<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Feature Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/feature/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/feature/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Jul 2019 14:11:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Feature Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/feature/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Fungsi Media Sosial yang Kerap Diabaikan</title>
		<link>https://jakpos.id/fungsi-media-sosial-yang-kerap-diabaikan/</link>
					<comments>https://jakpos.id/fungsi-media-sosial-yang-kerap-diabaikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jul 2019 14:11:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=23231</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kita tau bahwa fungsi dasar sosial media sebagai sarana komunikasi antarpersonal. Media sosial seringkali digunakan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/fungsi-media-sosial-yang-kerap-diabaikan/">Fungsi Media Sosial yang Kerap Diabaikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kita tau bahwa fungsi dasar sosial media sebagai sarana komunikasi antarpersonal. Media sosial seringkali digunakan untuk kepentingan yang menimbulkan kerugian bagi pihak lain. Saat ini sosial media sangat bereran aktif terhadap perkembangan berita hoax di Indonesia.</p>
<p>Selain itu media sosial kerap dijadikan sebagai sarana penyebaran isu isu pornografi. Sosial media yang tidak mengenal usia akan menyebarkan isu pornografi ini dan dapt diakses oleh semua pengguna sosial media. Bahkan dapat diartikan kalau pornografi menjadi konsumsi publik sehari hari.</p>
<p>Pengguna sosial media sering mengangga bahwa semua informasi yang didapatkannya adalah benar. Mereka tidak emmperdulikan kebenaran dan keaslian dari informasi tersebut. Bahkan mereka langsung menyebarluaskan infomasi tersebut ke orang lain.</p>
<p>Kurangnya pengetahuan merupakan salah satu faktor penyebab berkembangnya penyalahgunaan sosial media. Mereka mengangga bahwa eksistensi diri dianggap lebih penting dibandingkan kebenaran informasi yang dibuat. Hal ini terjadi hampir disemua jenis sosial media.</p>
<p>Seperti halnya Instagram yang mereka jadikan sebagai media untuk menunjukan keunggulan dirinya. Bahkan untuk menuliskan keterangan yang mereka akan posting mereka lebih dianggap susah dibandingkan menjawab soal ujian. Bagi mereka keterangan ini adalah kunci dari informasi yang mereka ingin sampaikan.</p>
<p>Batas batas penggunaan sosial media bukan lagi menjadi hal yang di perhatikan. Mereka menyangkutkan masalah pribadi ke dalam sosial media mereka. Semua itu dilakukan demi like yang banyak dan komentar dari publik. Karna itu banyaknya masalah yang terjadi berawal dari sosial media.</p>
<p>Di sisi lain sosial media ini dianggap sebagai lapangan pekerjaan yang menguntungkan. Banyak orang orang yang terkenal karena sosial media seperti Atta Halilintar dan Ria Ricis. Namun dengan syarat yaitu memiliki pengikut yang banyak. Hal inilah yang mendorong masyarakat untuk berlomba lomba mendapatkan pengikut, like &amp; comment yang banyak.</p>
<p>Tinggal di negara yang menganut sistem demokratis merupakan keuntungan bagi masyarakartnya karena setiap orang dibebaskan untuk membuat informasi sendiri. Bahkan diberi kebebasan untuk mengkritik pemerintahan melalui sosial media selama tidak melanggar kaidah kaidah yang ada.</p>
<p>Kebijakan penggunaan sosial media yang dibuat pemerintah beberapa tahun lalu berdampak positif terhadap pelanggaran pelanggaran yang terjadi. Sehingga sekarang masyarakat takut untuk memposting informasi yang dibuatnya apalagi berkaitan dengan pemerintah. Dan mereka umumnya lebih suka mengkonsumsi informasi yang dibuat orang lain atau akun terpercaya.</p>
<p>Perusahaan yang membuat sosial media harus lebih bijak dalam memilah informasi yang dibuat oleh masyarakat. Seperti contohnya menghapus postingan yang berbau isu-isu negatif ataupun hoax. Bahkan juga harus memperhatikan hal yang berkaitan dengan pornografi.</p>
<p>Saat ini setiap orang perlu memperhatikan lebih mengani apa yang akan mereka publikasikan di sosial media. Karena itulah yang akan menjadi gambaran mengenai diri mereka. Sosial media harus dijalankan sebagaimana fungsinya. Jika dengan alasan untuk membangun eksistensi diperbolehkan selama tidak melanggar aturan yang ada.</p>
<p><em><strong>Dituiis oleh Muhamad Ridwan, mahasiswa Stikom Lspr Jakarta</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/fungsi-media-sosial-yang-kerap-diabaikan/">Fungsi Media Sosial yang Kerap Diabaikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/fungsi-media-sosial-yang-kerap-diabaikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akankah Eksistensi Manusia Tergantikan oleh Adanya Kecerdasan Buatan?</title>
		<link>https://jakpos.id/akankah-eksistensi-manusia-tergantikan-oleh-adanya-kecerdasan-buatan/</link>
					<comments>https://jakpos.id/akankah-eksistensi-manusia-tergantikan-oleh-adanya-kecerdasan-buatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 May 2019 06:31:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Kecerdasan Buatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=22826</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perkembangan zaman akan terus berubah, begitu juga dengan kecanggihan teknologi yang perlahan akan menjadi suatu&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/akankah-eksistensi-manusia-tergantikan-oleh-adanya-kecerdasan-buatan/">Akankah Eksistensi Manusia Tergantikan oleh Adanya Kecerdasan Buatan?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan zaman akan terus berubah, begitu juga dengan kecanggihan teknologi yang perlahan akan menjadi suatu hal yang pokok dalam kehidupan umat manusia. perkembangan ini lambat laun akan diterima oleh masyarakat. Semakin tinggi zaman makan akan semakin tinggi pula teknologi itu berkembang. Kita masuk pada tahap dimana teknologi ini sudah membumi. Robot-robot buatan manusia seakan akan menguasai bumi. <em><strong>Artificial Intelligence</strong></em> atau kecerdasan buatan ini suatu tema umum yang mudah dijumpai pada buku-buku atau film-film fiksi beraliran ilmiah.</p>
