<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komunitas Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/komunitas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/komunitas/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Dec 2016 03:11:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Komunitas Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/komunitas/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hal-hal yang Harus Dihindari Dalam Organisasi</title>
		<link>https://jakpos.id/hal-hal-yang-harus-dihindari-dalam-organisasi/</link>
					<comments>https://jakpos.id/hal-hal-yang-harus-dihindari-dalam-organisasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2016 03:11:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=9882</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Ilyas Syaiful Malik Dalam berorganisasi kita akan menemukan karakter tiap individu berbeda-beda, ada yang pemarah,&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/hal-hal-yang-harus-dihindari-dalam-organisasi/">Hal-hal yang Harus Dihindari Dalam Organisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_9883" aria-describedby="caption-attachment-9883" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/topic-20-building-marketing-culture-in-your-organization-jpg/"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-post-9882 wp-image-9883" src="http://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAb0RHLTY2Z01aMms.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><figcaption id="caption-attachment-9883" class="wp-caption-text">Ilustrasi.</figcaption></figure>
<p><em>Oleh: Ilyas Syaiful Malik</em></p>
<p>Dalam berorganisasi kita akan menemukan karakter tiap individu berbeda-beda, ada yang pemarah, penyemangat, penyabar, dan sifat-sifat lain nya. Namun ada beberapa hal yang harus dihindari saat berorganisasi.</p>
<p>Dalam Al-Qur’an banyak sekali perintah untuk berorganisasi (Berjama’ah) karena kebermanfaatannya. “Domba yang sendirian akan lebih mudah diburu kawanan Serigala yang kelaparan dibanding Domba yang berjama’ah (berkumpul).”</p>
<p>Ada tiga hal yang harus kita hindari dalam berorganisasi, antara lain:</p>
<p><strong>Kikir</strong></p>
<p>Kikir atau bakhil disini adalah bakhil atas segala yang dimiliki. Tidak hanya harta, namun juga kikir terhadap fikiran, tenaga, dan waktunya. Enggan memikirkan organisasinya, merasa dirinya dirugikan dalam berjama’ah. Ada dua sikap yang biasanya dimiliki oleh orang yang kikir diantaranya:</p>
<ul>
<li>Perhitungan, yaitu melihat seberapa lelah diri nya dan seberapa lelah teman seorganisasi nya. Melihat bahwa dirinya adalah orang paling lelah dalam organisasi tersebut dan enggan melakukan hal yang tidak memberikan keuntungan bagi dirinya.</li>
<li>Tidak yakin terhadap pahala dari Allah SWT, yaitu lebih mengedepankan apresiasi duniawi, tidak memikirkan seberapa besar pahala yang didapat disisi Allah SWT ketika berjama’ah.</li>
</ul>
<p><strong>Mengikuti hawa nafsu</strong></p>
<p>Manusia apabila mengikuti hawa nafsu, maka ia akan enggan berlelah-lelah. Jika diibaratkan, nafsu seperti bayi yang “merengek” meminta ini dan itu agar keinginan nya dapat terpenuhi. Sikap yang biasanya dimiliki oleh hal ini diantaranya:</p>
<ul>
<li>Tidak punya prinsip, kemanapun melangkah akan mengikuti orang lain, orang lain bersantai maka ia akan bersantai, ketika orang lain bekerja, maka ia akan bekerja pula. Bekerja berdasarkan apa yang diminta kemudian kembali santai dan istirahat tanpa memiliki inisiatif melakukan hal lain untuk dikerjakan.</li>
<li>Senang mengeluh, merasa bahwa dirinya adalah orang yang paling lelah “sejagad raya”, dan ingin semua orang tau betapa lelah dirinya. Tidak peka terhadap kelelahan yang juga dialami rekan nya.</li>
</ul>
<p><strong>Takjub terhadap diri sendiri</strong></p>
<p>Merasa sombong dan dapat memecah belah, merasa bahwa dirinya paling berharga dan menganggap teman seorganisasinya tidak melakukan apa-apa. Sehingga tidak memperdulikan rekan organisasi nya bekerja atau diam, ia hanya sibuk mengapresiasi diri sendiri atas usahanya. Sikap yang biasa dimiliki hal ini antara lain:</p>
