<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lingkungan Hidup Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/lingkungan-hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/lingkungan-hidup/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Feb 2026 09:01:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Lingkungan Hidup Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/lingkungan-hidup/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Aksi Lestari HPSN 2026: Penuangan Eco Enzym untuk Pulihkan Setu Pengasinan</title>
		<link>https://jakpos.id/aksi-lestari-hpsn-2026-penuangan-eco-enzym-untuk-pulihkan-setu-pengasinan/</link>
					<comments>https://jakpos.id/aksi-lestari-hpsn-2026-penuangan-eco-enzym-untuk-pulihkan-setu-pengasinan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 09:01:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Zakat]]></category>
		<category><![CDATA[rumah zakat depok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=92497</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, komunitas bank sampah di&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/aksi-lestari-hpsn-2026-penuangan-eco-enzym-untuk-pulihkan-setu-pengasinan/">Aksi Lestari HPSN 2026: Penuangan Eco Enzym untuk Pulihkan Setu Pengasinan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, komunitas bank sampah di Kecamatan Sawangan melalui Yayasan Peduli Lingkungan Sehat bersama masyarakat menggelar Aksi Lestari HPSN 2026 bertema “Satu Aksi, Sejuta Dampak” di Setu Pengasinan, Kota Depok, Minggu (8/2).</p>
<p>Kegiatan yang didukung pemerintah setempat serta disupport PLN Peduli dan Rumah Zakat ini melibatkan 62 peserta dan berfokus pada penuangan 100 liter ecoenzym sebagai upaya meningkatkan kualitas air dan membantu pemulihan ekosistem Setu Pengasinan.</p>
<p>Ecoenzym merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik rumah tangga yang ramah lingkungan dan bermanfaat untuk perbaikan kualitas air secara alami.</p>
<p>Selain penuangan ecoenzym, kegiatan juga diisi dengan aksi bersih lingkungan serta edukasi pilah sampah yang dilanjutkan dengan penukaran sampah terpilah dengan bahan pangan.</p>
<p>Ketua Yayasan Peduli Lingkungan Sehat sekaligus Ketua Panitia, Indriyani Astuti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata masyarakat, komunitas, lembaga filantropi, dan pemerintah dalam mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan.</p>
<p>Momentum HPSN diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya demi kelestarian lingkungan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/aksi-lestari-hpsn-2026-penuangan-eco-enzym-untuk-pulihkan-setu-pengasinan/">Aksi Lestari HPSN 2026: Penuangan Eco Enzym untuk Pulihkan Setu Pengasinan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/aksi-lestari-hpsn-2026-penuangan-eco-enzym-untuk-pulihkan-setu-pengasinan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/c_scale,w_900,h_677/f_webp,q_auto:low/v1770713904/1000399828_974665bbb4/1000399828_974665bbb4.jpg?_i=AA&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>WALHI Minta Pemkab Bogor Cabut Izin 33 Objek Bermasalah, Termasuk Taman Safari</title>
		<link>https://jakpos.id/walhi-minta-pemkab-bogor-cabut-izin-33-objek-bermasalah-termasuk-taman-safari/</link>
					<comments>https://jakpos.id/walhi-minta-pemkab-bogor-cabut-izin-33-objek-bermasalah-termasuk-taman-safari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2025 23:27:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bodetabek]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Safari]]></category>
		<category><![CDATA[WALHI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=89253</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aktivis lingkungan hidup mempertanyakan komitmen Pemkab Bogor dalam menjaga kelestarian lingkungan, yang selama ini menjadi sorotan</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/walhi-minta-pemkab-bogor-cabut-izin-33-objek-bermasalah-termasuk-taman-safari/">WALHI Minta Pemkab Bogor Cabut Izin 33 Objek Bermasalah, Termasuk Taman Safari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Aktivis lingkungan hidup mempertanyakan komitmen Pemkab Bogor dalam menjaga kelestarian lingkungan, yang selama ini menjadi sorotan</em></h3>
</blockquote>
<p><strong><a href="https://jakpos.id/">JAKPOS</a>, BOGOR</strong> &#8211; Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera mencabut izin dan membongkar objek-objek yang bermasalah, termasuk Taman Safari Indonesia.</p>
