<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dunia Kampus Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/kategori/dunia-kampus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/kategori/dunia-kampus/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Feb 2026 11:55:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Dunia Kampus Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/kategori/dunia-kampus/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mahasiswa UPER Tembus Top 5 Google Student Ambassador</title>
		<link>https://jakpos.id/mahasiswa-uper-tembus-top-5-google-student-ambassador/</link>
					<comments>https://jakpos.id/mahasiswa-uper-tembus-top-5-google-student-ambassador/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 11:55:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=92653</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Februari 2026 &#8211; Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di lingkungan akademik terus meningkat.&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mahasiswa-uper-tembus-top-5-google-student-ambassador/">Mahasiswa UPER Tembus Top 5 Google Student Ambassador</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, 26 Februari 2026</strong> &#8211; Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di lingkungan akademik terus meningkat. Survei YouGov (2025) menunjukkan bahwa 71 persen mahasiswa telah menggunakan AI untuk membantu tugas atau aktivitas belajar, meningkat dari 64 persen pada survei tahun sebelumnya. Namun, tingginya adopsi tersebut juga diiringi sejumlah kekhawatiran. Masih di survei yang sama, faktor utama yang membuat mahasiswa ragu menggunakan AI adalah risiko dituduh melakukan kecurangan (53%) serta potensi hasil keliru atau hallucinations dari sistem AI (51%).</p>
<p>Temuan tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama bukan lagi pada akses teknologi, melainkan pada literasi, verifikasi, dan integritas dalam penggunaannya. Di tengah dinamika ini, Iman Dwi Satrio, mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Pertamina (UPER) angkatan 2024, menghadirkan pendekatan yang berbeda. Iman memposisikan AI bukan sebagai jalan pintas, melainkan sebagai learning partner yang membantu memahami konsep secara lebih terstruktur dan reflektif.</p>
<p>“Sebagai lulusan SMK, saya sempat merasa tertinggal pada awal perkuliahan. Di situlah saya mulai memanfaatkan AI sebagai partner belajar untuk memahami konsep-konsep sulit. Namun, penggunaannya harus bijak. Saya menggunakannya untuk merangkum materi, mencari alternatif penjelasan, atau mensimulasikan kode, bukan menyalin jawaban. Setiap hasil tetap saya verifikasi agar tidak terjebak informasi keliru atau hallucination, sehingga proses berpikir dan integritas akademik tetap terjaga,” ungkap Iman (26/2).</p>
<p>Dalam proses belajarnya, Iman memanfaatkan ekosistem AI untuk merangkum materi, memetakan konsep, hingga menganalisis topik perkuliahan yang kompleks. Iman menekankan bahwa setiap output dari sistem generatif tetap harus diverifikasi melalui referensi akademik yang kredibel dan dipahami logika berpikirnya. Pendekatan ini memastikan AI berfungsi sebagai penguat pemahaman, bukan sumber ketergantungan atau kesalahan informasi.</p>
<p>Komitmen terhadap pemanfaatan AI yang etis dan berdampak tersebut mengantarkan Iman meraih posisi Top 5 Google Student Ambassador Tier Trailblazer, tingkat tertinggi dalam program tersebut. Dari sekitar 12.000 pendaftar dan 800 ambassador terpilih, hanya lima mahasiswa yang mencapai kategori ini.</p>
<p>“Dari 800 Google Student Ambassador yang terpilih, hanya lima orang yang mencapai Tier Trailblazer. Google dan Dicoding menitikberatkan penilaian dalam tantangan yang diberikan yaitu pada kualitas dan kedalaman materi yang disampaikan tersebut mampu mengubah cara mahasiswa belajar,” ujar Iman.</p>
<p>Iman menjelaskan bahwa materi yang dibawakannya berfokus pada pengenalan lingkungan pembelajaran berbasis AI dari Google yang mendorong mahasiswa belajar secara lebih mandiri, kritis, dan bertanggung jawab. Pendekatan ini dilakukan melalui penyelenggaraan kegiatan demonstrasi penggunaan fitur AI Google yang dihadiri lebih dari 100 mahasiswa UPER, mentorship berbasis konten digital di platform media sosial TikTok.</p>
<p>Sebagai GSA Tier Trailblazer, Iman memperoleh kesempatan berdiskusi langsung dengan jajaran pimpinan Google Indonesia serta Dicoding, serta mengikuti lokakarya kepemimpinan dan sertifikasi Google Cloud Generative AI Leader. Ke depan, Iman merancang komunitas #TeamGoogle UPER sebagai wadah belajar talenta digital dan memperkuat budaya peer-to-peer mentoring di lingkungan kampus.</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., turut merespon positif capaian Iman dalam kancah nasional. Menurutnya prestasi mahasiswa turut sejalan dengan tujuan pembelajaran yang dirancang di Universitas Pertamina untuk menyiapkan talenta unggul di era digital.</p>
<p>“Universitas Pertamina tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga lingkungan yang membentuk pemimpin masa depan yang berintegritas, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Hal ini diwujudkan, salah satunya, melalui peminatan Artificial Intelligence pada Program Studi Ilmu Komputer yang menekankan pemanfaatan teknologi secara bijak dan memberikan manfaat nyata,” tutup Prof. Wawan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mahasiswa-uper-tembus-top-5-google-student-ambassador/">Mahasiswa UPER Tembus Top 5 Google Student Ambassador</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/mahasiswa-uper-tembus-top-5-google-student-ambassador/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/nuansapublik.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260227-WA0026-1536x1025.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah Dikupas dalam Kolokium Nasional Prodi PAI IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah</title>
		<link>https://jakpos.id/himpunan-putusan-tarjih-muhammadiyah-dikupas-dalam-kolokium-nasional-prodi-pai-iai-al-aqidah-al-hasyimiyyah/</link>
