<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Digital Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/digital/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/digital/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Sep 2025 01:34:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Digital Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/digital/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Detoks Gadgetmu, Raih Mimpi Muliamu!</title>
		<link>https://jakpos.id/detoks-gadgetmu-raih-mimpi-muliamu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 01:34:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Detox]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91658</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Elmira Fairuz Inayah, Anggota Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/detoks-gadgetmu-raih-mimpi-muliamu/">Detoks Gadgetmu, Raih Mimpi Muliamu!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Elmira Fairuz Inayah, Anggota Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok</strong></em></p>
<p>Gadget itu memang kayak sahabat dekat, ya. Ada terus di samping kita. Bangun tidur, cek notifikasi, lagi makan sambil scroll TikTok, lagi belajar eh, buka IG dulu deh, mau tidur, nonton reels sampai ketiduran. Hidup kayaknya kurang lengkap tanpa layar 6 inci itu.</p>
<p>Tapi sadar enggak, kadang-kadang “sahabat” ini justru ngegerogoti kita pelan-pelan ke jurang keterikatan yang nyaris tak terasa. Gejala ini dikenal dengan nomophobia. Ini bukan nama penyakit di film fiksi ilmiah, tapi singkatan dari no mobile phone phobia, alias ketakutan berlebihan kalau jauh dari HP.</p>
<p>Dari bangun tidur sampai tidur lagi, rasanya nempel terus sama HP. Bangun tidur langsung cek notifikasi, makan sambil scroll TikTok, belajar tapi nyambi dengerin lagu dan chatting. Nggak heran kalau nomophobia jadi salah satu isu kesehatan mental paling sering ditemukan di kalangan pelajar sekarang. Tak bisa hidup tanpa sinyal. Blank spot!</p>
<p>Oleh karenanya, hati-hati candu digital. Banyak dari kita enggak sadar sudah kecanduan gadget. Eggak bisa lepas. Dan yang lebih bahaya, kita merasa ini wajar-wajar aja. Padahal, makin lama, kebiasaan ini menggerogoti masa depan kita. Kita jadi gampang terdistaksi, susah fokus, susah tidur, gampang baper, insecure karena perbandingan hidup orang lain di sosmed, dan parahnya, jadi kehilangan arah hidup.</p>
<p>Kalau sudah kecanduan, jadi ketagihan. Lupa waktu, lupa diri, lupa dengan masa depan. Scrolling endless, stalking akun gosip, mabar sampai lupa waktu, nonton video reels berjam-jam. Katanya biar tetap tak ketinggalan berita viral, tetap update dengan gosip terbaru. Bisa ngikutin trending di linimasa dan konten fyp. Ujung-ujungnya jadi FOMO (Fear of Missing Out).</p>
<p>Namun, ingat akan bahayanya FOMO. Ngenes sih ketika banyak remaja dan pelajar terjebak dalam lingkaran gaya hidup FOMO. Rasa takut ketinggalan bikin enggak nyaman pas lihat teman-teman upload kegiatan keren, ngomongin konten viral, momen seru, atau barang baru — sementara kita ngerasa “enggak ikut”, “enggak punya”, atau “enggak sekeren mereka”. Enggak update.</p>
<p>Akibatnya, FOMO membuat remaja selalu merasa &#8220;kurang update&#8221;, merasa hidupnya kurang seru dibanding orang lain di media sosial. Ini bisa memicu kecemasan berlebihan, overthinking, bahkan depresi ringan hingga berat karena terus-menerus membandingkan hidupnya dengan orang lain yang di-highlight di media sosial.</p>
<p>Karena takut ketinggalan notifikasi atau konten baru, banyak remaja enggak bisa fokus belajar. Otaknya terus dipaksa bekerja untuk buka HP. Sampai rela scrolling TikTok, ngecek IG story, atau mantengin chat. Padahal, keharusan ini bisa menurunkan daya pikir, emosi jadi labil, dan tubuh gampang sakit. Sekolah jadi kacau, prestasi jeblok!</p>
<p>Selain FOMO, game online juga enggak kalah bikin candu. “Cuma 10 menit,” katanya. Tapi tiba-tiba sudah tengah malam. Ranking naik, tapi PR numpuk. Skin nambah, tapi hafalan Al-Qur&#8217;an mandek. Remaja yang kecanduan game seringkali kehilangan kehangatan interaksi dengan keluarga. Karena lebih banyak waktu dihabiskan untuk main game, komunikasi jadi minim. Bahkan, sebagian jadi menunda saat diminta berhenti main. Ini bisa memicu konflik berkepanjangan dan bikin hubungan dengan orang tua renggang.</p>
<p>Adapun game online berefek memicu pelepasan dopamin berlebihan di otak — mirip efek narkoba. Akibatnya, otak jadi “malas” menerima rangsangan lain seperti belajar atau membaca. Konsentrasi menurun, daya ingat melemah, prestasi sekolah jeblok. Banyak game yang menjual in-app purchase atau item berbayar. Sebagian remaja rela menghabiskan uang jajan, bahkan uang keluarga, untuk beli skin, senjata, atau item game lainnya. Bahkan sampai meminjam uang atau berutang demi game. Terjebak pinjol!</p>
<p>Dan yang enggak kalah miris, banyak game online yang menyisipkan unsur kekerasan, darah, bahkan sensualitas. Lama-lama, hati jadi bebal terhadap maksiat. Sebagian gamer bahkan memicu toxic behavior, seperti ngomong kasar, nge-cheat, atau nyinyirin orang lain.</p>
<p>Maka, sekarang saatnya detoks digital. Gadget bukan musuh, tapi dia harus dijinakkan dengan detoks digital. Eggak perlu ekstrem buang HP ke tong sampah terdekat. Cukup pakai dengan bijak sesuai kebutuhan saja. Biar otak dan hati kita enggak terus-terusan dibombardir racun-racun sdunia maya yang minim manfaat dan penuh mudarat.</p>
<p>Untuk detoks digital, bagaimana tipsnya? Yang pasti harus meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits, Dari Abu Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu, dari Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, beliau bersabda, &#8220;Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat&#8221; (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976).</p>
<p>Maka, berikut tips sederhana yang bisa kamu coba: Pertama, buat jadwal online. Tentukan waktu khusus buat buka sosmed dan game, misalnya 1 jam sehari. Di luar itu, matikan notifikasi atau aktifkan mode fokus.</p>
<p>Kedua, pasang target harian. Tulis target harian: baca 5 halaman buku, hafal 1 ayat, bantu ibu di rumah, selesaikan PR tanpa menunda. Setelah semua target selesai, baru boleh reward diri dengan main HP.</p>
<p>Ketiga, cari pengganti yang sehat. Bosen? Jangan lari ke HP. Coba olahraga ringan, ngobrol bareng keluarga, atau ikut komunitas positif. Kamu bakal kaget melihat dunia nyata itu jauh lebih keren dari dunia digital.</p>
