<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bali Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/bali/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/bali/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Thu, 13 Nov 2025 12:51:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Bali Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/bali/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>FWJ Indonesia: Pasar Seni Ubud, Destinasi Wajib dalam Jelajah Budaya Bali</title>
		<link>https://jakpos.id/fwj-indonesia-pasar-seni-ubud-destinasi-wajib-dalam-jelajah-budaya-bali/</link>
					<comments>https://jakpos.id/fwj-indonesia-pasar-seni-ubud-destinasi-wajib-dalam-jelajah-budaya-bali/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2025 12:51:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[FWJI]]></category>
		<category><![CDATA[Ubud]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=92020</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ubud, Bali – Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) &#8220;On The Road Traveling Go To Bali&#8221;&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/fwj-indonesia-pasar-seni-ubud-destinasi-wajib-dalam-jelajah-budaya-bali/">FWJ Indonesia: Pasar Seni Ubud, Destinasi Wajib dalam Jelajah Budaya Bali</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ubud, Bali</strong> – Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) &#8220;On The Road Traveling Go To Bali&#8221; memperkaya pengalaman mereka dengan mengunjungi Pasar Seni Ubud, ikon budaya dan pusat perbelanjaan tradisional setelah kunjungan ke Puri Ubud. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 13 November 2025 ini, menjadi sorotan dalam perjalanan.</p>
<p>Bahrudin, Kepala Tim 9 DPP FWJI Indonesia, menekankan Pasar Seni Ubud sebagai destinasi yang menawarkan lebih dari sekadar itu. &#8220;Pasar Seni Ubud adalah tempat kita menemukan berbagai barang, mulai dari aksesoris khas Bali, pakaian dengan desain unik, hingga kesenian yang mencerminkan kekayaan budaya Bali,&#8221; ujarnya saat dikonfirmasi (13/11).</p>
<p>Lebih lanjut, Ria perwakilan FWJI Korwil Jakarta Selatan, menambahkan bahwa Pasar Seni Ubud menawarkan kemudahan akses dan fasilitas memadai. &#8220;Selain lokasinya yang sentral dan mudah dijangkau, Pasar Seni Ubud juga menyediakan area parkir luas. Di dalam pasar, kita bisa menemukan produk unggulan seperti kaos barong, pernak-pernik boho, kaos rayon nyaman, outer motif khas Bali, aquarium mini, dan berbagai kerajinan tangan lainnya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selain itu, Ria menuturkan bahwa Kualitas barang di Pasar Seni Ubud sangat baik, dan harga masih bisa dinegosiasikan. &#8220;Pasar ini wajib dikunjungi untuk mencari oleh-oleh atau sekadar menikmati suasana pasar tradisional Bali,&#8221; katanya.</p>
<p>Di lokasi yang sama, Risky, salah seorang anggota rombongan, mengungkapkan kekagumannya terhadap Pasar Seni Ubud sebagai representasi ekonomi kerakyatan. &#8220;Pasar Ubud berhasil menghipnotis wisatawan dengan menjajakan karya seni dan berbagai kebutuhan sehari-hari berkualitas. Sepanjang jalan di pasar ini, kita bisa melihat karya seni khas Bali yang indah dan mempesona,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Interaksi dengan pedagang lokal memberikan wawasan berharga tentang kehidupan dan budaya masyarakat Bali&#8221; sambungnya.</p>
<p>Mairoji Eka Saputra, Kepala Bidang Budaya Pariwisata FWJI, menegaskan bahwa kegiatan &#8220;FWJI On The Road Traveling Go To Bali&#8221; memiliki tujuan lebih dalam daripada sekadar berlibur. &#8220;Kegiatan ini adalah bagian dari upaya kami mempromosikan pariwisata Indonesia dan memperkenalkan kekayaan budaya berbagai daerah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Hal ini sejalan dengan pesan Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya, saat melepas rombongan pada Senin, 10 November 2025, di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Beliau menekankan bahwa perjalanan ini bukan hanya sekadar jalan-jalan, tetapi juga kesempatan untuk belajar, berbagi, dan menginspirasi.</p>