<p>Desakan ini muncul setelah Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan kajian dan evaluasi terhadap objek-objek yang diminta oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk dicabut izinnya.</p>
<p>Aktivis lingkungan hidup mempertanyakan komitmen Pemkab Bogor dalam menjaga kelestarian lingkungan, yang selama ini menjadi sorotan.</p>
<p>Ferry Widodo, Manager Pengakuan Wilayah Kelola Rakyat Eksekutif Nasional WALHI, menegaskan bahwa pernyataan Bupati tersebut justru memperlambat proses penyelamatan lingkungan di Kabupaten Bogor.</p>
<p>&#8220;Intinya jangan memperlambat proses, kalau memang sudah disegel dan akan dievaluasi, segerakan prosesnya dan harus terbuka agar masyarakat mengetahui sejauh mana evaluasi yang sedang dilakukan,&#8221; kata Ferry, Selasa (15/7/2025).</p>
<p>WALHI Nasional telah lama mengingatkan pemerintah untuk menghentikan alih fungsi lahan yang masif dan ilegal di kawasan ini. Hal ini berkontribusi besar terhadap kerusakan lingkungan, seperti banjir dan longsor yang sering terjadi akibat berkurangnya daya serap air tanah dan deforestasi.</p>
<p>&#8220;Kementerian Lingkungan Hidup sudah memberikan surat rekomendasi untuk mencabut izin 33 objek yang melanggar aturan lingkungan, bahkan sebagian sudah disegel. Namun, Pemkab Bogor masih dalam tahap kajian dan evaluasi, sehingga pembongkaran dan pencabutan izin belum sepenuhnya dilakukan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ferry menambahkan bahwa kajian dan evaluasi tidak boleh menjadi alasan untuk menunda tindakan nyata.</p>
<p>&#8220;Alih fungsi lahan di kawasan yang masuk zona lindung dan resapan air secara terus menerus justru memperparah kerusakan ekologis dan meningkatkan risiko bencana,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Oleh karena itu, diperlukan evaluasi menyeluruh, termasuk penegakan aturan perizinan, pembongkaran bangunan ilegal, serta pengawasan ketat agar tidak ada kesalahan administrasi yang berlarut-larut.</p>
<p>Pemerintah juga harus transparan dan akuntabel dalam proses ini agar tidak terkesan membiarkan perusakan lingkungan demi kepentingan ekonomi jangka pendek.</p>
<p>Sebelumnya, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan, &#8220;Kami masih melakukan evaluasi dan kajian beberapa objek yang diminta oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk dicabut izinnya, salah satunya Taman Safari Indonesia,&#8221; saat berbicara kepada wartawan, Sabtu (12/7) kemarin.</p>
<p>Menanggapi hal ini, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol, meminta Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bogor untuk memperhatikan persetujuan lingkungan di kawasan Puncak. Hanif juga meminta Bupati Bogor agar mencabut izin sembilan objek yang telah disegel pihaknya.</p>
<p>Dari 33 objek yang disegel karena melanggar aturan lingkungan, sudah ada empat yang memasuki masa pembongkaran. Pihaknya telah menyiapkan surat ulang satu minggu untuk dilakukan pembongkaran tersebut.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/walhi-minta-pemkab-bogor-cabut-izin-33-objek-bermasalah-termasuk-taman-safari/">WALHI Minta Pemkab Bogor Cabut Izin 33 Objek Bermasalah, Termasuk Taman Safari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/walhi-minta-pemkab-bogor-cabut-izin-33-objek-bermasalah-termasuk-taman-safari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/www.portalbanten.net/media/images/2025/07/11687683a08bce6.jpeg?location=1&#038;width&#038;height&#038;quality=90&#038;fit=1&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Menjaga Kelestarian Lingkungan: Tanggung Jawab Bersama Demi Masa Depan</title>
		<link>https://jakpos.id/menjaga-kelestarian-lingkungan-tanggung-jawab-bersama-demi-masa-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 09:01:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pemanasan Global]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Iklim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=88956</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika kerusakan lingkungan terus dibiarkan, dampaknya akan semakin nyata dirasakan, baik sekarang maupun di masa depan</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/menjaga-kelestarian-lingkungan-tanggung-jawab-bersama-demi-masa-depan/">Menjaga Kelestarian Lingkungan: Tanggung Jawab Bersama Demi Masa Depan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Jika kerusakan lingkungan terus dibiarkan, dampaknya akan semakin nyata dirasakan, baik sekarang maupun di masa depan</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Lingkungan merupakan anugerah Tuhan yang sangat berharga bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan. Segala aktivitas yang kita lakukan sehari-hari sangat bergantung pada keberadaan <a href="https://www.depokpos.com/2025/06/benturan-budaya-anak-desa-beradaptasi-di-lingkungan-baru/">lingkungan</a> yang bersih dan sehat.</p>
