<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jawa Barat Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/jawa-barat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/jawa-barat/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 May 2025 14:35:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Jawa Barat Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/jawa-barat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kekurangan Guru BK di Jabar Jadi Sorotan KPAI</title>
		<link>https://jakpos.id/kekurangan-guru-bk-di-jabar-jadi-sorotan-kpai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 May 2025 14:35:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=86854</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Dari 12 temuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada pelatihan pembinaan karakter anak&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kekurangan-guru-bk-di-jabar-jadi-sorotan-kpai/">Kekurangan Guru BK di Jabar Jadi Sorotan KPAI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Dari 12 temuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada pelatihan pembinaan karakter anak di barak militer ala Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ditemukan permasalahan terkait berbagai hal yang berhubungan dengan kondisi kesehatan mental anak.</p>
<p>Selain karena pengasuhan keluarga yang lemah, dan terbatasnya sumber daya manusia, salah satu penyebabnya menurut KPAI adalah kekurangan guru BK yang menyebabkan layanan konseling tidak berjalan optimal.</p>
<p>Menanggapi informasi tersebut, pegiat pendidikan sekaligus aktivis bidang kesehatan mental anak dan remaja berbasis hipnosis, I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya, menyampaikan pendapatnya.</p>
<p>Bertempat di Hotel Asyana Jakarta, pada Senin (19/05/2025), Dewa baru usai dinyatakan sebagai Asesor BNSP yang kompeten untuk kembali melakukan asesmen bidang hipnosis-hipnoterapi untuk 3 tahun ke depan (2025-2028). Ia mengatakan keterampilan hipnosis sangat penting bagi guru BK. Kurikulum pelatihan hipnoterapi pun kini mengacu pada standar yang telah diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).</p>
<p>Dewa menambahkan, keilmuan hipnosis telah terbukti secara ilmiah sangat mendukung optimalisasi konseling bagi guru BK. Kemudian, keterampilan hipnoterapi jika dimiliki oleh seorang guru BK dapat menjadikan mereka selain mampu memberi konseling juga mampu memberikan terapi.</p>
<p>“Hal ini penting, karena berbagai masalah kenakalan anak dan remaja diantaranya dipicu karena adanya luka-luka batin pada diri si anak. Seringkali akar masalah sesungguhnya timbul akibat lingkungan sekitar atau bahkan dari lingkungan terdekatnya. Contohnya seperti bullying di sekolah dan ketidakharmonisan keluarga (ayah bundanya) di rumah,” ujar Dewa.</p>
<p>Ia menjelaskan, kadangkala saat menemui situasi siswa seperti ini, beberapa guru BK dengan kemampuan konselingnya belum sanggup menangani. Jika menguasai keilmuan hipnosis, guru BK tersebut dapat membantu menyelesaikan akar masalah siswa melalui hipnoterapi.</p>
<p>“Semua orang yang tidak memiliki gangguan kemampuan komunikasi dapat mempelajari hipnosis. Artinya para pendidik dan masyarakat peduli pendidikan (Non-Guru BK) pun bisa menggunakan keterampilan hipnosis untuk diperbantukan menjadi pendamping kesehatan mental anak didik di sekolah. Ini mendesak karena terbatasnya keberadaan guru BK seperti yang diungkap oleh KPAI”, sambungnya.</p>
<p>Kabar gembiranya, masyarakat kini terjamin keamanan dan kenyamananya saat menerima layanan bidang hipnosis dan hipnoterapi. Baik itu saat mengikuti pelatihan, maupun ketika mengikuti terapi olah pikir hipnoterapi.</p>
<p>“Para pemberi layanan hipnosis-hipnoterapi, telah distandarisasi kompetensinya dan diakui oleh negara melalui sertifikasi. Kami para Asesor BNSP RI dari LSP Kompeten Hipnotis Indonesia (KHI) bertugas untuk melakukan asesmen kepada SDM yang akan memberi layanan hipnosis-hipnoterapi”, pungkas Dewa.</p>
<p>Sebagai tambahan informasi, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI kembali merekomendasikan kompeten kepada sembilan orang Asesor LSP KHI dari berbagai wilayah di tanah air, di Hotel Asyana Jakarta. Oleh karenanya, Dewa mengajak masyarakat yang ingin memanfaatkan ilmu hipnosis dalam memberikan terapi dapat mendaftar untuk mengikuti sertifikasi melalui Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSP) Kompeten Hipnotis Indonesia (KHI).</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kekurangan-guru-bk-di-jabar-jadi-sorotan-kpai/">Kekurangan Guru BK di Jabar Jadi Sorotan KPAI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcQeG4w5JRKqWK7KPmrY2Z5kSXuNADd34SU4gqgobCQ43rgUNNlswZPxsDWi&#038;s=10&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Pasar Tradisional Tak Pernah Sepi Pengunjung</title>
