tersebut menjadi bagian dari komitmen BRI dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih nyaman dan efisien bagi nasabah.</p>
<p>“Dengan adanya Digital CS, antrean layanan di kantor cabang dapat berkurang sehingga proses transaksi menjadi lebih cepat dan praktis. Nasabah pun dapat melakukan layanan secara mandiri dengan mudah,” tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/miliki-layanan-digital-cs-bri-cabang-cikarang-hadirkan-transaksi-lebih-cepat-dan-praktis/">Miliki Layanan Digital CS, BRI Cabang Cikarang Hadirkan Transaksi Lebih Cepat dan Praktis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/miliki-layanan-digital-cs-bri-cabang-cikarang-hadirkan-transaksi-lebih-cepat-dan-praktis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/c_scale,w_575,h_432/f_webp,q_auto:low/v1779362687/IMG-20260521-WA0010_10036122e7d/IMG-20260521-WA0010_10036122e7d.jpg?_i=AA&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>BRImo Co-Branding Barcelona Hadir di Pondok Indah Mall, Perkuat Penetrasi Layanan Digital BRI</title>
		<link>https://jakpos.id/brimo-co-branding-barcelona-hadir-di-pondok-indah-mall-perkuat-penetrasi-layanan-digital-bri/</link>
					<comments>https://jakpos.id/brimo-co-branding-barcelona-hadir-di-pondok-indah-mall-perkuat-penetrasi-layanan-digital-bri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 15:35:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=99211</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat penetrasi layanan digital melalui kegiatan BRImo&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/brimo-co-branding-barcelona-hadir-di-pondok-indah-mall-perkuat-penetrasi-layanan-digital-bri/">BRImo Co-Branding Barcelona Hadir di Pondok Indah Mall, Perkuat Penetrasi Layanan Digital BRI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> — PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat penetrasi layanan digital melalui kegiatan BRImo Co-Branding Barcelona yang berlangsung di Pondok Indah Mall pada 15–30 Mei 2026. Kegiatan ini melibatkan tim Relationship Manager Funding and Transaction (RMFT) sebagai garda terdepan dalam memperkenalkan berbagai layanan digital BRI kepada masyarakat.</p>
<p>Program co-branding tersebut menghadirkan berbagai promo dan aktivasi menarik guna meningkatkan penggunaan aplikasi BRImo sekaligus memperkenalkan kartu ATM dan BRIZZI edisi khusus Barcelona kepada pengunjung pusat perbelanjaan.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, BRI ingin mendorong masyarakat untuk semakin aktif memanfaatkan layanan transaksi digital yang praktis, aman, dan modern. Kehadiran desain co-branding Barcelona pada kartu ATM dan BRIZZI juga menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi pecinta sepak bola dan penggemar klub asal Spanyol tersebut.</p>
<p>Selama kegiatan berlangsung, tim RMFT turut memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai kemudahan penggunaan BRImo, mulai dari transaksi perbankan harian, pembayaran digital, hingga fitur-fitur layanan keuangan lainnya yang dapat diakses langsung melalui aplikasi.</p>
<p>Antusiasme pengunjung terlihat cukup tinggi selama program berlangsung. Selain mendapatkan informasi layanan digital, pengunjung juga berkesempatan memperoleh berbagai merchandise dan penawaran menarik dari program co-branding yang dihadirkan BRI.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BRI dalam memperluas ekosistem digital banking sekaligus mendekatkan layanan keuangan modern kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih inovatif dan relevan dengan gaya hidup saat ini.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/brimo-co-branding-barcelona-hadir-di-pondok-indah-mall-perkuat-penetrasi-layanan-digital-bri/">BRImo Co-Branding Barcelona Hadir di Pondok Indah Mall, Perkuat Penetrasi Layanan Digital BRI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/brimo-co-branding-barcelona-hadir-di-pondok-indah-mall-perkuat-penetrasi-layanan-digital-bri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/c_scale,w_575,h_432/f_webp,q_auto:low/v1779118308/IMG-20260518-WA0025/IMG-20260518-WA0025.jpg?_i=AA&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Perkuat Ketahanan Pangan, PKS Tebar Bibit Alpukat dan Benih Lele di Cilodong</title>
		<link>https://jakpos.id/perkuat-ketahanan-pangan-pks-tebar-bibit-alpukat-dan-benih-lele-di-cilodong/</link>
