<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kemanusiaan Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/kemanusiaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/kemanusiaan/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Aug 2025 06:14:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Kemanusiaan Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/kemanusiaan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BAZNAS Salurkan 800 Ton Bantuan Pangan untuk Gaza</title>
		<link>https://jakpos.id/baznas-salurkan-800-ton-bantuan-pangan-untuk-gaza/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 06:14:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Baznas]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Kemanusiaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90771</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menyiapkan 800 ton bantuan pangan untuk&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/baznas-salurkan-800-ton-bantuan-pangan-untuk-gaza/">BAZNAS Salurkan 800 Ton Bantuan Pangan untuk Gaza</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menyiapkan 800 ton bantuan pangan untuk masyarakat Palestina. Sebanyak 80 ton bantuan pangan akan dikirimkan melalui jalur airdrop bekerja sama dengan Satgas Garuda Merah putih II.</p>
<p>Secara simbolis, pelepasan bantuan melalui airdrop dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof Dr KH Noor Achmad, MA, bersama Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/8/2025).</p>
<p>Total 800 ton bantuan akan dikirimkan melalui berbagai jalur, yakni jalur udara (airdrop) dan jalur darat melalui Mesir dan Yordania.</p>
<p>Khusus untuk jalur udara, bekerja sama dengan Mabes TNI, Indonesia mengerahkan dua pesawat Hercules untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Bantuan ini dijatuhkan di atas langit Gaza dengan keberangkatan dari Yordania mulai 17 Agustus 2025.</p>
<p>Ketua BAZNAS RI, Prof Dr KH Noor Achmad, MA, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam misi kemanusiaan ini. Menurutnya, BAZNAS siap mengelola dan mendistribusikan bantuan dalam jumlah besar untuk Gaza, baik melalui Mesir maupun Yordania.</p>
<p>“Kami dari BAZNAS menyampaikan terima kasih atas kerja sama ini. Kami siap. Tadi disampaikan 800 ton, bahkan jika 1.000 ton pun kami siap, baik itu dari Mesir maupun dari Yordania,” ujar Kiai Noor melalui keterangan yang dikutip Kamis (14/8/2025).</p>
<p>Kiai Noor menjelaskan, periode pengiriman bantuan terbuka sejak 1 hingga 24 Agustus 2025. Kesempatan ini, menurutnya, dimanfaatkan secara optimal berkat inisiatif Presiden RI yang dinilainya sangat strategis dalam mendukung rakyat Palestina.</p>
<p>“Nah sekarang sedang dibuka dari tanggal 1 sampai 24 Agustus ini maka dari itu kita manfaatkan, dan kejelian Bapak Presiden dalam rangka untuk membantu rakyat Palestina ini sangat luar biasa dan perlu kita dukung bersama-sama,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, sebagian bantuan BAZNAS sudah berada di Mesir dan Yordania. Bantuan di Yordania akan dikirim menggunakan metode airdrop, sementara dari Mesir pihaknya berupaya memasukkan 50 truk kontainer melalui perbatasan Rafah bekerja sama dengan Bayt Zakat.</p>
<p>“Kami sudah punya barang di Mesir dan Yordania, tinggal bagaimana mendistribusikan yang ada di Yordania. Memang kalau dari Yordania itu harus melalui airdrop. Sementara dari Mesir kita juga terus berusaha memasukan 50 truk kontainer bekerja sama dengan Bayt Zakat melalui Rafah,” ucapnya.</p>
<p>Ia menambahkan,’’Mari kita doakan bersama, mudah-mudahan apa yang kita upayakan bersama untuk saudara-saudara di Palestina dapat berjalan dengan sukses dan lancar.’’</p>
<p>Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan, misi kemanusiaan ini menggunakan dua pesawat Hercules 130J TNI AU dari Skadron Udara 31. Sebanyak 66 personel gabungan dari TNI, kementerian/lembaga, dan media nasional akan bertugas mendistribusikan bantuan tersebut.</p>
<p>&#8220;Satgas Garuda Merah Putih II menggunakan dua Pesawat Hercules 130J TNI AU dari Skadron Udara 31 dengan total 66 personel, terdiri dari unsur TNI, kementerian dan lembaga, dan media nasional, yang akan mendistribusikan total 800 ton bantuan kemanusiaan dari BAZNAS, dan dukungan bahan makanan dari Kemhan,&#8221; ujar Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.</p>
<p>Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung persiapan dan pelaksanaan misi ini, mulai dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, BAZNAS, perwakilan diplomatik Yordania, awak media, hingga seluruh unsur TNI yang terlibat.</p>
<p>&#8220;Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung persiapan misi ini, termasuk Kemenhan, Kemlu, BAZNAS, perwakilan diplomatik Yordania, awak media nasional yang ikut dalam satgas, serta semua unsur TNI yang terlibat,&#8221; katanya.</p>
<p>Bantuan akan mulai dikirim dari Yordania pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, dan berlanjut pada 18 Agustus. Airdrop berikutnya akan dilaksanakan pada 19–20 Agustus.</p>
<p>Misi ini menjadi bagian dari operasi kemanusiaan internasional yang diikuti oleh 10 negara dan berlangsung sepanjang 1-24 Agustus 2025.</p>
