Peran Publik Figur dalam Memengaruhi Persepsi Masyarakat terhadap Konflik Palestina-Israel

DEPOKPOS – Konflik Palestina dan Israel kini semakin memanas. Hingga kini konflik antara Palestina dan Israel masih belum berakhir. Bahkan hingga 2 Desember 2023 melalui pidatonya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan tidak akan menghentikan agresi ke Gaza. Konflik ini tentunnya mendapatkan respon dari berbagai kalangan di dunia internasional. Selain itu, respon dari masyarakat juga beragam. Khususnya para publik figur yang merespon konflik tersebut melalui media sosial. Namun, apakah respon dari publik figure ini dapat memengaruhi persepsi masyarakat? Mengingat publik figur mempunyai pengaruh yang besar dalam media sosial.

Publik figur memang mempunyai pengaruh yang besar dalam memengaruhi para penggemarnya. Biasanya para penggemar akan mengikuti gaya hidup publik figur idola mereka. Mulai dari fashion, makanan, musik, dan lain-lain. Bahkan publik figure bisa menggiring opini masyarakat dengan pernyataannya di media sosial. Selain itu, banyak penggemar yang fomo dengan apa yang dilakukan oleh idola mereka. Biasanya mereka hanya ikut-ikutan karena menganggap idola mereka yang paling baik dan benar. Hal ini dijelaskan Donald Horton dan Richard Wohl bahwa parasocial relationship ditandai dengan adanya ikatan penggemar dan idola melalui media noninteraktif, salah satunya adalah media sosial. Salah satu dampak dari parasocial relationship ini dapat memengaruhi dalam pembentukan opini.

Bacaan Lainnya

Apalagi di tengah konflik Palestina-Israel yang terjadi baru-baru ini. Para publik figur masing-masing menyatakan dukungannya di akun sosial media mereka. Besarnya pengaruh para publik figur ini tentunya membentuk persepsi masyarakat terhadap konflik ini. Kita bisa lihat dari artis-artis besar Hollywood, seperti penyanyi legendaris Madonna. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, ia menyatakan dukungannya kepada Israel. Madonna dalam postingan pribandinya menyatakan,

“Apa yang terjadi di Israel adalah penghancuran. Melihat semua keluarga terutama anak-anak yang digiring, diserang, dan dibunuh di jalanan sangat memilukan. Bayangkan jika ini terjadi padamu? Tidak dapat ditebak. Konflik tidak akan pernah bisa terselesaikan dengan kekerasan. Sayangnya kemanusiaan tidak memahami kebenaran universal ini. Kita hidup di dunia yang dirusak oleh kebencian. Hatiku untuk Israel. Kepada keluarga dan rumah yang telah dihancurkan. Untuk anak-anak yang hilang. Untuk korban tak berdosa yang dibunuh. Untuk semua yang menderita atau yang akan menderita dari konflik ini, aku berdoa untukmu. Saya sadar bahwa ini adalah pekerjaan Hamas dan ada banyak orang tak bersalah di Palestina yang tidak mendukung organisasi teroris ini. serangan tragis ini hanya akan menyebabkan lebih banyak penderitaan bagi semua orang. Mari kita semua berdoa. Untuk Israel, untuk perdamaian, untuk dunia.”

Berkebalikan dengan Madonna yang mendukung Israel, Bella Hadid dengan bangga mendukung Palestina. Di Tengah para selebriti Hollywood lain yang pro-Israel, Bella Hadid justru terang-terangan menyuarakan narasi humanisme dan penuntutan hak Palestina. Dalam unggahan di akun Instagram Pribadinya Bella menyatakan,

“Ini adalah pengeboman paling intens dalam sejarah Gaza. Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih secara berbahaya mengatakan Israel ‘tidak ada justifikasi apa pun’ dan bahwa Israel tidak akan memiliki ‘garis merah’. Nyawa yang tidak bersalah harus selalu dibenarkan atas nama kemanusiaan. Israel telah benar-benar mematikan telekomunikasi dan listrik di Gaza. Warga sipil yang terluka saat ini tidak dapat memanggil ambulans. Petugas medis meminta wartawa untuk memberi tahu mereka di mana pengeboman terjadi, tetapi wartawan tidak tahu karena pemadaman listrik. Orang-orang di Gaza tidak punya tempat untuk pergi. Anak-anak sekarat, tolong.”

Pernyataan Madonna dan Bella Hadid tentunya menimbulkan banyak reaksi dari penggemarnya. Melalui postingannya, Madonna dan Bella Hadid secara tak langsung mempengaruhi persepsi penggemarnya. Dalam Social Learning Theory dijelaskan bahwa secara psikologis manusia akan membentuk karakter dan perilaku mereka sesuai apa yang dilihat dari sosok yang menjadi panutannya. Secara tak sadar, opini yang dilontarkan seorang publik figur akan membentuk persepsi penggemar dan sekaligus menentukan sikap mereka. Melihat dari kolom komentar, banyak penggemar dari Madonna maupun Bella Hadid yang ikut mendukung opini idola mereka. Hal ini membuktikan bahwa secara psikologis, publik figure dapat memengaruhi persepsi penggemar.

Namun, tak semua orang akan terpengaruh dengan opini yang dikeluarkan oleh seorang publik figur. Karena selain adanya Social Learning Theory yang membentuk perilaku manusia, rasionalitas juga berperan dalam membentuk perilaku manusia. Manusia juga akan cenderung berperilaku sesuai dengan akal rasional mereka. Manusia akan mengambil tindakan sesuai dengan apa yang mereka anggap benar. Hal ini dapat dilihat dari kolom komentar unggahan kedua publik figur tersebut. Banyak netizen yang mengkritik Madonna yang mendukung Israel karena dianggap menormalisasi genosida. Sedangkan Bella Hadid juga mendapat kritik karena karena dianggap mendukung terorisme. Hal ini jelas bahwa manusia juga bertindak sesuai apa yang dia anggap benar.

Dengan demikian, opini yang dikeluarkan oleh seorang publik figur mengenai konflik Palestina dan Israel mampu memengaruhi persepsi penggemarnya. Hal tersebut memang secara psikologis adalah hal yang lumrah terjadi. Namun tidak semua kalangan dapat menerima opini tersebut karena opini tersebut bertentangan dengan rasionalitas mereka. Apalagi konflik Palestina dan Israel merupakan konflik yang besar dan terdapat isu identitas dan religi. Dukungan dan persepsi masyrakat bisa datang melalui persamaan identitas dan religi.

Oleh Yusuf Adi Nugroho
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Brawijaya

Pos terkait