Kembali Naik, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 115

DEPOKPOS – Harga minyak dunia melanjutkan penguatan pada awal pekan ini, dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah setelah kelompok Houthi di Yaman melancarkan serangan ke Israel, sehingga memperluas ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Minyak mentah Brent tercatat naik US$ 3,09 atau 2,74% menjadi US$ 115,66 per barel pada perdagangan Senin (30/3/2026). Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya Brent menguat 4,2% pada akhir pekan lalu.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) meningkat US$ 2,92 atau 2,93% ke level US$ 102,56 per barel, setelah naik 5,5% pada sesi sebelumnya.

Sepanjang bulan ini, harga Brent melonjak hingga 59%, mencatatkan kenaikan bulanan tertinggi, bahkan melampaui lonjakan saat Perang Teluk 1990. Lonjakan ini dipicu oleh konflik dengan Iran yang secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur penting yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas global.

Konflik yang dimulai pada 28 Februari 2026 melalui serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran kini meluas ke berbagai wilayah di Timur Tengah. Pada Sabtu (28/3/2026), kelompok Houthi yang didukung Iran untuk pertama kalinya menyerang Israel sejak konflik dimulai, meningkatkan kekhawatiran terhadap jalur pelayaran di sekitar Semenanjung Arab dan Laut Merah.

Analis JPMorgan, Natasha Kaneva, menyatakan konflik kini tidak lagi terpusat di Teluk Persia dan Selat Hormuz, tetapi telah meluas ke Laut Merah dan Bab el-Mandeb, yang merupakan salah satu jalur penting dunia untuk distribusi minyak mentah dan produk olahan.

Data dari perusahaan analitik Kpler menunjukkan ekspor minyak Arab Saudi yang dialihkan dari Selat Hormuz ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah mencapai 4,658 juta barel per hari pada pekan lalu. Jika jalur ekspor dari Yanbu terganggu, Arab Saudi berpotensi mengalihkan pengiriman melalui pipa Suez-Mediterranean (SUMED) menuju Laut Mediterania.

Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat sepanjang akhir pekan dan bahkan dilaporkan merusak terminal Salalah di Oman, meskipun upaya perundingan gencatan senjata mulai dilakukan.

Pada sisi lain, Iran menyatakan kesiapan untuk merespons jika terjadi serangan darat dari Amerika Serikat, serta menuduh Washington tengah mempersiapkan operasi tersebut di tengah upaya negosiasi.

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menyatakan pihaknya telah membahas berbagai langkah untuk mengakhiri konflik secara permanen, termasuk kemungkinan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat digelar di Islamabad.

Pos terkait