					<comments>https://jakpos.id/himpunan-putusan-tarjih-muhammadiyah-dikupas-dalam-kolokium-nasional-prodi-pai-iai-al-aqidah-al-hasyimiyyah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 00:56:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=92460</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah menggelar Kolokium&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/himpunan-putusan-tarjih-muhammadiyah-dikupas-dalam-kolokium-nasional-prodi-pai-iai-al-aqidah-al-hasyimiyyah/">Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah Dikupas dalam Kolokium Nasional Prodi PAI IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah menggelar Kolokium Nasional bertema &#8220;Analisis Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Indonesia&#8221; pada Rabu, 4 Februari 2026.</p>
<p>​Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari organisasi kemasyarakatan yang berbeda, yaitu Dr. TGKH. Muslihan Habib dari Nahdlatul Wathan Dirasah Islamiyyah (NWDI Jakarta) dan Dr. Komarudin, M.A. dari Majelis Tarjih &amp; Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Timur. Turut hadir pula Wakil Rektor II IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah, Aida Maqbulah, M.A.</p>
<p>​Dalam sambutannya, Aida Maqbulah berpesan agar para peserta antusias dan serius menyimak materi kolokium. Ia menekankan pentingnya keterbukaan wawasan bagi mahasiswa di era modern.</p>
<p>​&#8221;Ini adalah salah satu ciri kampus kita. Kalian akan terus dibekali wawasan baru agar tidak menjadi orang yang kurang pergaulan alias &#8216;kuper&#8217;,&#8221; ujar Aida dengan aksen Betawi yang khas.</p>
<p>​Ia juga menambahkan bahwa organisasi seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Nahdlatul Wathan, dan ormas lainnya merupakan pilar-pilar yang telah berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia.</p>
<p>​Dr. Muslihan Habib membuka paparannya dengan membandingkan mekanisme transaksi jual-beli di masa lalu dan masa kini. &#8220;Dulu, beli bakso harus datang ke penjualnya langsung. Tapi sekarang tinggal klik. Bagaimana hukumnya?&#8221; tanya Muslihan memancing rasa penasaran peserta.</p>
<p>​Ketua NWDI Jakarta ini menegaskan bahwa pintu ijtihad akan terus terbuka seiring perubahan zaman dan kebiasaan masyarakat. Beliau juga mencontohkan perbedaan pendapat mengenai jumlah rukun wudu di kalangan imam mazhab yang pada akhirnya merujuk pada Al-Qur&#8217;an Surat Al-Maidah ayat 6. Muslihan berharap kolokium ini mampu meminimalkan iftiraq al-ummah (perpecahan umat).</p>
<p>​Di sisi lain, Dr. Komarudin membedah aspek teknis dengan menampilkan rujukan hadis dari berbagai kitab primer, seperti Ibn Hibban, Musnad Ibn Hanbal, Al-Jami&#8217; al-Shahih, hingga Bulugh al-Maram.</p>
<p>Referensi tersebut digunakan sebagai instrumen untuk memvalidasi hujah yang digunakan Majelis Tarjih Muhammadiyah. ​Berdasarkan analisisnya, Komarudin menyimpulkan bahwa tuntunan bacaan dan gerakan salat dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah bersumber dari hadis-hadis yang sahih.</p>
<p>​Antusiasme peserta terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari perbedaan penetapan hari raya antara pemerintah dan Muhammadiyah hingga validitas buku fikih sebagai rujukan.</p>
<p>​Sahrul Kopong, mahasiswa semester III, memberikan apresiasi tinggi dan berharap kegiatan serupa terus berlanjut secara berseri. &#8220;Materi yang disampaikan sangat bagus dan bermanfaat, terutama untuk menambah ilmu yang belum saya ketahui sebelumnya,&#8221; pungkas Sahrul.*</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/himpunan-putusan-tarjih-muhammadiyah-dikupas-dalam-kolokium-nasional-prodi-pai-iai-al-aqidah-al-hasyimiyyah/">Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah Dikupas dalam Kolokium Nasional Prodi PAI IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/himpunan-putusan-tarjih-muhammadiyah-dikupas-dalam-kolokium-nasional-prodi-pai-iai-al-aqidah-al-hasyimiyyah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/sinar5news.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260204-WA0008-scaled.jpg?fit=2560%2C1441&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Universitas Paramadina Tekankan Etika Bijak Bermedia Sosial di Tengah Bebas Ekspresi</title>
		<link>https://jakpos.id/universitas-paramadina-tekankan-etika-bijak-bermedia-sosial-di-tengah-bebas-ekspresi/</link>
					<comments>https://jakpos.id/universitas-paramadina-tekankan-etika-bijak-bermedia-sosial-di-tengah-bebas-ekspresi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 09:25:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Paramadina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=92421</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA — Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina menggelar webinar bertajuk “Public Education Cyberbullying:&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/universitas-paramadina-tekankan-etika-bijak-bermedia-sosial-di-tengah-bebas-ekspresi/">Universitas Paramadina Tekankan Etika Bijak Bermedia Sosial di Tengah Bebas Ekspresi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> — Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina menggelar webinar bertajuk “Public Education Cyberbullying: Antara Kebebasan Berekspresi dan Etika Bermedia”. Kegiatan pada 12 Desember lalu secara daring bagian dari upaya literasi bagi masyarakat dalam merespons meningkatnya praktik cyberbulliying di ruang media sosial dan komunikasi politik online.</p>
<p>Kegiatan diikuti mulai dari akademisi, mahasiswa, hingga pelajar sekolah menengah dari sejumlah daerah, diantaranya Siswa dari SMK Bina Nasional Informatika Cikarang dan Siswa SMKN 1 Kusan Hilir Kalimantan Selatan. Mahasiswa yang hadir dari Universitas Djuanda Bogor, Universitas Paramadina.</p>
<p>Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina, Juni Afliah Chusjairi, Ph.D, menegaskan pentingnya membangun kesadaran kritis dan etika bermedia di tengah arus kebebasan berekspresi yang semakin luas di ruang digital.</p>
