<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UBN Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/ubn/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/ubn/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Mar 2026 22:32:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>UBN Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/ubn/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Idulfitri Usai, Silaturahim Ikut Selesai?</title>
		<link>https://jakpos.id/idulfitri-usai-silaturahim-ikut-selesai/</link>
					<comments>https://jakpos.id/idulfitri-usai-silaturahim-ikut-selesai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 22:32:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=92755</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: KH Bachtiar Nasir Mari kita jujur pada diri sendiri, mengapa semangat takwa dan silaturahim&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/idulfitri-usai-silaturahim-ikut-selesai/">Idulfitri Usai, Silaturahim Ikut Selesai?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: KH Bachtiar Nasir</strong></em></p>
<p>Mari kita jujur pada diri sendiri, mengapa semangat takwa dan silaturahim sering hanya terasa hangat saat Ramadan dan Syawal? Setelah itu, perlahan memudar, bahkan hilang tanpa terasa. Padahal, takwa bukan ibadah musiman, dan silaturahim bukan tradisi tahunan.</p>
<p>Takwa adalah bukti cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia seharusnya hidup dalam setiap keputusan, ucapan, dan sikap kita. Allah berfirman:</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ</p>
<p>“<em>Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya</em>.” (QS Ali Imran: 102)</p>
<p>Jika takwa benar-benar tertanam, ia akan melahirkan akhlak yang konsisten, termasuk dalam menjaga hubungan dengan sesama manusia.</p>
<p>Begitu pula dengan silaturahim. Ia bukan sekadar ritual maaf-maafan saat Idulfitri atau ajang kumpul keluarga setahun sekali. Silaturahim adalah komitmen jangka panjang untuk tetap terhubung, peduli, dan hadir dalam kehidupan orang-orang terdekat kita, bahkan ketika tidak ada momen besar.</p>
<p>Al-Qur’an menegaskan bahwa menjaga hubungan keluarga adalah bagian dari ketakwaan:</p>
<p>وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ</p>
<p>“<em>Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan kekeluargaan</em>…” (QS An-Nisa: 1)</p>
<p>Bahkan, Allah memperingatkan keras bagi mereka yang merusak hubungan tersebut.</p>
<p>فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ</p>
<p>“<em>Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?</em>” (QS Muhammad: 22)</p>
<p>Ironisnya, banyak orang begitu hangat saat Syawal, tetapi kembali dingin setelahnya. Grup WhatsApp keluarga kembali sepi, pesan tak lagi dibalas, dan kabar kerabat sering terlewat. Silaturahim akhirnya hanya menjadi formalitas, bukan kebutuhan ruhani.</p>
<p>Padahal, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan janji yang sangat nyata.</p>
<p>مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ</p>
<p>“<em>Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim</em>.” (HR Bukhari dan Muslim)*</p>
<p>Artinya, silaturahim bukan hanya bernilai pahala, tetapi juga menghadirkan keberkahan nyata dalam hidup.</p>
<p>Lebih dalam lagi, dalam hadis qudsi Allah berfirman:</p>
<p>أَنَا الرَّحْمَنُ، وَهِيَ الرَّحِمُ، شَقَقْتُ لَهَا اسْمًا مِنِ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا بَتَتُّهُ</p>
<p>“<em>Aku adalah Ar-Rahman, dan rahim (kekerabatan) Aku ciptakan dari nama-Ku. Barang siapa menyambungnya, Aku akan menyambungnya. Barang siapa memutuskannya, Aku akan memutusnya</em>.” (HR Bukhari)*</p>
<p>Namun tantangan terbesar justru muncul ketika hubungan tidak berjalan baik. Tidak semua keluarga hangat, tidak semua kerabat membalas kebaikan. Di sinilah kualitas iman diuji.</p>
<p>Rasulullah menegaskan:</p>
<p>لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ، وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا</p>
<p>“<em>Bukanlah orang yang menyambung silaturahim itu yang sekadar membalas, tetapi yang tetap menyambung ketika diputuskan</em>.” (HR Bukhari)*</p>
<p>Bahkan ketika kita diperlakukan buruk, Rasulullah tetap memberi kabar gembira:</p>
<p>لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمُ الْمَلَّ</p>
<p>“<em>Jika engkau seperti yang engkau katakan, maka seakan-akan engkau menaburkan abu panas ke wajah mereka</em>…” *(HR Muslim)*</p>
<p>Ini menunjukkan bahwa menjaga silaturahim bukan soal perasaan, tetapi pilihan iman.</p>
<p>Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq juga menjadi pelajaran besar. Meski disakiti oleh kerabatnya, ia tetap memaafkan dan membantu. Sikap ini sejalan dengan firman Allah:</p>
<p>وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ</p>
<p>“<em>Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kamu ingin Allah mengampunimu</em>?” (QS An-Nur: 22)</p>
<h3>Konsistensi</h3>
<p>Hari ini, menjaga silaturahim sebenarnya tidak sulit. Tidak harus dengan pertemuan besar. Cukup dengan pesan singkat, telepon, atau sekadar menanyakan kabar.</p>
<p>Yang sulit bukan caranya, tetapi konsistensinya.</p>
<p>Karena itu, jangan jadikan silaturahim sebagai agenda musiman. Jadikan ia sebagai bagian dari hidup. Jangan menunggu momen, tapi ciptakan momen.</p>
<p>Jika kita ingin hidup lebih berkah, hati lebih tenang, dan hubungan lebih hangat, maka rawatlah silaturahim. Bahkan ketika tidak ada alasan dunia untuk melakukannya.</p>