<p>Keempat, gunakan gadget buat hal baik. Pakai HP untuk nonton kajian, dengar podcast Islami, nulis ide dakwah, atau hal yang bermanfaat lainnya. Jadikan gadgetmu alat perjuangan, bukan jebakan.</p>
<p>Ayo mulai detoks gadget sekarang! Mulai dari sekarang, segera kurangi layar, perbanyak karya. Stop gaming, perbanyak membaca, berjalan, dan berinteraksi dengan keluarga. Kurangi scrolling, perbanyak helping. Kurangi FOMO, perbanyak waktu nabung pahala.</p>
<p>Kita ini pelajar Muslim. Punya Allah sebagai tujuan, Rasulullah sebagai teladan, dan mimpi besar sebagai cita-cita tertinggi. Jangan biarkan dunia maya merampas mimpi mulia itu. Yuk, mulai dari sekarang: Detoks gadgetmu, raih mimpimu! Biar hidup makin berarti, makin berprestasi, dan selalu berkontribusi. []</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/detoks-gadgetmu-raih-mimpi-muliamu/">Detoks Gadgetmu, Raih Mimpi Muliamu!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/imageio.forbes.com/specials-images/imageserve/1202807113/Digital-Detox-from-Devices/960x0.jpg?format=jpg&#038;width=960&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Lawan Penipuan Digital, Global Anti-Scam Alliance Cabang Indonesia Diluncurkan</title>
		<link>https://jakpos.id/lawan-penipuan-digital-global-anti-scam-alliance-cabang-indonesia-diluncurkan/</link>
					<comments>https://jakpos.id/lawan-penipuan-digital-global-anti-scam-alliance-cabang-indonesia-diluncurkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 23:13:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[Scam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=89322</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cabang Indonesia dari Global Anti-Scam Alliance Diluncurkan untuk Melawan Penipuan Digital yang Semakin Meningkat dan Melindungi Konsumen</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/lawan-penipuan-digital-global-anti-scam-alliance-cabang-indonesia-diluncurkan/">Lawan Penipuan Digital, Global Anti-Scam Alliance Cabang Indonesia Diluncurkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Koalisi para pemimpin di bidang teknologi, telekomunikasi, dan keuangan bersatu untuk memperkuat kolaborasi industri dan ketahanan digital di Indonesia</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/"><strong>JAKARTA</strong> </a>&#8211; Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) dan Mastercard, bersama AFTECH, hari ini mengumumkan peluncuran cabang Indonesia dari Global Anti Scam Alliance (GASA). Inisiatif strategis ini menandai langkah besar dalam upaya bersama untuk mengatasi peningkatan penipuan digital di negara ini. Ini adalah cabang GASA kedua yang diluncurkan di Asia Tenggara, setelah pendirian cabang Singapura tahun lalu.</p>
<p>GASA adalah organisasi nirlaba internasional terkemuka yang berdedikasi untuk mengumpulkan pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk lembaga pemerintah, platform teknologi, lembaga keuangan, kelompok perlindungan konsumen, dan masyarakat sipil, untuk mengatasi penipuan dan kecurangan online melalui kolaborasi, pendidikan, dan penelitian.</p>
<p>Dengan tema “Memperkuat kepercayaan, memfasilitasi pertumbuhan”, cabang GASA Indonesia mengumpulkan koalisi kuat dari anggota pendiri. Cabang ini akan dipimpin oleh Indosat sebagai Ketua Pertama, dengan Mastercard dan AFTECH sebagai Wakil Ketua, serta organisasi terkemuka seperti DANA, Google, GSMA, Meta, Shopee, dan Tech for Good Institute bergabung dalam koalisi ini.</p>
<p>Sebagai salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan paling cepat di Asia, Indonesia memiliki karakteristik yang dinamis namun juga rentan. Menurut Asia Scam Report 2024 dari GASA, 65 persen warga Indonesia mengalami upaya penipuan setiap minggu, mulai dari pesan phishing, tawaran pekerjaan palsu, hingga penipuan investasi.</p>
<p>Peluncuran GASA Indonesia merupakan respons strategis untuk menghadapi ancaman yang semakin meningkat ini secara langsung. Penipuan telah menjadi masalah yang meluas yang memengaruhi konsumen, bisnis, dan lembaga, sehingga kolaborasi lintas sektor menjadi lebih mendesak dari sebelumnya. Cabang ini akan berfokus pada pertukaran informasi antarindustri, kampanye pendidikan publik, dan inovasi kebijakan untuk memperkuat kepercayaan dan keamanan digital.</p>
<p>Salah satu misi utama GASA Indonesia adalah membentuk koalisi sektor swasta yang bekerja sama erat dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lembaga-lembaga terkait lainnya, guna memastikan sinergi yang kuat antara sektor publik dan swasta dalam memberantas penipuan.</p>
<p>Pembentukan cabang Indonesia dari GASA didorong oleh komitmen bersama Indosat dan Mastercard untuk mengumpulkan pemangku kepentingan sektor publik dan swasta dalam menangani ancaman kejahatan siber yang semakin meningkat. Sebagai anggota pendiri, kedua organisasi ini memiliki rekam jejak yang kuat dalam kolaborasi di bidang inovasi, kemitraan industri, dan pendidikan. Mastercard, sebagai anggota pendiri global GASA dan penasihat untuk Asia Tenggara, memainkan peran kunci dalam menginisiasi cabang di Indonesia. Indosat, melalui jaringan luasnya, kemampuan kecerdasan buatan (AI), dan fokus pada inklusi digital, secara aktif mendukung upaya di lapangan untuk melindungi masyarakat Indonesia dari penipuan dan spam. Cabang ini terbuka untuk partisipasi dan kolaborasi yang lebih luas guna mendorong misi GASA di Indonesia.</p>
<p>Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyatakan: “OJK menyambut baik pembentukan cabang GASA Indonesia sebagai inisiatif strategis yang sejalan dengan misi kami melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menangani penipuan dan meningkatkan perlindungan konsumen.”</p>
<p>Reski Damayanti, Chief Legal &amp; Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison dan Ketua GASA Indonesia, menyatakan: “Penipuan tidak lagi merupakan insiden terisolasi—mereka telah menjadi ancaman sistemik. Kami yakin kami memiliki tanggung jawab bersama untuk bertindak secara tegas. Perwakilan Indonesia ini merepresentasikan koalisi yang bersatu, menggabungkan industri, pemerintah, dan masyarakat sipil untuk melindungi publik dan mengembalikan kepercayaan. Indosat bangga berkontribusi dengan kepemimpinan kami dalam gerakan ini, sejalan dengan tujuan besar kami untuk memberdayakan Indonesia.”</p>
