<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pasar Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/pasar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/pasar/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Nov 2023 02:06:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Pasar Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/pasar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pentingnya Strategi Bisnis pada Perusahaan</title>
		<link>https://jakpos.id/pentingnya-strategi-bisnis-pada-perusahaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Nov 2023 02:06:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kinerja Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Peluang]]></category>
		<category><![CDATA[Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Tantangan]]></category>
		<category><![CDATA[Visi dan Misi Bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=61175</guid>

					<description><![CDATA[<p>Strategi bisnis merupakan suatu upaya dalam pengambilan kebijakan untuk membangun keunggulan dalam bisnis</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pentingnya-strategi-bisnis-pada-perusahaan/">Pentingnya Strategi Bisnis pada Perusahaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Strategi bisnis merupakan suatu upaya dalam pengambilan kebijakan untuk membangun keunggulan dalam bisnis</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Perusahaan merupakan tempat terjadinya sebuah kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi barang dan jasa. Ada perusahaan yang terdaftar di pemerintah dan ada juga yang tidak. Untuk perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi.</p>
<p>Tujuan perusahaan adalah memperoleh keuntungan (laba). Setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak, miliki orang perseorangan, milik persekutuan atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun milik negara yang mempekerjakan pekerja/buruh dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.</p>
<p>Dalam proses mencapai tujuan tersebut terkadang Perusahaan mengalami hambatan bahkan bisa saja mengalami kegagalan. Dengan demikian dibutuhkan sebuah strategi bisnis agar Perusahaan dapat mencapai tujuan yang sudah direncanakan dan mamapu menghadapi tantangan yang dapat menghambat tercapainya tujuan tersebut.</p>
<p>Strategi bisnis merupakan suatu upaya dalam pengambilan kebijakan untuk membangun keuanggulan dalam bisnis. Strategi bisnis ini bertujuan agar visi dan misi Perusahaan dapat tercapai secara efektif dan efisien.</p>
<p>Strategi bisnis juga dapat membantu Perusahaan untuk mengantisipasi masalah dan mampu menghadapi trend bisnis yang terus berubah. Adapun manfaat bisnsis bagi Perusahaan yaitu:</p>
<p><strong>Meningkatkan Kemampuan Bersaing di Pasar</strong></p>
<p>Manajemen strategi membantu bisnis kamu meningkatkan kemampuan bersaing di pasar melalui perumusan strategi yang tepat untuk memenangkan persaingan di pasar. Pemahaman yang baik tentang pesaing dan kekuatan pasar berguna agar bisnismu dapat mengembangkan strategi yang efektif untuk memenangkan persaingan di pasar dan mempertahankan posisi bisnis kamu di pasar.</p>
<p><strong>Meningkatkan Kinerja Bisnis</strong></p>
<p>Manajemen strategi dapat meningkatkan kinerja bisnis melalui perumusan rencana yang tepat untuk mencapai tujuan jangka panjang. Bisnis kamu dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia dan meningkatkan efisiensi dalam operasi bisnis. Hal ini juga membantu bisnis kamu memfokuskan sumber daya pada hal-hal yang penting dan menghindari penggunaan sumber daya yang tidak efektif.</p>
<p><strong>Memetakan Peluang dan Tantangan Bisnis</strong></p>
<p>Manajemen strategi membantu bisnismu memetakan peluang dan tantangan bisnis. Kamu dapat mengambil tindakan yang tepat untuk memanfaatkan peluang atau menghadapi tantangan yang muncul. Pemahaman yang jelas tentang situasi pasar dan lingkungan bisnis berguna supaya bisnis kamu dapat mempersiapkan diri dan mengantisipasi perubahan pada masa depan.</p>
<p><strong>Membantu dalam Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik</strong></p>
<p>Manajemen strategi membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dengan menyediakan informasi dan data yang relevan. Bisnis kamu dapat mengambil keputusan yang lebih baik dan mengurangi risiko yang mungkin timbul. Dalam konteks bisnis yang kompetitif, pengambilan keputusan yang tepat dapat menjadi faktor penentu kesuksesan bisnis kamu.</p>
<p><strong>Mengembangkan Visi dan Misi Bisnis yang Jelas</strong></p>
<p>Manajemen strategi membantu bisnis kamu mengembangkan visi dan misi yang jelas sehingga kamu dapat memotivasi karyawan dan stakeholder bisnis kamu untuk bekerja menuju tujuan yang sama. Visi dan misi yang jelas juga membantu bisnis kamu membangun identitas yang kuat dan membedakan diri dari pesaing di pasar.</p>
<p>Dengan demikian penerapan strategi bisnis ini sangat berkaitan erat dengan keberhasilan Perusahaan. Akan tetapi perlu diperhatikan untuk penerapan strategi bisnis disesuaikan dengan tujuan yang diharapkan agar tidak salah sasaran. sehingga rencana yang telah disusun tercapai dengan baik.</p>
<p>Adapun tahapan dalam membuat manajemen strategi yang baik yaitu:</p>
<p><strong>Identifikasi Arah dan Tujuan</strong></p>
