<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sdm berkualitas Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/sdm-berkualitas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/sdm-berkualitas/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Aug 2023 05:59:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>sdm berkualitas Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/sdm-berkualitas/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Job Analysis dan Design Dalam Manajemen Sumber Daya Insani</title>
		<link>https://jakpos.id/job-analysis-dan-design-dalam-manajemen-sumber-daya-insani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2023 05:59:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Job Analysis]]></category>
		<category><![CDATA[sdm berkualitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=57379</guid>

					<description><![CDATA[<p>Job analysis Job Analysis (Analisis Jabatan) adalah aktivitas atau proses untuk meneliti, memisah-misahkan dengan suatu&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/job-analysis-dan-design-dalam-manajemen-sumber-daya-insani/">Job Analysis dan Design Dalam Manajemen Sumber Daya Insani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Job analysis</p>
<p>Job Analysis (Analisis Jabatan) adalah aktivitas atau proses untuk meneliti, memisah-misahkan dengan suatu metode tertentu, menghubung-hubungkan dalam suatu keseluruhan, setiap komponen pekerjaan untuk menetapkan pekerjaan dan tugas guna mencapai tujuan tertentu. Karena itu maka analisis jabatan ini akan menyelidiki segala kenyataan pekerjaan dan segala hal yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan itu dengan memperhatikan kesanggupan setiap komponen tersebut.</p>
<p>Data yang menjadi bahan masalah dalam analisis jabatan itu antara lain meliputi jumlah dan jenis kemampuan atau ketrampilan setiap pekerjaan yang diperlukan, perlengkapan yang dipergunakan, metode-metode, materi yang diolah dan tingkat konsentrasi yang diperlukan. Dengan cara itu maka ruang lingkup pekerjaan dan tugas menjadi lebih jelas, identitas pekerjaan akan menjadi pasti dan tetap dan memudahkan hubungan antara nama pekerjaan dengan isi pekerjaan yang sebenarnya. Analisis jabatan ini pada umumnya dianggap sebagai kegiatan manajemen personalia.</p>
<p>Analisis pekerjaan ini menghasilkan daftar uraian pekerjaan dan pernyataan tertulis mengenai kewajiban pegawai mencakup standar kualifikasi pendidikan dan pekerjaan minimal yang diperlukan bagi seorang pekerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban dari kedudukannya agar memuaskan lembaga. Analisis pekerjaan dilakukan untuk menilai keterampilan pegawai, produktivitas dan analisis jabatan tertentu. Selain untuk menghilangkan kejenuhan, analisis jabatan juga memperkaya pendekatan dan teknis pelaksanaan pekerjaan agar produktivitas kerja meningkat secara kuantitatif dan kualitatif. Setelah mendapatkan analisis pekerjaan, instansi (lembaga atau perusahaan) dapat melakukan tiga keputusan untuk memperbaiki kondisi pekerjaan yang terlalu spesialisasi antara lain; perancangan kembali dengan rotasi jabatan, pemerkayaan pekerjaan secara horizontal.</p>
<p>Hasil analisis pekerjaan merupakan informasi penting bagi instansi dan fihak yang bekerja sama dengan lembaga lain sehingga informasi analisis pekerjaan dapat dipergunakan untuk hal-hal berikut:</p>
<p>1. Menetapkan dasar pemberian kompensasi<br />
2. Mengevaluasi faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pekerjaan.<br />
3. Menghilangkan persyaratan-persyaratan kerja yang menyebabkan diskriminasi pekerjaan individual.<br />
4. Merencanakan kebutuhan pengadaan sumber daya manusia untuk waktu yang akan datang.<br />
5. Memadukan lamaran-lamaran dengan kualifikasi yang ada<br />