<p>Aileen Goh, Country Manager Indonesia, Mastercard, dan Wakil Ketua GASA Indonesia, mengatakan: “Peluncuran cabang GASA Indonesia menggabungkan keahlian global dan lokal terbaik untuk memerangi penipuan digital dengan memanfaatkan pengalaman kolektif semua anggota. Aliansi ini berfungsi sebagai jembatan vital yang menghubungkan Indonesia dengan jaringan global aliansi anti-penipuan, mengumpulkan organisasi lintas sektor untuk berbagi informasi, praktik terbaik, dan mendorong tindakan kolektif. Di Mastercard, kami percaya bahwa tidak ada yang dapat membangun dan mengamankan ekonomi digital sendirian, itulah mengapa Mastercard secara aktif mendorong kolaborasi industri di seluruh kawasan. Cabang Indonesia merupakan perpanjangan alami dari komitmen berkelanjutan organisasi ini, dan Mastercard merasa terhormat dapat berkontribusi sebagai Wakil Ketua, bekerja sama erat dengan anggota lain untuk memperkuat kepercayaan digital dan melindungi konsumen di Indonesia.”</p>
<p>Firlie H. Ganinduto, Wakil Ketua GASA Indonesia dan Sekretaris Jenderal AFTECH, mengatakan: “Ekosistem digital Indonesia berkembang pesat, membawa peluang besar untuk inovasi dan inklusi. Namun, untuk mempertahankan pertumbuhan ini, kita harus membangun infrastruktur digital yang kuat—dan itu dimulai dengan kepercayaan digital. Tanpa melindungi orang dari penipuan, kepercayaan digital tidak akan pernah ada. Membangun ekosistem digital yang tepercaya membutuhkan kolaborasi antar semua sektor. Pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat sipil harus bekerja sama dalam model quad helix. Pada saat yang sama, kita membutuhkan kerja sama internasional, karena penipuan tidak mengenal batas dan membutuhkan respons global. Karena penipuan merupakan ancaman serius bagi keuangan digital dan ekosistem digital, AFTECH saat ini bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung inisiatif pencegahan, termasuk melalui pengembangan sistem identifikasi penipuan. Peluncuran GASA Indonesia Chapter merupakan langkah penting ke depan. Dengan mengurangi penipuan, kita membangun kepercayaan—dan dengan kepercayaan, kita memfasilitasi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara aman, inklusif, dan berkelanjutan.”</p>
<p>Jorij Abraham, Direktur Eksekutif, Global Anti Scam Alliance, menambahkan: “Indonesia memainkan peran kunci dalam ekonomi digital Asia Tenggara dan merupakan salah satu pasar paling dinamis di dunia. Seiring dengan meningkatnya skala dan kompleksitas penipuan, membangun ekosistem yang dapat dipercaya untuk perlindungan konsumen menjadi semakin kritis. Kami bangga meluncurkan cabang Indonesia dari GASA dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para ketua nasional kami – Indosat, Mastercard, dan AFTECH – atas kepemimpinan, dedikasi, dan komitmen mereka terhadap misi ini. Bersama-sama, kita akan membangun komunitas online yang lebih kuat dan aman.”</p>
<h4>Kegiatan Cabang GASA di Indonesia</h4>
<p>Dengan bergabung dalam GASA, Indonesia menjadi bagian dari jaringan global organisasi publik, swasta, dan internasional terkemuka yang bekerja sama untuk memerangi penipuan dan memperkuat perlindungan konsumen. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai pemimpin regional dalam perjuangan melawan penipuan digital, sekaligus menunjukkan komitmennya terhadap kolaborasi lintas sektor dan masa depan digital yang lebih aman.</p>
<p>Cabang GASA Indonesia akan melakukan upaya untuk mempromosikan perlindungan konsumen nasional, termasuk pendidikan dan kampanye kesadaran anti-penipuan, penelitian, serta mendorong kolaborasi yang lebih besar antara sektor publik dan swasta dalam memerangi penipuan.</p>
<p>Inisiatif utama yang saat ini sedang digalakkan oleh GASA Indonesia adalah penelitian tentang ‘Kondisi Penipuan di Indonesia’. Penelitian ini akan memberikan wawasan baru mengenai lanskap ancaman lokal, kerentanan konsumen, dan taktik penipuan yang terus berkembang, sehingga memberikan pengetahuan yang diperlukan bagi pemangku kepentingan di berbagai sektor untuk merumuskan strategi pencegahan yang efektif.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/lawan-penipuan-digital-global-anti-scam-alliance-cabang-indonesia-diluncurkan/">Lawan Penipuan Digital, Global Anti-Scam Alliance Cabang Indonesia Diluncurkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/lawan-penipuan-digital-global-anti-scam-alliance-cabang-indonesia-diluncurkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/wisconsin.cdn-anvilcms.net/media/images/2022/03/18/images/SCAM_shutterstock_1060927199.max-640x480.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Lawan Penipuan Digital, Global Anti-Scam Alliance Cabang Indonesia Diluncurkan</title>
		<link>https://jakpos.id/lawan-penipuan-digital-global-anti-scam-alliance-cabang-indonesia-diluncurkan-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 23:09:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[Scam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90214</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cabang Indonesia dari Global Anti-Scam Alliance Diluncurkan untuk Melawan Penipuan Digital yang Semakin Meningkat dan Melindungi Konsumen</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/lawan-penipuan-digital-global-anti-scam-alliance-cabang-indonesia-diluncurkan-2/">Lawan Penipuan Digital, Global Anti-Scam Alliance Cabang Indonesia Diluncurkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Koalisi para pemimpin di bidang teknologi, telekomunikasi, dan keuangan bersatu untuk memperkuat kolaborasi industri dan ketahanan digital di Indonesia</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>JAKARTA</strong> </a>&#8211; Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) dan Mastercard, bersama AFTECH, hari ini mengumumkan peluncuran cabang Indonesia dari Global Anti Scam Alliance (GASA). Inisiatif strategis ini menandai langkah besar dalam upaya bersama untuk mengatasi peningkatan penipuan digital di negara ini. Ini adalah cabang GASA kedua yang diluncurkan di Asia Tenggara, setelah pendirian cabang Singapura tahun lalu.</p>
<p>GASA adalah organisasi nirlaba internasional terkemuka yang berdedikasi untuk mengumpulkan pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk lembaga pemerintah, platform teknologi, lembaga keuangan, kelompok perlindungan konsumen, dan masyarakat sipil, untuk mengatasi penipuan dan kecurangan online melalui kolaborasi, pendidikan, dan penelitian.</p>
<p>Dengan tema “Memperkuat kepercayaan, memfasilitasi pertumbuhan”, cabang GASA Indonesia mengumpulkan koalisi kuat dari anggota pendiri. Cabang ini akan dipimpin oleh Indosat sebagai Ketua Pertama, dengan Mastercard dan AFTECH sebagai Wakil Ketua, serta organisasi terkemuka seperti DANA, Google, GSMA, Meta, Shopee, dan Tech for Good Institute bergabung dalam koalisi ini.</p>