<p>Perusahaan harus menetapkan tujuan yang jelas dan realistis. Tujuan harus mencakup apa yang ingin dicapai perusahaan dan alasan mengapa mencapainya. Setelah itu, barulah perusahaan dapat mengidentifikasi cara bagaimana tujuan tersebut tercapai. Dalam tahapan ini, perusahaan dapat mengartikulasikan visi dan tujuan jangka panjang-pendeknya.</p>
<p><strong>Menganalisa Sumber Daya</strong></p>
<p>Perusahaan kemudian harus dapat memeriksa, memahami, dan menyusun internal and external power yang berpengaruh terhadap bisnis. Pahami juga bahwa perusahaan harus tetap kompetitif. Pilihlah analisis SWOT yang sangat membantu pelaksanaan tahap ini.</p>
<p><strong>Menyusun Strategi</strong></p>
<p>Setelah hasil analisis didapat, perusahaan kemudian dapat menyusun strategi, terkait bagaimana cara perusahaan mencapai tujuannya. Pada tahap ini, perusahaan perlu mengidentifikasi individu, teknologi, dan resource lainnya yang dibutuhkan. Alokasi resource ini penting untuk mengukur kesuksesan bisnis serta mendapatkan dukungan dari pimpinan dan stakeholders lainnya.</p>
<p><strong>Menerapkan Strategi Bisnis</strong></p>
<p>Ketika strategi telah ditentukan, saatnya untuk eksekusi. Strategi ini mencakup mulai dari perencanaan hingga implementasi. Pada tahapan manajemen strategis ini, resource akan bekerja sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.</p>
<p><strong>Mengevaluasi Efektivitas Strategi</strong></p>
<p>Tahapan terakhir dari strategic management adalah mengevaluasi sejauh mana strategi yang diterapkan telah berhasil membawa perubahan. Perusahaan juga akan memantau kelayakan strategi yang sedang dijalankan, operasional bisnis, serta mempertahankan strategi yang terbukti efektif.</p>
<p><em>Disusun oleh:</em><br />
<em>Arni</em><br />
<em>Prodi Sarjana Akuntansi</em><br />
<em>Fakultas Ekonomi dan Binsis</em><br />
<em>Universitas Pamulang</em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pentingnya-strategi-bisnis-pada-perusahaan/">Pentingnya Strategi Bisnis pada Perusahaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/Strategi%20bisnis.png?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Pasar Aman Belanja Nyaman</title>
		<link>https://jakpos.id/pasar-aman-belanja-nyaman/</link>
					<comments>https://jakpos.id/pasar-aman-belanja-nyaman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 May 2017 10:27:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar]]></category>
		<category><![CDATA[pasar depok jaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=11983</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keamanan menjadi salah satu faktor penting untuk membuat pengunjung merasa nyaman berada didalam pasar. Demikian&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pasar-aman-belanja-nyaman/">Pasar Aman Belanja Nyaman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_12005" aria-describedby="caption-attachment-12005" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-post-11983 wp-image-12005" src="http://res.cloudinary.com/depok-pos/image/upload/v1495103099/Penjual_Sayur_copy_b7umdi.jpg" alt="" width="600" height="450" /><figcaption id="caption-attachment-12005" class="wp-caption-text">Pedagang sayur di Pasar Depok Jaya. (Foto Kalika)</figcaption></figure>
<p>Keamanan menjadi salah satu faktor penting untuk membuat pengunjung merasa nyaman berada didalam pasar. Demikian pula dengan salah satu pasar tradisional yang ada di Kota Depok, yaitu Pasar Depok Jaya yang terletak di Jalan Nusantara, Kecamatan Pancoran Mas.</p>
<p>Aktivitas para penjual sayur, buah-buahan ataupun penjual daging dimulai sejak pukul 05.00 WIB, karena biasanya mereka merapihkan terlebih dahulu barang dagangannya sebelum para pembeli datang. Transaksi antara penjual dan pembeli pun dimulai pukul 06.00 WIB. Selain sayur, buah atau daging, Pasar Depok Jaya juga menjual berbagai macam pakaian, alat make up dan alat tulis yang terletak di lantai 2 dan 3. Sehingga pasar ini dapat dikatakan dengan pasar yang komplet untuk para pembelinya.</p>
<p>Salah satu hal yang membuat pasar ini nyaman bagi para pembelinya dibandingkan dengan pasar tradisional lainnya ialah sistem keamanan yang sangat diutamakan. Hal ini terbukti jelas dengan adanya patroli keliling yang dilakukan oleh para petugas keamanan Pasar Depok Jaya, baik di dalam gedung maupun dihalaman parkirnya.</p>
<p>“Jadi kami sistemnya itu jaga 24 jam. Biasanya untuk patroli dilakukan oleh 2 petugas keamanan. Kami memantau di dalam gedung dan diluarnya juga. Semisal lagi ramai pembeli seperti hari libur, maka kami lebih perketat dalam mengawasi keadaan yang terjadi di dalam pasar agar pembeli pun merasa aman ketika berbelanja. Aktivitas jual beli selesai pukul 18.00 WIB, setelah itu kami mulai menutup beberapa pintu di pasar. Biasanya, para penjahit disini pulang lebih akhir dari para penjual yang lainnya, oleh karena itu pukul 21.00 WIB barulah kami menutup semua pintu dan menggemboknya. Setelah semua tutup, Pasar Depok Jaya tetap dalam pengawasan para petugas keamanan,” ujar Mahari selaku petugas keamanan Pasar Depok Jaya.</p>