<ul>
<li>Senang dipuji, berharap mendapat pujian atau apresiasi dari orang lain atas usahanya “sendiri” dalam sebuah organisasi.</li>
<li>Tidak suka dinasihati, karena merasa yang paling berkontribusi dalam organisasi tersebut, maka segala aspek nasihat dari teman-teman nya tidak akan masuk kedalam fikiran nya.</li>
<li>Merasa lebih besar dibanding organisasinya, cenderung menganggap organisasinya tidak berkontribusi, bahkan bisa ia lakukan sendiri tanpa harus membentuk sebuah organisasi.</li>
<li>Senang mendengar aib orang lain, karena merasa bahwa dirinya yang paling sempurna telebih jika dibandingkan dengan si “A” atau si “B”</li>
</ul>
<p>Itulah ketiga hal yang harus dihindari dalam berorganisasi, sebelum terjun dalam jama’ah maka kita harus tahu terlebih dahulu apa saja yang akan kita hadapi. Dan saran penulis untuk menghindari hal-hal tersebut adalah dengan tetap mengedepankan istisyarah dan istikharah. Karena Allah SWT memerintahkan kita untuk bermusyawarah dan istikharah dalam mengambil keputusan.</p>
<p>Apresiasi akan setimpal dengan jumlah tenaga yang telah dikeluarkan, jika merasa tidak sebanding balasan nya di dunia, yakinlah ada pahala dari Allah SWT di akhirat. Lebih baik dikenal penduduk langit atas usaha keras kita, dibandingkan segala apresiasi penduduk bumi yang justru membuat kita bangga diri dan sombong. Wallahua’lam bishawab (Ilyas Syaiful Malik)</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/hal-hal-yang-harus-dihindari-dalam-organisasi/">Hal-hal yang Harus Dihindari Dalam Organisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/hal-hal-yang-harus-dihindari-dalam-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FORJIM Ajak Masyarakat, Bijak dan Cerdas “Menelan” Informasi</title>
		<link>https://jakpos.id/forjim-ajak-masyarakat-bijak-dan-cerdas-menelan-informasi/</link>
					<comments>https://jakpos.id/forjim-ajak-masyarakat-bijak-dan-cerdas-menelan-informasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2016 06:09:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[Forjim]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=9747</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Forum Jurnalis Muslim (Forjim) melalui siaran persnya menyatakan bahwa pertarungan abadi sejak dulu&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/forjim-ajak-masyarakat-bijak-dan-cerdas-menelan-informasi/">FORJIM Ajak Masyarakat, Bijak dan Cerdas “Menelan” Informasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_9748" aria-describedby="caption-attachment-9748" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/sosial-mediadpufl-jpg/"><img decoding="async" class="size-full wp-post-9747 wp-image-9748" src="http://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAMlRSUTMtZktBQU0.jpg" alt="Ilustrasi." width="660" height="375" /></a><figcaption id="caption-attachment-9748" class="wp-caption-text">Ilustrasi.</figcaption></figure>
<p>DEPOKPOS &#8211; <a href="http://www.forjimindonesia.com" target="_blank" rel="noopener">Forum Jurnalis Muslim</a> (Forjim) melalui siaran persnya menyatakan bahwa pertarungan abadi sejak dulu hingga sekarang adalah pertarungan informasi. Dengan informasi, siapapun bisa merangkul kawan sekaligus menjatuhkan lawan. Dalam pertarungan, informasi pun berfungsi sebagai senjata.</p>
<p>Ketika itu masyarakat quraisy jahiliyah menistakan Nabi Saw dengan sebutan majenun (gila), tukang sihir, dan berbagai stigma buruk lainnya. Melalui informasi yang negatif, mereka ingin mendeskreditkan Islam.</p>
<p>Mengutip ayat suci Al Qur’an, Allah mengingatkan: “Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (QS. At Taubah 32).</p>
<p>Tak dipungkiri, dengan informasi, negara-negara Islam dihancurkan. Sebagai contoh, kasus Irak. Amerika Serikat memberi informasi bohong perihal Irak memiliki senjata nuklir, padahal tidak. Bahkan “Perang Informasi” diabad ini bisa menggoyang rezim yang berkuasa. Itulah sebabnya, pertarungan yang abadi adalah pertarungan informasi.</p>