<p>Setiap kelompok manusia mengembangkan cara-cara untuk mengamati dirinya sendiri. Dengan mencatat berbagai kegiatan ia bermaksud mengatur dirinya demi kebahagiaannya dikemudian hari. Banyak suku bangsa yang masih menyimpan sejarah nenek moyang mereka berupa silsilah. Itu dijadikan dasar baik untuk menelusuri hubungan keluarga mauoun untuk menghindari terjadinya incest. Negeri Cina terkenal dengan banyak catatan tentang dinasti kaisar-kaisar di zaman kuno, termasuk di dalamnya sejarah perkembangan masyarakat. Semua itu dipakai untuk mendasari pemujaan para leluhur.</p>
<p>Masyarakat di negara-negara industri maju memelihara segala macam statistik, agar segala kegiatannya dapat dilakukan dengan mudah. Lagi pula dengan itu dimungkinkan pengaturan masyarakat selanjutnya akan lebih baik. Jadi melalui usaha pengamatan diri dapat diusahakan kontinuitas dipakai untuk mendasari perencanaan masa depan secara bertanggungjawab.</p>
<p>Pada zaman ini teknologi semakin canggih dan terdepan. Dimana orang-orang berlomba membuat suatu teknologi canggih yang akan membantu pekerjaan manusia. akan tetapi, banyak diantara teknologi tersebut yang membuat eksistensi manusia tergantikan. Contohnya adalah robot-robot kecerdasan buatan yang dibuat oleh manusia.</p>
<p>Dilayar kaca kecerdasan buatan pertama kali ditayagkan pada film <em>The Thousand One A Space Odyssey</em> pada tahun 1968 dimana terdapat kecerasan buatan bernama haw. Yang mendesak yang sering muncul pada film tersebut adalah kecerdasan buatan yang mencapai kesadaran diri berubah menjadi jahat yang akhirnya berusaha untuk menghancurkan umat manusia. beberapa tahun terakhir tokoh-tokoh terbesar dibidang sains dan teknologi seperthi Stephen Hawking menyampaikan kekhawatirannya tentang perkembangan kecerdasan buatan ini. dengan perkembangan teknologi dan sains yang begitu pesat terutama pada bidang newronsains tertutama yang mempelajari tentang cara otak kita bekerja, mereka percaya dimasa depan akan ada kecerdasan buatan yang akan mampu mencapai tingkst kemampuan yang sama atau bahkan melebihi manusia</p>
<p>Lalu berbagai pertanyaan muncul. Akankah pemberontakan difilm-film fiksi tentang pemberontakan robot akan terjadi didunia nyata? Akankah kita benar-benar mampu mengangkat sesuatu atau membuat seseuatu yang lebih cerdas dari kita manusia. apakah kita mampu mengembangkan sesuatu yang lebih cerdas dari kita? Lampu merah, komputer, mesin-mesin di pabrik, aplikasi yang ada di handphone kita semuanya dikendalikan oleh program komputer. Barisan-barisan kode yang merupakan perintah atau aturan kerja. Bentuk fisik kecerddasan buatan adalah barisan –barisan kode komputer bedanya terletak pada kemampuannya untuk belajar.</p>
<p>Proses kecerdasan buatan mirip dengan cara kerja berfikir manusia bedanya pola-polanya akan disimpan di kode matematika yang sederhana seperti newron pada otak kita. Model matematika ini disebut sebagai Artificial Neural Newtwork belajar dengan mengamati pola-pola informasi diberikan padanya.</p>
<p>Pada saat ini manusia sangat bergantung pada sistem kecerdasan buatan ini diberbagi sektor kehidupan. Kecerdasan buatan satu tingkat diatas AI disebut <em>Artificial General Intelligence</em> atau <em>Strong AI</em> yaitu kecerdasan buatan kuat. Kecerdasaan buatan ini mampu berfikir dan bertindak layaknya manusia.</p>
<p>Lalu apakah yang akan terjadi jika ada kecerddasan buatan yang melebihi kecerdasan manusia? tanpa disadari adanya kecerdasan buatan ini dapat mengambil alih peran manusia dalam sektor manapun. Robot-robot yang bekerja akan mengalahkan tenaga manusia.</p>
<p>Semua pertanyaa akan muncul mengenai kecerdasan buatan ini. akankan robot-robot yang memberontak difilm fiksi akan terjadi didunia nyata. Para peneliti pun masih meneliti hal tersebut.</p>
<p>Kecerdasan buatan ini mampu diterima oleh sebagian orang dalam kehidupan, namun banyak juga yang berpandangan akan kehadiran kecerdasan buatan ini yang mau tidak mau akan mengantikkan eksistensi manusia nantinya. Manusia-manusia akan lebih condong ada kecerdasan buatan ini. bisa jadi suatu saat manusia tidak lagi berguna dikarenakan tergantikan oleh robot-robot yang memiliki kecerdasan melebihi manusia itu sendiri. Kecerdasan buatan ini nantinya akan membantu pekerjaan umat manusia. hal-hal negatif tentu saja bermunculan dengan hadirnya kecerdasan buatan ini. seperti kita ketahui dalam film-film fiksi ilmiah dimana para robot akan menguasai dunia dikarenakan kecerdasan mereka.</p>
<p>Bisa dipahami bahwa kecerdasan buatan ini mampu berfikir layaknya manusia itu sendiri. Sehingga orang-orang yang merasa kurang dalam ilmu pengetahuan akan tersingkirkan dengan hadirnya kecerdasan tersebut. semakin tingginya zaman eksistensi manusia akan terus dipertanyakan. Akankah kecerdasan manusia itu sendiri mampu dikalahkan oleh kecerdasan buatan yang dibuat oleh manusia itu sendiri ataukah akan kalah dengan kecerdasan buatan yang sewaktu-waktu akan meraja lela.</p>
<p><em><strong>Ditulis oleh Farah Athifah Fardhany, Mahasiswi Unibersitas Negeri Makassar</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/akankah-eksistensi-manusia-tergantikan-oleh-adanya-kecerdasan-buatan/">Akankah Eksistensi Manusia Tergantikan oleh Adanya Kecerdasan Buatan?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/akankah-eksistensi-manusia-tergantikan-oleh-adanya-kecerdasan-buatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tukang Jahit Pergi Umroh</title>
		<link>https://jakpos.id/tukang-jahit-pergi-umroh/</link>
					<comments>https://jakpos.id/tukang-jahit-pergi-umroh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2019 08:29:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=22804</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kain-kain yang begitu banyak terserak di ruang kerjanya sehingga menghasilkan beberapa model jenis baju yang&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/tukang-jahit-pergi-umroh/">Tukang Jahit Pergi Umroh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kain-kain yang begitu banyak terserak di ruang kerjanya sehingga menghasilkan beberapa model jenis baju yang sudah ia kerjakan. Jerih payah yang di lakukan setiap hari membuat ia tidak patah semangat demi mencapai impian sejak lama untuk pergi ke tanah suci.Hari demi hari menjahit, melatih kesabaran dan memegang komitmen tidak lah hal yang mudah bagi setiap orang. Dimulai dari menjahit di ruko-ruko sebagai karyawan selama 15 tahun, dan berbagai tempat sudah ia mulai dari tahun 2003.</p>
<p>“ Dulu masih dibayar 40 ribu selama seminggu, sisa nya suka ditambahin sama bapak kalau pulang ke Bogor dan dikasih uang 50 ribu” ujarnya. Sebagai kakak tertua, ia mempunyai 3 saudara kandung. Hanya adik nya yang bontot harus ia bayarkan biaya sekolah dan keperluan nya. Sehingga ia harus mencari nafkah dengan kerja keras sepenuh hati demi membanggakan keluarga dan adik-adik nya.</p>
