<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kajian Islam Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/kajian-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/kajian-islam/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Aug 2025 23:14:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Kajian Islam Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/kajian-islam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Merdeka dalam Islam: Sadar Memosisikan Diri sebagai ‎Hamba Allah</title>
		<link>https://jakpos.id/merdeka-dalam-islam-sadar-memosisikan-diri-sebagai-hamba-allah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2025 23:14:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Merdeka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91054</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; “Kemerdekaan menurut Islam dapat diartikan sebagai kondisi saat seseorang sadar dan ‎berusaha keras&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/merdeka-dalam-islam-sadar-memosisikan-diri-sebagai-hamba-allah/">Merdeka dalam Islam: Sadar Memosisikan Diri sebagai ‎Hamba Allah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; “Kemerdekaan menurut Islam dapat diartikan sebagai kondisi saat seseorang sadar dan ‎berusaha keras untuk memosisikan diri sebagai hamba Allah,” ungkap Pemerhati Remaja, Qonita Diyaana Al Aziza dalam kajian keputrian, Refleksi Hari ‎Kemerdekaan, Jumat (22/08/2025) di salah satu SMK di Depok. ‎</p>
<p>Pasalnya, menurut mahasiswi yang akrab disapa Kak Qonita tersebut, seorang Muslim ‎harus memilki cara pandang yang cemerlang yang bebas dari penghambaan kepada ‎makhluk. ‎<br />
‎<br />
“Kita harus memiliki cara pandang yang cemerlang. Orang-orang yang seperti ini baru ‎percaya diri mereka merdeka ketika bebas dari penghambaan sesama makhluk, juga ‎merdeka dari paksaan pemikiran dan ideologi buatan manusia,” ungkapnya. ‎</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Kak Qonita mengaitkan kemerdekaan dengan rakyat ‎Palestina yang saat ini sedang mengalami pelaparan sistemik. ‎<br />
‎<br />
“Jadi benarkah sudah merdeka? Lalu bagaimana dengan Palestina? Saat ini Gaza ‎sedang mengalami pelaparan yang sistemik,” ujarnya di hadapan sekitar 90 siswi. ‎</p>
<p>Terkait pelaparan sistemik di Gaza, Kak Qonita mengungkap ada 4 fase. “Tahap awal pelaparan sistemik yang terjadi di Gaza adalah kekurangan makanan ‎pokok, tahap menengah ketergantungan pada bantuan, tahap kronisnya yaitu ‎malnutrisi akut, anak-anak meninggal, yang selanjutnya tahap massal yang berpotensi ‎genosida dalam,” bebernya. ‎</p>
<p>Tak hanya itu, menurutnya, ada empat faktor penyebab dunia gagal menolong Gaza, yakni, karena PBB lembaga internasional memberi bantuan terbatas, negara Muslim saat ini terpecah-pecah, tak punya kepemimpinan tunggal, donasi hanya solusi jangka pendek dan tidak adanya solusi jangka panjang dan sistemik. ‎</p>
<p>Oleh karena itu, terang Kak Qonita, solusi untuk membebaskan palestina harus mengirimkan ‎pasukan militer. ‎“Karena Israel menyerang Palestina pakai militer, jadi kita harus melawan mereka ya ‎dengan militer juga,” tegasnya. ‎</p>
<p>“Yang harus dilakukan saat ini adalah menyempurnakan kemerdekaan yang sudah kita ‎rasakan dengan berusaha sungguh-sungguh mewujudkan kemerdekaan hakiki itu. Kalau ingin meraih kemerdekaan yang hakiki, ada dalam Islam. Karena Islam ‎mencakup segala aspek kehidupan, dalam segi politik, kesehatan, pendidikan, bahkan ‎ekonomi,” bebernya. ‎</p>
<p>Tak hanya itu, ia pun mengungkapkan wujud nyata dari kemerdekaan yang hakiki dengan melepaskan diri dari belenggu sekularisme. ‎<br />
‎<br />
