<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Perang Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/perang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/perang/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Apr 2026 04:21:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Perang Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/perang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dibela Malah Ninggalin! Israel Ogah Ikut Serangan Darat ke Iran</title>
		<link>https://jakpos.id/dibela-malah-ninggalin-israel-ogah-ikut-serangan-darat-iran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 04:21:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98639</guid>

					<description><![CDATA[<p>Israel tidak akan ikut serta dalam operasi darat AS di Iran saat Washington mempertimbangkan apakah akan memperluas perannya dalam perang tersebut.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dibela-malah-ninggalin-israel-ogah-ikut-serangan-darat-iran/">Dibela Malah Ninggalin! Israel Ogah Ikut Serangan Darat ke Iran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Media <a href="https://www.depokpos.com/2026/04/dibela-malah-ninggalin-israel-ogah-ikut-serangan-darat-iran/">Israel</a> Channel 12  melaporkan bahwa Israel tidak akan ikut serta dalam operasi darat AS di <a href="https://www.depokpos.com/2026/04/trump-ultimatum-sekutu-yang-ogah-bantu-as-lawan-iran/">Iran</a> saat Washington mempertimbangkan apakah akan memperluas perannya dalam perang tersebut.</p>
<p>Channel 12 mengatakan pada hari Minggu (29/3/2026) bahwa jika <a href="https://www.depokpos.com/2026/04/3-sekutu-dekat-as-makin-lantang-ogah-ikut-perang/">Amerika Serikat</a> melancarkan serangan darat, “tentara Israel tidak akan berpartisipasi di darat”.</p>
<p>Ini menunjukkan Israel akan menyerahkan operasi semacam itu kepada pasukan AS saja.</p>
<p>Laporan tersebut muncul ketika perencanaan militer AS untuk kemungkinan operasi darat mendapat sorotan baru di Washington.</p>
<p>Pentagon dilaporkan sedang mempersiapkan opsi yang dapat mencakup serangan terbatas, sementara Gedung Putih belum secara terbuka mengkonfirmasi Presiden Donald Trump telah menyetujui langkah tersebut.</p>
<blockquote><p><em><strong>قَالُوۡا يٰمُوۡسٰٓى اِنَّا لَنۡ نَّدۡخُلَهَاۤ اَبَدًا مَّا دَامُوۡا فِيۡهَا‌ فَاذۡهَبۡ اَنۡتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَاۤ اِنَّا هٰهُنَا قَاعِدُوۡنَ</strong></em></p>
<p><em><strong>&#8220;Mereka berkata, &#8220;Wahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap (menanti) di sini saja.&#8221; (QS Al-Maidah:24)</strong></em></p></blockquote>
<h3>Iran Tanggapi Ancaman AS</h3>
<p>Iran telah menanggapi dengan ancaman terbuka terhadap setiap serangan AS.</p>
<p>Pejabat Iran memperingatkan pasukan Amerika akan menghadapi pembalasan yang menghancurkan jika mereka memasuki negara itu.</p>
<p>Satu laporan mengutip sumpah Teheran “membakar” pasukan AS jika Washington menempatkan pasukan di darat.</p>
<h4>AS Mengulang Kesalahan yang Sama pada Perang Vietnam</h4>
<p>Analis militer telah memperingatkan invasi darat akan menjadi kesalahan strategis sebesar perang Vietnam.</p>
<p>“Vietnam menunjukkan dengan tepat kapan perang udara berubah menjadi perang darat,” ujar Profesor Ilmu Politik Universitas Chicago, Robert Pape, yang ahli dalam urusan keamanan.</p>
<p>Ia memperingatkan sinyal yang sama kini muncul dalam perang Iran—dan 10 hari ke depan akan menentukan apa yang akan terjadi selanjutnya.</p>
<h5>Reaksi Warga AS</h5>
