<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Santri Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/santri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/santri/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Nov 2025 11:31:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Santri Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/santri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Santri Nurul Ikhsan Bersama Warga Jagapura Wetan Wujudkan Aksi Peduli Lingkungan</title>
		<link>https://jakpos.id/santri-nurul-ikhsan-bersama-warga-jagapura-wetan-wujudkan-aksi-peduli-lingkungan/</link>
					<comments>https://jakpos.id/santri-nurul-ikhsan-bersama-warga-jagapura-wetan-wujudkan-aksi-peduli-lingkungan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2025 11:31:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=92058</guid>

					<description><![CDATA[<p>CIREBON — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Ahad (16/11/2025), santri Yayasan Generasi Al-Qur’an Nurul&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/santri-nurul-ikhsan-bersama-warga-jagapura-wetan-wujudkan-aksi-peduli-lingkungan/">Santri Nurul Ikhsan Bersama Warga Jagapura Wetan Wujudkan Aksi Peduli Lingkungan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CIREBON</strong> — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Ahad (16/11/2025), santri Yayasan Generasi Al-Qur’an Nurul Ikhsan di Desa Jagapura Wetan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengikuti program Edu Environment atau edukasi lingkungan. Kegiatan ini bertujuan membentuk santri sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan serta menjadi pionir penanaman pohon buah dan tanaman hias.</p>
<p>Melalui halaqah berkelompok, para santri melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan Masjid Nurul Ikhsan dan area belajar mengaji. Aksi Santri Peduli Lingkungan tersebut dipandang sebagai wujud keimanan. “Menjaga kebersihan adalah bagian dari ajaran Rasulullah SAW. Kami ingin santri memahami bahwa merawat alam juga termasuk ibadah,” ujar Ketua Pelaksana, Ustadzah Fatikhatul Jannah, S.Ag., Hafidzah.</p>
<p>Kegiatan ini tidak hanya diikuti santri, tetapi juga melibatkan pengasuh, pengurus yayasan, orang tua atau wali santri, aparatur Desa Jagapura Wetan, para imam masjid, jamaah Masjid Nurul Ikhsan, serta tokoh masyarakat. Mereka mendukung penuh kegiatan yang dinilai berdampak pada kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan desa.</p>
<p>Dalam sesi edukasi lapangan, para santri diajarkan teknik dasar menanam dan merawat tanaman serta pentingnya tidak merusak pepohonan. Santri juga dibimbing untuk menghemat penggunaan air, bijak menggunakan listrik, serta tidak memubazirkan makanan. “Kami ingin membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab lingkungan sejak usia dini,” tambah Ustadzah Fatikhatul Jannah.</p>
<p>Pada aksi penghijauan, sebagian pot tanaman dibuat dari botol bekas air mineral Leminerale yang didaur ulang menjadi media tanam. Langkah ini ditujukan untuk menumbuhkan budaya reuse dan recycle, sekaligus mengurangi penggunaan plastik.</p>
<p>Pembina Yayasan Generasi Al-Qur’an Nurul Ikhsan, Dr. KH. Ikhsan Abdullah, SH., MH., yang juga Wakil Sekjen MUI dan Katib Syuriyah PBNU, mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur dalam kegiatan tersebut. “Santri harus hadir sebagai teladan dalam menjaga lingkungan. Inisiatif kecil seperti menanam, merawat, dan tidak membuang sampah sembarangan adalah bagian dari akhlak yang harus dijaga,” ujarnya.</p>
