<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Islam Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/islam/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 Aug 2025 10:18:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Islam Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/islam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Islam Turun Membawa Misi Kemerdekaan Hakiki</title>
		<link>https://jakpos.id/islam-turun-membawa-misi-kemerdekaan-hakiki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 10:18:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90568</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Di hadapan sekitar 45 tokoh Muslimah, Mubalighah Kota Depok Ustadzah Zulfa Ummu Raisa&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/islam-turun-membawa-misi-kemerdekaan-hakiki/">Islam Turun Membawa Misi Kemerdekaan Hakiki</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Di hadapan sekitar 45 tokoh Muslimah, Mubalighah Kota Depok Ustadzah Zulfa Ummu Raisa mengungkapkan, Islam diturunkan dengan membawa misi kemerdekaan yakni memerdekakan umat manusia dari penghambaan kepada sesama manusia dari segala bentuk penghambaan kepada selain Allah SWT.</p>
<p>Hal tersebut dijelaskannya dalam Forum Tokoh Muslimah Depok (FTMD#25): Mewujudkan Kemerdekaan Hakiki dengan Syari’ah Islam Kaffah, Sabtu (2/8/2025) di Depok.</p>
<p>“Misi tersebut Rasulullah SAW sampaikan dalam suratnya kepada penduduk Najran,” ujarnya.</p>
<p>Kemudian ia pun membacakan isi surat tersebut yang dikutip dari Al-Bidayah wa an- Nihayah (V/553) karya Al-Hafiz Ibnu Katsir, “Amma ba’du. Aku menyeru kalian untuk menghambakan diri kepada Allah dan meninggalkan penghambaan kepada sesama hamba (manusia). Aku pun menyeru kalian agar berada dalam kekuasaan Allah dan membebaskan diri dari penguasaan sesama hamba (manusia).”</p>
<p>Tak hanya itu, lanjut Zulfa, menjelang meletusnya Perang Qadisiyah (636 M), Panglima Perang Kekhalifahan Rasyidah Saad bin Abi Waqash, yang diangkat oleh Amirul Mukminin Umar bin Khaththab, mengirim sejumlah utusannya untuk menemui Rustam Farrakhzad, jenderal Persia saat itu. Salah satunya utusannya yakni Rib’iy bin Amir (seorang sahabat Nabi SAW yang mulia dan pemberani).</p>
<p>Pada waktu itu, menurutnya, Rib’iy bin Amir pun mengungkapkan kedatangannya dengan berkata, “Allah telah mengutus kami untuk mengeluarkan siapa saja yang Dia kehendaki dari penghambaan diri kepada sesama manusia agar mereka menghambakan diri hanya kepada Rabb manusia. Dia mengeluarkan mereka dari dunia yang sempit menuju akhirat yang luas, dan mengeluarkan mereka dari kezaliman agama-agama yang ada kepada keadilan Islam.”</p>
<h3>Kemerdekaan Hakiki</h3>
<p>Ia pun menambahkan, kemerdekaan hakiki hanya bisa diraih dengan menerapkan Islam secara kaffah dalam bingkai kepemimpinan khilafah.</p>
<p>Itu semua lanjutnya, harus bisa diwujudkan. Adapun caranya, dengan menyempurnakan kemerdekaan saat ini dengan mewujudkan ketundukan sepenuhnya pada semua aturan Allah, melepaskan diri dari belenggu sistem yang bertentangan dengan tauhid yakni kapitalisme maupun komunisme maupun seluruh ide-ide turunannya, serta menegakkan aturan Allah secara menyeluruh.</p>
<p>Bahkan, menurutnya, penerapan syariah Islam dan kepemimpinan Islam akan mewujudkan kemerdekaan hakiki yang insyaallah akan terwujud baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah al-A’raf ayat 96, yang artinya:</p>
<p>“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.”[Siti Aisyah}</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/islam-turun-membawa-misi-kemerdekaan-hakiki/">Islam Turun Membawa Misi Kemerdekaan Hakiki</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemiskinan dalam Permainan Standar Ala Kapitalisme, Islam Wujudkan Kesejahteraan</title>
		<link>https://jakpos.id/kemiskinan-dalam-permainan-standar-ala-kapitalisme-islam-wujudkan-kesejahteraan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 03:27:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kapitalisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90541</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Ismi Balza, Mahasiswa PNJ</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kemiskinan-dalam-permainan-standar-ala-kapitalisme-islam-wujudkan-kesejahteraan/">Kemiskinan dalam Permainan Standar Ala Kapitalisme, Islam Wujudkan Kesejahteraan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh : Ismi Balza, Mahasiswa PNJ</strong></em></p>
<p>Badan Pusat Statistika (BPS) mencatat persentase penduduk miskin pada Maret 2025 menurun 0,1 persen terhadap September 2024 menjadi 8,47 persen – bbc.com (25/07/2025). Jumlah penduduk miskin berkurang 210.000 orang pada periode sama, mencapai 23,85 juta orang. Meski secara keseluruhan jumlah penduduk miskin menurun, BPS menyebutkan penduduk miskin di kota justru bertambah sekitar 220.000 orang. Angka kemiskinan yang menurun secara keseluruhan ”tidak menggambarkan peningkatan kesejahteraan”, kata ekonomi eko Listiyanto. Kutipan lain dari metrotvnews.com mengungkapkan &#8211; Deputi Bidang Statistika Sosial BPS Ateng Hartono mengungkapkan jumlah penduduk miskin sebanyak 23,85 juta orang atau menurun 0,2 juta orang dibandingkan kondisi September 2024 (28/07/2025).</p>
