<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Isra Mi’raj Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/isra-miraj/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/isra-miraj/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Jan 2025 05:27:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Isra Mi’raj Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/isra-miraj/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Isra Mi’raj:Makna Spiritual dan Filosofis</title>
		<link>https://jakpos.id/isra-mirajmakna-spiritual-dan-filosofis/</link>
					<comments>https://jakpos.id/isra-mirajmakna-spiritual-dan-filosofis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jan 2025 05:27:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Isra Mi’raj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=432</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu peristiwa terbesar yang terjadi pada 27 Rajab adalah Peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad saw</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/isra-mirajmakna-spiritual-dan-filosofis/">Isra Mi’raj:Makna Spiritual dan Filosofis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Murodi al-Batawi</strong></em></p>
<p>Salah satu peristiwa terbesar yang terjadi pada 27 Rajab adalah Peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad saw. Kenapa dibilang sebagai salah satu peristiwa terbesar, karena saat Isra dan Mi’raj Allah SWT membawa Rasulullah Muhammad saw melalui perjalanan di malam hari (أسرى) dari Mekkah ke Masjidil Aqsha, Palestina dengan mengendarai Buraq, sebuah kendaraan khusus yang disediakan Allah untuk membawa dan menemani Rasululah saw didampingi oleh Malaikat Jibril.</p>
<p>Hanya dalam sekejap mata beliau tiba di Palestina, sesuatu yang dianggap aneh oleh masyarakat Quraisy ketika itu. Kerena, menurut mereka, perjalanan tersebut memerlukan waktu cukup lama, mungkin beberapa hari atau bulan bila menggunakan kendaraan unta terbaik. Mendengar cerita Nabi pada 27 Rajab di malam hari pergi ke Masjidil Aqsha, masyarakat Quraisy semakin mengejek dan memperolok Nabi Muhammad saw.</p>
<p>Terlebih, sambung cerita Rasulullah saw, beliau ditemani malaikat Jibril untuk segera menghadap Allah di Sidratil Muntaha, (معراج) batas tempat Nabi Muhammad saw bisa bertemu dengan cahaya Allah SWT. Masyarakat kian tidak percaya. Maka masyarakat kafir Mekkah semakin mengejek dan menghina Nabi dan para pengikutnya. Hampir sebagian besar masyarakat Kota Mekkah sangat tidak percaya cerita Nabi Muhammad tersebut. Tapi, ketika berita perjalanan Isra Mi’raj tersebut diceritakan kepada sahabat Nabi bernama Abu Bakr, ia langsung percaya seratus persen tanpa menolak isi cerita tersebut. Karena itu, Nabi Muhammad saw memberikan gelar al-Shiddiieq kepada Abu Bakr. Sejak saat itulah Abu Bakr bernama Abu Bakr al-Shiddieq.</p>
<h3>Isra Mi&#8217;raj: Perjalanan Spiritual Nabi Muhammad SAW</h3>
<p>Isra Mi&#8217;raj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun ke-10 kenabian. Peristiwa ini merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, kemudian naik ke langit ke-7 dan kembali ke Mekah.</p>
<p>Pada saat itu, Nabi Muhammad saw sedang mengalami kesulitan dan tekanan dari kaum Quraisy di Mekah. Allah SWT kemudian memutuskan untuk mengangkat Nabi Muhammad saw dalam perjalanan spiritual yang luar biasa.</p>
<h3>Perjalanan Isra dan Mi’raj</h3>
<p>Perjalanan Isra dimulai ketika Nabi Muhammad SAW sedang berada di Masjidil Haram. Malaikat Jibril AS kemudian datang dan membawa Nabi Muhammad SAW ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Di sana, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan para nabi lainnya, seperti Nabi Isa AS, Nabi Musa AS, dan Nabi Ibrahim AS.</p>