<p>Bentuk keamanan di Pasar Depok Jaya yang lainnya ialah dilengkapi kamera CCTV yang terpasang di beberapa titik baik di dalam atau di luar gedung yang tentunya dapat memantau segala aktivitas yang terjadi. Selain itu, di Pasar Depok Jaya juga memiliki peraturan bahwa pengamen, pengemis dan pedagang asongan dilarang masuk. Tujuan dari peraturan ini agar penjual dan pembeli tidak merasa terganggu ketika berbelanja.</p>
<p>“Alhamdulillah sih selama saya berbelanja disini enggak pernah kecopetan. Saya juga kan tiap hari belanja kesini soalnya deket dari rumah, selama itu juga saya belum pernah ngeliat pembeli ada yang kecopetan. Mudah-mudahan sih jangan sampe terjadi. Menurut saya, Pasar Depok Jaya nyaman dan aman ya dibandingkan dengan pasar tradisional lainnya,” jelas Ayu selaku pembeli di Pasar Depok Jaya. (Kalika Diah Prameswari Marpaung/PNJ)</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pasar-aman-belanja-nyaman/">Pasar Aman Belanja Nyaman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/pasar-aman-belanja-nyaman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Lekang Oleh Waktu</title>
		<link>https://jakpos.id/tak-lekang-digerus-zaman/</link>
					<comments>https://jakpos.id/tak-lekang-digerus-zaman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2016 05:09:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=6222</guid>

					<description><![CDATA[<p>Depok &#8211; Pasar tak hanya sebagai tempat proses jual beli saja, pasar merupakan sumber pencaharian&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/tak-lekang-digerus-zaman/">Tak Lekang Oleh Waktu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAbkt2dGdqOFpOOVk.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-post-6222 wp-image-6223" src="http://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAbkt2dGdqOFpOOVk.jpg" alt="Untitled-1.jpg" width="600" height="400" /></a></p>
<p>Depok &#8211; Pasar tak hanya sebagai tempat proses jual beli saja, pasar merupakan sumber pencaharian bagi sebagian orang. Penjual membutuhkan pembeli, pembeli juga demikian. Tak akan pernah ada matinya pasar tradisional berdiri untuk memenuhi setiap kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Mulai dari tukang becak, tukang parkir, tukang angkut, dan segala jenis tukang bercampur di pasar. Juga penjual sayur-mayur, alat-alat rumah tangga, buah-buahan, hingga pakaian dapat dijumpai di sini. Tak diragukan lagi mengapa pasar menjadi pusat kehidupan banyak orang.</p>
<p>Seperti halnya Pasar Kemiri yang terletak di kelurahan Kemiri Muka, kecamatan Beji. Pasar ini menjadi sumber penghasilan berbagai masyarakat. Beragam latar belakang manusia dapat dilihat di sini.</p>
<p>Bunyi suara kereta api terdengar jelas di Pasar Kemiri. Lokasinya yang strategis membuat pembeli lebih mudah untuk mengaksesnya. Tidak hanya melalui jalur commuter line, tapi juga angkot-angkot banyak yang melewati jalur ini.<br />
Keadaan pasarnya tampak kotor, lusuh, penuh sampah, dan bau dari tanah yang becek seakan membuat pasar ini terlihat kumuh. Padahal, setiap harinya selalu ada petugas kebersihan yang rutin membuangi sampah. Belum lagi tempatnya yang berada di ruang terbuka, membuat pasar ini terasa panas dan sesak, ditambah jika pengunjung pasar sedang ramai.</p>
<p>Pasar tradisional dulunya tempat favorit bagi warga, namun kini keberadaannya mulai tergeserkan oleh mall-mall pencakar langit. Kemajuan zaman membuat masyarakat berangsur meninggalkan pasar tradisional. Entah itu karena alasan sarana dan prasarana yang ditawarkan mall lebih nyaman, atau kebiasaan masyarakat yang konsumerisme. Atau mungkin, masyarakat zaman sekarang lebih melihat merk ketimbang harga.</p>
<p>Remaja mulai biasa untuk hangout ke mall. Sekedar cuci mata atau memang melakukan transaksi jual beli yang menurutnya lebih bergengsi. Remaja sudah mulai takut turun ke pasar, karena alasan takut kotor dan kepanasan. Apalagi jika produk yang mereka cari itu bermerk yang pada umumnya hanya ada di mall bahkan di toko online kesukaan mereka.</p>
<p>Ifa (64) masih saja terlihat lincah untuk berkeliling pasar. Ia biasanya membeli kebutuhan dapur di Pasar Kemiri. Ia mengaku masih ketergantungan dengan pasar tradisional, meski sesekali ia harus mencari barang yang tidak ada di pasar ini ke mall.</p>
<p>Sudah banyak kini akses jual beli yang dapat dilakukan. Sedikit demi sedikit, pasar tradisional mulai tersingkirkan. Namun demikian, pasar tradisional masih dibutuhkan. Disinilah proses tawar-menawar bisa terjadi. Disinilah banyak sayur-mayur segar dan keperluan rumah tangga mudah dicari.</p>
<p>Iwan (30) pedagang sayur-sayuran yang telah berjualan di Pasar Kemiri selama lima tahun lebih. Ia mengandalkan pasar untuk mencari nafkah demi mencukupi kebutuhan keluarganya. Menurutnya, pasar tradisional meski dikeluhkan panas tapi tak kalah bagus dengan mall. “Di sini mah pak ac alami, gak kalah sama di mall,” belanya. Bagi Iwan dan pedagang lainnya, pasar tradisional sudah jadi bagian dari hidup mereka. Pasar Kemiri dan pasar tradisional lainnya masih harus tetap dipertahankan, di sinilah mereka menemukan sumber kehidupan.</p>
<p><strong>Annisa Ramadhani</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/tak-lekang-digerus-zaman/">Tak Lekang Oleh Waktu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/tak-lekang-digerus-zaman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasar Kramat Jati Belum Mati</title>
		<link>https://jakpos.id/pasar-kramat-jati-belum-mati/</link>