<p>Perlu diketahui, Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) adalah organisasi wartawan yang berkomitmen mendukung jurnalisme berkualitas, mempromosikan pariwisata Indonesia, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. FWJI berperan aktif dalam kegiatan sosial dan budaya, serta mendukung pengembangan potensi daerah di seluruh Indonesia. (*/Red)</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/fwj-indonesia-pasar-seni-ubud-destinasi-wajib-dalam-jelajah-budaya-bali/">FWJ Indonesia: Pasar Seni Ubud, Destinasi Wajib dalam Jelajah Budaya Bali</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/fwj-indonesia-pasar-seni-ubud-destinasi-wajib-dalam-jelajah-budaya-bali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/fwji.or.id/go/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251113-WA0004-1536x677.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>10 Restoran Jepang di Ubud Terbaik dengan Cita Rasa Autentik</title>
		<link>https://jakpos.id/restoran-jepang-di-ubud-terbaik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2025 07:31:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Kojin Japanese Restaurant]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Restoran Jepang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91449</guid>

					<description><![CDATA[<p>Temukan restoran jepang di Ubud terbaik dengan menu autentik &#038; suasana nyaman. Panduan lengkap lokasi, harga &#038; rekomendasi hidangan favorit.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/restoran-jepang-di-ubud-terbaik/">10 Restoran Jepang di Ubud Terbaik dengan Cita Rasa Autentik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Temukan restoran jepang di Ubud terbaik dengan menu autentik &amp; suasana nyaman. Panduan lengkap lokasi, harga &amp; rekomendasi hidangan favorit.</em></h3>
</blockquote>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;"><b><a href="https://jakpos.id/">JAKPOS</a> </b></span><span style="font-weight: 400;">&#8211; Menikmati kuliner Jepang di Ubud selalu jadi pengalaman yang menyenangkan. Banyak orang datang ke Bali untuk liburan, tapi ternyata Ubud menyimpan kejutan dalam hal kuliner internasional, khususnya masakan Jepang. Mulai dari sushi segar, ramen hangat, hingga menu grill yang autentik, semua bisa ditemukan di kawasan ini.</span></p>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Bagi yang sedang mencari tempat makan Jepang di Ubud, pilihannya memang banyak. Tapi justru karena banyak itulah, kadang bingung harus mulai dari mana. Artikel ini bisa jadi panduan untuk menemukan restoran Jepang terbaik dengan kualitas rasa, suasana, dan pengalaman makan yang berkesan.</span></p>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Di sini akan dibahas beberapa restoran Jepang populer di Ubud. Mulai dari tempat yang menghadirkan fine dining dengan suasana elegan, sampai restoran sederhana dengan nuansa homey. Jadi, kalau sedang jalan-jalan ke Ubud, jangan lewatkan kesempatan mencoba salah satunya.</span></p>
<h2 style="font-weight: 600;"><b>Mengapa Restoran Jepang di Ubud Begitu Populer</b></h2>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Ubud dikenal dengan suasana alam yang tenang, sawah hijau, dan budaya yang kental. Tapi di balik itu semua, kawasan ini juga jadi spot kuliner internasional. Banyak chef dari Jepang maupun luar negeri membuka restoran di sini untuk membawa cita rasa autentik.</span></p>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Restoran Jepang di Ubud populer karena menyajikan bahan-bahan segar dan teknik masak tradisional. Sushi dengan ikan segar, ramen dengan kuah gurih, hingga wagyu panggang, semuanya disiapkan dengan detail yang khas. Hal ini yang membuat wisatawan merasa seperti sedang makan langsung di Jepang.</span></p>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Selain itu, suasana restoran di Ubud biasanya mendukung pengalaman makan. Ada yang dibuat modern dan stylish, ada juga yang menyatu dengan alam. Jadi orang-orang tidak hanya datang untuk makan, tapi juga menikmati suasana.</span></p>
<h2 style="font-weight: 600;"><b>10 Restoran Jepang di Ubud Terbaik yang Wajib Dicoba</b></h2>