<p>Setelah itu, Nabi Muhammad SAW naik ke langit ke-7 dengan ditemani oleh Malaikat Jibril AS. Di setiap langit, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan para nabi lainnya dan melihat keajaiban-keajaiban Allah SWT. Di langit ke-7, Nabi Muhammad saw bertemu dengan Allah SWT dan menerima perintah untuk melaksanakan shalat 5 waktu.</p>
<h3>Pesan dan Makna Isra Mi’raj</h3>
<p>Peristiwa Isra Mi&#8217;raj memiliki pesan dan makna yang sangat penting bagi umat Islam. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Allah SWT memiliki kekuasaan yang tak terbatas dan bahwa Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah SWT yang terpercaya. Peristiwa ini juga menekankan pentingnya shalat 5 waktu dan kepatuhan kepada Allah SWT.</p>
<p>Peristiwa Isra Mi&#8217;raj memiliki kaitan yang sangat erat dengan perintah shalat dalam Islam. Berikut adalah beberapa fakta tentang kaitan antara Isra Mi&#8217;raj dan perintah shalat:</p>
<h4>Perintah Shalat dalam Peristiwa Isra Mi&#8217;raj</h4>
<p>1. Perintah Shalat 5 Waktu: Selama peristiwa Isra Mi&#8217;raj, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk melaksanakan shalat 5 waktu, yaitu Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya.<br />
2. Pengalaman Spiritual: Peristiwa Isra Mi&#8217;raj merupakan pengalaman spiritual yang sangat dalam bagi Nabi Muhammad SAW. Dalam peristiwa ini, beliau dapat melihat keajaiban-keajaiban Allah SWT dan bertemu dengan para nabi lainnya.<br />
3. Koneksi dengan Allah SWT: Perintah shalat dalam peristiwa Isra Mi&#8217;raj menunjukkan koneksi yang sangat dekat antara Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT. Shalat merupakan salah satu cara untuk mempertahankan koneksi ini dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<h4>Makna Perintah Shalat dalam Islam</h4>
<p>1. Kewajiban Bagi Umat Islam: Perintah shalat dalam peristiwa Isra Mi&#8217;raj menunjukkan bahwa shalat merupakan kewajiban bagi umat Islam.<br />
2. Pengembangan Spiritualitas: Shalat merupakan salah satu cara untuk mengembangkan spiritualitas dan kesadaran dalam kehidupan.<br />
3. Koneksi dengan Allah SWT: Shalat merupakan salah satu cara untuk mempertahankan koneksi dengan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<h3>Makna Spiritual dan Filosofis Isra Mi’raj</h3>
<p>Berikut beberapa pesan yang dapat dipetik dari perjalanan Isra Mi&#8217;raj Nabi Muhammad SAW:</p>
<h4>Pesan Spiritual Isra Mi’raj</h4>
<p>Terdapat pesan dan Makna Spiritual dan Filosofis Peristiwa Isra Mi’raj yang dilakukan Rasulullah saw pada 27 Rajab dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha lalu ke Sidratul Muntaha</p>
<p>1. Kekuatan Iman: Perjalanan Isra Mi&#8217;raj menunjukkan kekuatan iman Nabi Muhammad SAW dan pentingnya iman dalam menghadapi tantangan hidup.<br />
2. Koneksi dengan Allah SWT: Perjalanan ini menunjukkan koneksi yang sangat dekat antara Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT, dan pentingnya mempertahankan koneksi ini dalam kehidupan sehari-hari.<br />
3. Pengembangan Spiritualitas: Perjalanan Isra Mi&#8217;raj menunjukkan pentingnya pengembangan spiritualitas dan kesadaran dalam kehidupan.</p>
<h3>Makna dan Pesan Filosofis</h3>
<p>Hakikat Alam Semesta. Perjalanan Isra Mi&#8217;raj menunjukkan hakikat alam semesta yang sangat luas dan kompleks, dan pentingnya memahami hakikat ini dalam kehidupan.</p>
<p>Koneksi antara Mikrokosmos dan Makrokosmos. Perjalanan ini menunjukkan koneksi yang sangat erat antara mikrokosmos (diri manusia) dan makrokosmos (alam semesta).</p>
