<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Penipuan Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/penipuan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/penipuan/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Aug 2025 01:06:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Penipuan Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/penipuan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gold&#8217;s Gym Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Penipuan dan Penggelapan</title>
		<link>https://jakpos.id/golds-gym-dilaporkan-ke-polda-metro-jaya-terkait-penipuan-dan-penggelapan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 01:06:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Gold's Gym]]></category>
		<category><![CDATA[Penipuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90474</guid>

					<description><![CDATA[<p>Manajemen Gold's Gym mengumumkan bahwa beberapa cabangnya akan berhenti beroperasi per 30 Juni 2025</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/golds-gym-dilaporkan-ke-polda-metro-jaya-terkait-penipuan-dan-penggelapan/">Gold&#8217;s Gym Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Penipuan dan Penggelapan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Manajemen Gold&#8217;s Gym mengumumkan bahwa beberapa cabangnya akan berhenti beroperasi per 30 Juni 2025</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>JAKARTA</strong> </a>&#8211;  Perusahaan yang bergerak di bidang kebugaran Gold&#8217;s Gym, dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh sejumlah pelanggan dan karyawannya sendiri atas dugaan melakukan penipuan, penggelapan serta tindak pidana ketenagakerjaan.</p>
<p>&#8220;Yang dilakukan Gold&#8217;S Gym ini adalah satu bentuk penipuan karena berdasarkan informasi yang kami ambil lewat klien kami bahwa di Juni 2025 itu franchise yang disewa untuk di Indonesia (lisensinya) telah habis,&#8221; kata kuasa hukum korban, Kurniadi Nur mengutip Antara, Rabu (6/8).</p>
<p>Kurniadi membeberkan kronologi kejadian berawal saat akhir Juni 2025, manajemen Gold&#8217;s Gym mengumumkan bahwa beberapa cabangnya akan berhenti beroperasi per 30 Juni 2025.</p>
<p>Padahal banyak pelanggan atau anggota (member) yang sudah melakukan pembayaran untuk memperpanjang masa keanggotaannya di Gold&#8217;s Gym.</p>
<p>&#8220;Para anggota yang terkena dampak diarahkan untuk pindah ke cabang lain yang diklaim masih beroperasi. Namun, kenyataannya, banyak dari cabang lain tersebut juga tiba-tiba ditutup bahkan disegel oleh pemilik gedung,&#8221; katanya.</p>
<p>Penutupan ini juga dilakukan tanpa pemberitahuan yang transparan. Bahkan beberapa cabang disegel oleh pemilik gedung karena perusahaan menunggak biaya sewa.</p>
<p>&#8220;Gold&#8217;s Gym diduga melakukan penipuan dan atau penggelapan terhadap member sebagaimana diatur dalam Pasal 378 dan 372 KUHP,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu, Kurniadi menyebutkan para karyawan dan instruktur Gold&#8217;s Gym juga mengalami nasib serupa.</p>
<p>&#8220;Banyak karyawan yang mengeluh belum menerima gaji dan komisi mereka untuk beberapa bulan terakhir, bahkan ada yang menunggak hingga setahun,&#8221; katanya.</p>
<p>Kurniadi berharap dengan laporan ini, pihak Gold&#8217;s Gym dapat mengembalikan dana anggota yang dirugikan dan juga pembayaran penuh hak-hak karyawan serta instruktur yang belum dibayarkan gajinya.</p>
<p>&#8220;Kami berharap aparat penegak hukum bertindak tegas dalam menangani kasus ini, karena kasus ini menyangkut hak masyarakat luas dan kelangsungan hidup para pekerja yang telah dirugikan baik dirugikan secara materil maupun immateril,&#8221; kata Kurniadi.</p>