<p>Ikhsan menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan harus dimulai dari pendidikan. “Ketika santri dibiasakan peduli sejak dini, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mampu mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat bumi,” kata Ikhsan.*</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/santri-nurul-ikhsan-bersama-warga-jagapura-wetan-wujudkan-aksi-peduli-lingkungan/">Santri Nurul Ikhsan Bersama Warga Jagapura Wetan Wujudkan Aksi Peduli Lingkungan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/santri-nurul-ikhsan-bersama-warga-jagapura-wetan-wujudkan-aksi-peduli-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/c_scale,w_448,h_252,dpr_2/f_auto,q_auto/v1763292485/20251116050228_normal/20251116050228_normal.jpg?_i=AA&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>ASAR Humanity Panen Ikan Nila untuk Ketahanan Pangan Santri di Subang</title>
		<link>https://jakpos.id/asar-humanity-panen-ikan-nila-untuk-ketahanan-pangan-santri-di-subang-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 06:25:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[ASAR Humanity]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren Tahfiz Ar-Rasyid]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90868</guid>

					<description><![CDATA[<p>Program yang dimulai enam bulan lalu ini menjadi salah satu ikhtiar mendukung ketahanan pangan santri, khususnya bagi santri mukim</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/asar-humanity-panen-ikan-nila-untuk-ketahanan-pangan-santri-di-subang-2/">ASAR Humanity Panen Ikan Nila untuk Ketahanan Pangan Santri di Subang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Program yang dimulai enam bulan lalu ini menjadi salah satu ikhtiar mendukung ketahanan pangan santri, khususnya bagi santri mukim</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong></a>, <strong>SUBANG</strong> – ASAR Humanity bersama relawan dan Key Opinion Leader (KOL) memanen ikan nila di kolam budidaya Pondok Pesantren Tahfiz Ar-Rasyid Cabang Subang. Program yang dimulai enam bulan lalu ini menjadi salah satu ikhtiar mendukung ketahanan pangan santri, khususnya bagi santri mukim yang mengikuti program tahfiz Al-Qur’an.</p>
<p>Pondok Pesantren Tahfiz Ar-Rasyid berdiri pada Februari 2020 dan saat ini memiliki sekitar 400 santri. Dari jumlah tersebut, 50 santri mukim (SMP, SMA, dan mahasiswa) fokus pada program tahfiz dengan beasiswa hingga jenjang S2. Dukungan pangan menjadi salah satu kebutuhan pokok pesantren, dan program budidaya ikan hadir sebagai solusi nyata untuk keberlanjutan.</p>
<p>“Alhamdulillah, hari ini kami memanen perdana lebih dari 500kg ikan nila dari kolam pondok setelah 6 bulan dirawat. Ini menjadi langkah awal bagi program pangan berikutnya. Kami mengucapkan jazaakumullahu khairan kepada ASAR Humanity dan para donatur. Semoga ikan yang dikonsumsi para santri menjadi tenaga untuk para penghafal Al-Qur’an,” ujar Ustadz Ihsan Bisyiri, Pengasuh Pondok Pesantren Tahfiz Ar-Rasyid Cabang Subang.</p>
<h3>Suara Santri: Panen Jadi Pengalaman Berharga</h3>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-post-90868 wp-image-90871" src="https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/v1755584677/asar2-FILEminimizer/asar2-FILEminimizer.jpg?_i=AA" alt="" width="811" height="501" /></p>
<p>Bagi para santri, panen ini bukan hanya soal pangan, tetapi juga pengalaman berharga. Zahru (15), santri SMP asal Maluku, mengungkapkan rasa syukurnya.</p>
<p>“Alhamdulillah saya dari Maluku bisa belajar di sini. Senang sekali ikut panen ikan hari ini, karena disini jarang sekali makan ikan. Dari jam 8 pagi sampai siang, kami ikut menangkap ikan bersama teman-teman. Harapannya ke depan kami bisa belajar budidaya ikan supaya pangan santri tercukupi dari hasil usaha kami. Terima kasih kepada ASAR Humanity dan para donatur.”</p>
<h4>Rangkaian Kegiatan</h4>
<p>Prosesi panen di kolam Subang diikuti KOL, relawan, dan pengurus pondok. Hasil panen sebagian langsung dinikmati bersama santri dan relawan, sementara sisanya dibagikan kepada warga sekitar pondok. Acara dilanjutkan dengan kegiatan “Ikan Sehat untuk Santri” di pesantren, berupa sesi memasak, talkshow mini bertema ketahanan pangan, dan makan bersama santri.</p>