<h3 style="font-weight: 600;"><b>Kojin Japanese Restaurant</b></h3>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Kalau bicara restoran Jepang di Ubud, </span><span style="font-weight: 400;"><span style="color: #0000ff;">Kojin Japanese Restaurant</span></span><span style="font-weight: 400;"> wajib ada di daftar teratas. Restoran ini dikenal dengan konsep authentic Japanese grill yang menghadirkan pengalaman makan berbeda.</span></p>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Kojin menawarkan berbagai pilihan daging premium yang dipanggang dengan teknik khas Jepang. Menu seperti wagyu, seafood segar, hingga sayuran yang dipanggang sempurna jadi daya tarik utamanya.</span></p>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Suasananya juga mendukung, dengan interior elegan dan pelayanan ramah. Bagi pecinta kuliner Jepang, Kojin bisa jadi destinasi spesial saat berada di Ubud.</span></p>
<h3 style="font-weight: 600;"><b>Shichirin</b></h3>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Restoran ini menghadirkan konsep makan ala Jepang dengan grill kecil di meja. Shichirin dikenal dengan cara penyajian yang interaktif, membuat pengalaman makan terasa seru.</span></p>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Orang bisa memanggang sendiri daging atau seafood sesuai selera, langsung di atas panggangan arang khas Jepang. Rasanya lebih fresh, dan suasananya pas untuk makan bersama keluarga atau teman.</span></p>
<h3 style="font-weight: 600;"><b>MORI</b></h3>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">MORI jadi pilihan lain untuk menikmati masakan Jepang di Ubud. Restoran ini menghadirkan perpaduan antara modern Japanese dining dengan sentuhan interior stylish.</span></p>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Menu andalannya termasuk sushi, sashimi, dan berbagai hidangan fusion. Cocok untuk yang ingin pengalaman kuliner Jepang dengan sentuhan kekinian.</span></p>
<h3 style="font-weight: 600;"><b>Norii</b></h3>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Norii dikenal sebagai salah satu restoran Jepang dengan suasana nyaman. Tempat ini sering jadi favorit bagi yang ingin makan sushi dengan bahan segar.</span></p>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Selain sushi, ramen dan donburi juga banyak dipilih oleh pengunjung. Norii memberikan nuansa homey yang bikin orang betah berlama-lama.</span></p>
<h3 style="font-weight: 600;"><b>Rayjin</b></h3>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Rayjin menghadirkan pengalaman kuliner Jepang dengan konsep modern. Suasana restoran dibuat energik dan penuh semangat, sejalan dengan tagline mereka.</span></p>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Menu yang ditawarkan bervariasi, mulai dari sushi rolls hingga hidangan khas Jepang lainnya. Tempat ini cocok untuk anak muda yang ingin menikmati suasana makan yang lively.</span></p>
<h3 style="font-weight: 600;"><b>TYGR Sushi</b></h3>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Bagi pencinta sushi rolls, TYGR Sushi jadi tempat yang wajib dicoba. Restoran ini dikenal dengan variasi sushi kreatif yang tampilannya menarik.</span></p>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Selain itu, harganya cukup terjangkau untuk kualitas yang ditawarkan. Cocok untuk makan santai di tengah liburan Ubud.</span></p>
<h3 style="font-weight: 600;"><b>The Sayan House</b></h3>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">The Sayan House sebenarnya bukan restoran Jepang murni, tapi mereka menghadirkan banyak menu dengan sentuhan Jepang. Lokasinya di tepi tebing dengan pemandangan luar biasa.</span></p>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Makan sushi atau menu fusion Jepang di sini akan terasa spesial karena suasananya benar-benar romantis. Banyak pasangan menjadikan tempat ini pilihan untuk dinner istimewa.</span></p>
<h3 style="font-weight: 600;"><b>Ryoshi</b></h3>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Ryoshi sudah dikenal luas sebagai salah satu restoran Jepang legendaris di Bali. Mereka punya beberapa cabang, termasuk di Ubud.</span></p>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Menu sushi dan sashimi di sini terkenal segar dan autentik. Ryoshi sering jadi tempat langganan bagi mereka yang sudah lama tinggal di Bali.</span></p>