<p>Tetap saja dibalik klaim ”kemiskinan turun”, masih ada sebanyak 23,85 juta orang miskin dan hidup dalam kondisi kekurangan hingga tidak layak. Jumlah sebanyak itu tentu tidak heran apabila terjadi pada negara yang telah mengadopsi sistem Kapitalisme. Negeri ini telah menjadikan sistem Kapitalisme sebagai sistem kepemimpinannya, dimana sistem ini telah menciptakan kemiskinan hingga tingkat ekstrim akibat prinsip kebebasan kepemilikan. Para swasta maupun korporasi berhak menguasai harta milik umum seperti sumber daya alam. Harta yang seharusnya digunakan untuk mengurus masyarakat ternyata lari ke kantong pribadi swasta dan para korporasi. Di sinilah awal bencana kemiskinan itu dimulai. Belum lagi pasar bebas yang melegalkan monopoli kebutuhan umum semakin membuat masyarakat semakin miskin.</p>
<p>Sistem Islam tentu memiliki cara yang sangat berbeda untuk menuntuskan kemiskinan. Islam memiliki sejumlah mekanisme praktis dan solutif mengentaskan kemiskinan tersebut. Pertama, Islam mengatur masalah kepemilikan harta secara adil dan mencegah peredaran kekayaan hanya pada oknum tertentu saja. Harta kepemilikan dalam Islam dibagi menjadi tiga, yaitu harta milik umum, harta milik negara, dan harta milik pribadi. Harta milik umum seperti minyak, gas, tambang, mineral, dan seluruh kekayaan alam lainnya. Harta milik umum ini haram dikuasai oleh individu atau korporasi, tetapi wajib dikelola oleh negara dan mendistribusikan hasilnya untuk kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Harta milik negara adalah harta yang merupakan hak milik kaum muslim, sementara pengelolaannya menjadi milik Khalifah atau pemimpin negara. Contoh harta milik negara adalah fai’, kharaj, jizyah, dan sebagainya. Harta milik individu adalah seluruh harta yang boleh dimiliki oleh individu, contohnya seperti ladang, tanah, barang bergerak, dan sejenisnya. Pembagian harta ini tidak boleh sampai tertukar satu dengan yang lain.</p>
<p>Kedua, Islam memiliki syariat zakat, infak, dan sedekah. Syariat ini bisa memastikan redistribusi dan pemerataan kekayaan di tengah masyarakat. Orang kaya didorong oleh syariat untuk menyalurkan hartanya kepada orang miskin melalui infak maupun sedekah, bisa secara langsung atau di serahkan kepada pos zakat baitul maal negara. Dana dari pos zakat tersebut akan didistribusikan kepada delapan asnaf, yang salah satunya adalah orang miskin.</p>
<p>Ketiga, Islam mewajibkan setiap laki-laki mencari nafkah. Peran negara terhadap syariat ini menjadikan seluruh laki-laki mendapatkan pekerjaan dan gaji secara layak. Maka dari itu, negara akan menyediakan lapangan pekerjaan kepada warganya melalui kebijakan ekonomi berorientasi sektor rill, seperti perdagangan, pertanian, jasa, dan industri. Dengan jaminan pekerjaan, bisa dipastikan roda ekonomi akan berputar dan kemiskinan akan berkurang.</p>
<p>Keempat, Islam mewajibkan negara menjadi pihak yang menjamin kebutuhan dasar publik secara langsung, seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan merupakan kebutuhan dengan biaya yang besar. Jika kebutuhan ini dibebankan kepada setiap individu, maka bisa dipastikan terjadi diskriminasi layaknya dalam sistem Kapitalisme. Karena itu Islam mewajibkan negara menjadi pihak utama yang menyediakan semua kebutuhan tersebut secara gratis, agar setiap warga negara mendapatkan kebutuhan tersebut dengan kualitas yang sama.</p>
<p>Inilah mekanisme pengentasan kemiskinan didalam syatiat Islam. Syariat ini hanya mungkin berjalan jika ada negara yang menerapkan syariat Islam secara kaffah, yakni Daulah Khilafah.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kemiskinan-dalam-permainan-standar-ala-kapitalisme-islam-wujudkan-kesejahteraan/">Kemiskinan dalam Permainan Standar Ala Kapitalisme, Islam Wujudkan Kesejahteraan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/geotimes.id/wp-content/uploads/2018/11/capitalism-1021x580.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Islam dan Sains: Harmoni Antara Iman dan Pengetahuan</title>
		<link>https://jakpos.id/islam-dan-sains-harmoni-antara-iman-dan-pengetahuan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 May 2025 06:01:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87283</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Islam adalah agama yang mengajarkan keseimbangan antara spiritualitas dan duniawi. Salah satu buktinya&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/islam-dan-sains-harmoni-antara-iman-dan-pengetahuan/">Islam dan Sains: Harmoni Antara Iman dan Pengetahuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Islam adalah agama yang mengajarkan keseimbangan antara spiritualitas dan duniawi. Salah satu buktinya adalah penghormatan Islam terhadap ilmu pengetahuan. Dalam Al-Qur&#8217;an, terdapat banyak ayat yang mendorong umat Islam untuk berpikir, merenung, dan mempelajari alam semesta. Hal ini menegaskan bahwa iman dan sains bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling melengkapi.</p>
<p><strong>Islam Mendorong Umatnya untuk Menuntut Ilmu</strong></p>
<p>Dari masa awal Islam, Nabi Muhammad SAW telah menekankan pentingnya menuntut ilmu. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda, “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah). Pernyataan ini menunjukkan bahwa belajar bukan hanya sebuah pilihan, tetapi sebuah kewajiban yang melekat pada setiap individu Muslim, tanpa memandang jenis kelamin atau status sosial.</p>