<p>Sebagai salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan paling cepat di Asia, Indonesia memiliki karakteristik yang dinamis namun juga rentan. Menurut Asia Scam Report 2024 dari GASA, 65 persen warga Indonesia mengalami upaya penipuan setiap minggu, mulai dari pesan phishing, tawaran pekerjaan palsu, hingga penipuan investasi.</p>
<p>Peluncuran GASA Indonesia merupakan respons strategis untuk menghadapi ancaman yang semakin meningkat ini secara langsung. Penipuan telah menjadi masalah yang meluas yang memengaruhi konsumen, bisnis, dan lembaga, sehingga kolaborasi lintas sektor menjadi lebih mendesak dari sebelumnya. Cabang ini akan berfokus pada pertukaran informasi antarindustri, kampanye pendidikan publik, dan inovasi kebijakan untuk memperkuat kepercayaan dan keamanan digital.</p>
<p>Salah satu misi utama GASA Indonesia adalah membentuk koalisi sektor swasta yang bekerja sama erat dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lembaga-lembaga terkait lainnya, guna memastikan sinergi yang kuat antara sektor publik dan swasta dalam memberantas penipuan.</p>
<p>Pembentukan cabang Indonesia dari GASA didorong oleh komitmen bersama Indosat dan Mastercard untuk mengumpulkan pemangku kepentingan sektor publik dan swasta dalam menangani ancaman kejahatan siber yang semakin meningkat. Sebagai anggota pendiri, kedua organisasi ini memiliki rekam jejak yang kuat dalam kolaborasi di bidang inovasi, kemitraan industri, dan pendidikan. Mastercard, sebagai anggota pendiri global GASA dan penasihat untuk Asia Tenggara, memainkan peran kunci dalam menginisiasi cabang di Indonesia. Indosat, melalui jaringan luasnya, kemampuan kecerdasan buatan (AI), dan fokus pada inklusi digital, secara aktif mendukung upaya di lapangan untuk melindungi masyarakat Indonesia dari penipuan dan spam. Cabang ini terbuka untuk partisipasi dan kolaborasi yang lebih luas guna mendorong misi GASA di Indonesia.</p>
<p>Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyatakan: “OJK menyambut baik pembentukan cabang GASA Indonesia sebagai inisiatif strategis yang sejalan dengan misi kami melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menangani penipuan dan meningkatkan perlindungan konsumen.”</p>
<p>Reski Damayanti, Chief Legal &amp; Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison dan Ketua GASA Indonesia, menyatakan: “Penipuan tidak lagi merupakan insiden terisolasi—mereka telah menjadi ancaman sistemik. Kami yakin kami memiliki tanggung jawab bersama untuk bertindak secara tegas. Perwakilan Indonesia ini merepresentasikan koalisi yang bersatu, menggabungkan industri, pemerintah, dan masyarakat sipil untuk melindungi publik dan mengembalikan kepercayaan. Indosat bangga berkontribusi dengan kepemimpinan kami dalam gerakan ini, sejalan dengan tujuan besar kami untuk memberdayakan Indonesia.”</p>
<p>Aileen Goh, Country Manager Indonesia, Mastercard, dan Wakil Ketua GASA Indonesia, mengatakan: “Peluncuran cabang GASA Indonesia menggabungkan keahlian global dan lokal terbaik untuk memerangi penipuan digital dengan memanfaatkan pengalaman kolektif semua anggota. Aliansi ini berfungsi sebagai jembatan vital yang menghubungkan Indonesia dengan jaringan global aliansi anti-penipuan, mengumpulkan organisasi lintas sektor untuk berbagi informasi, praktik terbaik, dan mendorong tindakan kolektif. Di Mastercard, kami percaya bahwa tidak ada yang dapat membangun dan mengamankan ekonomi digital sendirian, itulah mengapa Mastercard secara aktif mendorong kolaborasi industri di seluruh kawasan. Cabang Indonesia merupakan perpanjangan alami dari komitmen berkelanjutan organisasi ini, dan Mastercard merasa terhormat dapat berkontribusi sebagai Wakil Ketua, bekerja sama erat dengan anggota lain untuk memperkuat kepercayaan digital dan melindungi konsumen di Indonesia.”</p>
<p>Firlie H. Ganinduto, Wakil Ketua GASA Indonesia dan Sekretaris Jenderal AFTECH, mengatakan: “Ekosistem digital Indonesia berkembang pesat, membawa peluang besar untuk inovasi dan inklusi. Namun, untuk mempertahankan pertumbuhan ini, kita harus membangun infrastruktur digital yang kuat—dan itu dimulai dengan kepercayaan digital. Tanpa melindungi orang dari penipuan, kepercayaan digital tidak akan pernah ada. Membangun ekosistem digital yang tepercaya membutuhkan kolaborasi antar semua sektor. Pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat sipil harus bekerja sama dalam model quad helix. Pada saat yang sama, kita membutuhkan kerja sama internasional, karena penipuan tidak mengenal batas dan membutuhkan respons global. Karena penipuan merupakan ancaman serius bagi keuangan digital dan ekosistem digital, AFTECH saat ini bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung inisiatif pencegahan, termasuk melalui pengembangan sistem identifikasi penipuan. Peluncuran GASA Indonesia Chapter merupakan langkah penting ke depan. Dengan mengurangi penipuan, kita membangun kepercayaan—dan dengan kepercayaan, kita memfasilitasi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara aman, inklusif, dan berkelanjutan.”</p>
<p>Jorij Abraham, Direktur Eksekutif, Global Anti Scam Alliance, menambahkan: “Indonesia memainkan peran kunci dalam ekonomi digital Asia Tenggara dan merupakan salah satu pasar paling dinamis di dunia. Seiring dengan meningkatnya skala dan kompleksitas penipuan, membangun ekosistem yang dapat dipercaya untuk perlindungan konsumen menjadi semakin kritis. Kami bangga meluncurkan cabang Indonesia dari GASA dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para ketua nasional kami – Indosat, Mastercard, dan AFTECH – atas kepemimpinan, dedikasi, dan komitmen mereka terhadap misi ini. Bersama-sama, kita akan membangun komunitas online yang lebih kuat dan aman.”</p>
<h4>Kegiatan Cabang GASA di Indonesia</h4>
<p>Dengan bergabung dalam GASA, Indonesia menjadi bagian dari jaringan global organisasi publik, swasta, dan internasional terkemuka yang bekerja sama untuk memerangi penipuan dan memperkuat perlindungan konsumen. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai pemimpin regional dalam perjuangan melawan penipuan digital, sekaligus menunjukkan komitmennya terhadap kolaborasi lintas sektor dan masa depan digital yang lebih aman.</p>
<p>Cabang GASA Indonesia akan melakukan upaya untuk mempromosikan perlindungan konsumen nasional, termasuk pendidikan dan kampanye kesadaran anti-penipuan, penelitian, serta mendorong kolaborasi yang lebih besar antara sektor publik dan swasta dalam memerangi penipuan.</p>
