<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lombok Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/lombok/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/lombok/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jun 2025 01:05:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Lombok Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/lombok/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Realita Pernikahan Dini di Lombok: Antara Budaya dan Hak Anak</title>
		<link>https://jakpos.id/realita-pernikahan-dini-di-lombok-antara-budaya-dan-hak-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2025 01:05:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Lombok]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan Dini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=88720</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Di Indonesia, praktik pernikahan dini masih marak terjadi di daerah-daerah pelosok. Tidak sedikit&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/realita-pernikahan-dini-di-lombok-antara-budaya-dan-hak-anak/">Realita Pernikahan Dini di Lombok: Antara Budaya dan Hak Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Di Indonesia, praktik pernikahan dini masih marak terjadi di daerah-daerah pelosok. Tidak sedikit masyarakat yang menjadikannya sebagai tradisi yang sulit dihapuskan. Faktanya, pernikahan di usia anak memiliki banyak dampak serius, mulai dari gangguan kesehatan mental anak, ketidakstabilan ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, hingga tingginya angka kematian ibu dan bayi.</p>
<p>Seperti yang terjadi pada sepasang remaja asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB): inisial R (16 tahun) dan inisial Y (15 tahun) resmi menikah pada bulan Mei 2025 karena mengikuti adat istiadat yang disebut Merariq, yaitu tradisi perkawinan populer suku Sasak di Pulau Lombok. Kejadian ini menunjukkan bahwa hukum adat, khususnya dalam praktik pernikahan dini, bertentangan dengan hukum negara sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 yang berbunyi, “Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun.” Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap peraturan perundang-undangan di Indonesia masih lemah.</p>
<p>Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kasus pernikahan dini sebelum usia 18 tahun di Indonesia menunjukkan penurunan selama lima tahun terakhir:</p>
<figure id="attachment_88721" aria-describedby="caption-attachment-88721" style="width: 465px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-post-88720 wp-image-88721 size-full" src="https://res.cloudinary.com/dmshe0vyl/images/v1750899674/data/data.jpg" alt="Data bersumber dari PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak)" width="465" height="217" /><figcaption id="caption-attachment-88721" class="wp-caption-text">Data bersumber dari PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak)</figcaption></figure>
<p>Dari data tersebut terlihat bahwa pada tahun 2020–2024, kasus pernikahan dini mengalami penurunan yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mulai menyadari bahaya dari praktik pernikahan di usia dini.</p>
<p>Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, menyoroti aspek pernikahan dini di Indonesia. Ia menyatakan, “Pernikahan anak bukan hanya merampas hak pendidikan, tapi juga membuat anak menghadapi risiko kekerasan, kemiskinan, bahkan kematian saat melahirkan. Ini bukan sekadar masalah keluarga, tapi masalah negara.”</p>
<p>(Sumber: Konferensi Pers Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak, 2021).</p>
<p>Pernikahan dini bukanlah solusi, melainkan awal dari serangkaian persoalan yang merampas masa depan anak. Negara, masyarakat, dan keluarga harus berhenti menormalisasi praktik ini. Sudah waktunya kita berdiri bersama untuk melindungi hak tumbuh dan berkembang setiap anak Indonesia tanpa terkekang oleh budaya atau tekanan sosial yang membahayakan.</p>
<p><em><strong>Desy Fitriah</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/realita-pernikahan-dini-di-lombok-antara-budaya-dan-hak-anak/">Realita Pernikahan Dini di Lombok: Antara Budaya dan Hak Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/www.its.ac.id/news/wp-content/uploads/sites/2/2021/09/Ilustrasi-pernikahan-dini-e1627799213964.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Pantai Pink di NTT jadi Salah Satu Pantai Terbaik di Dunia</title>