<p>Pengintegrasian Ilmu dan Spiritualitas. Perjalanan Isra Mi&#8217;raj menunjukkan pentingnya pengintegrasian ilmu dan spiritualitas dalam kehidupan.</p>
<p>Kesabaran dan Ketabahan.<br />
Perjalanan Isra Mi&#8217;raj menunjukkan kesabaran dan ketabahan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi tantangan hidup.</p>
<p>Kepatuhan terhadap Allah SWT. Perjalanan ini menunjukkan kepatuhan Nabi Muhammad saw terhadap Allah SWT dan pentingnya mempertahankan kepatuhan ini dalam kehidupan.</p>
<p>Pengorbanan dan Kesediaan. Perjalanan Isra Mi&#8217;raj menunjukkan pengorbanan dan kesediaan Nabi Muhammad saw untuk menjalankan misi Allah SWT.</p>
<p>Oleh karena itu, umat Islam seluruh dunia akan selalu memperingati peristiwa Isra Mi’raj yang dilakukan Rasulullah saw untuk mengenang perjalanan Isra Mi’raj dan perintah Allah SWT untuk melaksanakan Shalat Wajib lima waktu.</p>
<p>Demikian dan InsyaAllah bermanfaat.</p>
<p>Padarincang, Serang, Banten<br />
27 Rajab 1446/27 Januari 2025.</p>
<p>Murodi al-Batawi</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/isra-mirajmakna-spiritual-dan-filosofis/">Isra Mi’raj:Makna Spiritual dan Filosofis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/isra-mirajmakna-spiritual-dan-filosofis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/berita.smkn54jkt.sch.id/wp-content/uploads/2024/02/Ucapan_Selamat_Isra_Miraj_2024-2024_02_05-13_00_39_c93629d9918b5f574ea6ab5855d19589_960x640_thumb-3.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Rajab dan Perayaan Isra Mi’raj di Betawi</title>
		<link>https://jakpos.id/rajab-dan-perayaan-isra-miraj-di-betawi/</link>
					<comments>https://jakpos.id/rajab-dan-perayaan-isra-miraj-di-betawi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jan 2025 07:13:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Isra Mi’raj]]></category>
		<category><![CDATA[Rajab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=298</guid>

					<description><![CDATA[<p>Masyarakat Betawi selalu menanti moment peristiwa penting dalam Sejarah Islam, salah satunya moment memperingati perayaan peristiwa Isra Mi’raj.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/rajab-dan-perayaan-isra-miraj-di-betawi/">Rajab dan Perayaan Isra Mi’raj di Betawi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Murodi al-Batawi</strong></p>
<p>Dalam Kalender Islam, Bulan Rajab adalah Bulan Ketujuh, setelah Bulan Jumadil Akhir. Kata Rajab berasal dari kata Rajaba, artinya menghormati atau mengagungkan. Pemberian nama ini karena pada bulan ini Suku-suku di Arab dahulu sangat menghormati dan mengagungkannya. Pada bulan ini diharamkan semua suku melakukan peperangan dan pertumpahan darah. Karenanya, mereka memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk menjalin kembali tali silaturrahim yang terputus ketika terjadi peperangan di antara suku-suku tersebut. Mereka memaafkan kesalahan yang telah terjadi. Karena itu, banyak umat Islam kemudian memanfaatkan bulan ini dengan berbagai kegiatan karena dinilai banyak keutamaan yang terdapat pada bulan Rajab ini.</p>
<p>Di antara keutamaan bulan Rajab adalah terbukanya pintu Taubat. Pintu Taubat terbuka secara lebar untuk semua dosa yang dilakukan manusia, kecuali dosa Syirik. Makanya, banyak umat Islam melakukan pertaubatan untuk memohon ampun dari semua dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan. Bahkan di beberapa wilayah, seperti masyarakat Betawi dan masyarakat Banten, melaksanakan bersih diri di sore hari untuk memasuki bulan Rajab dan berpuasa pada keesokan harinya. Ada yang berpuasa satu sampai 1-3 hari dan ada yang berpuasa selama sebulan penuh. Mereka berharap memperoleh pahala dan ampunan di bulan Rajab tersebut.</p>