<p>“Diskusi yang dilandasi semangat literasi dan kesadaran kritis ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi juga mampu mendorong kontribusi nyata dalam membangun ruang digital yang aman, sehat, dan beretika,” ujar Juni dalam keterangan tertulis, Selasa (16/12/2025)</p>
<p>Afliah Chusjairi Akademisi lulusan The School of Social Sciences and Psychology University of Western Sydney, Australia itu menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, mahasiswa, serta peserta lintas daerah yang telah berpartisipasi aktif.</p>
<p>“Dengan antusiasnya partisipasi peserta dari berbagai daerah dan jenjang pendidikan menunjukkan bahwa isu cyberbullying, kebebasan berekspresi, serta etika bermedia bukan hanya persoalan akademik, tetapi persoalan sosial yang kita hadapi bersama dalam kehidupan sehari-hari,&#8221; ungkapnya.</p>
<h4>Pentingnya Literasi Digital dan Collaborative Justice dalam Penanganan Cyberbullying</h4>
<p>Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber dengan perspektif lintas disiplin. Fahmi Fuad Cholagi, S.I.Kom., M.Si yang merupakan dosen sekolah vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB) University menyoroti pentingnya literasi digital dalam komunikasi politik online.</p>
<p>“Ekspresi di media digital selalu membawa konsekuensi sosial, sehingga etika dan literasi digital harus berjalan seiring dengan kebebasan berekspresi,” jelas Fahmi Fuad Cholagi.</p>
<p>Fahmi menekankan bahwa kritik terhadap kebijakan publik merupakan bagian sah dari demokrasi. “Kritis itu perlu, tetapi etika tetap menjadi fondasi utama komunikasi politik di ruang digital agar tidak memicu polarisasi dan merusak kualitas demokrasi,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Dr. Nurwati, S.H., M.H dosen dari Universitas Djuanda Bogor memaparkan aspek hukum dan regulasi dalam menghadapi polarisasi digital.</p>
<p>&#8220;Ruang digital tidak bersifat bebas nilai. Etika, hukum, dan tanggung jawab moral harus berjalan seiring agar demokrasi digital tidak berubah menjadi ruang kekerasan simbolik,” papar Dr. Nurwati.</p>
<p>Menurutnya, tidak semua persoalan di media sosial harus diselesaikan melalui jalur represif atau kriminalisasi, karena hal tersebut justru berpotensi memperdalam konflik dan trauma psikologis.</p>
<p>“Pendekatan ini memungkinkan keadilan yang lebih manusiawi, berimbang, dan berorientasi pada pemulihan, tanpa mengabaikan tanggung jawab hukum,” paparnya.</p>
<h3>Suara Generasi Muda dan Peran Pendidikan</h3>
<p>Sementara itu perspektif generasi muda oleh Alan Firmansyah, Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Politik Universitas Paramadina, menekankan bahwa fenomena cyberbullying tidak dapat dilepaskan dari perubahan cara manusia berinteraksi di era digital.</p>
<p>Mengutip pemikiran Merlyna Lim dalam artikelnya A Cyber Urban Space Odyssey, Alan menjelaskan bahwa ruang digital dan ruang fisik tidak lagi dapat dipahami sebagai dua entitas yang terpisah.</p>
<p>Menurut Alan, Ruang digital hari ini bukan dunia lain yang terpisah dari kehidupan nyata, melainkan ruang hybrid yang saling terhubung dengan ruang fisik. Apa yang terjadi di media sosial memiliki dampak nyata terhadap kehidupan sosial, psikologis, dan relasi antarindividu di dunia nyata.</p>
<p>Dari dunia pendidikan menengah, Suhandar, Wakil Kepala Sekolah SMK Bina Nasional Informatika (SBNI) Cikarang, membagikan praktik pencegahan cyberbullying di lingkungan sekolah melalui pendekatan preventif, dialog terbuka, peran aktif guru dan Bimbingan Konseling, serta penguatan nilai-nilai keagamaan dan karakter.</p>
<p>“Bullying tidak selalu bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi dapat ditekan melalui pemahaman yang proporsional, pendampingan, dan pembinaan karakter yang berkelanjutan,” ujarnya.</p>
<p>Kegiatan webinar ini juga memperoleh dukungan penuh dari Dr. Tatik Yuniarti, S.Sos., M.I.Kom., dosen pengampu mata kuliah Media Digital, Komunikasi, dan Perubahan Sosial.</p>
<p>Ia menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian edukasi kolaborasi antara Universitas Paramadina, Universitas Djuanda, dan IPB University.</p>
<p>Dr. Tatik juga menambahkan bahwa pendidikan publik terkait etika bermedia dan pencegahan cyberbullying merupakan tanggung jawab bersama antara kampus, sekolah, dan masyarakat luas. (B. Karmila)</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/universitas-paramadina-tekankan-etika-bijak-bermedia-sosial-di-tengah-bebas-ekspresi/">Universitas Paramadina Tekankan Etika Bijak Bermedia Sosial di Tengah Bebas Ekspresi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/universitas-paramadina-tekankan-etika-bijak-bermedia-sosial-di-tengah-bebas-ekspresi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/thumb.viva.id/vivabanyuwangi/665x374/2025/08/11/689943cdf281c-universitas-paramadina-ragukan-data-pertumbuhan-ekonomi-bps_banyuwangi.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Gak Perlu Pusing Hitung Jejak Karbon, Kini Pengguna Transportasi Umum Bisa Cek Otomatis Lewat SanPay Karya Mahasiswa UPER!</title>
		<link>https://jakpos.id/gak-perlu-pusing-hitung-jejak-karbon-kini-pengguna-transportasi-umum-bisa-cek-otomatis-lewat-sanpay-karya-mahasiswa-uper/</link>
					<comments>https://jakpos.id/gak-perlu-pusing-hitung-jejak-karbon-kini-pengguna-transportasi-umum-bisa-cek-otomatis-lewat-sanpay-karya-mahasiswa-uper/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 04:40:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=92046</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA — Di tengah kebutuhan publik akan alat pemantau emisi yang praktis, mahasiswa Universitas Pertamina&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/gak-perlu-pusing-hitung-jejak-karbon-kini-pengguna-transportasi-umum-bisa-cek-otomatis-lewat-sanpay-karya-mahasiswa-uper/">Gak Perlu Pusing Hitung Jejak Karbon, Kini Pengguna Transportasi Umum Bisa Cek Otomatis Lewat SanPay Karya Mahasiswa UPER!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> — Di tengah kebutuhan publik akan alat pemantau emisi yang praktis, mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) mengembangkan kartu pembayaran yang mampu menghitung jejak karbon setiap transaksi secara instan. Inovasi ini menjadi semakin relevan mengingat temuan United Nations (2023) yang menunjukkan bahwa individu di kota besar rata-rata menghasilkan 20–30 kilogram CO₂ per hari, atau setara 7–10 ton CO₂ per tahun—angka yang sebagian besar berasal dari pola konsumsi sehari-hari.</p>