					<comments>https://jakpos.id/perkuat-ketahanan-pangan-pks-tebar-bibit-alpukat-dan-benih-lele-di-cilodong/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 11:40:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=99102</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bukan sekadar momentum perayaan usia, tetapi menjadi&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/perkuat-ketahanan-pangan-pks-tebar-bibit-alpukat-dan-benih-lele-di-cilodong/">Perkuat Ketahanan Pangan, PKS Tebar Bibit Alpukat dan Benih Lele di Cilodong</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEPOK</strong> &#8211; Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bukan sekadar momentum perayaan usia, tetapi menjadi titik refleksi sekaligus aksi nyata dalam menjawab tantangan bangsa, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan.</p>
<p>Hal itu tampak dalam kegiatan kunjungan bersama Muhammad Kholid Kholid Sekjen PKS (Anggota DPR RI Dapil Kota Depok dan Kota Bekasi), H. Bambang Sutopo (HBS) dan Ade Firmansyah (Anggota DPRD Kota Depok) dan Ketua DPD PKS Depok Heridianto di Kebun Hidroponik Balai Warga RW 16 Villa Pertiwi Blok H, Sukamaju, Cilodong, Ahad, 3 Mei 2026</p>
<p>Kegiatan ini menghadirkan pesan yang kuat bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari skala rumahan.</p>
<p>&#8220;Ketahanan pangan tidak harus dimulai dari skala besar, tetapi justru dari langkah-langkah kecil yang konsisten di tengah masyarakat,&#8221; ucap Muhammad Kholid dihadapan warga.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, juga dibagikan bibit pohon alpukat dan benih ikan lele untuk memperkuat ketahanan sekaligus kemandirian pangan warga sekitar.</p>
<p>&#8220;Melalui pembagian bibit pohon alpukat dan tebar benih lele, warga diajak untuk terlibat langsung dalam membangun kemandirian pangan dari lingkungan terdekatnya,&#8221; tambah Kholid.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Ade Firmansyah menyebut di tengah tantangan global seperti krisis pangan, perubahan iklim, dan ketidakpastian ekonomi, keterbatasan lahan bukanlah penghalang.</p>
<p>&#8220;Kebun hidroponik yang dikelola warga ini menjadi simbol bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang, melainkan peluang untuk berinovasi,&#8221; tegasnya.</p>
<p>&#8220;Dengan teknologi sederhana dan semangat gotong royong, warga mampu menghadirkan sumber pangan sehat, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi, tambah Ade Firmansyah.</p>
<p>Sementara HBS menyebut, momentum Milad PKS ini juga menegaskan bahwa politik tidak boleh berhenti pada wacana dan kebijakan semata. Politik harus hadir dalam aksi nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.</p>
<p>&#8220;Menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Demikian pula, menebar benih lele bukan hanya aktivitas simbolik, tetapi langkah konkret memperkuat ketahanan protein keluarga,&#8221; tambah HBS.</p>
<p>Kehadiran para wakil rakyat dalam kegiatan ini menjadi penegasan pentingnya kolaborasi antara legislatif, partai politik, dan masyarakat.</p>
<p>Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama yang hanya bisa diwujudkan melalui sinergi, partisipasi, dan keberpihakan pada pemberdayaan rakyat.</p>
<p>Dari RW 16 Villa Pertiwi, kita belajar bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dari bibit yang ditanam hari ini, akan tumbuh kemandirian di masa depan. Dari benih yang ditebar, akan lahir harapan yang menghidupi.</p>
<p>Milad ke-24 PKS menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Justru di tengah tantangan zaman, kita dipanggil untuk terus menghadirkan solusi, memperkuat ketahanan, dan menumbuhkan harapan-dari masyarakat, oleh masyarakat, untuk Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/perkuat-ketahanan-pangan-pks-tebar-bibit-alpukat-dan-benih-lele-di-cilodong/">Perkuat Ketahanan Pangan, PKS Tebar Bibit Alpukat dan Benih Lele di Cilodong</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/perkuat-ketahanan-pangan-pks-tebar-bibit-alpukat-dan-benih-lele-di-cilodong/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260505-WA0010_copy_960x540.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Perkuat Silaturahmi, HBS dan Kholid Kunjungi Tokoh Penggerak Umat</title>
		<link>https://jakpos.id/perkuat-silaturahmi-hbs-dan-kholid-kunjungi-tokoh-penggerak-umat/</link>
					<comments>https://jakpos.id/perkuat-silaturahmi-hbs-dan-kholid-kunjungi-tokoh-penggerak-umat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 11:37:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=99099</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Anggota DPRD Kota Depok dari fraksi PKS H. Bambang Sutopo (HBS) bersama anggota&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/perkuat-silaturahmi-hbs-dan-kholid-kunjungi-tokoh-penggerak-umat/">Perkuat Silaturahmi, HBS dan Kholid Kunjungi Tokoh Penggerak Umat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEPOK</strong> &#8211; Anggota DPRD Kota Depok dari fraksi PKS H. Bambang Sutopo (HBS) bersama anggota DPR RI yang juga merupakan Sekjen PKS Muhammad Kholid melakukan kunjungan ke kediaman para tokoh penggerak umat di Depok, Ahad (3/5).</p>
