<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>orang tua Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/orang-tua/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/orang-tua/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 Dec 2023 08:01:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>orang tua Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/orang-tua/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Peran Orang Tua Dalam Membangun Komunikasi Efektif pada Anak dalam Keluarga</title>
		<link>https://jakpos.id/peran-orang-tua-dalam-membangun-komunikasi-efektif-pada-anak-dalam-keluarga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Dec 2023 08:01:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi Efektif]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=62188</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Komunikasi merupakan salah satu fungsi manusia dalam kehidupan disamping fungsi yang lain. Melalui’komunikasi&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/peran-orang-tua-dalam-membangun-komunikasi-efektif-pada-anak-dalam-keluarga/">Peran Orang Tua Dalam Membangun Komunikasi Efektif pada Anak dalam Keluarga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Komunikasi merupakan salah satu fungsi manusia dalam kehidupan disamping fungsi yang lain. Melalui’komunikasi seseorang dapat menyampaikan apa yang ada dalam pikiran atau perasaan kepada orang lain. Komunikasi juga adalah cara membangun ikatan atau ‘hubungan yang kuat dengan orang lain, termasuk antara orang tua dan anaknya. Komunikasi’ yang harmonis dalam keluarga adalah bagian dari proses pendidikan, penanaman nilai-nilai ajaran agama dan akhlak. Untuk itu interaksi komunikasi dalam keluarga antara orang tua sangat penting untuk membantu terbentuknya karakter sang anak.</p>
<p>Tujuan ‘komunikasi dalam Islam tidak sekedar sampainya pesan dan terjadinya perubahan sikap serta perilaku yang saling berinteraksi, tetapi terwujudnya kemaslahatan dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Pola’ komunikasi yang efektif dalam keluarga perlu dibangun agar terjalin hubungan yang harmonis dan tercipta saling memiliki serta menghargai’ antar anggota ‘keluarga. Karna dengan adanya keluarga harmonis dapat menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah.</p>
<p>Al-Qur’an sebagai’ kitab suci yang memberikan petunjuk kepada umat’ Islam dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, tidak saja berisi pokok ajaran tentang aqidah dan syariat, tetapi juga menyinggung aspek kehidupan sebagai makhluk sosial, diantaranya memberikan isyarat dalam berbagai ayat tentang cara ‘berkomunikasi yang efektif. Kemampuan’ komunikasi seorang anak’ tergantung dari kata dan’ stimulus yang di dapatkan dalam keseharian dari orang terdekatnya, dalam hal ini diantaranya adalah orang tua serta anggota keluarga lainnya. Dalam Islam orang tua juga memiliki peranan penting dalam membimbing dan mendidik, sejak dalam kandungan sampai menjelang dewasa, kewajiban orang tua merawat dan memelihara baik dari segi kesehatan fisik, mental dan sosial serta perkembangannya.</p>
<p>Al-Qur’an’ memberikan isyarat tentang enam bentuk komunikasi efektif ‘yang dapat dijadikan acuan para orang tua dalam membangun komunikasi dengan anaknya, isyarat tersebut adalah: Qaulan Sadiida (perkataan yang benar), Qaulan’ Baligha (Perkataan yang Membekas Pada Jiwa), Qaulan’ Layyina (Perkataan yang Lemah Lembut), Qaulan’ Ma’rufa (menyenangkan hati), Qaulan’ Kariima (perkataan yang mulia), Qaulan’ Maisuura (Mudah Dimengerti)</p>
<p>Oleh karna itu dalam’ konteks pendidikan, keluarga adalah tuntunan bagaimana seharusnya orang tua berbicara kepada anaknya sejak’ usia dini, yaitu dengan lemah’ lembut, ‘memperlakukan anaknya dengan arif dan bijak, ‘sehingga tertanam dalam jiwa anak dan anggota keluarga’ ujaran yang baik.</p>
<p>Siti Sekar Puspitasari<br />
