<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Israel Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/israel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/israel/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Apr 2026 06:46:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Israel Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/israel/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Krisis Reputasi Israel di Amerika</title>
		<link>https://jakpos.id/krisis-reputasi-israel-di-amerika/</link>
					<comments>https://jakpos.id/krisis-reputasi-israel-di-amerika/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 06:46:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=99085</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Bachtiar Nasir, Pengamat Politik Timur Tengah</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/krisis-reputasi-israel-di-amerika/">Krisis Reputasi Israel di Amerika</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh Bachtiar Nasir, Pengamat Politik Timur Tengah</strong></em></p>
<p>​SELAMA berpuluh-puluh tahun, eksistensi Israel di kancah internasional tidak hanya ditopang oleh kecanggihan alutsista, tetapi juga oleh &#8220;perisai citra&#8221; yang dirajut dengan sangat rapi. Di panggung publik Amerika Serikat, Israel telah lama dipasarkan sebagai sekutu demokratis yang paling setia, sebuah oase nilai Barat di tengah Timur Tengah yang bergejolak, serta korban abadi dari ancaman kawasan. Namun, memasuki April 2026, perisai citra tersebut kini menunjukkan keretakan yang sangat nyata dan fundamental.</p>
<p>​Laporan terbaru dari Institute for National Security Studies (INSS) Israel memotret kenyataan pahit bagi Tel Aviv: posisi Israel di mata publik Amerika sedang terjun bebas. Sekitar 60 persen warga Amerika kini memandang Israel secara negatif, sebuah angka yang melonjak drastis dari 42 persen pada tahun 2022. Penurunan ini bukan sekadar fluktuasi statistik, melainkan pergeseran tektonik dalam persepsi masyarakat negara penyokong utamanya.</p>
<p>​Guncangan paling hebat terasa pada fondasi masa depan, yaitu generasi muda. Di kelompok usia 18-29 tahun, angka pandangan negatif terhadap Israel menyentuh level kritis sebesar 75 persen. Kebencian moral ini bahkan merembas ke jantung basis politik pendukungnya, di mana sentimen negatif mencapai 85 persen di kalangan Demokrat muda dan secara mengejutkan menyentuh 64 persen di kalangan Republik muda. Hal ini menandakan bahwa narasi lama Israel tidak lagi mampu menjangkau nurani pemilih masa depan Amerika.</p>
<p>​Fenomena ini merupakan sinyal krisis reputasi yang sangat serius karena menyentuh empat pilar utama dukungan Amerika selama ini: pemerintah, lobi politik, dukungan lintas partai, dan basis keagamaan konservatif. Saat generasi muda dari kalangan Republik, Evangelis, hingga Yahudi Amerika mulai berpaling, maka yang terguncang bukan hanya citra di permukaan, melainkan legitimasi politik jangka panjang Israel di Washington.</p>
<p>​Sesuatu yang dulu dianggap tabu kini menjadi nyata: komunitas Yahudi Amerika sendiri semakin kritis terhadap kebijakan Tel Aviv. Data menunjukkan sekitar 55-60 persen dari mereka kini menolak aksi militer terkait Iran, dan 63 persen lebih memilih jalur diplomasi. Bahkan, sekitar 30 persen—terutama dari kalangan muda—kini lebih bersimpati kepada Palestina, dibarengi dengan meningkatnya desakan untuk membatasi bantuan militer kepada Israel.</p>
<p>​Mengacu pada pemikiran Andrew Griffin dalam Crisis, Issues and Reputation Management, sebuah reputasi tidak dibangun dari apa yang diklaim sebuah aktor tentang dirinya, melainkan bagaimana publik menilai tindakan nyata, keputusan, dan responsnya dari waktu ke waktu. Masalah Israel hari ini bukan lagi karena mereka &#8220;gagal menjelaskan diri&#8221;, melainkan karena tindakan mereka di lapangan tidak lagi selaras dengan citra yang selama ini mereka jual. Publik kini tidak lagi sekadar mendengar narasi, tetapi melihat realitas.</p>
<p>​Meskipun Israel terus menggaungkan narasi &#8220;membela diri&#8221;, mata publik Amerika menyaksikan realitas kehancuran Gaza, tingginya angka korban sipil Palestina, dan eskalasi perang yang kian meluas. Muncul persepsi kuat di masyarakat Amerika bahwa Israel justru menyeret negara mereka ke dalam konflik yang lebih besar dan berbahaya. Di titik inilah, masalah yang dihadapi Israel telah bergeser dari sekadar hambatan komunikasi menjadi sebuah kegagalan moral yang nyata.</p>
<p>​Dalam kerangka Griffin, Israel kini berada pada fase isu reputasi tingkat tinggi yang bergerak cepat menuju krisis reputasi total. Meskipun bantuan militer masih mengalir dan hubungan diplomatik formal belum terputus, gejala krisis sudah terlihat jelas melalui memburuknya opini publik dan tidak solidnya basis pendukung tradisional seperti Evangelis dan Republik muda. Kepercayaan publik sedang menurun secara tajam dan sistemik.</p>
<h3>Moral Outrage</h3>
<p>​Lebih serius lagi, Israel menghadapi apa yang disebut sebagai external issue, yaitu narasi yang berkembang liar di luar kendali Tel Aviv maupun Washington. Isu mengenai korban sipil, bantuan militer, dan pengaruh Israel terhadap kebijakan luar negeri Amerika kini hidup secara mandiri di kampus-kampus, media sosial, komunitas agama, dan gerakan sipil. Israel sedang menghadapi moral outrage—kemarahan moral publik atas ketidakadilan dan standar ganda yang tidak bisa lagi diredam hanya dengan konferensi pers atau strategi diplomasi konvensional.</p>
