<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Longsor Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/longsor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/longsor/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 May 2025 09:28:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Longsor Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/longsor/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Usai Longsor dan Banyak Korban, Dedi Mulyadi Cabut Izin Tambang di Cirebon</title>
		<link>https://jakpos.id/usai-longsor-dan-banyak-korban-dedi-mulyadi-cabut-izin-tambang-di-cirebon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 09:28:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87354</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pencabutan izin dilakukan sebagai sanksi administratif karena pengelola tambang dinilai tidak memiliki standar keamanan kerja yang memadai</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/usai-longsor-dan-banyak-korban-dedi-mulyadi-cabut-izin-tambang-di-cirebon/">Usai Longsor dan Banyak Korban, Dedi Mulyadi Cabut Izin Tambang di Cirebon</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Pencabutan izin dilakukan sebagai sanksi administratif karena pengelola tambang dinilai tidak memiliki standar keamanan kerja yang memadai</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya resmi mencabut izin operasional tambang galin C di kawasan Gunung Kuda Cirebon, Jabar, menyusul insiden longsor yang terjadi pada Jumat, (30/5).</p>
<p>Dedi mengatakan tambang yang dikelola Koperasi Pondok Pesantren Al-Azhariyah itu, sudah beberapa kali mendapat peringatan dari Pemprov Jabar terkait risiko keselamatan kerja.</p>
<p>“Dinas ESDM Jabar sudah beberapa kali memberikan surat peringatan tentang bahaya pengelolaan tambang ini,” katanya di Cirebon, Sabtu.</p>
<p>Ia menegaskan pencabutan izin dilakukan, sebagai sanksi administratif karena pengelola tambang dinilai tidak memiliki standar keamanan kerja yang memadai.</p>
<p>Selain tambang Al-Azhariyah, kata dia, Pemprov Jabar juga menghentikan operasional dua tambang lain di sekitar lokasi yang dikelola yayasan.</p>
<p>“Tiga-tiganya sudah kami tutup tadi malam,” ujar Dedi.</p>
<p>Dedi mengatakan kalau izin tambang di kawasan Gunung Kuda, diterbitkan pada 2020 dan akan habis pada Oktober 2025.</p>
<p>Namun, karena izin diterbitkan sebelum ia menjabat gubernur, maka pihaknya tidak bisa membatalkan izin secara langsung.</p>
<p>Ia menyebutkan Pemprov Jabar juga sedang menjalankan moratorium perizinan tambang, sebagai langkah evaluasi terhadap seluruh aktivitas pertambangan di wilayahnya.</p>
<p>Dedi menuturkan, penertiban tambang ilegal pun sudah dilakukan di berbagai daerah di Jabar seperti Karawang, Subang, dan tambang emas milik pengusaha asing asal Korea Selatan.</p>
<p>“Seminggu lalu, kami juga menutup tambang di Tasikmalaya, dan sekarang sedang memproses kasus pidana tambang ilegal di sana,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, langkah tegas ini diambil demi mencegah kerusakan lingkungan sekaligus melindungi keselamatan pekerja tambang.</p>
<p>Ia memastikan, Pemprov Jabar akan terus konsisten menindak tambang yang berpotensi merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan masyarakat.</p>
<p>“Kapolda juga relatif tegas (soal proses hukum), jadi sudah banyak langkah yang kita lakukan bersama-sama,” ucap dia.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/usai-longsor-dan-banyak-korban-dedi-mulyadi-cabut-izin-tambang-di-cirebon/">Usai Longsor dan Banyak Korban, Dedi Mulyadi Cabut Izin Tambang di Cirebon</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/cdn.bitvonline.com/uploads/images/2025/05/_5_13-Pekerja--T3w4s-Akibat-Salah-Metode-Penambangan-Penyebab-Longsor-Tambang-Gunung-Kuda-Cirebon.png?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Polda Jabar Kerahkan Anjing Pelacak Cari Korban Longsor Tambang Cirebon yang Masih Tertimbun</title>
		<link>https://jakpos.id/polda-jabar-kerahkan-anjing-pelacak-cari-korban-longsor-tambang-cirebon-yang-masih-tertimbun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 06:04:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87344</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Polda Jabar mengerahkan anjing pelacak dari unit K9 demi mempermudah pencarian terhadap korban&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/polda-jabar-kerahkan-anjing-pelacak-cari-korban-longsor-tambang-cirebon-yang-masih-tertimbun/">Polda Jabar Kerahkan Anjing Pelacak Cari Korban Longsor Tambang Cirebon yang Masih Tertimbun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Polda Jabar mengerahkan anjing pelacak dari unit K9 demi mempermudah pencarian terhadap korban yang masih tertimbun material longsoran galian C Gunung Kuda, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu (31/5).</p>