6. Meramalkan dan menentukan kebutuhan latihan bagi karyawan baru dan lama, serta mengembangkan karyawan yang potensial.<br />
7. Menetapkan standar prestasi kerja yang realistis.<br />
8. Menetapkan karyawan sesuai dengan kemampuan dan keterampilannya.<br />
9. Membantu revisi struktur organisasi dan memperbaiki aliran kerja.<br />
10. Orientasi karyawan.</p>
<p>Proses job analysis</p>
<p>Proses Analisis Pekerjaan dan Tantanganny Fungsi-fungsi manajemen yang dijalankan menurut tahapan tertentu sangat berbeda apabila didasarkan pada fungsi operasionalnya. Hal ini terlihat apabila fungsi perencanaan untuk SDM akan sangat berbeda dengan fungsi perencanaan untuk SDA/fisik misalnya bidang keuangan. Demikian pula untuk fungsi pengorganisasiannya, maupun pengawasannya. Fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan bagi organisasi politik akan berbeda dengan organisasi bisnis atau organisasi sosial. Demikian pula sebuah institusi pendidikan atau pemerintahan. Namun secara umum memiliki kesamaan model manajemen. Abdul Hakim mengemukakan bahwa sistem manajemen kepegawaian pada sebuah institusi lebih mengarah pada:</p>
<p>1. Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentng Pemerintahan Daerah.<br />
2. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang PokokPokok Kepegawaian.<br />
3. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 45 Tahun 1992 tentang Pokok-Pokok Kebijaksanaan Sistem Informasi Manajemen Departemen Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah (SIMDAGRI/SIMDA).<br />
4. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 140 Tahun1997 tentang Rencana Induk Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.<br />
5. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2000 tentang Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah13Analisis pekerjaan merupakan proses pengumpulan evaluasi, pengorganisasian informasi mengenai perancangan pekerjaan, pemahaman pekerjaan, persyaratan-persyaratan. Selanjutnya analisis pekerjaan memiliki tahapantahapan; 1) Persiapan Awal, mencakup beberapa hal yaitu Identifikasi pekerjaan dan penyusunan daftar pertanyaan, pemutusan informasi; 2) Pengumpulan Data, dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, catatan karyawan, dan kombinasi;</p>
<p>Job Design</p>
<p>A. pengertian</p>
<p>Job design adalah fungsi penetapan kegiatan-kegiatan kerja seorang individu atau kelompok karyawan secara organisasional yang bertujuan untuk mengatur penugasan-penugasan kerja yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi, teknologi dan keperilakuan.Dalam desain pekerjaan dilakukan pengorganisasian kerja ke dalam tugas-tugas yang dibutuhkan untuk melaksanakan sebuah pekerjaan tertentu. Fokus desain pekerjaan bisa pada posisi individu atau pada kelompok kerja, yaitu:</p>
<p>1. Pekerjaan individual dapat diperkaya dengan mengelompokkan tugastugas ke dalam unit-unit kerja dasar.<br />
2. Pendekatan yang berkaitan adalah mengkombinasikan beberapa tugas ke dalam satu pekerjaan.<br />
3. Dalam memperkaya pekerjaan adalah membuat hubungan langsung dengan klien atau pelanggan<br />
4. Umpan balik yang cepat dan khusus haruslah dimasukkan ke dalam system yang cocok<br />
5. Pekerjaan individual dapat diperkaya melalui muatan kerja vertical, yang meningkatkan tanggung jawab individual pada perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pekerjaan.Penjelasan yang serupa dapat dibuat untuk meningkatkan desain pekerjaan bagi tim kerja. Pekerjaan harus dirancang sehingga kelompok memiliki tugas yang lengkap secara keseluruhan. Akhirnya balas jasa dapat dilaksanakan sesuai dengan kinerja kelompok secara keseluruhan, yang cenderung menyebabkan kerja sama di antara anggota tim.</p>
