<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Idul Fitri Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/idul-fitri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/idul-fitri/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Mar 2026 08:05:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Idul Fitri Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/idul-fitri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kembali Fitrah di Hari Raya: Merajut Silaturahmi, Menyambung yang Terputus dalam Keberkahan Ramadhan</title>
		<link>https://jakpos.id/kembali-fitrah-di-hari-raya-merajut-silaturahmi-menyambung-yang-terputus-dalam-keberkahan-ramadhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 08:05:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98507</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Abdullah Faqih, mahasiswa IAI SEBI Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah yang datang dan pergi&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kembali-fitrah-di-hari-raya-merajut-silaturahmi-menyambung-yang-terputus-dalam-keberkahan-ramadhan/">Kembali Fitrah di Hari Raya: Merajut Silaturahmi, Menyambung yang Terputus dalam Keberkahan Ramadhan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh Abdullah Faqih, mahasiswa IAI SEBI</strong></em></p>
<p>Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah yang datang dan pergi setiap tahun. Ia adalah madrasah ruhiyah yang mendidik manusia untuk kembali mengenali dirinya—sebagai hamba yang lemah, yang membutuhkan ampunan, dan yang senantiasa bergantung kepada Allah SWT. Selama satu bulan penuh, umat Islam dilatih untuk menahan diri, bukan hanya dari lapar dan dahaga, tetapi juga dari amarah, kesombongan, dan segala hal yang dapat mengeraskan hati.</p>
<p>Ketika gema takbir berkumandang di penghujung Ramadhan, hadir sebuah momentum besar yang dinantikan: Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar perayaan kemenangan, melainkan titik kembali—kembali kepada fitrah. Sebuah kondisi di mana hati menjadi lebih bersih, jiwa lebih tenang, dan kesadaran spiritual kembali diteguhkan.</p>
<p>Namun, esensi fitrah tidak berhenti pada hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhannya. Fitrah juga menuntut adanya perbaikan dalam hubungan horizontal, yaitu hubungan antar sesama manusia. Sebab, tidaklah sempurna kebaikan seseorang apabila ia masih menyimpan luka, dendam, atau bahkan memutus tali persaudaraan.</p>
<p>Dalam realitas kehidupan, tidak dapat dipungkiri bahwa hubungan antar manusia seringkali diuji oleh berbagai hal: perbedaan pandangan, kesalahpahaman, hingga ego yang sulit dikendalikan. Hal-hal tersebut kerap menjadi sebab renggangnya hubungan, bahkan tidak jarang berujung pada terputusnya silaturahmi. Di sinilah Idulfitri hadir sebagai ruang rekonsiliasi—sebuah kesempatan untuk merendahkan hati, membuka pintu maaf, dan menyambung kembali tali yang sempat terputus.</p>
<p>Silaturahmi dalam Islam bukan hanya bernilai sosial, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang sangat kuat. Ia bukan sekadar tradisi, melainkan perintah yang mengandung keberkahan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:</p>
<p>&#8220;Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Hadis ini menegaskan bahwa menjaga dan menyambung silaturahmi bukan hanya berdampak pada keharmonisan hubungan, tetapi juga menjadi sebab datangnya keberkahan dalam kehidupan. Rezeki yang dilapangkan dan umur yang diberkahi adalah janji bagi mereka yang mampu menjaga hubungan dengan sesama.</p>
