DEPOKPOS – Ekonomi kreatif adalah sebuah konsep pada era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama. Konsep ini biasanya akan didukung dengan keberadaan industri kreatif yang menjadi pengejawantahannya.
Dengan munculnya ide-ide yang baru, masyarakat juga akan semakin mudah dalam memenuhi kebutuhannya dengan terus meningkatkan inovasi di berbagai bidang. Peningkatan inovasi di berbagai bidang industri juga secara tidak langsung akan meningkatkan pemerataan ekonomi di berbagai bidang.
Suatu produk yang dihasilkan dari usaha ekonomi kreatif akan mudah diganti dan diubah menurut keinginan konsumen. Fleksibilitas dalam pembuatan produk ini bisa meningkatkan kenyamanan pada konsumen karena merasa kebutuhan atau keinginannya bisa dipenuhi oleh sebuah perusahaan.
Terdapat 5 Contoh Ekonomi Kreatif Indonesia yang Sukses yaitu :
Ekonomi Kreatif di Bidang Fashion
Pakaian merupakan kebutuhan primer masyarakat. Bisnis ini tidak akan pernah lekang oleh waktu. Seberapa maju teknologi, semua orang pasti akan memerlukan kebutuhan sandang dan mengutamakannya.
Maka, fashion menjadi salah satu bidang yang masuk dalam kreativitas ekonomi lantaran mengedepankan ide dan inovasi yang terus berkembang. Hal ini dapat kita lihat dengan semakin banyaknya model pakaian yang unik-unik dan selalu berkembang mengikuti perkembangan tren masa kini.
Teknologi
Setiap detik, setiap menit teknologi akan terus berkembang. Sepuluh tahun yang lalu, smartphone menjadi barang mahal untuk masyarakat. Kini, semua orang memiliki. Mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Game juga tidak kalah. Semua sudah berlomba-lomba memainkan dan ingin menjadi seorang pro-gamer. Maka, teknologi juga menjadi salah satu contoh ekonomi yang menitikberatkan pada bidang kreativitas dan inovasi. Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi akan mengalami pailit jika tidak bisa mengikuti inovasi pasar.
Handicraft
Segala hal yang berunsur kerajinan tangan dan kesenian tidak pernah lepas dari namanya kreativitas. Sebab, kamu tidak akan menemukan handicraft yang unik jika kreativitas para penciptanya stuck di tempat.
Kini kamu bisa menemukan banyak model tas-tas unik yang dibuat dari kerajinan rotan, tas dari anyaman bambu, dan masih banyak lagi kerajinan tangan lainnya seperti :
Pot dari botol bekas
Hiasan dinding dari kayu
Boneka dan pakaian yang dibuat dari kain perca
Tas belanja daur ulang yang dibuat dari sampah kemasan Indomie atau
kopi sachet
Bingkai foto dari stik eskrim
Buket bunga dari koran
Dan masih banyak lagi produk-produk kreatif lainnya yang memiliki nilai tinggi.
Selain harganya yang murah, bahan-bahan tersebut juga bisa dengan mudah diperoleh. Kita bisa membuatnya menjadi berbagai produk kreasi tanpa mengeluarkan banyak biaya produksi.
Hal itu bisa dimanfaatkan oleh orang-orang daerah yang memiliki keterbatasan untuk memproduksi produk secara modern.
Setelan dikreatifkan menjadi barang yang memiliki nilai tinggi, maka harganyapun tidak murah, sebab untuk membuatnya pun tidak mudah.
Digital Marketing
Media sosial makin banyak yang bermunculan. Semua golongan baik menengah ke bawah, menengah ke atas, dan dari segala usia menggunakan media sosial. Dari Twitter, Facebook, Instagram, hingga TikTok.
Kini, semua media sosial itu tidak lagi hanya untuk sekadar mencari hiburan semata. Tetapi, juga bisa kamu manfaatkan untuk media pemasaran. Maka, tidak heran jika muncul industri baru yang bergerak di bidang digital marketing. Di industri ini, semua hal yang berbau content untuk blog atau media sosial akan ditangani.
Kuliner
Jika dulu kuliner hanya berkutat di warung makan dengan menu yang itu-itu saja. Kini, kuliner juga mengikuti perkembangan zaman. Banyak inovasi baru dari masakan lama. Misalnya, muncul rice box dengan berbagai lauk dan tipe masakan, mulai dari yang khas Indonesia hingga khas Jepang atau Korea.
Selain itu, bisnis kuliner kopi kekinian juga merebak. Ini menunjukkan jika ekonomi di bidang kuliner tidak hanya berkutat di makanan, tetapi juga ke minuman khas yang dicintai anak muda.
Jika kamu tidak punya ilmu untuk menjalankan bisnis, kamu bisa memilih menjadi investor loh, Kini, kamu bisa mendanai para pelaku ekonomi kreatif kecil agar semakin maju dan bisa mengembangkan bisnisnya melalui sistem peer to peer lending Amartha.
Itulah penjelasan dan contoh dari ekonomi kreatif yang ada di Indonesia, mari kita terus tingkatkan dan pertahankan kualitas ekonomi kreatif kita ini supaya Indonesia bisa terus berkembang.
Eva Meliana
Mahasiswa Universitas Pamulang