“Dengan mewujudkan ketundukan sepenuhnya pada semua aturan Allah SWT, ‎melepaskan diri dari belenggu sistem yang bertentangan dengan tauhid, yakni ‎sekularisme yang berusaha memisahkan agama dari kehidupan, berganti seraya ‎menegakkan pelaksanaan syariah Islam secara menyeluruh. Dengan itu kemerdekaan ‎hakiki terwujud, terang-benderang, kehidupan berkemakmuran dan mulia akan dapat ‎dirasakan oleh semua anggota masyarakat,” pungkasnya. [Mustikawati]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/merdeka-dalam-islam-sadar-memosisikan-diri-sebagai-hamba-allah/">Merdeka dalam Islam: Sadar Memosisikan Diri sebagai ‎Hamba Allah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/storage.googleapis.com/sahabat-pegadaian-asset-prd/migrated-media/2024--07--makna-kemerdekaan-indonesia.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Enam Solusi Solutif Mengatasi Zina Ala Islam</title>
		<link>https://jakpos.id/enam-solusi-solutif-mengatasi-zina-ala-islam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2025 11:45:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Muslimah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90945</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Di hadapan sekitar 66 jemaah Muslimah, Mubalighah Kota Depok, DRH. Iin Ummu Nayla,&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/enam-solusi-solutif-mengatasi-zina-ala-islam/">Enam Solusi Solutif Mengatasi Zina Ala Islam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Di hadapan sekitar 66 jemaah Muslimah, Mubalighah Kota Depok, DRH. Iin Ummu Nayla, M.pd., menyatakan ada enam solusi solutif mengatasi zina ala islam.</p>
<p>“Setidaknya ada enam solusi solutif mengatasi zina ala Islam,” ungkapnya dalam Kajian Bulanan Muslimah Depok, Zina Kian Marak, Bencana Makin Banyak, Sabtu (9/8/2025) di Depok.</p>
<p>Adapun enam solusi solutif mengatasi zina ala Islam antara lain: Pertama, negara membentuk aqidah masyarakat, sehingga pria dan wanita wajib menjauhi perzinaan. “Masyarakat dibina, enggak hanya sekolah formal. Manusia dididik negara agar menjadi masyarakat yang baik sesuai syariat Islam,” terangnya.</p>
<p>Kedua, negara mendorong pemuda untuk segera menikah agar tersalur kebutuhan seksual lewat pernikahan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surah ar-Rum ayat 21 yang artinya, &#8216;Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”</p>
<p>Ketiga, negara membekali umat dengan ilmu pernikahan. Keempat, negara menerapkan sistem pergaulan Islam. &#8220;Sistem pergaulan dalam Islam, mengatur interaksi sosial antara laki-laki dan perempuan, juga memberikan sanksi tegas pada pelaku zina dan penyimpangan seksual,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kelima, negara menerapkan sanksi terhadap pelaku zina dan penyimpangan seksual sesuai syariah Islam. &#8220;Sanksi yang diberikan untuk pezina adalah seratus kali cambukan untuk yang belum menikah, dan hukum rajam bagi yang telah menikah yaitu dilempari batu sampai mati,” tegasnya.</p>
<p>Keenam, negara mengobati penderita penyakit menular seksual. &#8220;Dalam Islam perzinaan itu termasuk dosa besar, dan menyebabkan mudahnya penularan penyakit kelamin. Bahkan ada yang bilang HIV itu tidak ada. Sedangkan ada ataupun tidaknya HIV zina itu tetap haram,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Namun solusi yang solutif terangnya, membutuhkan sistem pemerintahan Islam (khilafah) yang menerapkan Islam secara kaffah (menyeluruh). Karena penerapan sistem Islam kaffah mencakup pergaulan dan sistem sosial.</p>
<p>Ia pun menegaskan, selain itu, khilafah menjadi solusi utama dalam menyelesaikan permasalahan sosial masyarakat. Islam adalah agama dengan peraturan yang memiliki syariat (hukum yang dibuat Allah).</p>
<p>&#8220;Allah menciptakan kita jadi yang tahu kebutuhan kita hanya Allah. Syariat Islam harus diterapkan secara menyeluruh melalui sistem pemerintahan khilafah, jadi negara sekuler tidak bisa menerapkan hukum Allah,” pungkasnya. []Ambarwati</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/enam-solusi-solutif-mengatasi-zina-ala-islam/">Enam Solusi Solutif Mengatasi Zina Ala Islam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