<p>Kunjungan HBS bersama Bang Kholid Anggota DPR RI sekaligus Sekjen PKS ke rumah para tokoh penggerak umat di Kampung Sidamukti dan Komplek Tirta Mandala Sukamaju, Cilodong, bukan sekadar agenda silaturahmi biasa.</p>
<p>Menurutnya, pertemuan ini justru membuka satu realitas penting, bahwa denyut perubahan sosial yang nyata seringkali tidak lahir dari ruang-ruang formal kekuasaan, tetapi dari rumah-rumah sederhana yang dipenuhi keikhlasan, keteladanan, dan kerja nyata.</p>
<p>&#8220;Di kediaman Ustadz Setyo Budi Laksono melalui Yayasan Griya Kemandirian Masyarakat (GKM), terlihat bagaimana konsep kemandirian tidak berhenti pada jargon, tetapi diwujudkan dalam program nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,&#8221; ujar HBS.</p>
<p>&#8220;Begitu pula di lingkungan Yayasan Adzikra yang didirikan oleh Abah Burhan di kawasan Sentul, kita menyaksikan bagaimana nilai spiritualitas, pendidikan, dan pembinaan akhlak menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban umat,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Di titik inilah, menurutnya, semua pihak perlu jujur mengakui, pembangunan tidak cukup hanya bertumpu pada kebijakan makro dan alokasi anggaran. Ia membutuhkan ruh, yakni gerakan masyarakat yang hidup, tumbuh, dan berakar kuat di tengah umat.</p>
<p>&#8220;Negara bisa menghadirkan program, tetapi masyarakatlah yang memastikan keberlanjutan dan kebermaknaannya,&#8221; tegas HBS.</p>
<p>Menurutnya, kunjungan ini juga memberikan pelajaran penting tentang arah pembangunan ke depan. Bahwa sinergi antara tokoh nasional, ulama, dan penggerak lokal adalah kunci dalam menjawab berbagai tantangan sosial, mulai dari ketahanan ekonomi keluarga, krisis moral generasi muda, hingga ketimpangan akses pendidikan.</p>
<p>&#8220;Ketika ketiganya bertemu dalam satu visi, maka yang lahir bukan sekadar program, melainkan gerakan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia memaparkan lebih jauh, ini adalah pengingat bahwa kekuatan bangsa Indonesia sejatinya terletak pada komunitas-komunitas yang mandiri.</p>
<p>&#8220;Kampung-kampung seperti Sidamukti dan Sukamaju bukan sekadar wilayah administratif, tetapi episentrum perubahan jika diberi ruang, dukungan, dan penguatan yang tepat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Karena itu, menurutnya, sudah saatnya pendekatan pembangunan kita bergeser, dari sekadar “top-down” menjadi kolaboratif dan berbasis komunitas. Negara hadir sebagai fasilitator, sementara masyarakat menjadi aktor utama.</p>
<p>&#8220;Model seperti yang dilakukan oleh GKM dan Adzikra harus dilihat bukan sebagai inisiatif lokal semata, tetapi sebagai prototipe pembangunan sosial yang layak direplikasi,&#8221; ujar HBS.</p>
<p>Pada akhirnya, silaturahmi ini menegaskan satu hal mendasar, bahwa membangun umat tidak bisa instan. Ia membutuhkan keteladanan, konsistensi, dan kolaborasi.</p>
<p>&#8220;Dan dari rumah-rumah sederhana di Cilodong ini, kita belajar, bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama,&#8221; pungkasnya</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/perkuat-silaturahmi-hbs-dan-kholid-kunjungi-tokoh-penggerak-umat/">Perkuat Silaturahmi, HBS dan Kholid Kunjungi Tokoh Penggerak Umat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/perkuat-silaturahmi-hbs-dan-kholid-kunjungi-tokoh-penggerak-umat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/c_scale,w_575,h_432/f_webp,q_auto:low/v1777980643/IMG-20260505-WA0014/IMG-20260505-WA0014.jpg?_i=AA&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Hardiknas 2026: Memuliakan Manusia, Meneguhkan Arah Pendidikan Bangsa</title>
		<link>https://jakpos.id/hardiknas-2026memuliakan-manusia-meneguhkan-arah-pendidikan-bangsa/</link>
					<comments>https://jakpos.id/hardiknas-2026memuliakan-manusia-meneguhkan-arah-pendidikan-bangsa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2026 11:24:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Sutopo]]></category>
		<category><![CDATA[Hardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=99094</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Dr. H. Bambang Sutopo, S.E.I., M.M., Anggota Komisi C DPRD Kota Depok</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/hardiknas-2026memuliakan-manusia-meneguhkan-arah-pendidikan-bangsa/">Hardiknas 2026: Memuliakan Manusia, Meneguhkan Arah Pendidikan Bangsa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh Dr. H. Bambang Sutopo, S.E.I., M.M., Anggota Komisi C DPRD Kota Depok</strong></em></p>
<p>Peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026, seharusnya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Ia adalah momentum refleksi kolektif: apakah arah pendidikan kita benar-benar telah memuliakan manusia, atau justru terjebak dalam rutinitas administratif yang kehilangan ruh?</p>