<h3 style="font-weight: 600;"><b>Kyoka</b></h3>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Kyoka menghadirkan suasana cozy dengan menu Jepang yang autentik. Sushi, ramen, dan bento jadi pilihan utama yang selalu dicari pengunjung.</span></p>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Restoran ini pas untuk makan santai bersama teman atau keluarga. Lokasinya juga cukup strategis sehingga mudah dijangkau.</span></p>
<h3 style="font-weight: 600;"><b>Toro Sushi</b></h3>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Toro Sushi termasuk restoran Jepang yang fokus pada kualitas sushi. Mereka menghadirkan variasi menu dengan bahan segar yang diproses dengan detail.</span></p>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Selain sushi, ada juga ramen dan beberapa menu side dish khas Jepang. Restoran ini cocok bagi pencinta kuliner Jepang yang ingin pengalaman sederhana tapi memuaskan.</span></p>
<h2 style="font-weight: 600;"><b>Tips Menikmati Restoran Jepang di Ubud</b></h2>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Untuk pengalaman terbaik, coba pesan menu andalan di setiap restoran. Misalnya, wagyu grill di Kojin atau sushi rolls kreatif di TYGR Sushi. Dengan begitu, kunjungan terasa lebih spesial.</span></p>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Jangan lupa untuk melakukan reservasi, terutama di restoran populer seperti Kojin atau The Sayan House. Karena suasana Ubud yang ramai, meja bisa cepat penuh, apalagi di jam makan malam.</span></p>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Bagi yang ingin suasana lebih santai, datanglah di siang hari. Banyak restoran Jepang di Ubud yang menawarkan pemandangan indah, jadi pengalaman makan akan semakin berkesan.</span></p>
<h2 style="font-weight: 600;"><b>Penutup</b></h2>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Restoran Jepang di Ubud memang menghadirkan banyak pilihan menarik. Dari yang fokus pada grill, sushi, ramen, hingga menu fusion, semuanya bisa ditemukan dengan mudah.</span></p>
<p style="font-weight: 500;"><span style="font-weight: 400;">Kalau liburan ke Ubud, jangan lupa masukkan salah satu dari daftar ini ke itinerary. Siapa tahu, pengalaman kuliner Jepang di Ubud bisa jadi kenangan spesial yang bikin ingin kembali lagi.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/restoran-jepang-di-ubud-terbaik/">10 Restoran Jepang di Ubud Terbaik dengan Cita Rasa Autentik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/backend.thewonderspace.com/storage/og-image/sGbI4jPjHG1CYXCLRYwOqZeiky0zIS0i8NJNB0Bg.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Gubernur Bali Tolak Keberadaan GRIB Diwilayahnya</title>
		<link>https://jakpos.id/gubernur-bali-tolak-keberadaan-grib-diwilayahnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2025 05:17:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[GRIB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=86564</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan akan menolak GRIB Jaya di Bali jika organisasi&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/gubernur-bali-tolak-keberadaan-grib-diwilayahnya/">Gubernur Bali Tolak Keberadaan GRIB Diwilayahnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan akan menolak GRIB Jaya di Bali jika organisasi masyarakat (ormas) itu mendaftar.</p>
<p>GRIB jadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Selain anggotanya terlibat dalam kasus pembakaran mobil polisi di Depok, pemimpin GRIB, Hercules juga sosok kontroversial.</p>
<p>&#8220;Tidak akan diterima, pemerintah daerah berhak menolak. Sesuai kebutuhan dan pertimbangan di daerah,&#8221; kata Koster, saat konferensi pers saat konferensi pers di Jayasabah, Denpasar, Bali, Senin (12/5).</p>
<p>Gubernur Koster, juga menyampaikan bahwa soal kebebasan berkumpul tidak berarti bisa sebebas-bebasnya dan negara bisa mengatur supaya agar tertib, kondusif, dan memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara.</p>
<p>&#8220;Jadi diatur dalam peraturan, baik Undang-undang maupun peraturan pelaksanaannya,&#8221; kata Koster.</p>
<p>Politikus PDIP ini menegaskan bagi ormas yang belum mendaftar berarti belum mendapat pengakuan dan belum bisa melakukan kegiatan operasional di Bali.</p>
<p>Belum ada pernyataan dari GRIB Jaya terkait penolakan Wayan Koster ini.</p>