<p>Lebaran, dalam konteks ini, menjadi momentum yang sangat strategis. Ia menghadirkan suasana yang mendorong setiap individu untuk kembali terhubung—baik dengan keluarga, sahabat, maupun kerabat yang lama tidak berjumpa. Tradisi saling mengunjungi, berjabat tangan, dan mengucapkan maaf bukan sekadar simbol, melainkan refleksi dari nilai besar yang diajarkan Islam: memaafkan dan memperbaiki hubungan.</p>
<p>Lebih dari itu, keberanian untuk memulai silaturahmi, terutama kepada mereka yang pernah berselisih, adalah bentuk kedewasaan spiritual. Tidak mudah memang untuk menurunkan ego dan mengakui kesalahan, tetapi di situlah letak kemuliaannya. Sebab, seringkali yang paling kuat bukanlah mereka yang mampu mempertahankan gengsi, melainkan mereka yang berani merendahkan hati demi menjaga persaudaraan.</p>
<p>Sebagai seorang mahasiswa semester 6 di Institut Agama Islam (IAI) SEBI, penulis memandang bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam momentum Idulfitri ini tidak hanya relevan dalam konteks personal, tetapi juga memiliki implikasi sosial yang luas. Masyarakat yang kuat bukanlah masyarakat yang bebas dari konflik, melainkan masyarakat yang mampu mengelola konflik dengan cara yang bijak—melalui dialog, maaf, dan silaturahmi.</p>
<p>Pada akhirnya, makna kemenangan di hari raya tidak diukur dari kemeriahan perayaan atau banyaknya hidangan yang tersaji. Kemenangan sejati terletak pada kemampuan seseorang untuk kembali kepada fitrah dengan hati yang bersih, serta kesediaannya untuk menyambung kembali hubungan yang sempat terputus.</p>
<p>Semoga Ramadhan yang telah dilalui tidak berlalu begitu saja tanpa meninggalkan bekas. Dan semoga Idulfitri benar-benar menjadi titik awal bagi setiap diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik—yang tidak hanya taat secara spiritual, tetapi juga bijak dalam menjaga hubungan dengan sesama manusia. Karena di situlah letak kebahagiaan yang hakiki: ketika hati bersih, hubungan terjalin kembali, dan keberkahan hadir dalam kehidupan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kembali-fitrah-di-hari-raya-merajut-silaturahmi-menyambung-yang-terputus-dalam-keberkahan-ramadhan/">Kembali Fitrah di Hari Raya: Merajut Silaturahmi, Menyambung yang Terputus dalam Keberkahan Ramadhan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/www.humasindonesia.id/images/berita/humas-indonesia-5-cara-berkomunikasi-dengan-keluarga-saat-lebaran-48.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Komunitas Indonesia di Ehime Jepang Gelar Shalat Idulfitri Terbesar</title>
		<link>https://jakpos.id/komunitas-indonesia-di-ehime-jepang-gelar-shalat-idulfitri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2026 22:55:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98310</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lebih dari 600 Muslim Indonesia yang bermukim di Prefektur Ehime, Jepang, memadati pelaksanaan Shalat Idulfitri 1447 Hijriah di Ehime Kyouiku Kaikan, Matsuyama</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/komunitas-indonesia-di-ehime-jepang-gelar-shalat-idulfitri/">Komunitas Indonesia di Ehime Jepang Gelar Shalat Idulfitri Terbesar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MATSUYAMA</strong> &#8211; Lebih dari 600 Muslim Indonesia yang bermukim di Prefektur Ehime, Jepang, memadati pelaksanaan Shalat Idulfitri 1447 Hijriah di Ehime Kyouiku Kaikan, Matsuyama, Sabtu (21/3/2026).</p>