<p>Sebab pada akhirnya, yang dinilai bukan seberapa sering kita bertemu, tetapi seberapa tulus kita menjaga hubungan karena Allah. _Wallahu a’lam bish shawab_.**</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/idulfitri-usai-silaturahim-ikut-selesai/">Idulfitri Usai, Silaturahim Ikut Selesai?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/idulfitri-usai-silaturahim-ikut-selesai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/ustadz-bachtiar-nasir-_121019211040-512.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Ramadhan Bukan Sekadar Puasa, Inilah Spirit Badar yang Terlupakan</title>
		<link>https://jakpos.id/ramadhan-bukan-sekadar-puasa-inilah-spirit-badar-yang-terlupakan/</link>
					<comments>https://jakpos.id/ramadhan-bukan-sekadar-puasa-inilah-spirit-badar-yang-terlupakan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 11:28:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Bachtiar Nasir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=92742</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: KH Bachtiar Nasir</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ramadhan-bukan-sekadar-puasa-inilah-spirit-badar-yang-terlupakan/">Ramadhan Bukan Sekadar Puasa, Inilah Spirit Badar yang Terlupakan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: KH Bachtiar Nasir</strong></em></p>
<p style="text-align: center;">“<em>Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu, bertakwalah kepada Allah supaya kamu mensyukuri-Nya</em>.” (QS. Ali Imran: 123).</p>
<p>Perang Israel dan Amerika versus Iran semakin memanas. Perang Iran versus Amerika–Israel ini bukanlah perang agama, melainkan perang hegemoni. Disinyalir, Trump memang sudah lama mengincar Pulau Kharg yang merupakan terminal utama ekspor minyak mentah Iran.</p>
<p>Iran juga telah lama melancarkan proyek Bulan Sabit Persia, yang targetnya membentang meliputi Iran, Irak, Suriah, Libanon Selatan, dan Yaman. Wilayah yang belum tercakup saat ini adalah Palestina. Setelah itu, Iran diperkirakan dapat memperluas pengaruhnya hingga menguasai kawasan Teluk.</p>
<p>Israel dan Amerika Serikat yang saat ini menjajah wilayah Palestina tentu merasa terganggu dengan langkah tersebut. Belum lagi Turki dan Qatar di forum BOP yang berunding untuk menjatuhkan Netanyahu. Situasi ini membuat Netanyahu “kebakaran jenggot”, lalu dibukalah Epstein file, termasuk yang berkaitan dengan Trump. Dengan adanya file tersebut, Trump kemudian ditekan oleh Israel untuk menyerang Iran yang dianggap menghalangi pembentukan Israel Raya antara Sungai Eufrat dan Sungai Tigris.</p>
<p>Karena itu, jangan sampai kita justru sibuk berdebat membela salah satu pihak, sementara kita sendiri belum tahu apa yang bisa kita lakukan untuk membela Masjidil Aqsha dan kaum Muslimin di Palestina, yang menjadi objek perebutan tersebut.</p>
<p>Nah, sekarang adalah momentum di ruang-ruang i’tikaf ini untuk membersamai Masjidil Aqsha dengan apa pun yang mampu kita lakukan. Mungkin kita tidak bisa membersamai mereka melalui pendekatan militer, tetapi kita masih bisa mendampingi mereka melalui media, pemberitaan, ekonomi, dan berbagai upaya lainnya.</p>
<h3>Semangat Badar</h3>
<p>Dengan kehendak Allah, Perang Badar juga terjadi pada bulan Ramadhan. Rasulullah saw beserta para sahabat pada saat itu sebenarnya tidak berniat berperang, tetapi mereka tetap siap secara psikis jika harus menghadapi peperangan.</p>
<p>Ketika itu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memiliki sekitar 313 pasukan, sebagian besar pasukan infanteri, dengan beberapa pasukan berkuda.</p>
<p>“<em>Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu, bertakwalah kepada Allah supaya kamu mensyukuri-Nya</em>.” (QS. Ali Imran: 123).</p>
<p>Perang Badar tidak dimulai dengan mengasah pedang, melainkan dengan mengasah iman dan takwa. Perang Badar bermula ketika kafilah dagang Abu Sufyan dihadang dan diblokir secara ekonomi, karena mereka berasal dari kaum yang memerangi Allah dan Rasulullah Shallallahu wa alaihi wa sallam membunuh para sahabat, serta menyerang dakwah Islam baik secara fisik maupun psikis.</p>
<p>Perang Badar kerap terlupakan dari spirit Ramadhan kita, padahal ia adalah peristiwa besar yang benar-benar terjadi dengan skenario yang diatur langsung oleh Allah Azza wa Jalla.</p>
<p>Perang Badar sendiri merupakan manifestasi blueprint kemenangan umat, yang di dalamnya tergambar jelas strategi, kepemimpinan, dan intervensi Ilahiyah. Jika dilihat dari jumlah pasukan, kemenangan kaum Muslimin tampak sangat sulit. Pasukan Quraisy ketika itu berjumlah sekitar 1.000 orang, dengan kuda dan pasukan pemanah yang lengkap.</p>
<p>Oleh karena itu, Perang Badar sejatinya bukan sekadar kalkulasi kekuatan fisik, melainkan pembuktian iman pada saat yang paling kritis.</p>
<p>“… <em>jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) pada hari Furqan, yaitu hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu</em>.” (QS. Al-Anfal: 41).</p>
<p>Begitu pula dengan momentum i’tikaf kita. Ada yang datang ke masjid dengan label i’tikaf hanya sekadar berpindah tempat tidur, bermain ponsel lebih banyak daripada tilawah, lalu rebahan sambil menunggu waktu sahur.</p>
<p>Namun, ada pula yang datang ke masjid dengan niat yang sungguh-sungguh untuk membentuk jiwa.</p>
<h4>Belajar dari Badar</h4>
<p>Inilah Ramadhan—hari pembeda. Ia membedakan mana orang-orang yang benar-benar datang pada bulan Ramadhan untuk membuktikan kemurnian iman dan semangat ibadahnya, dan mana yang hanya sekadar bermain-main di hadapan Allah Azza wa Jalla.</p>
<p>Layaknya Perang Badar yang membuka tabir dengan jelas: mana orang-orang yang beriman dan mana yang berpura-pura.</p>
<p>Perang Badar juga mengajarkan kepada kita bahwa perang—apa pun bentuknya—harus dilakukan karena Allah Ta’ala, bukan karena nafsu hegemoni, harta, gengsi, apalagi ego kesukuan atau nasionalisme semata.</p>