<p>Saat ini ia sudah menjadi bos dan mempunyai satu karyawan. Sejak tahun 2010 ia mulai mengontrak dan membuka toko sendiri di daerah Mekarsari Cimanggis Depok. Usaha jahit yang ia bangun dari nol masih terus berjalan sampai sekarang dan telah memasuki usia 32 tahun.</p>
<p>Berawal dari niat, berdoa, dan tawakal sehingga tercapai impian nya pergi ke tanah suci. “Awal nya ditawarin dan diajak oleh pak Amar Maruf yang punya penatour, saya hanya membayar Dp 10 jt pada saat itu harga umroh sekitar 23 jt sisa nya saya cicil setiap bulan 1 jt selama setahun”.</p>
<p>Meskipun hanya menjadi tukang jahit, tetapi laki-laki berkulit sawo mateng menanamkan tanggung jawab dan mengerjakan tepat waktu kepada karyawannya untuk hasil jahitan pelanggan tersebut. “Kalau tidak tepat waktu nanti pelanggan kecewa, dan tidak mau balik lagi ke tempat jahit saya”. Hasil uang yang didapat selama sebulan cukup untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan gaji karyawan nya. Selain itu ia juga harus membayar kontrakan setahun sekali setiap bulan Mei, ia pun pintar menabung dan mengatur keuangan agar kebutuhan sehari-hari nya tercukupi.</p>
<p>Berbagai model unik dan bagus yang ia sudah kerjakan dengan kemauan pelanggan nya membuat kebanjiran pesanan jahit, mulai dari Guru, Pengusaha, Polisi. Rata-rata pesanan pelanggan yang masuk berupa dress panjang/pendek, jas, kebaya, dan baju batik keluarga.</p>
<p>“Harga bisa disesuaikan dengan model yang penting tepat janji dan waktu” karena rendah hati dan sopan santunnya membuat pelanggan semakin sering datang kembali ke tempat jahitnya. Selain bebas pilih model sesuai kemauan pelanggan dan bisa berkomunikasi via whatsapp atau telfon kalau tidak sempat datang ke ruko.</p>
<p>Memiliki profesi sebagai penjahit atau memiliki kemampuan menjahit itu bisa menjamin masa hidup yang cerah. Jadikan itu sebagai proses pengasahan kemampuan dan satu yang perlu di ingat buang jauh jauh mental buruh yang hanya rela terima gaji bulanan dan hanya bisa menuntut kenaikan gaji dengan cara demonstrasi.</p>
<p>Karena itu sama saja kita seperti pengemis yang berjamaah, tapi berpikir maju, gaji di kumpulin sisa dari makan buat beli mesin jahit jika sudah lengkap bisa buka jahitan atau buka permak.Hasil adalah pengukuran terbaik dari kemajuan manusia. Bukan percakapan. Bukan penjelasan. Bukan pembenaran. Hasil! Dan jika hasil kita lebih sedikit dari potensi yang seharusnya, maka kita harus berusaha untuk menjadi lebih hari ini daripada hari sebelumnya. <em><strong>(</strong></em></p>
<p><em><strong>Ditulis oleh Saffa Fauziah Kamila, Mahasiswi PNJ</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/tukang-jahit-pergi-umroh/">Tukang Jahit Pergi Umroh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/tukang-jahit-pergi-umroh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berdamai dengan Diri Sendiri</title>
		<link>https://jakpos.id/berdamai-dengan-diri-sendiri/</link>
					<comments>https://jakpos.id/berdamai-dengan-diri-sendiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2019 07:15:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=22792</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjadi diri sendiri merupakan fase tertinggi dalam pencarian jati diri yang sesungguhnya. Pahitnya kehidupan mengajarkan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/berdamai-dengan-diri-sendiri/">Berdamai dengan Diri Sendiri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi diri sendiri merupakan fase tertinggi dalam pencarian jati diri yang sesungguhnya. Pahitnya kehidupan mengajarkan kita untuk menjadi orang yang lebih bijak. Kerikil kehidupan akan selalu datang menghampiri kita.</p>
<p>Percaya atau tidak, sekuat apapun kita menghindar, masalah akan terus menghampiri. Karena dalam kehidupan, roda nasib akan selalu berputar. Ada masanya kita ada di atas, ada kalanya juga kita berada di titik terbawah dalam roda kehidupan.</p>
<p>Oleh karena itu, lari dari masalah bukanlah solusi terbaik. Menghindar bukanlah jalan pintas terbaik untuk menemukan kebahagiaan. Justru, masalah baru akan datang jika kita berusaha bersembunyi dari masalah.</p>
<p>Dalam menghadapi kerikil kehidupan, kita dapat memulainya dari berdamai dengan diri sendiri. Kita tidak perlu memaksakan diri agar masalah cepat berlalu Nikmatilah prosesnya, karena lewat masalah, kita dapat belajar untuk menghargai diri sendiri. Memang, menghargai diri sendiri sangatlah sulit. Jangankan menghargai diri sendiri, terkadang menghargai orang lain pun sulit dilakukan.</p>
<p>Pandanglah suatu hal dari berbagai perspektif, walaupun terburuk sekalipun. Meski sulit, tapi hal ini membuat kita menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam menghadapi masalah. Karena ketika kita memandang suatu hal dari berbagai perspektif, kita mengerti bahwa di setiap masalah, pasti ada pembelajaran yang diberikan.</p>
<p>Memandang kondisi dari perspektif yang berbeda membantu kita untuk menentukan situasi yang menguntungkan berdasarkan kelebihan dalam diri sendiri.</p>
<p>Dalam berdamai dengan diri sendiri, tidaklah harus dimulai dengan menerima hal yang hebat dalam hidup. Tetapi, kita bisa memulainya dari hal kecil sekalipun.</p>
<p>“Saya yakin, masalah ini pasti akan berlalu”</p>
<p>“Tak apa saya menyerah untuk sekarang. Saya hanya manusia biasa yang mempunyai titik lemah. Wajar, jika kita merasakan lelah”</p>
<p>“Bolehlah saya ‘istirahat’ sebentar, namun setelahnya, saya harus bangkit kembali,”</p>
<p>Mulailah memberi semangat kepada diri sendiri, karena itu adalah cara untuk berdamai dengan diri sendiri. Jangan memaksakan diri sendiri untuk seperti orang lain. Terimalah semua kekurangan dalam diri sendiri. Mulailah menerima diri sendiri, karena tidak ada orang yang ingin hidup dibalik topeng kepalsuan.</p>
<p>Selain memberi semangat, kita juga memulai menghargai diri sendiri dengan berterima kasih pada diri kita. Berterimakasilah kepada diri kita sebagai bentuk apresiasi atas usaha yang kita lakukan. Ucapkan terima kasih atas segala kebaikan, apa yang kita punya, dan proses yang kita lalui.</p>
<p>Kebahagiaan menjadi diri sendiri adalah suatu titik tertinggi dalam kunci kebahagiaan. Penerimaan diri sendiri membantu kita untuk yakin dalam menghadapi sesuatu.</p>