<p>Laporan tersebut telah teregistrasi dengan nomor: LP/A/5502/11/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 6 Agustus 2025.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/golds-gym-dilaporkan-ke-polda-metro-jaya-terkait-penipuan-dan-penggelapan/">Gold&#8217;s Gym Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Penipuan dan Penggelapan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/jendela360.com/info/wp-content/uploads/2024/01/5-2.png?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Lawan Penipuan Digital, Global Anti-Scam Alliance Cabang Indonesia Diluncurkan</title>
		<link>https://jakpos.id/lawan-penipuan-digital-global-anti-scam-alliance-cabang-indonesia-diluncurkan/</link>
					<comments>https://jakpos.id/lawan-penipuan-digital-global-anti-scam-alliance-cabang-indonesia-diluncurkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 23:13:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[Scam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=89322</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cabang Indonesia dari Global Anti-Scam Alliance Diluncurkan untuk Melawan Penipuan Digital yang Semakin Meningkat dan Melindungi Konsumen</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/lawan-penipuan-digital-global-anti-scam-alliance-cabang-indonesia-diluncurkan/">Lawan Penipuan Digital, Global Anti-Scam Alliance Cabang Indonesia Diluncurkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Koalisi para pemimpin di bidang teknologi, telekomunikasi, dan keuangan bersatu untuk memperkuat kolaborasi industri dan ketahanan digital di Indonesia</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/"><strong>JAKARTA</strong> </a>&#8211; Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) dan Mastercard, bersama AFTECH, hari ini mengumumkan peluncuran cabang Indonesia dari Global Anti Scam Alliance (GASA). Inisiatif strategis ini menandai langkah besar dalam upaya bersama untuk mengatasi peningkatan penipuan digital di negara ini. Ini adalah cabang GASA kedua yang diluncurkan di Asia Tenggara, setelah pendirian cabang Singapura tahun lalu.</p>
<p>GASA adalah organisasi nirlaba internasional terkemuka yang berdedikasi untuk mengumpulkan pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk lembaga pemerintah, platform teknologi, lembaga keuangan, kelompok perlindungan konsumen, dan masyarakat sipil, untuk mengatasi penipuan dan kecurangan online melalui kolaborasi, pendidikan, dan penelitian.</p>
<p>Dengan tema “Memperkuat kepercayaan, memfasilitasi pertumbuhan”, cabang GASA Indonesia mengumpulkan koalisi kuat dari anggota pendiri. Cabang ini akan dipimpin oleh Indosat sebagai Ketua Pertama, dengan Mastercard dan AFTECH sebagai Wakil Ketua, serta organisasi terkemuka seperti DANA, Google, GSMA, Meta, Shopee, dan Tech for Good Institute bergabung dalam koalisi ini.</p>
<p>Sebagai salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan paling cepat di Asia, Indonesia memiliki karakteristik yang dinamis namun juga rentan. Menurut Asia Scam Report 2024 dari GASA, 65 persen warga Indonesia mengalami upaya penipuan setiap minggu, mulai dari pesan phishing, tawaran pekerjaan palsu, hingga penipuan investasi.</p>
<p>Peluncuran GASA Indonesia merupakan respons strategis untuk menghadapi ancaman yang semakin meningkat ini secara langsung. Penipuan telah menjadi masalah yang meluas yang memengaruhi konsumen, bisnis, dan lembaga, sehingga kolaborasi lintas sektor menjadi lebih mendesak dari sebelumnya. Cabang ini akan berfokus pada pertukaran informasi antarindustri, kampanye pendidikan publik, dan inovasi kebijakan untuk memperkuat kepercayaan dan keamanan digital.</p>
<p>Salah satu misi utama GASA Indonesia adalah membentuk koalisi sektor swasta yang bekerja sama erat dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lembaga-lembaga terkait lainnya, guna memastikan sinergi yang kuat antara sektor publik dan swasta dalam memberantas penipuan.</p>