<p>Dibutuhkan pemimpin-pemimpin yang memiliki keberanian, ketajaman akal, dan kejernihan tauhid untuk memimpin umat melewati masa-masa tersulit. Dalam Perang Badar, kita melihat bagaimana interaksi antara pemimpin dan orang-orang yang dipimpinnya dilandasi oleh cinta karena Allah Ta’ala.</p>
<p>Di Perang Badar, kita menyaksikan sosok Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang begitu dicintai para sahabat dan umatnya—sosok yang melandaskan segala perbuatannya semata-mata karena Allah.</p>
<p>Satu kata kunci yang sangat penting diajarkan Rasulullah saw. dalam Perang Badar adalah bahwa perang hanya boleh terjadi jika di dalamnya terdapat cita-cita untuk meninggikan kalimat Laa Ilaaha Illallah serta mewujudkan penghambaan kepada Allah sebagaimana firman-Nya: iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in.</p>
<p>Semua itu beliau ajarkan dan buktikan dengan taruhan nyawa di Perang Badar, pada bulan Ramadhan.</p>
<p>Karena itu, sangat penting kiranya pada bulan Ramadhan ini—dan juga pada bulan-bulan lainnya—kita menempatkan kesadaran bertauhid dan semangat pengabdian kepada Allah Ta’ala sebagai cara hidup kita di dunia ini.*</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ramadhan-bukan-sekadar-puasa-inilah-spirit-badar-yang-terlupakan/">Ramadhan Bukan Sekadar Puasa, Inilah Spirit Badar yang Terlupakan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/ramadhan-bukan-sekadar-puasa-inilah-spirit-badar-yang-terlupakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260313-WA0008.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Ramadhan Mubarok! UBN Ajak Bangkitkan Aceh</title>
		<link>https://jakpos.id/ramadhan-mubarok-ubn-ajak-bangkitkan-aceh/</link>
					<comments>https://jakpos.id/ramadhan-mubarok-ubn-ajak-bangkitkan-aceh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 00:07:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[AQL]]></category>
		<category><![CDATA[AQL Peduli]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=92566</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat pascabanjir di Aceh Timur menjadi fokus utama dalam rangkaian kegiatan kemanusiaan yang digelar Laznas AQL Peduli menjelang Ramadhan</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ramadhan-mubarok-ubn-ajak-bangkitkan-aceh/">Ramadhan Mubarok! UBN Ajak Bangkitkan Aceh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ACEH TIMUR</strong> &#8211; Pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat pascabanjir di Aceh Timur menjadi fokus utama dalam rangkaian kegiatan kemanusiaan yang digelar Laznas AQL Peduli menjelang Ramadhan 1447 H.</p>
<p>Hal itu terlihat saat Ketua Pembina Laznas AQL Peduli, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), meresmikan meunasah dan menyerahkan bantuan perahu di Dusun Rantau Panjang, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Senin (16/2/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, UBN menegaskan bahwa fase tanggap darurat telah berlalu, namun pekerjaan besar membangkitkan kembali sendi-sendi kehidupan masyarakat masih berlangsung.</p>
<p>Melalui gerakan “Membangun dari Meunasah”, AQL Peduli mengarahkan program pada penguatan pusat ibadah sebagai titik konsolidasi sosial sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi warga.</p>
<p>Di Aceh Timur, delapan unit meunasah yang rusak akibat banjir saat ini masih dalam proses pembangunan. Meunasah tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan musyawarah masyarakat.</p>
<p>“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk bangkit. Bangkit dalam iman dan bangkit dalam kepedulian sosial,” ujar UBN.</p>
<p>Selain pembangunan meunasah, AQL Peduli menyerahkan tujuh unit perahu bermesin untuk menunjang mobilitas warga. Perahu tersebut akan dimanfaatkan sebagai ambulans air, transportasi pelajar, serta sarana distribusi logistik ke wilayah yang sulit dijangkau.</p>
<p>Upaya pemulihan juga menyasar sektor sosial budaya. Sebanyak 21 ekor sapi disalurkan guna mendukung pelaksanaan tradisi meugang di Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Kota Langsa.</p>
<p>Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menegaskan bahwa dampak banjir masih dirasakan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan perikanan. Banyak sawah tertimbun lumpur dan tambak rusak, sehingga memerlukan dukungan berkelanjutan.</p>
<p>Ia menyebutkan tiga sektor prioritas pemulihan, yakni keagamaan, pendidikan, dan penguatan ekonomi warga. Pendataan kerusakan rumah juga terus dilakukan untuk diajukan ke pemerintah pusat.</p>
<p>Rangkaian kegiatan kemanusiaan tersebut turut melibatkan tim medis yang dipimpin Prof. Dr. Ridha Darmajaya. Tiga dokter diterjunkan untuk memberikan layanan pengobatan gratis bagi warga terdampak, terutama di daerah pedalaman.</p>
<p>Kehadiran tim medis dinilai penting untuk mencegah munculnya penyakit pascabencana dan memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung.*</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ramadhan-mubarok-ubn-ajak-bangkitkan-aceh/">Ramadhan Mubarok! UBN Ajak Bangkitkan Aceh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/ramadhan-mubarok-ubn-ajak-bangkitkan-aceh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/waspadaaceh.com/wp-content/uploads/2026/02/Screenshot_2026-02-16_214704.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Jelang Keberangkatan Global Sumud Flotilla, UBN Ungkap Euforia Solidaritas Palestina Masyarakat Global di Tunisia</title>
		<link>https://jakpos.id/jelang-keberangkatan-global-sumud-flotilla-ubn-ungkap-euforia-solidaritas-palestina-masyarakat-global-di-tunisia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2025 12:44:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Tunisia]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91455</guid>