<p>Ialah Sandi Pamungkas, mahasiswa Program Studi Ekonomi UPER, yang menciptakan SanPay— platform pembayaran hijau yang mendorong masyarakat kota berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan melalui setiap transaksi. Berkolaborasi dengan Singapore Management University, ia mengintegrasikan teknologi carbon-tracking yang mampu mengestimasi jejak karbon dari tiap pembelian secara otomatis, sehingga pengguna dapat melihat hubungan langsung antara pola konsumsi dan emisi yang mereka hasilkan.</p>
<p>“AI Carbon Calculation Engine memungkinkan SanPay menaksir jejak emisi dari setiap transaksi secara real time. Sistem ini menggabungkan kategori belanja dan faktor emisi produk, sehingga pengguna bisa melihat dampak lingkungan dari pola konsumsi mereka dengan lebih jelas. Pengembangan sistem ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran masyarakat terhadap emisi harian yang mereka hasilkan—padahal perubahan perilaku kecil dapat memberikan dampak besar ketika dilakukan secara kolektif,” ujar Sandi.</p>
<p>Penggunaan SanPay dilakukan melalui kartu transaksi yang terhubung dengan metode pembayaran digital seperti e-wallet dan kartu debit. Saat pengguna melakukan aktivitas harian—mulai dari berbelanja, membeli makanan, hingga melakukan perjalanan—setiap transaksi akan tercatat dan diproses oleh sistem. Nominal dan kategori belanja tersebut kemudian dikalkulasi oleh mesin berbasis AI untuk mengestimasi jejak karbonnya. Hasil perhitungan itu selanjutnya dikonversi menjadi poin keberlanjutan (Green Carbon) sebagai bentuk apresiasi atas penerapan gaya hidup ramah lingkungan.</p>
<p>SanPay kini memasuki tahap uji coba dan sudah digunakan untuk pembayaran transportasi umum di Jakarta, termasuk MRT. Setiap perjalanan menghasilkan 15 poin keberlanjutan yang dapat ditukar menjadi saldo Rp1.000 setelah mencapai 100 poin. Poin ini berasal dari kalkulasi jejak karbon harian pengguna, yang kemudian dikonversi menjadi kredit karbon. Dengan estimasi bahwa satu ton karbon dapat bernilai 5 hingga 15 dolar, SanPay berpotensi menghasilkan keuntungan signifikan—dengan seribu pengguna saja, nilai kredit karbon yang dihasilkan bisa mencapai sekitar 109 ribu dolar.</p>
<p>“Penukaran poin ini adalah bentuk apresiasi bagi pengguna yang menerapkan mobilitas rendah emisi. Setiap transaksi otomatis dihitung jejak karbonnya dan dikonversi menjadi kredit karbon yang berpotensi dijual di pasar karbon sukarela, sehingga pengguna tidak hanya mengurangi emisi tetapi juga berkontribusi pada ekonomi hijau,” ujar Sandi.</p>
<p>Berkolaborasi dengan perusahaan telekomunikasi global, Ericsson, SanPay tengah memasuki tahap pengembangan teknologi yang mencakup peningkatan kinerja sistem, penyempurnaan pemodelan data, dan perluasan fitur agar dapat digunakan untuk kebutuhan transaksi harian yang lebih beragam, termasuk pembelian di supermarket. Dukungan ini juga diwujudkan melalui pengembangan laman resmi SanPay di https://sandipmks.github.io/SanPay/</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., mengapresiasi inovasi tersebut yang dinilai sejalan dengan komitmen UPER dalam pengembangan teknologi berkelanjutan serta penguatan performa kampus pada THE Impact Rankings yang menilai kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian SDGs.</p>
<p>“Keberhasilan ini juga mencerminkan konsep pembelajaran yang diterapkan dalam kurikulum Universitas Pertamina, termasuk peminatan energy and economic sustainability di Prodi Ekonomi UPER, yang mendorong mahasiswa menghasilkan solusi yang relevan bagi tantangan keberlanjutan,” ujar Prof. Wawan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/gak-perlu-pusing-hitung-jejak-karbon-kini-pengguna-transportasi-umum-bisa-cek-otomatis-lewat-sanpay-karya-mahasiswa-uper/">Gak Perlu Pusing Hitung Jejak Karbon, Kini Pengguna Transportasi Umum Bisa Cek Otomatis Lewat SanPay Karya Mahasiswa UPER!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/gak-perlu-pusing-hitung-jejak-karbon-kini-pengguna-transportasi-umum-bisa-cek-otomatis-lewat-sanpay-karya-mahasiswa-uper/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/static.republika.co.id/uploads/member/images/news/251115110934-825.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>UPER Naikkan Beasiswa 30 Persen di 2025</title>
		<link>https://jakpos.id/uper-naikkan-beasiswa-30-persen-di-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 11:50:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91755</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun ini, UPER menaikkan total nilai beasiswa 30% dibanding tahun sebelumnya melalui 10 skema yang didanai PT Pertamina</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/uper-naikkan-beasiswa-30-persen-di-2025/">UPER Naikkan Beasiswa 30 Persen di 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Tahun ini, UPER menaikkan total nilai beasiswa 30% dibanding tahun sebelumnya melalui 10 skema yang didanai PT Pertamina </em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS </strong></a>&#8211; Ketergantungan Indonesia pada energi fosil masih tinggi, dengan sekitar 81% listrik berasal dari bahan bakar fosil, sementara potensi EBT mencapai ±419 GW yang belum termanfaatkan optimal. Di tengah kenaikan permintaan energi dan tuntutan penurunan emisi, Indonesia menghadapi trilema energi: ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan.</p>
<p>Sebagai lokomotif energi nasional, PT Pertamina (Persero) menegaskan perannya bukan hanya menjaga ketahanan energi, tetapi juga menyiapkan generasi muda untuk menjawab tantangan tersebut. Komitmen itu diwujudkan melalui pelantikan lebih dari 1.400 mahasiswa baru Universitas Pertamina (UPER) dari berbagai program sarjana, magister, dan kelas karyawan—yang terpilih dari lebih dari 53 ribu pendaftar, di kegiatan Pelantikan dan Orientasi Pengenalan Universitas Pertamina di GOR Arena Simprug, Jakarta, 15 September 2025.</p>