<p>Pembentukan cabang Indonesia dari GASA didorong oleh komitmen bersama Indosat dan Mastercard untuk mengumpulkan pemangku kepentingan sektor publik dan swasta dalam menangani ancaman kejahatan siber yang semakin meningkat. Sebagai anggota pendiri, kedua organisasi ini memiliki rekam jejak yang kuat dalam kolaborasi di bidang inovasi, kemitraan industri, dan pendidikan. Mastercard, sebagai anggota pendiri global GASA dan penasihat untuk Asia Tenggara, memainkan peran kunci dalam menginisiasi cabang di Indonesia. Indosat, melalui jaringan luasnya, kemampuan kecerdasan buatan (AI), dan fokus pada inklusi digital, secara aktif mendukung upaya di lapangan untuk melindungi masyarakat Indonesia dari penipuan dan spam. Cabang ini terbuka untuk partisipasi dan kolaborasi yang lebih luas guna mendorong misi GASA di Indonesia.</p>
<p>Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyatakan: “OJK menyambut baik pembentukan cabang GASA Indonesia sebagai inisiatif strategis yang sejalan dengan misi kami melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menangani penipuan dan meningkatkan perlindungan konsumen.”</p>
<p>Reski Damayanti, Chief Legal &amp; Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison dan Ketua GASA Indonesia, menyatakan: “Penipuan tidak lagi merupakan insiden terisolasi—mereka telah menjadi ancaman sistemik. Kami yakin kami memiliki tanggung jawab bersama untuk bertindak secara tegas. Perwakilan Indonesia ini merepresentasikan koalisi yang bersatu, menggabungkan industri, pemerintah, dan masyarakat sipil untuk melindungi publik dan mengembalikan kepercayaan. Indosat bangga berkontribusi dengan kepemimpinan kami dalam gerakan ini, sejalan dengan tujuan besar kami untuk memberdayakan Indonesia.”</p>
<p>Aileen Goh, Country Manager Indonesia, Mastercard, dan Wakil Ketua GASA Indonesia, mengatakan: “Peluncuran cabang GASA Indonesia menggabungkan keahlian global dan lokal terbaik untuk memerangi penipuan digital dengan memanfaatkan pengalaman kolektif semua anggota. Aliansi ini berfungsi sebagai jembatan vital yang menghubungkan Indonesia dengan jaringan global aliansi anti-penipuan, mengumpulkan organisasi lintas sektor untuk berbagi informasi, praktik terbaik, dan mendorong tindakan kolektif. Di Mastercard, kami percaya bahwa tidak ada yang dapat membangun dan mengamankan ekonomi digital sendirian, itulah mengapa Mastercard secara aktif mendorong kolaborasi industri di seluruh kawasan. Cabang Indonesia merupakan perpanjangan alami dari komitmen berkelanjutan organisasi ini, dan Mastercard merasa terhormat dapat berkontribusi sebagai Wakil Ketua, bekerja sama erat dengan anggota lain untuk memperkuat kepercayaan digital dan melindungi konsumen di Indonesia.”</p>
<p>Firlie H. Ganinduto, Wakil Ketua GASA Indonesia dan Sekretaris Jenderal AFTECH, mengatakan: “Ekosistem digital Indonesia berkembang pesat, membawa peluang besar untuk inovasi dan inklusi. Namun, untuk mempertahankan pertumbuhan ini, kita harus membangun infrastruktur digital yang kuat—dan itu dimulai dengan kepercayaan digital. Tanpa melindungi orang dari penipuan, kepercayaan digital tidak akan pernah ada. Membangun ekosistem digital yang tepercaya membutuhkan kolaborasi antar semua sektor. Pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat sipil harus bekerja sama dalam model quad helix. Pada saat yang sama, kita membutuhkan kerja sama internasional, karena penipuan tidak mengenal batas dan membutuhkan respons global. Karena penipuan merupakan ancaman serius bagi keuangan digital dan ekosistem digital, AFTECH saat ini bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung inisiatif pencegahan, termasuk melalui pengembangan sistem identifikasi penipuan. Peluncuran GASA Indonesia Chapter merupakan langkah penting ke depan. Dengan mengurangi penipuan, kita membangun kepercayaan—dan dengan kepercayaan, kita memfasilitasi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara aman, inklusif, dan berkelanjutan.”</p>