<p>Desain pekerjaan yang efektif merupakan proses memadukan pekerjaan dengan tujuan organisasional, memaksimalkan motivasi karyawan, mencapai standar kinerja, dan mencocokkan keahlian dan kemampuan karyawan dengan persyaratan pekerjaan semuanya merupakan pertimbanganpertimbangan kunci.</p>
<p>Unsur-unsur job design</p>
<p>Unsur-Unsur Job Design (Desain Pekerjaan)Menurut Handoko (dalam Sabrina, 2016) menjelaskan unsur-unsur desain pekerjaan meliputi unsur organisasi, unsur lingkungan dan unsur perilaku.</p>
<p>1. Unsur-Unsur Organisasi</p>
<p>Unsur organisasi mempunyai kaitan erat dengan desain pekerjaan yang efisien untuk mencapai output maksimum dari pekerjaanpekerjaan karyawan. Dengan adanya efisiensi di dalam pelaksanaan kerjaakan menentukan spesialisasi yang merupakan kunci dalam desain pekerjaanKaryawan yang melakukan pekerjaan secara kontinyu menyebabkan karyawan terspesialisasi yang selanjutnya dapat memperoleh output lebih tinggi. Unsur organisasi terdiri dari :</p>
<p>a. Pendekatan mekanik berupaya mengidentifikasi setiap tugas dalamsuatu pekerjaan guna meminimumkan waktu dan tenaga. Hasil pengumpulan identifikasi tugas akan menentukan spesialisasi.Pendekatan ini lebih menekankan pada factor efisiensi waktu, tenaga,biaya, dan latihan.</p>
<p>b. Aliran kerja dipengaruhi oleh sifat komoditi yang dihasilkan oleh suatu organisasi atau perusahaan guna menentukan urutan dan keseimbangan pekerjaan.</p>
<p>c. Praktek-praktek kerja yaitu pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan, ini bisa berdasarkan kebiasaan yang berlaku dalam perusahaan,perjanjian atau kontrak serikat kerja karyawan.</p>
<p>2. Unsur-Unsur Lingkungan</p>
<p>Faktor lingkungan yang mempengaruhi desain pekerjaan adalah tersedianya tenaga kerja yang potensial, yang mempunyai kemampuan Dan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan pengharapan-pengharapan sosial, yaitu dengan tersedianya lapangan kerja serta memperoleh kompensasi dan jaminan hidup yang layak (Handoko, 2000)</p>
<p>3. Unsur-Unsur Perilaku</p>
<p>Unsur perilaku perlu diperhitungkan dalam mendesain pekerjaan. Unsurperilaku tersebut terdiri dari :</p>
<p>a. Otonomi bertanggung jawab atas apa yang dilakukan. Bawahan diberiwewenang untuk mengambil keputusan atas pekerjaan yang dilakukan.</p>
<p>b. Variasi merupakan pemerkayaan pekerjaan yang bertujuan untuk menghilangkan kejenuhan atas pekerjaan yang rutin, sehingga kesalahan-kesalahan dapat diminimalkan.</p>
<p>c. Identitas tugas untuk memepertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan pekerjaan, maka pekerjaan harus diidentifikasikan, sehingga kontribusinya terlihat yang selanjutnya akan menimbulkan kepuasan.</p>
<p>d. Umpan balik diharapakan pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan mempunyai umpan balik atas pelaksanaan pekerjaan yang baik,sehingga akan memotivasi pelaksanaan pekerjaan selanjutnya.</p>
<p>Tujuan &amp; Manfaat Job Design</p>
<p>Desain pekerjaan mutlak dimiliki oleh setiap perusahaan atau instansi karena dalam desain pekerjaan yang dilakukan adalah merakit sejumlah tugas menjadi sebuah pekerjaan agar pekerjaan yang dilakukan menjadi terarah dan jelas. Desain pekerjaan memiliki tujuan agar:</p>
<p>1. Efisiensi operasional, produktifitas dan kualitas pelayanan menjadi optimal.<br />
2. Fleksibilitas dan kemampuan melaksanakan proses kerja secara horizontal dan hirarki.<br />
3. Minat, tantangan, dan prestasi menjadi optimal.<br />
4. Tanggung jawab tim ditetapkan sedemikian rupa, sehingga bisa meningkatkan kerja sama dan efektifitas tim.<br />
5. Integrasi kebutuhan individu karyawan dengan kebutuhan organisasiDesain pekerjaan merupakan faktor penting dalam manajemen karena selain berhubungan dengan produktifitas juga menyangkut tenaga kerja yang akan melaksanakan kegiatan perusahaan. Desain pekerjaan mutlak dimiliki oleh setiap perusahaan karena dalam desain pekerjaan yang dilakukan adalah merakit sejumlah tugas menjadi sebuah pekerjaan agar pekerjaan yang dilakukan menjadi terarah dan jelas.</p>