<p>Pada Pekan Orientasi dan Pengenalan Universitas Pertamina, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menekankan bahwa keberlanjutan adalah keharusan strategis dan pelantikan menjadi tonggak bagi mahasiswa baru untuk mengambil peran dalam transisi energi.</p>
<p>“Generasi muda—khususnya Gen Z—berhadapan langsung dengan realitas energi hari ini: kebutuhan terus naik, harga harus terjangkau, dan emisi harus turun. Sejak hari pertama perkuliahan, mahasiswa diarahkan menjadi bagian dari solusi—membangun karakter, etos integritas, dan kapasitas ilmiah untuk menyeimbangkan trilema energi. Mahasiswa harus adaptif, inovatif, kreatif, dan berintegritas, karena keputusan yang diambil akan menentukan laju transisi menuju energi yang bersih, tangguh, dan adil bagi Indonesia,” ujar Mochamad Iriawan.</p>
<p>Sejalan dengan pernyataan tersebut, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menegaskan perlunya transformasi dan inovasi agar trilema energi dapat dijawab tanpa mengorbankan keberlanjutan. Ia menempatkan UPER sebagai penghasil talenta dan pusat riset yang selaras dengan kebutuhan industri energi masa depan.</p>
<p>“UPER harus menjadi tailor factory yang menyiapkan talenta sesuai kebutuhan industri sekaligus memperkuat riset seperti bioenergi, CCS, hidrogen dan bisnis energi masa depan. Implementasinya lewat kurikulum berbasis proyek, magang berjenjang di ekosistem Pertamina, serta laboratorium bersama industri agar lulusan menguasai rantai nilai hulu–hilir migas. Riset juga ditargetkan naik kelas, sehingga siap dihilirkan sebagai solusi rendah karbon,” kata Oki Muraza.</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU. menegaskan penguatan orkestrasi riset–industri di kampus agar lulusan siap memimpin transisi energi. Tahun ini, UPER menaikkan total nilai beasiswa 30% dibanding tahun sebelumnya melalui 10 skema yang didanai PT Pertamina (Persero), Pertamina Foundation, dan para mitra—dengan skema penuh 100% atau parsial (potongan SPP).</p>
<p>Peningkatan beasiswa tersebut dipadukan dengan kurikulum berbasis proyek, program magang berjenjang di ekosistem Pertamina, serta penguatan inisiatif kampus hijau dan pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Desa Barengkok, Jawa Barat, yang diharapkan agar lulusan tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga siap industri dan berdampak sosial.</p>
<p>“Dengan peningkatan akses pendidikan merata dan juga berkualitas, serta didukung oleh 11 Center of Excellence (CoE), UPER memusatkan riset lintas disiplin menjadi solusi yang siap diadopsi industri—dari validasi teknologi dan standar keselamatan hingga model bisnis. Target kami jelas: mahasiswa memimpin proyek nyata sejak dini, lulus dengan portofolio terukur serta jejaring industri yang kuat, dan membawa integritas, adaptivitas, serta kolaborasi untuk menuntun transisi energi yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan,” ungkap Prof Wawan Gunawan</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/uper-naikkan-beasiswa-30-persen-di-2025/">UPER Naikkan Beasiswa 30 Persen di 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/sentralberita.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250915-WA0050-1536x861.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>AIESEC Future Leaders UI Cetak Generasi Unggul Siap Hadapi Tantangan Digital</title>
		<link>https://jakpos.id/aiesec-future-leaders-ui-cetak-generasi-unggul-siap-hadapi-tantangan-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 23:11:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91465</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; AIESEC in Universitas Indonesia (UI) berkomitmen mencetak generasi muda yang adaptif, inovatif, dan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/aiesec-future-leaders-ui-cetak-generasi-unggul-siap-hadapi-tantangan-digital/">AIESEC Future Leaders UI Cetak Generasi Unggul Siap Hadapi Tantangan Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOK</strong> </a>&#8211; AIESEC in Universitas Indonesia (UI) berkomitmen mencetak generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan era digital.</p>
<p>Komitmen tersebut diwujudkan melalui program AIESEC Future Leaders (AFL) Summer Peak 2025, sebuah inisiatif pengembangan kepemimpinan anak muda yang berlangsung sejak April hingga Juli kemarin.</p>
<p>Organizing Committee President AIESEC in UI, Luna Arunda Kiranay, mengatakan sebanyak 90 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti rangkaian pelatihan dan kunjungan lapangan. Kegiatan tersebut berfokus pada penguatan keterampilan digital branding dan strategi pemasaran.</p>
<p>“Dua keterampilan ini sangat penting dimiliki oleh seorang pemimpin,” ujarnya melalui keterangan resmi.</p>
<p>Selama pelaksanaan AFL Summer Peak 2025, peserta mengikuti empat sesi penguatan kapasitas sebagai pondasi utama pengembangan kepemimpinan.</p>
<p>“Setiap sesi dirancang untuk membekali peserta dengan wawasan dan praktik langsung dalam bidang personal branding, strategi komunikasi, hingga pembuatan proyek digital,” jelas Luna.</p>
<p>Sebagai puncak rangkaian pembelajaran, para peserta mempresentasikan hasil kerja mereka di hadapan mitra UMKM. Melalui sesi ini, peserta tidak hanya menunjukkan strategi digital marketing, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pelaku usaha lokal melalui ide-ide kreatif serta keterampilan digital.</p>
<p>Selain itu, peserta juga berkesempatan melakukan kunjungan ke Bank Indonesia untuk memperoleh wawasan langsung mengenai peran bank sentral, sejarah perkembangan Rupiah, serta pentingnya gerakan Cinta, Bangga, Paham Rupiah sebagai bentuk kontribusi generasi muda dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.</p>
<p>Luna menambahkan, AIESEC Future Leaders merupakan program pengembangan diri yang dirancang khusus untuk mengasah potensi kepemimpinan pemuda. Program ini terbuka bagi siswa kelas XII SMA maupun mahasiswa dari berbagai universitas.</p>