<h3>Beberapa peristiwa penting di bulan Rajab</h3>
<p>Pada bulan Rajab Siti Aminah mulai mengandung Janin Muhammad, hasil dari perkawinan Siti Aminah bt Wahab dan Abdullah bin Abdul Muthalib. Janin yang memang ditunggu mereka. Bahkan dalam satu riwayat, Abdullah bin Abdul Muthalib merupakan seorang pemuda tampan di wajahnya dan tubuhnya tersimpan sinar bercahaya yang menjadi incaran semua para gadis di kota Mekkah. Tetapi, setelah Abdullah menikah dengan Siti Aminah, cahaya tersebut hilang dan berpindah ke dalam tubuh Siti Aminah. Cahaya tersebut kemudian diakui oleh para gadis dan penduduk Mekkah bahwa cahaya tersebut bukan cahaya biasa, tapi cahaya sebagai simbol akan lahir seseorang dari rahim Siti Aminah yang akan menjadi orang besar.</p>
<p>Peristiwa penting yang tercatat dalam Sejarah Islam adalah Hijrah Pertama ke Habasyah yang terjadi pada tahun ke-5 Kenabian. Nabi menganjurkan agar umat Islam Mekkah yang mendapat gangguan dan siksaan oleh kafir Quraisy, untuk hijrah ke Habasyah atau Ethiopia. Tujuannya untuk menghindari berbagai gangguan dan siksaan dari pembesar dan penduduk kafir Mekkah. Pertanyaannya kemudian mengapa memilih Habasyah bukan Yaman atau Syam untuk pergi hijrah.<br />
Jawabannya, Habasyah negeri netral dan dipimpinnoleh seorang Raja Nasrani yang adil dan jujur. Sedang Yaman berada di bawah pengaruh dan pendudukan Persia. Sementara Syam berada di bawah pengaruh bangsa Romawi.</p>
<p>Setelah mempersiapkan segalanya, umat Islam Mekkah, terdiri dari 11 orang lelaki dan 5 orang perempuan. Hijrah kali ini dipimpin Usman bin Affan didampingi oleh isterinya Ruqayah binti Rasulillsh saw. Di Habasyah, mereka diterima dengan baik oleh raja Najasyi. Hijrah pertama ini menandakan dakwah Islam pertama yang terjadi di luar kota Mekkah dan kemudian hijrah ke beberapa tempat lain, seperti Thaif dan terakhir ke Madinah.</p>
<h3>Peristiwa Isra Mi’raj: Sebuah Catatan Penting dan Bersejarah</h3>
<p>Dan Peristiwa terpenting lainnya peristiwa Isra Mi’raj yang terjadi pada 27 Rajab yang menghasilkan perintah Allah kepada Nabi dan umat Islam untuk melaksanakan Shalat 5 waktu sehari semalam.</p>
<p>Sebelum peristiwa Isra Mi’raj, Nabi Muhammad saw dibangunkan oleh Malsikat Jibril dan dibawa ke Masjidil Haram. Nabi Muhammad saw menaiki Buraq dari Masjidil Haram ke Masjifil Aqsha dan beribadah di sana. Kemudian dari Masjdil Aqsha, nabi Muhammad saw melakukan Mi’raj ke Sidratil Muntaha. Dalam perjalan tersebut nabi Muhammad saw bertemu dengan para nabi terdahulu; seperti nabi di langit pertama nabi Muhammad bertemu dengan nabi Adam. Di langit kedua, nabi Muhammad saw bertemu dengan nabi Yahya dan nabi Isa. Bertemu dengan nabi Musa Isa, dan nabi Ibrahim. Hingga ke langit ketujuh, beliau bertemu dengan Allah swt. Di situlah beliau menerima perintah untuk melaksanakan Shalat lima waktu.</p>
<h3>Peringatan Isra Mi’raj di Betawi</h3>
<p>Ada yang menarik dari tradisi perayaan peringatan Isra Mi’raj di Betawi. Masyarakat Betawi selalu menanti moment peristiwa penting dalam Sejarah Islam, salah satunya moment memperingati perayaan peristiwa Isra Mi’raj.</p>
<p>Biasanya mereka mempersiapkan perayaan tersebut dengan apik dan cukup meriah. Masjid dan Mushalla dibersihkan dan dicat ulang. Masyarakat Betawi, biasanya, melakukan gotong royong, termasuk persiapan menu masakan yang dilakukan. Mulai dari pengumpulan uang belanja. Membeli bahan masakan dan lalu mereka secara bersama-sama, terutama ibu-ibu memasak di dapur. Bahan yang sudah mereka beli, mereka bersihkan. Termasuk membersihkan hewan, seperti ayam dan kambing untuk dimasak.</p>