<p>Dalam Al-Qur&#8217;an, terdapat lebih dari 750 ayat yang mengajak manusia untuk mengamati alam semesta. Sebagai contoh, Surah Al-Ghashiyah ayat 17-20 berbunyi, “Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia diciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung, bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan?” Ayat-ayat ini mendorong umat Islam untuk menggunakan akal mereka dalam memahami tanda-tanda kebesaran Allah.</p>
<p><strong>Kontribusi Ilmuwan Muslim pada Peradaban Dunia</strong></p>
<p>Dalam sejarahnya, umat Islam telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, seperti matematika, astronomi, kedokteran, kimia, dan filsafat. Masa keemasan Islam, yang berlangsung dari abad ke-8 hingga ke-13, adalah bukti nyata bagaimana Islam mendorong umatnya untuk mengembangkan ilmu.</p>
<p>Tokoh seperti Al-Khwarizmi, yang dikenal sebagai &#8220;Bapak Aljabar,&#8221; memberikan dasar bagi matematika modern. Ibn Sina atau Avicenna, dalam bidang kedokteran, menulis buku Al-Qanun fi al-Tibb yang menjadi referensi utama di dunia medis selama berabad-abad. Sementara itu, Al-Biruni terkenal sebagai salah satu ilmuwan yang pertama kali mengemukakan bahwa bumi berputar pada porosnya.</p>
<p>Semua ini menunjukkan bahwa keimanan mereka tidak menghalangi, melainkan justru memperkuat semangat mereka untuk mencari ilmu. Mereka melihat penelitian dan penemuan sebagai bentuk ibadah kepada Allah.</p>
<p><strong>Sains dan Iman: Sebuah Keselarasan</strong></p>
<p>Dalam Islam, ilmu pengetahuan dianggap sebagai alat untuk memahami ciptaan Allah lebih dalam. Sains membantu manusia untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana alam semesta bekerja, sementara iman memberikan jawaban atas pertanyaan tentang mengapa alam semesta ada. Keduanya berjalan seiring, seperti dua sisi dari mata uang yang sama.</p>
<p>Misalnya, penemuan tentang proses embriologi modern ternyata sejalan dengan apa yang disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an lebih dari 1.400 tahun yang lalu. Dalam Surah Al-Mu&#8217;minun ayat 12-14, Allah menjelaskan tahapan penciptaan manusia yang kemudian dikonfirmasi oleh ilmu kedokteran modern.</p>
<p>Harmoni antara Islam dan sains mengajarkan kita bahwa iman bukanlah penghalang untuk mempelajari dunia ini, melainkan menjadi motivasi utama. Dengan memahami ilmu pengetahuan, kita tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga memperkuat keyakinan kita kepada Sang Pencipta. Islam mengajarkan bahwa menuntut ilmu adalah bagian dari ibadah, dan setiap langkah yang kita ambil dalam proses tersebut adalah bentuk pengabdian kepada Allah.</p>
<p><em>Ahmad Syaihan Al Fahmi</em><br />
<em>Mahasiswa STEI SEBI</em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/islam-dan-sains-harmoni-antara-iman-dan-pengetahuan/">Islam dan Sains: Harmoni Antara Iman dan Pengetahuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/oif.umsu.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/WhatsApp-Image-2020-05-11-at-12.02.39.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Islam di Tengah Perubahan Zaman: Haruskah Didekati dengan Cara Baru?</title>
		<link>https://jakpos.id/islam-di-tengah-perubahan-zaman-haruskah-didekati-dengan-cara-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2025 07:39:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87256</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Perubahan zaman tidak bisa dihindari. Dunia terus bergerak, melewati era agraris, industri, dan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/islam-di-tengah-perubahan-zaman-haruskah-didekati-dengan-cara-baru/">Islam di Tengah Perubahan Zaman: Haruskah Didekati dengan Cara Baru?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Perubahan zaman tidak bisa dihindari. Dunia terus bergerak, melewati era agraris, industri, dan kini memasuki era digital dan kecerdasan buatan. Di tengah percepatan tersebut, muncul pertanyaan mendasar: apakah ajaran Islam yang telah berusia lebih dari 14 abad masih relevan? Ataukah perlu pendekatan baru dalam memahami dan mengamalkannya?</p>
<p>Mata kuliah Pengantar Studi Islam tidak hanya memperkenalkan ajaran-ajaran dasar Islam, tetapi juga mengajarkan bagaimana Islam dikaji, ditafsirkan, dan dihayati dalam berbagai konteks zaman. Pertanyaannya bukan hanya tentang perubahan hukum, tetapi bagaimana kita memahami sumber-sumber Islam dengan pendekatan yang dinamis, kontekstual, dan tetap berakar pada nilai-nilai universalnya.</p>
<p>Perkembangan Studi Islam di Dunia Islam Klasik dan Modern</p>
<p>Era Klasik (abad ke-7 hingga abad ke-13 M)</p>
<p>Pada periode klasik, Studi Islam berkembang sangat pesat seiring dengan perluasan wilayah Islam dan munculnya pusat-pusat keilmuan seperti Baghdad, Kairo, Kufah, Basrah, dan Damaskus.</p>
<p>Ciri khas perkembangan di era ini:</p>
<p>Dominasi pendekatan normatif-teologis, di mana fokus utamanya adalah memahami Al-Qur&#8217;an, Hadis, fikih, akidah, dan tasawuf secara tekstual dan doktriner.</p>
<p>Munculnya mazhab-mazhab hukum Islam (Hanafi, Maliki, Syafi&#8217;i, dan Hanbali), serta pemikiran kalam dari mazhab-mazhab seperti Asy&#8217;ariyah dan Muktazilah.</p>
<p>Pendirian lembaga pendidikan seperti madrasah Nizamiyah oleh Nizam al-Mulk di Baghdad, yang mengajarkan ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu rasional (logika, filsafat, kedokteran).</p>
<p>Tokoh-tokoh seperti Imam Al-Ghazali, Ibnu Sina, dan Al-Farabi mengintegrasikan ilmu agama dengan filsafat dan logika Yunani.</p>