<p>​Dari perspektif siyasah syar’iyyah kontemporer, krisis ini menegaskan bahwa legitimasi politik tidak bisa hanya dibangun di atas kekuatan senjata atau dukungan negara besar. Legitimasi sejati harus berpijak pada keadilan, perlindungan jiwa (hifzh al-nafs), dan pencegahan kerusakan (dar’u al-mafsadah). Berdasarkan kaidah ma’alat al-af’al, kebijakan yang terus-menerus memproduksi penolakan, kebencian, dan luka moral publik adalah kebijakan yang telah gagal menjaga kemaslahatan.</p>
<p>​Pada akhirnya, sejarah membuktikan bahwa lobi politik mungkin bisa menahan tekanan untuk sementara, namun ia tidak akan pernah mampu menahan perubahan nurani publik secara permanen. Mahasiswa, jurnalis muda, dan aktivis hari ini adalah para penentu kebijakan esok hari. Jika generasi ini tumbuh dengan persepsi bahwa kekuatan Israel tidak lagi dibarengi dengan keadilan, maka hubungan istimewa Amerika-Israel sedang menghitung hari menuju perubahan yang fundamental.*</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/krisis-reputasi-israel-di-amerika/">Krisis Reputasi Israel di Amerika</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/krisis-reputasi-israel-di-amerika/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/www.salam-online.com/wp-content/uploads/2016/11/Ustadz-Bachtiar-Nasir-1.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Ratusan Teroris Yahudi Serbu Masjidil Aqsa</title>
		<link>https://jakpos.id/ratusan-teroris-yahudi-serbu-masjidil-aqsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 10:53:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=99064</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Sedikitnya lebih dari 200 teroris Yahudi ekstremis yang dipimpin oleh seorang rabi menyerbu&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ratusan-teroris-yahudi-serbu-masjidil-aqsa/">Ratusan Teroris Yahudi Serbu Masjidil Aqsa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Sedikitnya lebih dari 200 teroris Yahudi ekstremis yang dipimpin oleh seorang rabi menyerbu kompleks Masjidil Aqsa di kota suci Yerusalem, pada Senin (13/4).</p>
<p>Mereka juga melaksanakan doa Talmud di tangga menuju Kubah Batu, di bawah pengamanan dari polisi Israel.</p>
<p>&#8220;Sebanyak 215 ekstremis memasuki area masjid saat waktu salat pagi dan siang,&#8221; ujar seorang pejabat dari Departemen Wakaf Islam di Yerusalem kepada Anadolu Agency.</p>
<p>Terdapat rekaman video yang memperlihatkan seorang rabi memasuki kompleks masjid dengan mengenakan pangkalan keagamaan.</p>
<p>Sementara itu, Pemerintah Provinsi Yerusalem, lembaga resmi Palestina juga menyampaikan penolakan terhadap aksi itu.</p>
<p>&#8220;Penolakan dan kecaman atas penyerbuan kompleks Masjid Al-Aqsa oleh rabi Israel, Tzinov, serta pelaksanaan doa Talmud di tangga menuju Kubah Batu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Tindakan ini merupakan bagian dari eskalasi berkelanjutan dan pelanggaran sistematis terhadap situs-situs suci Islam di Yerusalem,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sejak 2003, polisi Israel mengizinkan pemukim Israel memasuki kompleks masjid meskipun mendapat protes berulang dari Departemen Wakaf Islam yang mengelola lokasi itu.</p>
<p>Sejak Itamar Ben Gvir menjabat sebagai Menteri Keamanan Nasional Israel pada akhir 2022, pelanggaran di area masjid dilaporkan semakin meningkat.</p>
<p>Masjidil Aqsa merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam di dunia.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ratusan-teroris-yahudi-serbu-masjidil-aqsa/">Ratusan Teroris Yahudi Serbu Masjidil Aqsa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/gdb.voanews.com/58c149e2-da5f-4bc8-a298-9d5d1ab91ecb_cx0_cy10_cw100_w408_r0_s.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kebiadaban Israel Legalkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina</title>
		<link>https://jakpos.id/kebiadaban-israel-legalkan-uu-hukuman-mati-bagi-tahanan-palestina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 08:45:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=99013</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Siti Mawadah, S.T., Alumnus PNJ</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kebiadaban-israel-legalkan-uu-hukuman-mati-bagi-tahanan-palestina/">Kebiadaban Israel Legalkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh : Siti Mawadah, S.T.</strong></em></p>
<p>Parlemen <a href="https://jakpos.id/go/2026/04/dari-rudal-ke-algoritma-perang-narasi-dalam-konflik-iran-vs-israel-as/">Israel</a> (Knesset) pada hari Senin (30/3/2026) mengesahkan undang-undang kontroversial yang mengizinkan hukuman mati bagi tahanan <a href="https://jakpos.id/go/2026/04/geopolitik-palestina-peran-iran-dan-ambisi-as/">Palestina</a>. RUU tersebut disetujui dalam pembacaan kedua dan ketiga dengan 62 suara mendukung, 48 menentang, dan satu abstain, menurut laporan Yedioth Ahronoth. (international.sindonews.com, 31/03/26)</p>
<p>Gelombang kecaman datang dari berbagai penjuru mulai dari tingkat regional maupun internasional. Pemerintah Mesir menegaskan bahwa undang-undang tersebut bertentangan dengan hukum humaniter iternasional serta melanggar Konvensi Jenewa, karena mengandung pendekatan diskrikriminatif yang dilegalkan.</p>
<p>Dari Eropa, pernyataan mereka mengingatkan bahwa Langkah tersebut berpotensi menggerus komitmen Isreal terhadap prinsip demokrasi. Kantor HAM PBB mendesak Israel untuk segera mencabut undang-undang tersebut. Mereka menilai aturan ini memperkuat praktik diskriminasi rasial yang dilarang secara internasional.</p>
<p>Di tengah gelombang kritik. Amerika Serikat mengambil posisi berbeda. Washington menyatakan menghormati apa yang disebut sebagai “hak kedaulatan Israel” dalam menentukan sistem hukum dan hukumannya sendiri. (spiritofaqsa.or.id. 31/03/26)</p>
