<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kesehatan Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/kategori/health/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/kategori/health/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Apr 2026 00:26:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Kesehatan Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/kategori/health/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>7 Olahraga Terbaik untuk Usia 50 Keatas</title>
		<link>https://jakpos.id/7-olahraga-terbaik-untuk-usia-50-keatas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 00:26:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=99042</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi anda yang telah menginjak usia di atas 50 tahun, berikut sejumlah olahraga yang direkomendasikan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/7-olahraga-terbaik-untuk-usia-50-keatas/">7 Olahraga Terbaik untuk Usia 50 Keatas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Seseorang yang berusia di atas 50 tahun akan rentan mengalami sejumlah penyakit, seperti sakit <a href="https://jakpos.id/go/2024/12/manfaat-bawang-merah-tingkatkan-fungsi-otak-hingga-sehatkan-jantung/">jantung</a>, diabetes, tekanan darah tinggi, serta stroke. Lantas, apa saja olahraga untuk lansia yang tepat dilakukan?</p>
<p>Bagi anda yang telah menginjak usia di atas 50 tahun, berikut sejumlah <a href="https://jakpos.id/go/2024/11/satu-dari-tiga-kematian-disebabkan-oleh-jantung-ini-6-cara-cegah-serangan-jantung/">olahraga</a> yang direkomendasikan.</p>
<p><strong>1.Berjalan Kaki</strong></p>
<p>Berjalan kaki menjadi salah satu olahraga sederhana yang sangat efektif guna menunjang kesehatan tubuh. Olahraga yang satu ini dapat memperkuat otot tubuh bagian bawah, serta membantu mencegah penyakit pada tulang, seperti osteoporosis.</p>
<p><strong>2.Bersepeda Santai</strong></p>
<p>Saat kamu memiliki sendi yang terasa kaku atau sakit, bersepeda bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengatasinya. Olahraga ini baik dilakukan karena tidak menopang berat badan. Bersepeda akan membuat darah bergerak dan membentuk otot di bagian depan dan belakang kaki, serta pinggul.</p>
<p><strong>4.Joging</strong></p>
<p>Joging untuk lansia dapat dilakukan dengan gerakan yang lambat, tetapi pasti. Jangan lupa untuk memakai sepatu yang tepat, dengan bantalan yang empuk, sehingga persendian tetap aman. Jangan lupa untuk memilih trek yang rata atau empuk guna mengurangi risiko terjadinya cedera.</p>
<p><strong>5 .Berenang</strong></p>
<p>Berenang menjadi salah satu olahraga untuk lansia yang sangat baik dilakukan. Olahraga ini tidak akan memberikan tekanan pada persendian, sehingga risiko terjadinya cedera akan semakin kecil. Berenang juga dapat membakar kalori dalam tubuh, serta membuat jantung berdetak layaknya melakukan joging atau bersepeda. Keuntungannya adalah, tubuh tidak berada dalam suhu yang panas.</p>
<p><strong>6.Tai Chi</strong></p>
<p>Tai chi merupakan kesenian bela diri yang berasal dari Tiongkok. Tai chi juga bisa disebut dengan meditasi bergerak, yang dilakukan dengan menggerakkan tubuh secara perlahan dan lembut, mengalir dari satu posisi ke posisi lainnya, dan dilakukan dengan menarik napas dalam. Gerakan dalam olahraga ini bukan hanya baik untuk keseimbangan, tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan jantung dan tulang.</p>
<p><strong>7.Yoga</strong></p>
<p>Yoga secara efektif mampu meregangkan dan memperkuat otot-otot dalam tubuh. Gerakan dalam olahraga yang satu ini mampu menguatkan tendon dan ligamen, yang dapat menyatukan tulang. Untuk melakukannya, tarik napas penuh dan konsentrasi. Melakukan gerakan yoga secara teratur dapat membantu menurunkan detak jantung, mengurangi tekanan darah tinggi, serta mengurangi rasa cemas berlebihan dan depresi</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/7-olahraga-terbaik-untuk-usia-50-keatas/">7 Olahraga Terbaik untuk Usia 50 Keatas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/img-cdn.medkomtek.com/VEP1xqsC-_k7OInxOiZxYntGxm8=/0x0/smart/filters:quality(100):format(webp)/article/Oucjk5Ga3935DVRJVoUA5/original/011773000_1617699250-Olahraga_yang_Sehat_dan_Aman_untuk_Lansia.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026</title>
		<link>https://jakpos.id/tropicana-slim-dorong-remisi-diabetes-melalui-beat-diabetes-2026/</link>
					<comments>https://jakpos.id/tropicana-slim-dorong-remisi-diabetes-melalui-beat-diabetes-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 13:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=98742</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tropicana Slim menggelar Beat Diabetes 2026 di 35 kota untuk mendorong literasi kesehatan, inspirasi gaya&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/tropicana-slim-dorong-remisi-diabetes-melalui-beat-diabetes-2026/">Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong>Tropicana Slim menggelar Beat Diabetes 2026 di 35 kota untuk mendorong literasi kesehatan, inspirasi gaya hidup sehat, dan harapan remisi diabetes.</strong></em></p></blockquote>
<p><strong>DEPOK</strong> &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia, Tropicana Slim kembali menggelar kampanye tahunan Beat Diabetes untuk mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap diabetes, sekaligus memahami peluang remisi diabetes melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan konsisten. Program Beat Diabetes 2026 dilaksanakan secara serentak di 35 kota di Indonesia, sebagai bentuk komitmen Tropicana Slim yang telah dipercaya lebih dari 50 tahun oleh dokter, ahli gizi, dan masyarakat dalam membantu mengelola asupan gula, garam, dan lemak.</p>
<p>Rangkaian kegiatan Road to Beat Diabetes 2026 telah berlangsung sejak awal tahun melalui edukasi kesehatan di berbagai komunitas. Puncak kegiatan Beat Diabetes 2026 melibatkan masyarakat dan komunitas kesehatan melalui berbagai aktivitas yang mendorong gaya hidup sehat, mulai dari cek gula darah gratis, olahraga bersama, sesi edukasi kesehatan bersama dokter, hingga peluncuran produk Tropicana Slim Diabtx Milk, susu dengan formula Diabet-X (baca: Diabet-eks) formula yang mengandung habbattusauda (jintan hitam), kromium, biotin, dan tinggi serat pangan larut yang bantu menurunkan kadar gula darah setelah makan dengan didampingi pola hidup sehat.</p>