<p>Kegiatan ini menjadi pelaksanaan shalat Id terbesar sepanjang sejarah komunitas Muslim Indonesia di wilayah tersebut.</p>
<p>Shalat Idulfitri diselenggarakan oleh Komunitas Muslim Indonesia di Ehime (KMI Ehime), organisasi yang baru berdiri pada 2025.</p>
<p>Tingginya antusiasme jamaah membuat panitia membagi pelaksanaan menjadi dua kloter. Kloter pertama berlangsung pukul 09.30–10.00 JST dengan imam Mahmudi dan khatib Fani S.</p>
<p>Sementara kloter kedua digelar pukul 10.30–11.00 JST dengan imam Andi Achmad dan khatib Risbakti.</p>
<p>Pada tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan shalat Id di Ehime umumnya dilakukan secara bersama dengan komunitas Muslim dari berbagai negara dengan jumlah jamaah relatif terbatas.</p>
<p>Tahun ini, untuk pertama kalinya, komunitas Muslim Indonesia menyelenggarakan secara mandiri dengan jumlah peserta yang melonjak signifikan.</p>
<p>Usai pelaksanaan shalat, jamaah mengikuti kegiatan ramah tamah dan makan bersama yang disiapkan oleh panitia dan relawan dari donasi jamaah.</p>
<p>Sejumlah warga Jepang turut hadir dalam kegiatan tersebut dan mencicipi makanan khas Indonesia.</p>
<p>Ketua KMI Ehime, Mashuri Imam Buchori, mengatakan kegiatan ini menjadi bukti pentingnya kehadiran wadah kebersamaan bagi Muslim Indonesia di Ehime.</p>
<p>Ke depan, KMI Ehime berencana mengembangkan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial bagi komunitas Muslim Indonesia di wilayah tersebut.*</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/komunitas-indonesia-di-ehime-jepang-gelar-shalat-idulfitri/">Komunitas Indonesia di Ehime Jepang Gelar Shalat Idulfitri Terbesar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Muhammadiyah Depok Siapkan 29 Tempat Shalat Idul Fitri 20 Maret</title>
		<link>https://jakpos.id/muhammadiyah-depok-siapkan-29-tempat-shalat-idul-fitri-20-maret/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 00:55:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat Ied]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98215</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok telah merilis 29 titik lokasi shalat Idul Fitri 1447 H beserta khatib dan penyelenggaranya</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/muhammadiyah-depok-siapkan-29-tempat-shalat-idul-fitri-20-maret/">Muhammadiyah Depok Siapkan 29 Tempat Shalat Idul Fitri 20 Maret</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOK</strong></a> – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M. Penetapan awal bulan Syawal 1447 H tahun ini merujuk pada keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).</p>
<p>KHGT merupakan sistem kalender hijriah yang dirancang untuk menyatukan penentuan awal bulan Islam secara global. Dalam sistem ini, bumi dipandang sebagai satu kesatuan matlak sehingga awal bulan berlaku serentak bagi seluruh dunia. Dengan pendekatan tersebut, awal bulan tidak lagi bergantung pada batas wilayah tertentu, melainkan pada terpenuhinya parameter astronomis di salah satu tempat di dunia.</p>