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/peran-orang-tua-dalam-membangun-komunikasi-efektif-pada-anak-dalam-keluarga/">Peran Orang Tua Dalam Membangun Komunikasi Efektif pada Anak dalam Keluarga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/tabungamal.id/assets/frontend/img/berita/Komunikasi-Efektif-Orang-Tua-dan-Anak1644811845.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Seberapa Penting Support System di Masa Perkuliahan?</title>
		<link>https://jakpos.id/seberapa-penting-support-system-di-masa-perkuliahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Dec 2023 12:57:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[Support System]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=62083</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211;  Support system merupakan sebutan bagi orang yang selalu berada disamping kita terutama dalam keadaan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/seberapa-penting-support-system-di-masa-perkuliahan/">Seberapa Penting Support System di Masa Perkuliahan?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS &#8211;</strong></a><em><strong>  Support system</strong></em> merupakan sebutan bagi orang yang selalu berada disamping kita terutama dalam keadaan susah. Mereka adalah orang kepercayaan yang siap menampung berbagai keluh kesah masalah kehidupan, mereka juga akan memberikan dukungan penuh kepada kita.</p>
<p>Mengapa banyak mahasiswa yang memerlukan sosok support system ini? Dalam era yang serba cepat sekarang ini mahasiswa sering kali merasa kewalahan dengan tuntutan dan tugas kuliah. Berbagai lika-liku yang dialami mahasiswa selama kuliah mulai dari hal-hal yang membuat sedih hingga senang membuat mahasiswa mengalami perasaan yang tidak menentu. Di sinilah support system dikala perkuliahan menjadi sangat berharga.</p>
<p>Lalu siapa yang bisa menjadi support system?</p>
<p>Supprot system dapat datang dari mana saja, mulai dari orang tua, teman atau sahabat bahkan pacar. Support system juga dapat ditemukan dari dalam diri kita sendiri sebagai alternatif ketika tidak memiliki atau kesulitan untuk mencari dukungan dari orang lain. Dukungan dari semua pihak ini memainkan peran penting dalam membantu mahasiswa mencapai tujuan akademik dan perkembangan pribadi mereka.</p>
<p>Kali ini support system yang akan dibahas berkaitan dengan orang tua. Dukungan dan semangat dari orang tua sangatlah penting untuk mental dan psikologi anak, terlebih ketika sedang butuh motivasi, banyak tugas, kesulitan menyusun skripsi, dan tuntutan-tuntutan lainnya.</p>
<p>Berita akhir-akhir ini sedang maraknya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa. Data Kepolisian RI pada Januari-Juli 2023 mencatat ada 663 kasus bunuh diri atau tiga kasus setiap hari. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah kasus bunuh diri itu naik 36,4 persen (Kompas.id).</p>
<p>Sebelum mengakhiri hidupnya, mereka sempat membuat pesan yang terharu untuk orang tuanya. Secara tidak langsung keputusan mereka banyak berasal dari gangguan mental, depresi/stress, kurangnya dorongan, dukungan, dan motivasi, atau bahkan bisa jadi dari tekanan orang tua. Orang tua seharusnya bisa dijadikan rumah sebagai tempat keluh kesah, tetapi mereka malah enggan untuk terbuka karena mungkin akan dapat omongan-omongan yang membuat mental semakin down.</p>
<p>Keluarga terutama orang tua memiliki peranan yang sangat penting untuk membantu memulihkan atau menjaga kesehatan mental orang orang terdekatnya salah satunya anak mereka, untuk membantu menghindar dan membentengi diri dari gangguan mental yang sudah umum didengar (Riyadi, 2016).</p>
<p>Dikala perkuliahan peran orang tua memanglah sangat penting agar kita bisa menghadapi segala tantangan dan perubahan. Dengan kasih sayang, nasehat, motivasi dan segala bentuk perhatian dari orang tua merupakan salah sattu hal yang bisa menjadikan kita kuat untuk menjalani kehidupan. Selain itu, orang tua juga menjadi salah satu alasan kita untuk terus berjuang hingga tamat kuliah.</p>