<p>“Panen ini adalah bukti nyata bahwa program pangan sederhana dapat memberi dampak besar. Dengan dukungan donatur, Influencer, dan relawan, santri bisa mendapatkan gizi lebih baik sekaligus belajar kemandirian. Hal ini juga menegaskan komitmen ASAR Humanity untuk terus memberdayaakan pesantren-pesantren di penjuru negeri,” tegas Arizan Setiawan, GM Program ASAR Humanity</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/asar-humanity-panen-ikan-nila-untuk-ketahanan-pangan-santri-di-subang-2/">ASAR Humanity Panen Ikan Nila untuk Ketahanan Pangan Santri di Subang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pramono dan Rano Karno Lepas Keberangkatan Ribuan Santri Jakarta ke Gontor</title>
		<link>https://jakpos.id/pramono-dan-rano-karno-lepas-keberangkatan-ribuan-santri-jakarta-ke-gontor/</link>
					<comments>https://jakpos.id/pramono-dan-rano-karno-lepas-keberangkatan-ribuan-santri-jakarta-ke-gontor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2025 03:31:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<category><![CDATA[Rano Karno]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=83949</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melepas 1.024 santri ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, di Silang Monas</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pramono-dan-rano-karno-lepas-keberangkatan-ribuan-santri-jakarta-ke-gontor/">Pramono dan Rano Karno Lepas Keberangkatan Ribuan Santri Jakarta ke Gontor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/"><strong>JAKPOS</strong></a> &#8211; Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melepas 1.024 santri ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, di Silang Monas sisi tenggara, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/4). Gubernur Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen mendukung kemajuan pendidikan pesantren melalui kolaborasi lintas sektor dengan berbagai lembaga pemerintah dan nonpemerintah.</p>
<p>“Total ada 1.700 santri yang kembali berangkat ke Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor. Hari ini kita melepas 1.024 santri dan 676 lainnya sudah berangkat lebih dahulu,” ujar Gubernur Pramono yang didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno; Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Marullah Matali; Asisten Kesejahteraan Rakyat DKI Jakarta, Hendra; dan Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin.</p>
<p>Gubernur Pramono juga mengapresiasi Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Jakarta atas dukungan dan pendampingan dalam proses keberangkatan para santri. Ia menyebut peran aktif IKPM sangat berarti dalam mendukung proses pengajaran para santri di Pondok Modern Darussalam Gontor.</p>
<p>“Saya secara khusus mendoakan para santri semoga berhasil dalam menuntut ilmu. Jadilah duta Jakarta yang membawa citra positif melalui akhlak yang baik, semangat belajar, dan prestasi yang membanggakan dalam menuntut ilmu di pondok,” imbuhnya.</p>
<p>Gubernur Pramono melanjutkan, Pondok Modern Darussalam Gontor telah banyak melahirkan santri-santri yang modern, berwawasan luas, serta menjadi pemimpin di tingkat nasional. Ia berpesan agar para santri dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menuntut ilmu sebaik-baiknya.</p>
<p>“Kuatkan fondasi agama sekaligus perluas wawasan umum, karena keduanya akan menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat. Saya berharap Gontor dapat terus melahirkan pemimpin bangsa bagi republik ini,” tambahnya, seraya berharap para santri dapat berkontribusi dalam mengembangkan ilmunya di bidang keagamaan, pendidikan, maupun bidang lainnya bagi kemajuan Jakarta.</p>
<p>Gubernur Pramono juga mengajak orang tua untuk terus mendukung putra-putrinya menimba ilmu setinggi-tingginya.</p>