<p>Lahirnya UU tersebut menandai ekskalasi signifikan dalam sistem pemidanaan Zionis yang sekaligus menunjukkan kegagalan mereka dalam mengintimidasi para penduduk Palestina agar menghentikan perlawanan mereka. Berbagai upaya intimidasi berupa penangkapan, pembatasan mobilitas, penggusuran, pengeboman, dan genosida ternyata tidak berhasil menghentikan gelombang perlawanan rakyat Palestina yang terus tumbuh. Di sisi lain, keberanian Zionis mengesahkan UU yang dipandang berlawanan dengan UU Internasional menunjukkan level kelaliman dan kejemawaan yang memuncak dihadapan ketidakberdayaan umat Islam dunia yang hanya bisa mengecam atau bahkan diam.</p>
<p>Ada beberapa hal yang melatari sikap bebal Israel ini. Pertama, adanya dukungan kuat dari negara adidaya, yakni Amerika Serikat. Kedua, kuatnya keyakinan ideologis berupa klaim sejarah serta agama atas tanah Palestina yang didudukinya. Ketiga, kuatnya kepercayaan diri atas kemampuan militer yang mandiri. Keempat, ketidakberdayaan hukum intenasional. Kelima, terpecahnya umat Islam di bawah lebih dari 40 negara bangsa. (musimahnews.net, 09/04/26)</p>
<p>Kedudukan khairu ummah yang disandang oleh umat Islam sebagaimana yang telah disebutkan dalam Al Qur’an Suat Ali Imran ayat 110 jelas tidak merepresentasikan kondisi umat Islam saat ini. Umat Islam layaknya buih di lautan, jumlahnya banyak tapi tidak berguna sedikitpun. Ditambah lagi dengan terjangkitnya umat dengan penyakit wahn, yakni cinta dunia dan takut mati. Kemunduran umat Islam juga diperparah dengan meninggalkan aktivitas amar ma’ruf nahi munkar.</p>
<p>Umat Islam dunia, terutama para penguasa dan tokohnya tidak pantas berdiam diri atau merasa cukup dengan hanya menyampaikan kecaman. Mereka harus berani melakukan langkah-langkah politik untuk membungkam kebiadaban zionis dibawah dukungan Amerika Serikat. Dengan potensi yang dimiliki oleh umat Islam, sejatinya umat Islam mempunyai peluang besar untuk mengubah keadaan dan menjadi pemegang peran utama dalam menentukan konstelasi politik Internasional.</p>
<p>Jumlah umat Islam yang sangat besar yakni sekitar 25% dari total penduduk dunia. Posisi geopolitik dan geostrategisnya sangat signifikan sehingga bisa menjadi alat tekan bagi negara-negara lawannya. Potensi sumber daya alamnya sangat beragam dan melimpah ruah, lebih dari cukup untuk menjadi modal menyejahterakan warganya. Yang paling penting adalah potensi ideologisnya, berupa ajaran Islam ideologi yang mampu menjawab berbagai tantangan kekinian.</p>
<p>Oleh karenanya, dengan semua potensi yang ada ini, tidak pantas mereka bersikap lemah dihadapan musuh Allah dan RasulNya, dan tidak layak pula memberikan loyalitas pada kepemimpinan berparadigma ideologi sekuler kapitalisme. Ditambah lagi dengan banyak fakta yang menunjukkan bahwa umat Islam tidak mungkin berharap pada kepimpinan yang tegak bukan atas dasar Islam. Sudah saatnya mereka menggagas perubahan mendasar Islam politik ideologis yang sesuai dengan thariqah dakwah Rasulullah.</p>
<p>Wallahu’alam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kebiadaban-israel-legalkan-uu-hukuman-mati-bagi-tahanan-palestina/">Kebiadaban Israel Legalkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/assets.bharian.com.my/images/articles/penjara_1759975209.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dari Rudal ke Algoritma: Perang Narasi dalam Konflik Iran vs Israel–AS</title>
		<link>https://jakpos.id/dari-rudal-ke-algoritma-perang-narasi-dalam-konflik-iran-vs-israel-as/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 22:40:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98963</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Diva Titah Hawa Hariono Putri DEPOKPOS &#8211; Eskalasi konflik Iran dan Israel–Amerika Serikat pada&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dari-rudal-ke-algoritma-perang-narasi-dalam-konflik-iran-vs-israel-as/">Dari Rudal ke Algoritma: Perang Narasi dalam Konflik Iran vs Israel–AS</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh Diva Titah Hawa Hariono Putri</strong></em></p>
<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Eskalasi konflik Iran dan Israel–Amerika Serikat pada Maret 2026 memperlihatkan satu pergeseran mendasar: perang modern tidak lagi berhenti di medan tempur. Serangan rudal terhadap fasilitas energi di Haifa, serta laporan pendaratan darurat jet tempur F-35 Amerika Serikat di kawasan Teluk, memang menegaskan intensitas konfrontasi fisik yang terjadi.</p>
<p>Namun, di saat yang sama, pertarungan lain berlangsung lebih cepat, lebih luas, dan lebih sulit dikendalikan: yakni perang narasi di ruang digital. Dalam hitungan menit setelah serangan, video, citra satelit, dan pernyataan resmi langsung membanjiri media sosial.</p>
<p>Informasi tidak lagi sekadar menyampaikan fakta, tetapi secara aktif membentuk persepsi global tentang siapa korban dan siapa penyerang. Di titik ini, konflik tidak hanya soal kekuatan militer, melainkan juga soal siapa yang lebih dulu dan lebih efektif menguasai makna.</p>
<p>Dampaknya segera merembet ke sistem ekonomi global. Selat Hormuz, sebagai jalur vital distribusi energi dunia, menyalurkan sekitar 20 juta barel minyak per hari atau hampir seperempat perdagangan minyak laut global.</p>
<p>Ketegangan di kawasan ini memicu kekhawatiran serius terhadap gangguan pasokan energi. Sejumlah laporan bahkan menunjukkan kapal tanker memilih menunda perjalanan atau menunggu di luar jalur utama.</p>
<p>Stabilitas kawasan, dengan demikian, bukan lagi isu regional semata, melainkan variabel kunci dalam menjaga kestabilan ekonomi global. Lebih jauh, pernyataan pejabat Iran mengenai potensi lonjakan harga minyak hingga 200 dolar per barel memperlihatkan bahwa informasi ekonomi juga diproduksi sebagai instrumen tekanan politik.</p>