					<description><![CDATA[<p>Global Sumud Flotilla merupakan gerakan solidaritas internasional yang bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui jalur laut bagi warga Gaza</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/jelang-keberangkatan-global-sumud-flotilla-ubn-ungkap-euforia-solidaritas-palestina-masyarakat-global-di-tunisia/">Jelang Keberangkatan Global Sumud Flotilla, UBN Ungkap Euforia Solidaritas Palestina Masyarakat Global di Tunisia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Global Sumud Flotilla merupakan gerakan solidaritas internasional yang bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui jalur laut bagi warga Gaza</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>TUNISIA</strong> </a>&#8211; Ulama nasional dan aktivis kemerdekaan Palestina, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) merasakan langsung euforia solidaritas Palestina masyarakat dunia dalam Global Sumud Flotilla (GSF) di Tunis, Ibu Kota Tunisia.</p>
<p>“Mayoritas relawan yang hadir berasal dari Eropa, kebanyakan dari kalangan buruh dan aktivis garis kiri. Ini menunjukkan bahwa isu Palestina adalah isu kemanusiaan yang melampaui batas agama dan ideologi,” ujar UBN di Tunis, Senin (8/9).</p>
<p>Ia menyebut kehadiran beragam kalangan sebagai penanda semangat global yang semakin kuat. “Bahkan LGBT pun hadir. Kita tidak memuliakan LGBT-nya, tetapi sekadar spill informasi bahwa LGBT saja pro pada kemanusiaan. Gimana dengan Anda yang merasa beragama?” ungkap inisiator Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) itu.</p>
<p>UBN menegaskan, bagi para peserta dan media yang hadir, GSF adalah momen bersejarah. “Dan ini menggerakkan masyarakat global lebih luas lagi ke depannya. Alhamdulillah, Indonesia dianggap peserta paling kompak dan besar,” kata UBN.</p>
<p>Ia juga mengajak lebih banyak pihak dari Tanah Air untuk terlibat. “Saya mengajak para tokoh dan NGO di Indonesia untuk bergabung bersama Indonesia Global Peace Convoy,” seru Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) itu.</p>
<p>Global Sumud Flotilla merupakan gerakan solidaritas internasional yang bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui jalur laut bagi warga Gaza yang terdampak blokade. Ratusan relawan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, dengan menggunakan puluhan kapal bergabung melalui dua jalur keberangkatan dari Tunisia di Afrika Utara dan Barcelona di Spanyol, sebelum melanjutkan perjalanan ke Gaza.*</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/jelang-keberangkatan-global-sumud-flotilla-ubn-ungkap-euforia-solidaritas-palestina-masyarakat-global-di-tunisia/">Jelang Keberangkatan Global Sumud Flotilla, UBN Ungkap Euforia Solidaritas Palestina Masyarakat Global di Tunisia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_720,ar_4032:2268/v1634025439/01k4c2p5c43pdfma5bd9r23s3v.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dari Kuala Lumpur, UBN dan Husein Gaza Satukan Civil Society untuk Dobrak Blokade Palestina</title>
		<link>https://jakpos.id/dari-kuala-lumpur-ubn-dan-husein-gaza-satukan-civil-society-untuk-dobrak-blokade-palestina/</link>
					<comments>https://jakpos.id/dari-kuala-lumpur-ubn-dan-husein-gaza-satukan-civil-society-untuk-dobrak-blokade-palestina/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2025 23:20:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=89437</guid>

					<description><![CDATA[<p>UBN menegaskan IGPC adalah gerakan murni kemanusiaan yang tidak terkait kepentingan politik</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dari-kuala-lumpur-ubn-dan-husein-gaza-satukan-civil-society-untuk-dobrak-blokade-palestina/">Dari Kuala Lumpur, UBN dan Husein Gaza Satukan Civil Society untuk Dobrak Blokade Palestina</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>UBN menegaskan IGPC adalah gerakan murni kemanusiaan yang tidak terkait kepentingan politik</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>KUALA LUMPUR</strong></a> – Ulama nasional Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) bersama pegiat kemanusiaan Husein Gaza menggalang konsolidasi masyarakat sipil melalui Indonesia Global Peace Convoy (IGPC). Pertemuan ini digelar di sela Festival Sumud Nusantara di Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (24/8/2025).</p>
<p>Konsolidasi membahas langkah strategis menghadapi pelaparan sistemik akibat blokade Israel di Gaza, sekaligus memperkuat perjuangan menuju Palestina merdeka.</p>
<p>UBN menegaskan IGPC adalah gerakan murni kemanusiaan yang tidak terkait kepentingan politik.</p>
<p>“Indonesia Global Peace Convoy ini adalah gerakan kemanusiaan non-politik. Tidak berafiliasi ke partai politik manapun, juga tidak ke ormas manapun. IGPC adalah inisiatif kemanusiaan yang anti-penjajahan dan anti-genosida,” ujar UBN, inisiator IGPC.</p>
<p>Ia menekankan, IGPC bersifat terbuka bagi semua kalangan.</p>
<p>“Organisasi ini milik bersama. Setiap orang boleh menggunakan ini. Ke depan, organisasi yang kuat adalah organisasi yang berbasis kepercayaan kolektif, bukan kekuatan tunggal. Karena di masa depan, itulah yang dipercaya,” jelasnya.</p>
<p>UBN juga menegaskan fokus utama IGPC adalah perjuangan membebaskan Gaza.</p>
<p>“Dalam organisasi IGPC, kita tak mengangkat tokoh manapun. Atau organisasi manapun yang ditonjolkan. Fokus kita Gaza. Di mana aktivitas utama kita fokus menembus blokade Gaza. Kerja-kerja inilah yang akan kita lakukan secara strategis. Bagaimana mengubah emosi menjadi kerja-kerja nyata. Kemudian kerja-kerja emosional sudah waktunya diturunkan dalam bentuk kerja-kerja strategis,” tegasnya.</p>
<p>Senada dengan itu, Husein Gaza menilai IGPC dapat menjadi sarana edukasi sekaligus pemersatu di kalangan akar rumput.</p>