<p>“Melalui AFL Summer Peak 2025, kami tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis dan strategis, tetapi juga menanamkan nilai kepemimpinan yang berorientasi pada dampak sosial,” tegasnya.</p>
<p>“Para peserta membawa pulang pengalaman berharga, jaringan yang lebih luas, serta semangat baru untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui cara-cara yang selaras dengan zaman,” pungkas Luna.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/aiesec-future-leaders-ui-cetak-generasi-unggul-siap-hadapi-tantangan-digital/">AIESEC Future Leaders UI Cetak Generasi Unggul Siap Hadapi Tantangan Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/berita.depok.go.id/storage/posts//nv70M4GCtmICerzpfb6h8XWMqMUIAojkRkpcExZp.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kembangkan Sistem SABAR: Mahasiswa UPER Bantu Sediakan Air Bersih bagi 150 Rumah Tangga</title>
		<link>https://jakpos.id/kembangkan-sistem-sabar-mahasiswa-uper-bantu-sediakan-air-bersih-bagi-150-rumah-tangga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2025 07:45:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91429</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Warga Desa Barengkok, Kabupaten Bogor, masih mengandalkan aliran sungai dan sumur berwarna keruh&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kembangkan-sistem-sabar-mahasiswa-uper-bantu-sediakan-air-bersih-bagi-150-rumah-tangga/">Kembangkan Sistem SABAR: Mahasiswa UPER Bantu Sediakan Air Bersih bagi 150 Rumah Tangga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Warga Desa Barengkok, Kabupaten Bogor, masih mengandalkan aliran sungai dan sumur berwarna keruh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat musim hujan, air kerap bercampur lumpur, sementara pada musim kemarau pasokannya semakin menipis. Kondisi ini membuat masyarakat desa rentan terserang penyakit berbasis air, mulai dari diare hingga infeksi kulit.</p>
<p>Permasalahan ini bukan hanya dirasakan Barengkok. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan, hanya 12,73 persen rumah tangga di Indonesia yang benar-benar menikmati layanan air bersih aman sesuai standar kesehatan. Sementara itu, harga perangkat filter air yang mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta menjadi hambatan besar bagi masyarakat pedesaan untuk memperoleh akses air layak.</p>
<p>Melihat kenyataan tersebut, mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) menghadirkan inovasi sistem sanitasi air sederhana berkapasitas 200 liter yang dinamai SABAR (Sanitasi Barengkok). Sistem ini memanfaatkan energi surya sebagai sumber tenaga pompa. Air dari sumur dialirkan ke bak penampung menggunakan pompa 12 volt dengan pasokan dari panel surya berdaya 100 watt.</p>
<p>“Bak penampung dilengkapi filter berbahan lokal seperti pasir silika, arang, kerikil, busa, dan pecahan genteng. Pemilihan bahan ini bertujuan agar masyarakat dapat dengan mudah memperolehnya dengan biaya terjangkau,” ujar Zein Ali, salah satu mahasiswa perancang sistem.</p>
<p>Air hasil penyaringan kemudian dialirkan ke fasilitas umum menggunakan pompa listrik berbasis energi surya, diproses melalui filter sehingga berubah dari kondisi awal yang keruh, bercampur lumpur, bahkan berwarna hijau, menjadi jernih dan layak digunakan untuk kebutuhan MCK. Dengan kapasitas drum penampung 200 liter dan pompa listrik yang mampu beroperasi hanya dengan satu jam pengisian penuh dari panel surya, sistem SABAR diproyeksikan mampu menghasilkan suplai air bersih secara berkelanjutan setiap hari untuk warga Desa Barengkok.</p>
<p>Lebih dari sekadar menyediakan akses air bersih, sistem ini diharapkan mampu menekan angka penyakit berbasis air yang banyak dialami warga, terutama anak-anak dan lansia. Tim mahasiswa juga melibatkan masyarakat dalam setiap tahap, mulai dari pemasangan, pelatihan, hingga perawatan rutin.</p>
<p>Bob Adyari S.Si., M.I.L., dosen Teknik Lingkungan UPER sekaligus pendamping proyek, menekankan pentingnya keberlanjutan. “Masyarakat dibekali buku panduan perawatan agar sistem tetap berfungsi optimal tanpa harus bergantung pada pihak luar,” ujarnya.</p>
<p>Inovasi ini merupakan bagian dari program LIGHT UP 2025, kegiatan pengabdian masyarakat Universitas Pertamina. Melalui pendekatan sustainability-oriented learning, program ini mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menerapkan ilmu, tetapi juga menumbuhkan empati, kepedulian sosial, serta inovasi berbasis teknologi tepat guna.</p>
<p>“Tidak hanya memperkuat pembelajaran di ruang kelas, LIGHT UP menjadi sarana strategis mahasiswa UPER untuk berkontribusi nyata sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Tahun 2025, program ini berhasil menyelenggarakan 11 kegiatan pengabdian masyarakat, mulai dari inovasi teknologi, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi kreatif,” kata Prof. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., Rektor Universitas Pertamina.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kembangkan-sistem-sabar-mahasiswa-uper-bantu-sediakan-air-bersih-bagi-150-rumah-tangga/">Kembangkan Sistem SABAR: Mahasiswa UPER Bantu Sediakan Air Bersih bagi 150 Rumah Tangga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/universitaspertamina.ac.id/uploads/news/68b7b65ed5449.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa STAI Madinatul Ilmi Depok Budidayakan Ikan Nila dengan Metode Bioflok</title>
		<link>https://jakpos.id/mahasiswa-stai-madinatul-ilmi-depok-budidayakan-ikan-nila-dengan-metode-bioflok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2025 23:32:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[STAI Madinatul Ilmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91354</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madinatul Ilmi Kota Depok tengah mengembangkan budidaya&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mahasiswa-stai-madinatul-ilmi-depok-budidayakan-ikan-nila-dengan-metode-bioflok/">Mahasiswa STAI Madinatul Ilmi Depok Budidayakan Ikan Nila dengan Metode Bioflok</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOK</strong> </a>&#8211; Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madinatul Ilmi Kota Depok tengah mengembangkan budidaya ikan nila menggunakan metode bioflok di area kampus, Jalan Pakis Kampus, Kecamatan Pancoran Mas.</p>