<p>Narasi seperti ini tidak hanya diarahkan kepada lawan, tetapi juga kepada pasar global. Di sini, informasi bekerja sebagai sinyal strategis yang dapat mengguncang masyarakat, memengaruhi keputusan, dan pada akhirnya mengubah dinamika kekuatan.</p>
<p>Fenomena ini menjadi lebih jelas jika dilihat melalui konsep network society dari Manuel Castells. Dalam network society, kekuasaan tidak lagi semata bertumpu pada kontrol teritorial, tetapi pada kemampuan mengelola arus informasi dalam apa yang ia sebut sebagai space of flows.</p>
<p>Informasi yang bergerak lintas batas negara dengan kecepatan tinggi menjelma menjadi sumber kekuatan baru dalam politik global. Dalam konteks konflik Iran dan Israel–AS, ruang digital bukan lagi sekadar kanal distribusi informasi, melainkan instrumen utama dalam membangun legitimasi.</p>
<p>Setiap pihak berlomba menyebarkan narasi yang menguntungkan posisinya. Video serangan, dokumentasi kerusakan, hingga pernyataan pejabat diproduksi dan disirkulasikan untuk memengaruhi opini publik internasional.</p>
<p>Pada saat yang sama, muncul indikasi meningkatnya disinformasi serta penggunaan konten berbasis kecerdasan buatan yang semakin mengaburkan batas antara fakta dan manipulasi.</p>
<p>Media digital, dengan demikian, tidak bisa lagi diposisikan sebagai perantara netral. Ia telah bertransformasi menjadi aktor yang ikut membentuk dinamika hubungan internasional.</p>
<p>Cara suatu konflik direpresentasikan dapat memicu tekanan publik global, mempercepat respons diplomatik, bahkan dalam kondisi tertentu memengaruhi arah kebijakan luar negeri negara lain. Namun, derasnya arus informasi juga menciptakan kompetisi narasi yang tidak mudah dimonopoli oleh satu aktor saja.</p>
<p>Meski begitu, pengaruh media tetap memiliki batas. Akses terhadap berbagai sumber informasi membuat narasi saling bersaing dan terus dipertanyakan.</p>
<p>Perbedaan sudut pandang politik, ideologis, dan geografis menghasilkan interpretasi yang beragam terhadap peristiwa yang sama. Dalam beberapa kasus, pembatasan akses informasi justru menciptakan ketimpangan narasi yang dapat dimanfaatkan oleh aktor eksternal untuk memperkuat pengaruhnya.</p>
<p>Konflik ini pada akhirnya menandai perubahan karakter perang modern yang tidak bisa diabaikan. Kemenangan tidak lagi ditentukan semata oleh superioritas militer, tetapi juga oleh kemampuan mengelola informasi, membangun legitimasi, dan memengaruhi persepsi global.</p>
<p>Ruang digital telah menjadi medan strategis baru, tempat persepsi dapat berdampak sama besar dengan realitas di lapangan. Di titik ini, publik global tidak lagi bisa bersikap pasif. Informasi yang beredar perlu diuji, diverifikasi, dan dipahami dalam konteks kepentingan yang melatarbelakanginya. Tanpa sikap kritis, masyarakat berisiko terjebak dalam realitas yang dibentuk oleh propaganda, bukan oleh fakta yang utuh.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dari-rudal-ke-algoritma-perang-narasi-dalam-konflik-iran-vs-israel-as/">Dari Rudal ke Algoritma: Perang Narasi dalam Konflik Iran vs Israel–AS</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/putraindonews.com/wp-content/uploads/2026/03/perang-as-israel-vs-iran-1772335727295_169.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Geopolitik Palestina, Peran Iran dan Ambisi AS</title>
		<link>https://jakpos.id/geopolitik-palestina-peran-iran-dan-ambisi-as/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 08:18:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98948</guid>

					<description><![CDATA[<p>Peran kekuatan global dalam konflik dunia Islam, serta pentingnya sikap kritis dan tidak mudah terpengaruh narasi yang berkembang</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/geopolitik-palestina-peran-iran-dan-ambisi-as/">Geopolitik Palestina, Peran Iran dan Ambisi AS</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Bekasi menggelar Kajian Sehari Bersama Dewan Dakwah (SBDD) bertema “<a href="https://jakpos.id/go/2026/04/polisi-london-tangkap-212-aktifis-pro-palestina/">Palestina</a>: Jantung Geopolitik Dunia dan Ujian Persatuan Umat Islam di Era Modern” di Masjid Al Muslimun, Bekasi, Ahad (12/4/2026).</p>
<p>Kegiatan ini diikuti ratusan jemaah dan dirangkai dengan silaturahmi Idulfitri 1447 Hijriah. Hadir sebagai narasumber Direktur Baitul Maqdis Institut Ustaz Fahmi Salim dan pengamat Timur Tengah Ustaz Farid Okbah.</p>
<p>Ketua Dewan Da’wah Kota Bekasi, Ustaz Salimin Dani, dalam sambutannya menekankan pentingnya edukasi geopolitik kepada umat Islam.</p>
<p>Ia menyebut bahwa pemahaman terhadap dinamika global diperlukan agar umat tidak bersikap pasif dalam menyikapi konflik yang melibatkan dunia Islam.</p>
<p>“Kita ingin umat memiliki pemahaman dan sense of crisis. Jangan sampai ketika terjadi pertarungan antara kebenaran dan kebatilan, umat justru tidak berpihak,” ujar Ustaz Salimin.</p>
<p>Ia juga menyinggung peran kekuatan global dalam konflik dunia Islam, serta pentingnya sikap kritis dan tidak mudah terpengaruh narasi yang berkembang.</p>
<p>Dalam pemaparannya, Ustaz Fahmi Salim menjelaskan bagaimana Iran dipandang dalam perspektif Israel. Menurut dia, terdapat dua wajah Iran dalam imajinasi Israel, yakni sebagai pihak yang pernah berjasa dalam sejarah Yahudi dan sekaligus sebagai ancaman besar.</p>
<p>“Iran dipandang sebagai penyelamat dalam sejarah melalui sosok Raja Cyrus, tetapi juga dianggap sebagai ancaman seperti figur Haman dalam narasi keagamaan mereka,” Ustaz kata Fahmi.</p>
<p>Ia juga mengulas relevansi Surat Ar-Rum dalam konteks geopolitik modern. Menurut dia, ayat tersebut menunjukkan pentingnya keseimbangan kekuatan global, bukan sekadar keberpihakan ideologis.</p>
<p>“Pelajaran geopolitik yang bisa diambil adalah dukungan terhadap suatu pihak tidak selalu berarti menyetujui akidahnya, tetapi bisa dalam rangka menjaga keseimbangan kekuatan,” ujarnya.</p>
