Silent Treatment adalah sebuah perasaan atau sikap mengabaikan masalah yang sedang didapatkan, biasanya silent treatment dilakukan dengan menghindar ataupun memilih untuk diam saat sebuah konflik sedang berlangsung.
DEPOKPOS – Perasaan marah, emosi, kesal adalah hal yang manusiawi yang dimiliki oleh semua orang. Tentu saja hal itu di ekspresikan secara berbeda beda oleh semua manusia yang sedang merasakan hal tersebut. Beberapa orang mengekspresikan kemarahan atau kekecewaan nya dengan cara memberitahu kekesalan yang di rasakan nya, ada pun yang lebih memilih untuk diam saja. Diam atau mengabaikan sebuah masalah ini disebut dengan “Silent Treatment”.
Silent Treatment adalah sebuah perasaan atau sikap mengabaikan masalah yang sedang didapatkan, biasanya silent treatment dilakukan dengan menghindar ataupun memilih untuk diam saat sebuah konflik sedang berlangsung.
Hal ini membuat lawan bicara kita menjadi bingung dan terkadang memilih untuk melakukan silent treatment juga pada konflik tersebut. Beberapa orang melakukan silent treatment sebagai bentuk hukuman maupun efek jera untuk lawan bicara nya. Menurut Susan Forward, silent treatment juga digunakan sebagai bentuk pengendalian dan manipulasi di dalam suatu hubungan yang sedang dijalankan.
Akan tetapi, hal tersebut tidak lah efektif untuk memecahkan suatu masalah, emosi yang tertumpuk atau terpendam akan mengalami peledakan di suatu saat nanti. Silent treatment adalah salah satu bentuk dari pelecehan emosional yang berpengaruh ke efek emosional serta psikologi kita.
Jika silent treatment terus dibiarkan dan terjadi terus menerus jika kita memiliki sebuah konflik, hal tersebut akan ber imbas ke kesehatan mental serta fisik kita. Hal ini dapat kita hindari dengan berbagai cara atau alternatif lain yang tentu nya lebih mempermudah kita dalam menyelesaikan sebuah masalah yang ada. Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi sebuah konflik yang ada :
⦁ Paham akan masalah tersebut
Sebuah masalah harus dipahami dulu apa sumber atau akar dari permasalahan tersebut. Kita harus mengetahui apa pendapat dari lawan bicara yang berada di masalah ini juga, bias dikatakan juga sebagai sudut pandang dari orang lain. Kedua belah pihak harus memahami perasaan serta keinginan dari masing masing lawan bicara nya.
⦁ Sadar akan masalah
Hal ini penting karena jika salah satu dari lawan bicara tidak tau letak kesalahan pada diri nya masing masing, hal ini akan menimbulkan lama nya penyelesaian dalam masalah tersebut. Jadi kesadaran diri akan masalah yang di lakukan adalah salah satu hal terpenting di dalam sebuah konflik.
⦁ Ketahui penyebab masalah
Kita harus mengetahui juga apa penyebab dari masalah yang kita buat, apa yang memicu konflik ini terjadi. Jika sudah tau apa pokok masalah dari hal tersebut maka akan lebih mudah kedepan nya untuk menyelesaikan sebuah masalah.
⦁ Sederhanakan masalah terebut
Terkadang, beberapa masalah muncul lagi saat kita sedang focus pada satu permaslahan saja. Hal ini disebabkan oleh persepsi dari diri kita sendiri yang memikirkan kesalahan yang lain saat sedang membahas suatu masalah utama nya. Perilaku tersebut tidak akan menyelesaikan masalah secara efektif, karena ada potensi munculnya masalah baru. Jadi fokus saja membahas masalah yang sedang di alami saat itu.
⦁ Fokus pada solusi
Tentu saja dalam sebuah konflik, kita menginginkan adanya penyelesaian atau solusi dari masalah tersebut. Solusi harus dicari oleh kedua belah pihak yang terlibat dalam masalah itu, agar tidak terjadi lagi perpecahan lain di dalam suatu konflik untuk kedepan nya.
⦁ Atur emosi
Mengatur emosi di dalam sebuah konflik tentu bukan hal yang mudah, tapi ini adalah salah satu cara yng sangat penting untuk meredakan suatu masalah. Emosi yang tidak terkontrol menyebabkan rasa amarah yang terus meluap luap, sehingga presentase sebuah masalah itu akan selesai dengan cepat sangatlah kecil.
⦁ Berpikir logis
Setelah emosi mu meredam, mulailah berpikir secara positif. Karena berpikir dan bersikap secara logis akan mempengaruhi pola pikir kita. Ketika kita melakukan hal tersebut, energi positif yang kita tanamkan akan membuahkan hasil yang positif juga.
Berikut adalah beberapa solusi yang dapat diterapkan ketika kita tengah mengalami sebuah masalah. Silent treatment bukan lah suatu kunci akhir kita saat menghadapi konflik, hal tersebut akan semakin membuat konflik semakin besar dan merambat ke masalah lain. Oleh karena itu, hendaklah kita menghadapi masalah itu dengan solusi yang tepat.
Silent treatment bisa kita hindari jika kedua belah pihak mau menyelesaikan masalah nya dengan berdiskusi dan berkompromi. Terkadang, silent treatment bisa menjadi bentuk perlindungan diri, tetapi jika dilakukan terus menerus akan berakibat ke kesehatan mental kita. Maka dari itu, kita harus pintar pintar menghadapi sebuah masalah yang ada dengan cara berkomunikasi secara baik.
Muhammad Radja Putra Syarief
Mahasiswa Universitas Pembangunan Jaya