<p>Studi Islam di era klasik bersifat komprehensif: mengintegrasikan ilmu-ilmu agama (naqliyah) dan ilmu-ilmu rasional (aqliyah).</p>
<p>Era Modern (abad ke-19 hingga sekarang)</p>
<p>Perubahan besar terjadi ketika dunia Islam bersentuhan dengan kolonialisme dan modernisme Barat. Hal ini memunculkan gerakan pembaharuan dalam pemikiran Islam.</p>
<p>Karakteristik dari era ini:</p>
<p>Kritik terhadap tradisionalisme dan kebangkitan semangat ijtihad untuk menyesuaikan Islam dengan tuntutan zaman.</p>
<p>Munculnya tokoh-tokoh pembaharu seperti:</p>
<p>Jamaluddin al-Afghani, menyerukan kebangkitan Islam politik.</p>
<p>Muhammad Abduh, menekankan rasionalitas dan pendidikan.</p>
<p>Fazlur Rahman, memperkenalkan pendekatan historis-kontekstual dalam studi Alquran.<br />
Lahirnya universitas-universitas Islam modern seperti Al-Azhar (reformasi), Universitas Islam Madinah, dan universitas-universitas Islam di negara-negara Muslim yang menggabungkan metode studi agama dan ilmu-ilmu sosial.</p>
<p>Studi Islam di era modern mulai menggunakan pendekatan interdisipliner: sejarah, sosiologi, antropologi, dan filsafat.</p>
<p>Islam: Ajaran Abadi di Dunia yang Terus Berubah</p>
<p>Islam diyakini oleh para pemeluknya sebagai agama yang sempurna dan berlaku sepanjang masa. Al-Qur&#8217;an, sebagai sumber utama, sering disebut-sebut sebagai shalih li kulli zaman wa makan (relevan untuk setiap waktu dan tempat). Namun, apakah itu berarti bahwa pemahaman terhadap teks-teks Islam harus statis?</p>
<p>Jawabannya adalah tidak. Sejarah menunjukkan bahwa para ulama terdahulu seperti Imam Syafi&#8217;i, Al-Ghazali, dan Ibnu Khaldun menyesuaikan metodologi mereka untuk menjawab tantangan zaman mereka. Ini adalah bukti bahwa Islam memiliki fleksibilitas dalam hal ijtihad &#8211; pemikiran kritis dan kontekstual pada isu-isu yang tidak dibahas secara eksplisit dalam Al Qur&#8217;an dan Hadits.</p>
<p>Tantangan Kontemporer: Menguji Fleksibilitas Pemahaman Islam</p>
<p>Zaman modern menghadirkan isu-isu yang tidak dikenal pada masa klasik: globalisasi, pluralisme, krisis lingkungan, gender, hak asasi manusia, dan kecerdasan buatan. Banyak dari isu-isu tersebut tidak dapat dijawab secara harfiah oleh teks-teks klasik. Sehingga diperlukan pendekatan baru yang tetap mempertahankan esensi ajaran Islam, namun mampu menjawab pertanyaan dan kebutuhan masyarakat saat ini.</p>
<p>Beberapa pendekatan kontemporer yang mulai digunakan antara lain:</p>
<p>Pendekatan historis-kritis, untuk memahami latar belakang turunnya wahyu.</p>
<p>Pendekatan sosiologis-antropologis, untuk melihat praktik-praktik keagamaan sebagai produk budaya.</p>
<p>Pendekatan maqashid syariah, untuk menekankan tujuan utama hukum Islam: keadilan, kemaslahatan, dan kemanusiaan.</p>
<p>Mengapa pendekatan baru diperlukan?</p>
<p>Pendekatan baru bukan berarti menggantikan Islam, melainkan menghidupkannya dalam konteks kekinian. Beberapa alasannya:</p>
<p>Mencegah Kekakuan Agama</p>
<p>Pemahaman yang sempit terhadap teks dapat mengarah pada ekstremisme. Pendekatan baru ini membuka ruang untuk dialog, toleransi, dan moderasi.</p>
<p>Menjembatani Generasi Muda</p>
<p>Generasi digital lebih kritis dan terbuka. Mereka membutuhkan Islam yang rasional, empati, dan aplikatif.</p>
<p>Menjawab Tantangan Global</p>
<p>Isu-isu global seperti perubahan iklim atau etika teknologi tidak dapat dijawab dengan argumen-argumen literal. Diperlukan pendekatan yang sistemik dan multidisipliner.</p>
<p>Kritik dan Kewaspadaan terhadap Pendekatan Baru</p>
<p>Meskipun bermanfaat, pendekatan baru tidak lepas dari kritik. Beberapa kelompok mengkhawatirkan liberalisasi penafsiran yang dapat mengaburkan batas-batas agama. Oleh karena itu, diperlukan kehati-hatian dan landasan keilmuan yang kuat, agar pendekatan-pendekatan baru tetap berada dalam koridor syariah dan tidak menjadi alat pembenaran kepentingan sesaat.</p>
<p>Islam tidak membutuhkan pembaruan dalam ajarannya, tetapi manusia membutuhkan pembaruan dalam cara memahaminya. Pendekatan-pendekatan baru dalam studi Islam bukanlah suatu bentuk penyimpangan, melainkan upaya untuk menjaga agar Islam tetap hidup, relevan, dan membumi di setiap zaman.</p>
<p>Sebagai mahasiswa dan generasi pembelajar, kita memiliki tanggung jawab untuk mendalami Islam secara kontekstual, ilmiah, dan reflektif &#8211; sehingga nilai-nilainya tidak hanya dikenang dalam sejarah, tetapi juga memberikan solusi nyata terhadap tantangan zaman.</p>
<p>Zaid Hidayatur Rohiim<br />
Mahasiswa STEI SEBI</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/islam-di-tengah-perubahan-zaman-haruskah-didekati-dengan-cara-baru/">Islam di Tengah Perubahan Zaman: Haruskah Didekati dengan Cara Baru?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/pwmjateng.com/wp-content/uploads/2023/05/WhatsApp-Image-2023-05-16-at-01.00.16.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Islam dan Pergerakan Nasional</title>
		<link>https://jakpos.id/islam-dan-pergerakan-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2025 22:36:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Pergerakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=86806</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Murodi al-Batawi Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei untuk mengenang berdirinya organisasi&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/islam-dan-pergerakan-nasional/">Islam dan Pergerakan Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Murodi al-Batawi</strong></em></p>