<p>Di tengah berbagai capaian pembangunan, kita dihadapkan pada paradoks pendidikan. Akses semakin terbuka, angka partisipasi meningkat, tetapi kualitas dan karakter belum sepenuhnya mengakar kuat. Kita menyaksikan fenomena generasi yang cerdas secara akademik, namun rapuh secara moral dan spiritual. Ini bukan semata persoalan kurikulum, melainkan persoalan orientasi.</p>
<p>Pendidikan sejatinya bukan sekadar proses transfer pengetahuan. Ia adalah proses memanusiakan manusia—proses menumbuhkan fitrah, mengembangkan potensi, dan memuliakan martabat setiap anak bangsa. Dalam perspektif ini, pendidikan harus kembali pada hakikatnya: menghadirkan ketulusan, kasih sayang, dan keteladanan sebagai fondasi utama.</p>
<p>Pengalaman panjang dalam membina Yayasan Pendidikan Ruhama sejak 1992 memberikan pelajaran penting: pendidikan yang berhasil bukan hanya yang menghasilkan lulusan berprestasi, tetapi yang mampu melahirkan manusia utuh—yang berpikir jernih, berhati bersih, dan berakhlak mulia.</p>
<p>Melalui pendekatan Sekolah Islam Terpadu dan pendidikan Al-Qur’an yang integratif, kami melihat bahwa integrasi antara ilmu, iman, dan amal bukanlah konsep normatif, melainkan kebutuhan nyata.</p>
<p>Di sinilah pentingnya keberanian untuk melakukan reposisi arah kebijakan pendidikan. Kita tidak cukup hanya berbicara tentang infrastruktur, digitalisasi, atau standar evaluasi. Yang lebih mendasar adalah memastikan bahwa seluruh ekosistem pendidikan—guru, kurikulum, kebijakan, hingga lingkungan belajar—berorientasi pada pembentukan karakter dan kemuliaan manusia.</p>
<p>Tema “Partisipasi Semesta” dalam Hardiknas tahun ini harus dimaknai secara substantif. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi gerakan bersama seluruh elemen bangsa: keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, dan dunia usaha. Kolaborasi ini harus dibangun bukan sekadar formalitas, tetapi sebagai sinergi yang hidup dan berdampak.</p>
<p>Pemerintah daerah juga memiliki peran strategis dalam memastikan pendidikan yang inklusif dan bermutu. Kebijakan harus adaptif terhadap perubahan zaman, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai dasar bangsa. Pendidikan tidak boleh kehilangan arah hanya karena mengejar tren global, tanpa mempertimbangkan jati diri dan kebutuhan lokal.</p>
<p>Hardiknas 2026 harus menjadi titik balik. Saatnya kita tidak hanya memperbaiki sistem, tetapi menghidupkan kembali ruh pendidikan. Kita butuh lebih dari sekadar sekolah yang baik; kita butuh ekosistem pendidikan yang memuliakan manusia.<br />
Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan pendidikan bukan hanya pada angka-angka statistik, tetapi pada kualitas manusia yang dihasilkan manusia yang mampu membawa peradaban menuju kebaikan.</p>
<p>Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026.<br />
Mari kita teguhkan komitmen, pendidikan untuk memuliakan manusia, dan mencerdaskan kehidupan bangsa secara utuh.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/hardiknas-2026memuliakan-manusia-meneguhkan-arah-pendidikan-bangsa/">Hardiknas 2026: Memuliakan Manusia, Meneguhkan Arah Pendidikan Bangsa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/hardiknas-2026memuliakan-manusia-meneguhkan-arah-pendidikan-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/c_scale,w_575,h_719/f_webp,q_auto:low/v1777720587/IMG-20260502-WA0026_copy_831x1040/IMG-20260502-WA0026_copy_831x1040.jpg?_i=AA&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dari Pelosok NTT, ASAR Humanity Resmi Mulai Program Qurban 2026</title>
		<link>https://jakpos.id/dari-pelosok-ntt-asar-humanity-resmi-mulai-program-qurban-2026/</link>
					<comments>https://jakpos.id/dari-pelosok-ntt-asar-humanity-resmi-mulai-program-qurban-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 03:43:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[ASAR Humanity]]></category>
		<category><![CDATA[Qurban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=99088</guid>

					<description><![CDATA[<p>ASAR Humanity resmi memulai rangkaian program Qurban 2026 melalui kegiatan Kick Off bertajuk “Bersyukur Berqurban”</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dari-pelosok-ntt-asar-humanity-resmi-mulai-program-qurban-2026/">Dari Pelosok NTT, ASAR Humanity Resmi Mulai Program Qurban 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong>Usung Semangat “Bersyukur Berqurban”, Distribusi Siap Menjangkau Penjuru Negeri hingga Mancanegara</strong></em></p></blockquote>
<p><strong>FLORES TIMUR</strong> – ASAR Humanity resmi memulai rangkaian program Qurban 2026 melalui kegiatan Kick Off bertajuk “Bersyukur Berqurban” yang dilaksanakan di Pulau Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (26/4).</p>