<p>Mengusung tema “Beat Diabetes, Kejar Remisi”, kampanye tahun ini menekankan pesan bahwa diabetes bukanlah akhir dari segalanya. Noviana Halim, Brand Manager Tropicana Slim, mengatakan, “Kampanye Beat Diabetes 2026 merupakan bagian dari komitmen Tropicana Slim untuk mengedukasi masyarakat bahwa pengelolaan diabetes perlu menitikberatkan perubahan gaya hidup. Dengan pengelolaan yang tepat dan konsisten, diabetes, khususnya tipe 2, dapat mencapai kondisi remisi, yaitu saat kadar gula kembali ke batas normal dan dapat dipertahankan selama minimal 3 bulan tanpa mengonsumsi obat, selama pola hidup sehat dijaga secara konsisten,” ujar Noviana.</p>
<p>Keberhasilan program remisi diabetes dapat diprediksi dari sejumlah faktor, seperti usia, penurunan berat badan, lama diagnosis, perubahan pola makan, serta tingkat aktivitas fisik. dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, MM, MARS, Dip.SN, FINASIM, FRSPH, IDF-F, Founder Komunitas Sobat Diabet, juga menekankan pentingnya pendekatan nutrisi yang menyeluruh bagi diabetesi. “Pola makan seimbang dengan porsi terkontrol sangat penting. Asupan serat membantu menurunkan lonjakan gula darah, sementara bahan alami seperti Habbatussauda terbukti membantu menurunkan gula darah puasa dan HbA1c pada penderita diabetes tipe 2. Mikronutrisi, seperti Chromium dan Biotin, dapat mendukung kontrol glikemik serta meningkatkan efektivitas obat diabetes. Selain itu, asupan protein perlu dicukupi untuk menjaga massa otot dan memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga kalori tetap terkendali dan penurunan berat badan dapat tercapai untuk mendukung remisi,” jelas dr. Rudy.</p>
<p>Melalui event Beat Diabetes 2026, Tropicana Slim ingin sekaligus mengenalkan inovasi terbarunya, Tropicana Slim Diabtx Milk, susu yang mengandung protein tinggi (9g) dan serat multifiber untuk membantu rasa kenyang lebih lama dan menekan lonjakan gula darah. Dilengkapi Habbatussauda, Chromium 100% AKG, Omega-3, serta tanpa tambahan gula pasir dan rendah lemak, sehingga nutrisinya lengkap dengan kalori yang tetap terkontrol.</p>
<p>Melalui kampanye Beat Diabetes 2026, Tropicana Slim berharap dapat terus menjadi teman masyarakat Indonesia dalam perjalanan menuju hidup yang lebih sehat, aktif, dan bermakna. “Melawan diabetes adalah perjalanan bersama. Kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak menyerah, tetap bergerak, dan percaya bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membawa dampak besar,” tutup Noviana.</p>
<p>Berkolaborasi dengan RS EKA HOSPITAL DEPOK, Persadia Depok dan materi yang disampaikan oleh narasumber dari Eka Hospital Depok dr. Randhy Fazralimanda, Sp.PD, FINASIM kita mencoba untuk mengajak dan merangkul seluruh masyarakat, baik para diabetesi maupun yang sehat, untuk bersama-sama menjaga kualitas hidup dengan menjalankan pola hidup sehat.</p>
<p>Selain itu kita juga berkolaborasi dengan Shopee, marketplace terkemuka di Indonesia, Tropicana Slim menghadirkan akses produk sehat yang lebih mudah, terjangkau, dan praktis lewat berbagai promo menarik serta gratis ongkir. Nikmati promonya segera, hanya di Nutrimart Official Store!</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/tropicana-slim-dorong-remisi-diabetes-melalui-beat-diabetes-2026/">Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/tropicana-slim-dorong-remisi-diabetes-melalui-beat-diabetes-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/c_scale,w_575,h_325/f_webp,q_auto:low/v1775912163/IMG20260411093311_copy_1156x652/IMG20260411093311_copy_1156x652.jpg?_i=AA&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026</title>
		<link>https://jakpos.id/tropicana-slim-dorong-remisi-diabetes-melalui-beat-diabetes-2026-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 12:57:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98936</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tropicana Slim menggelar Beat Diabetes 2026 di 35 kota untuk mendorong literasi kesehatan, inspirasi gaya hidup sehat, dan harapan remisi diabetes.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/tropicana-slim-dorong-remisi-diabetes-melalui-beat-diabetes-2026-2/">Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong>Tropicana Slim menggelar Beat Diabetes 2026 di 35 kota untuk mendorong literasi kesehatan, inspirasi gaya hidup sehat, dan harapan remisi diabetes.</strong></em></p></blockquote>
<p><strong>DEPOK</strong> &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia, Tropicana Slim kembali menggelar kampanye tahunan Beat Diabetes untuk mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap diabetes, sekaligus memahami peluang remisi diabetes melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan konsisten. Program Beat Diabetes 2026 dilaksanakan secara serentak di 35 kota di Indonesia, sebagai bentuk komitmen Tropicana Slim yang telah dipercaya lebih dari 50 tahun oleh dokter, ahli gizi, dan masyarakat dalam membantu mengelola asupan gula, garam, dan lemak.</p>
<p>Rangkaian kegiatan Road to Beat Diabetes 2026 telah berlangsung sejak awal tahun melalui edukasi kesehatan di berbagai komunitas. Puncak kegiatan Beat Diabetes 2026 melibatkan masyarakat dan komunitas kesehatan melalui berbagai aktivitas yang mendorong gaya hidup sehat, mulai dari cek gula darah gratis, olahraga bersama, sesi edukasi kesehatan bersama dokter, hingga peluncuran produk Tropicana Slim Diabtx Milk, susu dengan formula Diabet-X (baca: Diabet-eks) formula yang mengandung habbattusauda (jintan hitam), kromium, biotin, dan tinggi serat pangan larut yang bantu menurunkan kadar gula darah setelah makan dengan didampingi pola hidup sehat.</p>
<p>Mengusung tema “Beat Diabetes, Kejar Remisi”, kampanye tahun ini menekankan pesan bahwa diabetes bukanlah akhir dari segalanya. Noviana Halim, Brand Manager Tropicana Slim, mengatakan, “Kampanye Beat Diabetes 2026 merupakan bagian dari komitmen Tropicana Slim untuk mengedukasi masyarakat bahwa pengelolaan diabetes perlu menitikberatkan perubahan gaya hidup. Dengan pengelolaan yang tepat dan konsisten, diabetes, khususnya tipe 2, dapat mencapai kondisi remisi, yaitu saat kadar gula kembali ke batas normal dan dapat dipertahankan selama minimal 3 bulan tanpa mengonsumsi obat, selama pola hidup sehat dijaga secara konsisten,” ujar Noviana.</p>