<p>Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei untuk mengenang berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Organisasi ini menjadi simbol awal kesadaran nasional yang sangat berpengaruh dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.</p>
<h3>Lahirnya Pergerakan Nasional</h3>
<p>Sebelum Indonesia merdeka, rakyat hidup dalam tekanan dan penderitaan akibat penjajahan Belanda. Kebijakan tanam paksa yang mewajibkan rakyat menanam tanaman ekspor demi keuntungan penjajah membuat rakyat menderita. Kondisi ini mendapat perhatian dari tokoh Belanda seperti Eduard Douwes Dekker, atau Setia Budi, yang menulis novel &#8220;Max Havelaar&#8221; sebagai kritik terhadap pemerintah kolonial.</p>
<p>Akibat banyaknya kritik dari dari anggota parkemen Belanda, maka<br />
Pemerintah Belanda kemudian menerapkan Politik Etis pada tahun 1901, yang dikenal sebagai kebijakan &#8220;balas budi&#8221; untuk rakyat Hindia Belanda. Program-program Politik Etis meliputi:</p>
<p>Irigasi Pembangunan saluran air untuk pertanian.</p>
<p>Edukasi. Pembukaan akses pendidikan bagi rakyat pribumi</p>
<p>Transmigrasi. Pemindahan penduduk ke daerah baru yang lebih subur.</p>
<p>Untuk bidang pendidikan, mereka yang terdidik para pelajar STOVIA yang dipelopori oleh dr. Soetomo dan dr. Wahidin Sedirohoesodo, pada tahun 1908 mendirikan organisasi Boedi Oetomo yang fokus fokus pada bidang sosial, budaya, dan pendidikan, dengan tujuan memajukan bangsa melalui peningkatan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p><strong>Tokoh Pergerakan</strong><br />
Paling tidak, ada 3 orang tokoh pergerakan Nasional Boedioetomo, seperti; dr. Soetomo*: Pendiri Boedi Oetomo. dr. Wahidin Soedirohoesodo. Tokoh yang mendukung pendidikan bagi anak-anak bangsa dan pendorong berdirinya Boedi Oetomo. Eduard Douwes Dekker. Tokoh Belanda yang menulis novel &#8220;Max Havelaar&#8221; sebagai kritik terhadap pemerintah kolonial</p>
<h3>Peran Islam dalam Kebangkitan Nasional</h3>
<p>Peran Islam dalam Kebangkitan Nasional Indonesia sangat signifikan, karena ia sangat berperan Idalam Kebangkitan Nasional. Peran itu, antara lain;</p>
<p><strong>1. Membangkitkan Kesadaran Nasional</strong><br />
Membangkitkan kesadaran nasional bangsa Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan. Banyak organisasi Islam yang berjuang untuk memajukan bangsa dan melawan penjajahan.</p>
<p><strong>2. Organisasi Islam sebagai Motor Pergerakan</strong><br />
Organisasi Islam seperti Sarekat Islam (SI) dan Muhammadiyah berperan sebagai motor pergerakan nasional. Mereka berjuang untuk memajukan bangsa dan memperjuangkan hak-hak rakyat.</p>
<p><strong>3. Pemimpin Islam sebagai Tokoh Pergerakan.</strong><br />
Banyak pemimpin Islam yang menjadi tokoh pergerakan nasional, seperti KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy&#8217;ari, dan KH Wahid Hasyim. Mereka berjuang untuk memajukan bangsa dan memperjuangkan kemerdekaan.</p>
<p><strong>4. Islam sebagai Sumber Inspirasi</strong><br />
bagi bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan. Nilai-nilai Islam seperti keadilan, kesetaraan, dan persaudaraan menjadi landasan bagi perjuangan nasional.</p>
<p><strong>5. Peran Masjid dan Pesantren</strong><br />
menjadi pusat kegiatan pergerakan nasional. Banyak tokoh pergerakan nasional yang berasal dari lingkungan pesantren dan masjid.</p>
<p>Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Islam memainkan peran yang sangat penting dalam Kebangkitan Nasional Indonesia. Nilai-nilai Islam dan organisasi Islam menjadi bagian penting dari perjuangan nasional untuk memajukan bangsa dan memperjuangkan kemerdekaan.</p>
<h3>Makna Hari Kebangkitan Nasional</h3>
<p>Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya sekadar peringatan, tapi juga memiliki makna yang mendalam bagi bangsa Indonesia. Beberapa makna pentingnya adalah:</p>
<p>Menumbuhkan Semangat Cinta Tanah Air dan semangat kebersamaan</p>
<p>Mengajarkan Pentingnya Persatuan. Menunjukkan bahwa bangsa Indonesia dapat maju karena adanya persatuan dan kerja sama antar masyarakat</p>
<p>Menghargai Perjuangan Pahlawan. Mengenang jasa para pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia</p>
<p>Mendorong Semangat Belajar dan Berkarya. Menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membangun bangsa</p>
<p>Menanamkan Nilai Tanggung Jawab. Mengajarkan bahwa setiap orang memiliki peran dalam memajukan bangsa.</p>
<h3>Hikmah dari Pergerakan Nasional</h3>
<p>Pergerakan Nasional memberikan hikmah buat seluruh bangsa Indonesia, seperti;</p>
<p><strong>1. Kesadaran Nasional</strong><br />
Pergerakan nasional Indonesia membangkitkan kesadaran nasional bangsa untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan. Kesadaran ini menjadi landasan bagi perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan dan kemajuan.</p>
<p><strong>2. Persatuan dan Kesatuan</strong><br />
Pergerakan nasional Indonesia menunjukkan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa dalam mencapai tujuan bersama. Persatuan dan kesatuan ini menjadi kunci bagi bangsa Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan.</p>
<p><strong>3. Semangat Perjuangan</strong><br />
Pergerakan nasional Indonesia menunjukkan semangat perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan dan kemajuan. Semangat ini menjadi inspirasi bagi generasi-generasi selanjutnya untuk terus berjuang dan berkontribusi bagi bangsa.</p>
