<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Masjid Cordoba Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/masjid-cordoba/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/masjid-cordoba/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Dec 2024 03:38:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Masjid Cordoba Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/masjid-cordoba/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Masjid Cordoba: Simbol Kejayaan Peradaban Islam di Andalusia</title>
		<link>https://jakpos.id/masjid-cordoba-simbol-kejayaan-peradaban-islam-di-andalusia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Dec 2024 03:38:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Cordoba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=79619</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Masjid Cordoba, atau yang dikenal juga dengan nama Mezquita-Catedral de Córdoba, merupakan salah&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/masjid-cordoba-simbol-kejayaan-peradaban-islam-di-andalusia/">Masjid Cordoba: Simbol Kejayaan Peradaban Islam di Andalusia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Masjid Cordoba, atau yang dikenal juga dengan nama Mezquita-Catedral de Córdoba, merupakan salah satu peninggalan arsitektur paling megah dalam sejarah Islam. Terletak di kota Córdoba, Spanyol, masjid ini menjadi simbol kejayaan peradaban Islam di Andalusia (Spanyol) selama lebih dari 700 tahun.</p>
<h3>Sejarah Pembangunan</h3>
<p><strong>1. Periode Pertama (711–755 M)</strong></p>
<p>Penaklukan Al-Andalus: Pada 711 M, Tariq bin Ziyad memimpin pasukan Muslim menaklukkan Semenanjung Iberia. Cordoba ditaklukkan dan menjadi salah satu pusat utama di wilayah Al-Andalus.Penggunaan Bersama: Sebuah gereja Visigoth bernama San Vicente digunakan bersama oleh Muslim dan Kristen sebagai tempat ibadah. Pada 755 M, Abdurrahman I dari Dinasti Umayyah tiba di Al-Andalus, melarikan diri dari Abbasiyah, dan memulai kekuasaan independen di Cordoba.</p>
<p><strong>2. Periode Kedua (756–788 M)</strong></p>
<p>Pembangunan Awal Masjid (784 M): Abdurrahman I membeli lahan bekas gereja San Vicente dan mulai membangun Masjid Agung Cordoba dan sekolah-sekolah di kota-kota besar di Spanyol. Desainnya mengikuti gaya arsitektur Umayyah, dengan pengaruh arsitektur Romawi dan Visigoth. Bagian awal masjid meliputi ruang salat dengan kolom-kolom dan lengkungan yang khas. Fungsi utama: sebagai pusat ibadah dan simbol kekuasaan Umayyah di Al-Andalus.</p>
<p><strong>3. Periode Ketiga (788–912 M)</strong></p>
<p>Peningkatan oleh Abdurrahman II (822–852 M): Masjid diperluas karena jumlah penduduk Muslim yang meningkat.Ditambahkan 8 baris kolom di sisi selatan, memperluas ruang salat. Kemajuan Cordoba sebagai Pusat Islam: Cordoba berkembang menjadi pusat ilmu pengetahuan, budaya, dan perdagangan di dunia Islam.</p>
<p><strong>4. Periode Keempat (912–961 M)</strong></p>
<p>Keemasan di Bawah Abdurrahman III dan Al-Hakam II: Abdurrahman III mendeklarasikan dirinya sebagai Khalifah pada 929 M, menjadikan Cordoba sebagai ibu kota Kekhalifahan Umayyah di Barat. Al-Hakam II (961 M) memperbesar masjid secara signifikan, menambahkan mihrab yang megah dan kubah dengan dekorasi mosaik Bizantium. Mendirikan Universitas Cordoba dan pusat pengembangan bahasa (Perpustakaan). Perpustakaannya memiliki ratusan ribu buku. Pada masa ini, masyarakat dapat menikmati kesejahteraan dan kemakmuran yang tinggi. Abdurrahman III adalah seorang raja yang teramat sangat lama memerintah 50 tahun lamanya. Ruang salat diperluas, menampilkan arsitektur yang lebih mewah, dengan pola geometris dan kaligrafi yang indah.</p>
<p><strong>5. Periode Kelima (961–1236 M)</strong></p>
<p>Perluasan oleh Al-Mansur (987 M): Al-Mansur Ibn Abi Aamir, seorang wazir, memperluas masjid hingga dua kali lipat ke arah timur.Masjid menjadi salah satu bangunan terbesar di dunia Islam saat itu, menyaingi Masjidil Haram di Makkah.Ditambahkan halaman (patio) besar yang disebut Patio de los Naranjos. Kemunduran Kekhalifahan: Pada awal abad ke-11, Kekhalifahan Córdoba runtuh akibat konflik internal, dan wilayah Al-Andalus terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil (Taifa). Meskipun masih terpecah dalam beberapa negara, tetapi terdapat satu kekuatan yang dominan, yaitu kekuasaan dinasti Murabithun (1086-1143 M) dan dinasti Muwahhidun (1146-1235 M).</p>
