<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Karanganyar Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/karanganyar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/karanganyar/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 May 2025 02:00:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Karanganyar Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/karanganyar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Buruh Pabrik di Karanganyar Hanya Terima Rp1000 per Bulan sejak 2024</title>
		<link>https://jakpos.id/buruh-pabrik-di-karanganyar-hanya-terima-rp1000-per-bulan-sejak-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2025 02:00:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh]]></category>
		<category><![CDATA[Karang Anyar]]></category>
		<category><![CDATA[Karanganyar]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=86350</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Nasib miris dialami sejumlah buruh di salah satu pabrik tekstil di Kabupaten Karanganyar,&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/buruh-pabrik-di-karanganyar-hanya-terima-rp1000-per-bulan-sejak-2024/">Buruh Pabrik di Karanganyar Hanya Terima Rp1000 per Bulan sejak 2024</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Nasib miris dialami sejumlah buruh di salah satu pabrik tekstil di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tenga. Mereka hanya menerima gaji Rp 1.000 setiap bulan sejak dirumahkan awal 2024.</p>
<p>Salah satu buruh, Supartini mengaku dirumahkan perusahaan sejak Februari 2024 lalu. Selama dirumahkan, ia tidak merasa menerima gaji dari perusahaan.</p>
<p>&#8220;Enggak. Sama sekali tidak (mendapat gaji). Tapi pas saya cek rekening koran, ada uang masuk Rp 1000,&#8221; kata dia dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (6/5).</p>
<p>Selain Supartini, nasib serupa juga dialami Sumarno. Ia mengatakan sejak 2023 perusahaan sudah melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah tenaga kerja.</p>
<p>&#8220;Dioglang (masuk bergiliran). Dua minggu masuk, dua minggu libur,&#8221; kata dia.</p>
<p>Dengan berkurangnya jam kerja tersebut, Sumarno hanya menerima separuh gaji. Namun sejak Februari 2024, perusahaan memutuskan untuk merumahkan Sumarno.</p>
<p>&#8220;Selama dirumahkan ya itu, cuma dapat Rp 1.000 per bulan,&#8221; kata dia.</p>
<h3>Ratusan Buruh Dirumahkan</h3>
<p>Sementara itu, Ketua Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (FSP KEP) Karanganyar, Danang Sugiyatno mengatakan jumlah buruh yang dirumahkan mencapai ratusan orang.</p>
<p>&#8220;Tapi yang lapor ke sini sekitar ada 26-30 orang,&#8221; kata Danang.</p>
<p>Menurut Danang, perusahaan sengaja tetap menggaji mereka sebagai alasan untuk tidak melakukan putus hubungan kerja (PHK). Di sisi lain, buruh tidak akan mendapat pesangon jika mengundurkan diri dari pekerjaan mereka.</p>
<p>&#8220;Jadi teman-teman buruh ini digantung tanpa cantolan, dipegat tanpa layang (dicerai tanpa surat),&#8221; kata Danang.</p>
<p>Menurut Danang, perusahaan beralasan dengan Pasal 93 ayat 1 UU nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam beleid tersebut, disebutkan bahwa upah tidak dibayar apabila pekerja/buruh tidak melakukan pekerjaan.</p>
<p>&#8220;Tapi itu hanya dibaca ayat pertama saja. Padahal ada lanjutannya ayat kedua,&#8221; terang Danang.</p>
<p>Mengutip ayat 2 huruf f Pasal 93 UU Ketenagakerjaan, ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku, dan pengusaha wajib membayar upah apabila pekerja/buruh bersedia melakukan pekerjaan yang telah dijanjikan tetapi pengusaha tidak mempekerjakannya, baik karena kesalahan sendiri maupun halangan yang seharusnya dapat dihindari pengusaha.</p>
<p>FSP KEP Karanganyar pun telah mengadukan perkara tersebut ke Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disdagperinaker) Kabupaten Karanganyar. Namun perundingan tersebut tidak mencapai kesepakatan.</p>
<p>Akhirnya para buruh sepakat untuk menggugat perusahaan ke Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Jawa Tengah.</p>
<p>&#8220;Sudah ada beberapa putusan,&#8221; kata Danang.</p>
<p>Dalam putusan tersebut, pengadilan menyatakan perusahaan melanggar Pasal 93 Ayat (1) UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan SE Kemenaker RI Nomor: SE-05/M/BW/1998 tentang Upah Pekerja Dirumahkan.</p>
<p>Majelis hakim juga menyatakan putus hubungan kerja antara perusahaan dan penggugat karena perusahaan tidak membayar upah selama lebih dari tiga bulan berturut-turut.</p>
<p>Selain itu, perusahaan dihukum untuk melunasi upah buruh yang belum dibayarkan ditambah pesangon sebesar sembilan belas kali upah sebulan.</p>
<p>Meski sudah ada putusan dari PHI , Danang menyatakan hingga saat ini perusahaan belum melaksanakan putusan tersebut.</p>
<p>&#8220;Ini sudah ada putusan PHI. Kalau dia kasasi ya nanti naik ke kasasi,&#8221; kata Danang.</p>
<p>Sumber: CNN Indonesia</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/buruh-pabrik-di-karanganyar-hanya-terima-rp1000-per-bulan-sejak-2024/">Buruh Pabrik di Karanganyar Hanya Terima Rp1000 per Bulan sejak 2024</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/assets-a1.kompasiana.com/items/album/2020/10/01/dari-akun-twitter-attsagabi-5f75d463d541df444819d142.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