<p>Keberhasilan program remisi diabetes dapat diprediksi dari sejumlah faktor, seperti usia, penurunan berat badan, lama diagnosis, perubahan pola makan, serta tingkat aktivitas fisik. dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, MM, MARS, Dip.SN, FINASIM, FRSPH, IDF-F, Founder Komunitas Sobat Diabet, juga menekankan pentingnya pendekatan nutrisi yang menyeluruh bagi diabetesi. “Pola makan seimbang dengan porsi terkontrol sangat penting. Asupan serat membantu menurunkan lonjakan gula darah, sementara bahan alami seperti Habbatussauda terbukti membantu menurunkan gula darah puasa dan HbA1c pada penderita diabetes tipe 2. Mikronutrisi, seperti Chromium dan Biotin, dapat mendukung kontrol glikemik serta meningkatkan efektivitas obat diabetes. Selain itu, asupan protein perlu dicukupi untuk menjaga massa otot dan memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga kalori tetap terkendali dan penurunan berat badan dapat tercapai untuk mendukung remisi,” jelas dr. Rudy.</p>
<p>Melalui event Beat Diabetes 2026, Tropicana Slim ingin sekaligus mengenalkan inovasi terbarunya, Tropicana Slim Diabtx Milk, susu yang mengandung protein tinggi (9g) dan serat multifiber untuk membantu rasa kenyang lebih lama dan menekan lonjakan gula darah. Dilengkapi Habbatussauda, Chromium 100% AKG, Omega-3, serta tanpa tambahan gula pasir dan rendah lemak, sehingga nutrisinya lengkap dengan kalori yang tetap terkontrol.</p>
<p>Melalui kampanye Beat Diabetes 2026, Tropicana Slim berharap dapat terus menjadi teman masyarakat Indonesia dalam perjalanan menuju hidup yang lebih sehat, aktif, dan bermakna. “Melawan diabetes adalah perjalanan bersama. Kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak menyerah, tetap bergerak, dan percaya bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membawa dampak besar,” tutup Noviana.</p>
<p>Berkolaborasi dengan RS EKA HOSPITAL DEPOK, Persadia Depok dan materi yang disampaikan oleh narasumber dari Eka Hospital Depok dr. Randhy Fazralimanda, Sp.PD, FINASIM kita mencoba untuk mengajak dan merangkul seluruh masyarakat, baik para diabetesi maupun yang sehat, untuk bersama-sama menjaga kualitas hidup dengan menjalankan pola hidup sehat.</p>
<p>Selain itu kita juga berkolaborasi dengan Shopee, marketplace terkemuka di Indonesia, Tropicana Slim menghadirkan akses produk sehat yang lebih mudah, terjangkau, dan praktis lewat berbagai promo menarik serta gratis ongkir. Nikmati promonya segera, hanya di Nutrimart Official Store!</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/tropicana-slim-dorong-remisi-diabetes-melalui-beat-diabetes-2026-2/">Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Sehat: Jalan Kaki Sekaligus Membentuk Otot</title>
		<link>https://jakpos.id/tips-sehat-jalan-kaki-sekaligus-membentuk-otot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 07:46:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Kaki]]></category>
		<category><![CDATA[Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tips sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98803</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jalan kaki saja kurang optimal untuk membentuk massa otot. Jadi, penting untuk mengombinasikannya dengan latihan kekuatan</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/tips-sehat-jalan-kaki-sekaligus-membentuk-otot/">Tips Sehat: Jalan Kaki Sekaligus Membentuk Otot</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; <a href="https://jakpos.id/go/2025/10/mengenal-japanese-walking-bakar-lemak-lebih-banyak-dari-jalan-kaki-biasa/">Jalan kaki</a> memang dapat meningkatkan daya tahan <a href="https://jakpos.id/go/2026/01/peran-nordic-hamstring-exercise-dan-prone-hang-exercise-terhadap-fleksibilitas-otot-hamstring/">otot</a> atau kemampuan otot untuk bekerja dalam waktu lama. Namun, menurut Grace Horan, fisiolog olahraga bersertifikat, jalan kaki bukanlah cara paling efektif untuk membentuk massa otot.</p>
<p>&#8220;Untuk membangun otot, tubuh manusia harus terus-menerus ditantang dengan meningkatkan resistansi dan atau volume latihan, yang dikenal sebagai beban progresif,&#8221; kata Horan, melansir Women&#8217;s Health.</p>
<p>Jalan kaki lebih mengaktifkan serat otot tipe lambat (slow-twitch) yang berfungsi meningkatkan daya tahan otot, bukan serat otot tipe cepat (fast-twitch) yang berperan dalam pembentukan massa otot.</p>
<p>Meski begitu, olahraga jalan kaki secara rutin tetap bermanfaat, terutama untuk mencegah penurunan massa otot yang terjadi seiring bertambahnya usia.</p>
<p>Jadi, bagi yang memasuki masa lansia atau memiliki gaya hidup kurang aktif, jalan kaki bisa membantu mempertahankan massa otot. Dengan catatan, latihan beban masih menjadi pilihan terbaik untuk membangun kekuatan dan massa otot.</p>
<h3>Tips membangun massa otot saat olahraga jalan kaki</h3>
<p>Jalan kaki saja kurang optimal untuk membentuk massa otot. Jadi, penting untuk mengombinasikannya dengan latihan kekuatan minimal dua kali seminggu, seperti latihan beban atau bodyweight exercises.</p>
<p>Berikut beberapa tips agar jalan kaki Anda lebih efektif dalam membentuk massa otot:</p>
<p><strong>1. Jalan kaki di medan menanjak</strong></p>
<p>Berjalan di tanjakan atau naik turun tangga akan mengaktifkan otot gluteus di bagian bokong, hamstring di area belakang paha, otot pinggul, dan otot inti lebih maksimal dibanding jalan di permukaan datar.</p>
<p>Jika tidak memungkinkan berjalan di luar, Anda bisa mencoba treadmill dengan kemiringan 12 persen selama 30 menit atau menggunakan alat stair climber selama 25 menit dengan level intensitas tinggi untuk hasil maksimal.</p>
<p><strong>2. Tambahkan latihan kekuatan</strong></p>
<p>Setiap 5-10 menit saat berjalan, berhentilah sejenak untuk melakukan beberapa repetisi latihan kekuatan, seperti squat. Jika berjalan di taman, Anda juga bisa memanfaatkan bangku untuk push-up agar otot tubuh bagian atas juga terlatih.</p>
<p><strong>3. Gunakan alat tambahan untuk menambah beban</strong></p>
<p>Menggunakan alat tambahan seperti pemberat pergelangan tangan, pergelangan kaki, atau rompi berbobot dapat meningkatkan beban saat berjalan, sehingga otot bekerja lebih keras.</p>
<p>Nordic walking atau berjalan dengan menggunakan dua tongkat khusus, juga dapat mengaktifkan otot tubuh bagian atas. Mulailah dengan beban ringan agar terhindar dari cedera.</p>
<p><strong>4. Coba HIIT saat jalan kaki</strong></p>