<p>“Bagaimana kita bisa mengedukasi masyarakat untuk bersatu di kalangan grassroots, itulah harapan kami. Indonesia Global Peace Convoy harus menjadi pengikat. Kita tidak hanya berwacana, tapi benar-benar mengambil langkah strategis. Dan IGPC adalah salah satunya,” ujar Husein, Koordinator IGPC.</p>
<p>Festival Sumud Nusantara turut dihadiri Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, aktivis kemanusiaan, tokoh masyarakat sipil, serta delegasi dari berbagai negara Asia Tenggara. Forum ini menjadi ajang konsolidasi regional untuk memperkuat solidaritas bagi rakyat Palestina dengan menekankan pentingnya sumud—keteguhan dalam menghadapi blokade dan agresi Israel.</p>
<p>Festival ini juga menjadi momentum pelepasan konvoi kapal kemanusiaan dari sejumlah negara ASEAN menuju Gaza sebagai simbol perlawanan blokade.</p>
<p>Melalui forum tersebut, UBN dan Husein Gaza berharap IGPC berkembang menjadi gerakan lintas batas yang memperkuat solidaritas Indonesia bersama komunitas internasional dalam membela Palestina dan melawan blokade yang menindas.*</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dari-kuala-lumpur-ubn-dan-husein-gaza-satukan-civil-society-untuk-dobrak-blokade-palestina/">Dari Kuala Lumpur, UBN dan Husein Gaza Satukan Civil Society untuk Dobrak Blokade Palestina</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/dari-kuala-lumpur-ubn-dan-husein-gaza-satukan-civil-society-untuk-dobrak-blokade-palestina/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/nasionalnews.id/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250824-WA02181.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dari Kuala Lumpur, UBN dan Husein Gaza Satukan Civil Society untuk Dobrak Blokade Palestina</title>
		<link>https://jakpos.id/dari-kuala-lumpur-ubn-dan-husein-gaza-satukan-civil-society-untuk-dobrak-blokade-palestina-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2025 23:19:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91057</guid>

					<description><![CDATA[<p>UBN menegaskan IGPC adalah gerakan murni kemanusiaan yang tidak terkait kepentingan politik</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dari-kuala-lumpur-ubn-dan-husein-gaza-satukan-civil-society-untuk-dobrak-blokade-palestina-2/">Dari Kuala Lumpur, UBN dan Husein Gaza Satukan Civil Society untuk Dobrak Blokade Palestina</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>UBN menegaskan IGPC adalah gerakan murni kemanusiaan yang tidak terkait kepentingan politik</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>KUALA LUMPUR</strong></a> – Ulama nasional Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) bersama pegiat kemanusiaan Husein Gaza menggalang konsolidasi masyarakat sipil melalui Indonesia Global Peace Convoy (IGPC). Pertemuan ini digelar di sela Festival Sumud Nusantara di Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (24/8/2025).</p>
<p>Konsolidasi membahas langkah strategis menghadapi pelaparan sistemik akibat blokade Israel di Gaza, sekaligus memperkuat perjuangan menuju Palestina merdeka.</p>
<p>UBN menegaskan IGPC adalah gerakan murni kemanusiaan yang tidak terkait kepentingan politik.</p>
<p>“Indonesia Global Peace Convoy ini adalah gerakan kemanusiaan non-politik. Tidak berafiliasi ke partai politik manapun, juga tidak ke ormas manapun. IGPC adalah inisiatif kemanusiaan yang anti-penjajahan dan anti-genosida,” ujar UBN, inisiator IGPC.</p>
<p>Ia menekankan, IGPC bersifat terbuka bagi semua kalangan.</p>
<p>“Organisasi ini milik bersama. Setiap orang boleh menggunakan ini. Ke depan, organisasi yang kuat adalah organisasi yang berbasis kepercayaan kolektif, bukan kekuatan tunggal. Karena di masa depan, itulah yang dipercaya,” jelasnya.</p>
<p>UBN juga menegaskan fokus utama IGPC adalah perjuangan membebaskan Gaza.</p>
<p>“Dalam organisasi IGPC, kita tak mengangkat tokoh manapun. Atau organisasi manapun yang ditonjolkan. Fokus kita Gaza. Di mana aktivitas utama kita fokus menembus blokade Gaza. Kerja-kerja inilah yang akan kita lakukan secara strategis. Bagaimana mengubah emosi menjadi kerja-kerja nyata. Kemudian kerja-kerja emosional sudah waktunya diturunkan dalam bentuk kerja-kerja strategis,” tegasnya.</p>
<p>Senada dengan itu, Husein Gaza menilai IGPC dapat menjadi sarana edukasi sekaligus pemersatu di kalangan akar rumput.</p>
<p>“Bagaimana kita bisa mengedukasi masyarakat untuk bersatu di kalangan grassroots, itulah harapan kami. Indonesia Global Peace Convoy harus menjadi pengikat. Kita tidak hanya berwacana, tapi benar-benar mengambil langkah strategis. Dan IGPC adalah salah satunya,” ujar Husein, Koordinator IGPC.</p>
<p>Festival Sumud Nusantara turut dihadiri Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, aktivis kemanusiaan, tokoh masyarakat sipil, serta delegasi dari berbagai negara Asia Tenggara. Forum ini menjadi ajang konsolidasi regional untuk memperkuat solidaritas bagi rakyat Palestina dengan menekankan pentingnya sumud—keteguhan dalam menghadapi blokade dan agresi Israel.</p>
<p>Festival ini juga menjadi momentum pelepasan konvoi kapal kemanusiaan dari sejumlah negara ASEAN menuju Gaza sebagai simbol perlawanan blokade.</p>
<p>Melalui forum tersebut, UBN dan Husein Gaza berharap IGPC berkembang menjadi gerakan lintas batas yang memperkuat solidaritas Indonesia bersama komunitas internasional dalam membela Palestina dan melawan blokade yang menindas.*</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dari-kuala-lumpur-ubn-dan-husein-gaza-satukan-civil-society-untuk-dobrak-blokade-palestina-2/">Dari Kuala Lumpur, UBN dan Husein Gaza Satukan Civil Society untuk Dobrak Blokade Palestina</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/nasionalnews.id/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250824-WA02181.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Lawan Pelaparan Gaza, UBN Pimpin Delegasi Indonesia di Festival Sumud Nusantara Kuala Lumpur</title>