<p>Dipilihnya wilayah Adonara sebagai lokasi pembuka bukan tanpa alasan. Kawasan ini merepresentasikan daerah yang masih memiliki keterbatasan akses distribusi hewan qurban, sehingga kehadiran program ini diharapkan mampu memperluas pemerataan manfaat hingga ke wilayah pelosok.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Madinatunnajah ini dihadiri oleh tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk dukungan kolaboratif dalam menyukseskan program qurban.</p>
<p>Rangkaian acara berlangsung khidmat, diawali dengan tilawah Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan penampilan Tari Dana Dani, tarian adat khas Adonara yang mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat. Momentum ini menjadi simbol bahwa qurban tidak hanya berbicara tentang ibadah, tetapi juga tentang merawat nilai budaya dan solidaritas sosial.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan simbolis tiga ekor sapi oleh tim ASAR Humanity kepada pihak Pondok Pesantren Madinatunnajah sebagai tanda dimulainya program Qurban 2026.</p>
<p>Perwakilan ASAR Humanity, Royaldo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa qurban merupakan momentum untuk menghadirkan kebahagiaan yang lebih merata, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang jarang tersentuh distribusi.</p>
<p>“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa kebahagiaan qurban tidak hanya dirasakan di perkotaan, tetapi juga sampai ke pelosok negeri bahkan hingga mancanegara seperti Palestina dan Afrika,” ujar Royaldo.</p>
<p>Selain seremoni, kegiatan ini juga menghadirkan testimoni dari masyarakat penerima manfaat yang menggambarkan betapa qurban menjadi momen yang sangat dinanti setiap tahunnya.</p>
<p>Kick Off ini menjadi langkah awal dari rangkaian distribusi Qurban ASAR Humanity 2026 yang akan menjangkau berbagai daerah di Indonesia hingga wilayah internasional.</p>
<p>Melalui semangat “Bersyukur Berqurban”, ASAR Humanity mengajak masyarakat luas untuk turut ambil bagian dalam menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.</p>
<p>Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan qurbannya melalui platform resmi ASAR Humanity di:<br />
https://qurban.asarhumanity.org/</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dari-pelosok-ntt-asar-humanity-resmi-mulai-program-qurban-2026/">Dari Pelosok NTT, ASAR Humanity Resmi Mulai Program Qurban 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/dari-pelosok-ntt-asar-humanity-resmi-mulai-program-qurban-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/c_scale,w_575,h_383/f_webp,q_auto:low/v1777346979/IMG-20260428-WA0003/IMG-20260428-WA0003.jpg?_i=AA&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Krisis Reputasi Israel di Amerika</title>
		<link>https://jakpos.id/krisis-reputasi-israel-di-amerika/</link>
					<comments>https://jakpos.id/krisis-reputasi-israel-di-amerika/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 06:46:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=99085</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Bachtiar Nasir, Pengamat Politik Timur Tengah</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/krisis-reputasi-israel-di-amerika/">Krisis Reputasi Israel di Amerika</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh Bachtiar Nasir, Pengamat Politik Timur Tengah</strong></em></p>
<p>​SELAMA berpuluh-puluh tahun, eksistensi Israel di kancah internasional tidak hanya ditopang oleh kecanggihan alutsista, tetapi juga oleh &#8220;perisai citra&#8221; yang dirajut dengan sangat rapi. Di panggung publik Amerika Serikat, Israel telah lama dipasarkan sebagai sekutu demokratis yang paling setia, sebuah oase nilai Barat di tengah Timur Tengah yang bergejolak, serta korban abadi dari ancaman kawasan. Namun, memasuki April 2026, perisai citra tersebut kini menunjukkan keretakan yang sangat nyata dan fundamental.</p>
<p>​Laporan terbaru dari Institute for National Security Studies (INSS) Israel memotret kenyataan pahit bagi Tel Aviv: posisi Israel di mata publik Amerika sedang terjun bebas. Sekitar 60 persen warga Amerika kini memandang Israel secara negatif, sebuah angka yang melonjak drastis dari 42 persen pada tahun 2022. Penurunan ini bukan sekadar fluktuasi statistik, melainkan pergeseran tektonik dalam persepsi masyarakat negara penyokong utamanya.</p>
<p>​Guncangan paling hebat terasa pada fondasi masa depan, yaitu generasi muda. Di kelompok usia 18-29 tahun, angka pandangan negatif terhadap Israel menyentuh level kritis sebesar 75 persen. Kebencian moral ini bahkan merembas ke jantung basis politik pendukungnya, di mana sentimen negatif mencapai 85 persen di kalangan Demokrat muda dan secara mengejutkan menyentuh 64 persen di kalangan Republik muda. Hal ini menandakan bahwa narasi lama Israel tidak lagi mampu menjangkau nurani pemilih masa depan Amerika.</p>