<p>Di era informasi, peran jurnalis muslim diharapkan meluruskan yang salah dan mengokohkan yang benar. Ketika menyampaikan berita, Jurnalis muslim sejatinya melakukan cek and ricek alias tabayun. Jika tidak, akan terjadi musibah yang besar. Di era sekarang ini, menelan informasi tanpa diteliti terlebih dahulu, akan berdampak besar, dan menimbulkan petaka dan bencana.</p>
<p>Tentu, aspek terpenting yang harus dimiliki jurnalis muslim adalah kejujuran. Dalam artian jujur dalam menyampaikan kabar atau berita. Selain itu, berita yang disampaikan tidak bersifat ghibah, namimah, yang ujungnya bisa menyebakan porak poranda.</p>
<p>Mengutip Ketua Umum IKADI, KH. Ahmad satori, dalam Islam tidak membenarkan semboyan pembawa berita “Bad News is a Good News”. Karena, tak ada gunanya mengumbar aib orang lain, yang menyebabkan dirinya tidak senang aibnya di buka di depan umum.</p>
<p>“Jurnalis muslim harus memberikan informasi yang membuat umat jauh dari kemaksiatan, dan mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah. Jurnalis muslim yang memberikan pengaruh positif untuk masyarajat, mendapatkan pahala yang berlipat ganda.”</p>
<p>Saat ini senjata yang paling efektif adalah media. Media dalam Islam tidak sekedar memberitakan sesuai kenyataan, tapi juga yang mengandung kebaikan. Hal itu dikatakan Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis kepada Forum Jurnalis Muslim (Forjim) di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta.</p>
<p>Berita meskipun benar, jika tidak membawa kebaikan, tidak boleh diberitakan. Benar dan nyata, tapi tidak berimplikasi pada kebaikan, juga tak perlu diberitakan. Inilah prinsip yang berbeda dalam pemberitaan.</p>
<p>Jurnalis muslim diharapkan menyajikan tulisan yang lebih cerdas dan inspiratif. Pesan pentingnya, kita butuh berjamaah, bukan hanya berjamaah dalam shalat, tapi juga dalam dakwah, tak terkecuali dalam berpolitik, ekonomi, bahkan jurnalis muslim pun perlu berjamaah. Sehingga berita yang disampaikan, bukan hanya fakta, tapi juga membawa maslahah (kebaikan).</p>
<p><strong>Petaka Sosial Media</strong></p>
<p>Forjim berpandangan, perkembangan media sosial belakangan ini disebut sebagai kecenderungan proses berkomunikasi dalam kategori anti komunikasi. Realitanya, kehadiran media sosial mengabaikan hal-hal yang fundamental dalam komunikasi, yaitu: penghormatan kepada orang lain, empati kepada lawan bicara, dan antisipasi atas dampak-dampak ujaran atau pernyataan.</p>
<p>Pada prinsipnya, praktik berkomunikasi di ruang publik mensyaratkan kemampuan pengendalian diri, kedewasaan dalam bersikap, serta tanggung jawab atas setiap ucapan yang hendak atau sedang disampaikan.</p>
<p>Begitu sering orang terlambat menyadari bahwa apa yang diungkapkannya di media sosial telah tersebar kemana-mana, menimbulkan kegaduhan publik, dan merugikan pihak tertentu. Media sosial menampilkan negativitasnya di sini.</p>
<p>Lebih memprihatinkan lagi, negativitas media sosial itu justru diamplifikasi dan diperkuat oleh media massa, khususnya media daring dan media televisi. Kekusutan komunikasi politik, kontroversi, dan debat kusir di media sosial dalam banyak kasus dilanjutkan di ruang pemberitaan atau bincang-bincang media (talkshow).</p>
<p>Pola penyajian informasi yang cenderung spontan, serba cepat, dan instan di media sosial tidak diimbangi sesuatu yang berbeda, tetapi justru dijadikan mode jurnalistik yang baru oleh media massa konvensional.</p>
<p>Akibatnya, saat ini cukup mudah menemukan berita politik yang tidak berimbang, mengabaikan verifikasi sumber kunci atau menggunakan judul yang menghakimi. Pada awalnya ini hanya menjadi tren di media jurnalistik daring, tapi pada perkembangannya juga mulai menggejala di semua jenis media.</p>
<p>Memang, konflik adalah oase yang tak pernah kering dalam pemberitaan. Konflik dan hal-hal kontroversi selalu memikat untuk diberitakan dan punya daya magnetik di hadapan masyarakat. Namun, perlu dipersoalkan motif media terhadap konflik atau kontroversi.<br />