<p>Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengungkapkan tiga ekor anjing pelacak dari unit K9 diturunkan, dibantu tiga pembimbing dan dua instruktur yang saat ini mengawasi untuk menemukan 11 orang yang masih tertimbun.</p>
<p>Penambahan jumlah korban tertimbun, terungkap usai pihak BPBD mendapat laporan dari warga yang kehilangan keluarganya di galian C Gunung Kuda, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.</p>
<p>&#8220;Sejak pagi, Unit K9 mulai melakukan penyisiran di area-area yang telah dipetakan sebagai zona rawan,&#8221; ungkap Hendra Rochmawan, Sabtu (31/5).</p>
<p>&#8220;Lokasi saat ini sedang di evakuasi dengan satu alat excavator. Aksi k9 ini adalah atensi dari Bapak Kapolda Jabar dari tadi malam beliau sudah ada di lokasi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dengan kondisi reruntuhan ini kita tidak bisa menebak, maka dengan bantuan K9 ini kita bisa mencari jenazah pekerja dengan jarak penciuman 10 meter kurang lebih,&#8221; ia menjelaskan.</p>
<p>Pengerahan K9 dilakukan setelah Sekda Jabar Herman Suryatman mengungkapkan 14 orang meninggal dunia dan sudah dapat di evakuasi dalam insiden longsor di galian C yang ada di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jumat (30/5).</p>
<p>&#8220;Meninggal dunia 14 dan empat orang menjalani rawat jalan,&#8221; kata Herman, kepada wartawan.</p>
<p>Herman mengatakan petugas gabungan dari beberapa instansi bakalan kembali melakukan pencarian terhadap korban lainnya yang masih tertimbun pada Sabtu (31/5).</p>
<p>Namun pencarian akan dilakukan setelah lokasi kejadian dianggap aman untuk dilakukan evakuasi kembali.</p>
<p>&#8220;Informasi awal itu kan ada delapan gitu ya, tetapi ada yang lapor lagi ke BPBD itu, keluarganya itu katanya ada tiga lagi. Jadi 11 orang, ini menjadi fokus utama kami untuk pencarian,&#8221; ujar Hendra saat dikonfirmasi, Sabtu (31/5).</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/polda-jabar-kerahkan-anjing-pelacak-cari-korban-longsor-tambang-cirebon-yang-masih-tertimbun/">Polda Jabar Kerahkan Anjing Pelacak Cari Korban Longsor Tambang Cirebon yang Masih Tertimbun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/cdn01.metrotvnews.com/dynamic/content/2025/05/30/kpLCaOyG/a_68396d232e449.jpeg?w=720&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Ini Kesaksian Pekerja di Longsor Tambang Cirebon</title>
		<link>https://jakpos.id/ini-kesaksian-pekerja-di-longsor-tambang-cirebon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 04:42:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87332</guid>

					<description><![CDATA[<p>Para pekerja mengetahui tanda-tanda jika akan terjadi longsor</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ini-kesaksian-pekerja-di-longsor-tambang-cirebon/">Ini Kesaksian Pekerja di Longsor Tambang Cirebon</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Para pekerja mengetahui tanda-tanda jika akan terjadi longsor</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Longsor areal tambang di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon bukan longsoran baru. Kesaksian dari salah satu pekerja tambang mengatakan longsor hari ini sisa material dari longsor sebelumnya.</p>
<p>Salah satu pekerja Uci Sanusi mengatakan, areal tersebut sempat mengalami longsor beberapa waktu lalu. Namun materialnya masih banyak tertahan dan belum jatuh sepenuhnya ke bawah. Diduga karena pengerukan terus menerus yang dilakukan oleh para penambang, membuat sisa longsoran tersebut jatuh dan menimpa para pekerja.</p>
<p>“Itu sebelumnya udah longsor, tapi karena terus dikeruk, jadi longsorannya jatuh,” ujar Uci di Cirebon, Jumat, 30 mei 2029.</p>
<p>Menurut pengalaman Uci, selama bekerja di pertambangan Gunung Kuda, ketika longsor akan terjadi dari atas gunung, para pekerja masih memungkinkan bisa menyelamatkan diri.</p>
<h3>Para pekerja mengetahui tanda-tanda jika akan terjadi longsor</h3>
<p>Kata Uci, sebelum longsor terjadi ditandai seperti batu-batu kecil yang berjatuhan. Jika melihat tanda tersebut, para pekerja akan secepat mungkin menyelamatkan diri.</p>
<p>“Kalau longsor dari atas, pasti ada ciri-cirinya dan para pekerja bisa menyelamatkan diiri,” ujar Uci.</p>