<p>Dalam KHGT terdapat beberapa kriteria utama. Pertama, seluruh dunia dianggap sebagai satu kesatuan matlak sehingga bulan baru dimulai secara bersamaan. Kedua, bulan baru dimulai apabila sebelum pukul 24.00 UTC di suatu tempat di dunia telah terpenuhi parameter elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat pada saat matahari terbenam.</p>
<p>Ketiga, apabila kriteria tersebut baru terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC, maka bulan baru tetap dimulai dengan syarat parameter tersebut terjadi di daratan Benua Amerika dan peristiwa ijtimak berlangsung sebelum fajar di Selandia Baru.</p>
<p>Penetapan ini berlaku secara global sesuai prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal yang menjadikan seluruh dunia sebagai satu sistem kalender hijriah. Keputusan ini juga menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri 1447 H secara serentak di berbagai daerah di seluruh Indonesia.</p>
<p>Menindaklanjuti keputusan tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok telah merilis 29 titik lokasi shalat Idul Fitri 1447 H beserta khatib dan penyelenggaranya.</p>
<p>Berikut daftar lengkapnya:</p>
<ol>
<li>
<h3>PCM Beji</h3>
</li>
</ol>
<table width="0">
<tbody>
<tr>
<td><strong>PCM</strong></td>
<td><strong>PRM</strong></td>
<td><strong>Lokasi Pelaksanaan</strong></td>
<td><strong>Alamat</strong></td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="7"><strong>Beji</strong></td>
<td>Pondok Cina</td>
<td>Pelataran Utara Masjid Al Kohinoor</td>
<td>Jl. Al Furqon, RT.004 RW.05, Kel. Pondokcina, Beji, Kota Depok</td>
</tr>
<tr>
<td>Kukusan 2</td>
<td>Lapangan Rumah Kabeda</td>
<td>Jl. H. Usman Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok</td>
</tr>
<tr>
<td>Kukusan 2</td>
<td>Halaman Masjid Al Furqon Kukusan</td>
<td>Jalan Juragan Sinda RT 002/RW 02, Kukusan, Beji, Depok</td>
</tr>
<tr>
<td>Kukusan 2</td>
<td>Masjid Al Barokah</td>
<td>Jl. H.Usman, Kukusan, Beji, Depok</td>
</tr>
<tr>
<td>Beji</td>
<td>Masjid At Taqwa</td>
<td>Jl. H. Asmawi Raya no. 17 RT 05 RW 015 Beji, Kota Depok</td>
</tr>
<tr>
<td>Beji Timur</td>
<td>Lapangan HW Beji Timur</td>
<td>Jl. MI Ridwan Rais Beji Timur Beji Depok</td>
</tr>
<tr>
<td>Kukusan</td>
<td>Lapangan sepak bola Kukusan ( GOR Kukusan )</td>
<td>Jl. Palakali Raya Kukusan</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ol start="2">
<li>
<h3>PCM  Sawangan</h3>
</li>
</ol>
<table width="0">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="7"><strong>Sawangan</strong></td>
<td>Sawangan Utara</td>
<td>Lapangan Bola PSP Sawangan</td>
<td>Jl. Abdul Wahab Kel. Sawangan Kec. Sawangan Kota Depok</td>
</tr>
<tr>
<td>Cinangka</td>
<td>Masjid Nurul Iman</td>
<td>Kp. Kebon RT.004 RW.007 Cinangka Sawangan Depok</td>
</tr>
<tr>
<td>Kampung Bulak</td>
<td>Masjid Al Muhajirin 1</td>
<td>Jl. Masjid Al Muhajirin 1 Kp Bulak Utara Kel. Cinangka kec. Sawangan Kota Depok</td>
</tr>
<tr>
<td>Cinangka</td>
<td>Halaman Masjid Al-Birru</td>
<td>Jln. SMP Muhammadiyah 29 RT 05/08 Cinangka, Sawangan, Depok.</td>
</tr>
<tr>
<td>Sawangan Kaum</td>
<td>Pondok pesantren darul arqam</td>
<td>Jl. H. Maksum Rt 03/04 Sawangan Baru Depok</td>
</tr>
<tr>
<td>Kampung Bulu</td>
<td>Halaman Masjid Al Mujahidin</td>
<td>Jln. H. Kosim RT.01/04 Kampung Bulu, Citayam, Tajurhalang</td>
</tr>
<tr>
<td>Bedahan</td>
<td>Masjid At-Tholibin</td>
<td>Jl.H.Sulaiman di belakang kantor kelurahan Bedahan</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ol start="3">
<li>
<h3>PCM Depok Barat</h3>