<p>Namun bagaimana jika kita jauh dari orang tua?</p>
<p>Kuncinya adalah komunikasi. Komunikasi dengan intensitas yang teratur membuat kita merasa terhubung dengan keluarga. Hal ini sangat penting bagi orang tua, yang mungkin merasakan kehilangan atau kesedihan ketika anak merantau. Melalui komunikasi secara rutin, orang tua bereperan penting dalam meberikan sebuah dukungan, perhatian, dan memberikan rasa kasih sayang demi Kesehatan mental sang anak yang sedang merantau di luar daerah. Maka dari itu hubungan yang sehat antara orang tua dan anak itu dilihat dari bagaimana cara berkomunikasinya, orang tua adalah tempat dimana anak dapat mencurahkan segala bentuk keluh kesahnya.</p>
<p>Selain dari paparan di atas beberapa manfaat ketika kita memiliki sosok support system dikala perkuliahan antara lain, kita menjadi memiliki seseorang untuk saling mendukung, bisa menghibur saat kita sedang berada dalam kesedihan, kita dapat bertukar cerita/pengalaman/keluh kesah, kita memiliki sosok penyemangat, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Berdasarkan survey yang saya lakukan semua responden berpendapat bahwa penting bagi kita untuk memiliki sosok support system. Dimana beberapa orang menjadikan orang tua sebagai suppor system yang paling berpengaruh bagi kehidupan mereka. Beberapa orang juga menganggap memiliki seorang sahabat saja sudah cukup untuk memotivasi diri.</p>
<p>Menurut saya dapat disimpulkan penting bagi kita untuk memiliki sosok support system dikala perkuliahan entah orangtua, teman, sahabat, atau pasangan. Dengan support system pribadi kita pastinya akan lebih memiliki semangat dan motivasi untuk terus berjuang menjalani perkuliahan. Dan seperti yang kita ketahui manusia adalah makhluk sosial yang tentunya memerlukan kehadiran seseorang di kehidupan kita.</p>
<p><em>Oleh : Ageng Citra Nabilla</em><br />
<em>Mahasiswa</em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/seberapa-penting-support-system-di-masa-perkuliahan/">Seberapa Penting Support System di Masa Perkuliahan?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/www.linovhr.com/wp-content/uploads/2021/10/support-system.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dampak Negatif Strict Parents pada Perkembangan Anak</title>
		<link>https://jakpos.id/dampak-negatif-strict-parents-pada-perkembangan-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Dec 2023 10:12:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[Strict Parents]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=61984</guid>

					<description><![CDATA[<p>Strict parents adalah pola asuh orang tua yang cenderung menerapkan banyak peraturan, ketentuan, standar, dan tuntutan terhadap anaknya</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dampak-negatif-strict-parents-pada-perkembangan-anak/">Dampak Negatif Strict Parents pada Perkembangan Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em><strong>Strict parents adalah</strong> pola asuh orang tua yang cenderung menerapkan banyak peraturan, ketentuan, standar, dan tuntutan terhadap anaknya</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Sebagian anak menganggap bahwa strict parents itu seperti penjara, karena terikat aturan orang tua yang ketat, sehingga tidak bebas untuk melakukan suatu hal. Seperti tidak boleh pulang malam, kalau main atau pergi sama teman harus izin, tidak boleh main terlalu jauh, dan harus selalu memberi kabar kepada orang tua. Yups! Itulah anak strict parents. Anak strict parents cenderung jarang keluar rumah sehingga sulit untuk bergaul ataupun bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, selalu menuruti perkataan ataupun perintah orang tua, memiliki sifat pemalu, serta memiliki kepercayaan diri yang rendah.</p>