<p>“Kepada para orang tua, saya mengajak untuk terus memberikan dukungan moral dan spiritual kepada putra-putri kita. Doa yang tulus dari keluarga adalah kekuatan penting dalam perjalanan mereka menuntut ilmu dan membentuk jati diri,” pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pramono-dan-rano-karno-lepas-keberangkatan-ribuan-santri-jakarta-ke-gontor/">Pramono dan Rano Karno Lepas Keberangkatan Ribuan Santri Jakarta ke Gontor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/pramono-dan-rano-karno-lepas-keberangkatan-ribuan-santri-jakarta-ke-gontor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/ppid.jakarta.go.id/show-thumb/pers/siaranpers_pemprov_dki-20250408135854_4z39vb_587.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kitab Kuning dan Tradisi Pesantren</title>
		<link>https://jakpos.id/kitab-kuning-dan-tradisi-pesantren/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2024 02:06:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Kitab Kuning]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=77387</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Murodi al-Batawi Paling tidak, ada empat komponen yang harus diketahui ketika kita berbicara&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kitab-kuning-dan-tradisi-pesantren/">Kitab Kuning dan Tradisi Pesantren</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh : Murodi al-Batawi</strong></em></p>
<p>Paling tidak, ada empat komponen yang harus diketahui ketika kita berbicara soal pondok pesantren; yaitu, Pondok Pesantren, Kyai, Santri dan Kitab Kuning.</p>
<h3>Pondok</h3>
<p>Pondok merupakan tempat para santri menginap dan beristirahat. Di tempat inilah para santri banyak beraktifitas di luar mengaji atau bersekolah. Para santri dari berbagai daerah yang datang ke suatu pesantren berkumpul. Mereka bertemu, berdiskusi, tidur, terkadang para santri salafiyah memasak dan makan di pondok tersebut. Kegiatan rutin yang mereka lakukan ini terjadi setiap saat. Dari mulai bangun tidur hingga tidur kembali. Mereka belajar kelompok dan berdiskusi tentang materi yang baru diterima dari pimpinan pondok (kyai) atau dari para asatidz. Mereka saling memperkenalkan diri, mulai dati nama, asal usul dan lain sebagainya. Pada beberapa Pondok Pesantren tradisional, Salafiyah, mereka tidur dalam barak yang luas. Mereka, dahuli, membeli kasur sendiri atau cukup hanya tikar sebagai alas tidur mereka. Namun sekarang, hampir semua Pondok Pesantren sudah memiliki kamar untuk para santri, sehingga jarang yang tidur di barak. Mereka tidur di kamar dengan tempat tidur bertongkat dua. Dalam satu kamar ada yang diisi maksimal delapan orang.</p>
<h3>Kyai atau Ajengan dan Tuan Guru</h3>
<p>Sementara Kyai merupakan ungkapan atau gelar yang diberikan masyarakat Jawa, bagi orang yang dituakan atau berilmu. Sementara Ajengan, merupakan gelar keagamaan yang diberikan oleh masyarakat Jawa Barat. Sedang Guru atau Tuan Guru, gelar yang diberikan oleh masyarakat Betawi dan masyarakat Nusa Tenggara Barat. Dan Buya, merupakan gelar yang diberikan oleh masyarakat Melayu Sumatera. Mereka ini adalah role model bagi masyarakat kebanyakan. Kyai, Ajengan, Guru dan Tuan Guru, merupakan seorang alim pemilik pondok tersebut. Ia memiliki kompetensi keilmuan agama yang mumpuni dan memiliki otoritas keilmuan untuk mengajarkannya pada para santri.</p>
<p>Dahulu, sebelum menjadi Kyai dan pemilik Pondok Pesantren, mereka juga pasti pernah monfok pada pondok pesantren tertentu. Bahkan tidak hanya satu pondok mereka belajar mencari ilmu, selesai menguasai suat bidang ilmu tertentu, mereka pindah ke pondok pesantren lain untuk belajar dan mencari ilmu keagamaan lainnya, seperti usai mondok pada Kyai yang mengusai ilmu hadits, ia belajar pada kyai yang mengajarkan ilmu tafsir dan ilmu hadits. Begitulah tradisi rihlah ilmiah yang dilakukan para santri dahulu dan mungkin juga saat ini. Mereka berpindah dari satu kyai ke kyai lain untuk mempelajari ilmu keagamaan.</p>
