<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Internet Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/internet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/internet/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Aug 2025 06:24:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Internet Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/internet/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Buka Cabang ke-13 di Depok, Oxygen.id Hadirkan Internet Cepat dan Stabil</title>
		<link>https://jakpos.id/buka-cabang-ke-13-di-depok-oxygen-id-hadirkan-internet-cepat-dan-stabil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2025 06:24:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Oxygen.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90682</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) Tbk resmi membuka cabang Oxygen.id di Depok, Jawa&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/buka-cabang-ke-13-di-depok-oxygen-id-hadirkan-internet-cepat-dan-stabil/">Buka Cabang ke-13 di Depok, Oxygen.id Hadirkan Internet Cepat dan Stabil</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOK</strong> </a>&#8211; PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) Tbk resmi membuka cabang Oxygen.id di Depok, Jawa Barat. Cabang ini menjadi yang ke-13 dan diharapkan terus berkembang untuk memperluas jangkauan internet yang merata dan lancar di seluruh Indonesia.</p>
<p>Pembukaan cabang ini menandai langkah strategis perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan dan memperkuat kehadiran di kawasan penyangga Ibu Kota yang mengalami pertumbuhan digital signifikan.</p>
<p>Kantor cabang yang berlokasi di Jl Keadilan No. 103, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok ini dirancang sebagai pusat operasional dan pelayanan pelanggan.</p>
<p>CEO PT Mora Telematika Indonesia Tbk, Jimmy Kadir, menyatakan bahwa cabang ke-13 ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung program pemerintah Indonesia dalam menyediakan internet cepat dan terjangkau. Jimmy Kadir berkomitmen memberikan kualitas terbaik dengan internet yang paling cepat, stabil, dan dukungan after sales yang handal.</p>
<p>&#8220;Di sini kami memberikan kualitas yang terbaik untuk masyarakat, seperti kita lihat di sini adalah si paling cepat dan stabil dengan harga yang terjangkau. Kami akan mendukung program pemerintah dan membantu masyarakat untuk pembelajaran, teknologi dan juga inovasi dalam digitalisasi di Indonesia.&#8221; kata CEO PT Mora Telematika Indonesia Tbk, Jimmy Kadir dalam keterangannya, Selasa (12/8).</p>
<p>Lebih lanjut ia menambahkan, bahwa perusahaan berencana untuk membuka cabang baru di Pamulang dan Cibinong dalam waktu dekat. Hingga saat ini, Oxygen.id memiliki 56.000 KM fiber optik dan akan terus mengembangkan jaringan hingga ke Kalimantan dan Sulawesi dalam lima tahun ke depan.</p>
<p>Dengan hadirnya cabang Oxygen.id di Depok, PT Mora Telematika Indonesia Tbk berharap dapat meningkatkan akses internet berkualitas serta mendorong kemajuan teknologi di wilayah tersebut. Inisiatif ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan infrastruktur digital di Indonesia.</p>
<p>VP Retail Business Oxygen.id, Yance Arliansyah mengungkapkan bahwa cabang di Depok merupakan bagian dari strategi pengembangan jaringan di wilayah Cinere dan sekitarnya. Yance mengatakan, daya beli masyarakat Depok yang baik serta tingginya minat menjadi pertimbangan Oxygen.id.</p>
<p>&#8220;Depok ini hadir itu adalah salah satu dari pengembangan jaringan kami yang ada di wilayah Cinere,&#8221; ucap VP Retail Business Oxygen.id, Yance Arliansyah</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/buka-cabang-ke-13-di-depok-oxygen-id-hadirkan-internet-cepat-dan-stabil/">Buka Cabang ke-13 di Depok, Oxygen.id Hadirkan Internet Cepat dan Stabil</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/cms.disway.id/uploads/a6e46120a41b91762ee6929d70cd5817.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Internet pada Kebudayaan Lokal</title>