<p>a. Dinasti Murabitun Dinasti Murabitun pada mulanya adalah sebuah gerakan agama yang kuat dan besar yang didirikan oleh Yusuf bin Tasyfim di Marocco, Afrika Utara. Pada tahun 1062 M ia berhasil mendirikan kerajaan yang berpusat di marakesy. Dan akhirnya, Islam dapat memasuki Spanyol dan dapat menguasainya. Dalam perkembangannya selanjutnya, pada dinasti ini dipimpin oleh penguasa-penguasa yang lemah sehingga mengakibatkan wilayah Saragossa dapat dikuasai oleh kaum Kristen pada tahun 1118 M. Pada tahun 1143 M, kekuasaan dinasti ini digantikan oleh dinasti Muwahhidun.</p>
<p>b. Dinasti Muwahhidun Dinasti ini berpusat di Afrika Utara yang didirikan oleh Muhammad ibn Tumart. Pada masa ini telah berdiri dua kerajaan kecil-kecil yang kuat yaitu di Negeri Balansia (Valencia) dan Marsiah (Marcia). Dinasti ini datang ke Spanyol dibawah pimpinan Abd-Al-Mun’im. Dinasti ini mengalami banyak kemajuan dimana kota-kota muslim penting yakni Cordova, Almeria, dan Granada jatuh dibawah kekuasaannya. Akan tetapi dinasti Muwahhidun mengalami kemunduran dimana pada tahun 1212 M, tentara Kristen berhasil memperoleh kemenangan di Las Navas de Tolesa. Dalam kondisi demikian umat muslim tidak mampu bertahan dari serangan-serangan kristen yang besar. Tahun 1238 M Cordova jatuh ke tangan penguasa Kristen dan Seville jatuh pada tahun 1248 M. Hampir seluruh wilayah Spanyol Islam lepas dari tangan penguasa Islam.</p>
<p><strong>6. Periode Keenam (1236–1492 M)</strong></p>
<p>Penaklukan Kristen dan Konversi Masjid (1236 M): Pada tahun 1236, setelah berabad-abad berada di bawah kekuasaan Muslim, Cordoba direbut kembali oleh pasukan Kristen Kastila dalam periode Reconquista di bawah kepemimpinan Ferdinand III. Masjid Agung Cordoba, yang telah menjadi pusat keagamaan dan kebudayaan Islam selama berabad-abad, diubah menjadi Gereja Katedral Meskipun direbut kembali, struktur masjid tidak dihancurkan sepenuhnya. Sebaliknya, bangunan tersebut diubah menjadi Gereja Katedral, dengan menambahkan elemen-elemen arsitektur Kristen di atas struktur asli masjid. Ini menciptakan bangunan hibrida yang mencerminkan perjalanan sejarah yang kompleks, di mana pengaruh Islam dan Kristen bercampur. Masjid Cordoba, yang kini dikenal sebagai Gereja Katedral Cordoba, tetap menjadi monumen penting yang mencerminkan perpaduan budaya dan agama yang kompleks dalam sejarah Spanyol.</p>
<h3>Keunikan Arsitektur</h3>
<p>Masjid Cordoba dikenal dengan keindahan dan keunikan arsitekturnya yang menggabungkan gaya Islam, Romawi, dan Visigoth. Beberapa elemen utama yang mencolok adalah:</p>
<p><strong>1. Hutan Kolom dan Lengkungan</strong></p>
<p>Masjid ini memiliki lebih dari 850 kolom marmer yang menopang lengkungan ganda. Lengkungan tersebut menggunakan kombinasi warna merah dan putih, memberikan tampilan yang mencolok dan ikonik.</p>
<p><strong>2. Mihrab yang Megah</strong></p>
<p>Mihrab Masjid Cordoba dihiasi dengan mosaik emas dan ornamen kaligrafi yang indah. Ruangan ini mencerminkan kecanggihan seni dan teknologi pada masa itu.</p>
<p><strong>3. Menara dan Halaman</strong></p>
<p>Awalnya, masjid memiliki menara tinggi yang berfungsi sebagai tempat muazin mengumandangkan azan. Menara ini kini telah diubah menjadi bagian dari katedral. Selain itu, halaman masjid, yang dikenal sebagai Patio de los Naranjos, ditanami pohon jeruk yang memberikan kesan tenang dan damai.</p>
<h3>Transformasi Menjadi Katedral</h3>
<p>Pada tahun 1236, setelah Córdoba direbut oleh Raja Ferdinand III dari Kastilia, Masjid Cordoba diubah menjadi katedral. Meskipun banyak bagian masjid yang tetap dipertahankan, sejumlah modifikasi dilakukan, termasuk penambahan altar dan kapel.</p>
<p>Transformasi ini menciptakan perpaduan unik antara budaya Islam dan Kristen dalam satu bangunan. Namun, perubahan ini juga memicu perdebatan panjang tentang pelestarian warisan budaya Islam.</p>
<h3>Warisan dan Pengakuan Dunia</h3>
<p>Masjid Cordoba kini diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO (1984) dan menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Spanyol. Setiap tahun, jutaan wisatawan dari berbagai belahan dunia mengunjungi masjid ini untuk mengagumi keindahan arsitektur dan memahami sejarah panjangnya.</p>
<p><em>Disusun oleh : Putra, Faiz, Bela, Diva, Nazwa, Zahrani</em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/masjid-cordoba-simbol-kejayaan-peradaban-islam-di-andalusia/">Masjid Cordoba: Simbol Kejayaan Peradaban Islam di Andalusia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/assets-a1.kompasiana.com/items/album/2019/08/14/nationalreview-dot-com-5d536760097f363aa758be62.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