<p>Sebelumnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali juga mengatakan organisasi Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Bali, belum terdaftar secara resmi. Sejauh ini di Bali ada 298 ormas yang terdaftar.</p>
<p>Keberadaan ormas GRIB Jaya di Bali juga sempat jadi sorotan dan viral di media sosial lantaran dinarasikan dengan Partai Gerindra.</p>
<p>Namun hal ini sudah dibantah oleh Sekretaris DPD Partai Gerindra Bali Kadek Rambo Budi Prasetya. Menurutnya Gerindra tak terafiliasi dengan GRIB Jaya.</p>
<p>&#8220;Terkait masalah foto dan segala macam, kami tidak mengetahui itu posisi tempat di mana. Yang jelas Partai Gerindra tidak pernah berafiliasi dengan ormas GRIB,&#8221; katanya, dikutip dari Antara.</p>
<p>Rambo bahkan mengatakan tidak tahu kapan dan di mana video serta foto berlatar bendera Partai Gerindra itu diambil.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/gubernur-bali-tolak-keberadaan-grib-diwilayahnya/">Gubernur Bali Tolak Keberadaan GRIB Diwilayahnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/www.newsikal.com/wp-content/uploads/2025/05/berita_1747016560.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Jelajahi Bali dan Intip Keunikan Desa Wisata hingga Museum Sanghyang Dedari Giri Amerta</title>
		<link>https://jakpos.id/jelajahi-bali-dan-intip-keunikan-desa-wisata-hingga-museum-sanghyang-dedari-giri-amerta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2024 08:13:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=75387</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; &#8220;The museum is amazing because it features traditional dances related to rice. The&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/jelajahi-bali-dan-intip-keunikan-desa-wisata-hingga-museum-sanghyang-dedari-giri-amerta/">Jelajahi Bali dan Intip Keunikan Desa Wisata hingga Museum Sanghyang Dedari Giri Amerta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; <em>&#8220;The museum is amazing because it features traditional dances related to rice. The Sanghyang Dedari dance is performed by young girls as a form of gratitude and a request for protection to the Goddess.&#8221;</em> Pernyataan tersebut disampaikan oleh Isabella, turis asal Polandia yang mengunjungi Museum Sanghyang Dedari Giri Amerta di Desa Adat Geriana Kauh, Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, pada Rabu (28/8) lalu.</p>
<p>Ia mengagumi kebudayaan Bali yang memiliki hubungan erat dengan pertanian organik. Tari Sanghyang Dedari merupakan ritual sakral dalam proses tanam padi yang dijalankan oleh masyarakat adat Geriana Kauh. Tari ini dibawakan sebagai wujud permohonan kepada Sang Dewi agar tanaman padi terhindar dari malapetaka hama dan wabah, sehingga hasil panen baik.</p>
<p>Sayangnya, seiring berjalannya waktu, tradisi ini mulai tergerus oleh modernisasi pertanian. Para petani lebih memilih menggunakan pupuk dan pestisida kimia untuk hasil tanam yang lebih cepat. Padahal, penggunaan pupuk dan pestisida kimia merusak tanah dan lingkungan. Kondisi tanah yang rusak dan harga pupuk yang mahal memaksa masyarakat untuk merantau dan memilih profesi lain.</p>
<p>“Semakin banyak anak muda yang merantau, budaya dan tradisi semakin ditinggalkan. Hal ini membuat kami sadar bahwa upacara Sanghyang Dedari yang diajarkan oleh nenek moyang kami ternyata tidak hanya membangun kepercayaan kepada Dewi, tetapi juga menjaga kelestarian dan keberlanjutan desa,” ujar I Nyoman Subratha selaku Pendesa Desa Adat Geriana Kauh.</p>
<p>Untuk itu, dalam upaya menghidupkan kembali tradisi Sanghyang Dedari di Desa Adat Geriana Kauh, Universitas Indonesia (UI) menginisiasi program pelestarian budaya sejak 2016 dengan mendirikan Museum Sanghyang Dedari yang diresmikan pada 2019. Direktur Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat UI, Prof. Agung Waluyo, S.Kp., M.Sc., Ph.D., mengatakan bahwa pendirian museum ini adalah upaya terakhir yang dapat dilakukan oleh akademisi UI agar tradisi Sanghyang Dedari tidak hilang.</p>
<p>“Bensin penggerak dari Sanghyang Dedari adalah industri pertanian. Jika kegiatan bertani di sini telah banyak berkurang, lalu apa yang akan didoakan? Oleh karena itu, kami membangun Museum Sanghyang Dedari sebagai cikal bakal industri pariwisata di tempat ini untuk melestarikan budaya dan menghidupkan perekonomian demi masyarakat adat yang mandiri,” ujar Prof. Agung.</p>