<p>Inisiatif utama yang saat ini sedang digalakkan oleh GASA Indonesia adalah penelitian tentang ‘Kondisi Penipuan di Indonesia’. Penelitian ini akan memberikan wawasan baru mengenai lanskap ancaman lokal, kerentanan konsumen, dan taktik penipuan yang terus berkembang, sehingga memberikan pengetahuan yang diperlukan bagi pemangku kepentingan di berbagai sektor untuk merumuskan strategi pencegahan yang efektif.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/lawan-penipuan-digital-global-anti-scam-alliance-cabang-indonesia-diluncurkan-2/">Lawan Penipuan Digital, Global Anti-Scam Alliance Cabang Indonesia Diluncurkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/medialampung.disway.id/upload/20b86913548d9b16702f7264bc9f40f7.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kemajuan Teknologi dan Tantangan Etika di Masa Depan</title>
		<link>https://jakpos.id/kemajuan-teknologi-dan-tantangan-etika-di-masa-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2025 04:07:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Masa Depan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=89106</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Teknologi kini sudah mengubah cara hidup, belajar, dan cara berinteraksi. Menurut Kamus Besar&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kemajuan-teknologi-dan-tantangan-etika-di-masa-depan/">Kemajuan Teknologi dan Tantangan Etika di Masa Depan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Teknologi kini sudah mengubah cara hidup, belajar, dan cara berinteraksi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), <a href="https://www.depokpos.com/2025/07/manajemen-era-digital-menyatukan-teknologi-dan-budaya-kerja/">teknologi</a> mempunyai arti metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan, keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.</p>
<p>Dengan perkembangan teknologi <a href="https://www.depokpos.com/2025/07/manajemen-era-digital-menyatukan-teknologi-dan-budaya-kerja/">digital</a> saat ini yang semakin pesat, kita dapat dengan mudah mengakses informasi, menghemat waktu, sebagai media hiburan dan melakukan transaksi <a href="https://www.depokpos.com/2025/06/literasi-keuangan-yang-terabaikan-akar-masalah-finansial-anak-muda/">keuangan</a> dengan singkat. Namun, kemajuan teknologi digital yang semakin pesat juga membawa beberapa tantangan yang memicu etika yang perlu kita hadapi.</p>
<p><a href="https://www.depokpos.com/2025/06/ketika-kata-kata-menjadi-senjata-menggali-dampak-bullying-dan-membangun-harapan-untuk-masa-depan-yang-lebih-baik/">Etika</a> ini merupakan prinsip-prinsip moral yang menjadi pegangan manusia harus bertindak secara etis serta tolak ukur dalam menilai baik buruknya suatu tindakan. Perubahan yang terjadi pada cara berpikir manusia sebagai salah satu akibat perkembangan teknologi, sedikit berpengaruh dalam cara pandang manusia terhadap etika dan norma-norma dalam kehidupannya.</p>
<h3>Ancaman Terhadap Privasi dan Keamanan Data</h3>
<p>Privasi data telah menjadi isu kritis bagi individu dan organisasi. Dengan meningkatnya jumlah informasi pribadi, resiko yang terkait dengan pelanggaran data dan pelanggaran privasi semakin tinggi. Privasi data dapat menangani informasi pribadi dan sensitif dengan cara memastikan keamanan informasi tersebut terlindungi dari akses, penyalahgunaan, atau pengungkapan yang tidak sah.</p>
<h3>Mengapa privasi data penting ?</h3>
<p>Karena dapat melindungi informasi pribadi, mempertahankan kepercayaan terhadap pelanggan ketika kita sedang membuka suatu usaha, mencegah pencurian identitas yang dapat menyebabkan kerugian finansial dan merusak reputasi seseorang, dan kepatuhan terhadap regulasi data yang ketat yang harus di patuhi untuk menghindari konsekuensi hukum.</p>
<p>Pada tahun 2016, terdapat 20 laporan pencurian data yang dilaporkan, yang kemudian melonjak menjadi 182 kasus di tahun 2020. Karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa layanan internet yang kita gunakan telah dilengkapi dengan metode keamanan data yang memadai. Ada tiga elemen utama dalam keamanan data, yaitu kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity), dan ketersediaan (availability). Ketiga elemen ini dikenal sebagai CIA Triad, yang merupakan model keamanan yang dikembangkan untuk membantu manusia memahami aspek-aspek keamanan teknologi informasi.</p>
<h2>Kesenjangan Sosial dan Digital</h2>
<p>Akses teknologi yang tidak merata kesenjangan digital mengacu pada disparitas yang terjadi antara individu, kelompok, atau wilayah dalam hal akses, pemanfaatan, dan dampak dari teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dapat menyebabkan berbagai aspek kehidupan seperti pendidikan, ekonomi dan sosial. Berikut ini cara utama dalam mengurangi kesenjangan digital ;</p>
<p>Akses teknologi yang tidak merata kesenjangan digital mengacu pada disparitas yang terjadi antara individu, kelompok, atau wilayah dalam hal akses, pemanfaatan, dan dampak dari teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dapat menyebabkan berbagai aspek kehidupan seperti pendidikan, ekonomi dan sosial. Berikut ini cara utama dalam mengurangi kesenjangan digital :</p>
<p>⦁ Aksesibilitas Teknologi<br />
Program ini mengatur penyebaran jaringan internet di daerah terpencil dan penyediaan perangkat teknologi yang terjangkau di beberapa daerah pelosok.</p>
<p>⦁ Ekonomi Digital<br />
Dalam bidang ekonomi, E-commerce, teleworking, dan fintech memungkinkan individu dan usaha kecil untuk mengakses pasar yang lebih luas dan layanan keuangan yang lebih mudah, jangkauan bagi daerah yang kurang berkembang dalam akses fisik ke pasar dan resiko pengangguran akan berkurang. Dengan demikian, teknologi informasi dapat membantu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.</p>
<p>⦁ Pendidikan dan Literasi Digital<br />
Teknologi infomasi juga mendukung perkembangan pendidikan dan literasi digital, platfrom pembelajaran daring yang semakin maju menjadi integral dalam upaya mempersiapkan generasi mendatang untuk mengadapi tantangan global. Literasi digital juga mendapat pemahaman mendalam tentang bagaimana teknologi mempengaruhi kehidupan kita secara luas.</p>
<p>Etika Dalam Penggunaan Teknologi</p>
<p>Pendidikan etika harus menjadi bagian integral bagi para pengembang AI, menggabungkan kecerdasan buatan (AI) ke dalam berbagai bidang kehidupan telah menyebabkan berbagai pertimbangan etika yang memerlukan penanganan yang cermat. Akuntabilitas, keadilan dan transparan dari sistem AI pada privasi dan keamanan, potensi AI untuk melanggengkan bias dan diskriminasi yang ada, dan tanggung jawab pengembang dan pengguna untuk memastikan bahwa AI digunakan secara etis dan bertanggung jawab.</p>