					<comments>https://jakpos.id/pasar-kramat-jati-belum-mati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2016 03:55:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=6211</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjadi Ibu Kota, menjadi kiblat bagi kota-kota di Indonesia, tentu bukanlah hal mudah.Ibu Kota dengan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pasar-kramat-jati-belum-mati/">Pasar Kramat Jati Belum Mati</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6212" aria-describedby="caption-attachment-6212" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAN2o5YmtUUzBJaDQ.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-post-6211 wp-image-6212" src="http://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAN2o5YmtUUzBJaDQ.jpg" alt="Suasana malam di Pasar Kramat Jati. (Foto: Nanda)" width="600" height="400" /></a><figcaption id="caption-attachment-6212" class="wp-caption-text">Suasana malam di Pasar Kramat Jati. (Foto: Nanda)</figcaption></figure>
<p>Menjadi Ibu Kota, menjadi kiblat bagi kota-kota di Indonesia, tentu bukanlah hal mudah.Ibu Kota dengan segala kecanggihan zaman yang ditawarkan membuat masyarakat seperti berbondong-bondong untuk hijrah. Tidak peduli betapa sesaknya, Jakarta tetaplah primadona.</p>
<p>Laju pertumbuhan penduduk yang pesat dari tahun ke tahun menuntut pembangunan fasilitas umum di Jakarta harus ikut berbenah. Mulai dari sekolah, rumah sakit, pasar, dan fasilitas umum lainnya kini beralih menuju era modern. Bukan perihal mau atau tidak mau, tetapi tuntutan zaman yang memaksa masyarakat Jakarta meninggalkan hal-hal tradisional.</p>
<p>Namun, meskipun tuntutan zaman memaksa masyarakat mengikuti perkembangan, tetap saja masih ada segelintir masyarakat yang bertahan dengan hal-hal tradisional. Hal tersebut dapat Anda temukan jika berkunjung ke pasar swalayan dan pasar tradisional. Betapa pun kecanggihan yang ditawarkan pasar swalayan, pasar tradisional tetap tidak kehilangan pelanggan. Seperti halnya Pasar Kramat Jati yang berlokasi di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur.</p>
<p>Pasar yang berdiri sejak tahun 1990-an tersebut tidak pernah sepi dari pengunjung meskipun saat ini banyak bermunculan pusat-pusat perbelanjaan di sekitarnya, seperti Pusat Grosir Cililitan (PGC) dan Mall Kramat Jati Indah Plaza.</p>
<p>Diakui Ulfa (47) warga Kampung Makasar yang merasa kalau pasar tradisional tetap mempunyai daya tarik tersendiri. “Saya lebih milih ke sini sih daripada pasar swalayan, soalnya bisa ketemu dan ngobrol sama orang-orang,”</p>
<p>Meskipun Ulfa mengeluhkan kurangnya kebersihan dan kenyamanan dari pasar tradisional dibanding pasar swalayan, tetapi perbandingan harga menjadi alasan utama. “Pasar swalayan harganya lebih mahal, kan kalau di sini (pasar tradisional) bisa tawar menawar,” sambungnya.</p>
<p>Selain itu, saat ini PD Pasar Jaya tengah melakukan renovasi untuk Pasar Kramat Jati. Hal tersebut sangat wajar dilakukan melihat bangunan di Pasar Kramat Jati sudah terlihat rapuh diberbagai sudut. “Biarlah biar nyaman dan layak, kalau bisa diperluas juga biar PKL ketampung, biar nggak bikin macet kalau mau kesini,” ujar Ulfa.</p>
<p>Para pedagang saat dimintai pendapat mengenai renovasi tersebut juga mendukung tindakan PD Pasar Jaya, “Ya nggak apa-apa, asal nggak merugikan para pedagang,” tutur Komalawati, pedagang ayam di Pasar Kramat Jati.</p>
<p>Melihat kondisi di atas, tentunya banyak masyarakat Jakarta yang berharap dapat mengikuti perkembangan zaman. Akan tetapi, mengikuti perkembangan zaman bukan berarti harus meninggalkan hal-hal yang sudahmenjadi tradisi. Budaya tawar menawar, misalnya. Budaya yang hanya dapat ditemui ketika Anda berkunjung ke pasar tradisional, bukankah lebih baik untuk tetap menjadi warisan yang pantang dilupakan?</p>
<p><strong>Nanda Febriani</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pasar-kramat-jati-belum-mati/">Pasar Kramat Jati Belum Mati</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/pasar-kramat-jati-belum-mati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasar Tradisional Vs Pasar Moderen</title>
		<link>https://jakpos.id/pasar-tradisional-vs-pasar-moderen/</link>
					<comments>https://jakpos.id/pasar-tradisional-vs-pasar-moderen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 May 2016 04:16:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=6120</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mendengar kata Pasar Tradisional pastilah yang ada dibenak kita adalah sebuah pasar yang ramai, adanya&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pasar-tradisional-vs-pasar-moderen/">Pasar Tradisional Vs Pasar Moderen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mendengar kata Pasar Tradisional pastilah yang ada dibenak kita adalah sebuah pasar yang ramai, adanya transaksi antara penjual dengan pembeli, bau amis yang menyengat, jalanan yang becek, dan sampah-sampah yang berserakan dimana-mana.</p>
<p>Begitulah kondisi Pasar Tradisional yang didalamnya terdapat banyak sekali kisah termasuk interaksi sosial dalam masyarakat, adanya tawar menawar antara penjual dengan pembeli menjadikan Pasar Tradisional sebagai andalan laju perekonomian dimasyarakat khususnya masyarakat kelas menengah kebawah.</p>