<p><strong>Strict parents adalah</strong> pola asuh orang tua yang cenderung menerapkan banyak peraturan, ketentuan, standar, dan tuntutan terhadap anaknya. Mereka menetapkan aturan yang ketat dan mengharapkan anaknya untuk mematuhi aturannya tanpa penjelasan yang objektif. Mereka juga sering tidak peka terhadap kebutuhan atau perasaan anaknya dan hanya mementingkan egonya sendiri. Mereka tidak menyadari bahwa anaknya bukan anak kecil lagi melainkan sudah dewasa.</p>
<p>Beberapa orang tua menerapkan pola asuh ini dengan menetapkan aturan yang ketat dan tegas, mengawasi setiap kegiatan anak, dan membatasi kebebasan anak dengan harapan agar anaknya tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, disiplin, dan sukses. Meskipun tujuan mereka baik, pola asuh ini jika dilakukan secara berlebihan dapat menimbulkan dampak yang kompleks pada anak.</p>
<h3>Dampak Positif Strict Parents</h3>
<p>Dampak positif anak dengan pola asuh strict parents yaitu cenderung memiliki disiplin yang tinggi. Mereka diajarkan untuk menghormati dan mengikuti aturan yang ditetapkan oleh orang tuanya. Hal tersebut dapat membantu mereka menjadi individu yang bertanggung jawab dan teratur dalam menjalani kehidupan sehari-hari.</p>
<h3>Dampak Negatif Strict Parents</h3>
<p>Anak dengan pola asuh strict parents mungkin merasa terkekang dan tidak memiliki kebebasan untuk mengeksplor minat dan bakat mereka. Mereka merasa berada dibawah tekanan karena harapan yang tinggi dari orang tua. Hal ini dapat mempengaruhi kreativitas dan kemampuan mereka dalam mencapai cita-cita yang mereka inginkan, sulit untuk membuat keputusan dan mengatur emosi.</p>
<p>Secara emosional, anak dengan pola asuh strict parents sulit untuk mengungkapkan perasaan dan pemikirannya kepada orang tua mereka, karena takut akan penilaian orang tua terhadap mereka. Selain itu, mereka juga merasakan tekanan yang berlebihan, merasa tidak puas dengan diri mereka sendiri jika tidak memenuhi harapan orang tuanya. Sehingga hal tersebut dapat menyebabkan stres, rasa cemas, dan rendahnya harga diri.</p>
<p>Berdasarkan komentar-komentar yang pernah saya baca di media sosial seperti tik tok ataupun instagram, menurut beberapa orang khususnya anak perempuan mengatakan bahwa menjadi anak strict parents tidaklah terlalu buruk, mereka merasa bahwa mereka dijaga oleh orang tua mereka dan hal tersebut merupakan bentuk kasih sayang atau perhatian orang tua terhadap anaknya, sehingga mereka terhindar dari hal-hal buruk dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab.</p>
<p>Tetapi sebagian dari mereka mengatakan bahwa mereka merasa tertekan oleh aturan orang tua, merasa bosan, terkekang, jenuh dan iri ketika melihat orang lain yang dengan bebas dapat bergaul dan bermain dengan teman-temannya tanpa waktu yang dibatasi dan aturan yang ditetapkan, mereka juga mempunyai impian yang ingin dicapai, serta dapat menentukan jalan hidupnya sendiri. Sedangkan kehidupan anak strict parents dikendalikan oleh orang tua mereka sejak kecil.</p>
<p>Menurut saya, menjadi anak strict parents bukanlah sebuah kekangan tetapi sebuah kasih sayang dari orang tua kepada anaknya dan demi kebaikan anaknya, tetapi orang tua juga harus mengimbangi dengan komunikasi yang terbuka, memahami kebutuhan dan kepribadian anak sehingga terjalin hubungan yang baik pula. Kita sebagai anak juga harus mengimbangi dengan memiliki prinsip dan batasan untuk menjaga diri sendiri.</p>
<p>Orang tua dengan pola asuh strict parents memiliki tujuan yang baik dalam mendidik anaknya yaitu dapat membantu anak menjadi individu yang bertanggung jawab dan teratur. Namun, orang tua juga harus memperhatikan dampak yang mungkin terjadi kepada anak. Sebagai anak, kita juga harus tetap menjaga keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab. Sehingga dengan kerjasama tersebut dapat mencapai hubungan yang sehat antara orang tua dan anak.</p>
<p>Febrina Nabilah Saputri<br />
Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dampak-negatif-strict-parents-pada-perkembangan-anak/">Dampak Negatif Strict Parents pada Perkembangan Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/www.noice.id/wp-content/uploads/2022/10/Strict-parents-Noice-Envato.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Memuliakan Orang Tua</title>
		<link>https://jakpos.id/memuliakan-orang-tua/</link>
					<comments>https://jakpos.id/memuliakan-orang-tua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 May 2017 01:48:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=11755</guid>

					<description><![CDATA[<p>“&#8230;.dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/memuliakan-orang-tua/">Memuliakan Orang Tua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_11756" aria-describedby="caption-attachment-11756" style="width: 664px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-post-11755 wp-image-11756" src="http://res.cloudinary.com/depok-pos/image/upload/v1494294444/664xauto-anak-tak-mirip-ayah-dan-ibu-ini-penjelasan-rasulullah-151228g_jtskxt.jpg" alt="" width="664" height="332" /><figcaption id="caption-attachment-11756" class="wp-caption-text">Ilustrasi.</figcaption></figure>
<blockquote><p>“&#8230;.dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (QS. Al-Isra:23)</p></blockquote>
<p>Surah Al-Isra ayat ke-23 ini  menjelaskan kepada kitamengenai sikap yang harus dilakukan oleh seorang anak dalam memuliakan kedua orang tuanya. Ayah dan ibu adalah kedua sosok pertama yang hadir ketika seorang anak lahir di muka bumi ini. Kasih sayang dan cintanya bak air mengalir di terik panasnya mentari.</p>
<p>Saat anak lahir, ibu menyapihnya selama dua tahun, merawat hingga besar, mendidik bak madrasah yang terbaik dengan menanamkan pesan kepada seorang puterinya yang beranjak dewasa, “Kamu adalah perempuan, jadilah sebaik-baiknya perempuan yang mampu terbang setinggi langit dengan cita-citamu namun tetap rendah dalam hatinya.”</p>
<p>Meskipun berbeda dengan Ayah yang mungkin lebih banyak diam, namun ia tetaplah pahlawan gagah yang mencari nafkah untuk anak-anaknya hingga tubuh tak kuat lagi menopangnya untuk berdiri. Ya, begitulah perjuangan yang dilakukan oleh ayah dan ibu untuk anaknya.</p>
<p>Maka sangatlah wajar bila bahkan Tuhan sangat memuliakan keduanya bahkan sangat melarang seorang anak mengucapkan kata “Ah” bagi keduanya. Pengorbanan mereka sungguh luar biasa dan bahkan takkan bisa dibayar dengan uang bertriliyun pun. Tak peduli walaupun pekerjaan mereka hanyalah seorang pemulung sekali pun mereka tetaplah sangat mulia.</p>
<p>Namun sangat disayangkan bila kini banyak ditemui kasus-kasus seorang anak tega menganiaya sang ibu atau seorang anak membunuh sang ayah hanya karena persoalan sepele. Seperti kasus seorang anak yang tega dengan sadisnya membunuh ayah kandungnya di Ciamis karena sang ayah terus menegur anaknya yang bersikap tak sopan saat sedang sarapan bersama. Hal tersebut sungguhlah sangat menyayat hati, seorang anak yang takkan bisa menggantikan semua yang telah orang tuanya berikan bahkan dengan menggendongnya berjalan kaki beribu-ribu kilometer jauhnya malah tega menghabisi nyawa ayahnya sendiri.</p>
<p>Sebagai seorang anak sudah seharusnya berbakti kepada ayah dan ibunya bukan malah menganiaya apalagi membunuh ayah dan ibu yang pada hakikatnya pasti mencintai anaknya, tak peduli bagaimana bentuk dan rupa sang anak.</p>
<p>Ayah dan ibu akan tetap menyayangi anaknya meskipun sang anak selalu membangkang perintahnya. Mereka akan tetap mendoakan yang terbaik bagi kebahagiaan anaknya meskipun anaknya mungkin malah mengabaikannya. Mereka bahkan melupakan kebahagiaan dirinya sendiri demi anak-anaknya. Begitulah sosok ayah dan ibu yang harus dimuliakan. (Miranda Nur Husna/PNJ)</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/memuliakan-orang-tua/">Memuliakan Orang Tua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/memuliakan-orang-tua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