<p>Ustaz Fahmi menilai, dalam konteks kekinian, umat Islam perlu bersikap strategis. Ia menyebut dukungan terhadap Iran dalam isu Palestina dapat dilihat dari sisi geopolitik, tanpa harus mengadopsi ideologi atau pandangan keagamaannya.</p>
<p>“Ini soal memetakan prioritas dan dampak yang lebih besar. Namun, tetap perlu kewaspadaan agar tidak terjadi pergeseran akidah,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, pembicara kedua Ustaz Farid Okbah menyoroti ambisi politik Donald Trump dalam membentuk ulang peta kekuatan global, khususnya di kawasan Timur Tengah.</p>
<p>Dalam pemaparannya, Ustaz Farid menyebut Trump memiliki dua agenda besar yang saling berkaitan. Pertama adalah Make America Great Again (MAGA), yakni upaya mengembalikan dominasi Amerika Serikat sebagai kekuatan utama dunia melalui berbagai instrumen politik dan ekonomi.</p>
<p>“Trump ingin menjadikan Amerika seperti perusahaan besar dengan dirinya sebagai pengendali utama,” ujar Ustaz Farid.</p>
<p>Selain itu, ia menyebut adanya agenda lain yang disebut sebagai Make Iran Great Again (MIGA), yang menurutnya justru bertujuan mengubah arah kekuasaan di Iran agar lebih sejalan dengan kepentingan Amerika.</p>
<p>Ustaz Farid menilai ambisi tersebut berkaitan erat dengan kepentingan ekonomi, terutama penguasaan sumber daya energi di kawasan. Ia juga mengaitkan langkah tersebut dengan kepentingan strategis Israel, yang menurutnya memiliki kesamaan kepentingan dengan Amerika dalam menghadapi Iran.</p>
<p>“Targetnya adalah melemahkan Iran sebagai kekuatan regional, sekaligus memastikan kawasan tetap berada dalam kendali kepentingan Barat,” ungkap Ustaz Farid.</p>
<p>Ia menambahkan, pendekatan yang digunakan tidak selalu bersifat langsung, tetapi juga melalui strategi tidak langsung seperti dukungan terhadap aktor-aktor proksi di berbagai negara konflik di Timur Tengah.</p>
<p>Pernyataan ini menegaskan pandangan Ustaz Farid bahwa dinamika geopolitik kawasan tidak lepas dari ambisi kekuatan besar dunia dalam mempertahankan pengaruh dan dominasi global.</p>
<p>Kajian Dewan Da’wah Kota Bekasi ini diharapkan dapat meningkatkan literasi geopolitik umat serta memperkuat persatuan dalam menyikapi isu-isu global yang berkaitan dengan dunia Islam.*</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/geopolitik-palestina-peran-iran-dan-ambisi-as/">Geopolitik Palestina, Peran Iran dan Ambisi AS</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/g.acdn.no/obscura/API/dynamic/r1/ece5/tr_1200_1200_s_f/0000/namd/2023/11/27/11/gaza_1.jpg?chk=8CFFD6&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Terungkap Motif Israel Gagalkan Perdamaian AS-Iran</title>
		<link>https://jakpos.id/terungkap-motif-israel-gagalkan-perdamaian-as-iran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 07:28:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98910</guid>

					<description><![CDATA[<p>Araghchi mengatakan akan menjadi "kebodohan" bagi AS jika membiarkan Israel merusak kesepakatan gencatan senjata dengan terus melancarkan serangan intens di Lebanon</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/terungkap-motif-israel-gagalkan-perdamaian-as-iran/">Terungkap Motif Israel Gagalkan Perdamaian AS-Iran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; <a href="https://jakpos.id/go/2026/04/perang-narasi-di-balik-perang-rudal-krisis-kebenaran-media-digital-dalam-konflik-israel-iran/">Iran</a> mengungkap dugaan motif tersembunyi Perdana Menteri Israel,  Benjamin Netanyahu, yang berambisi menggagalkan gencatan senjata antara Teheran dan Amerika Serikat dengan terus membombardir Lebanon.</p>
<p>Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyoroti persidangan kasus korupsi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang akan kembali digelar pada Minggu akhir pekan ini. Ia mengisyaratkan Netanyahu memiliki motif tersembunyi untuk terus melanjutkan perang bak pengalihan isu dari kasusnya itu.</p>
<p>&#8220;Gencatan senjata di seluruh kawasan, termasuk di Lebanon, akan mempercepat pemenjaraannya,&#8221; tulis Araghchi di media sosial, Jumat (10/4).</p>
<p>Araghchi mengatakan akan menjadi &#8220;kebodohan&#8221; bagi AS jika membiarkan Israel merusak kesepakatan gencatan senjata dengan terus melancarkan serangan intens di Lebanon. Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon demi menargetkan milisi Hizbullah, sekutu Iran yang juga membantu Teheran melancarkan serangan ke Israel selama perang pecah.</p>
<p>Teheran mengeklaim Lebanon termasuk wilayah yang masuk dalam kesepakatan gencatan senjata antara AS-Iran pada Selasa (7/4). Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebagai mediator juga telah mengonfirmasi hal tersebut.</p>
<p>&#8220;Jika AS ingin meruntuhkan ekonominya sendiri dengan membiarkan Netanyahu membunuh diplomasi, itu pada akhirnya adalah pilihannya. Kami menilai itu bodoh, tetapi kami siap menghadapinya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Namun, Gedung Putih membantah bahwa Presiden Donald Trump menerima seluruh 10 tuntutan Iran soal kesepakatan gencatan senjata yang turut mencakup persoalan soal Lebanon. Netanyahu juga menegaskan Lebanon tidak masuk kesepakatan gencatan senjata dan berniat membuka jalur negosiasi dengan Beirut.</p>
<p>Sejumlah pejabat dan media Iran menyebut Teheran dapat merespons secara militer terhadap serangan Israel di Lebanon atau bahkan memblokir Selat Hormuz untuk memastikan gencatan senjata juga berlaku di Lebanon.</p>
<p>Pada Kamis, Presiden Trump mengaku telah meminta pemerintah Israel untuk mengurangi operasi militernya di Lebanon.</p>
<p>&#8220;Saya sudah berbicara dengan Bibi [Netanyahu], dan dia akan meredakannya. Saya rasa kita semua harus sedikit menurunkan intensitas,&#8221; ujar Trump kepada NBC News.</p>