<p>Sebanyak sembilan kolam bulat berdiameter tiga meter berjejer rapi di pekarangan kampus. Sekitar 5.850 bibit ikan nila dilepas mahasiswa ke dalam kolam tersebut.</p>
<p>Ketua STAI Madinatul Ilmi Kota Depok, Eva Fitriati, mengatakan, budidaya ini dilakukan mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam dan Perbankan Syariah dengan bimbingan langsung dari praktisi perikanan.</p>
<p>“Alhamdulillah, kami mendapat dukungan dari praktisi perikanan yang mengajarkan mahasiswa secara langsung agar mereka bisa menjadi wirausahawan di masa depan melalui pembelajaran budidaya ikan nila ini,” ujarnya, Rabu (3/9/25).</p>
<p>Metode bioflok memanfaatkan bakteri pengurai untuk mengubah limbah ikan dan sisa pakan menjadi makanan tambahan. Dengan demikian, kualitas air tetap terjaga, kolam lebih efisien untuk lahan terbatas, serta memberikan banyak keuntungan.</p>
<p>“Ikan yang dibudidayakan dengan metode bioflok informasinya dapat tumbuh lebih cepat dan menghasilkan kualitas lebih baik dibanding cara konvensional,” jelas Eva.</p>
<p>Ia menambahkan, gerakan budidaya ikan di kampus menjadi bukti nyata kontribusi STAI Madinatul Ilmi Depok dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan berwirausaha.</p>
<p>“Diharapkan langkah ini dapat menciptakan kemandirian pangan sesuai dengan program pemerintah untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mahasiswa-stai-madinatul-ilmi-depok-budidayakan-ikan-nila-dengan-metode-bioflok/">Mahasiswa STAI Madinatul Ilmi Depok Budidayakan Ikan Nila dengan Metode Bioflok</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/berita.depok.go.id/storage/posts//KHGO0JNLYUEthmfBKc2vlF9gB45NESMrkjSjigOq.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kontroversi Aktifis Yahudi Pro-Israel Peter Berkowitz yang Hadir di UI</title>
		<link>https://jakpos.id/kontroversi-aktifis-yahudi-pro-israel-peter-berkowitz-yang-orasi-di-ui/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 05:50:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91148</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berkowitz dikenal sebagai tokoh yang secara terbuka mendukung penjajahan Israel di Palestina</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kontroversi-aktifis-yahudi-pro-israel-peter-berkowitz-yang-orasi-di-ui/">Kontroversi Aktifis Yahudi Pro-Israel Peter Berkowitz yang Hadir di UI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Keputusan UI menghadirkan Peter Berkowitz sebagai pembicara di acara PSAU Pascasarjana 2025 memicu kecaman luas dari mahasiswa dan publik</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOK</strong> </a>&#8211; Universitas Indonesia (UI) menuai sorotan dari masyarakat setelah mengundang Peter Berkowitz, peneliti dari Stanford University, untuk menyampaikan orasi ilmiah dalam kegiatan Pengenalan Sistem Akademik Program Pascasarjana UI (PSAU) di Kampus UI, Depok, Sabtu (23/8).</p>
<p>Berkowitz dikenal sebagai tokoh yang secara terbuka mendukung penjajahan Israel di Palestina, dan undangannya adalah untuk acara &#8220;Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) Pascasarjana UI 2025.&#8221;</p>
<p>Informasi ini muncul dari akun media sosial @kastratofe, yang mengidentifikasi Berkowitz sebagai &#8220;seorang zionis dan pembela genosida Israel.&#8221; Unggahan tersebut dengan tegas mengkritik keputusan UI untuk memberikan panggung kepada Berkowitz. Khususnya di tengah gelombang solidaritas internasional yang menyoroti persoalan kemanusiaan di Palestina.</p>
<p>Respons dari komunitas mahasiswa juga tidak kalah tajam. Akun Twitter UI Students for Justice in Palestine (@uisjp_idn) menyampaikan kekecewaannya.</p>
<p>&#8220;Mahasiswa dan dosennya sibuk mengampanyekan free Palestine, tapi rektoratnya justru terang-terangan mendukung Zionis.&#8221; Akun tersebut menambahkan, &#8220;UI! Kampus yang memperjuangkan anti-penjajahan. Memalukan! @univ_indonesia.&#8221;</p>
<p>Berkowitz juga pernah menjabat sebagai Direktur Perencanaan Kebijakan di masa pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat.</p>
<p><img decoding="async" class="size-full aligncenter" src="https://mediaindonesia.gumlet.io/news/2025/08/25/1756115375_27bfe300d17a02b548c6.jpg?w=700&amp;dpr=1" /></p>
<h3>Rekam Jejak Peter Berkowitz</h3>
<p>Berkowitz diketahui memiliki latar belakang yang kuat dalam bidang hukum dan politik, termasuk sebagai salah satu pendiri dan direktur Program Israel tentang Pemerintahan Konstitusional. Dalam tulisan-tulisannya, ia secara konsisten mengadvokasi &#8220;eksistensi dan kesejahteraan negara-bangsa Yahudi,&#8221; yang dianggap sebagai definisi dari Zionis.</p>
<p>Karya-karya tulisnya juga menunjukkan dukungannya yang tidak ambigu terhadap Israel. Sejumlah judul artikelnya yang beredar mencakup &#8220;Israel&#8217;s Retaliation is Completely Lawful&#8221; (Pembalasan Israel Sepenuhnya Sah), &#8220;Explaining Israel&#8217;s Just War of Self-Defense to America&#8221; (Menjelaskan Perang Israel yang Adil untuk Pertahanan Diri kepada Amerika), dan &#8220;How Netanyahu Can Convince Israelis, Reassure US, and Satisfy Saudis&#8221; (Bagaimana Netanyahu Dapat Meyakinkan Israel, Menenangkan AS, dan Memuaskan Saudi).</p>
<p>Berkowitz dikenal sebagai keturunan Yahudi yang kerap menyatakan dukungan terhadap Israel, salah satunya melalui buku Israel and The Struggle Over the International Laws of War.</p>
<p>Ia kembali menyoroti negara Yahudi itu melalui buku terbarunya, Explaining Israel: The Jewish State, the Middle East, and America.</p>
<p>Berkowitz pernah menjabat sebagai Direktur Policy Planning Staff Departemen Luar Negeri AS, Sekretaris Eksekutif Komisi Hak yang Tak Dapat Dicabut, dan Penasihat Senior Menteri Luar Negeri AS pada 2019–2021.</p>
<p>Ia juga menerima Bradley Prize pada 2017 dan aktif menulis opini sebagai kolumnis di RealClearPolitics. Dalam 40 kolomnya antara 2014–2024, ia menjelaskan dinamika Israel melalui ulasan peristiwa, analisis ide, serta konteks geopolitik global.</p>