<p>​Fenomena ini merupakan sinyal krisis reputasi yang sangat serius karena menyentuh empat pilar utama dukungan Amerika selama ini: pemerintah, lobi politik, dukungan lintas partai, dan basis keagamaan konservatif. Saat generasi muda dari kalangan Republik, Evangelis, hingga Yahudi Amerika mulai berpaling, maka yang terguncang bukan hanya citra di permukaan, melainkan legitimasi politik jangka panjang Israel di Washington.</p>
<p>​Sesuatu yang dulu dianggap tabu kini menjadi nyata: komunitas Yahudi Amerika sendiri semakin kritis terhadap kebijakan Tel Aviv. Data menunjukkan sekitar 55-60 persen dari mereka kini menolak aksi militer terkait Iran, dan 63 persen lebih memilih jalur diplomasi. Bahkan, sekitar 30 persen—terutama dari kalangan muda—kini lebih bersimpati kepada Palestina, dibarengi dengan meningkatnya desakan untuk membatasi bantuan militer kepada Israel.</p>
<p>​Mengacu pada pemikiran Andrew Griffin dalam Crisis, Issues and Reputation Management, sebuah reputasi tidak dibangun dari apa yang diklaim sebuah aktor tentang dirinya, melainkan bagaimana publik menilai tindakan nyata, keputusan, dan responsnya dari waktu ke waktu. Masalah Israel hari ini bukan lagi karena mereka &#8220;gagal menjelaskan diri&#8221;, melainkan karena tindakan mereka di lapangan tidak lagi selaras dengan citra yang selama ini mereka jual. Publik kini tidak lagi sekadar mendengar narasi, tetapi melihat realitas.</p>
<p>​Meskipun Israel terus menggaungkan narasi &#8220;membela diri&#8221;, mata publik Amerika menyaksikan realitas kehancuran Gaza, tingginya angka korban sipil Palestina, dan eskalasi perang yang kian meluas. Muncul persepsi kuat di masyarakat Amerika bahwa Israel justru menyeret negara mereka ke dalam konflik yang lebih besar dan berbahaya. Di titik inilah, masalah yang dihadapi Israel telah bergeser dari sekadar hambatan komunikasi menjadi sebuah kegagalan moral yang nyata.</p>
<p>​Dalam kerangka Griffin, Israel kini berada pada fase isu reputasi tingkat tinggi yang bergerak cepat menuju krisis reputasi total. Meskipun bantuan militer masih mengalir dan hubungan diplomatik formal belum terputus, gejala krisis sudah terlihat jelas melalui memburuknya opini publik dan tidak solidnya basis pendukung tradisional seperti Evangelis dan Republik muda. Kepercayaan publik sedang menurun secara tajam dan sistemik.</p>
<h3>Moral Outrage</h3>
<p>​Lebih serius lagi, Israel menghadapi apa yang disebut sebagai external issue, yaitu narasi yang berkembang liar di luar kendali Tel Aviv maupun Washington. Isu mengenai korban sipil, bantuan militer, dan pengaruh Israel terhadap kebijakan luar negeri Amerika kini hidup secara mandiri di kampus-kampus, media sosial, komunitas agama, dan gerakan sipil. Israel sedang menghadapi moral outrage—kemarahan moral publik atas ketidakadilan dan standar ganda yang tidak bisa lagi diredam hanya dengan konferensi pers atau strategi diplomasi konvensional.</p>
<p>​Dari perspektif siyasah syar’iyyah kontemporer, krisis ini menegaskan bahwa legitimasi politik tidak bisa hanya dibangun di atas kekuatan senjata atau dukungan negara besar. Legitimasi sejati harus berpijak pada keadilan, perlindungan jiwa (hifzh al-nafs), dan pencegahan kerusakan (dar’u al-mafsadah). Berdasarkan kaidah ma’alat al-af’al, kebijakan yang terus-menerus memproduksi penolakan, kebencian, dan luka moral publik adalah kebijakan yang telah gagal menjaga kemaslahatan.</p>
<p>​Pada akhirnya, sejarah membuktikan bahwa lobi politik mungkin bisa menahan tekanan untuk sementara, namun ia tidak akan pernah mampu menahan perubahan nurani publik secara permanen. Mahasiswa, jurnalis muda, dan aktivis hari ini adalah para penentu kebijakan esok hari. Jika generasi ini tumbuh dengan persepsi bahwa kekuatan Israel tidak lagi dibarengi dengan keadilan, maka hubungan istimewa Amerika-Israel sedang menghitung hari menuju perubahan yang fundamental.*</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/krisis-reputasi-israel-di-amerika/">Krisis Reputasi Israel di Amerika</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/krisis-reputasi-israel-di-amerika/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/www.salam-online.com/wp-content/uploads/2016/11/Ustadz-Bachtiar-Nasir-1.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Guru Besar Hukum Soal WNA Tewas di Kantor Imigrasi: &#8220;Kelalaian Bisa Dijerat Hukum!&#8221;</title>
		<link>https://jakpos.id/guru-besar-hukum-soal-wna-tewas-di-kantor-imigrasi-kelalaian-bisa-dijerat-hukum/</link>