</li>
</ol>
<table width="0">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="5"><strong>Depok Barat</strong></td>
<td>Pulo</td>
<td>Halaman TK dan TPQ Aisyiyah</td>
<td>Jl. Situ Asih Kp. Pulo RT 05/09 Kel. Rangkapanjaya Kec. Pancoran Mas Kota Depok</td>
</tr>
<tr>
<td>Parung Bingung</td>
<td>Halaman Perguruan Muhammadiyah Parungbingung</td>
<td>Jl Masjid Al Hukama RT 003 RW 004 Rangkapanjaya Baru Pancoran Mas Depok</td>
</tr>
<tr>
<td>Rawadenok</td>
<td>Lapangan SD/ SMP M2 Rawadenok</td>
<td>JL.KHA.Dahlan No.1 Rawadenok RkpJaya Baru</td>
</tr>
<tr>
<td>Cipayung Jaya</td>
<td>Masjid Baiturrahim</td>
<td>Baiturrahim, JI. H. Nurdin JI. Masjid No.55, Rt.05/rw.01, Cipayung Jaya, Kec. Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat 16437, Indonesia.</td>
</tr>
<tr>
<td>Cipayung</td>
<td>LAPANGAN JEMBATAN SERONG</td>
<td>LAPANGAN JEMBATAN SERONG KEL/KEC. CIPAYUNG KOTA DEPOK</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="4">
<li>
<h3>PCM  Sukmajaya &#8211; Cilodong</h3>
</li>
</ol>
<table width="0">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="5"><strong>Sukmajaya &#8211; Cilodong</strong></td>
<td>Cisalak</td>
<td>Halaman SMP / SD Muhammadiyah</td>
<td>Jl Raya Bogor Gg, Masjid Al Islah RT 03 RW 03 Cisalak Sukmajaya Depok</td>
</tr>
<tr>
<td>Abadijaya</td>
<td>Jalan Proklamasi, Abadijaya, Depok Timur</td>
<td>Jalan baru (proklamasi) depan Alfamidi atau Family Market</td>
</tr>
<tr>
<td>Baktijaya</td>
<td>Jl. Ir Juanda di samping GIP</td>
<td>Jl. Ir Juanda di samping GIP</td>
</tr>
<tr>
<td>Mekarjaya</td>
<td>Masjid At Taubah</td>
<td>Jalan Kemuliyaan No. 66 Rt 06 Rw 01 Kelurahaan Mekarjaya Kec. Sukmajaya Kota Depok 16411</td>
</tr>
<tr>
<td>Grand Depok City</td>
<td>Samping Kantor BPJS Kesehatan Cabang Depok/Alun-alun GDC Kota Depok</td>
<td>Jl. Boulevard Grand Depok City (GDC), Depan Kavling TNI AL/Grand Dahlia Cluster (Samping Kantor BPJS Kesehatan Cabang Depok/Alun-alun GDC Kota Depok)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="5">
<li>
<h3>PCM Limo- Cinere</h3>
</li>
</ol>
<table width="0">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="4"><strong>Limo &#8211; Cinere</strong></td>
<td>Meruyung</td>
<td>Halaman perguruan Muhammadiyah meruyung</td>
<td>Jl. Meruyung raya RT. 03/01 kel..Meruyung kec. Limo Kota Depok</td>
</tr>
<tr>
<td>Meruyung</td>
<td>Halaman Masjid Al Muttaqien</td>
<td>JL KH MUHASAN I BLOK E RT 004/002 KEL MERUYUNG KEC LIMO</td>
</tr>
<tr>
<td>Cinere</td>
<td>Halaman Parkir Samsat Cinere, Depok</td>
<td>Jl. Raya Limo No. 60, Limo, Kecamatan Limo, Depok</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="6">
<li>
<h3>PCM Bojongsari</h3>
</li>
</ol>
<table width="0">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="5"><strong>Bojongsari</strong></td>
<td>Curug</td>
<td>Masjid At-Tanwir Muhammadiyah Bojongsari</td>
<td>Kavling Pertamina Blok S No.5, Jl. Rukun 4, Kel. Curug, Kec. Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat 16517</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/muhammadiyah-depok-siapkan-29-tempat-shalat-idul-fitri-20-maret/">Muhammadiyah Depok Siapkan 29 Tempat Shalat Idul Fitri 20 Maret</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/img.okezone.com/content/2023/06/26/614/2837226/7-amalan-sunnah-sebelum-sholat-idul-adha-salah-satunya-tidak-makan-0B8b0iQnsY.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