<p>Dikutip dari Hoover Institution, dalam Explaining Israel: The Jewish State, the Middle East, and America, Berkowitz memanfaatkan keragaman masyarakat dan aspirasi Israel untuk mengupas politik dalam negeri, isu diplomatik dan keamanan, serta dinamika demokrasi satu-satunya di Timur Tengah yang menjamin hak-hak warganya.</p>
<p>Buku itu menyoroti prestasi dan kegagalan Israel, sumber kohesi politik, faktor yang memecah belah, serta peluang dan ancaman yang dihadapinya.</p>
<p>Analisis Berkowitz menyoroti dua krisis besar Israel pada 2023. Pertama, kontroversi reformasi peradilan luas dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Januari yang memicu protes massal. Kedua, serangan Hamas pada 7 Oktober yang didukung Iran, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menculik sekitar 250 warga, menjerumuskan Israel dalam konflik di tujuh front melawan Iran dan sekutunya.</p>
<p>Esai-esai dalam buku itu menggambarkan pencapaian Israel, penderitaan yang dialami, serta ketahanan bangsa tersebut dalam mempertahankan identitas Yahudi, kedaulatan, dan sistem demokrasi di kawasan yang strategis bagi kepentingan Amerika Serikat.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kontroversi-aktifis-yahudi-pro-israel-peter-berkowitz-yang-orasi-di-ui/">Kontroversi Aktifis Yahudi Pro-Israel Peter Berkowitz yang Hadir di UI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/mediaindonesia.gumlet.io/news/2025/08/24/1756015694_8b356882bd857c4adbae.jpg?w=700&#038;dpr=1&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa UPER Juarai Kompetisi Internasional ASHRAE 2025, Gagas Pendingin di Wilayah Tropis</title>
		<link>https://jakpos.id/mahasiswa-uper-juarai-kompetisi-internasional-ashrae-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 00:24:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91126</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Pertamina (UPER)—Arya Wirayuda, Ahmad Juliansyah, dan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mahasiswa-uper-juarai-kompetisi-internasional-ashrae-2025/">Mahasiswa UPER Juarai Kompetisi Internasional ASHRAE 2025, Gagas Pendingin di Wilayah Tropis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Pertamina (UPER)—Arya Wirayuda, Ahmad Juliansyah, dan Zahra Zulfia Ananta—menjuarai kompetisi internasional American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers (ASHRAE) 2025. Tim “Heat Seekers” meraih penghargaan Rising Star – Design HVAC System Selection, yang diumumkan 2 Agustus 2025 mengungguli 170 tim dari berbagai negara.</p>
<p>Dalam kompetisi ini, peserta diminta memilih rancangan HVAC paling tepat untuk medical office building tiga lantai seluas 6.200 m² di Manchester, United Kingdom—wilayah beriklim maritim sedang (temperate oceanic). Penilaian mencakup kenyamanan termal, efisiensi energi, keberlanjutan lingkungan, dan Life Cycle Cost (LCC).</p>
<p>Berdasarkan simulasi komprehensif yang dilakukan, Tim UPER membandingkan tiga skenario: (1) Variable Refrigerant Flow (VRF) yang dikombinasikan dengan Ground Source Heat Pump (GSHP); (2) Packaged Rooftop Unit (RTU) sebagai business-as-usual; dan (3) kombinasi Air Handling Unit (AHU), Air-Cooled Chiller, dan Biomass Boiler. Hasilnya, opsi ketiga—AHU + Air-Cooled Chiller + biomass boiler—terbukti paling optimal, dengan potensi penghematan 38,8% konsumsi listrik, 35,8% beban pendinginan, dan 35,3% beban pemanasan dibandingkan sistem konvensional. Dari sisi keekonomian, analisis Life Cycle Cost (LCC) meninjau biaya investasi awal, biaya penggantian, dan biaya pemeliharaan, dan menunjukkan total biaya siklus hidup terendah pada opsi ini.</p>
<p>Selama proses seleksi, tim juga mengkaji opsi Variable Refrigerant Flow (VRF) dan Ground Source Heat Pump (GSHP). Namun, konfigurasi AHU + Air-Cooled Chiller + biomass boiler dipilih karena memberikan performa termal terbaik, selaras dengan karakter iklim Manchester dan kebutuhan energi tinggi bangunan layanan medis, sekaligus menekan emisi melalui pemanfaatan biomassa seperti wood pellets/wood chips yang pasokannya stabil di Manchester.</p>
<p>“Kenyamanan termal tidak hanya bergantung pada siklus udara buatan. Dasar rancangan bangunan, orientasi, selubung, hingga ventilasi harus kuat agar beban pendingin berkurang sejak awal,” ujar Ahmad Juliansyah, anggota tim.</p>
<p>Dr. Fayza Yulia, dosen prodi Teknik Mesin UPER yang turut menjadi pembimbing proyek tersebut, menegaskan, “Mengombinasikan standar internasional ASHRAE, strategi pasif, dan energi hijau membuat solusi HVAC yang dikembangkan mahasiswa UPER tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga berkelanjutan.”</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU, menyampaikan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam ajang internasional seperti ASHRAE 2025 merupakan hasil dari pendekatan pembelajaran yang dirancang secara menyeluruh dan relevan dengan isu global, khususnya terkait keberlanjutan dan efisiensi energi. Dimana Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar dalam menjaga kualitas udara dalam ruang, terutama di kawasan urban yang padat penduduk. Dalam kondisi seperti ini, sistem pendingin dan ventilasi udara yang efisien menjadi kebutuhan mendesak.</p>
<p>“Pembelajaran di Universitas Pertamina tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan tantangan masa kini, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompleksitas persoalan masa depan. Melalui mata kuliah seperti Heating Ventilation and Air Conditioning, mahasiswa dibekali landasan teori dan praktik yang kuat untuk merancang solusi inovatif di bidang energi dan lingkungan,” ujar Prof. Wawan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mahasiswa-uper-juarai-kompetisi-internasional-ashrae-2025/">Mahasiswa UPER Juarai Kompetisi Internasional ASHRAE 2025, Gagas Pendingin di Wilayah Tropis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/kejarnews.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG_20250826_184538.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
