Kecerdasan Emosi dalam Berkomunikasi

DEPOK POS – Komunikasi adalah modal utama dalam berinteraksi atau bersosialisasi dimanapun kita berada. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa komunikasi sangatlah penting bagi kehidupan seseorang. Komunikasi menyentuh segala aspek kehidupan seseorang. Cara berkomunikasi kita perlu disesuaikan dengan lawan bicara, yaitu dengan melihat siapa dan bagaimana lawan bicara kita, untuk menentukan isi pesan dan bagaimana cara kita menyampaikannya. Bahkan, yang penting dalam berkomunikasi adalah bukan apa yang kita sampaikan tetapi bagaimana kita menyampaikannya.

Sebelum kita berbicara, yang lebih penting dikuasai adalah keterampilan active listening, Apa sih itu keterampilan Active? Keterampilan ini tentang bagaimana mendengarkan secara aktif, kita perlu memiliki kemauan dulu untuk mendengar, baru memberi perhatian penuh, memahami apa yang dikatakan maupun yang tidak dikatakan orang, hingga mengingat dan memberi respon tepat, sesuai dan efektif. Setelah mampu mendengarkan secara aktif, kita perlu memiliki keterampilan berbicara secara assertive (lugas), yaitu berbicara tidak kasar, tidak memaksa, tapi juga jangan kurang percaya diri, ragu-ragu, bahkan takut menghadapi lawan bicara.

Kecerdasan emosi merupakan kemampuan untuk mengelola perasaan, kemampuan untuk mempersepsi situasi, bertindak sesuai dengan persepsi tersebut dan menentukan potensi seseorang untuk mempelajari ketrampilan ketrampilan praktis yang didasarkan pada kesadaran diri,motivasi, pengaturan diri, empati dan kecakapan dalm membina hubungan dengan orang lain (Goleman, 2007).

Goleman mengatakan bahwa kecerdasan emosi bukan berarti memberikan kebebasan kepada perasaan untuk berkuasa melainkan mengelola perasaan sedemikian rupa sehingga terekspresikan secara tepat dan efektif.

Adapun unsur dalam kecerdasan emosi adalah:

Mengenali Emosi Diri

Mengenali emosi diri (kesadaran diri) adalah mengetahui apa yang dirasakan pada suatu kondisi tertentu dan mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang, serta memiliki tolak ukur yang realitis atas kemampuan diri dan kepercayaan diri yang kuat. Sedangkan menurut Jhon Mayer, kesadaran diri adalah waspada, baik terhadap suasana hati maupun pikiran kita tentang suasana hati. Orang-orang yang peka akan susana hati mereka akan mandiri dan yakin akan batas-batas yang akan mereka bangun, kesehatan jiwanya bagus, dan cenderung berpendapat positif akan kehidupan.

Mengelola Emosi

Mengelola emosi merupakan kemampuan individu dalam menangani emosinya dengan baik sehingga berdampak positif dalam melaksanakan tugas, peka terhadap kata hati sehingga dapat mencapai tujuannya. Kemampuan ini mencakup kemampuan untuk menghibur diri sendiri, melepaskan kecemasan, kemurungan atau ketersinggungan dan akibat-akibat yang ditimbulkannya serta kemampuan untuk bangkit dari perasaan-perasaan yang menekan.

Memotivasi Diri Sendiri

Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan sesuatu sehingga menuntun seseorang untuk menuju sasaran, dan membantu dalam mengambil inisiatif dan bertindak secara efektif untuk bertahan menghadapi kegagalan dan frustasi. Untuk mendapatkan prestasi yang terbaik dalam kehidupan, kita harus memiliki motivasi dalam diri kita, yang berarti memiliki ketekunan untuk menahan diri terhadap kepuasan dan mengendali kan dorongan hati, serta mempunyai perasaan motivasi yang positif, yaitu antusias, gairah, optimis dan keyakinan diri. Orang yang pandai dalam memotivasi diri, mereka cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan.

Oleh : Ika Karenina

 

 

 

Pos terkait