<p><strong>4. Pentingnya Pendidikan</strong><br />
Pergerakan nasional Indonesia menunjukkan pentingnya pendidikan dalam memajukan bangsa. Pendidikan menjadi kunci bagi bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan.</p>
<p><strong>5. Nilai-Nilai Kebangsaan</strong><br />
Pergerakan nasional Indonesia menunjukkan pentingnya nilai-nilai kebangsaan seperti patriotisme, nasionalisme, dan solidaritas. Nilai-nilai ini menjadi landasan bagi bangsa Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan.</p>
<p><strong>6. Pengorbanan dan Kesabaran</strong><br />
Pergerakan nasional Indonesia menunjukkan pengorbanan dan kesabaran bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan. Pengorbanan dan kesabaran ini menjadi inspirasi bagi generasi-generasi selanjutnya untuk terus berjuang dan berkontribusi bagi bangsa.</p>
<p>Dengan demikian, pergerakan nasional Indonesia memiliki hikmah yang mendalam bagi bangsa Indonesia, dan menjadi inspirasi bagi generasi-generasi selanjutnya untuk terus berjuang dan berkontribusi bagi bangsa. Demikian dan semoga bermanfaat untuk kita semua (Odie).</p>
<p><em>Pamulang, 20 Mei 2025</em><br />
<em>Murodi al-Batawi</em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/islam-dan-pergerakan-nasional/">Islam dan Pergerakan Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/indowork.id/wp-content/uploads/2024/04/murodi-462x450.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Membangun Keluarga Harmonis dalam Perspektif Islam</title>
		<link>https://jakpos.id/membangun-keluarga-harmonis-dalam-perspektif-islam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Dec 2023 08:54:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Harmoni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=62752</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Keluarga selalu menjadi tempat pertama yang kita temui dikala suka maupun duka, selain&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/membangun-keluarga-harmonis-dalam-perspektif-islam/">Membangun Keluarga Harmonis dalam Perspektif Islam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Keluarga selalu menjadi tempat pertama yang kita temui dikala suka maupun duka, selain itu dalam keluarga juga kita pertama kali belajar mengenai sesuatu. Dalam hidup ini tidak selalu terisi dengan kebahagiaan dan juga keharmonisan, namun ada juga kesedihan dan ketidakcocokan. Begitu pula dalam sebuah keluarga, dimana pada setiap anggota keluarga pasti ada saja ketidakcocokan. Dalam islam kita juga diajarkan untuk menghormati pendapat orang lain, dan hal tersebut merupakan salah satu hal untuk terwujudnya keluarga yang harmonis.</p>
<p>Menurut Nikmah, Sa’adah (2021) “Keharmonisan keluarga sesungguhnya terletak pada erat-tidaknya hubungan antar anggota keluarga, misalnya hubungan antara ayah dengan ibu, hubungan antara orangtua dengan anak, dan hubungan antar anak. Masing-masing anggota keluarga memiliki peran dalam menjaga keharmonisan hubungan satu sama lain.” Dengan begitu keluarga yang harmonis tidak akan terwujud tanpa adanya hubungan baik antar anggotanya.</p>
<p>Selain hal tersebut ada pula keharmonisan keluarga dalam pandangan islam seperti yang disampaikan oleh subairi dalam jurnalnya yang berjudul keharmonisan rumah tangga perspektif hukum islam. Ia menyatakan bahwa, Pengertian keharmonisan keluarga dalam perkawinan pada hakikatnya adalah sebuah ikhtiar manusia untuk memperoleh kebahagiaan hidup berumah tangga.</p>
<p>Berdasarkan pengertian tersebut, terdapat ciri-ciri dari keluarga yang harmonis dalam pandangan islam.</p>
<p>Adanya keseimbangan hak antara suami dan istri.<br />
Seharusnya untuk membangun sebuah keluarga sakinah mawaddah dan rahmah, tidak boleh ada tingkatan antara posisi suami dan isteri. Misal, suami sebagai raja dalam rumah tangga isteri menjadi wakil kepala rumah tangga. Sehingga apapun yang diinginkan oleh suami kewajiban bagi isteri untuk melayaninya.</p>
<p>Pemeliharaan dan pendidikan anak<br />
Apapun usaha yang dianggap bisa bermanfaat untuk kemajuan dan keberhasilan anak akan ditepuh dengan segala daya dan upaya, salah satu upaya tersebut dengan pendidikan untuk mengasah kecerdasan intelektual anak.</p>
<p>Membina hubungan baik antara keluarga besar pihak suami isteri dan masyarakat.<br />
Menjaga dan memelihara hubungan baik dengan orang tua dan keluarga besar termasuk cara mempertahankan perkawinan. Selanjutnya, menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Hubungan baik di lingkungan masyarakat ini bisa tercapai berawal dari kehidupan rumah tangga.</p>
<p>Keimanan bertambah<br />
Maksud keimanan bertambah di sini selain suami dan isteri ketaatan kepada Allah dalam hal melaksanakan kewajibannya, juga dimaksudkan ketaatan kepada Allah dalam hal melaksanakan perintah-perintah yang disunnahkan terutama yang berhubungan dalam kehidupan rumah tangga. Misal, ketaatan kepada Allah berupa ungkapan rasa syukur suami dan isteri ketika menyambut kelahiran anak.</p>
<p>Sebagai sebuah keluarga inginnya kita juga perlu mengupayakan terciptanya keluarga yang harmonis, agar selalu terciptanya keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Biasanya, keluarga yang didalamnya telah tercipta keharmonisan akan selalu terasa ketenangan, ketentraman, kasih sayang. Berikut adalah langkah-langkah membangun sebuah keharmonisan sebuah keluarga, yaitu:</p>