<p>Etika dalam penggunaan teknologi mengacu pada prinsip moral yang mengarahkan perilaku manusia dalam menciptakan, menggunakan, dan mengelola teknologi agar tidak merugikan individu, masyarakat, atau lingkungan. Teknologi membawa manfaat besar bagi manusia tanpa merusak nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.</p>
<p>Dilema etis dalam teknologi menunjkka bahwa kemajuan tidak selalu sejalan dengan nilai moral. Oleh karena itu, dibutuhkan diskusi public, regulasi, pengguna dan pemangku kebijakan agar teknologi tetap manusiawi dan adil.</p>
<h3>Dampak Terhadap Interaksi Manusia</h3>
<p>Ketergantungan pada teknologi digital dapat berpengaruh pada kurangnya rasa empati sosial. Di era digital saat ini, perangkat gadget telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda saat ini yang semakin kecanduakan akan gadget. Meskipun gadget memberikan banyak manfaat dan kemudahan, gadget juga berdampak negatif pada perkembangan rasa empati. Anak-anak zaman sekarang juga sudah mengenal gadget, mereka bermain game menyebabkan anak mengalihkan perhatiannya pada saat belajar di kelas dan saat guru menjelaskan.</p>
<p>Dampak perkembangan pengaruh teknologi terhadap anak muda :</p>
<p><strong>⦁ Perubahan Pola Interaksi Sosial</strong><br />
Teknologi telah mengubah cara berinteraksi dan berkomunikasi anak muda pada massa kini. Kehadiran media sosial membuat komunikasi instan di global dan juga mengurangi interaksi tatap muka. Ketergantungan pada komunikasi digital dapat mengurangi empati dan keterampilan sosial yang berdampak pada kemampuan mereka dalam memahami ekspresi emosi dan membangun hubungan yang bermakna.</p>
<p><strong>⦁ Privasi dan Keamanan Data</strong><br />
Banyak anak muda yang kurang menyadari akan privasi dan keamanan data dalam pentingnya menjaga informasi pribadi mereka dalam dunia digital. Hal ini dapat menyebabkan pencurian identitas dan eksploitasi online.</p>
<p><strong>⦁ Etika Dalam Konsumsi dan Produksi Konten Digital</strong><br />
Kemudahan dalam membuat konten dan menyebarluaskan ke teknologi digital membawa tantangan etis dalam hal tanggung jawab dan dampaknya terhadap masyarakat. Banyak anak muda yang mengunggah konten tanpa mempetimbangkan dampaknya terhadap reputasi mereka di masa depan.</p>
<h4>Solusi dan Pendekatan Etis Untuk Masa Depan</h4>
<p>⦁ Pendidikan etika teknologi, dapat membangun kesadaran sejak dini tentang tanggung jawab dalam penggunaan teknologi, privasi data, dan dampak sosial.</p>
<p>⦁ Menigkatkan literasi digital dan etika teknologi, sekolah harus mengajarkan literasi digital sejak dini agar anak muda dapat memahami cara menggunakan teknologi secra etis dan bertanggung jawab.</p>
<p>⦁ Kebijakan berbasis nilai kemanusiaan, regulasi yang adil dan transparan dalam bidang AI harus menempatkan hak asasi manusia dan keadilan sosial sebagai dasar kebijakan, bukan hanya keuntungan ekonomi.</p>
<p><em><strong>Widiani</strong></em><br />
<em>Sarjana Akuntansi Universitas Pamulang</em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kemajuan-teknologi-dan-tantangan-etika-di-masa-depan/">Kemajuan Teknologi dan Tantangan Etika di Masa Depan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/d3g5ywftkpzr0e.cloudfront.net/wp-content/uploads/2025/02/25161520/Artificial-intelligence-AI-Application-in-Indonesia-kecerdasan-buatan.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Digital Class Smart Room dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Muhammadiyah 3 Jakarta</title>
		<link>https://jakpos.id/digital-class-smart-room-dalam-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sma-muhammadiyah-3-jakarta/</link>
					<comments>https://jakpos.id/digital-class-smart-room-dalam-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sma-muhammadiyah-3-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Dec 2017 13:45:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[smart classroom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=16037</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Nurul Rahmah, Mahasiswa S-2 Pascasarjana Uhamka Jakarta. Bahasa dan komunikasi merupakan suatu alat bagi&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/digital-class-smart-room-dalam-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sma-muhammadiyah-3-jakarta/">Digital Class Smart Room dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Muhammadiyah 3 Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_15828" aria-describedby="caption-attachment-15828" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-post-16037 wp-image-15828" src="https://res.cloudinary.com/de5lnco7h/image/upload/v1511674776/smart-classroom-2-min_wncj9f.jpg" alt="" width="800" height="533" data-wp-pid="15828" /><figcaption id="caption-attachment-15828" class="wp-caption-text">Ilustrasi. (Istimewa)</figcaption></figure>
<p><em><strong>Oleh: Nurul Rahmah, Mahasiswa S-2 Pascasarjana Uhamka Jakarta.</strong></em></p>
<p>Bahasa dan komunikasi merupakan suatu alat bagi aktivitas manusia. Tidak dipungkiri seiring perkembangan zaman, pada kenyatannya komunikasi dan bahasa berkembang merubah komunikasi dan bahasa tersebut menjadi teknologi komunikasi dan bahasa yang berdampak pada semua bidang yang sangat dasar bagi masyarakat, termasuk kesehatan, pendidikan, keuangan, perdagangan, dan perjalanan wisata baik domestik maupun internasional.</p>
<p>Perkembangan dunia teknologi khususnya komunikasi yang termuat bahasa sebagai alat untuk komunikasi, tentunya telah banyak membantu penduduk di penjuru dunia untuk saling terhubung antara yang satu dengan yang lainnya. Semakin lama teknologi membawa kita dapat berkomunikasi dengan teman, keluarga maupun relasi bisnis kita dengan mudah, harga yang murah dan dengan kualitas yang cenderung meningkat.</p>
<p>Dampak teknologi bagi kehidupan mempunyai dua sisi pandangan, ada sebagian yang memandang negatif dan positif. Dampak positifnya adalah memudahkan segala urusan dalam kehidupan termasuk salah satunya adalah untuk berkomunikasi. Ada sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa teknologi bagi kehidupan berdampak negatif khususnya di bidang komunikasi. Bagaimana tidak, belakangan ini masyarakat lebih nyaman mengumpulkan teman-teman di dunia maya daripada aktif pada kegiatan-kegiatan organisasi riil yang dapat memberikan kualitas hubungan pertemanan yang lebih konkret dan intents.</p>