<p>Berdamai dengan diri sendiri membuat kita untuk selalu bersyukur atas hidup yang kita jalani. Berdamai adalah jurus ampuh untuk mencapai kebahagiaan hidup. Berdamai dengan keadaan bukan berarti menghindar dari masalah, tetapi justru membuat kita berani dalam menghadapi kenyataan pahit dalam roda kehidupan.</p>
<p>Tugas kita adalah menjalani hidup dengan ikhlas. Apa yang kita rencanakan, terkadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tetapi percayalah, bahwa Tuhan memiliki rencana terbaik untuk umat-Nya. Setiap masalah, ada hikmah dibaliknya.</p>
<p><em><strong>Ditulis oleh Audia Natasha Putri, Mahasiswi PNJ</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/berdamai-dengan-diri-sendiri/">Berdamai dengan Diri Sendiri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/berdamai-dengan-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cinta Bisa Juga Kepada Bangsa Sendiri</title>
		<link>https://jakpos.id/cinta-bisa-juga-kepada-bangsa-sendiri/</link>
					<comments>https://jakpos.id/cinta-bisa-juga-kepada-bangsa-sendiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2019 14:16:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Tanah Air]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=22781</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cinta terhadap tanah air ialah mencintai bangsa sendiri. munculnya perasaan mencintai oleh warga negara untuk&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/cinta-bisa-juga-kepada-bangsa-sendiri/">Cinta Bisa Juga Kepada Bangsa Sendiri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong>Cinta terhadap tanah air ialah mencintai bangsa sendiri.</strong></em></p></blockquote>
<p>munculnya perasaan mencintai oleh warga negara untuk negaranya dengan bersedia berkorban, melindungi tanah air, gangguan dan tantangan yang dihadapi oleh negaranya. Kata lain, cinta terhadap tanah air adalah munculnya rasa kecintaan, kebangaan, menghargai, menghormati, kesetiaan dan kepatuhan yang dimiliki oleh setiap warga negara terhadap negaranya.</p>
<p>Bangsa Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan itu diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan para pejuang pahlawan yang tidak ternilai harganya. Sejak itu, bangsa Indonesia bertekad untuk membela tanah airnya dari segala bentuk gangguan dan ancaman, baik yang datangnya dari dalam maupun dari luar. Kita tidak boleh lengah sedikit pun karena ancaman akan datang dari berbagai arah. Semangat persatuan dan kesatuan harus diperkuat melalui berbagai kegiatan, yaitu bersifat lokal, kedaerahan, nasional, maupun internasional.</p>
<p>Kita sebagai warga negara Indonesia dan Indonesia sebagai tanah air, maka kita harus memiliki perasaan cinta tanah air dan mewujudkan kecintaan itu dalam kehidupan sehari-hari. wujud kecintaan warga negara kepada tanah airnya dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana yaitu mencerminkan perilaku cinta tanah air dengan ikut serta dalam pembangunan nasional. Setiap warga negara ikut serta dalam pembangunan nasional melalui bidangnya masing-masing, misal bekerja dengan baik sesuai dengan keahlian yang dimiliki, mencintai produk-produk Indonesia dengan lebih mengutamakan membeli produk-produk dalam negeri dibanding produk-produk asing.</p>
<p>Jadi, sebagai warga negara, kita boleh saja membeli produk-produk asing jika sedang kita butuhkan.<br />
Ada pun wujud cinta tanah air lainnya yang dapat dilakukan oleh warga negara adalah, menghargai jasa pahlawan, serta berkarakter Indonesia dengan berjiwa Pancasila, bhineka tunggal ika, dan menaati peraturan undang-undang yang berlaku.</p>
<p>Sedangkan sebagai generasi muda masih sekolah atau pelajar atau mahasiswa sikap cinta tanah air dapat diwujudkan dengan banyak ragam cara, di antaranya belajar dengan rajin, mengikuti upacara bendera, taat terhadap perintah Tuhan, saling menyayangi antar sesama, menghormati orang tua dan guru, menghargai jasa para pahlawan, menjadi pelajar yang membanggakan Indonesia dengan berprestasi baik dalam bidang akademik maupun nonakademik, berjiwa Indonesia dan Pancasila, berpegang pada bhineka tunggal ika.</p>
<p>Jadi, Kenapa kita harus cinta terhadap tanah air?</p>
<p>Jika cinta tidak tertanam pada diri setiap warga indonesia maka negara Indoensia akan mudah dilanda kekacauan, pembangunan tidak maju, pendapatan negara menurun, dan pada akhirnya tingkat kesejahteraan dan kesehatan warga sendiri yang akan hancur. Pahlawan yang telah berjuang untuk membela negara ini akan menangis melihat warganya tidak mencintai negaranya sendiri, maka dari itu mari kita sama-sama membangun negara Indonesia menjadi semakin maju dan tanam cinta pada diri kita masing-masing untuk negara ini.</p>
<p><em><strong>Ditulis oleh Idami Iradi Izani, Mahasiswa PNJ</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/cinta-bisa-juga-kepada-bangsa-sendiri/">Cinta Bisa Juga Kepada Bangsa Sendiri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/cinta-bisa-juga-kepada-bangsa-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Kaum Penikmat Kopi</title>
		<link>https://jakpos.id/kisah-kaum-penikmat-kopi/</link>
					<comments>https://jakpos.id/kisah-kaum-penikmat-kopi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Apr 2019 10:27:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=22386</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi sebagian orang, apalagi saya. Kopi itu candu. Tiada hari tanpa ngopi. Gak lengkap hari&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kisah-kaum-penikmat-kopi/">Kisah Kaum Penikmat Kopi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi sebagian orang, apalagi saya. Kopi itu candu. Tiada hari tanpa ngopi. Gak lengkap hari ini bila belum ngopi. Maka ngopilah dulu&#8230;</p>
<p>Secangkir kopi itu bukan soal harganya. Tapi maknanya yang luar biasa. Aroma khas kopi saja begitu menenangkan. Apalagi meneguknya, menjadikan semuanya kembali rileks. Tidak ada soal hidup yang boleh bikin terbelenggu. Mereka yang galau, gelisah bahkan resah jelang pilpres. Bisa jadi, mereka bukan kaum penikmat kopi.</p>
<p>Pada secangkir kopi selalu ada pelajaran hidup. Bisa manis, bisa pahit. Seperti kopi, hidup itu tidak selalu manis. Kadang pun pahit. Hebatnya secangkir kopi; kita selalu bisa melewati semua keadaan. Hingga tercipta kenikmatan yang tidak terhingga.</p>
<p>Kaum penikmat kopi sadar betul.<br />
Bahwa kopi, punya kelebihan tanpa perlu dibicarakan. Kopi juga punya kekurangan, tanpa perlu diperdebatkan. Sangat manusiawi, bila ada kelebihan pasti ada kekurangan. Kalo punya plus pasti punya minus. Jadi, rileks saja dan nikmatilah secangkir kopi.</p>