Apakah motif komodifikasi berdasarkan pertimbangan oplah, rating, hit, atau bahkan motif politik keberpihakan kepada suatu kelompok atau golongan?</p>
<p>Padahal tugas utama media adalah membantu masyarakat memahami persoalan, mengambil pelajaran berharga, dan mencari jalan penyelesaian. Kuatnya motif komodifikasi politik dapat membuat media tidak memedulikan penyelesaian konflik dan tanpa sadar justru mengintensifkan konflik.</p>
<p>Kode Etik Jurnalistik menegaskan, media harus memberitakan secara berimbang. Sampai di sini, terlihat jelas sesungguhnya kita sedang menghadapi krisis etika media atau etika berkomunikasi. Pada level media massa, wujudnya pengabaian Kode Etik Jurnalistik atau Etika Penyiaran hingga taraf banal dan masif.</p>
<p>Begitu serius pengabaian itu hingga sebagian awak media mungkin tidak lagi menganggap berita yang tidak berimbang atau menghakimi sebagai bentuk kesalahan.</p>
<p>Sungguhpun demikian, semua pihak pasti sepakat proses berkomunikasi pada level mana pun tak mungkin berjalan tanpa etika. Tanpa dilandasi etika, praktik bermedia akan mengarah pada kekacauan. Pada akhimya, masyarakat yang menanggung kerugian paling besar. Media yang semestinya membantu masyarakat memahami persoalan sosial politik secara jernih dan obyektif, justru jadi ajang persitegangan dan perseteruan tak berujung.</p>
<p>Literasi media jelas diperlukan. Kita perlu mengingatkan kepada para “praktisi” media, pentingnya kemampuan pengendalian diri, kepekaan terhadap dampak-dampak komunikasi, serta kedewasaan dalam menghadapi perbedaan pendapat di ruang publik.</p>
<p>Proses berkomunikasi, sekali lagi, menuntut kemauan semua yang terlibat untuk menjaga kepatutan dan kepantasan, menghormati orang lain sebagai bentuk penghormatan terhadap diri sendiri, serta untuk menenggang perasaan banyak orang yang menyaksikan proses komunikasi tersebut. Mari kita kembalikan esensi komunikasi sebagai sarana untuk berbagi!</p>
<p>Forum Jurnalis Muslim mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam menerima dan menyerap informasi. Tidak asal telan, tapi meneliti lebih dulu kebenarannya. Begitu juga dengan insan jurnalis agar tidak menuhankan rating, memuaskan syahwat dengan menyajikan berita sensasi, tanpa menuntun kebenaran.</p>
<p>Jadikan informasi sebagai sesuatu yang bermanfaat, inspiratif, mengokohkan kebenaran, mengedukasi masyarakat, menuntun kebaikan yang pada akhirnya menuai maslahat, bukan mudharat. Inilah jalan dakwah bagi Jurnalis Muslim. (desastian)</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/forjim-ajak-masyarakat-bijak-dan-cerdas-menelan-informasi/">FORJIM Ajak Masyarakat, Bijak dan Cerdas “Menelan” Informasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/forjim-ajak-masyarakat-bijak-dan-cerdas-menelan-informasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Majelis At Taubah: Benteng Moral dan Wadah Silaturahim Ulama di Kota Depok</title>
		<link>https://jakpos.id/majelis-at-taubah-benteng-moral-dan-wadah-silaturahim-ulama-di-kota-depok/</link>
					<comments>https://jakpos.id/majelis-at-taubah-benteng-moral-dan-wadah-silaturahim-ulama-di-kota-depok/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2016 07:01:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[religi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=5121</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majelis At-Taubah, wadah silaturahim para ulama, mubaligh dan asatidz se-Kota Depok menggelar Rapat Kerja (Raker)&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/majelis-at-taubah-benteng-moral-dan-wadah-silaturahim-ulama-di-kota-depok/">Majelis At Taubah: Benteng Moral dan Wadah Silaturahim Ulama di Kota Depok</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_5122" aria-describedby="caption-attachment-5122" style="width: 533px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/04/image.jpeg" rel="attachment wp-att-5122"><img decoding="async" class="wp-post-5121 wp-image-5122 size-full" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/04/image.jpeg" alt="image" width="533" height="400" /></a><figcaption id="caption-attachment-5122" class="wp-caption-text">Ketua Umum Majelis At Taubah Ustadz Roby Dongkal. | Desmoreno/depokpos</figcaption></figure>
