<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pertalite Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/pertalite/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/pertalite/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Feb 2025 04:22:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Pertalite Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/pertalite/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kejagung Bantah Pernyataan Pertamina Tak Ada Pengoplosan Pertamax</title>
		<link>https://jakpos.id/kejagung-bantah-pernyataan-pertamina-tak-ada-pengoplosan-pertamax/</link>
					<comments>https://jakpos.id/kejagung-bantah-pernyataan-pertamina-tak-ada-pengoplosan-pertamax/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Feb 2025 04:22:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Pertalite]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamax]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=82763</guid>

					<description><![CDATA[<p>Abdul Kohar membantah pernyataan PT Pertamina Patra Niaga yang mengklaim tak ada pengoplosan atau blending&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kejagung-bantah-pernyataan-pertamina-tak-ada-pengoplosan-pertamax/">Kejagung Bantah Pernyataan Pertamina Tak Ada Pengoplosan Pertamax</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Abdul Kohar membantah pernyataan PT Pertamina Patra Niaga yang mengklaim tak ada pengoplosan atau blending Pertamax dengan Pertalite</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; PT Pertamina Patra Niaga menyatakan pihaknya tidak melakukan blending (oplosan) BBM. Yang terjadi adalah penambahan zat aditif pada BBM jenis Pertamax sebelum didistribusikan ke SPBU.</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan Pth PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra saat rapat dengar pendapat (hearing) dengan komisi XII DPR, Rabu (26/2/2025).</p>
<p>Ega menjelaskan, di terminal pihaknya menerima sudah dalam bentuk RON 90 dan RON 92, tidak ada proses perubahan RON. Tetapi untuk Pertamax, ditambahkan aditif. Jadi ada proses penambahan aditif dan proses penambahan warna.</p>
<p>“ Proses injeksi tersebut adalah proses umum dalam industri minyak. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas produk. Meskipun sudah dalam RON 90 maupun RON 92, itu sifatnya masih best fuel, artinya belum ada aditif,” kata Mars Ega, Rabu (26/2/2025).</p>
<p>Namun Direktur Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung), Abdul Kohar membantah pernyataan PT Pertamina Patra Niaga yang mengklaim tak ada pengoplosan atau blending Pertamax dengan Pertalite.</p>
<p>Abdul Kohar menegaskan bahwa pihaknya bekerja dengan alat bukti dan ada RON 90 (Pertalite) atau di bawahnya 88 diblending dengan 92 (Pertamax). Jadi oplos RON dg RON.</p>
<p>Menurutnya, temuan tersebut berdasarkan keterangan saksi yang diperiksa penyidik. Bahkan, bahan bakar minyak (BBM) oplosan tersebut dijual dengan harga Pertamax.</p>
<p>Ia kembali menegaskan bahwa belnding RON 90 atau di bawahnya Ron 92 dan dipasarkan seharga Pertamax (92) adalah fakta.</p>
<p>“Nanti ahli yang meneliti. Tapi fakta-fakta alat bukti yg ada seperti itu. Keterangan saksi menyatakan seperti itu,” ujarnya saat Konferensi Pers di Kantir Kejagung, Rabu (26/2/2025).</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kejagung-bantah-pernyataan-pertamina-tak-ada-pengoplosan-pertamax/">Kejagung Bantah Pernyataan Pertamina Tak Ada Pengoplosan Pertamax</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/kejagung-bantah-pernyataan-pertamina-tak-ada-pengoplosan-pertamax/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/desabandongan.magelangkab.go.id/desa-lokasi/upload/artikel/sedang_1520399474penting-ini-perbedaan-pertalite-pertamax-dan-premium.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Pertamax Dioplos Pertalite, Bahlil: &#8220;Tak Menyalahi Aturan!&#8221;</title>
		<link>https://jakpos.id/pertamax-dioplos-pertalite-bahlil-tak-menyalahi-aturan/</link>
					<comments>https://jakpos.id/pertamax-dioplos-pertalite-bahlil-tak-menyalahi-aturan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Feb 2025 04:07:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Bahlil]]></category>
		<category><![CDATA[Pertalite]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamax]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=82760</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernyataan tersebut merespons kekhawatiran masyarakat terkait beredarnya Pertalite (RON 90) yang dioplos menjadi Pertamax (RON&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pertamax-dioplos-pertalite-bahlil-tak-menyalahi-aturan/">Pertamax Dioplos Pertalite, Bahlil: &#8220;Tak Menyalahi Aturan!&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Pernyataan tersebut merespons kekhawatiran masyarakat terkait beredarnya Pertalite (RON 90) yang dioplos menjadi Pertamax (RON 92)</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa skema blending &#8211;proses pencampuran&#8211; bahan bakar minyak (BBM) tidak menyalahi aturan selama spesifikasi atau kualitas bahan bakar diproduksi sesuai standar.</p>
<p>“Boleh (dicampur) sebenarnya, selama kualitasnya, speknya sama,” ucap Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu.</p>
<p>Pernyataan tersebut merespons kekhawatiran masyarakat terkait beredarnya Pertalite (RON 90) yang dioplos menjadi Pertamax (RON 92). Kegiatan blending biasa terjadi di refinery atau kilang minyak untuk mengubah spek bahan bakar minyak (BBM) agar sesuai dengan standar.</p>
<p>Perbuatan keliru oleh Riva Siahaan selaku Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga adalah melakukan pembelian (pembayaran) untuk RON 92, padahal sebenarnya hanya membeli RON 90 atau lebih rendah.</p>
<p>Riva kini telah menjadi tersangka di Kejaksaan Agung terkait kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018–2023.</p>
<p>Kasus tersebut diduga menyebabkan kerugian keuangan negara sangat besar, yakni Rp193,7 triliun.</p>
<p>Terkait dengan pembelian RON 90 dan RON 92, Bahlil menyampaikan pentingnya perbaikan penataan terhadap izin-izin impor BBM.</p>
<p>Kementerian ESDM kini telah membenahinya dengan memberi izin untuk 6 bulan, bukan satu tahun sekaligus.</p>
<p>“Makanya sekarang, izin-izin impor kami terhadap BBM tidak satu tahun sekaligus. Kami buat per enam bulan, supaya ada evaluasi,” ucap dia.</p>
<p>Selain itu, kata Bahlil produksi minyak yang tadinya diekspor tidak akan lagi diizinkan untuk mengekspor agar diolah di dalam negeri.</p>
<p>“Nanti yang bagus, kami suruh blending. Nanti yang tadinya itu nggak bisa diolah di dalam negeri, sekarang kami minta harus diolah di dalam negeri,” ucap Bahlil.</p>
<p>Terpisah, Pelaksana Tugas Harian (Pth) Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo menyebut penambahan zat aditif pada bahan bakar minyak (BBM) Pertamax atau RON 92 bersifat untuk meningkatkan performa.</p>
<p>Penambahan zat aditif pada BBM umum dilakukan untuk meningkatkan performa mesin kendaraan, baik itu bensin maupun solar.</p>
<p>Ega mengatakan, RON 92 yang dijual oleh Pertamina telah sesuai dengan spesifikasi. Penambahan zat ini, bertujuan sebagai anti-karat, detergensi agar mesin menjadi lebih bersih dan membuat ringan kendaraan.</p>
<p>&#8220;Jadi tidak betul bahwa Pertamax ini adalah produk oplosan karena kita tidak melakukan hal tersebut,&#8221; katanya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pertamax-dioplos-pertalite-bahlil-tak-menyalahi-aturan/">Pertamax Dioplos Pertalite, Bahlil: &#8220;Tak Menyalahi Aturan!&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/pertamax-dioplos-pertalite-bahlil-tak-menyalahi-aturan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/monitorindonesia.com/storage/news/image/bahlil-minum-hikibi-1.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