		<link>https://jakpos.id/pengaruh-internet-pada-kebudayaan-lokal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Dec 2023 10:56:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Kebudayaan Lokal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=62126</guid>

					<description><![CDATA[<p>Internet memperluas akses terhadap informasi dan pengetahuan, memungkinkan masyarakat lokal untuk menggali lebih dalam warisan budaya mereka</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pengaruh-internet-pada-kebudayaan-lokal/">Pengaruh Internet pada Kebudayaan Lokal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Internet memperluas akses terhadap informasi dan pengetahuan, memungkinkan masyarakat lokal untuk menggali lebih dalam warisan budaya mereka</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Internet telah menjadi kekuatan revolusioner yang merubah berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk pengaruhnya terhadap kebudayaan lokal. Transformasi digital ini membawa perubahan signifikan dalam cara masyarakat lokal berinteraksi, menyebarkan informasi, dan merawat warisan budaya mereka.</p>
<p>Internet memperluas akses terhadap informasi dan pengetahuan, memungkinkan masyarakat lokal untuk menggali lebih dalam warisan budaya mereka. Situs-situs sejarah, forum diskusi, dan platform berbagi konten memberikan kesempatan untuk mempertahankan dan memperkaya tradisi lokal. Hal ini dapat memperkuat identitas budaya suatu komunitas dan mendorong pemahaman antar-generasi.</p>
<p>Namun, sisi negatifnya adalah adanya risiko homogenisasi budaya akibat globalisasi digital. Media sosial dan konten daring seringkali mendominasi preferensi, menyebabkan pergeseran fokus dari nilai-nilai lokal ke arah tren global yang seragam. Ini dapat mengancam keberagaman budaya dan meleburkan identitas lokal menjadi satu arus dominan.</p>
<p>Selain itu, internet juga membawa tantangan dalam menjaga nilai-nilai tradisional. Eskalasi informasi yang cepat dapat mengakibatkan konflik antara nilai-nilai lokal dan nilai-nilai yang diimpor dari luar. Perubahan gaya hidup, pola konsumsi, dan persepsi terhadap norma sosial dapat menciptakan ketidakseimbangan dalam masyarakat lokal.</p>
<p>Di sisi lain, internet juga memfasilitasi kolaborasi dan pertukaran budaya antar komunitas. Seniman lokal dapat menggunakan platform digital untuk memperkenalkan seni tradisional mereka kepada dunia, menciptakan jaringan kolaborasi yang melibatkan budaya lokal dengan budaya global. Ini membuka peluang baru untuk mempertahankan dan mengembangkan keunikan budaya.</p>
<p>pengaruh internet pada kebudayaan lokal memiliki dua sisi mata uang yang perlu diperhatikan. Sementara membuka pintu untuk pemeliharaan dan pengembangan budaya lokal, internet juga membawa risiko homogenisasi dan perubahan yang mendalam. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat lokal untuk mengelola dan memanfaatkan internet dengan bijaksana untuk menjaga kekayaan budaya mereka di era digital ini.Di abad ke-21, globalisasi didukung oleh akses internet, yang menghubungkan orang dari seluruh dunia melalui platform yang luas dan tak terlihat. Penemuan ini berdampak besar karena internet telah memasuki hampir semua aspek kehidupan manusia, termasuk gaya hidup, ekonomi, politik, dan budaya. Pola pikir dan tindakan manusia dapat dengan mudah dipengaruhi oleh internet, yang menyebarkan informasi dari satu tempat ke tempat lain di seluruh dunia, memengaruhi budaya suatu negara.</p>
