Di era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi semakin maju, kemudahan dalam mengakses informasi ikut serta membawa perubahan terhadap kebudayaan manusia saat ini, orang-orang meninggalkan gaya hidup “Ketinggalan zaman” menuju gaya hidup yang modern, sebagai akibatnya budaya tradisional mulai luntur oleh zaman. Masyarakat Indonesia saat ini banyak dipengaruhi oleh budaya barat. Sebagai akibatnya sudah jarang ditemukan budaya tradisional yang masih dilestarikan dengan baik oleh generasi berikutnya sebab mereka lebih tertarik dengan budaya barat.
Indonesia adalah negara kepulauan yang juga dikenal sebagai Nusantara Negeri yang kaya budaya, Bahasa, tradisi, suku, ras dan agama, banyak perbedaan namun tetap satu semboyan Bhineka Tunggal Ika yaitu “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Menghadapi budaya yang begitu beragam, generasi muda bangsa Indonesia harus merasa bangga supaya timbul rasa cinta untuk menjaga dan melestarikannya. Globalisasi sekarang menjadi tantangan terbesar yang dihadapi generasi penerus bangsa dalam melestarikan budaya nusantara.
Menurut Edward B. Taylor kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut William H. Haviland Kebudayaan ialah seperangkat peraturan serta norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang bila dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dilihat layak serta dapat di terima oleh seluruh masyarakat.
Pada era globalisasi yang semakin maju ini, kita menghadapi tantangan besar dalam menjaga rasa kebudayaan Nusantara pada anak-anak saat ini, dengan mengenalkan budaya bangsa sejak dini pada anak juga bisa mendorong anak untuk tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang bisa memecah belah bangsanya serta perbedaan yang terdapat di sekitarnya, terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya tantangan ini dan cara untuk melestarikan budaya Indonesia di kalangan anak serta alasan anak perlu mengenal budaya bangsanya.
Ada beberapa alasan anak perlu mengenal budaya bangsanya yang pertama yaitu mempertahankan makna, menghargai karya bangsa, memupuk rasa toleransi sejak dini, mempererat kesatuan dan persatuan, mempertahankan keunikan budaya, bagian penting dari sejarah bangsa, dan sebagai sumber kekayaan yang berharga.
Faktor penyebab pertama ialah adanya pengaruh globalisasi. Kedua yaitu mengubah gaya hidup dan nilai-nilai konsumen. Ketiga Pendidikan yang tidak mencakup kebudayaan lokal. Keempat yaitu perubahan struktur keluarga. Kelima yaitu kurangnya kesadaran dan apresiasi terhadap budaya lokal.
Cara melestarikan kebudayaan pada kalangan anak yaitu pertama dengan pendidkan budaya, keluarga sebagai pusat pembelajaran, kegiatan komunitas, kunjungan dan wisata budaya, media dan teknologi, keikutsertaan dalam upacara adat, dan aktif dalam organisasi budaya.
Berkurangnya rasa kebudayaan Nusantara pada anak-anak merupakan masalah serius yang harus segera diatasi. Kurangnya informasi tentang kebudayaan Nusantara, pengaruh globalisasi, dan kurangnya pendidikan tentang kebudayaan Nusantara menjadi penyebab terbesar dari masalah ini. Oleh karena itu, meningkatkan pendidikan tentang kebudayaan Nusantara, mendorong partisipasi dalam kegiatan budaya lokal, dan menghadirkan peran model yang berbudaya dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah ini. Kita semua harus bekerja sama untuk melestarikan kebudayaan Nusantara agar tetap hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia.
Fajria