<p>High intensity interval training atau HIIT bisa diterapkan saat jalan kaki dengan cara bergantian berjalan cepat dan berjalan santai. Misalnya, Anda berjalan cepat selama satu menit lalu berjalan santai selama lima menit.</p>
<p>Seiring waktu, tingkatkan durasi berjalan cepat untuk merangsang otot bekerja lebih keras dan membentuk massa otot.</p>
<p><strong>5. Variasikan medan jalan kaki</strong></p>
<p>Berjalan di berbagai jenis permukaan, seperti pasir pantai, tanah berbatu, atau jalur trekking di hutan dapat melatih otot dan jaringan ikat di kaki serta pergelangan kaki. Cara ini lebih efektif ketimbang berjalan di trotoar biasa.</p>
<p>Perubahan medan jalan kaki bisa membuat otot bekerja lebih keras dan meningkatkan kekuatan serta keseimbangan.</p>
<p>Itu dia beberapa tips olahraga jalan kaki sambil membentuk massa otot. Dengan cara ini, jalan kaki tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan jantung, tetapi juga membentuk massa otot yang sehat dan kuat. Selamat mencoba!</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/tips-sehat-jalan-kaki-sekaligus-membentuk-otot/">Tips Sehat: Jalan Kaki Sekaligus Membentuk Otot</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/pantirapih.or.id/rspr/wp-content/uploads/2021/04/jalan-kaki-3jpg.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Virus Nipah: ‘COVID-19 Part 2’ atau Ancaman yang Belum Kita Sadari?</title>
		<link>https://jakpos.id/virus-nipah-covid-19-part-2-atau-ancaman-yang-belum-kita-sadari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 00:43:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Virus]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Nipah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98679</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Siti Zulfa Khoiruni, mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/virus-nipah-covid-19-part-2-atau-ancaman-yang-belum-kita-sadari/">Virus Nipah: ‘COVID-19 Part 2’ atau Ancaman yang Belum Kita Sadari?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh Siti Zulfa Khoiruni, mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.</strong></em></p>
<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Dalam beberapa dekade terakhir, dunia dihadapkan pada ancaman penyakit menular baru yang semakin kompleks dan sulit diprediksi.</p>
<p>Sebagian besar penyakit tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkaitan dengan interaksi manusia dengan hewan dan lingkungan yang semakin intens. Interaksi ini terlihat dalam praktik konsumsi satwa liar maupun aktivitas pasar yang memperjualbelikan hewan hidup, yang sering kali tidak disadari sebagai risiko kesehatan.</p>
<p>Kelelawar, yang di beberapa daerah dikonsumsi sebagai pangan, diketahui menjadi reservoir berbagai virus berbahaya yang berpotensi menular ke manusia. Fenomena ini menempatkan zoonosis sebagai isu krusial dalam kesehatan global.</p>
<h3>Apa itu Zoonosis?</h3>
<p><strong>Zoonosis adalah</strong> penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Secara global, sekitar 60% penyakit infeksi pada manusia berasal dari hewan, dan lebih dari 70% penyakit infeksi baru merupakan zoonosis. Penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan, konsumsi makanan terkontaminasi, maupun lingkungan yang tercemar.</p>
<p>Zoonosis menjadi penting karena tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga memiliki potensi penyebaran lintas negara, terutama di era mobilitas tinggi. Selain itu, beberapa zoonosis memiliki tingkat kematian yang tinggi serta dapat menimbulkan dampak besar terhadap ekonomi dan stabilitas sosial. Pandemi COVID-19 menjadi contoh nyata bagaimana penyakit dari hewan dapat berkembang menjadi krisis global. Oleh karena itu, zoonosis termasuk dalam isu health security dan berpotensi menjadi Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).</p>
<p>Salah satu zoonosis yang perlu diwaspadai adalah virus Nipah. Virus ini pertama kali ditemukan di Malaysia pada tahun 1998 dengan reservoir utama kelelawar buah (Pteropus). Virus Nipah memiliki tingkat kematian yang tinggi, sekitar 40–75% pada kasus yang terinfeksi, dan dapat menular dari hewan ke manusia maupun antar manusia.</p>
<p>Di Indonesia, hingga saat ini belum terdapat kasus terkonfirmasi pada manusia. Namun, kondisi ini tidak berarti risiko tersebut tidak ada. Luasnya habitat kelelawar serta tingginya interaksi manusia dengan hewan dan lingkungan menunjukkan bahwa potensi penularan tetap perlu diwaspadai. Hal ini menegaskan pentingnya deteksi dini, surveilans, dan kesiapsiagaan sistem kesehatan.</p>
<p><strong>Lalu, bagaimana cara mencegah risiko penyakit yang berasal dari interaksi manusia, hewan, dan lingkungan ini?</strong></p>
<p>Dalam menghadapi ancaman tersebut, pendekatan One Health menjadi relevan.</p>
<p><img decoding="async" class="size-full aligncenter" src="https://onehealthlab.net/wp-content/uploads/2023/07/Picture1.jpg" /></p>
<p>Pendekatan ini melihat kesehatan manusia tidak dapat dipisahkan dari kesehatan hewan dan lingkungan. Dalam konteks zoonosis, banyak penyakit muncul dari interaksi ketiganya. Jika pencegahan hanya berfokus pada manusia, sumber penularan sering terlewat sehingga risiko tetap tinggi. Oleh karena itu, One Health menekankan kolaborasi lintas sektor, termasuk kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.</p>
<p>Pendekatan ini berjalan seiring dengan kerangka International Health Regulations (IHR), yang berfungsi dalam mendeteksi dan merespons ancaman kesehatan secara global. Jika IHR berperan dalam sistem pelaporan dan respons, maka One Health memperkuatnya melalui deteksi dini berbasis integrasi data manusia, hewan, dan lingkungan. Integrasi ini memungkinkan surveilans yang lebih menyeluruh dan respons yang lebih cepat terhadap potensi wabah.</p>
<h4><strong>Namun, sejauh mana kesiapan Indonesia dalam surveilans zoonosis?</strong></h4>
<p>Berdasarkan Joint External Evaluation (JEE) IHR 2023, Indonesia memperoleh skor 4 untuk indikator surveilans zoonosis, yang menunjukkan bahwa sistem sudah berjalan secara nasional. Meski demikian, masih terdapat tantangan seperti pendanaan yang belum berkelanjutan, rencana kontingensi yang belum lengkap, serta komunikasi lintas sektor dan laboratorium yang belum optimal sehingga pertukaran data terhambat.</p>