<p>Rileks seperti kaum penikmat kopi.<br />
Karena saat pesan kopi di warung. Pelayannya mau jutek atau galak, penikmat kopi rikeks saja. Bila pelayannya santun dan menyenangkan pun gak masalah. Gak perlu gelisah, gak perlu ada tendensi apapun.</p>
<p>Begitu pula harusnya dunia politik.<br />
Jelang pilpres rileks saja. Gak usah terpengaruh. Gak usah ikut membenci, apalagi mencaci-maki. Cukup tentukan sikap, tentukan pilihan saatnya nanti. Gak usah berisik, apalagi koar-koar yang gak perlu.</p>
<p>Kaum penikmat kopi sudah tahu.<br />
Bahwa di dunia ini, hanya ada 2 tipe manusia:<br />
Satu, mereka yang reaksinya negatif. Pikirannya jelek, sikapnya memghasut, dan perilakunya marah-marah bahkan bisa menebar fitnah.<br />
Kedua, mereka yang reaksinya positif. Pikirannya bagus, sikapnya bijaksana dan perilakunya rileks, enjoy saja.</p>
<p>Karena kaum penikmat kopi tahu.<br />
Bahwa kita tidak bisa mengontrol pikiran dan perilaku orang lain. Tapi penikmat kopi hanya bisa mengontrol dirinya sendiri. Ngopi itu yang penting &#8220;substansi&#8221; bukan &#8220;reaksi&#8221;. Karena pada secangkir kopi, tidak boleh ada orang lain yang ikut menentukan cara kita dalam bertindak.</p>
<p>Kopi itu nikmat bukan hanya aromanya. Tapi juga suasananya. Dan kopi gak pernah memilih siapa yang layak menikmatinya. Karena di hadapan kopi kita semua sama.</p>
<p>Sungguh, kaum penikmat kopi itu sederhana.<br />
Karena di secangkir kopi, hitam itu tidak selalu kotor; pahit itu tidak selalu menyakitkan. Putih pun gak selalu bersiah; manis pun gak selalu mulia. Jadi rileks saja. Biar waktu yang membuktikannya.</p>
<p>Maka, ngopilah sejenak.<br />
Agar bisa tetap sejuk di tempat yang panas. Agar tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar. Agar tetap tenang di tempat gaduh sekalipun.</p>
<p>Marah itu gampang. Galak itu mudah. Tapi sangat susah mencari jawaban, kenapa harus marah atau galak? Kepada siapa harus marah atau galak? Di mana harus marah atau galak? Lalu apa yang didapat dari marah atau galak?</p>
<p>Jadi, bergaulah dengan kaum penikmat kopi.<br />
Agar tetap rileks dalam situasi apapun. Karena gak ada soal yang gak bisa dipecahkan. Gak ada urusan negara yang gak digariskan Allah SWT.</p>
<p>Jadi, nikmati dan syukurilah apa yang ada. Agar kita semua tetap baik. Dan yang paling penting, gak usah menunggu untuk jadi orang baik. Ngopi itu selalu mengajarkan kita. Untuk tidak terburu-buru dalam menjalani sesuatu. Tapi nikmati saja apa yang ada, seperti kita meneguk secangkir kopi.</p>
<p><em><strong>Ditulis oleh Syarifudin Yunus</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kisah-kaum-penikmat-kopi/">Kisah Kaum Penikmat Kopi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/kisah-kaum-penikmat-kopi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perlunya Kreatifitas dalam Persaingan Industri Makanan Ringan</title>
		<link>https://jakpos.id/perlunya-kreatifitas-dalam-persaingan-industri-makanan-ringan/</link>
					<comments>https://jakpos.id/perlunya-kreatifitas-dalam-persaingan-industri-makanan-ringan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Dec 2017 01:37:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=16217</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bisnis makanan ringan merupakan bisnis berskala rumah tangga yang memiliki peluang sangat bagus untuk saat ini maupun yang akan datang. Permintaan pasar untuk makanan ringan terus mengalir. Melihat penikmat makanan ringan, tidak hanya anak-anak, tetapi juga remaja, dewasa, hingga orang tua. Maka tidak mengherankan jika pelaku bisnis makanan yang sering disajikan sebagai selingan saat melakukan kegiatan ini sering kali kebanjiran pelanggan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/perlunya-kreatifitas-dalam-persaingan-industri-makanan-ringan/">Perlunya Kreatifitas dalam Persaingan Industri Makanan Ringan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_16219" aria-describedby="caption-attachment-16219" style="width: 699px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-post-16217 wp-image-16219" src="https://res.cloudinary.com/de5lnco7h/image/upload/v1513647360/UMKM-Makanan-di-Banyumas-Terkendala-Biaya-Label-Halal_xmmqt5.jpg" alt="" width="699" height="393" /><figcaption id="caption-attachment-16219" class="wp-caption-text">Ilustrasi. (Istimewa)</figcaption></figure>
<p>Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan. Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktivitas sehari-harinya. Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia paling utama yang dapat membantu manusia dalam mendapatkan energi, membantu pertumbuhan badan dan otak. Memakan makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan manusia, baik otak maupun badan. Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda. Protein, karbohidrat, dan lemak adalah salah satu contoh gizi yang akan didapatkan dari makanan.</p>
<p>Berbicara tentang makanan sendiri tentunya tidak sedikit orang yang hanya menjadikan makanan itu sebagai pemenuhan kebutuhan pokok saja, tapi bagi orang yang memiliki jiwa bisnis hal tersebut dijadikan sebagai peluang usaha. Karena usaha dibidang makanan sangat potensial sekali dan peluang bisnis makanan atau usaha kuliner boleh dibilang salah satu jenis usaha yang tidak akan pernah mati karena akan selalu dicari oleh banyak orang untuk memenuhi kebutuhan tubuh mereka.</p>
<p>Kalau kita melihat pasar Indonesia, tentu ada banyak sekali peluang usaha makanan yang bisa dilakukan oleh calon pebisnis yang menyukai usaha kuliner. Masyarakat Indonesia terkenal konsumtif dibanding negara-negara lain, termasuk dalam hal makanan. Indonesia punya banyak jenis makanannya yang beragam dari berbagai daerah, mulai dari makanan utama hingga makanan ringan. Harganya pun beragam mulai dari yang murah, hingga yang mahal.</p>
<p>Bisnis makanan ringan merupakan bisnis berskala rumah tangga yang memiliki peluang sangat bagus untuk saat ini maupun yang akan datang. Permintaan pasar untuk makanan ringan terus mengalir. Melihat penikmat makanan ringan, tidak hanya anak-anak, tetapi juga remaja, dewasa, hingga orang tua. Maka tidak mengherankan jika pelaku bisnis makanan yang sering disajikan sebagai selingan saat melakukan kegiatan ini sering kali kebanjiran pelanggan.</p>