<p>Indonesia, yang memiliki banyak suku dan budaya yang kaya, tidak dapat menghindari dampak globalisasi; salah satu contohnya adalah pergeseran moral tentang pakaian budaya. Beberapa golongan masyarakat masih menganggap pakaian ini tabu, tetapi muda-mudi Indonesia mengikuti tren pakaian Barat. Perubahan nilai dan moral ini berdampak pada keragaman budaya Indonesia, tidak hanya dalam hal pakaian. Muda-mudi modern tidak lagi memiliki waktu untuk menghabiskan waktu di sanggar budaya lokal karena mereka berkonsentrasi pada karir dan kehidupan sosial mereka. Masalah tidak hanya datang dari anak-anak, tetapi juga dari orang tua, sekolah, dan pemerintah daerah, yang tidak mendorong anak-anak untuk mengenal dan mengambil bagian dalam kegiatan budaya lokal. Akibatnya, banyak budaya telah diteruskan dan menghilang.</p>
<p>Dengan pergeseran pola pikir menuju dunia yang lebih global dan penyebaran nilai-nilai global seperti feminisme di media, beberapa kebudayaan kehilangan esensinya dan kemudian dihapus. Bagaimanapun, internet memiliki kemampuan untuk mempromosikan budaya lokal di tingkat nasional dan regional. internasional jika digunakan secara efektif. Promosi budaya di internet terkadang lebih murah daripada iklan konvensional karena dapat mencapai audiens di seluruh dunia. Bahkan hilangnya beberapa budaya telah melindungi masyarakat lokal dari efek negatifnya. Budaya Pasalo di Sumba dan Nagayau di Kalimantan adalah dua contohnya.</p>
<p>Oleh: Atina Zahidah<br />
Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Sebelas Maret</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pengaruh-internet-pada-kebudayaan-lokal/">Pengaruh Internet pada Kebudayaan Lokal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/vestoli.com/wp-content/uploads/2023/01/apakah-budaya-lokal-akan-tergerus-oleh-budaya-baru-akibat-keberadaan-internet.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Anak  Sebagai Korban Kejahatan Media Digital</title>
		<link>https://jakpos.id/anak-sebagai-korban-kejahatan-media-digital/</link>
					<comments>https://jakpos.id/anak-sebagai-korban-kejahatan-media-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 May 2016 15:07:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=6097</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kita menyadari kalau media digital bagi anak dan remaja memberikan kesempatan untuk akses informasi global,&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/anak-sebagai-korban-kejahatan-media-digital/">Anak  Sebagai Korban Kejahatan Media Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kita menyadari kalau media digital bagi anak dan remaja memberikan kesempatan untuk akses informasi global, sumber edukasi, jaringan sosial antarteman, tempat untuk mendapatkan hiburan, games, dan partisipasi dalam komunitas online. Namun, selain itu terdapat risiko yang mengintai, seperti berkeliarannya pedofil di dunia maya, penyebaran kebencian, informasi yang tidak jelas kebenarannya, penyalahgunaan data pribadi, hacking, penculikan, cyber-bullying atau gangguan pada anak yang terjadi melalui internet, dan masih banyak risiko lainnya.</p>
<p>Pada 2014 pemerintahan kita, di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika, bekerja sama dengan UNICEF melakukan riset yang melibatkan anak dan remaja usia 10-19 tahun yang tersebar di seluruh negeri dan mewakili wilayah perkotaan dan perdesaan dengan judul &#8220;Keamanan Penggunaan Media Digital pada Anak dan Remaja di Indonesia&#8221;, menemukan fakta bahwa setidaknya ada 30 juta anak dan remaja di Indonesia merupakan pengguna internet.</p>
<p><strong>Pornografi</strong></p>
<p>Permasalahan eksploitasi dan kejahatan seksual terhadap anak selalu menjadi perbincangan serius akhir-akhir ini, hal ini terlihat pada pemberitaan media baik itu media elektronik, media cetak maupun media televisi. Mudahnya akses terhadap konten pornografi melalui media internet juga menjadi salah satu penyebab utama kejahatan seksual anak di Indonesia.</p>