					<comments>https://jakpos.id/guru-besar-hukum-soal-wna-tewas-di-kantor-imigrasi-kelalaian-bisa-dijerat-hukum/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 05:39:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Imigrasi Depok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=99080</guid>

					<description><![CDATA[<p>"Setiap Orang yang karena kealpaannya mengakibatkan matinya orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak kategori V."</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/guru-besar-hukum-soal-wna-tewas-di-kantor-imigrasi-kelalaian-bisa-dijerat-hukum/">Guru Besar Hukum Soal WNA Tewas di Kantor Imigrasi: &#8220;Kelalaian Bisa Dijerat Hukum!&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEPOK</strong> &#8211; Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Depok menjadi sorotan publik setelah kasus kematian tragis seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Inggris, Duncan James Rance, di dalam toilet ruang tahanan</p>
<p>Diketahui sebelumnya, Duncan diamankan akibat dugaan penyalahgunaan izin tinggal pada Senin (20/4) .</p>
<p>‎Menanggapi kejadian tersebut, Guru Besar Ilmu Hukum UPN Veteran Jakarta, Prof. Dr. Taufiqurrohman Syahuri, S.H., M.H. menegaskan bahwa pihak Imigrasi harus bertanggung jawab penuh atas nyawa tahanan yang berada di bawah otoritas mereka.</p>
<p>Menurutnya, peristiwa tersebut tidak bisa hanya dianggap sebagai kecelakaan biasa.</p>
<p>‎Prof. Taufiqurrohman menilai insiden bunuh diri di dalam tahanan merupakan bentuk nyata dari kelalaian petugas dalam menjalankan fungsi pengawasan.</p>
<p>Meskipun tindakan tersebut adalah inisiatif dari tahanan, petugas seharusnya mampu mencegahnya melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.</p>
<p>‎‎&#8221;Kecelakaan dalam tahanan itu kelalaian dari pihak penahan, meskipun itu inisiatif dari pihak tahanan, tetapi kan itu mestinya tidak terjadi. Harusnya tetap diawasi,&#8221; ujarnya kepada wartawan, Jum&#8217;at (24/4).</p>
<p>‎Selain itu, ia pun juga menyoroti aspek kondisi mental tahanan. Jika benar tahanan tersebut mengalami depresi, maka seharusnya pengawasan dilakukan secara khusus dan lebih hati-hati.</p>
<p>‎&#8221;Makanya itu kalau depresi itu sudah diketahui, kan mestinya di fokuskan. Jangan dilepas itu, berarti kelalaian itu&#8221; tegasnya.</p>
<p>‎&#8221;Mestinya hati-hati cara menahannya gitu. Jangan disamakan dengan orang yang kondisinya kuat mental gitu&#8221;, tambahnya.</p>
<p>‎Lebih lanjut, ia menilai bahwa kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang memiliki konsekuensi hukum. Petugas imigrasi dinilai tidak bisa mengelak karena korban berada dalam kekuasaan penuh mereka saat kejadian berlangsung.</p>
<p>‎‎&#8221;Tapi prinsipnya bagaimanapun juga gak bisa mengelak petugas. Kalau itu kecelakaan karena dia bunuh diri, enggak bisa seperti itu. Lepas dari tanggung jawab. Karena bagaimanapun juga dia kan masih dalam status ada di kekuasaan pihak imigrasi kan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>‎Adapun konsekuensi hukum terkait kelalaian yang dapat mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang tertuang dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) dan diatur dalam Pasal 474 ayat (3) dengan bunyi:</p>
<p>‎&#8221;Setiap Orang yang karena kealpaannya mengakibatkan matinya orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak kategori V.&#8221;</p>
<p>‎Menutup keterangannya, dirinya juga menyoroti harus adanya pengusutan tuntas guna memastikan apakah prosedur pengamanan telah dijalankan sesuai standar atau terdapat pelanggaran yang menyebabkan terjadinya insiden hilangnya nyawa seseorang.</p>
<p>‎&#8221;Apapun yang sudah terjadi mengenai bunuh diri itu, berarti itu tanggung jawab orang yang sedang melakukan penahanan itu. Jadi ya statusnya kan lagi ditahan di imigrasi ya artinya yang bertanggung jawab ya pihak imigrasi atas kematiannya itu. Harus diusut itu dan tidak bisa mengatakan ini bunuh diri. Kecelakaan gak bisa. Kecelakaan dalam tahanan itu kelalaian dari pihak penahan,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/guru-besar-hukum-soal-wna-tewas-di-kantor-imigrasi-kelalaian-bisa-dijerat-hukum/">Guru Besar Hukum Soal WNA Tewas di Kantor Imigrasi: &#8220;Kelalaian Bisa Dijerat Hukum!&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/guru-besar-hukum-soal-wna-tewas-di-kantor-imigrasi-kelalaian-bisa-dijerat-hukum/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2026/04/22/DSC01106.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>27 Tahun Kota Depok, Saatnya Berbenah dan Melompat Lebih Jauh</title>
		<link>https://jakpos.id/27-tahun-kota-depok-saatnya-berbenah-dan-melompat-lebih-jauh/</link>