<p>Ditengah adanya Mall-mall megah nan mewah yang berdiri di berbagai sudut kota, ternyata masih terdapat Pasar Tradisional yang sudah berpuluh-puluh tahun berdiri jauh sebelum adanya Mall-mall tersebut. Pasar Kemiri Muka, namanya memang tidak mengandung unsur kebarat-baratan layaknya Pasar Moderen lainnya, tetapi peran Pasar Kemiri Muka ini sangat penting terhadap warga, khususnya warga Depok.</p>
<p>Pasar Kemiri Muka yang terletak di Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Depok ini menyuguhkan berbagai kebutuhan pokok yang bisa didapat oleh setiap orang dengan harga yang relatif murah. “Disini tuh lengkap dan murah, mau belanja apa aja juga ada disini. Kalau di pasar moderen kan harganya jauh lebih mahal.” Ujar Yani salah satu pembeli di pasar tersebut.</p>
<p>Selain harga bahan pokok di pasar ini tergolong murah, akses kendaraan untuk menuju pasar ini juga sangat mudah. Lokasi Pasar Kemiri Muka ini sangat berdekatan dengan Stasiun Depok Baru, Terminal, dan juga Jalan Margonda Raya. Dengan mudahnya akses kendaraan tersebut, menjadikan Pasar Kemiri Muka tidak pernah sepi pembeli.</p>
<p>Surati, seorang pedagang sayuran mengaku tidak pernah sepi pembeli karena aktivitas Pasar Kemiri Muka dimulai sejak dini hari. Pada waktu tersebutlah Pasar Kemiri Muka sangat ramai dikunjungi oleh pembeli. “Pembeli selalu dateng pagi-pagi supaya sayurannya masih keliatan segar. Kalau udah siang kadang dagangan saya udah tinggal sedikit.” Ujar Surati menjelaskan.</p>
<p>Tidak hanya para pedagang yang menjual barang dagangannya, tetapi disini juga terlihat banyak angkutan umum seperti ojek, becak yang sering mangkal di Pasar Kemiri Muka ini. Mereka selalu menawarkan untuk mengantar para pembeli yang ingin pulang dengan barang belanjaan yang cukup banyak.</p>
<p>Namun, keberadaan Pasar Kemiri Muka ini cukup memprihatinkan, bila dibandingkan dengan pasar-pasar moderen yang dibangun dengan sedemikian nyaman. Pasar-pasar moderen tersebut lambat laun akan menggeser posisi Pasar Tradisional. Ditambah lagi, sekarang persis didepan Pasar Kemiri Muka telah berdiri sebuah Mall yang mewah, yang bernama Dmall. Mall ini berdiri jauh setelah adanya Pasar Kemiri Muka.</p>
<p>Ditambah lagi, saat ini Dmall sedang mendirikan sebuah Apartement yang bernama Santika. Sempat ada rumor bahwa pasar kemirimuka akan di gusur, tetapi para pedagang di pasar kemirimuka tidak tau kapan pastinya akan digusur. Mereka juga tidak akan rela jika Pasar Kemiri Muka harus digusur.</p>
<p>&#8220;Dulu sempet ada isu mau di gusur, tapi gatau kapan. Pedagang di pasar kemiri juga pada ga setuju kalo di gusur.&#8221; Ujar Surati selaku pedagang. Pasar kemirimuka adalah satu-satunya tempat mata pencaharian bagi orang banyak terutama para pedagang. Sehingga, mereka pun tidak akan rela jika tempat mereka mencari sesuap nasi akan di gusur.</p>
<p>Terlihat sekali perbedaan yang mencolok antara Pasar Tradisional itu dengan Pasar Moderen yang telah berdiri. Meski begitu, tidak membuat para pengunjung di Pasar Kemiri sepi. Masyarakat masih lebih memilih untuk berbelanja di Pasar Kemiri Muka, dibandingkan ke Pasar moderen. Perbedaan harga juga mempengaruhi minat pembeli untuk tetap berbelanja di Pasar Kemiri Muka. Meskipun berbelanja di Pasar Moderen jauh lebih nyaman dan aman, tetapi harga yang disuguhkan Pasar Moderen jauh lebih tinggi dibandingkan Pasar Kemiri Muka.</p>
<p>Jadi, bagaimana menurut Anda? Apakah Anda lebih menyukai berbelanja di Pasar Tradisional atau Pasar Moderen?</p>
<p><strong>Mawaddatul Muhammada</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pasar-tradisional-vs-pasar-moderen/">Pasar Tradisional Vs Pasar Moderen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/pasar-tradisional-vs-pasar-moderen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meski Sepi Sebagian Pedagang Pasar Cisalak Tetap Pilih Bertahan</title>
		<link>https://jakpos.id/meski-sepi-sebagian-pedagang-pasar-cisalak-tetap-pilih-bertahan/</link>
					<comments>https://jakpos.id/meski-sepi-sebagian-pedagang-pasar-cisalak-tetap-pilih-bertahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 May 2016 03:24:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Cisalak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=5812</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Ada perbedaan yang sangat mencolok dengan suasana Pasar Cisalak yang terletak di Jalan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/meski-sepi-sebagian-pedagang-pasar-cisalak-tetap-pilih-bertahan/">Meski Sepi Sebagian Pedagang Pasar Cisalak Tetap Pilih Bertahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_5813" aria-describedby="caption-attachment-5813" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/IMG_20160511_100712-640x384.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-post-5812 wp-image-5813" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/IMG_20160511_100712-640x384.jpg" alt="Suasana Pasar Cisalak yang lebih sepi. (Foto: Fitriana)" width="640" height="384" /></a><figcaption id="caption-attachment-5813" class="wp-caption-text">Suasana Pasar Cisalak yang lebih sepi. (Foto: Fitriana)</figcaption></figure>
<p>DEPOK &#8211; Ada perbedaan yang sangat mencolok dengan suasana Pasar Cisalak yang terletak di Jalan Raya Bogor. Suasana pasar yang biasa padat pembeli hingga tumpah ke jalanan ini, kini tampak sepi akibat banyaknya pedagang yang direlokasi. Namun, walau tampak sepi, masih ada saja para pedagang yang memilih menetap dan menolak relokasi.</p>