<p>Apalagi melihat beragamnya jenis makanan ringan yang terkenal di masyarakat kita adalah aneka gorengan, aneka keripik, aneka kue, dan masih banyak lagi yang dijual dengan berbagai variasi harga. Membuat peluang bisnis makanan ringan ini semakin terbuka lebar.</p>
<p>Kementerian Perindustrian (Kemprin) memprediksi sektor makanan dan minuman tahun 2017 hanya tumbuh kisaran 7,5%-7,8%. Sementara, pengusaha memperkirakan bisa tumbuh minimal sama dengan 2016 yakni sekitar 8,2%-8,5%.</p>
<p>Menurut Adhi S Lukman, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), pertumbuhan bisnis makanan tahun 2017 masih bisa sama dengan tahun lalu yakni sekitar 8,5%. Karena itulah, &#8220;Kemprin sepakat mau merevisi proyeksi bisnis industri makanan 2017. Harusnya bisa sama optimistis,&#8221; kata Adhi seperti dikutip KONTAN, Minggu (22/1/2017).</p>
<p>Dari data tersebut bisa dilihat bahwa pertumbuhan industri makanan dan minuman domestik tahun ini optimistis tumbuh lebih baik ketimbang tahun lalu. Bahkan, prediksi pelaku industri tahun ini lebih tinggi dari prediksi pemerintah.</p>
<p>Saat ini banyak sekali jenis makanan ringan yang muncul di pasar industri makanan. Berbagai variasi dan bentuk unik menjadi salah satu andalan dari pengusaha agar konsumen tertarik dengan produk yang ditawarkan. Produk-produk hasil olahan industri rumahan ini memiliki differensiasi tersendiri dibanding produk kompetitor di pasaran.</p>
<p>Berkembangnya beragam jenis industri makanan dan minunan baik itu industri tradisional maupun industri moderen, merupakan reaksi atas beragamnya permintaan konsumen. Fenomena ini menunjukan persaingan yang semakin ketat diantara usaha yang ada. Persaingan untuk menarik perhatian konsumen sangat diperlukan guna mempertahankan dan merebut target pasar. Konsekuensinya adalah masing-masing industri harus memiliki strategi-strategi khusus guna pengembangan usahanya dengan melihat faktor-faktor eksternal maupun internal yang ada di sekitar maupun diluar perusahaan. Sebagai contohnya yaitu memberikan produk yang unik, promosi yang menarik, kemudahan untuk mendapatkan produk yang ditawarkan dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan untuk menarik perhatian pelanggan.</p>
<p>Kreatifitas dari para pengusaha sangat dibutuhkan untuk bertahan dalam persaingan industri makanan. Oleh karena itulah tercipta berbagai kreasi makanan yang sengaja dibuat oleh pengusaha untuk menarik konsumen.</p>
<p>Ditulis oleh: Sansan Hasan Basri – Mahasiswa STEI SEBI.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/perlunya-kreatifitas-dalam-persaingan-industri-makanan-ringan/">Perlunya Kreatifitas dalam Persaingan Industri Makanan Ringan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/perlunya-kreatifitas-dalam-persaingan-industri-makanan-ringan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fenomena Masih Maraknya Perdukunan di Daerah</title>
		<link>https://jakpos.id/fenomena-masih-maraknya-perdukunan-di-daerah/</link>
					<comments>https://jakpos.id/fenomena-masih-maraknya-perdukunan-di-daerah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Dec 2017 01:25:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=16213</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Mardhiyatun Nurul Ulfi Kemajuan peradaban manusia, sering kali diukur dengan kemajuan teknologi dan semakin lepasnya&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/fenomena-masih-maraknya-perdukunan-di-daerah/">Fenomena Masih Maraknya Perdukunan di Daerah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Mardhiyatun Nurul Ulfi</p>
<p>Kemajuan peradaban manusia, sering kali diukur dengan kemajuan teknologi dan semakin lepasnya masyarakat dari praktik-praktik berbau tahayul. Namun lain halnya, dizaman sekarang ini praktik perudukunan justru marak bak cendawan di musim penghujan.</p>
<p>Praktik perdukuknan memiliki akar dalam sejarah. Perdukunan memang sudah dikenal lama oleh masyarakat kita. Dan ilmu ini pun turun-temurun saling diwarisi, hingga saat ini dukun masih mendapatkan tempat bukan saja disisi masyarakat tradsional, tetapi juga ditengah lingkungan modern.</p>
<p>Hakikat dukun yang tidak bisa dilepaskan dari keterikatan dengan jin (setan). Sedangkan meminta bantuan kepada jin termasuk syirik yang paling besar terhadap Allah SWT. Meminta bantuan kepada jin dalam beberapa perkara tidaklah akan bisa terjadi kecuali dengan taqarrub(mendekatkan diri) kepada jin tersebut dengan sesuatu yang termasuk peribdatan.</p>
<figure id="attachment_16215" aria-describedby="caption-attachment-16215" style="width: 512px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-post-16213 wp-image-16215" src="https://res.cloudinary.com/de5lnco7h/image/upload/v1513646632/Praktik-Perdukunan-dari-Masa-ke-Masa_qcgphq.jpg" alt="" width="512" height="341" /><figcaption id="caption-attachment-16215" class="wp-caption-text">Ilustrasi. (Istimewa)</figcaption></figure>
<p>Jika kita telusuri lebih jauh, maka tak dapat dipungkiri bahwa tegaknya bendera kekufuran melalui sihir dan perdukunan jelas mengancam dan merusak akidah umat.</p>
<p>Ironisnya ini terjadi dimasayarakat yang mengaku religius dan agamis. Dan bila kita amati kehidupan ditengah masyarakat maka kita sering mendapati penyakit TBC, yaitu Tahayul dengan hal-hal mistik, Bid’ah dan Khurafat. Itulah sederet fenomena keganjilan dalam permasalahan aqidah yang ada ditengah masyarakat muslimin dimana kita berada didalam nya. Seorang muslim yang jujur ketika ditanya tentang hukum perdukunan, tentu saja akan menjawab bahwa itu adalah hal yang terlarang dan merupakan perbuatan syirik kepada Allah SWT. Yang dimana spekulasi mereka berbanding terbalik dengan apa yang sebenarnya terjadi.</p>
<p>Dukun atau yang sering disebut dengan “orang pinter” adalah suatu profesi yang tidak asing kedengarannya di telinga masyarakat pada umumnya. Walaupun nama atau istilahnya berbeda antar satu daerah dengan daerah yang lainnya, Dukun adalah profesi yang sangat populer. Keterlibatan mereka dalam kehidupan masyarakat selama ini sangat kuat.</p>
<p>Tidak dipungkiri,meski saat ini kita hidup dalam era digital, tetapi pada sebagian masyarakat masih ada saja yang memeprcayai bahwa dukun adalah sosok yang bisa dimintai jasa untuk kepentingan tertentu. Diketahui bahwa dukun merupakan orang yang memiliki kemampuan tertentu untuk membantu seseorang. Dukun yang dimaksud dalam pengamatan atau observasi saya adalah paranormal yang membantu masyarakat dalam masalah jodoh, pelaris bagi pedagang,kekuasaan politik, dan disukai atau dihormati orang lain. Hal tersebut masih sering saya jumpai di daerah tempat tinggal saya.</p>