<p>Jorij Abraham, Direktur Eksekutif, Global Anti Scam Alliance, menambahkan: “Indonesia memainkan peran kunci dalam ekonomi digital Asia Tenggara dan merupakan salah satu pasar paling dinamis di dunia. Seiring dengan meningkatnya skala dan kompleksitas penipuan, membangun ekosistem yang dapat dipercaya untuk perlindungan konsumen menjadi semakin kritis. Kami bangga meluncurkan cabang Indonesia dari GASA dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para ketua nasional kami – Indosat, Mastercard, dan AFTECH – atas kepemimpinan, dedikasi, dan komitmen mereka terhadap misi ini. Bersama-sama, kita akan membangun komunitas online yang lebih kuat dan aman.”</p>
<h4>Kegiatan Cabang GASA di Indonesia</h4>
<p>Dengan bergabung dalam GASA, Indonesia menjadi bagian dari jaringan global organisasi publik, swasta, dan internasional terkemuka yang bekerja sama untuk memerangi penipuan dan memperkuat perlindungan konsumen. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai pemimpin regional dalam perjuangan melawan penipuan digital, sekaligus menunjukkan komitmennya terhadap kolaborasi lintas sektor dan masa depan digital yang lebih aman.</p>
<p>Cabang GASA Indonesia akan melakukan upaya untuk mempromosikan perlindungan konsumen nasional, termasuk pendidikan dan kampanye kesadaran anti-penipuan, penelitian, serta mendorong kolaborasi yang lebih besar antara sektor publik dan swasta dalam memerangi penipuan.</p>
<p>Inisiatif utama yang saat ini sedang digalakkan oleh GASA Indonesia adalah penelitian tentang ‘Kondisi Penipuan di Indonesia’. Penelitian ini akan memberikan wawasan baru mengenai lanskap ancaman lokal, kerentanan konsumen, dan taktik penipuan yang terus berkembang, sehingga memberikan pengetahuan yang diperlukan bagi pemangku kepentingan di berbagai sektor untuk merumuskan strategi pencegahan yang efektif.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/lawan-penipuan-digital-global-anti-scam-alliance-cabang-indonesia-diluncurkan/">Lawan Penipuan Digital, Global Anti-Scam Alliance Cabang Indonesia Diluncurkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/lawan-penipuan-digital-global-anti-scam-alliance-cabang-indonesia-diluncurkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/wisconsin.cdn-anvilcms.net/media/images/2022/03/18/images/SCAM_shutterstock_1060927199.max-640x480.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Lawan Penipuan Digital, Global Anti-Scam Alliance Cabang Indonesia Diluncurkan</title>
		<link>https://jakpos.id/lawan-penipuan-digital-global-anti-scam-alliance-cabang-indonesia-diluncurkan-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 23:09:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[Scam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90214</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cabang Indonesia dari Global Anti-Scam Alliance Diluncurkan untuk Melawan Penipuan Digital yang Semakin Meningkat dan Melindungi Konsumen</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/lawan-penipuan-digital-global-anti-scam-alliance-cabang-indonesia-diluncurkan-2/">Lawan Penipuan Digital, Global Anti-Scam Alliance Cabang Indonesia Diluncurkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Koalisi para pemimpin di bidang teknologi, telekomunikasi, dan keuangan bersatu untuk memperkuat kolaborasi industri dan ketahanan digital di Indonesia</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>JAKARTA</strong> </a>&#8211; Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) dan Mastercard, bersama AFTECH, hari ini mengumumkan peluncuran cabang Indonesia dari Global Anti Scam Alliance (GASA). Inisiatif strategis ini menandai langkah besar dalam upaya bersama untuk mengatasi peningkatan penipuan digital di negara ini. Ini adalah cabang GASA kedua yang diluncurkan di Asia Tenggara, setelah pendirian cabang Singapura tahun lalu.</p>
<p>GASA adalah organisasi nirlaba internasional terkemuka yang berdedikasi untuk mengumpulkan pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk lembaga pemerintah, platform teknologi, lembaga keuangan, kelompok perlindungan konsumen, dan masyarakat sipil, untuk mengatasi penipuan dan kecurangan online melalui kolaborasi, pendidikan, dan penelitian.</p>