<p>Pasar Cisalak merupakan pasar tradisional yang sudah ada selama bertahun-tahun dalam memenuhi kebutuhan banyak pembeli di sekitar kawasannya. Pasar Cisalak menjadi salah satu pasar yang sangat digandrungi pembeli karena lokasinya yang strategis, harganya murah karena bisa tawar-menawar, serta lengkapnya berbagai macam kebutuhan, seperti sayur-sayuran, daging ayam, ikan, cabai, buah-buahan, dan pakaian.</p>
<p>Pasar yang berlokasi di Jalan Raya Bogor, tepatnya di Cisalak Pasar, Cimanggis, Depok kini sedang dalam rekontruksi lanjutan. Berkurangnya banyak pedagang yang berjualan akibat harus direlokasi ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang terletak di Radar Auri, menjadi faktor utama menurun drastisnya jumlah pembeli yang mencapi 50%.</p>
<p>Tak hanya itu, lokasi pasar yang terbagi menjadi dua juga sangat berdampak pada penghasilan para pedagang. “Ya berkuranglah, kan dibagi dua, pasti berkurang. Kan penunggunya juga separo-separo, ya omsetnya tetep berkurang, separo-separo,” ujar Pak Wardoyo, salah satu penjual pakaian, belum lama ini.</p>
<p>Namun, walau harus rela menanggung kerugian, para pedagang yang tersisa memilih menetap dan tak ingin direlokasi. “Enggak ah, enak di sini. Tempatnya juga legaan di sini. Rame di sini, di sana saya jualan sepi, pembeli cuma 10%. Di sana kalau nyariin langganan yang suka beli, udah mumet, acak-acakan. Di sana tempatnya juga sempit banget kaya sela-sela jalan ini,” ungkap Bu Bagas, salah satu pedagang sayur.</p>
<p>Walaupun pasar semakin lama kian sepi, suasana pasar tradisional yang masih melekat pada Pasar Cisalak seakan tak ikut mati. Masih terdengar suara riuh dari para pedagang yang saling berlomba menawarkan dagangannya, berlangsungnya tawar-menawar antara pedagang dan pembeli, bau khasnya yang menyengat hidung, kumuh, dan jalanannya yang becek adalah ciri khas pasar tradisional yang masih melekat padanya.</p>
<p>Di sekitar pasar yang beroperasi dari pukul 2.00 dini hari hingga pukul 2.00 siang ini, sering kali terlihat banyak motor, truk, dan mobil boks pengangkut barang yang berlalu-lalang. Terkadang juga sering kali terdengar suara bising yang berasal dari pembangunan. Walapun demikian, hal tersebut tetap tak menjadi penghalang berlangsungnya proses tawar-menawar yang terjadi di Pasar Cisalak. “Saya sendiri lebih suka belanja di sini daripada di tempat lain, walau begini keadaannya,” ujar Bu Rina, salah satu pembeli.</p>
<p>Meskipun pedagang yang menetap menolak untuk direlokasi, namun mereka sangat mendukung dan terus berharap untuk cepat dipindahkan ke gedung yang sedang dibangun. Mereka berharap, Pasar Cisalak dapat menyediakan fasilitas yang layak dan dapat memberi kenyamanan bagi para pembelinya.</p>
<p><strong>Fitriana Monica Sari</strong><br />
<strong>Politeknik Negeri Jakarta</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/meski-sepi-sebagian-pedagang-pasar-cisalak-tetap-pilih-bertahan/">Meski Sepi Sebagian Pedagang Pasar Cisalak Tetap Pilih Bertahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/meski-sepi-sebagian-pedagang-pasar-cisalak-tetap-pilih-bertahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dijamin Segar, Pilih Lalu Potong di Tempat</title>
		<link>https://jakpos.id/dijamin-segar-pilih-lalu-potong-di-tempat/</link>
					<comments>https://jakpos.id/dijamin-segar-pilih-lalu-potong-di-tempat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 May 2016 18:23:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=5805</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pembeli jadi tau kalo ayam ini masih segar, makanya dipotong dan dibersihin di depan pembeli&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dijamin-segar-pilih-lalu-potong-di-tempat/">Dijamin Segar, Pilih Lalu Potong di Tempat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_5807" aria-describedby="caption-attachment-5807" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-post-5805 wp-image-5807" src="http://res.cloudinary.com/depok-pos/image/upload/v1463075782/IMG20160512164957_640x480_rxz6r2.jpg" width="640" height="480" /><figcaption id="caption-attachment-5807" class="wp-caption-text">(foto: Savira)</figcaption></figure>
<blockquote><p>Pembeli jadi tau kalo ayam ini masih segar, makanya dipotong dan dibersihin di depan pembeli pas ada yang mau beli</p></blockquote>
<p>Tempat ini letaknya tidak jauh dari jalan raya yang biasa dilewati orang-orang. Saat matahari hendak bersiap-siap untuk menampakan dirinya, tempat ini justru sudah siap dan mulai didominasi oleh wanita muda bahkan paruh baya. Semua orang sibuk bertanya, menawar, dan menetapkan harga.</p>
<p>Pasar Timbul letaknya memang agak jauh dari pusat Ibu Kota dan lebih dekat ke kawasan Depok. Sekilas, pasar ini nampak tidak menarik dan biasa saja seperti pasar pada umumnya. Namun jika diteliti lebih dalam, pengunjung dan pembeli dapat menemukan hal menarik dari pasar ini.</p>
<p>Pasar tradisional yang terletak di Jl. Moh Kahfi 1 ini memiliki penjual ayam yang ayamnya dijual dalam keadaan hidup. Penjual ayam ini sudah berjualan sejak 2010. Pembeli bisa mendapatkan ayam yang baru keluar dari kandang dan masih segar.</p>
<p>Pembeli juga bisa melihat proses pemotongan ayam. Mereka berpendapat, bahwa ayam disana segar dan dapat dibersihkan kembali setelah sampai dirumah.</p>
<p>Awalnya ayam disembelih seperti biasa, setelah itu dimasukkan ke dalam air panas. Saat dikeluarkan, ayam tersebut sudah dalam keadaan bersih dan siap dimasak. Proses unik inilah yang membuat para pembeli tertarik untuk membeli ayam disini,</p>
<p>“Pembeli jadi <em>tau kalo</em> ayam ini masih <em>seger</em>, makanya dipotong dan <em>dibersihin</em> di depan pembeli <em>pas</em> ada yang mau beli,” ujar Jamal (34) yang saat itu sedang membersihkan ayam.</p>
<p>Setiap harinya, ayam yang laku terjual berkisar 100 ekor. Jika ada hari-hari besar, ayam yang terjual bisa mencapai tiga kali lipatnya. Ayam-ayam ini dijual sesuai dengan ukurannya. Jika ukurannya lebih besar, maka semakin mahal pula harga ayam tersebut.</p>
<p>Aktivitas pasar tradisional ini akan berhenti ketika waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam. Dibalik pasar tradisional yang sering dikeluhkan karena kotor dan terlalu banyak preman-preman nakal, sejatinya pasar tradisional tetap ada dihati masyarakat. Keunikan dan kekeluargaan yang terjalin antara pembeli dan penjual di pasar tradisonal membuat pembelinya ingin kembali lagi dan selalu teringat pada pasar yang tak pernah sepi pengunjung ini.</p>
<p><strong>Savira Tavana Dewi</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dijamin-segar-pilih-lalu-potong-di-tempat/">Dijamin Segar, Pilih Lalu Potong di Tempat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/dijamin-segar-pilih-lalu-potong-di-tempat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasar Timbul, Pul Metromini yang Disulap Warga Menjadi Pasar</title>
		<link>https://jakpos.id/pasar-timbul-pul-metromini-yang-disulap-menjadi-pasar/</link>
					<comments>https://jakpos.id/pasar-timbul-pul-metromini-yang-disulap-menjadi-pasar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 May 2016 10:33:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=5733</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bunyi pluit si tukang parkir meramaikan suasana pasar siang itu. Teriknya matahari membuat ia harus&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pasar-timbul-pul-metromini-yang-disulap-menjadi-pasar/">Pasar Timbul, Pul Metromini yang Disulap Warga Menjadi Pasar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_5734" aria-describedby="caption-attachment-5734" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/pasar-timbul-640x384.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-post-5733 wp-image-5734" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/pasar-timbul-640x384.jpg" alt="Pasar Timbul, Ciganjur. (foto Syifa Amelia)" width="600" height="360" /></a><figcaption id="caption-attachment-5734" class="wp-caption-text">Pasar Timbul, Ciganjur. (foto Syifa Amelia)</figcaption></figure>
<p>Bunyi pluit si tukang parkir meramaikan suasana pasar siang itu. Teriknya matahari membuat ia harus berkali-kali membasuh keringatnya dengan handuk yang dibawanya. Lahan parkir yang sempit mengharuskan ia bekerja lebih keras karena harus memindahkan setiap kendaraan yang ingin masuk ataupun keluar.</p>
<p>Adalah Pasar Tradisional Timbul yang terletak di Jalan M. Kahfi 1, Jakarta Selatan. Pasar yang berdiri sejak tahun 2009 dulunya merupakan pul metromini yang disulap menjadi pasar tradisional oleh warga sekitar. Pasar yang dinaungi oleh Burhan ini hanya memiliki luas sekitar 1000m yang mana hanya 70% dari luas tersebut yang digunakan untuk lahan pedagang, sungguh ukuran yang sangat kecil untuk ukuran pasar tradisional.</p>
<p>Di awal mula berdirinya, pasar tradisional ini sempat mengalami kegagalan yang memaksa para pedagangnya untuk gulung tikar dan menutup pasar untuk sementara. “Karena belum dikenal masyarakat, kita hanya bertahan sampai 6 bulan lalu akhirnya jatuh dan kita paksa untuk tutup.” Ujar Burhan selaku ketua pengelola pasar. Namun berkat kerja keras dari seluruh pihak maka pasar ini bisa bangkit lagi setahun setelahnya.</p>
<p>Karena ukurannya yang minim, pasar ini hanya memiliki 40 pedagang dengan jarak lapak yang saling berdekatan. Hanya ada jalan setapak yang memisahkan antara ruko dengan lapak milik pedagang lainnya. Ruang gerak bagi para pembeli pun sangat terbatas apalagi jika pasar sedang ramai maka para pembeli harus rela berdesak-desakan.</p>
<p>Meskipun cenderung lebih kecil dan sempit, pasar tradisional ini tetap menjadi pilihan utama bagi ibu rumah tangga karena harganya yang relatif murah dibandingkan pasar modern. Selain lebih murah, proses tawar menawar juga bisa dilakukan di dalam pasar, berbeda dengan supermarket yang harganya sudah diberi patokan dan tidak bisa ditawar lagi.</p>
<p>Sama dengan pasar tradisional lainnya, ketika menjelang ramadhan atau hari raya harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. “Biasanya kalau mau puasa sama lebaran harga bisa naik sampe 90%,” ujar Heru (40) sambil merapikan sayurannya.</p>
<p>Heru menambahkan  bahwa hingga kini belum ada perubahan harga yang segnifikan di Pasar timbul, biasanya harga mulai berubah beberapa hari jelang masuk bulan puasa.</p>