		<link>https://jakpos.id/pasar-tradisional-tak-pernah-sepi-pengunjung/</link>
					<comments>https://jakpos.id/pasar-tradisional-tak-pernah-sepi-pengunjung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 May 2016 15:49:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=5624</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beragam aktivitas terlihat setiap hari di pasar tradisional ini. Tak hanya itu, ekspresi para pengunjung&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pasar-tradisional-tak-pernah-sepi-pengunjung/">Pasar Tradisional Tak Pernah Sepi Pengunjung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_5625" aria-describedby="caption-attachment-5625" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/1-640x360.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-post-5624 wp-image-5625 size-full" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/1-640x360.jpg" alt="#1 (640x360)" width="600" height="338" /></a><figcaption id="caption-attachment-5625" class="wp-caption-text">Salah satu sudut di Pasar Tambun, Bekasi.</figcaption></figure>
<p>Beragam aktivitas terlihat setiap hari di pasar tradisional ini. Tak hanya itu, ekspresi para pengunjung pun menghiasi dan mewarnai pasar ini. Ramai, ialah satu kata yang cocok untuk mencerminkan pasar tradisional ini setiap harinya.</p>
<p>Keberadaan pasar tradisional saat ini sangat dibutuhkan oleh siapa pun. Transaksi jual beli berlangsung aktif di sini. Pembeli sibuk menawar serta penjual yang tanpa lelah menawarkan dagangannya. Itulah pasar tradisional, tempat masyarakat bersosialisasi sembari menemukan segala macam kebutuhan sehari-hari.</p>
<p>Salah satu pasar tradisional terbesar di daerah Tambun ialah Pasar Tambun. Pasar ini terletak di Jl. Sultan Hasanuddin, Setia Darma, Tambun, kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pasar ini sudah berdiri sejak zaman kolonial Belanda, tetapi pasar ini mulai direnovasi oleh Pemerintah Bekasi pada 2000 silam.</p>
<p>“Pasar Tambun itu tidak pernah tutup. Kan, takutnya orang itu butuh bahan-bahan yang diperluin secara mendadak di malam hari. Jadi, ya 24 jam bukanya,” ujar Santi, salah satu penjual sayur di Pasar Tambun.</p>
<p>Tidak dapat dipungkiri, keberadaan pasar tradisional kini memang agak tersaingi pasar modern. Tetapi, pasar tradisional ini tetap memiliki tempat di hati pembeli karena memiliki banyak manfaat, bukan hanya untuk masyarakat sekitar Tambun saja, masyarakat yang tinggal di luar Tambun bahkan sering menyengajakan diri datang untuk berbelanja di sini.</p>
<p>Sekali lagi, kotor, bau, penuh sampah, dan becek saat hujan pun mungkin pernah Anda rasakan saat mengunjungi pasar ini. Apalagi udara panas, sudah biasa. Tetapi, para pedagang mengaku sudah biasa karena memang di sanalah tempat mereka meraup rezeki.</p>
<p>“Kalau keadaan pasar begini, sih, udah biasa,” kata Santi. “Ya mau gimana lagi ya, kita, mah, sudah biasa dengan bau sampah seperti ini. Ya nggak cuma gitu doang, keadaan pasar pas hujan tuh kotor. Kalau saya pribadi mah nyaman aja dengan kondisi begini. Ya mau gimana lagi namanya kita dagang di sini harus siap terima semuanya,” lanjutnya.</p>
<p>Ungkapan tersebut merupakan perwakilan suara hati dari semua pedagang dan pengunjung Pasar Tambun. Hanya ada satu alasan mereka bertahan dengan kondisi seperti itu, kebutuhan.</p>
<p>Sangat dibutuhkan perhatian pemerintah terhadap kebersihan Pasar Tambun agar pengunjung dapat menikmati kenyamanannya saat berbelanja. Karena pasar tradisional sendiri tak boleh kalah dengan pasar modern dari segi kebersihannya.</p>
<p>Kendati pasar modern menjamur, keberadaan pasar tradisional tampaknya tak akan pernah mati dan sepi dari pengunjung, salah satu contohnya, Pasar Tambun. Lengkap, murah, dan berlokasi strategis memberi kemudahan bagi masyarakat.</p>
<p><strong>Feny Sasmitha </strong><br />
<strong>Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pasar-tradisional-tak-pernah-sepi-pengunjung/">Pasar Tradisional Tak Pernah Sepi Pengunjung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/pasar-tradisional-tak-pernah-sepi-pengunjung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