<p>Menurutnya, Geriana Kauh dapat dikembangkan menjadi desa wisata karena memiliki banyak potensi. Desa yang terletak di sisi Selatan Gunung Agung ini memiliki perkebunan salak, hutan bambu, kebun kelapa, kebun pisang dan aren. Penduduk di desa juga menghasilkan berbagai kerajinan dari batu, kayu, dan rotan; beragam kuliner; serta hasil tenun dengan motif yang khas. Khusus untuk pertanian, masyarakat Geriana Kauh menghasilkan padi taun atau padi masa yang merupakan varietas padi lokal Bali dengan batang dan bulir padi yang lebih besar dibandingkan padi lainnya.</p>
<p>“Padi unggul ini memerlukan waktu tanam lebih lama, yakni sekitar 190 hari, jika dibandingkan dengan padi biasa yang hanya memerlukan waktu panen sekitar 3–4 bulan. Keunggulan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membangun agrowisata di desa tersebut. Untuk itu, kolaborasi quintuple helix yang melibatkan pemerhati budaya, pemerintah daerah, mitra swasta, media, ketua adat, dan karang taruna harus kita bangun bersama,” kata Prof. Agung.</p>
<p>Untuk mengembangkan Museum Sanghyang Dedari menjadi industri pariwisata, Tim Pengabdi UI berkolaborasi dengan Asosiasi Museum Indonesia mengadakan workshop pengelolaan museum yang diikuti oleh kaum muda Desa Geriana Kauh. Ketua Tim Pengabdi UI yang merupakan Dosen Fakultas Ilmu Pengetahun Budaya UI sekaligus Ketua Dewan Pakar Asosiasi Museum Indonesia, Dr. Ali Akbar, S.S., M.Hum., mengatakan bahwa pelatihan ini diberikan kepada anak muda agar mereka memiliki kesadaran untuk menjaga dan mewarisi museum.</p>
<p>Menurut Dr. Ali, Museum Sanghyang Dedari merupakan jenis museum komunitas yang didirikan dan dikelola oleh komunitas lokal, terbuka untuk umum, inklusif, serta menawarkan berbagai pengalaman untuk pendidikan, kesenangan, refleksi, dan pengetahuan. Hal yang harus dilakukan dalam pengelolaan museum ini adalah mendirikan struktur kelembagaan serta mengadakan program publik yang melibatkan pengujung untuk memberikan pengalaman yang menarik, informatif, interaktif, dan edukatif.</p>
<p>“Tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan museum ini adalah banyak generasi muda di desa yang memilih merantau untuk bekerja setelah tamat sekolah. Karena itu, dalam pelatihan ini, kami mendorong mereka untuk mengenali potensi apa saja yang ada di Geriana Kauh yang bisa dikembangkan sebagai agrowisata, serta bagaimana strategi branding dilakukan agar wisata di desa ini semakin dikenal,” ujar Dr. Ali.</p>
<p>I Wayan Agus Mahardika, siswa kelas 12 SMA yang merupakan peserta dalam workshop tersebut, merasa senang karena mendapat ilmu baru terkait pengelolaan museum. Di tengah teman-temannya yang berlomba untuk merantau ke kota, Martin—sapaan akrabnya—justru bercita-cita menjadi guide profesional yang mengenalkan kearifan budaya daerahnya kepada para wisatawan yang berkunjung.</p>
<p>“Banyak spot menarik di desa ini yang bisa dikembangkan menjadi tempat wisata, seperti hutan bambu dan sawah dengan pemandangan Gunung Agung yang sangat indah. Jika dikelola dengan baik, wisata ini dapat digabungkan dengan museum. Semoga ke depannya pariwisata ini bisa berkembang, Museum Sanghyang Dedari bisa lebih maju dan lebih besar lagi, sehingga kami tidak perlu merantau untuk mencari penghidupan,” katanya.</p>
<p>Untuk menjaga kesakralan Tari Sanghyang Dedari yang ada di Desa Geriana Kauh, UI juga menginisiasi digitalisasi museum guna memberikan pengalaman berkunjung secara virtual. Pengunjung dapat mengakses laman https://sanghyangdedari.org/ dan mengikuti akun Instagram @wisatadesadedari untuk mendapatkan informasi terbaru terkait kegiatan wisata dan perayaan di desa tersebut.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/jelajahi-bali-dan-intip-keunikan-desa-wisata-hingga-museum-sanghyang-dedari-giri-amerta/">Jelajahi Bali dan Intip Keunikan Desa Wisata hingga Museum Sanghyang Dedari Giri Amerta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/0x0/webp/photo/p2/167/2024/09/09/Screenshot_20240909_210208-4214158973.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