<p>Turut hadir dalam pelepasan bantuan, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj Saidah Sakwan MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof (HC) Dr H Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol Caj (Purn) Nur Chamdani, Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, S.E.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/baznas-salurkan-800-ton-bantuan-pangan-untuk-gaza/">BAZNAS Salurkan 800 Ton Bantuan Pangan untuk Gaza</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/cloud.jpnn.com/photo/arsip/normal/2025/08/14/bersama-satgas-merah-putih-baznas-salurkan-800-ton-untuk-gaz-enbe.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>#NyalaUntukYuyun, Ketika Kita Adalah Yuyun</title>
		<link>https://jakpos.id/nyalauntukyuyun-ketika-kita-adalah-yuyun/</link>
					<comments>https://jakpos.id/nyalauntukyuyun-ketika-kita-adalah-yuyun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 May 2016 02:52:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#NyalaUntukYuyun]]></category>
		<category><![CDATA[Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Yuyun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=5544</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yuyun, gadis kecil berusia 14 tahun, baru pulang sekolah dan melintasi kebun karet di daerah&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/nyalauntukyuyun-ketika-kita-adalah-yuyun/">#NyalaUntukYuyun, Ketika Kita Adalah Yuyun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/2122426yuyun780780x390.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-post-5544 wp-image-5547" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/2122426yuyun780780x390.jpg" alt="2122426yuyun780780x390" width="600" height="300" /></a></p>
<p>Yuyun, gadis kecil berusia 14 tahun, baru pulang sekolah dan melintasi kebun karet di daerah Lembak, kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu ketika sejumlah pemuda menggodanya. Ia tidak menggubrisnya. Ketika salah seorang pemuda menarik tangannya Yuyun masih bisa menepisnya. Tapi ketika empat pemuda lainnya menyeretnya ke kebun karet, ia tak kuasa melawan. Juga ketika sepuluh orang lainnya merobek seragam pramuka yang dikenakannya, mencekik lehernya dan menghantamkan sebatang kayu ke kepalanya.</p>
<p>Pun ketika 14 pemuda memperkosa gadis kecil itu secara bergantian dengan biadab lalu membuangnya ke jurang. Mayatnya ditemukan beberapa hari kemudian dalam keadaan nyaris membusuk. Visum dokter menunjukkan penganiayaan seksual yang mengerikan.</p>
<p><span class="zoomMe">Dua belas dari 14 pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun sudah ditangkap polisi dan siap diajukan ke pengadilan. Apakah berarti persoalan sudah selesai?</span></p>
<p>Inilah pertanyaan yang muncul di media sosial setelah sejumlah pengguna mengungkapkan kegelisahannya terkait kasus Yuyun.</p>
<p>Pengaruh miras diyakini memicu ke-14 pelaku melakukan tindakan yang luar biasa biadab, di luar akal sehat, dan menginjak-nginjak rasa kemanusian kita.</p>
<p>“Kalau sudah di bawah pengaruh miras, akal sehat dan nurani hilang. Makanya jangan heran kalau ada anak tega bunuh orang tua atau orang tua tega bunuh anak, karena pengaruh miras,” ujar Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Miras (Genam) Fahira Idris, di Jakarta (3/5).</p>
<p>Menurut Fahira, secara akal sehat, anak di bawah umur tidak akan punya pikiran dan keberanian untuk membunuh, tetapi saat dibawah pengaruh alkohol naluri melakukan kejahatan muncul. Penelitan yang pernah dilakukan Pusat Kajian Kriminologi UI dan Genam tahun 2013 terhadap 43 responden narapidana anak menemukan fakta bahwa dari 43 responden, 15 di antaranya meminum alkohol saat melakukan pembunuhan.</p>
<p>&#8220;Bayangkan, di kasus Yuyun ini, ada pelaku anak di bawah umur yang tega memerkosa berkali-kali hingga korbannya meninggal dan mayatnya dibuang ke jurang. Kalau tidak di bawah pengaruh miras, mereka tidak akan sebiadab itu. Saya tidak tahu, sampai kapan kita semua sadar bahwa miras itu bencana,&#8221; tambah Fahira.</p>
<p><strong>Kejahatan yang selalu terulang.</strong></p>
<p>Kasus Yuyun bukanlah yang pertama yang merobek-robek rasa kemanusiaan kita. Masih kuatnya stigma bahwa kekerasan seksual terjadi disebabkan karena kesalahan korban, bukan pelaku, akan selalu membuat kejahatan ini kembali terulang dari masa ke masa.</p>
<p>Demikian yang diyakini Sophia Hage, direktur kampanye kelompok penyintas kekerasan seksual Lentera Indonesia</p>
<p>Sering dalam kasus perkosaan, orang lebih berfokus pada apa yang dipakai korban saat itu. Lalu mengapa dia pulang malam atau mengapa orang tuanya tidak bisa mendidik anak perempuannya dengan baik, kata Sophia yang mendirikan Lentera Indonesia bersama Wulan Danoekoesoemo.</p>
<p>&#8220;(Karena itu) orang lebih menyalahkan korban dan sistem dukungan di sekitar korban, dari pada mempertanyakan tindakan kriminal pelaku.&#8221; ujarnya.</p>
<p><i>Victim blaming</i>, atau kecenderungan masyarakat menyalahkan korban kekerasan seksual inilah yang membuat banyak perempuan enggan melaporkan kekerasan yang dialaminya.</p>
<p>&#8220;Kasus Yuyun ini adalah cerminan. Ujung dari gunung es, karena lebih dari 75% kekerasan seksual tidak terlaporkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/nyalauntukyuyun-ketika-kita-adalah-yuyun/">#NyalaUntukYuyun, Ketika Kita Adalah Yuyun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/nyalauntukyuyun-ketika-kita-adalah-yuyun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