<h3>Kasus korupsi Netanyahu</h3>
<p>Pengadilan Distrik Yerusalem mengonfirmasi sidang kasus dugaan korupsi Netanyahu akan kembali dilanjutkan pada Minggu, setelah pembatasan darurat selama konflik dengan Iran dicabut.</p>
<p>Dalam pernyataan pada Kamis, pengadilan menyebut bahwa &#8220;kembalinya sistem peradilan ke aktivitas normal&#8221; memungkinkan persidangan Netanyahu dilanjutkan, dimulai dengan sidang yang akan menghadirkan saksi dari pihak pembela.</p>
<p>Aktivitas pengadilan di Israel sebelumnya terganggu akibat perang AS dan Iran yang juga melibatkan Israel sejak 28 Februari lalu. Namun, Komando Front Dalam Negeri militer Israel telah menyetujui pembukaan kembali secara luas di sebagian besar wilayah negara itu, setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai gencatan senjata sementara.</p>
<p>Netanyahu menghadapi dakwaan dalam dua kasus yang menuduhnya berkolusi untuk mendapatkan pemberitaan yang menguntungkan dari media Israel. Satu kasus dugaan korupsi lainnya terkait tuduhan menerima gratifikasi senilai lebih dari US$260.000 dari para miliarder sebagai imbalan atas keuntungan politik.</p>
<p>Satu dakwaan korupsi lainnya sebelumnya telah lebih dulu dibatalkan pengadilan.</p>
<p>Netanyahu berulang kali membantah seluruh tuduhan dalam tiga kasus tersebut. Ia menjadi perdana menteri Israel pertama yang masih menjabat dan menjalani persidangan atas kasus korupsi.</p>
<p>Dikutip AFP, ia juga telah lama menyatakan bahwa proses hukum yang dimulai sejak 2019 tersebut merupakan &#8220;persidangan bermotif politik&#8221;.</p>
<p>Presiden AS Donald Trump pada Oktober lalu bahkan secara langsung meminta Presiden Israel Isaac Herzog untuk memberikan pengampunan kepada Netanyahu dalam pidatonya di parlemen Israel.</p>
<p>Setelah pidato tersebut, Trump juga mengirimkan surat kepada Herzog yang berisi permintaan pengampunan, yang kemudian diikuti oleh pengajuan resmi dari tim kuasa hukum Netanyahu.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/terungkap-motif-israel-gagalkan-perdamaian-as-iran/">Terungkap Motif Israel Gagalkan Perdamaian AS-Iran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/www.atlanticcouncil.org/wp-content/uploads/2026/01/2025-12-29T213250Z_815711358_RC2LQIAJLRYK_RTRMADP_3_ISRAEL-PALESTINIANS-TRUMP-NETANYAHU-scaled.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Perang Narasi Dibalik Perang Rudal: Krisis Kebenaran Media Digital dalam Konflik Israel-Iran</title>
		<link>https://jakpos.id/perang-narasi-di-balik-perang-rudal-krisis-kebenaran-media-digital-dalam-konflik-israel-iran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 22:40:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98887</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Shakila, mahasiswi UPN Veteran Jawa Timur</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/perang-narasi-di-balik-perang-rudal-krisis-kebenaran-media-digital-dalam-konflik-israel-iran/">Perang Narasi Dibalik Perang Rudal: Krisis Kebenaran Media Digital dalam Konflik Israel-Iran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh Shakila, mahasiswi UPN Veteran Jawa Timur</strong></em></p>
<p>Ketika langit di kawasan Timur Tengah dipenuhi oleh rudal-rudal yang melintas karena konflik antara Israel dan Iran yang kian memanas di tahun 2026.</p>
<p>Masyarakat dunia tidak hanya melihat perang rudal tetapi juga perang narasi yang dilaksanakan oleh kedua negara. Kebenaran menjadi abu-abu dan kerap dijadikan alat untuk kepentingan politik pihak yang terlibat.</p>
<p>Pemberitaan internasional yang disebarkan kerap dibingkai sebagai propaganda digital.</p>
<p>Pada konflik Israel-Iran ini banyak bermunculan narasi dan video yang kebenarannya dipertanyakan namun telah tersebar luas di media sosial.</p>
<p>Banyaknya konten semacam ini yang dapat mempengaruhi opini dan pandangan masyarakat internasional terhadap siapa yang dianggap korban atau pelaku.</p>
<p>Peristiwa ini menunjukkan bahwa media bukan hanya sebagai alat penyampaian informasi, tetapi juga sebagai salah satu aktor yang berperan dalam membentuk persepsi publik.</p>
<p>Cara media membingkai sudut pandang, kalimat, dan fokus pemberitaan dapat menentukan bagaimana fenomena tersebut dapat dipahami masyarakat.</p>
<p>Konsep Gramsci yang menjelaskan bahwa kekuasaan tidak hanya dilakukan dengan kekuatan militer tetapi juga melalui narasi dan ide.</p>
<p>Pada konteks konflik ini, peran media dijadikan sebagai alat untuk membentuk narasi bahwa kepentingan negara yang dominan merupakan sebuah kebenaran.</p>
<p>Di era digital yang semakin pesat dan adanya algoritma media sosial, dapat mempercepat penyebaran informasi dan beberapa narasi yang telah diperkuat sesuai kepentingan negara tertentu mengakibatkan publik terpapar oleh informasi yang telah diarahkan sehingga sulit untuk membedakan ap aitu fakta dan propaganda.</p>
<p>Maka dari itu, konflik ini mencerminkan bagaimana sebuah konflik dapat mengakibatkan krisis kebenaran dan media digital sebagai tempat baru untuk berperang merebut kekekuasaan atas control infromasi.</p>
<p>Penting bagi publik untuk memilah dan kritis terhadap informasi yang beredar.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/perang-narasi-di-balik-perang-rudal-krisis-kebenaran-media-digital-dalam-konflik-israel-iran/">Perang Narasi Dibalik Perang Rudal: Krisis Kebenaran Media Digital dalam Konflik Israel-Iran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/thumb.viva.id/vivajakarta/665x374/2026/02/14/69906a2d5f5bc-ilustrasi-bendera-iran_jakarta.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Gencatan Senjata di Iran, Israel Alihkan Serangan ke Lebanon</title>