		<link>https://jakpos.id/lawan-pelaparan-gaza-ubn-pimpin-delegasi-indonesia-di-festival-sumud-nusantara-kuala-lumpur/</link>
					<comments>https://jakpos.id/lawan-pelaparan-gaza-ubn-pimpin-delegasi-indonesia-di-festival-sumud-nusantara-kuala-lumpur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2025 01:28:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=89432</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUALA LUMPUR – Pelaparan sistemik yang menimpa rakyat Gaza akibat blokade Israel kembali menjadi sorotan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/lawan-pelaparan-gaza-ubn-pimpin-delegasi-indonesia-di-festival-sumud-nusantara-kuala-lumpur/">Lawan Pelaparan Gaza, UBN Pimpin Delegasi Indonesia di Festival Sumud Nusantara Kuala Lumpur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUALA LUMPUR</strong> – Pelaparan sistemik yang menimpa rakyat Gaza akibat blokade Israel kembali menjadi sorotan dunia. Ulama nasional Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) memimpin sepuluh delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia dalam Festival Sumud Nusantara di Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (24/8/2025). Kehadiran mereka menjadi simbol konsolidasi solidaritas lintas negara sekaligus aksi nyata untuk menembus blokade dan membela kemanusiaan Palestina.</p>
<p>Menurut UBN, Festival Sumud Nusantara bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud perlawanan damai terhadap blokade yang telah memicu krisis kemanusiaan di Gaza.</p>
<p>“Sumud adalah simbol keteguhan rakyat Palestina dalam menghadapi penindasan. Melalui forum ini, kita ingin menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak tinggal diam melihat saudara kita di Gaza dikepung kelaparan akibat blokade. Solidaritas ini harus diwujudkan dalam aksi nyata,” ujarnya ketika ditemui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Sabtu (23/8/2025).</p>
<p>UBN menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara di kawasan untuk menekan dunia internasional agar membuka akses kemanusiaan ke Gaza. “Solidaritas ini harus dipandang sebagai bagian dari diplomasi kemanusiaan Asia Tenggara. Jika negara-negara di kawasan bersatu, kita bisa lebih kuat mendesak dunia agar blokade segera diakhiri dan bantuan kemanusiaan bisa sampai kepada rakyat Gaza,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga berharap dukungan Asia Tenggara dapat menjadi kekuatan kolektif dalam diplomasi global. “Kami berharap ASEAN mengambil peran lebih strategis, sekaligus mendorong PBB agar memastikan akses pangan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar bagi rakyat Palestina dapat segera dibuka,” tutur UBN.</p>
<p>Festival Sumud Nusantara dijadwalkan turut dihadiri oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim serta diikuti berbagai organisasi non-pemerintah (NGO) dari Asia Tenggara. Agenda ini dirancang sebagai wadah konsolidasi lintas negara untuk memperkuat dukungan kemanusiaan dan perjuangan kemerdekaan Palestina.</p>
<p>Sementara itu, Global Sumud Flotilla menjadi bagian penting dari rangkaian acara. Aksi gabungan 44 negara tersebut melanjutkan misi pelayaran kapal Madleen dan Handala dengan tekad menyalurkan bantuan langsung sekaligus menantang blokade Israel di Jalur Gaza.</p>
<p>Rangkaian kegiatan sebelum keberangkatan relawan meliputi konvoi darat dan aksi damai di sejumlah negara peserta. Acara puncak ditandai dengan flag off delegation Flotilla yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad (24/8/2025) di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur.*</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/lawan-pelaparan-gaza-ubn-pimpin-delegasi-indonesia-di-festival-sumud-nusantara-kuala-lumpur/">Lawan Pelaparan Gaza, UBN Pimpin Delegasi Indonesia di Festival Sumud Nusantara Kuala Lumpur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/lawan-pelaparan-gaza-ubn-pimpin-delegasi-indonesia-di-festival-sumud-nusantara-kuala-lumpur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/www.salam-online.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG_20250824_025556.jpg?w=720&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Lawan Pelaparan Gaza, UBN Pimpin Delegasi Indonesia di Festival Sumud Nusantara Kuala Lumpur</title>
		<link>https://jakpos.id/lawan-pelaparan-gaza-ubn-pimpin-delegasi-indonesia-di-festival-sumud-nusantara-kuala-lumpur-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2025 01:27:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91042</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUALA LUMPUR – Pelaparan sistemik yang menimpa rakyat Gaza akibat blokade Israel kembali menjadi sorotan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/lawan-pelaparan-gaza-ubn-pimpin-delegasi-indonesia-di-festival-sumud-nusantara-kuala-lumpur-2/">Lawan Pelaparan Gaza, UBN Pimpin Delegasi Indonesia di Festival Sumud Nusantara Kuala Lumpur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUALA LUMPUR</strong> – Pelaparan sistemik yang menimpa rakyat Gaza akibat blokade Israel kembali menjadi sorotan dunia. Ulama nasional Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) memimpin sepuluh delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia dalam Festival Sumud Nusantara di Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (24/8/2025). Kehadiran mereka menjadi simbol konsolidasi solidaritas lintas negara sekaligus aksi nyata untuk menembus blokade dan membela kemanusiaan Palestina.</p>