<p>Laporan Channel 12 memicu reaksi keras di AS, terutama di kalangan pendukung &#8216;America First&#8217; dan suara-suara anti-perang, yang berpendapat Washington didorong menuju konflik darat yang mahal sementara Israel menolak mengerahkan tentaranya sendiri untuk berperang di dalam Iran.</p>
<p>Kritik tersebut memperkuat klaim yang lebih luas bahwa pasukan Amerika diminta untuk menanggung risiko perang yang didorong Israel tetapi mereka sendiri tidak akan ikut berperang di darat.</p>
<p>“Bagaimana jika kita melakukan operasi darat di Israel dan mengambil senjata nuklir mereka dan mendapatkan kembali uang kita???,” kata seorang influencer media sosial terkemuka yang marah atas penolakan Israel untuk ikut serta dalam serangan darat dalam perang yang secara luas dianggap dilakukan atas nama Israel.</p>
<p>Jika perang di Iran berjalan buruk bagi Washington, muncul kekhawatiran hal itu dapat mempercepat penurunan kekuatan AS dan mengungkap keterbatasan dominasi militer Amerika di kawasan tersebut.</p>
<p>Dalam skenario itu, Israel berisiko dipandang bukan sebagai aset strategis, tetapi sebagai pendorong utama konflik yang membawa AS ke dalam perang lain yang mahal dan tidak dapat dimenangkan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dibela-malah-ninggalin-israel-ogah-ikut-serangan-darat-iran/">Dibela Malah Ninggalin! Israel Ogah Ikut Serangan Darat ke Iran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Sekutu Dekat AS Makin Lantang Ogah Ikut Perang</title>
		<link>https://jakpos.id/3-sekutu-dekat-as-makin-lantang-ogah-ikut-perang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 23:48:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Iran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98617</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tiga negara sekutu utama Amerika Serikat makin lantang bersikap menolak ikut terseret perang Israel dan AS melawan Iran</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/3-sekutu-dekat-as-makin-lantang-ogah-ikut-perang/">3 Sekutu Dekat AS Makin Lantang Ogah Ikut Perang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Tiga negara sekutu utama Amerika Serikat (AS) makin lantang bersikap menolak ikut terseret perang <a href="https://www.depokpos.com/2026/03/rudal-iran-hantam-pabrik-kimia-israel/">Israel</a> dan AS melawan <a href="https://www.depokpos.com/2026/04/trump-ultimatum-sekutu-yang-ogah-bantu-as-lawan-iran/">Iran</a>.</p>
<p>Prancis bahkan tidak mengizinkan Israel menggunakan wilayah udaranya untuk mengangkut senjata AS yang akan digunakan dalam <a href="https://www.depokpos.com/2026/03/houthi-selat-strategis-dan-bayang-bayang-perang-global/">perang</a>.</p>
<h3>Penolakan Prancis</h3>
<p>Menurut seorang diplomat negara Barat dan dua sumber yang mengetahui hal itu, penolakan ini menjadi yang paling jelas dari Prancis sejak Presiden Donald <a href="https://www.depokpos.com/2026/04/trump-ultimatum-sekutu-yang-ogah-bantu-as-lawan-iran/">Trump</a> terus mendesak negara sekutu terutama Eropa dan NATO untuk membantu AS melawan serangan balasan Iran.</p>
<p>Dikutip Reuters, sumber-sumber tersebut menyebut penolakan yang terjadi pada akhir pekan itu merupakan pertama kalinya Prancis mengambil langkah tersebut sejak AS berperang dengan Iran pada 28 Februari lalu.</p>
<p>Hingga kini, kantor kepresidenan maupun Kementerian Luar Negeru Prancis belum memberikan konfirmasi terkait hal ini.</p>
<h4>Italia Larang Pesawat Militer AS Melintas Negaranya</h4>
<p>Selain Prancis, pemerintah Italia juga melarang sebuah pesawat militer AS yang menuju Timur Tengah untuk mendarat di pangkalan militer di Sisilia.</p>