<p>Job Design (desain pekerjaan) adalah suatu alat untuk memotivasi dan memberi tantangan pada karyawan. Pemahaman terkait konsep Job Design ataupun Job redesign sangat diperlukan dalam suatu manajemen informasi kesehatan, dimana salah satu manfaat pemahaman teori Job Design ini yaitu penerapannya dapat meningkatkan kualitas dalam kehidupan pekerjaan,dimana dengan adanya pekerjaan yang berbeda di suatu instansi atau penambahan pekerjaan dari sebelumnya diharapkan akan meningkatkan performa bekerja menjadi lebih baik. Hal itu dikarenakan semakin banyak bidang yang dikuasai dan menambahnya ilmu di bidang lain sehingga dapat memperkaya kualitas performa pekerja. Dengan meningkatnya performa bekerja diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih baik kepada instansi perusahaan atau organisasi.</p>
<p>Lu&#8217;lu Jilan Zain</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/job-analysis-dan-design-dalam-manajemen-sumber-daya-insani/">Job Analysis dan Design Dalam Manajemen Sumber Daya Insani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/d3mxt5v3yxgcsr.cloudfront.net/courses/15947/course_15947_image.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Mempersiapkan SDM Berkualitas untuk Indonesia Maju</title>
		<link>https://jakpos.id/mempersiapkan-sdm-berkualitas-untuk-indonesia-maju/</link>
					<comments>https://jakpos.id/mempersiapkan-sdm-berkualitas-untuk-indonesia-maju/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2017 05:53:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[sdm berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[sumber daya manusia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=10068</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis: Reni Marlina Ada beberapa permasalahan yang terjadi di Negara kita sebagai bukti nyata mulai dari&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mempersiapkan-sdm-berkualitas-untuk-indonesia-maju/">Mempersiapkan SDM Berkualitas untuk Indonesia Maju</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_10069" aria-describedby="caption-attachment-10069" style="width: 620px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/hadapi-mea-pemerintah-diminta-siapkan-sdm-berkualitas-cus-jpg/"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-post-10068 wp-image-10069" src="http://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAVUxpWjZHYkFiclk.jpg" alt="" width="620" height="413" /></a><figcaption id="caption-attachment-10069" class="wp-caption-text">Ilustrasi.</figcaption></figure>
<p><em><strong>Penulis: Reni Marlina</strong></em></p>
<p>Ada beberapa permasalahan yang terjadi di Negara kita sebagai bukti nyata mulai dari kemiskinan Ada sekitar 30 juta rakyat Indonesia yang hidup sangat miskin. Korupsi, Korupsi sangat merugikan negara. Mereka adalah pencuri uang yang telah kita bayar ke negara melalui pajak. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, bisa jutaan hingga milyaran sekali korupsi.</p>
<p>Kurangnya efek jera menjadi penyebab utama korupsi ini. Negara lain sudah menerapkan hukuman berat bagi pelaku korupsi. Seperti di Arab Saudi yang dihukum potong tangan. Bahkan Tiongkok menerapkan hukuman mati. Penegakan Hukum yang Lemah, Kualitas Pendidikan yang Rendah Sistem pendidikan di Indonesia bisa dikatakan sangat buruk. Biaya sekolah yang semakin mahal tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan. Memang siswa selalu lulus dengan nilai sangat baik, tetapi angka tersebut hanya diatas kertas. Buktinya kualitas penduduk Indonesia masih sangat rendah dibandingkan di negara lain. Tak heran kita selalu mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri sementara kita selalu mengirim tenaga kerja ke luar negeri sebagai buruh atau pembantu.</p>