<p>Dengan tema “Memperkuat kepercayaan, memfasilitasi pertumbuhan”, cabang GASA Indonesia mengumpulkan koalisi kuat dari anggota pendiri. Cabang ini akan dipimpin oleh Indosat sebagai Ketua Pertama, dengan Mastercard dan AFTECH sebagai Wakil Ketua, serta organisasi terkemuka seperti DANA, Google, GSMA, Meta, Shopee, dan Tech for Good Institute bergabung dalam koalisi ini.</p>
<p>Sebagai salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan paling cepat di Asia, Indonesia memiliki karakteristik yang dinamis namun juga rentan. Menurut Asia Scam Report 2024 dari GASA, 65 persen warga Indonesia mengalami upaya penipuan setiap minggu, mulai dari pesan phishing, tawaran pekerjaan palsu, hingga penipuan investasi.</p>
<p>Peluncuran GASA Indonesia merupakan respons strategis untuk menghadapi ancaman yang semakin meningkat ini secara langsung. Penipuan telah menjadi masalah yang meluas yang memengaruhi konsumen, bisnis, dan lembaga, sehingga kolaborasi lintas sektor menjadi lebih mendesak dari sebelumnya. Cabang ini akan berfokus pada pertukaran informasi antarindustri, kampanye pendidikan publik, dan inovasi kebijakan untuk memperkuat kepercayaan dan keamanan digital.</p>
<p>Salah satu misi utama GASA Indonesia adalah membentuk koalisi sektor swasta yang bekerja sama erat dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lembaga-lembaga terkait lainnya, guna memastikan sinergi yang kuat antara sektor publik dan swasta dalam memberantas penipuan.</p>
<p>Pembentukan cabang Indonesia dari GASA didorong oleh komitmen bersama Indosat dan Mastercard untuk mengumpulkan pemangku kepentingan sektor publik dan swasta dalam menangani ancaman kejahatan siber yang semakin meningkat. Sebagai anggota pendiri, kedua organisasi ini memiliki rekam jejak yang kuat dalam kolaborasi di bidang inovasi, kemitraan industri, dan pendidikan. Mastercard, sebagai anggota pendiri global GASA dan penasihat untuk Asia Tenggara, memainkan peran kunci dalam menginisiasi cabang di Indonesia. Indosat, melalui jaringan luasnya, kemampuan kecerdasan buatan (AI), dan fokus pada inklusi digital, secara aktif mendukung upaya di lapangan untuk melindungi masyarakat Indonesia dari penipuan dan spam. Cabang ini terbuka untuk partisipasi dan kolaborasi yang lebih luas guna mendorong misi GASA di Indonesia.</p>
<p>Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyatakan: “OJK menyambut baik pembentukan cabang GASA Indonesia sebagai inisiatif strategis yang sejalan dengan misi kami melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menangani penipuan dan meningkatkan perlindungan konsumen.”</p>
<p>Reski Damayanti, Chief Legal &amp; Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison dan Ketua GASA Indonesia, menyatakan: “Penipuan tidak lagi merupakan insiden terisolasi—mereka telah menjadi ancaman sistemik. Kami yakin kami memiliki tanggung jawab bersama untuk bertindak secara tegas. Perwakilan Indonesia ini merepresentasikan koalisi yang bersatu, menggabungkan industri, pemerintah, dan masyarakat sipil untuk melindungi publik dan mengembalikan kepercayaan. Indosat bangga berkontribusi dengan kepemimpinan kami dalam gerakan ini, sejalan dengan tujuan besar kami untuk memberdayakan Indonesia.”</p>
<p>Aileen Goh, Country Manager Indonesia, Mastercard, dan Wakil Ketua GASA Indonesia, mengatakan: “Peluncuran cabang GASA Indonesia menggabungkan keahlian global dan lokal terbaik untuk memerangi penipuan digital dengan memanfaatkan pengalaman kolektif semua anggota. Aliansi ini berfungsi sebagai jembatan vital yang menghubungkan Indonesia dengan jaringan global aliansi anti-penipuan, mengumpulkan organisasi lintas sektor untuk berbagi informasi, praktik terbaik, dan mendorong tindakan kolektif. Di Mastercard, kami percaya bahwa tidak ada yang dapat membangun dan mengamankan ekonomi digital sendirian, itulah mengapa Mastercard secara aktif mendorong kolaborasi industri di seluruh kawasan. Cabang Indonesia merupakan perpanjangan alami dari komitmen berkelanjutan organisasi ini, dan Mastercard merasa terhormat dapat berkontribusi sebagai Wakil Ketua, bekerja sama erat dengan anggota lain untuk memperkuat kepercayaan digital dan melindungi konsumen di Indonesia.”</p>