		<link>https://jakpos.id/gencatan-senjata-di-iran-israel-alihkan-serangan-ke-lebanon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 23:36:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Lebanon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98872</guid>

					<description><![CDATA[<p>Serangan tersebut menewaskan ratusan warga sipil.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/gencatan-senjata-di-iran-israel-alihkan-serangan-ke-lebanon/">Gencatan Senjata di Iran, Israel Alihkan Serangan ke Lebanon</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; <a href="https://jakpos.id/go/2026/04/iran-tembak-jatuh-2-jet-tempur-2-rudal-jelajah-dan-3-drone-as-israel/">Israel</a> kembali membombardir wilayah selatan Lebanon saat gencatan senjata Amerika Serikat dan <a href="https://jakpos.id/go/2026/04/tanggapi-proposal-iran-ubn-indonesia-perlu-waspadai-kebijakan-selat-hormuz/">Iran</a> pada Rabu (8/3) waktu setempat, menewaskan ratusan warga sipil.</p>
<p>Kantor berita Lebanon NNA melaporkan, Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nassereddine mengatakan &#8220;ratusan orang tewas dan luka-luka&#8221; akibat gempuran Israel di sejumlah kota termasuk Kota Tyre dan Sidon, dikutip dari CNN.</p>
<p>Serangan &#8216;membabi-buta&#8217; juga dilancarkan Israel ke pusat ibu kota Lebanon, Beirut. Serangan udara itu termasuk di distrik dalam kota Beirut, salah satunya dekat wilayah pejalan kaki.</p>
<p>Salah satu distrik di Beirut yang dihuni oleh mayoritas warga Kristen dan Islam sunni juga tak luput dari serangan udara Israel.</p>
<p>Sebuah video yang didapatkan CNN memperlihatkan kepulan asap hitam tebal akibat ledakan bom-bom Israel yang dijatuhkan dari jet tempur.</p>
<p>Raungan sirene ambulan pun semakin banyak untuk mengevakuasi para korban tewas dan luka-luka.</p>
<p>Dilansir dari Al Jazeera, beberapa saat lalu, tentara Israel juga mengeluarkan perintah pengungsian paksa kepada penduduk di sejumlah wilayah di Beirut seperti di Haret Hreik, Ghobeiry Laylaki, Hadath, Burj al-Barajneh, Tawhidat al-Ghadir dan Shiyah.</p>
<p>Tercatat hingga saat ini ada 1,2 juta warga Lebanon karena serangan membabi buta Israel.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/gencatan-senjata-di-iran-israel-alihkan-serangan-ke-lebanon/">Gencatan Senjata di Iran, Israel Alihkan Serangan ke Lebanon</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/img2.beritasatu.com/cache/investor/960x620-3/2026/04/1775652663-1500x1000.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Perang Narasi Global dan Tanggung Jawab Umat</title>
		<link>https://jakpos.id/perang-narasi-global-dan-tanggung-jawab-umat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 06:02:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[KH Bachtiar Nasir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98764</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: KH. Bachtiar Nasir</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/perang-narasi-global-dan-tanggung-jawab-umat/">Perang Narasi Global dan Tanggung Jawab Umat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: KH. Bachtiar Nasir</strong></em></p>
<p>Hari ini dunia sedang tidak baik-baik saja. Eskalasi global akibat meletusnya perang Iran versus Amerika–Israel terus merambat ke berbagai aspek kehidupan. Iran, yang membalas serangan Israel–Amerika, menargetkan 14 pangkalan militer Amerika di sejumlah negara Timur Tengah.</p>
<p>Penguasaan Selat Hormuz, sebagai salah satu urat nadi ekonomi dunia, oleh Iran mulai terasa dampaknya hingga ke negara kita. Merespons eskalasi yang semakin memanas, khususnya di kawasan tersebut, umat Muslim sebagai populasi terbesar di dunia seharusnya mampu mengambil sikap dan posisi. Tidak hanya di media sosial, tetapi juga sebagai hamba Allah Ta’ala yang berakal dan mampu membaca tanda-tanda perubahan zaman.</p>
<h3>Pahami Peta dan Fakta</h3>
<p>Dalam situasi perang modern, konflik sering kali dimulai dari narasi yang beredar luas. Di dalamnya terdapat berbagai tipu daya dan permainan algoritma yang harus diwaspadai. Memahami peta zaman berarti juga memahami fitnah zaman, serta menjalankan kewajiban tabayun (check and recheck). Eskalasi militer hari ini bukan sekadar peluru dan jet tempur, tetapi juga perang narasi yang hadir dalam genggaman melalui gawai kita.</p>
<p>Allah Azza wa Jalla berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 6, “Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”</p>
<p>Siapakah “orang fasik” dalam konteks geopolitik hari ini? Ia bisa hadir dalam bentuk propaganda media sosial atau informasi dari pihak asing.</p>
<p>Sosoknya mungkin tidak terlihat, tetapi di baliknya ada “war room” yang menyusun narasi. Ruang itu bernama newsroom, tempat opini dikemas seolah-olah sebagai fakta, padahal bisa jadi merupakan rekayasa.</p>
<p>Propaganda asing kerap bertujuan memecah belah umat menjadi faksi-faksi yang saling bertentangan dan membenci, terutama karena perbedaan pandangan politik luar negeri. Bahkan, dinamika politik dalam negeri pun tak luput dari upaya memanfaatkan situasi ini untuk memperkeruh keadaan melalui berbagai manipulasi algoritma.</p>
<p>Dalam sejarah, terdapat pelajaran dari Sulthanul Ulama, Al-Izz Ibnu Abdus Salam. Beliau bukan hanya faqih dalam ilmu agama, tetapi juga memahami peta zaman. Ia menekankan pentingnya maslahat bangsa di tengah krisis.</p>
<p>Sejarah mencatat ketegasannya dalam menjaga kedaulatan saat ancaman Mongol mengintai. Melalui kaidah maslahah mursalah, beliau menegaskan bahwa menjaga keutuhan negara dan ekonomi rakyat merupakan inti dari keberlangsungan sebuah bangsa.</p>
<h4>Bersatu Menjaga Bangsa</h4>
