Eco-enzyme Memangkas Sampah Rumah Tangga

DEPOKPOS – Keadaan bumi kita saat ini telah mencapai titik di mana masalah sampah menjadi semakin serius dan mengkhawatirkan. Dampak dari akumulasi sampah yang terus meningkat telah mencapai tingkat yang mengancam keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan manusia.

Saat ini, jumlah sampah yang dihasilkan oleh manusia mencapai tingkat yang luar biasa. setiap hari kita menghasilkan ton sampah yang akhirnya berakhir di lahan pembuangan sampah atau bahkan mencemari ekosistem alam. Peningkatan produksi sampah yang tidak terkendali telah mengarah pada masalah yang sangat serius, termasuk kerusakan lingkungan, polusi tanah, air, dan udara, serta ancaman terhadap flora dan fauna.

Masalah sampah rumah tangga telah menjadi salah satu tantangan lingkungan yang signifikan di seluruh dunia. Tingginya produksi sampah dan keterbatasan lahan pembuangan yang semakin terbatas telah mendorong pencarian solusi inovatif untuk mengurangi dan mengelola sampah dengan lebih efektif. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah penggunaan eco-enzyme sebagai alternatif dalam mengurangi sampah rumah tangga.

Eco-enzyme adalah cairan alami yang memiliki banyak manfaat yang terbuat dari fermentasi gula, sisa buah atau sayuran dan air yang menjadikan cairan ini serupa larutan berwarna coklat tua dengan bau mirip cuka. Eco-enzyme bisa dimanfaatkan secara luas dalam masyarakat baik dari segi lingkungan, ekonomi, kesehatan, bahkan kecantikan.

Eco-enzyme dikembangkan oleh Dr. Rosukon Puumpanvong pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand yang melakukan penelitian sejak tahun 1980-an, dan kemudian diperkenalkan secara lebih luas oleh Dr. Joean Oon, yang merupakan seorang peneliti Naturopathy dari Penang Malaysia.

Manfaat utama penggunaan eco-enzyme dalam pengelolaan sampah rumah tangga adalah kemampuannya dalam memecah sampah organik menjadi senyawa yang lebih sederhana dan ramah lingkungan. Eco-enzyme mampu meningkatkan proses dekomposisi dan mempercepat pembentukan humus, yang merupakan unsur penting dalam memperbaiki kualitas tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat.

Selain itu, penggunaan eco-enzyme juga dapat mengurangi produksi gas metana, yang merupakan gas rumah kaca yang lebih kuat dari karbon dioksida dan berkontribusi pada pemanasan global.

Eco-enzyme merupakan campuran enzim yang diekstraksi dari bahan-bahan alami, seperti buah-buahan, sayuran, dan mikroorganisme. Pembuatan eco-enzyme melibatkan serangkaian tahap yang meliputi pemilihan bahan mentah, persiapan, fermentasi, dan pemurnian.

Bahan-bahan alami yang kaya akan enzim dipilih dan dikombinasikan dengan cara yang tepat untuk mengoptimalkan aktivitas enzim. Proses fermentasi kemudian dilakukan untuk memungkinkan enzim aktif dalam bahan mentah melepaskan senyawa-senyawa yang berpotensi bermanfaat. Setelah fermentasi selesai, eco-enzyme dapat diperoleh dengan menghilangkan komponen-komponen yang tidak diinginkan dan melakukan pemurnian.

Cara pembuatan eco-enzyme berdasarkan Kementerian pertanian ialah sebagai berikut, perbandingannya 1: 3 : 10 . Molase (tetes tebu) atau gula (1 bagian), Sisa limbah buah-buahan, maupun sayuran maksimal 20% (usahakan minimal tiga macam limbah) supaya unsur hara akan lebih komplit bila mau dijadikan pupuk dan makin banyak macam bahan organik semakin baik dan enzim yang terbentuk akan semakin banyak (3 bagian), Air (10 bagian), alat-alat yang dibutuhkan yaitu botol atau drum, ember, dan pisau pencacah.

Pembuatannya dengan mencacah semua bahan organik baik buah maupun sayuran yang masih fresh hingga kecil-kecil agar mudah terurai kemudian ditimbang, larutkan tetes molase atau gula menggunakan air hingga larut, campurkan air dengan larutan tetes, masukan semua bahan organik ke dalam botol atau drum rapat udara, karena akan terbentuk poligas yang berpotensi meledak proses ini harus diberikan ruang udara yang perlu dibebaskan di bulan pertama dengan sering membuka tutup nya di bulan ke dua harus ditutup rapat karena mulai terbentuk asam organik.

