DEPOKPOS – Pesatnya perkembangan terknologi komunikasi yang ada di tambah besarnya rasa ingin tahu masyarakat terhadap informasi yang lebih cepat pada akhirnya menciptakan teknologi komunikasi yang menggunakan media baru yakni internet.
Internet (interconecction networking) merupakan bentuk konvergensi dari beberapa teknologi penting terdahulu, seperti komputer (dengan berbagai varian manfaat), televisi, radio, dan telepon. Bentuk baru dari perkembangan teknologi komunikasi tersebut seakan membuat individu dimanjakan dalam kemudahan untuk aktivitas sehari-hari.
Misalnya, untuk mencari pengetahuan, pendidikan, kesehatan, keamanan, hiburan dan lain sebagainya. Hadirnya teknologi internet membuat hidup manusia semakin dimudahkan dan cepat.
Manusia tidak perlu lagi menunggu terlalu lama menerima sebuah informasi yang biasa dilihat di televisi, di koran, maupun yang biasa didengar di radio. Cukup dengan mengakses internet informasi yang diinginkan dengan mudah di dapat.
Perkembangan teknologi informasi membawa sebuah perubahan dalam masyarakat. Lahirnya media sosial menjadikan pola perilaku masyarakat mengalami pergeseran baik budaya, etika dan norma yang ada.
Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dengan berbagai kultur suku, ras dan agama yang beraneka ragam memiliki banyak sekali potensi perubahan sosial. Dari berbagai kalangan dan usia hampir semua masyarakat Indonesia memiliki dan menggunakan media sosial sebagai salah satu sarana guna memperoleh dan menyampaikan informasi ke publik.
Oleh sebab itu penelitian artikel ini memiliki rumusan masalah sebagai berikut: apa pengertian media sosial, apa dampak positif dan dampak negatif media sosial terhadap masyarakat di Indonesia dan apa pengaruh media sosial terhadap perubahan sosial masyarakat di Indonesia.
Media sosial adalah sebuah platform atau aplikasi yang digunakan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain secara online. Media sosial dapat berupa jejaring sosial, blog, forum, atau aplikasi berbagi foto dan video.
Sejak munculnya media sosial, banyak orang yang menggunakannya untuk berbagai keperluan, seperti berbagi informasi, berkomunikasi dengan teman, keluarga, atau bahkan dengan orang yang tidak dikenal, atau bahkan untuk mencari lowongan kerja.
Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan popularitas media sosial, banyak orang yang mulai merasakan dampak positif dan negatif dari penggunaan media sosial.
Dampak positif dan Dampak negatif dari media sosial antara lain:
Dampak positif media sosial yaitu, Mempermudah komunikasi dan interaksi dengan orang lain, baik itu dengan teman, keluarga, atau bahkan dengan orang yang tidak dikenal, dengan media sosial, kita dapat berbicara dengan orang yang jauh dari kita dengan cara yang mudah.
Media sosial dapat digunakan untuk mencari berita terbaru, membaca opini orang lain, atau berbagi informasi yang kita miliki, membantu dalam pemasaran dan promosi, karena media sosial dapat digunakan untuk mempromosikan produk atau jasa.
Meningkatkan pengetahuan dan kreativitas karena media sosial dapat digunakan untuk belajar hal-hal baru, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, atau mengekspresikan diri melalui karya seni atau tulisan.
Membangun jejaring dan relasi, karena media sosial dapat digunakan untuk berkenalan dengan orang-orang yang memiliki minat, hobi, atau profesi yang sama, atau bahkan untuk mencari pasangan hidup.
Namun, tidak semua dampak media sosial adalah positif. Ada juga dampak negatif yang bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental pengguna media sosial.
Beberapa dampak negatif media sosial yaitu, Mengurangi kualitas tidur, karena penggunaan media sosial yang berlebihan bisa membuat kita sulit untuk tidur nyenyak atau mengganggu siklus tidur kita.
Meningkatkan kecemasan dan depresi, karena penggunaan media sosial yang berlebihan bisa membuat kita merasa tidak puas dengan diri sendiri, merasa terisolasi dari lingkungan sekitar, atau terpengaruh oleh tekanan social , hal ini bisa menyebabkan stres, kegelisahan, perasaan sedih, rendah diri, atau bahkan bunuh diri.
Menyebabkan kecanduan, karena penggunaan media sosial yang berlebihan bisa membuat kita kehilangan kontrol atas diri sendiri, hal ini bisa menyebabkan gangguan perilaku internet (Internet Addiction Disorder) atau gangguan obsesif kompulsif (Obsessive Compulsive Disorder).
Menimbulkan risiko penyalahgunaan informasi pribadi, karena penggunaan media sosial yang tidak bijak bisa membuat kita tidak sadar memberikan data pribadi kita kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, hal ini bisa menyebabkan pencurian identitas, penipuan online, peretasan akun, atau bahkan pelecehan seksual.
Untuk mencegah dampak negatif media sosial, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai pengguna media sosial yang bijak.
Beberapa cara mencegah dampak negatif media sosial yaitu:
Menentukan batas waktu penggunaan media sosial, misalnya hanya satu jam per hari atau hanya pada waktu-waktu tertentu saja.
Memilih konten media sosial yang bermanfaat dan positif, misalnya yang bersifat edukatif, inspiratif, informatif, atau hiburan, hal ini bisa membantu kita untuk meningkatkan pengetahuan dan kreativitas serta menghindari konten-konten negative.
Menjaga privasi dan keamanan akun media sosial, tidak memberikan informasi pribadi seperti nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon, atau nomor rekening kepada orang yang tidak dikenal.
Menjalin komunikasi dan interaksi dengan orang-orang di dunia nyata, misalnya dengan keluarga, teman, atau tetangga. hal ini bisa membantu kita untuk menjaga keseimbangan antara dunia online dan offline.
Menghindari cyberbullying, misalnya dengan tidak mengejek, menghina, mengancam, atau melakukan kekerasan secara online kepada orang lain; tidak menyebarluaskan informasi palsu tentang orang lain, hal ini bisa membantu kita untuk menjaga etika dan moral serta menghindari trauma psikologis.
Media sosial memang baik untuk remaja, karena di media sosial mereka akan mendapatkan banyak teman informasi dan sebagainya.
Tetapi, bagi para orangtua wajib untuk selalu mendampingi atau mengetahui perkembangan kehidupan sosial remaja agar tidak terjerumus kepada hal yang negatif, jangan sampai penggunaan media sosial yang berlebihan mengakibatkan turunnya produktivitas dan rasa sosial di antara remaja terutama keluarga. Remaja harus dapat membagi waktu antara orang tua, belajar, dan teman yang berada di dunia nyata.
Najmi Nihayah
Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta