<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pelecehan seksual Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/pelecehan-seksual/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/pelecehan-seksual/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jun 2025 06:06:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>pelecehan seksual Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/pelecehan-seksual/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pelecehan Seksual Anak di Indonesia: Darurat Perlindungan yang Terabaikan</title>
		<link>https://jakpos.id/pelecehan-seksual-anak-di-indonesia-darurat-perlindungan-yang-terabaikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2025 06:06:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Seksual]]></category>
		<category><![CDATA[pelecehan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[Pelecehan Seksual Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=89046</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur menjadi persoalan serius yang&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pelecehan-seksual-anak-di-indonesia-darurat-perlindungan-yang-terabaikan/">Pelecehan Seksual Anak di Indonesia: Darurat Perlindungan yang Terabaikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Maraknya kasus <a href="https://www.depokpos.com/2025/03/seniman-perempuan-di-jakarta-masih-hadapi-pelecehan-seksual-hingga-intelektual/">pelecehan seksual</a> terhadap anak di bawah umur menjadi persoalan serius yang terus mendapatkan sorotan publik. Orang tua semakin resah dan khawatir akan keamanan lingkungan sekitar anak-anak mereka. Fakta ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap anak masih belum maksimal.</p>
<p>Khususnya di Indonesia, <a href="https://www.depokpos.com/2024/12/stop-pelecehan-seksual-di-lingkungan-kampus/">pelecehan seksual</a> terhadap anak menjadi pusat perhatian berbagai organisasi perlindungan anak. Bagaimana tidak? Sejak awal tahun 2025, sudah banyak berita tentang kasus pelecehan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh berbagai oknum.</p>
<p>Salah satu kasus yang menyita perhatian terjadi di <a href="https://www.depokpos.com/2025/06/anak-sekolah-masuk-jam-6-pagi-kang-dedi-ngadi-ngadi/">Sekolah</a> Dasar Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, di mana polisi menetapkan seorang guru sebagai tersangka tindak pidana pencabulan. Kejadian ini membuktikan lemahnya pengawasan perlindungan anak di lingkungan pendidikan, yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi tumbuh kembang anak.</p>
<p>Menurut data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KEMENPPPA), jumlah kasus pelecehan seksual terhadap anak terus meningkat dari tahun ke tahun:</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Data Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak (2020 – Juni 2025)</strong></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-post-89046 wp-image-89047" src="https://res.cloudinary.com/dmshe0vyl/images/v1751263390/data10juni-FILEminimizer/data10juni-FILEminimizer.jpg?_i=AA" alt="" width="635" height="217" /></p>
<p>Dari data tersebut terlihat bahwa pada tahun 2020 hingga pertengahan 2025, kasus pelecehan terhadap anak mengalami peningkatan yang signifikan. Dalam lima bulan pertama tahun 2025 saja, sudah tercatat lebih dari 7.000 kasus. Angka yang mengkhawatirkan ini memperlihatkan bahwa sistem perlindungan anak di Indonesia masih sangat lemah.</p>
<p>Menteri PPPA,Arifatul Choiri Fauzi, menyoroti aspek kesehatan mental sebagai salah satu akar dari kekerasan seksual. Ia menyatakan, “Kekerasan seksual itu terjadi di mana-mana. Karen sebetulnya,kesehatan mental masyarakat kita dalam posisi yang sangat menghawatirkan” ungkapnya.</p>
<p>Sebagai langkah awal pencegahan, peran orang tua sangat krusial dalam membentuk pola pikir anak untuk menjaga diri,mengenali perilaku yang tidak pantas,memahami batasan tubuh mereka sendiri orang tua perlu memberikan pendidikan seks sesuai umur dan menciptakan kebiasaan komunikasi yang nyaman dan terbuka tanpa menghakimi. Anak harus merasa aman untuk bercerita jika mengalami atau melihat hal-hal mencurigakan.</p>
<p>Pelecehan seksual terhadap anak adalah kejahatan yang harus kita lawan bersama. Masyarakat,pemerintah,sekolah, dan keluarga harus menjadi garda terdepan dalam perlindungan anak. Dengan meciptakan lingkungan yang aman,edukatif,dan penuh empati bagi generasi masa depan Indonesia.</p>
<p>Sudah saatnya kita tidak lagi menutup mata. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang layak bagi generasi masa depan Indonesia.</p>
<p><em><strong>Jonathan Imanuel</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pelecehan-seksual-anak-di-indonesia-darurat-perlindungan-yang-terabaikan/">Pelecehan Seksual Anak di Indonesia: Darurat Perlindungan yang Terabaikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/unair.ac.id/wp-content/uploads/2021/03/kekerasan-seksual-pada-anak.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kepsek SMPN 3 Depok Bantah Ada Pelecehan Fisik Guru ke Murid</title>
		<link>https://jakpos.id/kepsek-smpn-3-depok-bantah-ada-pelecehan-fisik-guru-ke-murid/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 09:37:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bodetabek]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[pelecehan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 3 Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Virl]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=86921</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kepala Sekolah SMPN 3 Depok, Ety Kuswandarini membantah adanya kasus pelecehan seksual secara fisik yang dilakukan oleh oknum guru</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kepsek-smpn-3-depok-bantah-ada-pelecehan-fisik-guru-ke-murid/">Kepsek SMPN 3 Depok Bantah Ada Pelecehan Fisik Guru ke Murid</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Kepala Sekolah SMPN 3 Depok, Ety Kuswandarini membantah adanya kasus pelecehan seksual secara fisik yang dilakukan oleh oknum guru.</p>
<p>Ety menegaskan, pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru berinisial I hanya dilakukan secara verbal, itupun karena dipansing oleh siswa.</p>
<p>“Ini berupa secara verbal, kata-kata yang itupun karena dipancing olah anak-anak,” kata Ety saat ditemui wartawan di SMPN 3 Depok, Kamis (22/5/2025).</p>
<p>&#8220;Karena dipancing oleh anak, bapak Ira itu terbawa (ucapan anak),&#8221; tambahnya.</p>
<p>&#8220;Setelah itupun kami melakukan pemanggilan ke Pak Ira dan siswa tersebut, setelah itu kami melakukan klarifikasi terhadap video percakapan tersebut dengan dihasilkan keputusan bahwa masalah ini telah selesai secara kekeluargaan,&#8221; kata Ety.</p>
<p>Lebih lanjut, Ety juga menyalahkan postingan akun instagram @</p>
<p>Selain itu, Etty menyebut korban pelecehan seksual secara verbal di SMPN 3 Depok hanya<strong> satu orang siswi.</strong></p>
<p>Sebelumnya, sejumlah siswi SMP di wilayah Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh salah satu oknum guru.</p>
<p>Pelatih Ekstrakurikuler Sekolah (Ekskul), Sarah yang juga saksi mata kejadian menyebut, jumlah korban pelecehan seksual mencapai tujuh siswi.</p>
<blockquote class="instagram-media" style="background: #FFF; border: 0; border-radius: 3px; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0; width: calc(100% - 2px);" data-instgrm-captioned="" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/DJ66x97JxXR/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14">
<div style="padding: 16px;">
<p>&nbsp;</p>
<div style="display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display: block; height: 50px; margin: 0 auto 12px; width: 50px;"></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style="color: #3897f0; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;">Lihat postingan ini di Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg);"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style="width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;"><a style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;" href="https://www.instagram.com/p/DJ66x97JxXR/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" target="_blank" rel="noopener">Sebuah kiriman dibagikan oleh Sarah Prasiska Putri (@sarahprasiskaa)</a></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Korban pertama adalah V, seorang siswi kelas 7. Ia mengaku sering dilecehkan oleh oknum guru SMP tersebut.</p>
<p>Korban kedua kasus pelecehan seksual oleh oknum guru SMP di Depok adalah A, siswi kelas 8. Dia mengaku dilecehkan oleh pelaku saat sedang membagikan obat penambah darah kepada siswa kelas 7 pada tahun 2024 silam.</p>
<p>Di salah satu kelas tempat mengajar, pelaku melakukan pelecehan sebanyak 2-3 kali. Mengaku terkejut dan bingung, korban hanya mundur dan meninggalkan ruangan tersebut.</p>
<p>Korban selanjutnya adalah S, siswi kelas 8 yang tidak sengaja berpapasan dengan pelaku saat jam kosong. Ketika menghampiri pelaku untuk bersalaman, korban justru diminta untuk duduk.</p>
<p>Pelaku menyuruh korban S untuk duduk karena dianggap tidak sopan jika berbicara dengan guru. Korban S akhirnya duduk bersama pelaku,&#8221; tulis pemilik akun @sarahprasiskaa, dikutip Kamis (22/5/2025)</p>
<p>Selama berbincang, respons pelaku sesekali melakukan pelecehan terhadap korban S. Tak hanya sekali, S kerap mendapatkan perlakukan tidak senonoh dari pelaku, yakni dengan dirangkul saat bersalaman.</p>
<p>Korban keempat merupakan siswi kelas 7 berinisial F. Saat pelecehan terjadi, korban bersama temannya sedang berbincang dengan pelaku.</p>
<p>Saat sedang membenarkan dasinya, pelaku tiba-tiba menyentuh dasi korban dengan dalih membantu merapikan. Namun, korban merasa pelaku menyentuh bagian lain anggota tubuhnya.</p>
<p>Karena kaget, korban hanya terdiam. Setelah itu, pelaku pergi karena harus mengajar.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kepsek-smpn-3-depok-bantah-ada-pelecehan-fisik-guru-ke-murid/">Kepsek SMPN 3 Depok Bantah Ada Pelecehan Fisik Guru ke Murid</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/beritabuana.co/wp-content/uploads/2024/05/IMG-20240507-WA0003_copy_540x277.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Pelecehan Seksual Sejak Dini</title>
		<link>https://jakpos.id/antisipasi-pelecehan-seksual-sejak-dini/</link>
					<comments>https://jakpos.id/antisipasi-pelecehan-seksual-sejak-dini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jun 2016 06:51:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[pelecehan anak]]></category>
		<category><![CDATA[pelecehan seksual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=6317</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seringkali kita mendengarkan pemberitaan yang menimpa anak-anak dibawah umur dengan berbagai kasus pelecehan seksual dan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/antisipasi-pelecehan-seksual-sejak-dini/">Antisipasi Pelecehan Seksual Sejak Dini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAOXNwR1FXRks5STQ.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-post-6317 wp-image-6318" src="http://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAOXNwR1FXRks5STQ.jpg" alt="Duren Sawit-20130204-00983 - Copy.jpg" width="600" height="450" /></a></p>
<p>Seringkali kita mendengarkan pemberitaan yang menimpa anak-anak dibawah umur dengan berbagai kasus pelecehan seksual dan tindak kekerasan seksual. Kasus pelecehan seksual anak dibawah umur membuat banyak pertanyaan dikalangan masyarakat mengenai pengawasan orang tua dan guru di lingkungan sekitar mereka tinggal.</p>
<p>Anak-anak sebenarnya juga masih memiliki dunianya sendiri. Untuk itu peran pengawasan oleh orang tua dan guru sangat lah penting, agar mereka tidak terjerumus ke dalam lubang yang salah dan dapat mengantisipasi terjadinya pelecehan seksual dan tidak kekerasan seksual anak dibawah umur.</p>
<p>Kasus pelecehan seksual dan tindak kekerasan seksual juga dapat menimpa siapa saja, tidak hanya terjadi oleh kaum perempuan tapi juga bisa menimpa kaum laki-laki. Mereka terus diburu oleh para phedopilia untuk dijadikan target atau sasaran untuk melakukan pelecehan seksual dan tindak kekerasan seksual dibawah umur.</p>
<p>Seperti pengalaman yang menimpa B, seorang siswi SMP di Bekasi. Ia dilecehkan ketika berada di dalam KRL, ia pun bercerita kronologis awalnya. Saat itu kereta yang ia naiki berasal dari stasiun cakung yang penuh dengan penumpang lain, ia pun terpaksa berdiri karena tidak ada tempat duduk lagi.</p>
<p>B menuturkan bahwa selanjutnya seorang laki-laki yang berada disebelahnya dengan sengaja memasukkan kakinya disela-sela kaki B. Awalnya B tidak berasa, namun beberapa lama laki-laki itu berdesah disebelah B dan mengesek-gesek badan B.</p>
<p>B pun risih hingga ia menginjak kaki, dan menyikut perut dari pria itu. Tapi penumpang lain tidak ada yang memperhatikan tingkah dari pria itu. Peristiwa itu selesai ketika pria itu turun di stasiun jatinegara.</p>
<p>&#8220;Namun lain kali, jika saya dilecehkan seperti itu lagi dalam kereta,  saya akan teriak sekenceng-kencengnya kearahnya, saya tegur, dan saya sikut. Biar pria yang melakukan hal itu merasa malu,”ujar B.</p>
<p>Wiwiek Wulandari, seorang pengajar Pendiidikan Anak Usia Dini (PAUD), memberikan tips pembelajaran untuk menghindari pelecehan terhadap anak-anak usia belia. Tips ini yang selalu ia berikan dalam mengingatkan anak didiknya, yaitu :</p>
<p><strong>Anak itu diajarkan batas mana yang harus ditutup dalam anggota tubuhnya</strong> dengan memberikan contoh kalau pakai seragam rok mereka diwajibkan untuk memakai celana pendek dan apabila duduk diatur dengan sopan,</p>
<p><strong>Apabila membuka pakaian harus didampingi oleh orang tuanya</strong> dan tidak boleh membuka pakaian mereka didepan orang lain contohnya bila diluar sekolah mereka buang air kecil/buang air besar/mandi hanya boleh ditemani oleh orang tua atau saudara dekat, tapi bila didalam sekolah mereka boleh meminta tolong bu guru untuk menemaninya.</p>
<p><strong>Membiasakan pengelompokan dalam satu jenis kelamin</strong> contoh saat pembagian kelompok yang hanya terbagi menjadi kelompok laki-laki dan kelompok perempuan saja.</p>
<p><strong>Bercanda tidak boleh berlebihan</strong>, terutama anak laki-laki bercanda ke perempuan dan sebaliknya karena terkadangh anak kecil itu menyampaikan empatinya dengan tulus yang membuat mereka melupakan hal yang tidak seharusnya mereka kerjakan.</p>
<p><strong>Guru sebaiknya menceritakan kepada anak muridny</strong>a untuk tidak boleh mengikuti orang yang mereka tidak kenal atau tidak mereka kenali sebelumnya contohnya hal ini bisa terjadi penculikan anak dibawah umur.</p>
<p><strong>Membiasakan kepada orang tua untuk mengawasi anaknya</strong> terhadap jadwal aktifitas sehari-hari mereka dengan contoh saatnya jadwal pulang sekolah terjadi maka para orang tua harus sudah ada disekolah tersebut dan harus siap untuk selalu mengawasi anaknya.</p>
<p>Tips ini diberikan olehnya untuk mengantisipasi agar tidak ada lagi pelecehan seksual atau tindak kekerasan dibawah umur yang menimpa kaum wanita ataupun kaum pria. Hingga pelecehan seksual yang dilakukan ditempat umum dapat terhindar dan menanamkan pelajaran sejak kecil.</p>
<p><strong>Muhammad Rizky Laksana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/antisipasi-pelecehan-seksual-sejak-dini/">Antisipasi Pelecehan Seksual Sejak Dini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/antisipasi-pelecehan-seksual-sejak-dini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