<p>Sementara media Italia melaporkan Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto menolak permintaan AS untuk menggunakan pangkalan Sigonella.</p>
<p>Penolakan itu diungkapkan Crosetto ketika pesawat-pesawat AS tengah mengudara dan menuju Italia, menurut laporan lembaga penyiaran RAI pada Selasa (31/3).</p>
<p>&#8220;Tidak ada permintaan izin atau konsultasi dengan pimpinan militer Italia,&#8221; bunyi laporan RAI.</p>
<p>&#8220;Rencana tersebut disampaikan saat pesawat sudah dalam penerbangan, dan hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ini bukan penerbangan normal atau logistik sehingga tidak tercakup dalam perjanjian dengan Italia,&#8221; tambahnya.</p>
<h3>Spanyol Tak Izinkan Penggunaan Pangkalan Militer</h3>
<p>Sehari sebelumnya, Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles menyatakan negaranya juga tidak akan mengizinkan penggunaan pangkalan militer maupun wilayah udara untuk aktivitas apa pun yang terkait dengan operasi militer gabungan AS dan Israel di Iran.</p>
<p>Spanyol bahkan menyebut langkah AS dan Israel itu sebagai tindakan yang &#8220;sangat ilegal.&#8221;</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/3-sekutu-dekat-as-makin-lantang-ogah-ikut-perang/">3 Sekutu Dekat AS Makin Lantang Ogah Ikut Perang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/caspianpost.com/storage/photos/thumbs/aspect/o7LpfDEMd60nYJ9KP8DWiLK51jReQ76sVK8ur1Nm.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Houthi, Selat Strategis, dan Bayang-Bayang Perang Global</title>
		<link>https://jakpos.id/houthi-selat-strategis-dan-bayang-bayang-perang-global/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 02:23:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Houthi]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Lebanon]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98494</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Dr. Selamat Ginting, Pengamat Politik dan Militer Universitas Nasional (UNAS)</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/houthi-selat-strategis-dan-bayang-bayang-perang-global/">Houthi, Selat Strategis, dan Bayang-Bayang Perang Global</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Dr. Selamat Ginting, Pengamat Politik dan Militer Universitas Nasional (UNAS)</strong></em></p>
<p><strong><a href="https://www.depokpos.com">DEPOKPOS</a> &#8211; </strong>Ketika kelompok Houthi di Yaman mulai meluncurkan rudal balistik ke arah <a href="https://www.depokpos.com/2026/03/israel-tetap-serang-palestina-saat-hari-raya/">Israel</a>, banyak pihak melihatnya sebagai eskalasi lanjutan dari konflik Timur Tengah yang tak kunjung usai.</p>
<p>Namun, membaca peristiwa ini semata sebagai aksi solidaritas ideologis adalah penyederhanaan yang berbahaya. Yang sedang terjadi sesungguhnya adalah pergeseran medan konflik—dari perang regional menjadi pertarungan strategis yang berpotensi mengguncang sistem global.</p>
<h3>Proxy Warfare</h3>
<p>Di balik manuver Houthi, terdapat bayang panjang <a href="https://www.depokpos.com/2026/03/pangkalan-udara-as-di-saudi-kembali-dihantam-rudal-iran/">Iran</a> yang memainkan strategi proxy warfare secara cermat. Tanpa harus terlibat langsung dalam konfrontasi terbuka dengan Amerika Serikat, Iran mampu menciptakan tekanan simultan di berbagai front.</p>
<p>Dari Lebanon melalui Hezbollah, dari Teluk Persia melalui ancaman di Selat Hormuz, hingga kini dari Laut Merah melalui Houthi di Selat Bab el-Mandeb—semuanya membentuk satu pola: pengepungan strategis terhadap kepentingan Barat dan sekutunya.</p>
