Pentingnya Mengajarkan Anak untuk Aktif dalam Aspek Pembelajaran

 

Keaktifan belajar anak merupakan unsur terpenting dalam pembelajaran, karena keaktifan akan berpengaruh besar pada keberhasilan proses pembelajaran. contoh keaktifan anak yang sering kita temui: anak bertanya kepada guru, anak mengerjakan tugas-tugas di sekolah dan dirumah, anak dapat menjawab pertanyaan guru, dan anak bekerja sama dengan teman lainnya.

Karena keaktifan seorang anak untuk pembentukan generasi yang kreatif dan keberhasilan proses belajar anak dapat menghasilkan sesuatu untuk dirinya dan sekitarnya sehingga orang tua bangga terhadap anaknya.

Belajar itu menyenangkan, jika kegiatan belajar dilakukan dengan sukarela, atas kesadaran, kemauan sendiri, dan tanpa ada paksaan, maka kegiatan belajar menjadi menyenangkan. Karena, setiap anak yang belajar harus melakukannya dengan penuh keaktifan bahwa belajar itu yang akan membawa manfaat bagi kelangsungan hidupnya.

Anak usia dini adalah anak usia 0 s.d 6 tahun (Indonesia), sedangkan menurut (nasional) adalah anak usia 0 s.d 8 tahun. Dan pada saat anak umur 4 tahun anak memasuki Tk A pada saat anak berumur 5 s.d 6 tahun anak memasuki Tk B.

Ada 3 Faktor yang mempengaruhi keaktifan belajar anak.

1) Faktor internal peserta didik

a) aspek fisiologis, yaitu kondisi umum jasmani yang ditandai dengan tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya, yang membuat anak-anak lemes dalam mengikuti pembelajaran di sekolah, tidak semangat jika sekolah dan kefokusan anak menurun pada saat pembelajaran

b) aspek psikologis, yaitu belajar adalah proses psikologis. jadi, keadaan dan fungsi psikologis tentu saja mempengaruhi belajar anak.

2) Faktor eksternal peserta didik

a) lingkungan sosial, diantaranya:guru, staf administrasi dan teman-teman sekelas

b) lingkungan non sosial, diantaranya: gedung sekolah, tempat tinggal anak yang jauh dari sekolah, alat-alat belajar anak, keadaan cuaca yang membuat anak malas kesekolah dan waktu belajar yang nantinya anak akan merasakan bosan dalam pembelajaran berlangsung.

3) Faktor pendekatan belajar, yaitu cara yang digunakan anak dalam menunjukkan keaktifan anak dan efisiensi anak dalam proses pembelajaran.

Diyan Nabillah

Pos terkait