<p>Selain mengajar para santri, ia juga mengajar para asatidz dan santri senior tentang disiplin suatu ilmu agama tertentu, seperti fiqh, tauhid, tafsir, hadits, nahwu sharaf dan lain-lain.</p>
<h3>Santri</h3>
<p>Santri merupakan para pelajar yang datang pada suatu lembaga pendidikan Islam, semisal Pondok Pesantren, untuk mempelajari bidang ilmu agama Islam. Mereka sengaja mendatangi dan mondok pada suatu Pondok Pesantren, sesuai dengan keinginan mereka untuk belajar bidang ilmu keagamaan yang menjadi minat besar mereka. Biasanya para santri belajar ilmu dasar terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke jenjang lebih tinggi lagi. Seperti belajar ilmu nahwu, dimulai dengan mengkaji Kitab al- Jurumiyah, dilanjutkan dengan belajar kitab Nahwu al-Wadhih, kemudian Kawakib al-Durruyah dan al-Fiyah Ibnu Malik.</p>
<p>Untuk mengkaji kitab fiqh, para santri belajar kitab Safinah al-Najah dan lain sebagainya. Dalam tradidi pesantren, kita yang menjadi bahan belajar dan rujukan sering disebut dengan istilah Kitab Kuning.</p>
<h3>Kitab Kuning: Tradisi Pesantren</h3>
<p>Kitab Kuning meripakan sebuah istilah khas Indonesia. Disebut kitab kuning karena hampir sebagian besar kitab tersebut dicetak dengan kertas warna kuning. Dalam Undang-Undang No. 18 tahun 2019 tentang Pesantren telah ditegaskan bahwa kitab kuning adalah kitab keislaman berbahasa Arab atau kitab keislaman berbahasa lainnya yang menjadi rujukan tradisi keilmuan Islam di pesantren.</p>
<p>Sebagai sistem pengetahuan di pesantren, eksistensi Kitab Kuning sudah ada sejak abad 1-2 Hijriyah dan berkembang hingga sekarang. Tradisi literasi keislaman ini mampu tetap bertahan sebab ia memiliki khazanah keilmuan yang sangat luas(Fayumi). Dengan kata lain, Kitab Kuning ini merupakan hasil kreatifitas dan ijtihadi para ulama Pondok Pesantren yang terdiri dari berbagai bidang krilmuan Islam dan mampu bertahan hingga kini karena pesantren telah mengembangkan dan mempertahankan tradisi keilmuan Islam ini dengan baik, sehingga generasi muslim selalu mencarinya dengan mendatangi dan mondok di sebuah pesantren di Indonesia.</p>
<p>Kitab kuning memiliki banyak bidang keilmuan seperti tafsir, hadis, fikih, sejarah, dan lain sebagainya. Dalam bidang fikih saja sangat luas macamnya, misalnya ada fikih umum, fikih ibadah, fikih perkawinan, fikih perdagangan (mu’amalah), fikih perbandingan madzhab, fikih kontemporer, fikih lingkungan hidup, fikih perempuan, fikih politik, dan lain-lain. Selain itu, ada juga macam kitab kuning yang menggunakan model syarakh (penjelasan) sebagai Meski Kitab Kuning menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa yang digunakan. Tetapi, ada Kitab Kuning yang ditulis dalam huruf Arab berbahasa Melayu atau seting disebut dengan Arab Pegon atau Arab Jawi.</p>
<p>Tradisi mengaji Kitab Kuning biasanya dilakukan dengan model pengajaran Sorogan, Wtonan dan Bandongan. Model sorogan, santri biasanya mendatangi Kyai ata Ustadz dengan membawa kitab tertentu untuk dipelajari. Sedang Wetonsn, bissanya santri belsjar Kitab Kuning sesuai waktu yang ditentukan oleh Kyai. Sementara Bandongan, para ssntri membentuk lingkaran untuk mengkaji Kitab Kuning bersama para santri lsinnya. Dsn sang Kyai berada di tengah lingkaran menjadi pengajarnya (Odie).</p>
<p><em>Pamulang,</em><br />
<em>25 Oktober 2025.</em></p>
<p><em>Murodi al-Batawi</em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kitab-kuning-dan-tradisi-pesantren/">Kitab Kuning dan Tradisi Pesantren</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcRa7vg5lsV6QOGr5IIPPGwBYLpO9AXXcPPowfT7mZpzVtD_QdLHHbkCa5E&#038;s=10&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Sukses Khatam Alquran Lebih dari 6.000 Kali, Kepala Dinas Pendidikan: Santri Nuu Waar The Best</title>
		<link>https://jakpos.id/sukses-khatam-alquran-lebih-dari-6-000-kali-kepala-dinas-pendidikan-santri-nuu-waar-the-best/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Apr 2024 09:57:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Nuu Waar]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=67344</guid>