<p>Sebagai contohnya adalah media sosial seperti facebook, instagram, twitter dan lain-lain. Banyak orang yang memiliki ratusan atau bahkan ribuan teman di facebook, instagram, twitter tapi di dunia nyata, mereka hanya memiliki beberapa orang teman dekat yang menemani keseharian mereka. Inilah salah satu dampak negatif media sosial yang sampai sekarang mungkin belum disadari oleh beberapa orang. Mereka telah kehilangan kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat dan cenderung nyaman dengan kehidupan online. Padahal jika terjadi suatu hal yang krusial pada kehidupan kita, yang bisa membantu kita bukanlah orang-orang yang kita kenal di dunia maya tapi orang-orang yang hidup disekitar kita.</p>
<p><strong>Program Pendidikan</strong></p>
<p>Era modern ini banyak sekali sekolah yang menggunakan teknologi komunikasi dalam proses pembelajaran. Banyak sekolah yang mengandalkan teknologi komunikasi di zaman modern dalam proses pembelajaran di sekolah, terutama dalam membuat soal, membuat tugas, dan membuat keterampilan yang berbasis teknologi dengan menggunakan aplikasi yang dibuat oleh para penjajak bisnis di bidang teknologi dan informasi.</p>
<p>Kelas digital (digital class smart room) adalah bentuk terobosan baru dari media pembelajaran yang berbasis teknologi. Perubahan bentuk media pembelajaran yang awalnya manual menjadi otomatisasi.</p>
<p>SMA Muhammadiyah 3 merupakan sekolah yang sudah memulai menggunakan kelas digital (digital class smart room). Tentunya sekolah membuat kelas digital dengan tujuan tertentu, selain mempermudah jalannya proses pembelajaran tentunya membangkitkan kreativitas siswa.</p>
<p><strong>Sistem Penggunaan Kelas Digital</strong></p>
<p>Model kelas digital di setiap sekolah berbeda–beda, tak terekecuali SMA Muhammadiyah 3 Jakarta yang menggunakan model praktis dalam penggunaan kelas digital. Ipad adalah pilihan dari SMA Muhammadiyah 3 Jakarta untuk model pembuatan kelas digital di sekolah, alasanya adalah ingin membuat perbedaan dari kelas digital yang ada di sekolah pada umumnya.</p>
<p>Sebelum model kelas digital ini dijalankan SMA 3 Muhammadiyah. Pertama – tama melatih guru–guru untuk mahir dan kreatif dalam menggunakan Ipad, karena agar dalam proses pembelajaran mengurangi tingkat resiko yang terjadi.</p>
<p>Setiap siswa dan guru diberikan Ipad dalam proses pembelajaran di sekolah. Siswa tidak lagi membawa buku seperti sekolah pada umumnya dalam proses pembelajaran. Siwa disediakan server untuk mengakses internet dengan bebas, tentunya diimbangi dengan pemasangan aplikasi untuk membatasi akses siswa dalam menggunakan internet Apple classroom. Karena aplikasi ini bisa diakses jika Wi Fi yang dipakai dan IP ID siswa sama dengan sekolah dan , jika siswa melanggar akan bisa di block dari server pusat.</p>
<p>Ada satu alat yang dapat mempermudah dalam presentasi murid di depan kelas dan ada aplikasi penunjang itu yaitu Apple TV, jadi siswa tidak perlu lagi menggunakan laptop yang disambungkan ke LCD di kelas, siswa hanya perlu menghubungkan satu alat ke Ipadnya, untuk aplikasi penunjang dalam mendukung proses pembelajaran dalam digital classroom siswa mengunduh aplikasi yang telah ditentukan di Ipad.</p>
<p><a href="http://www.depokpos.com/arsip/2017/11/penerapan-smart-classroom-dan-humanisme/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Penerapan Smart Classroom dan Humanisme</strong></a></p>
<p><a href="http://www.depokpos.com/arsip/2017/11/perkembangan-teknologi-pada-proses-pembelajaran-di-sekolah-ditolak-atau-diterima/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Perkembangan Teknologi Pada Proses Pemberlajaran di Sekolah, Ditolak atau Diterima? </strong></a></p>
<h2>Aplikasi Penunjang dalam Kelas Digital</h2>
<p><strong>Bamboo Paper</strong></p>
<p>Bamboo Paper adalah aplikasi yang dibuat oleh perusahaan yang memproduksi tablet grafis dan produk sejenisnya yaitu Wacom yang dibuat khusus bagi para pecinta doodle (garis acak dan abstrak) dan note taking clasic. Melalui aplikasi ini, siswa dapat membuat catatan dan menggambar sekaligus hanya dengan menggunakan aplikasi bamboo paper.</p>
<p>Siswa juga dapat mengunggah foto atau gambar dan memberikan judul pada catatan di atasnya. Aplikasi ini dapat menyimpan gambar maupun catatan dengan kategori tertentu, sehingga siswa dengan mudah dapat mencari tugas yang sudah diberikan oleh guru. Bamboo Paper dapat diunduh secara gratis baik untuk pengguna perangkat Android maupun iOS sehingga siswa tidak perlu repot–repot untuk mencari aplikasi bamboo paper tersebut.</p>
<p>Namun ada beberapa syarat untuk mengunduh aplikasi ini, yaitu untuk perangkat Android dapat diunduh melalui Google Play Store dengan menggunakan perangkat Android 4.0 ke atas. Sedangkan pengguna iOS dapat memperoleh aplikasi ini melalui iTunes dengan perangkat iPad iOS 5.0 ke atas.</p>
<p><strong>Google form</strong></p>
<p>Google form merupakan produk revolusioner barunya ke dalam Google Docs. Walaupun masih dalam masa pengembangan, Google Forms adalah awal dari kerangka pengumpulan data yang sangat serbaguna. Pada jaman seperti sekarang ini memang dibutuhkan fasilitas-fasilitas modern untuk memudahkan akses informasi. Untuk itu google membuat inovasi baru diera modern ini dalam rangka memudahkan akses data elektronik. Salah satu diantaranya adalah Google Form.</p>
<p>Google Form atau yang disebut google formulir adalah alat yang berguna untuk membantu siswa merencanakan acara, mengirim survei, memberikan siswa atau orang lain kuis, atau mengumpulkan informasi yang mudah dengan cara yang efisien. Form juga dapat dihubungkan ke spreadsheet. Jika spreadsheet terkait dengan bentuk, tanggapan otomatis akan dikirimkan ke spreadsheet. Jika tidak, pengguna dapat melihat mereka di ringkasan tanggapan halaman dapat diakses dari menu tanggapan.</p>
<p>Salah satu alasan dari banyak pengguna yang mungkin tidak menyadari Google Forms adalah bahwa mereka ditemukan bukan sebagai aplikasi terpisah, melainkan sebagai bagian dari Google Drive. Dengan demikian, untuk membuat formulir baru, siswa harus terlebih dahulu masuk ke Gmail atau Google Apps dengan Spreadsheets memungkinkan untuk menunjukkan bagaimana anda dapat menggunakan software ini untuk mengajukan berbagai pertanyaan, termasuk di mana pengguna Anda menanggapi dengan jawaban teks sederhana atau menanggapi teks lebih lanjut. Anda dapat meminta pertanyaan pilihan ganda, daftar pertanyaan, pertanyaan skala, dan banyak lagi. Ketika berbagi formulir siswa dengan orang lain, Anda dapat mengatur mereka untuk tampil dengan tema yang mengesankan dengan akses yang mudah.</p>
<p><strong>Notes</strong></p>
<p>Aplikasi ini adalah aplikasi yang banyak digunakan bagi kebanyakan telepon seluler smartphone. Aplikasi ini sangat membantu siswa untuk menyimpan catatan singkat ketika dalam proses pembelajaran. Aplikasi ini juga sangat praktis dalam proses pembelajaran di kelas. Tampilan yang simple dan praktis langsung bisa memasukkan kata-kata melalui keyboard pada Ipad maupun smartphone.</p>