<p>Majelis At-Taubah, wadah silaturahim para ulama, mubaligh dan asatidz se-Kota Depok menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan tema “Maksimalisasi Dakwah dan Kepemimpinan Menuju Depok yang Aman, Nyaman dan Religius”. Raker dibuka oleh Wakil Walikota Depok, Pradi Supriyatna di Gedung MUI Kota Depok, belum lama ini.</p>
<p>Raker sehari yang dilaksanakan di Cilember, Puncak, Jawa Barat ini membahas program dakwah dan keumatan di Kota Depok, termasuk membantu program Pemerintah Kota Depok yang bersifat keagamaan, mengingat visi-misi kota depok sebagai Kota Religius.</p>
<p>Ketua Umum Majelis At Taubah Ustadz Roby Dongkal yang ditemui Depokpos mengatakan, dalam raker Majelis At Taubah juga dibahas kinerja mubaligh dalam mengembangkan program dakwah di Kota Depok. Secara spesifik, raker juga membahas masalah sosial seperti maraknya miras, dan narkoba di Kota Depok.</p>
<p>Para ulama dan Pemkot berkomitmen untuk memberantas bersama permasalahan tersebut. Kami berbagi tugas, ulama yang menyerukan amar maruf nahi mungkar, sedangkan aparat pemerintah yang melakukan tindakan.</p>
<p>“Jika ada warung yang menjual miras, kami akan lakukan pendekatan dakwah untuk tidak menjual miras. Alangkah indah, jika ulama dan umaro bersatu padu untuk menyelesaikan masalah keumatan,” kata Roby.</p>
<p>Majelis At Taubah berpesan kepada Pemerintah Kota Depok agar mensejahterakan masyarakat. Pemkot juga harus memikirkan para asatidz di Kota Depok. Terlebih ulama selama ini berjuang tanpa pamrih untuk menjadi benteng akidah, moral dan akhlak masyarakat Kota Depok.</p>
<figure id="attachment_5124" aria-describedby="caption-attachment-5124" style="width: 250px" class="wp-caption alignright"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/04/image2.jpeg" rel="attachment wp-att-5124"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-post-5121 wp-image-5124 size-full" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/04/image2.jpeg" alt="Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna. | Desmoreno/depokpos" width="250" height="243" /></a><figcaption id="caption-attachment-5124" class="wp-caption-text">Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna. | Desmoreno/depokpos</figcaption></figure>
<p>Sementara itu KH. Abu Bakar Madris yang merupakan Penasihat Majelis At Taubah mengatakan, program dakwah para ulama dan asatidz akan disinergikan dengan program pemerintah. “Kami berharap, Pemkot lebih memperhatikan ustad lekar dan sekolah madrasah swasta, termasuk kegiatan MTQ yang selama ini hidup segan mati tak mau.”</p>
<p>Dikatakan Abu Bakar Madris, ulama dan mubaligh yang tergabung di Majelis At Taubah tidak peduli, sekalipun dewan pendirinya Pradi Supriyatna yang kini menjabat sebagai Wakil Walikota Depok, ia akan kritis kebijakan pemerintah yang bertentangan prinsip dakwah. “Jika ada yang tidak sesuai, kita tidak akan tinggal diam. Prinsip Majelis At Taubah adalah menegakkan kalimat Allah.”</p>
<p>Yang menjadi perhatian ulama di Kota Depok, selain persoalan miras dan narkoba, juga mencermatai perkembangan LGBT di kota ini. Termasuk soal Ahmadiyah. Dalam menjalankan misi dakwah amar maruf nahi mungkar, Majelis At Taubah berkerjasama dengan sejumlah LSM dan ormas Islam yang ada di Kota Depok, seperti FPI, NU, dan ormas lainnya.</p>
<p>Adapun pengajian Majelis Taubah digelar rutin setiap malam Rabu Minggu kedua. Pengajian dilakukan secara bergiliran di rumah anggota majelis atau jamaah. (Desmoreno)</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/majelis-at-taubah-benteng-moral-dan-wadah-silaturahim-ulama-di-kota-depok/">Majelis At Taubah: Benteng Moral dan Wadah Silaturahim Ulama di Kota Depok</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/majelis-at-taubah-benteng-moral-dan-wadah-silaturahim-ulama-di-kota-depok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FOKUS: Kekompakan Warga Bisa Cegah Aksi Kejahatan</title>
