<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kremesan Ayam Goreng Widuran Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/kremesan-ayam-goreng-widuran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/kremesan-ayam-goreng-widuran/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 May 2025 09:35:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Kremesan Ayam Goreng Widuran Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/kremesan-ayam-goreng-widuran/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>MUI Buka Suara soal Kasus Kremesan Ayam Goreng Widuran Solo Non Halal</title>
		<link>https://jakpos.id/mui-buka-suara-soal-kasus-kremesan-ayam-goreng-widuran-solo-non-halal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2025 09:35:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kremesan Ayam Goreng Widuran]]></category>
		<category><![CDATA[Non Halal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87100</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni&#8217;am Sholeh, mengatakan pemerintah harus&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mui-buka-suara-soal-kasus-kremesan-ayam-goreng-widuran-solo-non-halal/">MUI Buka Suara soal Kasus Kremesan Ayam Goreng Widuran Solo Non Halal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni&#8217;am Sholeh, mengatakan pemerintah harus tegas terhadap polemik nonhalal Ayam Goreng Widuran di Solo, Jawa Tengah.</p>
<p>Menurutnya kasus ketidakhalalan menu Ayam Goreng Widuran bisa merusak reputasi Kota Solo&#8211;terutama pengusaha kuliner&#8211; jika tidak segera diambil langkah tegas, baik secara administratif maupun hukum.</p>
<p>Ni&#8217;am memandang kasus Ayam Widuran dapat merugikan pelaku usaha lain di Kota Solo, karena rusaknya kepercayaan publik. Itu, sambungnya, berisiko menurunkan jumlah wisatawan karena rasa tidak aman terhadap menu makanan di Solo.</p>
<p>&#8220;Kalau tidak dilakukan langkah cepat, bisa merusak Kota Solo yang religius dan inklusif. Kasus Widuran ini contoh pelaku usaha yang culas dan tidak jujur yang bisa merusak reputasi Kota Solo,&#8221; kata Asrorun di Jakarta, Senin (26/5).</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa aparat pemerintah harus melakukan langkah tegas, tidak boleh abai, untuk menanggapi kasus tersebut.</p>
<p>Ni&#8217;am menjelaskan pelaku usaha harus patuh pada undang-undang yang mewajibkan sertifikat halal bagi produk pangan yang diperdagangkan di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Pelaku usaha harus patuh pada undang-Undang yang mewajibkan sertifikat halal bagi produk pangan yang diperdagangkan di Indonesia. Kalau tidak, ada sanksinya. Aparat pemerintah harus melakukan langkah tegas, tidak boleh abai,&#8221; ujar Ni&#8217;am.</p>
<p>Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta itu menjelaskan ayam termasuk hewan yang halal untuk dikonsumsi. Tetapi jika tidak disembelih dan diolah secara benar, maka bisa haram dan hukumnya seperti bangkai.</p>
<p>Pemastian produk halal, kata dia, tidak hanya dilihat pada menu dan bahannya saja, termasuk pula proses pengolahannya.</p>
<p>&#8220;Ayam yang disembelih secara benar, tapi jika digoreng dengan minyak babi, maka haram dikonsumsi. Menu ayam tidak serta merta dipastikan halal,&#8221; kata dia.</p>
<p>Menurutnya, kasus Ayam Goreng Widuran ini memberikan pelajaran penting bahwa setiap Muslim perlu berhati-hati memilih tempat kuliner.</p>
<p>&#8220;Harus dipastikan kehalalannya, cek sertifikat halalnya, tanya pemiliknya dan kendali indikasi-indikasinya,&#8221; kata Ni&#8217;am.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mui-buka-suara-soal-kasus-kremesan-ayam-goreng-widuran-solo-non-halal/">MUI Buka Suara soal Kasus Kremesan Ayam Goreng Widuran Solo Non Halal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/asset-2.tstatic.net/medan/foto/bank/images/AYAM-GORENG-WIDURAN-sdsf.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Pegawai Buka Suara soal Kremesan Ayam Goreng Widuran Digoreng pakai Minyak Babi</title>