<p>Fenomena kesyirikan dan pelanggaran tauhid banyak terjadi di masyarakat kita, karena kurangnya pengetahuan mereka tentang masalah tahuid dan keimanan, serta hal-hal yang bisa mendangkalkan bahkan merusak akidah atau keyakinan seorang muslim.</p>
<p>Kenyaataan pahit yang dialami umat islam sekarang ini berupa kebodohan dalam masalah aqidah dan masalah-masalah keyakinan lainnya, serta perpecahan dalam metodologi pemahaman dan pengamalan islam . Apalagi sekarang ini penyebaran dakwah islam diberbagai belahan bumi tidak lagi sesuai dengan aqidah dan manhaj generasi pertama yang telah mampu melahirkan generasi terbaik.</p>
<p>Di zaman yang serba modern masih banyak yang menggunakan dukun sebagai alternatif untuk memeperkaya diri. Menyaksikan hal tersebut, praktek sihir yang sudah merejalela dan transparan khususnya yang berada di setiap daerah, membuat bulu kuduk merinding. Bagaimana mungkin sebuah dosa besar berlangsung sangat transparan dan tidak ada tindakan apapun dari segelinitir orang yang bisa dikatakan lebih paham akan kesesatan yang terjadi.</p>
<p>Kepercayaan masyarakat terkait perdukunan memang mengakar cukup kuat dan menjadi sebuah mitos tersendiri. Nilai spiritual atau mistis sebenarnya selalu ada dalam setiap diri manusia menjadi kebutuhan yang mendasar untuk menyelesaikan masalah kehidupan. Manusia dalam mengahdapi berbagai permasalahan memilih jalan keluar yang rasional, ada pula yang irrasional. Bahkan yang rasional tentu dilakukan berkaitan dengan melalui cara berfikir logis. Namun fakta sosial menyatakan bahwa masyarakat banyak mencari hal-hal mistis. Salah satunya mereka mencari jalan keluar permaslahan hiudpnya melalui penanyaan atau paranormal. Agama seringkali menjadi salah satu jalan keluar dari berbagai persoalan tersebut. Walau begitu, tak sedikit pula yang bertentangan dengan ajaran agama itu sendiri. Fenomena sebuah fakta sosial yang nyata terjadi dimasayarakat. Sebagai contoh, dari mulai pemilihan kepala desa, pencalonan anggota dewan, bupati, gubernur dan presiden tak bisa dilepaskan dari hal tersebut.</p>
<p>Saya berusaha mempelajari fakta sosial tersebut, adapun pembahasan tidak memasuki wilayah benar arau tidaknya prilaku kepercayaan terhadap paranormal tersebut. Akan tetapi hanya mencoba melalui kajian sosiologis dari adanya kenyataan yang terjadi sebagai sebuah gambaran nyata fenomena tersebut. Sebagaimana kenyataan terjadi didaerah kelahiran saya sendiri yang masih ada atau bisa katakan banyak yang masih percaya kepada dukun dan menggunakan jasa dukun untuk membantu berbagai deret masalah kehidupan.</p>
<p>Istilah dukun biasa disebut paranormal atau sebaliknya masyarakat menyebut paranormal itu dukun tapi pada kenyataan dilapangan, dukun atau paranormal tidak mau dianggap dukun hanya saja sang dukun menganggap dirinya sama saja dengan masyarakat sekitar, hanya saja yang membedakan bahwa sang dukun punya kelebihan indra ke enam sehingga bisa menerawang dan dianggap memiliki kekuatan supranatural.</p>
<p>Dari pengamatan awal didapatkan bebrapa tujuan masyarakat menggunakan jasa dukun. Memperoleh hubungan harmonis dan damai, termasuk soal jodoh, pelaris dagangan bagi pedagang dan mengatur cuaca bagi petani dan masyarakat yang mempunyai hajatan seperti mantu (perkawinan), sunatan (khitanan), bahkan untuk mendapatkan kedudukan politik mereka masih memanfaatkan media perdukunan.</p>
<p>Dari hasil pra survei tersebut dapat dipahami bahwa masyarakat memanfaatkan jasa dukun memiliki beberapa tujuan. Pada praktek perdukunan tersebut, masyarakat memiliki kepercayaan bahwa tujuannya dapat terwujud. Yang berarti masyarakat tidak memiliki aqidah yang kuat, miris memang.</p>
<p>Selama ini memang ada kelompok masyarakat yang merasa sangat terbantu bahkan diuntungkan dengan adanya praktik perdukunan, namun banyak juga yang merasa sangat dirugikan bahkan kecewa dengan adanya praktik ini. Sebagai bukti yang pernah saya alami sendiri bahwa dunia perdukunan tersebut masih dianut oleh masyarakat didaerah saya yang kebetulan daerah pariwisata, dimana adanya persaingan usaha yang tidak sehat dengan cara seseorang meminta jimat pelaris kepada dukun atau yang biasa mereka sebut orang pintar agar diberi kelancaran dalam usaha dagang mereka. Dimana ada salah satu pengunjung yang datang ketempat saya berjualan tetapi mereka tidak melihat apa yang saya jual. Secara logika, hal tersebut tidak masuk akal. Karena apa? Hal tersebut hanya bisa dilakukan oleh dukun yang sudah jelas bersekutu dengan syaitan. Maka dari itu, walaupun saya yang awalnya tidak mempercayai adanya praktik perdukunan tersebut. Tetapi nyatanya saya pernah menjadi korban keegoisan seseorang yang menghalalkan segala cara untuk kepentingan pribadi.</p>
<p>Secara umum status paranormal dan dukun dalam kacamata masyarakat awam dipandang sebagai sebuath status sosial yang terhormat dan bergengsi. Hal tersebut terlihat dari maraknya kalangan pejabat, pengusaha kecil, konglomerat, pedagang asongan, petani, nelayan, politius hingga PSK, untuk emlancarkan usahanya datang ramai-ramai ke paranormal, duku atau kyai karomah.</p>
<p>Berdasarkan hal yang telah dijabarkan diatas, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab masyarakat mempercayai duku, yaitu mereka tidak berpegang teguh kepada aqidah yang benar, kurang nya kesabaran dalam menerima ujian kemiskinan, dan banyak diantara masyarakat yang ingin keluar dari masalah dengan cara yang instan tanpa memikirkan resiko dan dosa yang diemban. Berdasarkan pernyataan diatas daoat dioahami bahwa kepercayaan terhadap dukun dapat disebabkan oleh beberapa faktor diatas memberikan gambaran yang menjadi landasan pengamatanan saya mengenai dunia perdukunan.</p>
<p>Kenyataannya keberadaan dukun secara fungsional masih tetap dibutuhkan sehingga masyarakat tetap memiliki kepercayaan terhadapnya. Maraknya perdukunan disebabkan oleh lemahnya Aqidah atau imam mereka dan kurang nya pemahaman agama. Hal tersebut merupakan faktor utama bagi seseorang untuk mencari alternatif lain untuk menyelesaikan permasalahan hidup. Meminta pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat merupakan solusi yang sebenarnya lebih tepat untuk menyelesaikan masalah.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/fenomena-masih-maraknya-perdukunan-di-daerah/">Fenomena Masih Maraknya Perdukunan di Daerah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/fenomena-masih-maraknya-perdukunan-di-daerah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Langkah Lindungi Anak dari Kejahatan Seksual</title>