<p>Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Buruk. Kemudian Kasus SARA yang Merajalela. Indonesia adalah negara yang memiliki suku bangsa dan agama yang beragam. Di sekitar kita mungkin kehidupan antara umat beragaman sudah rukun. Tetapi di beberapa tempat masih saja ada kasus yang menyangkut SARA. Seperti pertikaian antar suku, dan saling ejek antar agama di dunia maya. Jika masalah ini dibiarkan terjadi, maka akan terjadi disintegrasi bangsa dan sangat berbahaya bagi kedaulatan bangsa. Sehingga permasalahan-permasalahan itu membuat dan pengaruh yang cukup besar untuk kemajuan Negara. Karena Sumber daya Manusia yang rusak akan berdampak yang secara makro terhadap peradaban Bangsa.</p>
<p>Sumber daya manusia memegang peranan penting dalam pembangunan. Oleh karena itu dalam melaksanakan pembangunan suatu wilayah atau negara perlu diketahui keadaan sumber daya manusia yang ada di wilayah tersebut. Semakin lengkap dan tepat data mengenai sumber daya manusia yang tersedia, semakin mudah dan tepat pula perencanaan pembangunan yang di buat.</p>
<p>Kualitas sumber daya manusia merupakan merupakan komponen penting dalam setiap gerak pembangunan. Hanya dari sumber daya manusia yang berkualitas tinggilah yang dapat mempercepat pembangunan bangsa. Jumlah penduduk yang besar, apabila tidak diikuti dengan kualitas yang memadai, hanyalah akan menjadi beban pembangunan. Kualitas penduduk adalah keadaan penduduk baik secara perorangan maupun kelompok berdasarkan tingkat kemajuan yang telah dicapai.</p>
<p>Kualitas SDM bangsa Indonesia, dalam kategori rendah, dan rendahnya kualitas SDM disebabkan pula oleh rendahnya kualitas pendidikan. Sudah saatnya bangsa Indonesia khususnya Pemerintah untuk peduli meningkatkan kualitas pendidikan sebagai modal dasar semua komponen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Diakui banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya kualitas SDM. Pendidikan dan Kesehatan adalah faktor-faktor yang dominan.</p>
<p>Sumber daya manusia menjadi salah satu pilar dalam pembangunan negeri. Namun, Sumber Daya Manusia yang berkualitas yang mampu memumpuni dalam pembangunan negeri. Karakter manusia juga di pertimbangkan dalam pembangunan negeri berkelanjutan, karena moral manusia merupakan pondasi kehidupan. Pada realita yang ada sekarang, masih banyak generasi-generasi muda yang terbengkalai akan tugas nya sebagai generasi penerus peradaban bangsa. Banyak sekali kasus kasus anak muda yang berkenaan dengan moral seperti pergaulan bebas remaja, yang sudah merembab bukan hanya di kota namun sampai ke pelosok desa pun banyak sekali kasus-kasus anak remaja dalam pergaulan bebas.</p>
<p>Di Indonesia terjadi ketimpangan antara jumlah kesempatan kerja dan angkatan kerja dimana tentunya lapangan pekerjaan yang jauh lebih sedikit dibandingkan para pencari kerjanya. Selain itu kondisi ini juga diperparah dengan tingkat pendidikan angkatan kerja yang ada masih relative rendah dimana stuktur pendidikan angkatan kerja di Indonesia masih didominasi pendidikan dasar hampir lebih dari 50%. Lesunya dunia usaha akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai saat ini mengakibatkan rendahnya kesempatan kerja terutama bagi lulusan perguruan tinggi hal inilah yang membuat angka pengangguran sarjana makin tinggi. Karena begitu banyaknya lulusan perguruan tinggi tiap tahunnya tidak diimbangi dengan lapangan kerja yang memadai.</p>
<p>Masalah SDM inilah yang menyebabkan proses pembangunan yang berjalan selama ini kurang didukung oleh produktivitas tenaga kerja yang memadai.</p>
<p>Keterpurukan ekonomi nasional yang berkepanjangan hingga kini merupakan bukti kegagalan pembangunan akibat dari rendahnya kualitas SDM.</p>