<p>Sementara para bapak dan panitia mempersiapkan tempat acara perayaan peringatan Isra Mi’raj. Panitia menjemput Kyai/ Ulama yang diundang sebagai pemberi materi atau ceramah tentang Isra Mi’raj.</p>
<p>Dahulu, sekitar akhir tahun 60-an saat belum ada listrik, masyarakat mempersiapkan beberapa petromax, sebagai alat penerang. Masyarakat Betawi, sebelum Maghrib, berdatangan ke Masjid atau Mushalla untuk melaksanakan Shalat Maghrib berjama’ah. Usai shalat, mereka berdzikir dan berdo’a untuk kesehatan, kebahagiaan dan keselamatan mereka di dunia dan akhirat. Sambil menunggu waktu Shalat Isya, mereka membaca al-qur’an dan berdiskusi banyak hal, terutama terkait persoalan keagamaan. Tiba saat Shalat Isya, mereka sudah siap melaksanakannya. Kemudian mereka biasanya berdzikir dan berfo’a bersama. Serelah itu, mereka menata kembali ruangan atau tempat untuk kegiatan pengajian berupa ceramah tentang Isra Mi’raj. Sambil menunggu penceramah, mereka mempersiapkan hidangan ringan untuk mereka dan penceramah.</p>
<p>Biasanya, penceramah yang diundang tidak hanya satu orang, tiga orang, bahkan lebih. Persis seperti pemilihan da’i. Para penceramah yang diundang biasanya yang sedang ngetop atau istilah sekarang viral. Seperti pada 1970-1980 an, penceramahnya terdiri dari KH. Hasyim Adnan. KH. Syukon Makmun. KH. Idham Kholid, KH. Zainuddin MZ, dan lain-lain. Mereka semuanya tampil, meski hanya 30 menit. Meski begitu, jama’ahnya membludag. Mereka baru pulang setelah rangkaian acara peringatan Isra Mi’raj usai, medki waktu penutupannya sekitar pukul 24.00 wib. Mereka senang mendapatkan ilmu pengetahuan agama yang mereka peroleh dari para Kyai berilmu.</p>
<p>Namun, sebelum mereka pulang, mereka sudah mendapatkan berkat atau ambengan, yang dimasak para ibu-ibu atau mereka membawanya dari rumah masing-masing yang dikumpulkan ke Masjid atau Mushalla. Kemudian usai mendengarkan ceramah, mereka ada yang dan banyak pula yang makan di lokasi acara dan membungkusnya untuk dibawa pulang.</p>
<p>Dahulu, makanan terenak adalah nasi berkat yang dibawa orang tua dari acara yang dilaksanakan di Masjid atau Mushalla. Mungkin karena sudah dibacakan do’a, sehingga memakannya terasa nikmat luar biasa {Odie}</p>
<p><em>Pamulang,11 Januari 2025</em><br />
<em>Murodi al-Batawi</em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/rajab-dan-perayaan-isra-miraj-di-betawi/">Rajab dan Perayaan Isra Mi’raj di Betawi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/rajab-dan-perayaan-isra-miraj-di-betawi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/www.jurnalpolisi.id/wp-content/uploads/2023/02/WhatsApp-Image-2023-02-27-at-12.43.55.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Rajab dan Perayaan Isra Mi’raj di Betawi</title>
		<link>https://jakpos.id/rajab-dan-perayaan-isra-miraj-di-betawi-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jan 2025 07:11:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Isra Mi’raj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=82192</guid>

					<description><![CDATA[<p>Masyarakat Betawi selalu menanti moment peristiwa penting dalam Sejarah Islam, salah satunya moment memperingati perayaan peristiwa Isra Mi’raj.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/rajab-dan-perayaan-isra-miraj-di-betawi-2/">Rajab dan Perayaan Isra Mi’raj di Betawi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Murodi al-Batawi</strong></p>