<p>Menurut UBN, Festival Sumud Nusantara bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud perlawanan damai terhadap blokade yang telah memicu krisis kemanusiaan di Gaza.</p>
<p>“Sumud adalah simbol keteguhan rakyat Palestina dalam menghadapi penindasan. Melalui forum ini, kita ingin menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak tinggal diam melihat saudara kita di Gaza dikepung kelaparan akibat blokade. Solidaritas ini harus diwujudkan dalam aksi nyata,” ujarnya ketika ditemui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Sabtu (23/8/2025).</p>
<p>UBN menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara di kawasan untuk menekan dunia internasional agar membuka akses kemanusiaan ke Gaza. “Solidaritas ini harus dipandang sebagai bagian dari diplomasi kemanusiaan Asia Tenggara. Jika negara-negara di kawasan bersatu, kita bisa lebih kuat mendesak dunia agar blokade segera diakhiri dan bantuan kemanusiaan bisa sampai kepada rakyat Gaza,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga berharap dukungan Asia Tenggara dapat menjadi kekuatan kolektif dalam diplomasi global. “Kami berharap ASEAN mengambil peran lebih strategis, sekaligus mendorong PBB agar memastikan akses pangan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar bagi rakyat Palestina dapat segera dibuka,” tutur UBN.</p>
<p>Festival Sumud Nusantara dijadwalkan turut dihadiri oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim serta diikuti berbagai organisasi non-pemerintah (NGO) dari Asia Tenggara. Agenda ini dirancang sebagai wadah konsolidasi lintas negara untuk memperkuat dukungan kemanusiaan dan perjuangan kemerdekaan Palestina.</p>
<p>Sementara itu, Global Sumud Flotilla menjadi bagian penting dari rangkaian acara. Aksi gabungan 44 negara tersebut melanjutkan misi pelayaran kapal Madleen dan Handala dengan tekad menyalurkan bantuan langsung sekaligus menantang blokade Israel di Jalur Gaza.</p>
<p>Rangkaian kegiatan sebelum keberangkatan relawan meliputi konvoi darat dan aksi damai di sejumlah negara peserta. Acara puncak ditandai dengan flag off delegation Flotilla yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad (24/8/2025) di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur.*</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/lawan-pelaparan-gaza-ubn-pimpin-delegasi-indonesia-di-festival-sumud-nusantara-kuala-lumpur-2/">Lawan Pelaparan Gaza, UBN Pimpin Delegasi Indonesia di Festival Sumud Nusantara Kuala Lumpur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/www.salam-online.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG_20250824_025556.jpg?w=720&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>UBN Pimpin Ribuan Massa di Bogor, Serukan Dukungan untuk Palestina Lewat Indonesia Peace Convoy</title>
		<link>https://jakpos.id/ubn-pimpin-ribuan-massa-di-bogor-serukan-dukungan-untuk-palestina-lewat-indonesia-peace-convoy-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 23:21:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90820</guid>

					<description><![CDATA[<p>BOGOR – Ribuan masyarakat Bogor dan sekitarnya mengikuti aksi solidaritas Palestina bertajuk Indonesia Peace Convoy&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ubn-pimpin-ribuan-massa-di-bogor-serukan-dukungan-untuk-palestina-lewat-indonesia-peace-convoy-2/">UBN Pimpin Ribuan Massa di Bogor, Serukan Dukungan untuk Palestina Lewat Indonesia Peace Convoy</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b><a href="https://jakpos.id/go/">BOGOR</a> </b>– Ribuan masyarakat Bogor dan sekitarnya mengikuti aksi solidaritas Palestina bertajuk Indonesia Peace Convoy (IPC) pada Sabtu (16/8/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) sebagai bentuk pernyataan sikap masyarakat Indonesia yang menolak kekejaman Israel terhadap warga Gaza.</p>
<p>Aksi konvoi ini digelar dalam momen peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Para peserta memulai perjalanan dari Masjid Al-Muttaqin, berkeliling kota dengan menggunakan kendaraan—mayoritas sepeda motor— dan kembali ke titik awal untuk mengikuti orasi kebangsaan.</p>
<p>“Ini bukan sekadar konvoi. Ini adalah suara hati rakyat Indonesia untuk menegaskan bahwa kemerdekaan bukan hanya hak bangsa kita, tetapi juga hak rakyat Palestina,” kata Ustaz Bachtiar Nasir dalam orasinya yang menjadi puncak acara.</p>
<p>Meski terik matahari menyengat, semangat massa tak surut. Mereka membawa bendera Indonesia dan Palestina, mengumandangkan takbir, serta meneriakkan yel-yel dukungan seperti “Stop starving Gaza!” dan “Palestina merdeka!”. Suasana jalanan Bogor berubah menjadi lautan solidaritas, dengan warga sekitar ikut memberi dukungan.</p>
<p>Dalam orasinya, UBN menegaskan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza bukan sekadar akibat perang, melainkan strategi sistematis untuk melemahkan perlawanan rakyat Palestina. “Persoalan kita bukan sekadar melihat Gaza yang kelaparan. Gaza tidak kelaparan. Gaza dilaparkan!” seru UBN disambut pekikan takbir para massa yang hadir.</p>
<p>Ia juga mengkritik sikap dunia internasional yang dinilai lamban. Menurutnya, rakyat Palestina tidak membutuhkan evakuasi massal ke luar negeri, tetapi dukungan konkret agar mereka tetap bertahan di tanah mereka. “Yang mereka butuhkan bukan dievakuasi ke negara lain. Mereka ingin bertahan di tanah airnya. Kita yang harus membantu dengan segala cara,” ujarnya.</p>
<p>UBN mengungkapkan bahwa saat ini tengah digalang gerakan Global Civil Society untuk mematahkan blokade Gaza melalui pengiriman kapal bantuan dari berbagai negara.</p>