		<link>https://jakpos.id/pegawai-buka-suara-soal-kremesan-ayam-goreng-widuran-digoreng-pakai-minyak-babi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2025 08:24:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Kremesan Ayam Goreng Widuran]]></category>
		<category><![CDATA[Non Halal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87094</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ayam Goreng Widuran viral di media sosial usai mendapat review tidak halal dari konsumen. Ayam&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pegawai-buka-suara-soal-kremesan-ayam-goreng-widuran-digoreng-pakai-minyak-babi/">Pegawai Buka Suara soal Kremesan Ayam Goreng Widuran Digoreng pakai Minyak Babi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong>Ayam Goreng Widuran viral di media sosial usai mendapat review tidak halal dari konsumen. Ayam goreng disajikan dengan kremesan yang digoreng menggunakan minyak babi.</strong></em></p></blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Pegawai rumah makan Ayam Goreng Widuran Solo bernama Nanang buka suara soal menu tidak halal di restoran yang sudah berdiri sejak 1973.</p>
<p>Nanang yang merupakan pekerja di bagian penggorengan menjelaskan bahan nonhalal yang dipakai hanya untuk kremesan ayam. Ia menyebut kremes digoreng menggunakan minyak tidak halal.</p>
<p>&#8220;Kremesan dibuat dari yang nonhalal, dari minyaknya. Kalau untuk yang menggoreng ayam beda minyak, minyak yang dipakai untuk kremes nonhalal. Minyak ini cuma untuk kremesan,&#8221; ungkap Nanang seperti dilansir detikJateng, Senin (26/5).</p>
<p>Ia mengatakan usai viral kemarin, pihak manajemen rumah makan yang sudah berusia lebih dari 50 tahun tersebut, juga sudah memberikan permintaan maaf dan melakukan klarifikasi.</p>
<p>&#8220;Kemarin begitu ramai langsung dari pihak sini di Instagram buat klarifikasi. Jadi sini sudah merasa bersalah dan dari pihak Wali Kota minta tutup,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Rumah makan Ayam Goreng Widuran Solo kini ditutup sementara buntut temuan menu kremesan yang dibuat dari bahan nonhalal tersebut.</p>
<p>Nanang pun berharap penutupan tersebut tak berlangsung lama. Nanang yang sudah 10 tahun terakhir bekerja di sana berharap warung tersebut bisa dibuka kembali.</p>
<p>&#8220;Iya ini turun temurun, saya sudah 10 tahun di sini. Ya buka lagi (harapannya). Sebelum tutup tadi sudah melayani ayam utuh 2 dan ayam potong 5,&#8221; ujar Nanang.</p>
<p>Ayam Goreng Widuran viral di media sosial usai mendapat review tidak halal dari konsumen. Ayam goreng disajikan dengan kremesan yang digoreng menggunakan minyak babi.</p>
<p>Banyak pelanggan muslim yang belum tahu soal itu. Mereka merasa bahwa pemilik restoran tidak berterus terang. Namun kini, restoran tersebut telah menuliskan keterangan &#8216;Non Halal&#8217; pada Instagram dan Google Reviewnya.</p>
<p>Hari ini, Wali Kota Solo, Respati Ahmad Ardianto, menutup sementara Warung Ayam Goreng Widuran usai viral makanan tersebut mengandung nonhalal. Penutupan sementara itu agar rumah makan tersebut untuk mengajukan sertifikasi terlebih dahulu.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pegawai-buka-suara-soal-kremesan-ayam-goreng-widuran-digoreng-pakai-minyak-babi/">Pegawai Buka Suara soal Kremesan Ayam Goreng Widuran Digoreng pakai Minyak Babi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/asset-2.tstatic.net/medan/foto/bank/images/AYAM-GORENG-WIDURAN-sdsf.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