<p>Sayangnya, di era modern ini, banyak sekali permasalahan lingkungan yang muncul akibat ulah manusia, seperti pencemaran udara, <a href="https://www.depokpos.com/2025/01/polusi-terhadap-lingkungan/">polusi</a> air, penumpukan sampah plastik, penebangan hutan secara liar, dan <a href="https://www.depokpos.com/2025/01/peran-hutan-dalam-mengurangi-pemanasan-global/">pemanasan global</a>.</p>
<p>Jika kerusakan lingkungan terus dibiarkan, dampaknya akan semakin nyata dirasakan, baik sekarang maupun di masa depan. Perubahan iklim yang ekstrem, banjir, kekeringan, tanah longsor, dan kepunahan spesies tertentu hanyalah sebagian kecil dari akibat yang ditimbulkan.</p>
<p>Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita semua memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.</p>
<p>Ada banyak langkah sederhana yang bisa kita lakukan untuk ikut serta menjaga kelestarian lingkungan.</p>
<p><strong>Pertama,</strong> mulailah dengan kebiasaan kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan anorganik, serta mendaur ulang barang-barang yang masih bisa digunakan.</p>
<p><strong>Kedua,</strong> kurangi penggunaan plastik sekali pakai. Sebagai gantinya, gunakan tas belanja kain, botol minum yang dapat diisi ulang, dan peralatan makan yang tidak sekali buang.</p>
<p><strong>Ketiga,</strong> tanam dan rawat pohon di sekitar kita. Pohon bukan hanya memperindah lingkungan, tetapi juga membantu menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen yang kita butuhkan untuk bernapas. Selain itu, pohon juga berperan penting dalam mencegah banjir dan erosi tanah.</p>
<p>Generasi muda memegang peranan penting dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Dengan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran sejak dini, kita dapat menciptakan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan.</p>
<p><a href="https://www.depokpos.com/2025/04/rumah-akademisi-giatkan-edukasi-dan-kepedulian-sosial-selama-ramadhan-1446-h/">Edukasi</a> tentang lingkungan bisa dimulai dari sekolah, keluarga, dan komunitas. Gerakan menanam pohon, membersihkan sungai, atau kampanye hemat energi adalah contoh nyata aksi yang bisa dilakukan bersama.</p>
<p>Lingkungan yang sehat adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bumi dan seluruh makhluk hidup di dalamnya. Oleh karena itu, mari kita mulai dari diri sendiri, dari hal kecil, dan dari sekarang.</p>
<p>Satu langkah kecil kita hari ini akan membawa perubahan besar bagi kelestarian lingkungan di masa depan.</p>
<p><em><strong>Sarah Aulia Ulfa</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/menjaga-kelestarian-lingkungan-tanggung-jawab-bersama-demi-masa-depan/">Menjaga Kelestarian Lingkungan: Tanggung Jawab Bersama Demi Masa Depan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/www.texasheritagere.com/wp-content/uploads/2025/02/Lingkungan-Hidup.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>7 Penyebab Pencemaran Udara</title>
		<link>https://jakpos.id/7-penyebab-pencemaran-udara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Sep 2023 03:38:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pencemaran Udara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=57905</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pencemaran udara merupakan salah satu kerusakan lingkungan, yang berupa menurunnya kualitas udara akibat masuknya unsur-unsur berbahaya ke dalam udara atau atmosfer bumi.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/7-penyebab-pencemaran-udara/">7 Penyebab Pencemaran Udara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pencemaran udara merupakan salah satu kerusakan lingkungan, yang berupa menurunnya kualitas udara akibat masuknya unsur-unsur berbahaya ke dalam udara atau atmosfer bumi. Unsur-unsur berbahaya yang masuk ke dalam atmosfer antara lain karbon monokisda (CO), Nitrogen dioksida (No2), klorofluorokarbon (CFC), sulfur dioksida (So2), hidrokarbon (HC), Benda Partikulat, Timah (Tb) dan Carbon Diaoksida (CO2). Unsur-unsur tersebut bisa juga disebut dengan bahan pencemar udara atau polutan.</p>