<p>Ketika harga energi melonjak dan beban fiskal negara meningkat akibat krisis di Selat Hormuz, maka jihad kita hari ini bukanlah berangkat perang ke negeri orang, melainkan menjaga stabilitas domestik. Tidak ada kemaslahatan dalam perpecahan, termasuk yang terjadi di media sosial akibat keberpihakan pada negara tertentu.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.” (HR. Bukhari no. 6026 dan Muslim no. 2585).</p>
<p>Hadis ini mengingatkan pentingnya menjaga kekuatan internal bangsa di tengah konflik global. Waspadai skenario adu domba. Krisis di Timur Tengah kerap dimanfaatkan oleh aktor asing untuk mengimpor konflik sektarian ke dalam negeri. Tujuannya agar kita sibuk bertengkar, menjadi lemah, dan mudah didikte.</p>
<p>Perlu disadari bahwa lemahnya kedaulatan ekonomi dan pangan dapat membuka pintu penjajahan gaya baru.<br />
Pelajaran penting bagi NKRI saat ini adalah kemandirian. Bangsa ini harus didukung untuk berdaulat dalam energi dan pangan agar tidak bergantung pada kekuatan asing. Jangan biarkan aktivitas di media sosial justru menjadi alat kepentingan pihak luar yang ingin melihat Indonesia terpecah.</p>
<p>Konflik atas nama Sunni–Syiah atau perdebatan kepentingan di media sosial sering kali tidak membawa manfaat. Sebaliknya, hal tersebut justru melemahkan kondisi internal. Yang perlu dilakukan adalah menjalankan pesan Rasulullah SAW untuk saling menguatkan, khususnya di antara kaum Muslimin di Nusantara.</p>
<p>Gugurnya putra-putra terbaik bangsa di Timur Tengah demi menjaga perdamaian merupakan sinyal serius. Laporan di lapangan menunjukkan bahwa prajurit TNI yang gugur di Lebanon Selatan bukan karena kecelakaan, melainkan akibat serangan yang terukur. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Indonesia dapat terseret ke dalam konflik yang lebih luas.</p>
<p>Oleh karena itu, sesama Muslim dan sesama anak bangsa, mari kita menjaga persatuan dan kedaulatan. Bersama TNI, Kepolisian, dan seluruh rakyat, kita harus memperkuat pertahanan serta keamanan dari berbagai ancaman, baik yang nyata maupun yang tersembunyi melalui perang informasi.*</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/perang-narasi-global-dan-tanggung-jawab-umat/">Perang Narasi Global dan Tanggung Jawab Umat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/editorindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/UBN-aja.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Iran Tembak Jatuh 2 Jet Tempur, 2 Rudal Jelajah dan 3 Drone AS-Israel</title>
		<link>https://jakpos.id/iran-tembak-jatuh-2-jet-tempur-2-rudal-jelajah-dan-3-drone-as-israel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 05:01:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98760</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Klaim kemenangan yang dikeluarkan Presiden Amerika Serikat Trump beberapa waktu lalu tampaknya semakin&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/iran-tembak-jatuh-2-jet-tempur-2-rudal-jelajah-dan-3-drone-as-israel/">Iran Tembak Jatuh 2 Jet Tempur, 2 Rudal Jelajah dan 3 Drone AS-Israel</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Klaim kemenangan yang dikeluarkan Presiden Amerika Serikat Trump beberapa waktu lalu tampaknya semakin jauh dari kenyataan yang terjadi di lapangan.</p>
<p>Angkatan bersenjata Iran baru saja  mengumumkan bahwa pasukan pertahanan udaranya menembak jatuh setidaknya dua jet tempur dan tiga drone serta dua rudal jelajah pada hari Jumat (3/4). Iran menyebutnya sebagai &#8220;hari kelam&#8221; bagi angkatan udara Amerika Serikat dan Israel.</p>
<p>Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Sabtu (4/4) inj, sayap hubungan masyarakat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merinci serangkaian pencegatan yang berhasil di beberapa provinsi Iran.</p>
<p>Dilansir media Iran, Press TV, Sabtu (4/4/2026), menurut pernyataan tersebut, pesawat tempur Pasukan Pertahanan Udara IRGC berhasil menghancurkan dua rudal jelajah di langit Khomein dan Zanjan.</p>
<p>Selain itu, dua drone serang MQ-9 ditembak jatuh di langit Isfahan, dan satu drone Hermes dihancurkan di langit Bushehr.</p>
<p>IRGC mengatakan pencegatan ini dilakukan menggunakan sistem pertahanan udara canggih barunya, yang beroperasi di bawah kendali jaringan pertahanan udara terpadu negara tersebut.</p>
<p>IRGC juga mengatakan bahwa Pasukan Pertahanan Udara-nya juga berhasil menghancurkan sebuah jet tempur canggih milik musuh di wilayah Iran tengah. Pencarian terhadap pilotnya yang hilang terus berlanjut, dengan laporan bahwa ia gagal melontarkan diri dengan selamat.</p>
<p>Pada hari Jumat (3/4), Angkatan Darat Iran mengumumkan bahwa jaringan pertahanan udara terpadu Republik Islam tersebut telah menembak jatuh pesawat tempur A-10 Warthog milik AS di perairan selatan negara itu dekat Selat Hormuz.</p>
<p>Angkatan Darat Iran menyatakan bahwa pesawat yang menjadi sasaran itu &#8220;dilacak dan dihadang oleh sistem Angkatan Pertahanan Udara Angkatan Darat, dan kemudian jatuh ke perairan Teluk Persia.&#8221;</p>
<p>Dalam pernyataannya, IRGC memperingatkan bahwa pertahanan udara Iran semakin tangguh seiring berlanjutnya perang dengan Amerika-Israel dan Israel.</p>
<p>&#8220;Dengan pemantauan yang inovatif, berkelanjutan, dan tepat oleh para pahlawan pertahanan udara Iran, langit Iran akan semakin tidak aman bagi jet tempur musuh agresor,&#8221; demikian bunyi pernyataan IRGC tersebut.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/iran-tembak-jatuh-2-jet-tempur-2-rudal-jelajah-dan-3-drone-as-israel/">Iran Tembak Jatuh 2 Jet Tempur, 2 Rudal Jelajah dan 3 Drone AS-Israel</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/periskop-s3-1.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/media-berita/chatgpt-image-mar-2-2026-12-13-56-pm-69a51c9f78a8a.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