					<comments>https://jakpos.id/27-tahun-kota-depok-saatnya-berbenah-dan-melompat-lebih-jauh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 02:16:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=99076</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Dr. H. Bambang Sutopo, SEI, MM (Anggota Komisi C DPRD Depok/FPKS)</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/27-tahun-kota-depok-saatnya-berbenah-dan-melompat-lebih-jauh/">27 Tahun Kota Depok, Saatnya Berbenah dan Melompat Lebih Jauh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Dr. H. Bambang Sutopo, SEI, MM (Anggota Komisi C DPRD Depok/FPKS)</strong></em></p>
<p>Usia ke-27 bagi sebuah kota seharusnya menjadi fase kedewasaan—bukan sekadar bertambah umur, tetapi bertambah kualitas. Kota Depok hari ini berdiri sebagai kota besar dengan lebih dari 3 juta jiwa dan APBD yang telah menembus Rp4,3 triliun.</p>
<p>Angka-angka ini terlihat impresif. Namun pertanyaannya sederhana: apakah pertumbuhan ini benar-benar menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi warganya?</p>
<p>Mari kita jujur. Di tengah geliat pembangunan, Depok masih bergulat dengan persoalan klasik yang tak kunjung tuntas. Banjir yang terus berulang setiap musim hujan, kemacetan yang semakin melumpuhkan produktivitas, longsor di sejumlah titik rawan, hingga persoalan sampah yang telah masuk kategori darurat.</p>
<p>Ini bukan sekadar masalah teknis. Ini adalah cermin dari arah kebijakan pembangunan yang belum sepenuhnya berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat.</p>
<p>Selama ini, kita terlalu nyaman dengan narasi “Depok terus berkembang”. Padahal yang terjadi seringkali hanyalah pembesaran kota tanpa penataan yang matang. Permukiman tumbuh, tetapi drainase tertinggal. Kendaraan bertambah, tetapi sistem transportasi stagnan. Produksi sampah meningkat, tetapi sistem pengelolaannya masih konvensional.</p>
<p>Pertumbuhan tanpa kendali adalah awal dari krisis yang terstruktur.</p>
<p>Momentum HUT ke-27 ini seharusnya menjadi titik balik. Kita tidak bisa lagi menjalankan pola lama—mengelola kota dengan pendekatan reaktif, menunggu masalah viral baru bergerak, dan menyelesaikan persoalan secara parsial.<br />
Depok membutuhkan keberanian politik dalam kebijakan publik.</p>
<p>Pertama, kita harus berani mengakui bahwa persoalan banjir dan tata ruang adalah masalah struktural. Dibutuhkan penataan ulang yang serius, termasuk pengendalian pembangunan dan penegakan aturan yang konsisten—tanpa kompromi.</p>
<p>Kedua, kemacetan tidak bisa lagi diatasi dengan solusi tambal sulam. Dibutuhkan integrasi sistem transportasi yang modern, berbasis konektivitas, bukan sekadar pelebaran jalan.</p>
<p>Ketiga, persoalan sampah harus keluar dari pendekatan lama. Kita memerlukan transformasi menuju sistem pengelolaan yang berbasis teknologi, sirkular ekonomi, dan partisipasi masyarakat secara masif. Jika tidak, krisis ini hanya akan menjadi bom waktu ekologis.</p>
<p>Keempat, yang tidak kalah penting adalah perubahan cara kerja birokrasi. Tidak boleh lagi ada pola “No Viral, No Action”. Pemerintah harus hadir sebelum masalah membesar, bukan setelah tekanan publik memuncak.</p>
<p>Di sinilah peran kepemimpinan diuji. Bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif, tetapi mengambil keputusan yang mungkin tidak populer, namun benar untuk masa depan kota.</p>
<p>Depok tidak kekurangan potensi. Letaknya strategis, masyarakatnya dinamis, dan kapasitas fiskalnya cukup kuat. Yang dibutuhkan adalah arah yang jelas, keberanian bertindak, dan konsistensi dalam eksekusi.</p>
<p>HUT ke-27 ini bukan hanya seremoni. Ini adalah momen refleksi sekaligus peringatan bahwa kota ini tidak bisa terus berjalan dengan cara yang sama, jika kita menginginkan hasil yang berbeda.</p>
<p>Depok harus memilih: menjadi kota besar yang berkualitas, atau sekadar kota yang terus membesar dengan masalah yang ikut membesar.</p>
<p>Sebagai bagian dari unsur penyelenggara pemerintahan daerah, kita memiliki tanggung jawab yang sama—memastikan setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan rakyat.</p>
<p>Mari kita jadikan usia ke-27 ini sebagai momentum perubahan nyata dan Kuncinya adalah Kolaborasi. Bukan hanya membangun kota, tetapi membangun peradaban kota.</p>
<p>Selamat Ulang Tahun ke-27 Kota Depok.<br />
Saatnya berbenah, saatnya melompat lebih jauh.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/27-tahun-kota-depok-saatnya-berbenah-dan-melompat-lebih-jauh/">27 Tahun Kota Depok, Saatnya Berbenah dan Melompat Lebih Jauh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/27-tahun-kota-depok-saatnya-berbenah-dan-melompat-lebih-jauh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/c_scale,w_575,h_383/f_webp,q_auto:low/v1776996352/IMG-20260424-WA0009_copy_1279x853/IMG-20260424-WA0009_copy_1279x853.jpg?_i=AA&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