<p>Dalam Kalender Islam, Bulan Rajab adalah Bulan Ketujuh, setelah Bulan Jumadil Akhir. Kata Rajab berasal dari kata Rajaba, artinya menghormati atau mengagungkan. Pemberian nama ini karena pada bulan ini Suku-suku di Arab dahulu sangat menghormati dan mengagungkannya. Pada bulan ini diharamkan semua suku melakukan peperangan dan pertumpahan darah. Karenanya, mereka memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk menjalin kembali tali silaturrahim yang terputus ketika terjadi peperangan di antara suku-suku tersebut. Mereka memaafkan kesalahan yang telah terjadi. Karena itu, banyak umat Islam kemudian memanfaatkan bulan ini dengan berbagai kegiatan karena dinilai banyak keutamaan yang terdapat pada bulan Rajab ini.</p>
<p>Di antara keutamaan bulan Rajab adalah terbukanya pintu Taubat. Pintu Taubat terbuka secara lebar untuk semua dosa yang dilakukan manusia, kecuali dosa Syirik. Makanya, banyak umat Islam melakukan pertaubatan untuk memohon ampun dari semua dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan. Bahkan di beberapa wilayah, seperti masyarakat Betawi dan masyarakat Banten, melaksanakan bersih diri di sore hari untuk memasuki bulan Rajab dan berpuasa pada keesokan harinya. Ada yang berpuasa satu sampai 1-3 hari dan ada yang berpuasa selama sebulan penuh. Mereka berharap memperoleh pahala dan ampunan di bulan Rajab tersebut.</p>
<h3>Beberapa peristiwa penting di bulan Rajab</h3>
<p>Pada bulan Rajab Siti Aminah mulai mengandung Janin Muhammad, hasil dari perkawinan Siti Aminah bt Wahab dan Abdullah bin Abdul Muthalib. Janin yang memang ditunggu mereka. Bahkan dalam satu riwayat, Abdullah bin Abdul Muthalib merupakan seorang pemuda tampan di wajahnya dan tubuhnya tersimpan sinar bercahaya yang menjadi incaran semua para gadis di kota Mekkah. Tetapi, setelah Abdullah menikah dengan Siti Aminah, cahaya tersebut hilang dan berpindah ke dalam tubuh Siti Aminah. Cahaya tersebut kemudian diakui oleh para gadis dan penduduk Mekkah bahwa cahaya tersebut bukan cahaya biasa, tapi cahaya sebagai simbol akan lahir seseorang dari rahim Siti Aminah yang akan menjadi orang besar.</p>
<p>Peristiwa penting yang tercatat dalam Sejarah Islam adalah Hijrah Pertama ke Habasyah yang terjadi pada tahun ke-5 Kenabian. Nabi menganjurkan agar umat Islam Mekkah yang mendapat gangguan dan siksaan oleh kafir Quraisy, untuk hijrah ke Habasyah atau Ethiopia. Tujuannya untuk menghindari berbagai gangguan dan siksaan dari pembesar dan penduduk kafir Mekkah. Pertanyaannya kemudian mengapa memilih Habasyah bukan Yaman atau Syam untuk pergi hijrah.<br />
Jawabannya, Habasyah negeri netral dan dipimpinnoleh seorang Raja Nasrani yang adil dan jujur. Sedang Yaman berada di bawah pengaruh dan pendudukan Persia. Sementara Syam berada di bawah pengaruh bangsa Romawi.</p>
<p>Setelah mempersiapkan segalanya, umat Islam Mekkah, terdiri dari 11 orang lelaki dan 5 orang perempuan. Hijrah kali ini dipimpin Usman bin Affan didampingi oleh isterinya Ruqayah binti Rasulillsh saw. Di Habasyah, mereka diterima dengan baik oleh raja Najasyi. Hijrah pertama ini menandakan dakwah Islam pertama yang terjadi di luar kota Mekkah dan kemudian hijrah ke beberapa tempat lain, seperti Thaif dan terakhir ke Madinah.</p>
<h3>Peristiwa Isra Mi’raj: Sebuah Catatan Penting dan Bersejarah</h3>
<p>Dan Peristiwa terpenting lainnya peristiwa Isra Mi’raj yang terjadi pada 27 Rajab yang menghasilkan perintah Allah kepada Nabi dan umat Islam untuk melaksanakan Shalat 5 waktu sehari semalam.</p>
<p>Sebelum peristiwa Isra Mi’raj, Nabi Muhammad saw dibangunkan oleh Malsikat Jibril dan dibawa ke Masjidil Haram. Nabi Muhammad saw menaiki Buraq dari Masjidil Haram ke Masjifil Aqsha dan beribadah di sana. Kemudian dari Masjdil Aqsha, nabi Muhammad saw melakukan Mi’raj ke Sidratil Muntaha. Dalam perjalan tersebut nabi Muhammad saw bertemu dengan para nabi terdahulu; seperti nabi di langit pertama nabi Muhammad bertemu dengan nabi Adam. Di langit kedua, nabi Muhammad saw bertemu dengan nabi Yahya dan nabi Isa. Bertemu dengan nabi Musa Isa, dan nabi Ibrahim. Hingga ke langit ketujuh, beliau bertemu dengan Allah swt. Di situlah beliau menerima perintah untuk melaksanakan Shalat lima waktu.</p>