<p>Masuknya polutan ke dalam atmosfer itu yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusia. Berikut adalah penyebab pencemaran udara :</p>
<p><strong>Pembakaran bahan bakar fosil</strong></p>
<p>Bahan bakar fosil yang mengeluarkan sulfur dioksida dan karbon monoksida ke udara dapat menyebabkan pencemaran udara. Salah satu penyumbang pencemaran udara terbesar adalah sulfur dioksida, yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi yang digunakan untuk menjalankan pembangkit listrik dan bahan bakar industri lainnya.</p>
<p><strong>Kendaraan bermotor</strong></p>
<p>Unsur-unsur berbahaya yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor seperti karbon monoksida, nitrogen oksida dan volatile, yang dapat menyebabkan pencemaran udara.</p>
<p><strong>Kegiatan pertanian</strong></p>
<p>Kegiatan pertanian yang tidak lepas dari penggunaan pestisida, insektisida dan pupuk kimia yang berlebihan. Secara tidak langsung ketiga unsur tersebut mengandung zat-zat kimia yang berbahaya seperti ammonia, ammonia adalah produk sampingan khas pertanian dan salah satu gas yang paling berbahaya di atmosfer. Pestisida, insektisida dan pupuk kimia yang semakin umum digunakan di kegiatan pertanian.</p>
<p>Selain itu, para petanipun membakar ladang dan tanaman tua untuk membuka lahan baru untuk tanaman yang baru. Membakar ladang untuk membuka lahan baru akan mencemari udara dengan melepaskan polutan beracun.</p>
<p><strong>Pabrik dan industri</strong></p>
<p>Pelepasan gas dan bahan kimia yang berbahaya ke udara diakibatkan meningkatnya aktivitas perindustrian. Asap yang keluar dari cerobong pabrik mengandung karbon monoksida, hidrokarbon, senyawa organik dan bahan kimia dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan menurunnya kualitas udara.</p>
<p><strong>Kegiatan penambangan</strong></p>
<p>Penambangan adalah ekstraksi mineral dari dalam tanah yang memerlukan peralatan berukuran besar. Proses pengambilan tersebut yang menghasilkan debu dan mengeluarkan bahan kimia berbahaya menyebabkan polusi udara yang serius.</p>
<p><strong>Sumber daya domestik</strong></p>
<p>Ternyata kegiatan rumah tangga termasuk salah satu penyebab polusi udara. Memasak dengan kayu bakar, membakar sampah, penggunaan AC berlebihan dan hair dryer serta mengecat rumah dapat menimbulkan polusi yang sangat mengganggu.</p>
<p>Sumber polusi lainnya adalah partikel tersuspensi, yang biasa disebut atau dikenal dengan SPM. SPM mengacu pada partikel di udara yang biasa disebabkan oleh debu, pembakaran dan faktor lainnya.</p>
<p><strong>Penebangan liar</strong></p>
<p>Penebangan liar yang semakin menjadi menyebabkan kerusakan hutan dan keterbukaan hutan. Limbah pertambangan berupa dedauan dan ranting kering menjadi benda yang mudah terbakar sehingga mencemari udara dengan asap. Selain itu, fungsi hutan sebagai paru-paru dunia tidak dapat berfungsi dengan baik.</p>
<p>Inilah 7 penyebab polusi udara. Untuk mengaja kelestarian lingkungan, mlailah menghentikan ataupun mengurangi kegiatan yang dapat mencemari udara. Karena apabila udara di sekitar kita sudah tercemar maka akan berpengaruh pula pada kesehatan kita. Semoga bermanfaat.</p>
<p><em>Juani Pransista</em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/7-penyebab-pencemaran-udara/">7 Penyebab Pencemaran Udara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2023/05/29/penyebab-polusi-udara-dan-cara-cara-pencegahannya_169.jpeg?w=1200&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Bawang Dayak, Tanaman Sejuta Manfaat</title>
		<link>https://jakpos.id/mengenal-bawang-dayak-tanaman-sejuta-manfaat/</link>
					<comments>https://jakpos.id/mengenal-bawang-dayak-tanaman-sejuta-manfaat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 May 2016 06:15:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang Dayak]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Herbal]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=5479</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Ada yang pernah mendengar atau mencicipi Bawang Dayak? Mencicipi Bawang Dayak, sama sekali&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mengenal-bawang-dayak-tanaman-sejuta-manfaat/">Mengenal Bawang Dayak, Tanaman Sejuta Manfaat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_5480" aria-describedby="caption-attachment-5480" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/IMG_4803-copy.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-post-5479 wp-image-5480" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/IMG_4803-copy.jpg" alt="Bawang Dayak." width="600" height="328" /></a><figcaption id="caption-attachment-5480" class="wp-caption-text">Bawang Dayak.</figcaption></figure>