<p>Penilaian Risiko Cepat Nipah tahun 2026 juga menunjukkan bahwa hanya sekitar 8% kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki Tim Gerak Cepat terlatih dan bersertifikat. Artinya, tidak semua daerah memiliki kesiapan yang sama dalam merespons potensi wabah. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberadaan sistem saja tidak cukup. Surveilans memerlukan dukungan pelatihan, komunikasi, dan supervisi agar berjalan efektif. Supervisi berperan penting dalam memastikan kualitas pelaksanaan melalui pemantauan, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan.</p>
<p>Tantangan juga terjadi pada komunikasi risiko kepada masyarakat. Kemampuan komunikasi di daerah belum merata, ditambah kendala birokrasi dan keterbatasan umpan balik. Akibatnya, informasi penting sering terlambat atau tidak tersampaikan secara utuh, sehingga kesadaran masyarakat terhadap zoonosis masih rendah.</p>
<h3>Rekomendasi dalam menghadapi Zoonotic Disease</h3>
<p>Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesiapsiagaan zoonosis di Indonesia masih menghadapi kesenjangan. Untuk itu, penguatan koordinasi lintas sektor dalam kerangka One Health perlu menjadi langkah utama, baik dalam kondisi normal maupun saat wabah. Koordinasi yang kuat memungkinkan data dan temuan lapangan segera dibagikan dan ditindaklanjuti bersama.</p>
<p>Selain itu, surveilans berbasis masyarakat perlu menjadi prioritas karena masyarakat merupakan pihak yang paling awal mendeteksi perubahan di lingkungan, seperti kematian hewan atau aktivitas berisiko. Tanpa keterlibatan aktif masyarakat, sistem surveilans akan kehilangan komponen deteksi paling awal.</p>
<p>Penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan Tim Gerak Cepat juga perlu dilakukan secara lebih merata melalui pelatihan berkelanjutan, supervisi, dan kesiapan sarana pendukung. Dengan demikian, tenaga kesehatan dapat mengenali kasus lebih awal dan merespons secara cepat serta tepat.</p>
<p>Pada akhirnya, penanganan zoonosis seperti virus Nipah bukan hanya soal ada atau tidaknya kasus, tetapi tentang kesiapan mencegah risiko sebelum berkembang menjadi wabah. Dengan kolaborasi lintas sektor, keterlibatan masyarakat, dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan, pendekatan One Health dapat menjadi langkah nyata dalam melindungi masyarakat dari ancaman zoonosis di masa depan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/virus-nipah-covid-19-part-2-atau-ancaman-yang-belum-kita-sadari/">Virus Nipah: ‘COVID-19 Part 2’ atau Ancaman yang Belum Kita Sadari?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/pantirapih.or.id/rspr/wp-content/uploads/2026/02/nipah-pic-720x380.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Telur Ayam Vs Telur Bebek, Mana Lebih Bergizi?</title>
		<link>https://jakpos.id/telur-ayam-vs-telur-bebek-mana-lebih-bergizi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 01:49:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Telur]]></category>
		<category><![CDATA[Telur Ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Telur Bebek]]></category>
		<category><![CDATA[Telur Rebus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98555</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perbandingan Kandungan Gizi Telur Ayam dan Telur Bebek</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/telur-ayam-vs-telur-bebek-mana-lebih-bergizi/">Telur Ayam Vs Telur Bebek, Mana Lebih Bergizi?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Saat dihadapkan pada pilihan antara <a href="https://www.depokpos.com/2025/06/telur-rebus-bukan-hanya-untuk-diet-ternyata-banyak-manfaatnya/">telur</a> ayam dan telur bebek, banyak orang bingung menentukan mana yang lebih bergizi untuk konsumsi harian.</p>
<p>Mengutip dari Healthline, secara fisik, telur bebek memiliki ukuran 1,5 hingga 2 kali lebih besar dengan kuning telur yang lebih pekat. Teksturnya lebih kaya dan lembut karena kandungan lemak serta <a href="https://www.depokpos.com/2024/12/6-tanda-tubuh-kekurangan-protein/">protein</a> yang lebih tinggi dibandingkan telur ayam yang cenderung memiliki rasa lebih ringan.</p>
<h3>Perbandingan Gizi Telur Ayam dan Telur Bebek</h3>
<p>Berdasarkan data Departemen Pertanian AS (USDA), dalam 100 gram telur rebus, telur bebek mengandung 223 kkal, sedangkan telur ayam hanya 149 kkal. Kandungan lemak telur bebek juga mencapai 18,5 gram, jauh melampaui telur ayam yang berada di angka 11 gram.</p>
<p>Meski lebih berlemak, telur bebek unggul telak dalam kandungan mikronutrien penting. Salah satunya adalah <a href="https://www.depokpos.com/2026/01/vitamin-c-dan-d-peran-penting-dalam-memperkuat-sistem-imunitas-di-masa-covid-19/">vitamin</a> B12 yang mencapai 168% AKG (angka kecukupan gizi) dan zat besi sekitar 20% AKG, yang krusial untuk pembentukan darah dan fungsi saraf.</p>
<p>Di sisi lain, telur ayam menjadi primadona bagi mereka yang sedang menjaga berat badan. Telur ayam mengandung kolesterol yang lebih rendah dan struktur proteinnya dinilai lebih mudah dicerna oleh tubuh manusia dibandingkan telur bebek.</p>
<p>Kedua jenis telur ini sama-sama menyediakan vitamin D yang penting untuk imunitas dan kesehatan tulang. Selain itu, kandungan kolin dalam kuning telur keduanya berperan vital bagi perkembangan otak, terutama untuk ibu hamil dan anak-anak.</p>
<h4>Kadar Kolesterol</h4>
<p>Namun, konsumen perlu waspada terhadap kadar <a href="https://www.depokpos.com/2025/04/menurunkan-kolesterol-jahat-dengan-alpukat/">kolesterol</a>. Telur bebek memiliki kadar kolesterol mencapai 276% DV per 100 gram. Penderita penyakit jantung, diabetes, atau dislipidemia sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya secara rutin.</p>
<p>Aspek keamanan pangan juga perlu diperhatikan, terutama pada telur bebek yang memiliki risiko kontaminasi bakteri Salmonella lebih tinggi. Pastikan memasak telur bebek hingga benar-benar matang sebelum disajikan untuk lansia atau anak-anak.</p>
<p>Jadi, mana yang harus dipilih? Jika Anda membutuhkan tambahan energi, zat besi, dan vitamin B12 untuk aktivitas berat, telur bebek adalah opsinya. Namun, jika prioritas Anda adalah <a href="https://www.depokpos.com/2025/12/diet-digital-bukan-solusi-menjaga-akal-generasi-di-era-ketergantungan-teknologi/">diet</a> seimbang dan kontrol lemak harian, telur ayam tetap menjadi pilihan terbaik.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/telur-ayam-vs-telur-bebek-mana-lebih-bergizi/">Telur Ayam Vs Telur Bebek, Mana Lebih Bergizi?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/belitongekspres.bacakoran.co/upload/af6c63efe14ebae461af97bfd1c3a991.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kenali Metode Japanese Walking 3&#215;3, Mampu Bakar Lebih Banyak Kalori</title>