<p>Masih banyak aplikasi yang mendukung kelas digital, itu tergantung bagaimana guru memanfaatkan kelas digital dengan sekreatif mungkin dan siswa bisa belajar dengan proses yang baik.</p>
<h3>Tujuan Dibentuknya Kelas Digital</h3>
<p>Teknologi memang sangat memudahkan bagi kehidupan, termasuk dalam proses pembelajaran. Seluruh penciptaan pasti ada tujuan yang ingin dicapai, tidak terkecuali kelas digital yang mempunyai tujuan diantaranya adalah menjadi alternatif baru dalam proses pembelajaran di sekolah yang membuat praktis dan pelajaran menjadi menyenangkan seperti contohnya adalah bahasa Indonesia yang diharapkan bisa mendunia diera globalisasi.</p>
<p>Selain itu dalam mengahadapi pasar bebas siswa dituntut untuk menjadikan teknologi sebagai hal yang wajib dikuasai agar nantinya di masa depan para siswa dapat bersaing di dunia internasional.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/digital-class-smart-room-dalam-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sma-muhammadiyah-3-jakarta/">Digital Class Smart Room dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Muhammadiyah 3 Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/digital-class-smart-room-dalam-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sma-muhammadiyah-3-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ada Kampung Teknologi di Depok, Seperti Apa?</title>
		<link>https://jakpos.id/ada-kampung-teknologi-di-depok-seperti-apa/</link>
					<comments>https://jakpos.id/ada-kampung-teknologi-di-depok-seperti-apa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 May 2016 11:54:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[KTF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=5519</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Kampung Teknologi Foundation (KTF) pertama kali dibentuk pada 12 Oktober 2009, yang memiliki&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ada-kampung-teknologi-di-depok-seperti-apa/">Ada Kampung Teknologi di Depok, Seperti Apa?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_5530" aria-describedby="caption-attachment-5530" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/IMG_5188.jpg"><img decoding="async" class="wp-post-5519 wp-image-5530 size-full" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/IMG_5188.jpg" alt="IMG_5188" width="600" height="400" /></a><figcaption id="caption-attachment-5530" class="wp-caption-text">Salah satu sudut ruangan Mini Lab Komputer milik KTF.</figcaption></figure>
<p>DEPOK &#8211; Kampung Teknologi Foundation (KTF) pertama kali dibentuk pada 12 Oktober 2009, yang memiliki visi mengurangi kesenjangan teknologi digital bagi masyarakat Indonesia. Di KTF, anak-anak dapat mengerjakan tugas sekolah tanpa harus ke warnet atau rental komputer karena tidak semua rumah memiliki komputer ataupun koneksi internet dan printer.</p>
<p>Demikian dijelaskan Harijanto saat depokpos berkesempatan menyambangi Kampung Teknologi Foundation yang beralamat di Kampung Areman RT 01/05 Jalan Kamboja No 17C, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Selasa (3/5).</p>
<p>&#8220;Sarana komputer dan lainnya yang dimiliki KTF biasa digunakan oleh masyarakat secara gratis,&#8221; tegas pria yang akrab disapa Mas Adjie ini.</p>
<p>Pada perkembangannya, KTF juga menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sosial secara gratis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Tentunya, hal ini didukung penuh oleh para donatur dan kerjasama baik dari kalangan korporasi maupun swadaya masyarakat.</p>
<figure id="attachment_5531" aria-describedby="caption-attachment-5531" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/image_7.jpeg"><img decoding="async" class="size-full wp-post-5519 wp-image-5531" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/image_7.jpeg" alt="Adjie saat memberikan pengarahan kepada anak-anak pengguna sarana gratis yang disediakan KTF." width="600" height="338" /></a><figcaption id="caption-attachment-5531" class="wp-caption-text">Adjie saat memberikan pengarahan kepada anak-anak pengguna sarana gratis yang disediakan KTF.</figcaption></figure>
<p>Adjie menambahkan bahwa saat ini bahkan anak-anak saja mengerjakan tugas sekolah sudah menggunakan komputer dan internet, apalagi pelaku bisnis. Di era yang serba digital, pelaku bisnis harus siap dengan pasar digital, salah satunya dengan memberdayakan pemasaran online.</p>
<p>&#8220;Program KTF adalah membuat training-training untuk mahasiswa, pelajar, masyarakat dan para pelaku UKM, inilah yang kemudian melatarbelakangi lahirnya UKM Belimbing sebagai wadah pelaku UKM memasarkan produk mereka secara online,&#8221; tutur Adjie.</p>
<p>Di Kampung Teknologi ini, masyarakat dari segala usia bisa mampir dan menggunakan sarana komputer dan internet secara gratis. Adjie menjelaskan biasanya pada sore hari banyak anak-anak dan pemuda usia pelajar yang datang dan menggunakan fasilitas gratis tersebut.</p>
<p>&#8220;Biasanya agak sore banyak anak-anak sekolah yang kesini, dari mana saja. Kebanyakan mereka mengerjakan tugas sekolah,&#8221; tutur Adjie.</p>
<figure id="attachment_5532" aria-describedby="caption-attachment-5532" style="width: 533px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/image_6.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-post-5519 wp-image-5532" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/image_6.jpeg" alt="Setiap harinya, KTF banyak dikunjungi warga terutama dari kalangan pelajar untuk mengerjakan tugas sekolah mereka." width="533" height="400" /></a><figcaption id="caption-attachment-5532" class="wp-caption-text">Setiap harinya, KTF banyak dikunjungi warga terutama dari kalangan pelajar untuk mengerjakan tugas sekolah mereka.</figcaption></figure>
<p>Adjie sendiri mengakui dirinya sudah diminta untuk mendirikan KTF dibeberapa wilayah lainnya.</p>
<p>“Banyak permintaan untuk kami mendirikan KTF di tempat lain, dan itu memang sudah kami wacanakan. Namun kami ingin memastikan di sini berhasil dulu. Dalam arti, meskipun non profit, bisa disokong oleh bisnis supaya tetap berjalan,” tutup penggagas UKM Belimbing ini. (san)</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ada-kampung-teknologi-di-depok-seperti-apa/">Ada Kampung Teknologi di Depok, Seperti Apa?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/ada-kampung-teknologi-di-depok-seperti-apa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