<p>Rendahnya SDM Indonesia diakibatkan kurangnya penguasaan IPTEK, karena sikap mental dan penguasaan IPTEK yang dapat menjadi subyek atau pelaku pembangunan yang handal. Dalam kerangka globalisasi, penyiapan pendidikan perlu juga disinergikan dengan tuntutan kompetisi. Oleh karena itu dimensi daya saing dalam SDM semakin menjadi faktor penting sehingga upaya memacu kualitas SDM melalui pendidikan merupakan tuntutan yang harus dikedepankan.</p>
<p>Salah satu problem struktural yang dihadapi dalam dunia pendidikan adalah bahwa pendidikan merupakan subordinasi dari pembangunan ekonomi. Pada era sebelum reformasi pembangunan dengan pendekatan fisik begitu dominan. Hal ini sejalan dengan kuatnya orientasi pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>Sekarang kita sebagai generasi yang Allah beri kesempatan untuk terus belajar sampai jenjang sekarang menuntut ilmu yang berkah dalam pembangunan negeri. Setelah melihat kasus-kasus diatas mulai dari sumber daya manusia yang kurang berkualitas dalam segi penguasaan IPTEK segi aspek social dan ekonomi seperti pengangguran dan kemiskinan.</p>
<p>Untuk bisa meraih sukses, dituntut sekali SDM yang berkualitas. Tuhan menganugerahkan kita dengan akal dan pikiran tentunya ini harus kita pergunakan dengan sebaik-baiknya. Inilah yang membuat manusia jauh lebih mulia daripada makhluk lainnya yang diciptakan Tuhan. Dengan akal tersebut kita diharapkan memiliki ilmu yang berguna. Secara formal, ilmu-ilmu tersebut bisa kita peroleh melalui lembaga pendidikan seperti sekolah atau kursus, ilmu itulah yang disebut dengan hardskill yang berupa teori-teori pengetahuan. Sementara itu yang jauh lebih penting adalah softskill yaitu bagaimana seseorang bisa menjadi mandiri, penuh inisiatifn bekerja secara cermat, penuh tanggung jawab dan gigih. Inilah yang menjadi modal utama seseorang menjadi sumber daya yang unggul dengan menyeimbangkan antara softskill dan hardskill.</p>
<p>Seorang lulusan sekolah atau perguruan tinggi diharapkan bisa menjadi pribadi yang menciptakan lapangan pekerjaan. Inilah mengapa pentingnya ilmu tentang kewirausahaan diberikan sedini mungkin kepada para didikan agar pikiran untuk selalu menjadi seorang karyawan ketika hendak bekerja kelak bisa mulai bergeser menjadi pemikiran yang justru menempatkan diri mereka bukan sebagai bawahan yang bisa disuruh-suruh dengan jam kerja padat, tapi justru bisa menjadi atasan dengan jam kerja yang sesuai dengan yang diinginkan.</p>
<p>Dengan menjadi pengusaha tersebut seseorang bisa membantu pemerintah dalam mengatasi menjamurnya para penganggur. Kemudia pemerintah lebih memberikan perhatian lagi kepada masyarakat dalam segi pendidikan. Karena pendidikan merupakan pondasi penting dalam membangun kualitas SDM Indonesia untuk Indonesia lebih maju. Memberikan program-program yang berkenaan dengan pendidikan, agar memotivasi masyarakat untuk menyekolahkan anak nya. Sehingga berpendidikan yang tinggi dengan ilmu yang berkah akan menghaasilkan SDM yang berkualitas.</p>
<p>Oleh karena itu, pemerintah Indonesia diharapkan bisa menjadi fasilitator pertama dalam hal ini.</p>
<p>1. Pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan negeri dalam peningkatan pendidikan di Indonesia<br />
2. Pemerintah memberikan program-program yang memudahkan masyarakat dalam menimba ilmu<br />
3. Pemerintah memberikan kesempatan bagi pelajar-pelajar pintar untuk sekolah ke Luar Negeri dengan peningkatan Beasiswa Luar negeri lebih banyak<br />
4. Pemerintah menggencarkan kembali masyarakat untuk memiliki jiwa Entrepreneur<br />
5. Pemerintah memberikan pelatihan kerja bagi masyarakat masih minim dalam skill mereka.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mempersiapkan-sdm-berkualitas-untuk-indonesia-maju/">Mempersiapkan SDM Berkualitas untuk Indonesia Maju</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/mempersiapkan-sdm-berkualitas-untuk-indonesia-maju/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
