Dalam berbisnis, kita tentu berharap keuntungan, baik simpan pinjam, menanam modal, maupun investasi. Namun kenyataanya, ada saja hal-hal yang membuat pelaku bisnis merasa terdzalimi.
Memangnya, apa sih perbedaan bisnis syariah dengamn konvensional?
“Harus diakui, bisnis non syariah seperti bank konvensional misalnya, itu memperkaya yang kaya dan membuat yang miskin makin miskin. Karena model ekonomi liberal, membuat gap yang besar,” ujar Ustadz Ardiyansyah Ashri Husein Lc., MA kepada umma.
Secara sederhana, bisnis syariah yakni bisnis yang dijalankan dengan panduan berdasarkan Al-qur’an dan sunah. Dalam bisnis syariah, para pelakunya harus saling ridha, saling menguntungkan, tidak ada salah satu pihak yang dirugikan.
Keuntungan berbisnis secara syariah lainnya yakni adanya prinsip berkeadilan, dimana tidak boleh ada yang dijatuhkan. Tujuannya bukan hanya profit secara materi namun juga nilainya menjadi ibadah.
“Jadi dalam bertransaksi tidak semata untung tapi juga berkah. Bukan hanya profit tapi ibadah.”
Prinsip bisnis syariah juga adalah rahmatan lil alamin, rahmat bagi semua makhluk, yang berarti konsep ini bisa dipakai oleh semua orang tanpa terkecuali.
“Syariah ini tidak mengenal suku, agama, ras, siapa saja bisa melakukannya. Dalam bisnis, kita sebagai muslim boleh bermitra dengan nonmuslim, tidak seperti ibadah, inilah kelebihan dari bisnis syariah,” jelas Ustaz Ardiansyah.
Karena itu, ia berharap umat muslim untuk terus menambah ilmu dalam hal muamalah serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena kelebihan dan keuntungannya akan dirasakan bukan hanya di dunia melainkan di akhirat juga.
Indriyani