<p>Yang membuat situasi ini semakin serius adalah pergeseran medan tempur ke jalur maritim global. Kawasan Laut Merah dan Terusan Suez bukan sekadar wilayah geografis, melainkan arteri utama perdagangan dunia.</p>
<p>Sekitar 10–15 persen perdagangan global melintasi jalur ini. Gangguan kecil saja dapat berdampak besar, apalagi jika dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.</p>
<p>Dalam perspektif militer, ini adalah bentuk klasik dari chokepoint warfare—menguasai titik sempit untuk melumpuhkan pergerakan lawan.</p>
<p>Houthi tidak perlu memiliki armada laut besar untuk menciptakan efek strategis. Cukup dengan rudal, drone, dan serangan terbatas terhadap kapal komersial, mereka bisa memaksa dunia menghadapi ketidakpastian.</p>
<p>Biaya asuransi melonjak, jalur pelayaran dialihkan, dan harga energi terdorong naik.</p>
<h4>Potensi Resesi Global</h4>
<p>Lebih jauh, dunia kini menghadapi skenario yang dapat disebut sebagai “perfect storm” geopolitik. Bayangkan jika tiga jalur utama perdagangan global terganggu secara bersamaan: Selat Hormuz, Selat Bab el-Mandeb, dan Terusan Suez.</p>
<p>Dampaknya tidak hanya regional, melainkan sistemik—mulai dari krisis energi, lonjakan inflasi, hingga potensi resesi global.</p>
<p>Di titik ini, dilema terbesar berada di tangan Amerika Serikat. Sebagai kekuatan yang selama ini memposisikan diri sebagai penjamin keamanan jalur perdagangan internasional, Washington menghadapi pilihan sulit.</p>
<p>Respons militer yang keras terhadap Houthi berisiko memicu konfrontasi langsung dengan Iran. Sebaliknya, sikap menahan diri justru dapat menggerus kredibilitasnya di mata sekutu dan pasar global.</p>
<p>Di sisi lain, aktor-aktor besar seperti Rusia dan Tiongkok berpotensi menjadi &#8220;silent beneficiaries&#8221; (penerima manfaat yang diam). Ketika perhatian dan sumber daya Barat tersedot ke Timur Tengah, ruang manuver geopolitik mereka di kawasan lain justru semakin terbuka.</p>
<p>Dalam logika ini, konflik di Laut Merah bukan hanya tentang Timur Tengah, tetapi tentang keseimbangan kekuatan global.</p>
<p>Situasi ini juga mengandung pelajaran penting: dalam era modern, perang tidak lagi selalu ditentukan oleh siapa yang memiliki kekuatan militer terbesar, melainkan oleh siapa yang mampu mengganggu sistem paling vital.</p>
<p>Houthi, dengan segala keterbatasannya, menunjukkan bahwa aktor non-negara pun dapat memainkan peran strategis jika berada di titik geografis yang tepat dan didukung oleh kekuatan negara di belakangnya.</p>
<p>Pada akhirnya, serangan Houthi ke Israel bukanlah akhir dari sebuah episode, melainkan awal dari fase baru konflik yang lebih kompleks.</p>
<p>Dunia tidak hanya menghadapi perang di darat atau udara, tetapi juga perang terhadap jalur perdagangan, energi, dan stabilitas ekonomi global.</p>
<p>Jika eskalasi ini tidak dikelola dengan hati-hati, maka yang kita saksikan hari ini bisa berkembang menjadi krisis global yang jauh lebih luas—sebuah konflik yang tidak lagi mengenal batas wilayah, tetapi merambat melalui urat nadi ekonomi dunia.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/houthi-selat-strategis-dan-bayang-bayang-perang-global/">Houthi, Selat Strategis, dan Bayang-Bayang Perang Global</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/fpif.org/wp-content/uploads/2014/07/israel-gaza-protective-edge-idf-ceasefire-hamas-international-war.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