<p>Firlie H. Ganinduto, Wakil Ketua GASA Indonesia dan Sekretaris Jenderal AFTECH, mengatakan: “Ekosistem digital Indonesia berkembang pesat, membawa peluang besar untuk inovasi dan inklusi. Namun, untuk mempertahankan pertumbuhan ini, kita harus membangun infrastruktur digital yang kuat—dan itu dimulai dengan kepercayaan digital. Tanpa melindungi orang dari penipuan, kepercayaan digital tidak akan pernah ada. Membangun ekosistem digital yang tepercaya membutuhkan kolaborasi antar semua sektor. Pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat sipil harus bekerja sama dalam model quad helix. Pada saat yang sama, kita membutuhkan kerja sama internasional, karena penipuan tidak mengenal batas dan membutuhkan respons global. Karena penipuan merupakan ancaman serius bagi keuangan digital dan ekosistem digital, AFTECH saat ini bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung inisiatif pencegahan, termasuk melalui pengembangan sistem identifikasi penipuan. Peluncuran GASA Indonesia Chapter merupakan langkah penting ke depan. Dengan mengurangi penipuan, kita membangun kepercayaan—dan dengan kepercayaan, kita memfasilitasi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara aman, inklusif, dan berkelanjutan.”</p>
<p>Jorij Abraham, Direktur Eksekutif, Global Anti Scam Alliance, menambahkan: “Indonesia memainkan peran kunci dalam ekonomi digital Asia Tenggara dan merupakan salah satu pasar paling dinamis di dunia. Seiring dengan meningkatnya skala dan kompleksitas penipuan, membangun ekosistem yang dapat dipercaya untuk perlindungan konsumen menjadi semakin kritis. Kami bangga meluncurkan cabang Indonesia dari GASA dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para ketua nasional kami – Indosat, Mastercard, dan AFTECH – atas kepemimpinan, dedikasi, dan komitmen mereka terhadap misi ini. Bersama-sama, kita akan membangun komunitas online yang lebih kuat dan aman.”</p>
<h4>Kegiatan Cabang GASA di Indonesia</h4>
<p>Dengan bergabung dalam GASA, Indonesia menjadi bagian dari jaringan global organisasi publik, swasta, dan internasional terkemuka yang bekerja sama untuk memerangi penipuan dan memperkuat perlindungan konsumen. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai pemimpin regional dalam perjuangan melawan penipuan digital, sekaligus menunjukkan komitmennya terhadap kolaborasi lintas sektor dan masa depan digital yang lebih aman.</p>
<p>Cabang GASA Indonesia akan melakukan upaya untuk mempromosikan perlindungan konsumen nasional, termasuk pendidikan dan kampanye kesadaran anti-penipuan, penelitian, serta mendorong kolaborasi yang lebih besar antara sektor publik dan swasta dalam memerangi penipuan.</p>
<p>Inisiatif utama yang saat ini sedang digalakkan oleh GASA Indonesia adalah penelitian tentang ‘Kondisi Penipuan di Indonesia’. Penelitian ini akan memberikan wawasan baru mengenai lanskap ancaman lokal, kerentanan konsumen, dan taktik penipuan yang terus berkembang, sehingga memberikan pengetahuan yang diperlukan bagi pemangku kepentingan di berbagai sektor untuk merumuskan strategi pencegahan yang efektif.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/lawan-penipuan-digital-global-anti-scam-alliance-cabang-indonesia-diluncurkan-2/">Lawan Penipuan Digital, Global Anti-Scam Alliance Cabang Indonesia Diluncurkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/medialampung.disway.id/upload/20b86913548d9b16702f7264bc9f40f7.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Mediasi Penipuan Shila Residence Citayam Mentok, Korban Lanjutkan Proses Hukum</title>