		<link>https://jakpos.id/kenali-metode-japanese-walking-3x3-mampu-bakar-lebih-banyak-kalori/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 00:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Japanese Walking]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98345</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penelitian tentang metode jalan kaki ini sudah dilakukan saintis Jepang sejak tahun 2000-an</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kenali-metode-japanese-walking-3x3-mampu-bakar-lebih-banyak-kalori/">Kenali Metode Japanese Walking 3&#215;3, Mampu Bakar Lebih Banyak Kalori</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Japanese walking atau sering juga disebut Japanese interval walking atau Japanese 3&#215;3 walking merupakan metode jalan kaki yang sempat viral tahun 2025.</p>
<p>Bagi Anda yang belum mencoba, tak ada salahnya mulai mencoba di libur Lebaran 2026.</p>
<p>Penelitian tentang metode jalan kaki ini sudah dilakukan saintis Jepang sejak tahun 2000-an.</p>
<p>Berbeda dengan jalan kaki biasa yang biasanya punya pace yang sama dari awal hingga akhir, pada Japanese walking kecepatannya berubah.</p>
<p>Saat orang menjalankan Japanese walking caranya dengan berjalan kaki biasa 3 menit, 3 menit selanjutnya berjalan cepat yang dilakukan secara bergantian selama 30 menit.</p>
<p>&#8220;Perubahan intensitas ini mendorong kerja jantung dan otot Anda, tetapi latihan tetap ringan bagi persendian pinggul dan lutut Anda,&#8221; kata dokter bedah ortopedi dan wakil kepala kedokteran olahraga di Mount Sinai Health System di New York City, Shawn G. Anthony, MD mengutip WebMD.</p>
<p>Studi dari tahun 2007 menemukan bahwa metode ini meningkatkan kekuatan, kebugaran, dan tekanan darah Anda lebih baik daripada berjalan kaki biasa.</p>
<p>Penelitian lain telah mengonfirmasi manfaat lain dari Japanese walking. Seseorang yang rutin berjalan kaki ala Jepang ini selama empat bulan maka gula darah turun, tekanan darah dan kolesterol juga turun.</p>
<h2>Manfaat Japanese Walking</h2>
<p>Berikut manfaat dari Japanese walking:</p>
<h3>1. Pembakaran Kalori Lebih Banyak</h3>
<p>Japanese walking membakar lebih banyak kalori dibandingkan dengan jalan kaki biasa. Selama berolahraga dengan metode ini orang menggunakan lebih banyak energi. Seiring waktu, ini dapat membantu menurunkan berat badan jika dipadukan dengan pola makan sehat seperti kata Anthony.</p>
<h4>2. Bangun Kekuatan Otot</h4>
<p>Japanese walking membangun otot, terutama di kaki. Alhasil mungkin juga memiliki koordinasi dan keseimbangan yang lebih baik seperti kata psikolog performa, Barbar Walker.</p>
<h5>3. Daya Tahan Lebih Tinggi</h5>
<p>Meningkatkan kecepatan saat menjalankan Japanese walking menambah tantangan ekstra. &#8220;Ini membangun daya tahan dan kapasitas kebugaran Anda dalam waktu yang lebih singkat daripada rutinitas jalan kaki biasa,&#8221; kata Walker.</p>
<h5>4. Meningkatkan Kesehatan Jantung</h5>
<p>Interval membuat jantung Anda berdetak lebih cepat, yang dapat meningkatkan kesehatan jantung Anda. Secara umum, olahraga memang meningkatkan fungsi pembuluh darah Anda, yang menurunkan tekanan darah.</p>
<h6>5. Gula Darah Lebih Rendah</h6>
<p>Otot Anda bekerja lebih keras selama interval intensitas tinggi. Gula darah diserap melalui otot, sehingga metode ini dapat membantu meningkatkan kontrol gula darah Anda.</p>
<p><strong>6. Peningkatan Suasana Hati dan Mengurangi Stres</strong></p>
<p>Berjalan kaki meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres. Untuk manfaat yang lebih besar lagi, berjalanlah di luar ruangan.</p>
<p>&#8220;Udara segar, pemandangan alam, dan sinar matahari membuat pengalaman ini semakin bermanfaat,&#8221; kata Walker.</p>
<p><strong>7. Cenderung Tidak Membosankan</strong></p>
<p>Japanese walking bisa dilakukan dengan memperhatikan waktu dan kecepatan. Menurut Walker ini dapat membuat Anda tetap terlibat dan mencegah bosan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kenali-metode-japanese-walking-3x3-mampu-bakar-lebih-banyak-kalori/">Kenali Metode Japanese Walking 3&#215;3, Mampu Bakar Lebih Banyak Kalori</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/media.post.rvohealth.io/wp-content/uploads/2025/05/senior-man-brisk-walk-park-1296x728-header.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Psikologi Anak Penting bagi Orang Tua?</title>
		<link>https://jakpos.id/mengapa-psikologi-anak-penting-bagi-orang-tua/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 14:42:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98185</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Fadhlan Rizqy Fadillah, Mahasiswa IAI SEBI DEPOKPOS &#8211; Setiap orang tua tentu menginginkan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mengapa-psikologi-anak-penting-bagi-orang-tua/">Mengapa Psikologi Anak Penting bagi Orang Tua?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh : Fadhlan Rizqy Fadillah, Mahasiswa IAI SEBI</strong></em></p>
<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan memiliki karakter yang baik. Namun, dalam proses mendidik dan membesarkan anak, tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan fisik seperti makanan, pakaian, dan pendidikan formal. Anak juga memiliki kebutuhan emosional dan psikologis yang sangat penting untuk diperhatikan.</p>
<p>Psikologi anak merupakan ilmu yang mempelajari perkembangan mental, emosi, perilaku, serta proses berpikir anak sejak usia dini hingga remaja. Memahami psikologi anak membantu orang tua mengenali perasaan, kebutuhan, serta cara berpikir anak pada setiap tahap perkembangannya. Dengan pemahaman tersebut, orang tua dapat memberikan pola asuh yang tepat sehingga anak dapat tumbuh secara optimal baik secara emosional, sosial, maupun intelektual.</p>
<p>Memahami psikologi anak memiliki peran yang sangat penting dalam proses pengasuhan. Anak bukanlah “orang dewasa kecil”, melainkan individu yang sedang mengalami proses perkembangan yang unik. Cara mereka berpikir, merasakan, dan merespons sesuatu berbeda dengan orang dewasa.</p>