		<link>https://jakpos.id/fokus-kekompakan-warga-bisa-cegah-aksi-kejahatan/</link>
					<comments>https://jakpos.id/fokus-kekompakan-warga-bisa-cegah-aksi-kejahatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2016 21:08:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[FOKUS]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=4529</guid>

					<description><![CDATA[<p>Depok &#8211; Peran serta seluruh elemen masyarakat mulai dari warga, keamanan, RT, RW bahkan hingga&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/fokus-kekompakan-warga-bisa-cegah-aksi-kejahatan/">FOKUS: Kekompakan Warga Bisa Cegah Aksi Kejahatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4534" aria-describedby="caption-attachment-4534" style="width: 250px" class="wp-caption alignright"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAZmJXMmdMUmp5clE.jpg" rel="attachment wp-att-4534"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-post-4529 wp-image-4534" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAZmJXMmdMUmp5clE.jpg" alt="Ketua FOKUS, Suryadi. (ans)" width="250" height="290" /></a><figcaption id="caption-attachment-4534" class="wp-caption-text">Ketua FOKUS, Suryadi. (ans)</figcaption></figure>
<p>Depok &#8211; Peran serta seluruh elemen masyarakat mulai dari warga, keamanan, RT, RW bahkan hingga kelurahan, sangat dibutuhkan untuk tetap menjaga wilayah senantiasa aman dan kondusif serta terhindar dari aksi kejahatan.</p>
<p>Hal tersebut dikatakan Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Kukusan (FOKUS) Suryadi atau yang biasa disapa Bang Gompal kepada Depokpos, Sabtu malam (27/2).</p>
<p>&#8220;Fokus senantiasa turut andil dalam menjaga suasana agar tetap kondusif di wilayah Kukusan, dari RT, RW sampai kelurahan. Kami berusaha meminimalisir terjadinya tindak kejahatan baik itu curanmor, peredaran narkoba dan tindakan lain yag dapat menggganggu kenyamanan masyarakat Kukusan,&#8221; papar Suryadi.</p>
<p>FOKUS sendiri merupakan sebuah wadah masyarakat wilayah Kelurahan Kukusan yang dibentuk pada tahun 2013 atas binaan Pradi Supriatna yang juga warga Kukusan dan kini telah menjabat sebagai Wakil Walikota Depok.</p>
<p>Lebih lanjut Suryadi menambahkan bahwa agar tetap solid, relawan yang tergabung dalam FOKUS ditekankan untuk selalu berperan aktif menjaga wilayahnya sendiri.</p>
<p>&#8220;Dari situ nanti tersaring mana relawan yang benar-benar peduli dan mana relawan penggembira,&#8221; lanjutnya.</p>
<p><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAYnN0dERGNC1CVjg.jpg" rel="attachment wp-att-4533"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-full wp-post-4529 wp-image-4533" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAYnN0dERGNC1CVjg.jpg" alt="1 copy.jpg" width="250" height="271" /></a>Ketika disinggung apakah relawan fokus mendapatkan pelatihan khusus, Suryadi menjelaskan bahwa pelatihan secara khusus memang tidak ada, tapi relawan yang aktif memang memiliki  keahlian dasar dibidangnya masing-masing.</p>
<p>&#8220;Intinya, tugas FOKUS adalah mencegah terjadinya tindak kejahatan di wilayah Kukusan, bukan mengkap pelaku kejahatan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Namun Suryadi tak memungkiri bahwa jika terlanjur terjadi tindak kejahatan dan ada bukti-bukti kuat atau pelaku tertangkap tangan melakukan aksinya,  maka akan ditangkap dan diserahkan kepada pihak kepolisian.</p>
<p>&#8220;Dalam hal ini kita berkoordinasi dengan Polsek Beji dan Polres Depok,&#8221; pungkasnya. (san)</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/fokus-kekompakan-warga-bisa-cegah-aksi-kejahatan/">FOKUS: Kekompakan Warga Bisa Cegah Aksi Kejahatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/fokus-kekompakan-warga-bisa-cegah-aksi-kejahatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