		<link>https://jakpos.id/5-langkah-lindungi-anak-dari-kejahatan-seksual/</link>
					<comments>https://jakpos.id/5-langkah-lindungi-anak-dari-kejahatan-seksual/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Dec 2017 14:40:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[kejahatan seksual anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=16016</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maraknya pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur saat ini, mengharuskan para orang tua untuk selalu waspada dan berhati-hati. Pelecehan seksual tidak melulu dilakukan oleh orang yang tidak dikenal, tetapi bisa saja keluarga terdekat.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/5-langkah-lindungi-anak-dari-kejahatan-seksual/">5 Langkah Lindungi Anak dari Kejahatan Seksual</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_16018" aria-describedby="caption-attachment-16018" style="width: 780px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-post-16016 wp-image-16018" src="https://res.cloudinary.com/de5lnco7h/image/upload/v1512398355/kejahatan-seksual-pada-anak_csjuqj.jpg" alt="" width="780" height="390" /><figcaption id="caption-attachment-16018" class="wp-caption-text">Ilustrasi. (Istimewa)</figcaption></figure>
<p>Maraknya pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur saat ini, mengharuskan para orang tua untuk selalu waspada dan berhati-hati. Pelecehan seksual tidak melulu dilakukan oleh orang yang tidak dikenal, tetapi bisa saja keluarga terdekat.</p>
<p>Karena itulah, ada baiknya orang tua menerapkan tindakan spesifik untuk mencegah anak agar terhindar dari tindak kekerasan seksual.</p>
<p>Seperti dikutp dilansir perenting.co.id, menurut National Society for the Prevention of Cruelty to Children di Inggris, ada 5 langkah yang bisa diterapkan.</p>
<p>Pertama, memberitahu anak area pribadinya yang tidak boleh disentuh oleh orang lain.</p>
<p>Kedua, orang tua memberikan pendidikan seksual terhadap anak dengan bahasa yang sesuai usianya.</p>
<p>Ketiga, orang tua harus memberikan pemahaman terhadap anak, bahwa anak bisa menceritakan apapun yang terjadi pada dirinya.</p>
<p>Keempat, anak diajarkan untuk tidak merahasiakan kejadian yang buruk.</p>
<p>Kelima, ajarkan anak untuk menolak apapun yang mereka tidak suka atau sesuatu hal yang menyakiti mereka.</p>
<p>Itulah 5 tindakan untuk para orang tua, agar anak bisa terlindungi dari kejahatan seksual. (Syintia)</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/5-langkah-lindungi-anak-dari-kejahatan-seksual/">5 Langkah Lindungi Anak dari Kejahatan Seksual</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/5-langkah-lindungi-anak-dari-kejahatan-seksual/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Generasi Hedonis</title>
		<link>https://jakpos.id/generasi-hedonis/</link>
					<comments>https://jakpos.id/generasi-hedonis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Nov 2017 09:42:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=15900</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa sih Generasi Hedonis? Mungkin banyak yang belum mengetahui apa itu arti kata Hedonis sendiri.&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/generasi-hedonis/">Generasi Hedonis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_15902" aria-describedby="caption-attachment-15902" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-post-15900 wp-image-15902" src="https://res.cloudinary.com/de5lnco7h/image/upload/v1511775707/night-club-clubbing-jobs-abroad1-5801e0aed47e61723bdf6e86_jisdvv.jpg" alt="" width="700" height="395" /><figcaption id="caption-attachment-15902" class="wp-caption-text">Ilustrasi. (Istimewa)</figcaption></figure>
<p>Apa sih Generasi Hedonis? Mungkin banyak yang belum mengetahui apa itu arti kata Hedonis sendiri. Hedonis atau biasa disebut dengan Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan.</p>
<p>Ada juga yang mengartikan Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan yang merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia.</p>
<p>Terdapat 3 aliran pemikiran dalam Hedonis yaitu Cyrenaics, Epikureanisme, dan Utilitarianisme. Tapi disini saya sendiri akan menjelaskan apa itu Generasi Hedonisme.</p>
<p>Luar biasanya ide sekularisme, mereka mampu menghasilkan generasi Indonesia yang hanya fokus mau mendapatkan kesenangan dunia saat hidup. Pokoknya, menganggap bahwa hidup hanya untuk mencari kesenangan jasmani sebanyak-banyaknya, tanpa memerhatikan halal haram. Kalau berbicara halal haram mending saat ceramah dimasjid saja, jangan diluar!</p>
<p><strong>Istilah sikap seperti ini adalah Hedonisme.</strong></p>
<p>Hal ini turut berimbas pada naluri cinta yang dimiliki generasi Indonesia. Mereka tidak memerhatikan tujuan awal penciptaan Allah SWT untuk melestarikan keturunan, tapi hanya mau mendapatkan kenikmatan belaka. Gampangnya, “mau enaktapi nggak mau anak”. Naluri disalurkan layaknya kambing, tanpa lagi memikirkan halal-haram.</p>
<p>Hasilnya, berbagai survei menunjukkan hal yang bikin miris, seperti 80% remaja puteri di Ponorogo perneh melakukan hubungan seks pranikah. Data ini hasil survei secara acak yang disampaikan oleh ketua KPPA (Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak) Kab. Ponorogo, Jum’at (17/12/’10).</p>
<p>Generasi muda tidak lagi memikirkan soal surge dan neraka, tidak memikirkan masalah pahala dan siksa, yang penting kesenangan. Bahkan, hubungan dengan Tuhan saja tidak lagi dipedulikan. Menurut mereka, hanya orang kuno dan terbelakang yang masih membawa urusan agama dan Tuhan ke ruang publik. Ditambah lagi, Negara memfasilitasinya dengan menyajikan gaya hidup mewah-borjuis lewat berbagai media. Hasilnya benar-benar membuat pemikiran generasi rusak.</p>
<p>Dari sinilah generasi zaman sekarang menjadi lemah pemahaman agamanya. Padahal, agama adalah benteng dalam kehidupan sehari-hari. Benteng penyelamat kehidupan dunia dan akhirat. Jika generasi muda terus dibiarkan, niscaya mereka akan semakin jauh dari agama Islam dan pastinya semakin terjebak dalam kehidupan seperti yang direncanakan oleh orang-orang barat.</p>
<p><em><strong>Nanda Yurit Zul Hananah, Mahasiswi STEI SEBI.</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/generasi-hedonis/">Generasi Hedonis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/generasi-hedonis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