<p>Membangun kesepahaman yang baik antar anggota keluarga<br />
Bersikap toleran dan murah hati pada setiap anggota keluarga, terutama orangtua.<br />
Bersikap tengah-tengah, wajar, dan proporsional tidak kurang dan tidak lebih.<br />
Meluangkan waktu yang cukup untuk bersama keluarga.<br />
ferorientasi pada prioritas keutuhan rumah tangga terutama bila menghadapi krisis rumah tangga.</p>
<p>Kira-kira begitulah bagaimana agar kita dapat membina keluarga yang harmonis, terutama dalam ajaran islam hal tersebut sangat disarankan. Islam adalah agama yang paling sempurna karena mengatur semua lini kehidupan termasuk konsep keluarga harmonis.</p>
<p>Putri Adelia Syahida<br />
Universitas Muhmmadiyah Prof. Dr. Hamka</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/membangun-keluarga-harmonis-dalam-perspektif-islam/">Membangun Keluarga Harmonis dalam Perspektif Islam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/www.avesiar.com/assets/2021/07/DALAM-ISLAM-4-JULI-KELUARGA-HARMONIS-DALAM-ISLAM-PINTEREST-COM.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kematian dalam Sudut Pandang Islam dan Ilmu Psikologi</title>
		<link>https://jakpos.id/kematian-dalam-sudut-pandang-islam-dan-ilmu-psikologi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Dec 2023 02:39:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=62739</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Kematian merupakan peristiwa yang pasti akan terjadi oleh setiap makhluk hidup di alam&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kematian-dalam-sudut-pandang-islam-dan-ilmu-psikologi/">Kematian dalam Sudut Pandang Islam dan Ilmu Psikologi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Kematian merupakan peristiwa yang pasti akan terjadi oleh setiap makhluk hidup di alam semesta ini, terutama manusia. Kematian juga banyak dibahas dalam ilmu agama sebagai peringatan untuk mempersiapkan bekal di kehidupan selanjutnya. Namun di zaman modern ini perihal kematian sangat jarang dilirik oleh orang-orang, sehingga hal itu membuat mereka terlena akan hal duniawi. Terkadang manusia yang terlena dengan dunia bisa saja menganggap kematian itu sebuah hal yang sepele bahkan tidak takut dengan kematian.</p>
<p>Tidak hanya di perihal agama saja, di sisi lain kematian juga terdapat dari sudut pandang psikologi. Banyak sekali orang awam tentang psikologi kematian, sedangkan manusia itu sendiri mengalami sebuah reaksi di dalam dirinya ketika memahami sebuah kematian yang akan terjadi. Berikut sudut pandang Islam dan Psikologi tentang kematian yang akan dijelaskan secara singkat.</p>
<h3>Kematian Menurut Sudut Pandang Islam</h3>
<p>Kematian menurut pandangan Islam adalah suatu ketentuan yang dikehendaki oleh Allah atas tiap makhluk, termasuk manusia. Kematian merupakan putusnya keterikatan ruh dengan badan dalam bentuk yang diketahui, perubahan-perubahan, serta perpindahan dari satu alam ke alam lain. Kematian juga merupakan cobaan bagi kehidupan manusia dan batas untuk melakukan pertobatan dalam islam. Setelah kematian terjadi, roh manusia akan berpindah ke alam barzah, tempat menunggu hari kebangkitan.</p>
<p>Maka dari itu, Islam menganjurkan setiap muslim untuk selalu mengingat kematian dan mempersiapkan diri dengan memperbanyak ibadah. Kematian yang baik atau khusnul khotimah adalah kematian dalam keadaan islam dan berbuat kebaikan, sedangkan kematian yang buruk atau Suul Khotimah adalah kematian dalam kemaksiatan dan kekafiran.</p>
<p>Kematian menurut pandangan Islam berkaitan dengan Al Quran adalah sebuah kebenaran yang tidak dapat dihindari, sebuah ujian yang harus dihadapi, dan sebuah perpindahan dari dunia ke akhirat. Al Quran menjelaskan tentang kematian dalam berbagai ayat, antara lain:</p>
<p>QS. Al-Mulk: 2, yang menyatakan bahwa Allah menciptakan mati dan hidup untuk menguji siapa di antara manusia yang lebih baik amalnya.<br />
QS. Al-Anbiya: 34-35, yang menyatakan bahwa tidak ada seorang manusia pun yang diberi kehidupan kekal, dan setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.<br />
QS. Al-Imran: 185, yang menyatakan bahwa setiap yang berjiwa akan merasakan mati, dan pada hari kiamatlah disempurnakan pahala dan siksa bagi manusia.<br />
QS. Qaf: 19, yang menyatakan bahwa datangnya sakaratul maut adalah perkara yang selalu dihindari oleh manusia, tetapi itu adalah kebenaran yang pasti terjadi.<br />
QS. As-Sajdah: 11, yang menyatakan bahwa malaikat maut yang diserahi untuk mencabut nyawa manusia akan mematikan mereka, kemudian mereka akan dikembalikan kepada Allah.<br />
Selain itu, Al Quran juga memberikan nasihat dan pesan tentang kematian, seperti:<br />
QS. Ali Imran: 102, yang menyatakan bahwa orang-orang yang beriman harus bertaqwa kepada Allah dan tidak mati kecuali dalam keadaan Islam.<br />
QS. Ali Imran: 145, yang menyatakan bahwa tidak ada yang dapat mati tanpa izin Allah, dan Allah akan memberikan pahala kepada orang-orang yang berbuat baik di dunia dan akhirat.<br />
QS. Al-Baqarah: 154, yang menyatakan bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah tidak mati, tetapi hidup di sisi Allah dengan mendapatkan rezeki dari-Nya.<br />
QS. Al-Baqarah: 156, yang menyatakan bahwa orang-orang yang sabar ketika ditimpa musibah kematian, mereka akan mendapatkan rahmat dan pertolongan dari Allah.</p>
<h3>Kematian Menurut Sudut Pandang Psikologi</h3>