Setelah kurang lebih tiga bulan maka eco-enzyme siap dipanen dan diaplikasikan, eco-enzyme bersifat asam, dengan warna coklat, aroma segar dan harum menyengat seperti alkohol, apabila ingin bau yang enak tergantung dari bahan organik yang digunakan jika ingin aroma jeruk maka perbanyak kulit jeruk untuk menghasilkan aroma jeruk.

Eco-enzyme akan gagal dan terbuang jika pembuatan nya tidak higienis, karena akan difermentasi selama 90 hari atau 3 bulan maka jelas jika bahan organik kotor akan menumbuhkan jamur yang tidak baik dan belatung, maka dari itu meskipun bahan sisa sekalipun harus kita bersihkan terlebih dahulu agar penantian kita selama 3 bulan itu tidak sia-sia dan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan manusia.

Manfaat eco-enzyme buat rumah tangga yaitu membersihkan lantai kamar mandi dengan mencampur air dan 2 tutup botol eco-enzyme lantai akan bersih, campuran sabun cuci piring membuat piring lebih kesat dan bersih, campuran sabun cuci pakaian dapat memutihkan sandang tanpa pemutih yang berdampak buruk pada kulit karena kandungan zat chlorine, membersihkan minyak atau lemak membandel seperti meja yang berminyak di restoran maka bau dan minyak akan hilang, memperlancar saluran WC dengan menuangkan eco-enzyme dan diamkan selama 15 menit maka bau pada WC akan hilang, pembersih kerak yang membandel memakai ampas halusnya, oleskan pada kerak pada wastafel atau keran akan hilang, Selain itu, ampas eco-enzyme yang dijemur dapat dijadikan potpourri yang efektif untuk mengurangi nyamuk atau serangga di sekitar rumah.

Selain bermanfaat sebagai pembersih, eco-enzyme juga bermanfaat untuk kesehatan. eco-enzyme dapat mempercepat pembekuan darah dan meredakan panas akibat demam, jika jari tangan terluka akibat tergores pisau atau benda tajam bahkan cipratan minyak oleskan cairan pada area yang terluka, saat demam ampasnya dijadikan bantal yang bisa menggantikan kompres, letakkan di ubun-ubun pada saat demam maka akan memberikan rasa dingin karena memiliki ion-ion negatif yang baik bagi tubuh sehingga dapat memberikan efek relaksasi.

Eco-enzyme juga bermanfaat dalam bidang pertanian. Salah satunya adalah sebagai filter udara, herbisida, dan pestisida alami, menurunkan asap dalam ruangan, filter air dan pupuk alami untuk tanaman serta menurunkan efek rumah kaca. Produk eco-enzyme mengandung enzim seperti tripsin, amilase, asam organik seperti asam asetat (H3COOH), serta mineral hara tanaman seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Eco-enzyme juga mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan, dan agen pengendali hama dan penyakit.

Pengaplikasian pada tanaman dapat dilakukan baik pada fase vegetatif maupun fase generatif. Dosis yang diberikan untuk penyemprotan pada fase generatif dapat ditingkatkan menjadi 2 kali lipat dengan jumlah sekitar 50 hingga 75 cc untuk 15 liter larutan. Untuk memicu munculnya bunga pada tanaman buah, eco-enzyme dapat diberikan setelah tunas daun mekar dan warna hijau sempurna. Pemberian dilakukan sekali dalam dua minggu, namun tidak terlalu sering karena eco-enzyme bersifat asam. Biasanya, tiga kali penyemprotan sudah cukup untuk munculnya bunga.

Eco-enzyme memiliki manfaat yang signifikan bagi lingkungan. Pertama, saat disemprotkan, eco-enzyme mampu memurnikan udara dengan mengubah CO2 menjadi O2, sehingga membantu dalam proses fotosintesis. Selain itu, eco-enzyme juga mampu memurnikan air dengan kemampuannya mengurai amonia menjadi nitrat, yang mengurangi pencemaran air. Tong dan Liu (2020) melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa eco-enzyme dapat meningkatkan kandungan nitrogen dan bahan organik dalam tanah melalui enzim aktif, bahan organik, dan flora mikro yang terkandung di dalamnya.

Oleh karena itu, eco-enzyme sangat berperan penting sebagai alternatif dalam memangkas limbah rumah tangga maupun tempat lainnya yang menghasilkan limbah bahan organik. dengan menggunakan eco-enzyme tidak hanya mendapatkan manfaat langsung bagi diri sendiri tetapi juga memberikan manfaat positif bagi lingkungan. Maka dari itu, Alih-alih membuangnya ke tempat sampah jadikanlah sebagai bahan untuk memproduksi eco-enzyme. Ini merupakan langkah sederhana namun berarti yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengatasi dampak yang tidak diinginkan terhadap alam.

Faiha Hanan
Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Agribisnis
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Pos terkait