		<link>https://jakpos.id/mediasi-penipuan-shila-residence-citayam-mentok-korban-lanjutkan-proses-hukum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2025 05:27:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[Shila Residence Citayam]]></category>
		<category><![CDATA[WS Laoli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=86600</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Keberhati-hatian dalam membeli rumah idaman memang sangat diperlukan, diperlukan ketelitian dan pendalaman yang&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mediasi-penipuan-shila-residence-citayam-mentok-korban-lanjutkan-proses-hukum/">Mediasi Penipuan Shila Residence Citayam Mentok, Korban Lanjutkan Proses Hukum</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Keberhati-hatian dalam membeli rumah idaman memang sangat diperlukan, diperlukan ketelitian dan pendalaman yang lebih untuk memilah dan memilih, apalagi menyangkut properti seperti rumah maupun tanah.</p>
<p>Hal tersebut dialami salah satu pembina organisasi wartawan, FWJ Indonesia, WS Laoli yang menyebut bahwa dirinya telah menjadi korban dugaan tindak penipuan dan penggelapan terkait jual beli rumah Shila Residence Citayam Bojonggede Depok yang dialaminya pertengahan sejak 2023 lalu.</p>
<p>Laoli menyatakan bahwa dia telah menjadi korban tindak pidana penipuan dan penggelapan oleh AL yang membuat dirinya mengalami kerugian cukup besar.</p>
<p>Ditemui usai melakukan mediasi dengan pihak terlapor di Polresta Depok, Laoli menungkap masih belum ada itikad baik dari pihak pengembang dengan tidak menghadiri mediasi tersebut dan hanya diwakili oleh pengacaranya.</p>
<p>&#8220;Hari ini saya dapat undangan, katanya mau mediasi. Tapi ternyata tadi yang saya laporkan yakni A. Latif si penjual rumah ini tidak datang dan malah mengutus kuasa hukumnya. Ini saya melihat tidak ada itikad baik menyelesaikan masalah ini,&#8221; tegas Laoli di Depok, Jum&#8217;at (9/5).</p>
<p>&#8220;Prosesnya sendiri saya sebut bukan mediasi ya, karena saya justru digiring ke tangan pertama, sedangkan saya beli rumah ini ke A. Latif, jadi dengan tegas saya katakan tadi minta di proses secepatnya.&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Termasuk juga Laloli meminta pihak yang mengaku sebagai notaris yang dibawa A. Latif itu turut di proses. Laoli mengaku pihak notaris itu disebut sebagai notaris freelance oleh pihak penyidik.</p>
<p>&#8220;Tidak ada itu notaris <em>freelance</em>, semua notaris itu ada dasar hukumnya. Bisa diduga itu rekayasa, maka saya minta sama penyidik Polres Depok agar secepatnya mereka ini ditahan,&#8221; tambah Laoli.</p>
<p>Proses mediasi sendiri bisa dibilang mengalami kebuntuan karena Laoli diarahkan untuk membuat surat sertifikat, padahal karena tidak adanya surat sertifikat inilah dirinya melapor.</p>
<p>&#8220;Saya beli rumah itu tanggal 21 Juli 2023, mereka janji nanti sertifikatnya jadi pada tanggal 21 Juli 2024. Kenyataannya yang dikasih ke saya hanya PPJB, padahal rumah tersebut saya beli cash,&#8221; terang Laoli.</p>
<p>Selanjutnya, Laoli menegaskan akan terus membawa masalah ini di jalur hukum dan dirinya mendapat informasi akan segera melakukan gear perkara,</p>
<p>Sebelumnya, selama ini dia sudah mencoba menyelesaikan masalah tersebut secara musyawarah dan kekeluargaan, namun tidak ada titik temu penyelesaian. Alasan tersebutlah yang membuat Laoli menyebut nilai kerugian yang dideritanya lumayan besar dan akhirnya membuat laporan dengan delik aduan penipuan dan penggelapan.</p>
<p>“Nilai kerugian saya yang secara cash itu 490 juta rupiah, kerugian lainnya karena uang ini saya pinjam dari bank dengan pengembalian selama 10 tahun dan setiap bulan gaji pegawai saya dipotong. Jadi totalnya saya harus membayar sekitar 1,5 milyar, karena ini pinjaman dari bank, “tegasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mediasi-penipuan-shila-residence-citayam-mentok-korban-lanjutkan-proses-hukum/">Mediasi Penipuan Shila Residence Citayam Mentok, Korban Lanjutkan Proses Hukum</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