<p>Sebelumnya, Gunung Kuda di Desa Cipanas Dukupuntang Cirebon, mengalami longsor dan menimpa sejumlah pelerja serta kendaraan yang ada dilokasi. Enam korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan belasan lainnya masih dalam pencarian petugas gabungan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ini-kesaksian-pekerja-di-longsor-tambang-cirebon/">Ini Kesaksian Pekerja di Longsor Tambang Cirebon</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2025/05/30/penampakan-tambang-batu-yang-dedi-mulyadi-minta-tutup-selamanya-1748606955649_169.jpeg?w=600&#038;q=90&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Fakta-fakta Longsor Tambang di Cirebon yang Tewaskan 13 Orang</title>
		<link>https://jakpos.id/fakta-fakta-longsor-tambang-di-cirebon-yang-tewaskan-13-orang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 04:38:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87329</guid>

					<description><![CDATA[<p>Petaka terjadi di kawasan tambang batu galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/fakta-fakta-longsor-tambang-di-cirebon-yang-tewaskan-13-orang/">Fakta-fakta Longsor Tambang di Cirebon yang Tewaskan 13 Orang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Petaka terjadi di kawasan tambang batu galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon pada Jumat (30/5). Bencana longsor menewaskan belasan orang di sana.</p>
<p>Sejauh ini, dilaporkan sudah tiga kali longsor susulan terjadi. Hal ini menghambat proses evakuasi yang dilakukan.</p>
<p>Berikut hal yang sejauh ini diketahui terkait bencana tersebut:</p>
<h3>13 Orang Tewas</h3>
<p>Setelah longsor terjadi, evakuasi dilakukan. Sebab, dilaporkan ada puluhan pekerja yang terdampak longsoran itu. Longsor juga menyebabkan tujuh unit mobil dump truk dan tiga unit ekskavator terkubur oleh material longsoran.</p>
<p>Hingga Jumat malam, saat proses evakuasi dihentikan pukul 18.00 WIB, 13 orang ditemukan dalam kondisi tewas.</p>
<p>&#8220;Insyaallah, besok pagi evakuasi akan dilanjutkan,&#8221; kata Kapolsek Arjawinangun, Kompol Sumairi, kemarin.</p>
<p>Seluruh jenazah dibawa ke Rumah Sakit Arjawinangun dan berhasil diidentifikasi.<br />
9 Orang Dievakuasi dalam Kondisi Selamat</p>
<p>Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan sebanyak sembilan korban yang sempat tertimbun longsoran berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. mereka dirawat di Rumah Sakit Sumber Hurip.</p>
<h3>Sembilan korban selamat:</h3>
<p>Rion Firmansyah-Warga Gunung Santri, Kepuh, Palimanan;<br />
Rio-Warga Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang;<br />
Rino-Warga Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang;<br />
Siswanto-Warga Leuwimunding, Majalengka;<br />
Suwadi-Warga Girinata, Kecamatan Dukupuntang;<br />
Ervan Hardiansyah-Warga Blok Silih Asih, Kecamatan pabedilan;<br />
Aji-Warga Desa Beberan, Kecamatan Palimanan;<br />
Safitri-Warga Kertajati, Majalengka;<br />
Abdul Rohim-Warga Kertajati, Majalengka.</p>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; “Pendataan dan proses evakuasi masih terus berlangsung, pihak kepolisian bersama unsur TNI, BPBD, dan Relawan tengah melakukan pencarian lanjutan di lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal,” tutur Hendra dalam keterangannya, Jumat (30/5).</p>
<h3>Salah Metode Pertambangan</h3>
<p>Kepala Dinas ESDM Jawa Barat Bambang Tirto Yuliono mengatakan, penyebab longsor berasal dari kesalahan dalam metode penambangan. Seharusnya metode penambangan dilakukan dari atas, dan membentuknya seperti terasering.</p>
<p>“Ini ada sebuah kesalahan dalam metode penambangannya. Seharusnya dengan jenis batuan seperti ini dilakukan dari atas. Lakukan ke arah terasering. Bukan dari bawah. Ini sudah diperingatkan oleh inspektur tambang,” tutur Bambang kemarin.</p>
<p>ESDM Jabar juga sudah melakukan peringatan secara berulang kali kepada para penambang, tetapi diabaikan. Bambang mengatakan, garis polisi juga telah dipasang untuk mencegah kegiatan penambangan sebelum longsor terjadi.</p>
<p>“Poinnya adalah memperingati berkali-kali dan kemudian sudah bahkan diperingatkan agak keras. Bahkan Ibu Kapolres sudah melakukan police line sebelum kejadian longsor ini,” ujarnya.</p>
<h3>Kesaksian Pekerja</h3>
<p>Salah seorang pekerja, Saripudin (57), menceritakan mengenai aktivitas dan kondisi di area galian tersebut. Ia mengaku telah bekerja di lokasi sejak 2006.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah penghasilan di sini cukup, bahkan lebih untuk kebutuhan keluarga,&#8221; kata Saripudin kepada wartawan.</p>