<p>Dengan memahami psikologi anak, orang tua dapat lebih sabar dan bijak dalam menghadapi perilaku anak. Misalnya, ketika anak menunjukkan sikap keras kepala atau sering menangis, hal tersebut sering kali merupakan bentuk ekspresi emosi yang belum mampu mereka ungkapkan dengan kata-kata.</p>
<p>Selain itu, pemahaman tentang psikologi anak membantu orang tua membangun hubungan emosional yang lebih kuat dengan anak. Ketika anak merasa dipahami dan didengarkan, mereka akan merasa aman dan nyaman dalam keluarga. Hal ini sangat penting dalam membangun kepercayaan diri dan kesehatan mental anak.</p>
<p>Dampak Pola Asuh terhadap Perkembangan Anak</p>
<p>Pola asuh orang tua memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan psikologis anak. Cara orang tua berkomunikasi, memberikan perhatian, serta memberikan batasan akan membentuk kepribadian anak di masa depan.</p>
<p>Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang, komunikasi yang baik, serta dukungan emosional cenderung memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan kemampuan sosial yang baik. Sebaliknya, anak yang kurang mendapatkan perhatian atau sering mengalami tekanan emosional dapat mengalami berbagai masalah psikologis seperti rasa takut berlebihan, rendah diri, atau kesulitan bersosialisasi.</p>
<p>Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami bahwa setiap sikap dan tindakan mereka dapat memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan anak.</p>
<p>Orang tua memiliki peran utama dalam mendukung kesehatan psikologis anak. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan perhatian dan waktu yang cukup kepada anak. Kehadiran orang tua secara emosional sangat dibutuhkan oleh anak untuk merasa dicintai dan dihargai.</p>
<p>Selain itu, orang tua juga perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak. Anak perlu merasa bahwa mereka dapat berbicara tentang perasaan, masalah, maupun pengalaman mereka tanpa takut dimarahi atau diabaikan.</p>
<p>Memberikan dukungan, penghargaan, serta bimbingan yang tepat juga akan membantu anak berkembang menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.</p>
<p>Agar perkembangan psikologis anak dapat berjalan dengan baik, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua, antara lain:</p>
<p>1. Melakukan komunikasi yang terbuka dengan anak, sehingga anak merasa didengar dan dihargai.</p>
<p>2. Memberikan perhatian dan kasih sayang secara konsisten, karena anak sangat membutuhkan dukungan emosional dari orang tua.</p>
<p>3. Memahami tahap perkembangan anak, sehingga orang tua dapat menyesuaikan cara mendidik sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.</p>
<p>4. Memberikan contoh perilaku yang baik, karena anak belajar banyak melalui pengamatan terhadap orang tua.</p>
<p>5. Menghindari pola asuh yang terlalu keras atau terlalu memanjakan, dan berusaha menerapkan pola asuh yang seimbang.</p>
<p>Psikologi anak merupakan aspek penting yang perlu dipahami oleh setiap orang tua. Dengan memahami perkembangan psikologis anak, orang tua dapat memberikan pola asuh yang lebih tepat, membangun hubungan emosional yang kuat, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.</p>
<p>Pada akhirnya, perhatian terhadap kesehatan psikologis anak tidak hanya membantu mereka tumbuh menjadi individu yang bahagia dan percaya diri, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat secara mental dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mengapa-psikologi-anak-penting-bagi-orang-tua/">Mengapa Psikologi Anak Penting bagi Orang Tua?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/penerbitlitnus.co.id/wp-content/uploads/2025/01/Perkembangan-Optimal-Psikologi-Anak.png?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Menjemput Sehat di Bulan Suci: Menjadi Lebih Sehat di Bulan Ramadan</title>
		<link>https://jakpos.id/menjemput-sehat-di-bulan-suci-menjadi-lebih-sehat-di-bulan-ramadhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 07:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=97935</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ramadan sebenarnya adalah laboratorium kesehatan yang luar biasa</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/menjemput-sehat-di-bulan-suci-menjadi-lebih-sehat-di-bulan-ramadhan/">Menjemput Sehat di Bulan Suci: Menjadi Lebih Sehat di Bulan Ramadan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Bagi sebagian orang, Ramadan sering kali dianggap sebagai ujian fisik semata. Namun, jika kita melihat dengan kacamata sains, Ramadan sebenarnya adalah laboratorium kesehatan yang luar biasa. Saat pola makan berubah, tubuh tidak sedang menderita; melainkan ia sedang melakukan pembersihan besar-besaran yang mungkin tidak sempat dilakukan di sebelas bulan lainnya.</p>
<p>Secara biologis, saat perut kosong selama lebih dari 12 jam, tubuh memasuki fase yang disebut autofagi. Ini adalah proses alami di mana sel-sel tubuh membersihkan diri dengan membuang komponen yang rusak dan menggantinya dengan yang baru. Hal ini menjadikan pergantian sel yang bekerja pada tubuh kita dari yang sudah bekerja dan tua menjadi sel muda yang lebih baik kinerjanya.</p>
<p>Namun, tantangan sering muncul saat berbuka. Budaya &#8220;balas dendam&#8221; dengan makanan manis dan berlemak tinggi sering kali merusak proses detoksifikasi ini. Alih-alih sehat, banyak dari kita yang justru merasa lemas dan mengalami kenaikan berat badan setelah lebaran. Di sinilah letak pentingnya menjaga kesederhanaan sesuai tuntunan agama dan kaidah kesehatan. Padahal logikanya ketika kita berpuasa maka jumlah makanan yang masuk di dalam tubuh kita seharusnya menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan bulan bulan sebelumnya.</p>
<p>Kesehatan di bulan Ramadan juga mencakup aspek mental. Praktik pengendalian diri (self-control) saat berpuasa secara langsung melatih prefrontal cortex di otak kita—bagian yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dan regulasi emosi. Ramadan melatih kita untuk tidak reaktif, yang secara klinis mampu menurunkan level hormon stres (kortisol).</p>