<p>DEPOK &#8211; Ada yang pernah mendengar atau mencicipi Bawang Dayak? Mencicipi Bawang Dayak, sama sekali tak tercium atau terasa aroma khas bawang yang menyengat. Yang terasa justru mirip-mirip rasa kacang segar. Bisa dikunyah langsung atau bisa juga dibuat menjadi minuman hangat dan segar.</p>
<p>Disela acara Gebyar Kuliner Kota Depok, depokpos berkesempatan berbincang dengan salah seorang penjual Bawang Dayak. Bram (45) mengaku sudah bertahun-tahun menjual bawang dayak yang dia beli langsung dari petaninya.</p>
<p>Menurutnya, bawang dayak yang juga dikenal dengan sebutan bawang berlian, bawang sabrang, bawang tiwai, bawang mekah dan bawang hutan inimemang belum terlalu dikenal luas. Namun dikalangan penyuka obat-obatan herbal, bawang dayak ini sudah sangat dikenal karena khasiatnya yang sangat banyak. Bawang ini juga dikenal dengan tanaman sejuta manfaat.</p>
<p>&#8220;Orang memang kurang familiar dengan bawang dayak ini karena tanaman ini hanya ditemukan pada daerah tertentu saja. Bawang dayak telah lama dikenal di kalimantan sebagai tanaman obat,&#8221; ujar Bram.</p>
<p>Bram menambahkan, kandungan dan khasiat yang terdapat pada bawang dayak yang mampu mengobati berbagai macam penyakit sehingga oleh masyarakat kalimantan banyak digunakan sebagai tanaman obat.</p>
<p><strong>Mengenal Bawang Dayak</strong></p>
<p>Bawang dayak merupakan jenis tanaman yang berasal dari kelompok umbi-umbian. Secara fisik, bentuknya tidak jauh berbeda dengan bentuk bawang-bawangan pada umumnya. Perbedaan terletak pada warna umbinya yang lebih merah menyala dan memiliki permukaan buah yang sangat licin. Bagian umbi memiliki lapisan yang cukup tebal dan kerat. Tanaman ini mampu tumbuh kuat dengan tinggi antara 26 hingga 50 cm. Mudahnya tanaman ini untuk tumbuh menarik masyarakat untuk memanfaatkannya.</p>
<p>Ternyata kandungan yang terdapat pada tanaman bawang sabrang ini sangatlah banyak bahkan dapat menyembuhkan berbagai penyakit dari mulai flu hingga penyakit berat lain seperti kanker dan tumor. Apa sajakah khasiat yang terkandung dalam bawang dayak?</p>
<p>Inilah ulasan mengenai khasiat tanaman herbal ini.</p>
<p><strong>Khasiat Bawang Dayak</strong></p>
<p>Bawang dayak dipercaya memiliki khasiat untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Berasal dari kebiasaan warga Kalimantan yang menggunakan umbinya sebagai obat sakit perut, obat flu, hingga penyakit kuning membawa penelitian lebih lanjut mengenai kandungan yang terdapat pada bawang hutan ini. Kemampuan tersebut tentu disebabkan oleh suatu senyawa aktif pada bawang dayak yang dapat dikembangkan sebagai tanaman obat herbal.</p>
<p>Menurut penelitian dan analisis kandungan, bawang dayak ternyata memiliki kandungan zat anti bakteri dan antioksidan yang sangat tinggi sehingga dapat mengobati beragam penyakit baik ringan maupun penyakit yang berat. Kandungan anti bakterinya dapat mencegah berkembangnya bakteri, virus dan mikroba lainnya sehingga menghentikan penularan penyakit. Sedangkan antioksidannya yang sangat tinggi mampu menghadapi radikal bebas sehingga efektif sebagai pencegah kanker, pencegah radang, tumor dan pendarahan.</p>
<p>Senyawa yang terkandung dalam bawang tiwai ini antara lain yakni senyawa aktif berupa <strong>naphtoquinones</strong> beserta turunannya. Kandungan tersebut yang membuat bawang dayak merupakan antibakteri alami yang ampuh dan dapat dijadikan sebagai pengobatan modern. Kandungan naphtoquinones tersebut juga menjadi salah satu zat aktif yang mampu mencegah kanker dan tumor. Penelitian ini memberikan alternatif pengobatan herbal terbaru.</p>
<p>Berikut tulisan dari<strong> Institut Pertanian Bogor</strong> yang meneliiti kandungan manfaat dari bawang dayak ini:</p>
<p><iframe src="https://drive.google.com/file/d/0B1OkwDp_4WbVQ2dRWmM2OXlfZG8/preview" width="640" height="480"></iframe></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mengenal-bawang-dayak-tanaman-sejuta-manfaat/">Mengenal Bawang Dayak, Tanaman Sejuta Manfaat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/mengenal-bawang-dayak-tanaman-sejuta-manfaat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