		<link>https://jakpos.id/pantai-pink-di-ntt-jadi-salah-satu-pantai-terbaik-di-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2025 03:23:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Lombok]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Pink]]></category>
		<category><![CDATA[Pink Beach]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87168</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lonely Planet menyebut Pantai Pink sebagai pantai terbaik untuk menikmati pasir merah muda yang fotogenik</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pantai-pink-di-ntt-jadi-salah-satu-pantai-terbaik-di-dunia/">Pantai Pink di NTT jadi Salah Satu Pantai Terbaik di Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Lonely Planet menyebut Pantai Pink sebagai pantai terbaik untuk menikmati pasir merah muda yang fotogenik</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Pantai Pink atau Pink Beach di Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk dalam jajaran 20 pantai terbaik di dunia menurut media perjalanan Lonely Planet.</p>
<p>Lonely Planet merupakan buku panduan perjalanan dan penerbit media digital terbesar di dunia. Para penulis di Lonely Planet menjelajahi dunia untuk mencari garis pantai yang indah, merasakan diterjang ombak, hingga ke kantong-kantong surga terpencil yang sulit dijangkau.</p>
<p>Salah satunya yang dijelajahi adalah Pantai Pink di Taman Nasional Komodo, NTT. Lonely Planet menyebut Pantai Pink sebagai pantai terbaik untuk menikmati pasir merah muda yang fotogenik.</p>
<p>Dalam ulasannya, mereka mengatakan bahwa hanya segelintir pantai di dunia yang memiliki pasir berwarna merah muda seperti permen kapas di Pantai Pink, yang terletak di dalam Taman Nasional Komodo.</p>
<p>&#8220;Warna pasir yang khas berasal dari karang organ pipe berwarna merah tua yang telah terurai di lepas pantai selama berabad-abad dan bercampur dengan butiran pasir putih halus untuk menghasilkan garis pantai yang lembut dan berwarna merah muda,&#8221; bunyi ulasan Lonely Planet.</p>
<p>&#8220;Dengan banyaknya karang, pantai ini menjadi tempat snorkeling yang populer, sambil melihat gerombolan ikan tropis juga menyukai terumbu karang. Pondok pantai sederhana menghiasi garis pantai, menawarkan minuman dan makanan sederhana serta satu-satunya tempat berteduh di pasir yang bermandikan sinar matahari ini,&#8221; lanjut ulasan itu.</p>
<p><img decoding="async" class="size-full aligncenter" src="https://kalokatour.com/wp-content/uploads/2023/08/Lombok_GiliPasir_Product-600x357.jpeg" /></p>
<p>&#8220;Pantai Pink adalah tempat yang populer; datanglah lebih awal atau sebelum matahari terbenam untuk pengalaman yang lebih tenang,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Selain itu, menurut informasi yang dirangkum dari berbagai sumber, warna pasir merah muda di Pink Beach berasal dari mikroorganisme kecil bernama Foraminifera, yang menghasilkan pigmen merah di terumbu karang. Bukan tanpa alasan orang-orang setempat menyebutnya sebagai Pantai Merah.</p>
<p>Lokasi Pantai Pink berada di barat laut Pulau Padar, sekitar 40 km dari Labuan Bajo. Untuk mengunjunginya, bisa lewat jalur darat, laut, dan udara.</p>
<p><img decoding="async" class="size-full aligncenter" src="https://kalokatour.com/wp-content/uploads/2023/08/Lombok_GiliPetelu_Product-600x357.jpg" /></p>
<p>Perjalanan lewat udara menggunakan pesawat menuju Bandara Komodo di Labuan Bajo, yang kemudian dilanjutkan naik kapal wisata menuju Taman Nasional Komodo.</p>
<p>Untuk perjalanan laut, wisatawan bisa naik kapal PELNI yang singgah di Labuan Bajo, dengan keberangkatan kapal dimulai dari Surabaya, dan kota-kota lain yang melayani rute pelayaran ke Labuan Bajo.</p>
<p>Sementara untuk perjalanan darat, wisatawan bisa naik bus dari Denpasar Bali menuju Labuan Bajo, yang melalui beberapa pulau seperti Lombok dan Sumbawa.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pantai-pink-di-ntt-jadi-salah-satu-pantai-terbaik-di-dunia/">Pantai Pink di NTT jadi Salah Satu Pantai Terbaik di Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/kalokatour.com/wp-content/uploads/2023/08/Lombok_PinkBeach2_Product.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