					<description><![CDATA[<p>BEKASI &#8211; Santri Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Setu, Kabupaten Bekasi,&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/sukses-khatam-alquran-lebih-dari-6-000-kali-kepala-dinas-pendidikan-santri-nuu-waar-the-best/">Sukses Khatam Alquran Lebih dari 6.000 Kali, Kepala Dinas Pendidikan: Santri Nuu Waar The Best</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>BEKASI</strong></a> &#8211; Santri Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat sukses memenuhi target lebih dari 6.000 kali khatam Alquran selama Ramadhan 1445 Hijriah.</p>
<p>Pimpinan Pondok Pesantren Nuu Waar AFKN KH MZ Fadzlan R Garamatan mengatakan santri Nuu Waar telah mengkhatam Alquran sebanyak 8.000 kali.</p>
<p>&#8220;Khataman Quran dimulai dari akhir Syaban. Baru berjalan lima hari sudah mencapai 3.000. Alhamdulillah pada proses perjalanan, ternyata masih ada waktu sisa. Target 6.000 sudah selesai. Santri menambahkan lagi, Alhamdulillah hingga 8.000 kali khatam,&#8221; ungkap Kiai Fadzlan saat acara penutupan Khatamul Quran, Ahad (7/4/2024).</p>
<p>Menurut Kiai Fadzlan, capaian ini tentu menggembirakan. Santri-santri begitu semangat dan bersungguh-sungguh mengkhatamkan Alquran.</p>
<p>&#8220;Insyaallah kalau tahun ini kita melebihi jadi 8.000, Insyaallah 1446 hijirah kita naik target jadi 15.000 kali khatam,&#8221; jelas Kiai Fadzlan.</p>
<p>Kiai asal Fakfak, Papua Barat ini menargetkan pada 17 Agustus 2045, santri Nuu Waar AFKN mampu mengkhatamkan Alquran hingga 100 ribu kali.</p>
<p>&#8220;Kenapa kita melakukan itu? Karena keyakinan dari 50 kali khatam, 150 sampai hari ini 8.000 khatam. Artinya sudah memenuhi target,&#8221; kata Kiai Fadzlan.</p>
<p>Untuk diketahui, penutupan Khatamul Quran Pondok Pesantren Nuu Waar AFKN dihadiri para tokoh masyarakat dan sejumlah pejabat daerah. Seperti dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Kementerian Agama Kabupaten Bekasi serta dari unsur TNI dan Polri.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Imam Faturochman mengapresiasi prestasi para santri Nuu Waar yang telah mampu mengkhatamkan Alquran 8.000 kali.</p>
<p>&#8220;Masyaallah saya bersyukur bersama-sama santri-santri yang begitu keren, begitu the best,&#8221; kata Imam saat memberikan sambutan.</p>
<p>Imam mendoakan agar pada Ramadhan tahun berikutnya target khataman Alquran meningkat.</p>
<p>&#8220;Mudah mudahan tahun depan, berapa target nya ini Pak Kiai? Ada 100 ribu Insyaallah,&#8221; ujar Imam.</p>
<p>Pada kesempatan ini, Imam menyampaikan rasa bangga dengan perilaku para santri Nuu Waar yang ia lihat.</p>
<p>&#8220;Tadi saya lihat santri ada yang mengambil sapu lidi membersihkan halaman. Ada yang mengambil tempat sampah, tanpa diperintah, dengan senang hati, dengan wajah yang ceria santri santriwati di Pesantren Nuu Waar memang keren,&#8221; ungkap Imam.</p>
<p>Imam juga berbagi kisah saat mondok di pesantren pada tahun 1991 silam. Ia mengaku masa-masa saat menjadi santri merupakan pengalaman yang tak terlupakan.</p>
<p>Imam ingat betul nikmatnya menyantap hidangan saat nyantri. &#8220;Saya dulu nyantri tahun 1991 makan pakai bumbu kacang. Pakai nasi terus diguyur pakai kuah kacang, dikasih tempe goreng, dikasih kecap. Nah itu nikmatnya luar biasa. Sama gak di sini? Beda ya. Bapak dulu tahun 1991 seperti itu,&#8221; cerita Imam.*</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/sukses-khatam-alquran-lebih-dari-6-000-kali-kepala-dinas-pendidikan-santri-nuu-waar-the-best/">Sukses Khatam Alquran Lebih dari 6.000 Kali, Kepala Dinas Pendidikan: Santri Nuu Waar The Best</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/chanelmuslim.com/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240408-WA0004-1-e1712564221161-700x375.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