<p>Pasar yang berada di pinggi jalan ini merupakan pasar yang dibentuk dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Karena sejak awal mulanya, yang menjadi pelopor agar dibuatkannya pasar itu sendiri ialah dari masyarakat sekitar dan hingga kini hampir semua pedangang dan petugasnya adalah warga asli kampung Cipedak.</p>
<p><strong>Syifa Amelia</strong><br />
<strong>Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pasar-timbul-pul-metromini-yang-disulap-menjadi-pasar/">Pasar Timbul, Pul Metromini yang Disulap Warga Menjadi Pasar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/pasar-timbul-pul-metromini-yang-disulap-menjadi-pasar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semangat Subuh di Pasar Kemiri Muka</title>
		<link>https://jakpos.id/semangat-subuh-di-pasar-kemiri-muka/</link>
					<comments>https://jakpos.id/semangat-subuh-di-pasar-kemiri-muka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 May 2016 09:18:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=5676</guid>

					<description><![CDATA[<p>Disaat matahari masih malu menampakkan sinarnya, mereka sudah berpeluh keringat menjajakan dagangannya. Disaat dingin masih&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/semangat-subuh-di-pasar-kemiri-muka/">Semangat Subuh di Pasar Kemiri Muka</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_5677" aria-describedby="caption-attachment-5677" style="width: 533px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/IMG_20160510_040636-640x480.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-post-5676 wp-image-5677" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/IMG_20160510_040636-640x480.jpg" alt="Suasana pasar kemiri muka pada saat subuh. (foto mia)" width="533" height="400" /></a><figcaption id="caption-attachment-5677" class="wp-caption-text">Suasana pasar kemiri muka pada saat subuh. (foto Mia)</figcaption></figure>
<p>Disaat matahari masih malu menampakkan sinarnya, mereka sudah berpeluh keringat menjajakan dagangannya. Disaat dingin masih menyelimuti, mereka sudah berangkat menuju tempat mencari rezeki. Disaat para konglomerat masih nyenyak di tempat tidur sutranya, mereka telah siap menyambut pembeli dengan penuh semangat di dalam kios yang apa adanya.</p>
<p>Pasar Kemiri Muka adalah salah satu pasar tradisional yang sangat terkenal dan berpengaruh di kota Depok. Pasar ini terletak di kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji. Pasar yang berada di jantung kota Depok ini terletak persis di bawah flyover Jalan Arif Rahman Hakim. Mirisnya, akses menuju pasar yang diapit oleh ruko-ruko ini pada siang hari dipenuhi oleh barisan angkotan kota (angkot) yang <em>ngetem</em> dengan sembarangan hingga menyulitkan pengguna jalan yang menuju pasar tersebut.</p>
<p>Pasar Kemiri Muka, pasar yang selalu menampilkan kesederhanaan di setiap sudutnya. Saat hari masih gelap, sudah terlihat kesibukan jual-beli di sini. “Cari apa mba?” “Ayamnya bu dibeli” , seperti itulah gambaran penjual yang menawarkan dagangannya kepada setiap orang yang lewat, walaupun mereka tahu, tawaran mereka tidak selalu berbuah hasil.</p>
<p>Ugin, pedagang bahan masakan yang sudah 10 tahun menggantungkan hidupnya di pasar ini. Menjajakan dagangannya di kios beratapkan terpal yang sudah tak layak pakai. Bermodal beberapa kotak kayu bekas, Ugin menata dagangannya dan dengan penuh semangat melayani pembelinya. Ugin berjualan sejak pukul 11 malam hingga pukul 9 malam setiap harinya, tetapi keuntungan yang didapat masih tidak menentu.</p>
<p>Pasar tradisional kini sudah mulai terpinggirkan sejak banyaknya pasar modern yang tumbuh di tengah masyarakat. Banyaknya pasar modern, tidak mengalahkan pamor Pasar Kemiri bagi masyarakat kota Depok.</p>
<p>“Tukang sayur keliling kan gak mungkin belanja di supermarket, makannya Pasar Kemiri ini tetap ramai walaupun banyak supermarket yang bagus-bagus,” kata Ugin.</p>
<p>Pasar Kemiri sama seperti pasar tradisional lainnya, menjual kebutuhan pokok, sayur-mayur, ikan, ayam, buah-buahan, sampai peralatan rumah tangga. Bedanya, pasar kemiri ini semua dagangan bercampur, tidak dipisah menurut jenis dagangannya. Jadi, Anda akan melihat tukang ayam berjualan di depan tukang sayur.</p>
<p>Ibu Neni adalah salah satu dari banyaknya pembeli yang berdatangan saat hari masih gelap. Menurutnya, pasar akan selalu menjadi tempat berbelanja favorit bagi masyarakat karena hanya di sini pembeli langsung berhadapan dengan penjual,</p>
<p>“Ya karena bisa langsung tatap sama penjualnya mba, gak ribet ke kasir, ngantri juga,” tambahnya. Kondisi pasar yang becek yang bau justru menjadi ciri khas dari pasar itu sendiri.</p>
<p>Meski sekarang ini banyak pasar modern yang bersih dan berkelas, namun pasar tradisional seperti Pasar Kemiri ini masih menjadi primadona di hati masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hanya di pasar tradisional, Anda akan merasakan kembali keramahan masyarakat yang hampir hilang ditelan teknologi.</p>
<p><strong>Islamia Amanatus Sholihah</strong><br />
<strong> Mahasiswi Jurnalistik Politeknik Negeri Jakarta</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/semangat-subuh-di-pasar-kemiri-muka/">Semangat Subuh di Pasar Kemiri Muka</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/semangat-subuh-di-pasar-kemiri-muka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
