Menurut Lubis (Sumartono, 2002) perilaku konsumtif adalah perilaku yang didasari karena keinginan yang sudah tidak mencapai taraf tidak rasional lagi. Perilaku konsumtif melekat pada seseorang bila orang tersebut membeli yang tidak sesuai dengan kebutuhannya tetapi karena ada faktor keinginan pada dirinya.
Piaget (dalam Hurlock, 1990) masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia di mana anak tidak lagi di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua, melainkan berada dalam tingkatan yang sama, atau paling tidak sejajar. Memasuki masyarakat dewasa ini mengandung banyak aspek afektif, lebih kurang dari usia pubertas.
Kebiasaan dan gaya hidup seorang remaja juga bisa berubah dalam waktu yang singkat menuju kearah kehidupan yang mewah dan cenderung berlebihan, yang akan berujung pada perilaku konsumtif. Perilaku tidak memandang siapapun bahkan dari anak kecil, remaja, dewasa, bahkan orangtua sekalipun. Tetapi yang cenderung memiliki perilaku konsumtif adalah kalangan remaja perempuan, yang sangat gemar berbelanja. Mengkonsumsi barang-barang mewah dan berlebihan merupakan perilaku konsumtif dengan gaya hidup yang hedonis karena kebiasaan mereka selalu menginginkan sesuatu yang menjadi tren.
Faktor yang menimbulkan perilaku konsumtif itu tebagi menjadi dua yaitu, faktor Internal dan faktor Eksternal. Faktor Internal meliputi psikologis, yaitu pendirian dan kepercayaan orang tersebut yang sangat mempengaruhi dalam bergaya hidup. Faktor Pribadi yaitu keputusan untuk membeli sesuatu sangat dipengaruhi oleh karakteristik pribadi yaitu usia, pekerjaan, keadaan ekonomi, kepribadian dan jenis kelamin. Faktor Eksternal dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia dilahirkan dan dibesarkan. Variabel-variabel yan termasuk dalam faktor eksternal dan mempengaruhi perilaku konsumtif adalah kebudayaan, kelas sosial, kelompok sosial, dan keluarga.
Ciri – ciri remaja konsumtif adalah mereka yang membeli barang tanpa berpikir panjang, ingin diakui oleh teman sebayanya dengan membeli barang branded, cenderung tidak akan merasa puas denga napa yang mereka miliki, memperlihatkan gaya hidup mewah di media sosial, mereka merasa dengan membeli barang yang berlebihan akan membuat mereka senang atau puas.
Adapun dampak negatif yang ditimbulkan dari perilaku konsumtif antara lain adalah, kecemburuan sosial, persaingan ekonomi antar masyarakat, berbuat kriminalitas seperti mencuri hanya karena ingin mendapatkan uang untuk membeli hal yang tidak dibutuhkan, sulit untuk menabung dan keinginan meniru orang lain. Selain itu ada dampak positif yang bisa kita ambil yaitu, menambah wawasan tentang budaya baru, menciptakan lapangan pekerjaan, memberikan kepuasan tersendiri bagi konsumen dan semakin inovatif.
Tuntunan zaman yang semakin maju membuat masyarakat terutama kalangan remaja mau tidak mau mengikuti perkembangan zaman tersebut. Apalagi remaja sekarang ini, pengaruh teman membuat para remaja berusaha berpenampilan dengan sebaik mungkin. Para remaja zaman sekarang tidak segan – segan lagi untuk membeli barang yang tidak mereka butuhkan atau mereka membeli barang tersebut karna menarik saja.
Perilaku konsumtif adalah tindakan membeli sesuatu barang hanya karena keinginan bukan untuk kebutuhan, yang dilakukan secara berlebihan sehingga menimbulkan pemborosan. Perilaku konsumtif terbentuk karena sudah menjadi bagian dari proses gaya hidup. Karakteristik remaja zaman sekarang merupakan kondisi psikis yang sangat labil, mereka dengan mudahnya dipengaruhi oleh media sosial, lingkungan sosial dan terutama diri sendiri yang tidak mampu menahan agar tidak terjerumus pada hal yang tidak baik. Sebagai Konselor maupun Guru BK kita harus mencegah remaja saat ini untuk bisa menghindari perilaku konsumtif. Kita dapat mencegah dan memberi tahu bahwa perilaku yang berlebihan itu tidak baik, karena bisa merugikan diri sendiri dan malah akan menjadi ketergantungan jadi tidak bisa berhenti untuk tidak melakukannya.
Azzahra Nabila Asyari
Mahasiswa UHAMKA