<p>Ia juga menyampaikan tekad membangun kembali Gaza menjadi kota metropolitan tanpa bergantung pada bantuan Amerika atau Israel. “14 ribu ton makanan, obat-obatan, air bersih, hingga kendaraan siap kita kirim. Kita akan bangun kembali Gaza, kita tidak butuh bantuan Amerika,” katanya.</p>
<p>Aksi diakhiri dengan pembacaan doa bersama. UBN mengajak seluruh peserta mengangkat tangan, mengucap syahadat, takbir, dan memohon agar Allah menguatkan rakyat Palestina. “Ya Allah, bersama syahadat kami, kirimkan malaikat-Mu mengguncang jiwa-jiwa tentara Israel,” ucapnya dengan suara lantang yang menggema di pelataran Masjid Al-Muttaqin.</p>
<p>Aksi ini menjadi pengingat bahwa perjuangan kemerdekaan bukan hanya tentang sejarah masa lalu Indonesia, tetapi juga tentang solidaritas terhadap bangsa lain yang masih dijajah. “Kalau kita dulu berjuang untuk merdeka, mengapa kita diam melihat Palestina masih dijajah?” pungkas UBN.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ubn-pimpin-ribuan-massa-di-bogor-serukan-dukungan-untuk-palestina-lewat-indonesia-peace-convoy-2/">UBN Pimpin Ribuan Massa di Bogor, Serukan Dukungan untuk Palestina Lewat Indonesia Peace Convoy</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/www.askara.co/assets/images/news/2025/08/20250817022916_normal.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>UBN Pimpin Ribuan Massa di Bogor, Serukan Dukungan untuk Palestina Lewat Indonesia Peace Convoy</title>
		<link>https://jakpos.id/ubn-pimpin-ribuan-massa-di-bogor-serukan-dukungan-untuk-palestina-lewat-indonesia-peace-convoy/</link>
					<comments>https://jakpos.id/ubn-pimpin-ribuan-massa-di-bogor-serukan-dukungan-untuk-palestina-lewat-indonesia-peace-convoy/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 23:21:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=89417</guid>

					<description><![CDATA[<p>BOGOR – Ribuan masyarakat Bogor dan sekitarnya mengikuti aksi solidaritas Palestina bertajuk Indonesia Peace Convoy&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ubn-pimpin-ribuan-massa-di-bogor-serukan-dukungan-untuk-palestina-lewat-indonesia-peace-convoy/">UBN Pimpin Ribuan Massa di Bogor, Serukan Dukungan untuk Palestina Lewat Indonesia Peace Convoy</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b><a href="https://jakpos.id/">BOGOR</a> </b>– Ribuan masyarakat Bogor dan sekitarnya mengikuti aksi solidaritas Palestina bertajuk Indonesia Peace Convoy (IPC) pada Sabtu (16/8/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) sebagai bentuk pernyataan sikap masyarakat Indonesia yang menolak kekejaman Israel terhadap warga Gaza.</p>
<p>Aksi konvoi ini digelar dalam momen peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Para peserta memulai perjalanan dari Masjid Al-Muttaqin, berkeliling kota dengan menggunakan kendaraan—mayoritas sepeda motor— dan kembali ke titik awal untuk mengikuti orasi kebangsaan.</p>
<p>“Ini bukan sekadar konvoi. Ini adalah suara hati rakyat Indonesia untuk menegaskan bahwa kemerdekaan bukan hanya hak bangsa kita, tetapi juga hak rakyat Palestina,” kata Ustaz Bachtiar Nasir dalam orasinya yang menjadi puncak acara.</p>
<p>Meski terik matahari menyengat, semangat massa tak surut. Mereka membawa bendera Indonesia dan Palestina, mengumandangkan takbir, serta meneriakkan yel-yel dukungan seperti “Stop starving Gaza!” dan “Palestina merdeka!”. Suasana jalanan Bogor berubah menjadi lautan solidaritas, dengan warga sekitar ikut memberi dukungan.</p>
<p>Dalam orasinya, UBN menegaskan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza bukan sekadar akibat perang, melainkan strategi sistematis untuk melemahkan perlawanan rakyat Palestina. “Persoalan kita bukan sekadar melihat Gaza yang kelaparan. Gaza tidak kelaparan. Gaza dilaparkan!” seru UBN disambut pekikan takbir para massa yang hadir.</p>
<p>Ia juga mengkritik sikap dunia internasional yang dinilai lamban. Menurutnya, rakyat Palestina tidak membutuhkan evakuasi massal ke luar negeri, tetapi dukungan konkret agar mereka tetap bertahan di tanah mereka. “Yang mereka butuhkan bukan dievakuasi ke negara lain. Mereka ingin bertahan di tanah airnya. Kita yang harus membantu dengan segala cara,” ujarnya.</p>
<p>UBN mengungkapkan bahwa saat ini tengah digalang gerakan Global Civil Society untuk mematahkan blokade Gaza melalui pengiriman kapal bantuan dari berbagai negara.</p>
<p>Ia juga menyampaikan tekad membangun kembali Gaza menjadi kota metropolitan tanpa bergantung pada bantuan Amerika atau Israel. “14 ribu ton makanan, obat-obatan, air bersih, hingga kendaraan siap kita kirim. Kita akan bangun kembali Gaza, kita tidak butuh bantuan Amerika,” katanya.</p>
<p>Aksi diakhiri dengan pembacaan doa bersama. UBN mengajak seluruh peserta mengangkat tangan, mengucap syahadat, takbir, dan memohon agar Allah menguatkan rakyat Palestina. “Ya Allah, bersama syahadat kami, kirimkan malaikat-Mu mengguncang jiwa-jiwa tentara Israel,” ucapnya dengan suara lantang yang menggema di pelataran Masjid Al-Muttaqin.</p>
<p>Aksi ini menjadi pengingat bahwa perjuangan kemerdekaan bukan hanya tentang sejarah masa lalu Indonesia, tetapi juga tentang solidaritas terhadap bangsa lain yang masih dijajah. “Kalau kita dulu berjuang untuk merdeka, mengapa kita diam melihat Palestina masih dijajah?” pungkas UBN.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ubn-pimpin-ribuan-massa-di-bogor-serukan-dukungan-untuk-palestina-lewat-indonesia-peace-convoy/">UBN Pimpin Ribuan Massa di Bogor, Serukan Dukungan untuk Palestina Lewat Indonesia Peace Convoy</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/ubn-pimpin-ribuan-massa-di-bogor-serukan-dukungan-untuk-palestina-lewat-indonesia-peace-convoy/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/www.askara.co/assets/images/news/2025/08/20250817022916_normal.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
