Tindakan Bunuh Diri : Perlu Perhatian
Dari data yang didapat tingkat kecenderungan ide dan upaya bunuh diri dikalangan mahasiswa ada pada tingkat tinggi. Ide bunuh diri dikalangan mahasiswa perlu diperhatikan karena memiliki potensi untuk merealisasikannya dan beralih menjadi tindakan bunuh diri. Hal ini dikarenakan pikiran individu untuk melakukan bunuh diri yang sewaktu-waktu dapat muncul dan memicu individu melakukan tindakan bunuh diri secara impulsif, maka tidak heran jika perilaku bunuh diri (suicidal behavior) dapat terjadi hanya dengan sedikit dorongan dari ide. Handriani menyatakan bahwa tindakan bunuh diri akan selalu didahului oleh ide bunuh diri (suicide ideation). Sehingga perlu adanya pencegahan dan penanganan yang serius, seperti melakukan edukasi terhadap mahasiswa terkait dampak dari bunuh diri yang akan ditimbulkan baik dilingkungan keluarga, sahabat maupun orang sekitar. Selain dukungan sosial (social support), perlu adanya literasi tentang kesehatan mental yang harus dilakukan.
Kasus Tindakan Bunuh Diri : Di Kota Semarang Meningkat
Pada tahun 2023 kasus mengenai bunuh diri kian meningkat di kalangan mahasiswa, salah satunya kasus pada bulan oktober yang menimpa Mahasiswa Universitas Negeri Semarang dan Mahasiswa UDINUS Semarang. Berdasarkan kasus bunuh diri di kota Semarang, stres merupakan salah satu faktor penyebab tindakan bunuh diri. Studi menunjukan mahasiswa mengalami stres sebanyak 45% berpikir tidak sanggup melanjutkan hidup, 20% putus asa, 5% berpikir untuk menyakiti diri sendiri. Stres yang dialami mahasiswa seringkali terkait masalah dalam menyesuaikan diri dengan keadaan terkhusus terutama untuk mahasiswa baru yang belum mengenal cara belajar yang efektif untuk diterapkan selama studi perguruan tinggi, kecemasan terkait ujian hingga takut gagal juga merupakan salah satu penyebab stres yang dialami.
Stres Faktor Tindakan Bunuh Diri
Berdasarkan hasil penelitian, mahasiswa rentan berpikir untuk melakukan tindakan bunuh diri secara emosioal sebagai jalan pintas untuk menyelesaikan masalah. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 36 mahasiswa (58,1%) dari total 62 partisipan memiliki tingkat kecenderungan ide (suicide ideation) dan upaya bunuh diri (suicide attempt) yang tinggi. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa usia terbukti memengaruhi ide dan upaya pada mahasiswa. Hal ini disebabkan oleh masa transisi yang signifikan karena jauh dari rumah, dukungan sosial keluarga dan perlunya penyesuaian dengan lingkungan baru, serta tak luput dengan pergaulan bebas yang melakukan penyalagunaan alkohol dan obat-obatan. Untuk mencegah terjadinya tindakan bunuh diri yang terus meningkat dapat dilakukan 3 upaya yaitu; upaya di sektor kesehatan, uapaya dalam pembatasan alat dan fasilitas yang dapat digunakan untuk bunuh diri, dan upaya dalam pengelolaan media masa dalam pelaporan kasus (percobaan) bunuh diri. Mahasiswa juga disarankan perlu melakukan olahraga karena dapat mengatasi stres kronik dan ide bunuh diri.
Kesimpulan : Pernyataan Di Atas
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa kasus tindakan (percobaan) bunuh diri terus meningkat disetiap tahunnya di kalangan mahasiswa. Faktor penyebab ide dan tindakan bunuh diri yang dilakukan adalah salah satunya stres yang dialaminya, baik stres positif maupun stres negatif. Studi menunjukan mahasiswa mengalami stres sebanyak 45% berpikir tidak sanggup melanjutkan hidup, 20% putus asa, 5% berpikir untuk menyakiti diri sendiri. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 36 mahasiswa (58,1%) dari total 62 partisipan memiliki tingkat kecenderungan ide (suicide ideation) dan upaya bunuh diri (suicide attempt) yang tinggi. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa usia terbukti memengaruhi ide dan upaya pada mahasiswa. Stres dikalangan mahasiswa banyak terkait mengenai perihal adaptasi dengan lingkungan baru, jauhnya dari lingkungan keluarga, dan stres terkait tugas yang diberikan karena dianggap memberatkan sebagian mahasiswa, termasuk mahasiswa baru yang baru saja masuk di dunia perkuliahan dan belum mengetahui metode pembelajaran di bangku perkuliahan. Selain stres tugas yang diberikan, stres terhadap lingkungan pertemanan juga termasuk kedalam faktor penyebab ide dan tindakan bunuh diri.
Evellyn Sandra Auliya
Mahasiswa Universitas Sebelas Maret