<h3>Peringatan Isra Mi’raj di Betawi</h3>
<p>Ada yang menarik dari tradisi perayaan peringatan Isra Mi’raj di Betawi. Masyarakat Betawi selalu menanti moment peristiwa penting dalam Sejarah Islam, salah satunya moment memperingati perayaan peristiwa Isra Mi’raj.</p>
<p>Biasanya mereka mempersiapkan perayaan tersebut dengan apik dan cukup meriah. Masjid dan Mushalla dibersihkan dan dicat ulang. Masyarakat Betawi, biasanya, melakukan gotong royong, termasuk persiapan menu masakan yang dilakukan. Mulai dari pengumpulan uang belanja. Membeli bahan masakan dan lalu mereka secara bersama-sama, terutama ibu-ibu memasak di dapur. Bahan yang sudah mereka beli, mereka bersihkan. Termasuk membersihkan hewan, seperti ayam dan kambing untuk dimasak.</p>
<p>Sementara para bapak dan panitia mempersiapkan tempat acara perayaan peringatan Isra Mi’raj. Panitia menjemput Kyai/ Ulama yang diundang sebagai pemberi materi atau ceramah tentang Isra Mi’raj.</p>
<p>Dahulu, sekitar akhir tahun 60-an saat belum ada listrik, masyarakat mempersiapkan beberapa petromax, sebagai alat penerang. Masyarakat Betawi, sebelum Maghrib, berdatangan ke Masjid atau Mushalla untuk melaksanakan Shalat Maghrib berjama’ah. Usai shalat, mereka berdzikir dan berdo’a untuk kesehatan, kebahagiaan dan keselamatan mereka di dunia dan akhirat. Sambil menunggu waktu Shalat Isya, mereka membaca al-qur’an dan berdiskusi banyak hal, terutama terkait persoalan keagamaan. Tiba saat Shalat Isya, mereka sudah siap melaksanakannya. Kemudian mereka biasanya berdzikir dan berfo’a bersama. Serelah itu, mereka menata kembali ruangan atau tempat untuk kegiatan pengajian berupa ceramah tentang Isra Mi’raj. Sambil menunggu penceramah, mereka mempersiapkan hidangan ringan untuk mereka dan penceramah.</p>
<p>Biasanya, penceramah yang diundang tidak hanya satu orang, tiga orang, bahkan lebih. Persis seperti pemilihan da’i. Para penceramah yang diundang biasanya yang sedang ngetop atau istilah sekarang viral. Seperti pada 1970-1980 an, penceramahnya terdiri dari KH. Hasyim Adnan. KH. Syukon Makmun. KH. Idham Kholid, KH. Zainuddin MZ, dan lain-lain. Mereka semuanya tampil, meski hanya 30 menit. Meski begitu, jama’ahnya membludag. Mereka baru pulang setelah rangkaian acara peringatan Isra Mi’raj usai, medki waktu penutupannya sekitar pukul 24.00 wib. Mereka senang mendapatkan ilmu pengetahuan agama yang mereka peroleh dari para Kyai berilmu.</p>
<p>Namun, sebelum mereka pulang, mereka sudah mendapatkan berkat atau ambengan, yang dimasak para ibu-ibu atau mereka membawanya dari rumah masing-masing yang dikumpulkan ke Masjid atau Mushalla. Kemudian usai mendengarkan ceramah, mereka ada yang dan banyak pula yang makan di lokasi acara dan membungkusnya untuk dibawa pulang.</p>
<p>Dahulu, makanan terenak adalah nasi berkat yang dibawa orang tua dari acara yang dilaksanakan di Masjid atau Mushalla. Mungkin karena sudah dibacakan do’a, sehingga memakannya terasa nikmat luar biasa {Odie}</p>
<p><em>Pamulang,11 Januari 2025</em><br />
<em>Murodi al-Batawi</em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/rajab-dan-perayaan-isra-miraj-di-betawi-2/">Rajab dan Perayaan Isra Mi’raj di Betawi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/www.senibudayabetawi.com/wp-content/uploads/2023/09/maulidd.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