<p>Psikologi kematian salah satu cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari sikap, perilaku serta emosi, dan juga mental yang berkaitan dengan kematian, baik kematian diri sendiri maupun orang lain. Psikologi tentang kematian ini mencakup beberapa topik seperti bunuh diri, krisis eksistensial, reaksi terhadap kematian dan pencarian makna hidup.</p>
<p>Teori Terror Management adalah salah satu teori terkenal psikologi yang dikembangkan oleh Ernest Becker dan Sheldon Solomon. Teori tersebut menjelaskan bahwa manusia memiliki kesadaran akan kematian yang bisa menimbulkan rasa takut dan cemas, maka dari itu hal ini bisa disebut terror. Manusia menciptakan sistem budaya untuk mengatasi terror tersebut, seperti memberikan makna dan nilai, serta simbol yang melampaui kematian. Sistem itu disebut Worldview, yang mana mencerminkan norma dan keyakinan, serta harapan yang dianut manusia.</p>
<p>Menurut teori terror management sendiri, manusia berusaha untuk meningkatkan self-esteem. Self-esteem adalah penilaian positif terhadap diri sendiri dengan memenuhi standar dan ekspektasi yang ditetapkan oleh worldview mereka. Maka dari itu manusia akan merasa memiliki identitas berharga dan bermakna, dimana hal itu akan memberikan rasa ketenangan dan keabadian simbolis.</p>
<p>Tetapi worldview manusia sering bertentangan dengan realitas yang mana itu membuatnya menjadi tidak sesuai. Seperti contohnya manusia yang percaya bahwa hidup ini adil dan berkeadilan, namun ternyata hidupnya mengalami ketidakadilan atau kesulitan hidup. Atau manusia yang percaya kehidupan setelah kematian, tetapi tidak memiliki bukti atau pengalaman tentang keyakinan tersebut. Saat worldview manusia diragukan, terror itu akan muncul kembali. Terror itu lah yang akan membuat manusia mempertahankan worldview mereka.</p>
<p>Dari banyaknya cara manusia mempertahankan worldview mereka salah satunya adalah dengan menunjukan sikap positif kepada orang-orang yang memiliki worldview yang sama dan sikap negatif kepada yang sebaliknya. Hal ini dinamakan in-group bias, adalah kecenderungan untuk lebih menyukai dan mendukung kelompok sendiri daripada kelompok lain. In-group bias bisa menyebabkan sebuah deskriminasi, prasangka, hingga konflik antar kelompok.</p>
<p>Prestasi, kreativitas, hubungan, agama dan uang adalah cara lain manusia untuk memperkuat worldview sekaligus meningkatkan self-esteem mereka. Hal ini dinamakan self-esteem striving, usaha untuk mencapai self-esteem yang tinggil. Tetapi hal ini juga dapat berdampak negatif dan positif tergantung tujuannya.</p>
<p>Selain dari sudut pandang agama, psikologi juga mempunyai sudut pandang tentang kematian. Dari sudut pandang psikologi, kematian adalah suatu fenomena yang mempengaruhi kehidupan dan mental manusia secara besar. Selain itu kematian juga dapat menjadi sebuah motivasi, tetapi juga dapat menjadi rasa ketakutan, tergantung bagaimana manusia memandangnya. Penting bagi manusia untuk memiliki pemahaman yang sehat tentang kematian, tujuan serta makna hidup ynag sesuai dengan nilai-nilai.</p>
<h3>Reaksi Manusia Menanggapi Kematian Menurut Psikologi</h3>
<p>Faktor-faktor seperti usia, agama dan budaya serta pengalaman hidup menentukan reaksi manusia dalam memahami kematian. Ada beberpa tahapan psikologis yang sering dialami oleh orang yang menghadapi kematiannya sendiri maupun orang lain. Tahapan tersebut seperti penyangkalan, marah, tawar-menawar, depresi sampai penerimaan. Berikut penjelasan dari tahapan yang telah disebutkan,</p>
<p>1.) Penyangkalan. Mereka akan menolak kenyataan bahwa kematian akan datang dan mengambil nyawa mereka atau orang-orang yang mereka cintai. Mereka berharap kematian bisa dirubah dan dihindari.</p>
<p>2.) Marah. Mereka akan merasa frustasi, marah sampai merasa bersalah karena merasa tidak adil atau tidak berdaya. Mereka bisa saja menyalahkan diri sendiri, orang lain hingga parahnya Tuhan atas kematian yang terjadi.</p>
<p>3.) Tawar-menawar. Maksudnya adalah mereka yang menginginkan kematiannya ditangguhkan dengan cara berdo’a dan berjanji untuk berbuat baik.</p>
<p>4.) Depresi. Kematian adalah hal yang tidak dapat diubah dengan apapun dan oleh apapun. Maka dari itu orang yang tidak bisa mengelak kematian akan merasa sedih, putus asa serta harapan. Bahkan mereka bisa saja menarik diri dari dunia luar karena memikirkan sebuah kematian.</p>
<p>5.) Penerimaan. Ialah orang yang bisa menerima kematian adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Mereka juga adalah orang yang tenang dan bahagia, mereka sudah siap dengan kematian yang akan terjadi pada dirinya ataupun orang terdekat.</p>
<p>Dari sudut pandang Islam kematian adalah gerbang yang akan mengantarkan kita ke dimensi akhir yaitu akhirat. Dimana semua amal yang telah dikerjakan akan ditimbang untuk menentukan tempat dimana manusia akan melanjutkan hidup abadinya. Maka dari itu manusia harus berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan selama hidupnya di dunia, meminta ampunan sebanyak-banyak atas banyaknya dosa yang telah diperbuat, sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan mengasihi hamba-hamba Nya.</p>
<p>Shafira Fathyah Hanan, Fauzia Irhamni<br />
Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kematian-dalam-sudut-pandang-islam-dan-ilmu-psikologi/">Kematian dalam Sudut Pandang Islam dan Ilmu Psikologi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/asset-2.tstatic.net/jogja/foto/bank/images/kematian-511.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