<p>Saripudin yang berprofesi sebagai sopir menuturkan, kegiatan utama di area tersebut adalah pengambilan material untuk urugan dan semen.</p>
<p>&#8220;Saya hanya menunggu muatan Beko, lalu mengangkutnya ke truk,&#8221; katanya.</p>
<p>Waktu kerja di lokasi galian, biasanya berlangsung dari pukul 07.00 pagi hingga 17.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Dulu pernah sampai malam, tapi sekarang tidak lagi. Kalau sudah jam 6 sore, itu istilahnya ‘gantungan’ untuk besok pagi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Saripudin menyebut, pengambilan material selalu dilakukan dengan Beko, tanpa menggunakan bahan peledak. &#8220;Alhamdulillah tidak ada yang pakai bahan peledak,&#8221; tegasnya.</p>
<h3>Tambang Akan Ditutup Permanen</h3>
<p>Bambang Tirto Yuliono mengatakan pihaknya akan menutup permanen tambang tersebut.</p>
<p>“Sore hari ini saya tutup sementara dan nanti mungkin malam oleh Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) akan ditutup permanen. Kira-kira begitu ya,” kata Bambang, kepala Dinas ESDM Jabar.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/fakta-fakta-longsor-tambang-di-cirebon-yang-tewaskan-13-orang/">Fakta-fakta Longsor Tambang di Cirebon yang Tewaskan 13 Orang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/cdn01.metrotvnews.com/dynamic/content/2025/05/30/kpLCaOyG/a_68396d232e449.jpeg?w=720&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Longsor Tambang di Cirebon, Pemprov Jabar Tetapkan Status Tanggap Darurat</title>
		<link>https://jakpos.id/longsor-tambang-di-cirebon-pemprov-jabar-tetapkan-status-tanggap-darurat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 04:33:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87326</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari untuk mempercepat&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/longsor-tambang-di-cirebon-pemprov-jabar-tetapkan-status-tanggap-darurat/">Longsor Tambang di Cirebon, Pemprov Jabar Tetapkan Status Tanggap Darurat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari untuk mempercepat penanganan pasca bencana longsor di tambang batu galian C, Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, pada Jumat (30/5).</p>
<p>Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan penanganan korban, evakuasi, serta pemulihan aspek ekonomi dan sosial warga terdampak.</p>
<p>&#8220;Status tanggap darurat mulai hari ini diproses oleh Bupati Cirebon selama tujuh hari untuk memastikan penanganan secara menyeluruh,&#8221; ujar Herman saat meninjau lokasi bencana pada Jumat (30/5) malam.</p>
<p>Selain menetapkan status darurat, Pemprov Jabar juga menghentikan sementara operasional empat yayasan yang terlibat dalam pengelolaan tambang di Gunung Kuda.</p>
<p>Tiga yayasan itu bergerak di bidang eksploitasi tambang, sedangkan satu yayasan lainnya melakukan eksplorasi.</p>
<p>Herman menegaskan bahwa penghentian sementara ini dilakukan demi keselamatan masyarakat, sesuai prinsip &#8220;salus populis suprema lex esto” (keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi).</p>
<p>Meski begitu, proses hukum juga tengah disusun berdasar standar operasional prosedur sebelum keputusan final dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat.</p>
<h3>Korban Didominasi Pekerja Tambang</h3>
<p>Tim SAR yang mengevakuasi korban di lokasi menyebut ada 14 orang tewas, dan 6 orang luka-luka pada peristiwa ini. Sementara itu, mereka masih mencari 8 orang yang dikabarkan tertimbun.</p>
<p>Sebagian besar korban merupakan pekerja tambang yang sedang bertugas saat longsor terjadi.</p>
<p>Kepala Dinas ESDM Jawa Barat Bambang Tirto Yuliono mengatakan, penyebab longsor berasal dari kesalahan dalam metode penambangan. Seharusnya metode penambangan dilakukan dari atas, dan membentuknya seperti terasering.</p>
<p>“Ini ada sebuah kesalahan dalam metode penambangannya. Seharusnya dengan jenis batuan seperti ini dilakukan dari atas. Lakukan ke arah terasering. Bukan dari bawah. Ini sudah diperingatkan oleh inspektur tambang,” tutur Bambang kemarin.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/longsor-tambang-di-cirebon-pemprov-jabar-tetapkan-status-tanggap-darurat/">Longsor Tambang di Cirebon, Pemprov Jabar Tetapkan Status Tanggap Darurat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/cdn.bitvonline.com/uploads/images/2025/05/_8858_Terkini--Longsor-Tambang-Gunung-Kuda-Cirebon-Telan-9-Korban-Jiwa--Belasan-Masih-Tertimbun.png?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
