Pengaruh Media Sosial Terhadap Pola Pikir Gen Z

DEPOKPOS – Perkambangan infoormasi pada msayarakat saat ini tidak menjadi hambatan secara langsung maupun secara virtual. Pada saat ini informasi dapat dengan mudah diterima baik di dalam maupun luar negeri. Sosial media yang semakin berkembang membuat berita yang disampaikan dapat langsung diterima oleh Masyarakat luas. media saat ini bukan lagi hanya menyampkan berita atau tentang kehidupan social seseorang namun media social juga menjadi sangat bahaya bagi segolongan orang ataupun menjadikan bumerang bagi negara itu sendiri, karena pembawaannya tidak melihat batas umur namun dapat di akses oleh semua kalangan yang menjadikan media social saat ini menjadi sebuah ketakuan bagi sebaian banyak orang tua yang ada di dunia terutamnya masyarakat Indonesia dan lebih pesifiknya adalah kota-kota besar yang sudah maju dalam segi teknologi dan informasi.

Generasi Z atau bisa di katakana generasi “Tech savvy”atau generasi yang melek dalam teknologi, internet, media social, aplikasi pesan makanan, aplikasi trasportasi, aplikasi kencan online dan lainnya yang manjadikan generasi tersebut dengan mencari jati diri sebagai seorang yang dapat di terima di masyarakat. kemudahan tersebut juga berdampak negatif bagi generasi sekarang yang memegang tonggak estafet perkembangan Sumber Daya Manusia yang produktif dan bersinergi dalam pencapain untuk merubah konsep masyarakat yang masih buta dalam teknologi, hal ini di mungkinkan karena generasi Z ini adalah cikal bakal generasi pembangun karena kemudahaan mengangses informasi, media, paham terhadap situasi lingkungan internasional yang terjadi namun dari segi tersebut di karenakan informasi yang sangat terbuka ada hal yang di hawatirkan yaitu informasi dari media social yang dapat merubah mindset sesorang kepada hal yang dulu di anggap tabu dan di indikasikan sebagai hal yang sangat buruk namun di zaman media social yang tidak ada lagi batasan umur untuk mengakses semuanya dapat di lihat secara jelas dan nyata.

Bacaan Lainnya

Penggunaan sosial media memiliki keuntungan dan kerugian pula, informasi yang cepat di dapatkan membuat pola piker dari para generasi Z menjadi semakin terbuka dengan perbedaan sudut pandang yang meluas, hal tersebut juga yang membuat para generasi Z memiliki banyak pandangan terhadap hal-hal yang tabu mulai dari kesehatan sampai dengan perbedaan-perbedaan antar manusia. Tetapi keterbukaan sosial media menjadikan banyak generasi Z dapat melakukan apapun di internet sehingga mengakibatkan pola pikir yang berubah-ubah dan cenderung tidak memiliki pendirian, selain itu banyak dari generasi Z yang terpengaruhi dari berita maupun video dan foto yang menimbulkan berbagai penyimpangan etika yang tidak sesuai dengan budaya yang tumbuh dan berkembang di Indonesia.

perubahan perilaku komunikasi gen Z tidak sedang baik-baik saja. Melihat realita yang ada di lapangan, semacam ada gangguan komunikasi yang bisa menghilangkan darimakna komunikasi itu sendiri. Komunikator yang terabaikan, dapat merasa kecewa atau marah saat berinteraksi dengan komunikan yang tetap asyik dengan kegiatan digitalnya. Maka dari itu ada potensi negatif bila pesan disalahartikan atau tidak mendapat respons (Tubbs & Moss, 2012). Sejatinya harus ada etika penggunaan digital saat sedang berkomunikasi dengan orang lain, apa saja yang harus dilakukan. Literasi perilaku komunikasi yang baik menggunakan gawai, perlu diberikan kepada milenial dan gen Z di lingkungan sosial. Harusnya ada batasan waktu penggunaan gawaiketika ada lawan bicara mengajak berinteraksigawainyadapat disimpan terlebih dahuluutnuk menghormati lawan bicara.Perubahan perilaku komunikasi berkomunikasi dengan orang yang lebih tua, sekarang juga menjadi berubah.

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai moral Pancasila. Nilai-nilai moral tersebut meliputi seluruh aspek kehidupan manusia sebagai bangsa dan negara. Nilai-nilai moral tersebut merupakan nilai-nilai yang mengatur ketuhanan, kemanusiaan, persatuan bangsa, demokrasi, dan keadilan, namun seiring berjalannya waktu, terutama dengan kemajuan teknologi, seolah-olah menggerogoti nilai-nilai moral suatu bangsa, terutama generasi muda. Setelah remaja mengenal internet bergabung dengan situs yang ada di internet seperti Facebook dan situs lainnya, seperti game online yang membuat remaja betah di depan komputer maupun gadget bahkan terkadang bergadang sampai larut malam sehingga remaja cenderung menjadi malas dalam hal belajar. Sehingga perlu keterlibatan orang tua dan pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan yang erat kaitannya dengan penyebaran informasi di sosial media dengan pertumbuhan dan perkembangan generasi Z.

Nabila Ica Ramadani
Mahasiswa S1-Pendidikan Matematika Universitas Sebelas Maret,Kota Surakarta

Pos terkait