<p>Motivasi anak-anak dan remaja menggunakan internet, yaitu untuk mencari informasi, terhubung dengan teman (lama dan baru), dan untuk hiburan. Pencarian informasi dilakukan karena adanya tugas sekolah. Sedangkan, penggunaan media sosial dan konten hiburan didorong oleh kebutuhan pribadi. Sayangnya, terkadang rasa penasaran anak-anak terhadap sesuatu menimbulkan rasa ingin tahu untuk mengakses situs-situs yang dilarang untuk anak seusianya. Terlebih lagi jika tidak mendapat pengawasan dari orang tua.</p>
<p><strong>Peran orang tua</strong></p>
<p>Adapun, peran orang tua di rumah untuk mendukung anak menggunakan internet dengan aman,pertama, membatasi waktu anak menggunakan internet (pembagian waktu untuk belajar, bermain games, dan aktivitas di komunitas online).</p>
<p>Kedua, dengan monitoring, yaitu mengawasi teman yang ditambahkan ke kontak anak di profil jejaring sosial atau aplikasi pesan serta mengawasi dengan siapa saja ia berkomunikasi via chat di media sosial serta status-status sang anak yang ia tulis di halaman media sosial miliknya.</p>
<p>Ketiga, memberlakukan pembatasan ketika mengunggah foto, video, pembatasan informasi pribadi yang bisa dilihat oleh publik maya, pembatasan ketika menonton video di internet, dan film di internet.</p>
<p>Peran orang tua berikutnya diberikan oleh salah seorang ibu tiga anak. “ Kita sebagai orang tua perlu melakukan pengawasan aktif dalam hal keamanan menggunakan internet, seperti memberikan arahan bersikap terhadap orang lain di dunia maya dan penanganannya jika ada yang melakukan bully. Melakukan diskusi dengan anak terhadap hal-hal yang membuatnya penasaran,” ujar Hera.</p>
<p><strong>Peran Sekolah</strong></p>
<p>Hera juga melanjutkan pentingnya peran sekolah dalam membantu mencegah anak-anak menjadi korban kejehatan media digital. Hera merupakan seorang guru bimbingan konseling disalah satu sekolah di Jakarta.</p>
<p>“Jika ada tugas yang harus mengakses internet, para guru sebelumnya harus memberikan pengertian pada anak untuk tidak membuka konten-konten berbau pornografi yang terkadang suka muncul dibeberapa situs sebagai iklan. Berikan pengertian bahayanya membuka konten berbau pornografi tersebut bagi anak, jangan hanya melarang namun kita tidak memberikan pengertian yang justru nantinya anak akan semakin bertanya-tanya,”ujarnya.</p>
<p>Peran orang tua maupun sekolah tentunya sangat penting demi mencegah anak-anak menjadi korban media digital. Keduanya harus bekerja sama dalam mendidik anak-anak. Jika saja keduanya bekerja sama dengan baik, tentunya akan ada banyak anak-anak, generasi penerus bangsa yang terhindar dari bahayanya media digital yang sangat bebas ini.</p>
<p>Bisa kita ambil kasus saat saya melihat sebuah komentar di media sosial yang ditulis oleh anak-anak usia 15 tahun di halaman milik teman sekelasnya. Mereka menuliskan kata-kata yang menyakitkan berupa ejekan. Perilaku tersebut tentunya tidak mendapatkan pengawasan dari orang tua maupun guru. Sampai anak perempuan yang mereka ejek itu menjadi tertekan di rumahnya. Setelah beberapa bulan, orang tua anak perempuan itu menyadari perubahan sang anak, jika ditanya anak itu akan menggeleng dan tak mau menjelaskan.</p>
<p>Akhirnya, orang tua anak itu melihat akun media sosial anaknya dan melihat ejekan-ejekan yang dilakukan teman-teman sekolahnya begitu menyakitkan dan membuat sang anak tertekan. Setelah itu, kedua orang tuanya datang ke sekolah dan meminta bantuan para guru untuk membantu anaknya yang menjadi korban cyber bullying. Anak perempuan itu adalah salah satu teman dekat saya.</p>
<p>Dari kasus tersebut, jelaslah sudah jika peran orang tua, keluarga, dan sekolah sangatlah penting. Mari melakukan perannya masing-masing demi mencegah bertambahnya anak-anak menjadi korban dari media digital.</p>
<p><strong>Aulia Claudia Putri</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/anak-sebagai-korban-kejahatan-media-digital/">Anak  Sebagai Korban Kejahatan Media Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/anak-sebagai-korban-kejahatan-media-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