<p>Menjadikan Ramadan sebagai momentum sehat berarti menyelaraskan antara ibadah spiritual dan perawatan raga. Dengan nutrisi yang tepat saat sahur dan tidak berlebihan saat berbuka, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga &#8220;hadiah&#8221; berupa tubuh yang lebih bugar dan jiwa yang lebih tenang untuk menghadapi bulan-bulan berikutnya. (Ahmad Syamil Muzzakkir)</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/menjemput-sehat-di-bulan-suci-menjadi-lebih-sehat-di-bulan-ramadhan/">Menjemput Sehat di Bulan Suci: Menjadi Lebih Sehat di Bulan Ramadan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/prodiaohi.stakcdn.com/app/assets/2022/06/29152403/Ramadan-Waktu-untuk-Hidup-Sehat-di-Bulan-yang-Suci-scaled.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Peran Bidan Memaksimalkan Kesehatan Ibu dan Anak</title>
		<link>https://jakpos.id/peran-bidan-memaksimalkan-kesehatan-ibu-dan-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 05:47:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=97922</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sudut pandang terhadap profesi bidan sering kali terbatas pada ruang bersalin.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/peran-bidan-memaksimalkan-kesehatan-ibu-dan-anak/">Peran Bidan Memaksimalkan Kesehatan Ibu dan Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Musim terus berganti ganti, panas hujan datang tak beraturan, angin kencang disertai hujan tetiba muncul, kondisi cuaca yang tidak menentu ini bisa mengakibatkan tubuh menjadi rentan terhadap penyakit.</p>
<p>Masa peralihan inilah yang dikenal sebagai musim pancaroba, periode yang kerap memicu lonjakan penyakit, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan balita.</p>
<p>Dalam situasi seperti ini, perhatian publik biasanya tertuju pada rumah sakit atau dokter spesialis. Padahal, ada sosok yang justru berada paling dekat dengan masyarakat dan menjadi benteng pertama perlindungan kesehatan keluarga yaitu bidan.</p>
<p>Bidan bukan hanya tenaga medis yang membantu proses persalinan. Mereka adalah pendamping perempuan sejak awal kehamilan, pemantau tumbuh kembang anak, sekaligus penggerak edukasi kesehatan di tingkat komunitas. Saat musim pancaroba datang, peran mereka berubah menjadi semakin strategis, lebih preventif, lebih responsif, dan lebih intens menjangkau masyarakat.</p>
<h3>Tidak hanya Menolong Persalinan</h3>
<p>Sudut pandang terhadap profesi bidan sering kali terbatas pada ruang bersalin. Padahal, dalam keseharian, bidan memegang peran yang jauh lebih luas. Mereka memantau tekanan darah ibu hamil, memastikan kecukupan gizi, mengawasi tanda-tanda risiko kehamilan, hingga memberi konseling tentang persiapan persalinan.</p>
<p>Ketika cuaca tak menentu, risiko infeksi saluran pernapasan, diare, dan penyakit berbasis lingkungan meningkat. Bagi ibu hamil, kondisi ini bisa berdampak serius. Daya tahan tubuh yang menurun membuat mereka lebih mudah terpapar penyakit, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kondisi janin.</p>
<p>Di sisi lain, bayi dan balita memiliki sistem imun yang belum matang. Sedikit perubahan suhu saja bisa memicu demam atau batuk pilek berkepanjangan. Dalam konteks inilah, bidan berperan sebagai pengawas kesehatan terdekat yang memastikan setiap gejala tidak diabaikan.</p>
<h3>Mencegah Penyakit Lewat Penyuluhan</h3>
<p>Jika dilihat dari perspektif kesehatan masyarakat, musim pancaroba menuntut pendekatan pencegahan yang lebih kuat. Bidan menjadi aktor penting dalam strategi ini. Mereka aktif mengingatkan keluarga tentang pentingnya menjaga kebersihan rumah, memastikan ventilasi cukup, serta menghindari genangan air yang bisa menjadi sarang nyamuk.</p>
<p>Di posyandu, bidan tak hanya menimbang berat badan bayi, tetapi juga memberikan edukasi tentang pola makan bergizi dan pentingnya imunisasi tepat waktu. ASI eksklusif kembali ditekankan sebagai benteng alami bagi bayi dalam menghadapi perubahan cuaca.</p>
<p>Pendekatan yang dilakukan bidan bukan sekadar instruksi medis, melainkan komunikasi yang membumi. Mereka memahami karakter masyarakat setempat, sehingga pesan kesehatan bisa diterima dengan lebih mudah. Di desa maupun kota, kedekatan emosional ini menjadi kekuatan tersendiri.</p>
<h3>Tantangan Nyata bagi para Bidan</h3>
<p>Namun, kerja bidan di musim pancaroba tidak selalu berjalan mulus. Intensitas kunjungan pasien biasanya meningkat. Kasus demam pada anak, keluhan batuk ibu hamil, hingga kekhawatiran orang tua terhadap kondisi bayi datang silih berganti.</p>
<p>Di beberapa wilayah, akses transportasi menjadi tantangan tersendiri saat hujan deras mengguyur. Meski demikian, bidan tetap dituntut sigap. Ketepatan dalam mengenali tanda bahaya—seperti sesak napas pada bayi atau tekanan darah tinggi pada ibu hamil—dapat menentukan keselamatan pasien.</p>
<p>Di tengah beban tersebut, dukungan organisasi profesi seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI) atau <a href="https://pusatibi.or.id/">pusatibi.or.id</a> memiliki arti penting. Melalui pelatihan dan forum berbagi pengalaman, para bidan dapat memperbarui pengetahuan tentang penanganan penyakit musiman serta standar pelayanan terkini.</p>
<p>Solidaritas antar anggota juga menjadi ruang penguatan mental dalam menghadapi tekanan kerja.</p>
<h3>Pilar Ketahanan Keluarga</h3>
<p>Melihat lebih luas, bidan sejatinya adalah pilar ketahanan kesehatan keluarga. Mereka hadir sebelum masalah membesar. Mereka mengingatkan sebelum risiko menjadi nyata. Dalam musim pancaroba, pendekatan ini sangat krusial karena banyak penyakit berkembang dari gejala ringan yang diabaikan.<br />
Keberadaan bidan yang mudah dijangkau membuat keluarga tidak ragu untuk berkonsultasi sejak awal. Dengan deteksi dini, komplikasi dapat dicegah dan rujukan ke fasilitas yang lebih lengkap bisa dilakukan tepat waktu.</p>
<p>Seputar Bidan: <a href="https://pusatibi.or.id/"><u>IBI</u></a></p>
<p>Musim pancaroba memang tidak bisa dihindari. Perubahan cuaca adalah siklus alam yang akan terus berulang. Namun, dampaknya terhadap kesehatan bisa diminimalkan. Di sinilah peran bidan menjadi kunci—bukan hanya sebagai penolong persalinan, tetapi sebagai penjaga stabilitas kesehatan ibu dan anak di tengah perubahan.</p>
<p>Dalam diam dan kesederhanaan tugas sehari-hari, bidan memastikan bahwa setiap ibu tetap kuat, setiap bayi tetap tumbuh sehat, dan setiap keluarga memiliki pegangan saat musim berganti.[]<br />
Seputar Bidan: IBI</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/peran-bidan-memaksimalkan-kesehatan-ibu-dan-anak/">Peran Bidan Memaksimalkan Kesehatan Ibu dan Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/fikes.umsida.ac.id/wp-content/uploads/2024/11/pexels-karolina-grabowska-5206934_11zon-scaled.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
