<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UI Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/ui/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/ui/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Nov 2025 13:36:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>UI Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/ui/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemenag Perkuat Edukasi dan Literasi Halal Melalui UI Halal Expo 2025</title>
		<link>https://jakpos.id/kemenag-perkuat-edukasi-dan-literasi-halal-melalui-ui-halal-expo-2025/</link>
					<comments>https://jakpos.id/kemenag-perkuat-edukasi-dan-literasi-halal-melalui-ui-halal-expo-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 13:36:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bodetabek]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=92178</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Kemenag melalui Direktorat Jaminan Produk Halal (JPH) berpartisipasi dalam UI Halal Expo 2025&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kemenag-perkuat-edukasi-dan-literasi-halal-melalui-ui-halal-expo-2025/">Kemenag Perkuat Edukasi dan Literasi Halal Melalui UI Halal Expo 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEPOK</strong> &#8211; Kemenag melalui Direktorat Jaminan Produk Halal (JPH) berpartisipasi dalam UI Halal Expo 2025 yang digelar oleh UI Halal Center pada 25–27 November 2025 di Balairung UI, Depok.</p>
<p>Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi publik, literasi halal, serta kolaborasi lintas lembaga dalam penguatan ekosistem halal nasional.</p>
<p>Direktur JPH, Fuad Nasar, mengatakan bahwa kehadiran booth JPH pada expo ini merupakan bentuk komitmen Kemenag dalam membangun kesadaran masyarakat serta memperluas akses informasi mengenai layanan halal.</p>
<p>“Kami membuka booth halal Direktorat JPH berdampingan dengan BPJPH. Tema sinergi dan kolaborasi untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia sangat relevan dengan apa yang kami kerjakan di Kementerian Agama,” ujar Fuad di Depok, dalam laman Kemenag Selasa (25/11/2025).</p>
<p>Fuad menjelaskan bahwa kesadaran halal kini telah meluas dari isu keagamaan menjadi nilai etik global yang dihargai berbagai negara seperti Jepang, Tiongkok, negara-negara Eropa, hingga Amerika Serikat.</p>
<p>“Halal kini bergerak dari sekadar label menuju nilai etik. Masyarakat ingin memastikan bukan hanya bahan yang halal, tetapi juga proses, dampak lingkungan, serta nilai kemanusiaannya. Inilah yang kita sebut halal lifestyle,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan dan menegaskan bahwa konsep halalan thayyiban halal mencakup kualitas, kebersihan, keamanan, keberlanjutan, serta kemaslahatan universal sehingga relevan bagi semua kalangan.</p>
<p>Selama tiga hari pelaksanaan UI Halal Expo 2025, booth Direktorat JPH menghadirkan layanan informasi sertifikasi halal, edukasi literasi halal, game seru, serta doorprize menarik bagi para pengunjung. Booth ini menjadi ruang interaksi publik yang aktif dan edukatif dalam mendukung penguatan ekosistem halal di Indonesia. (B. Karmila)</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kemenag-perkuat-edukasi-dan-literasi-halal-melalui-ui-halal-expo-2025/">Kemenag Perkuat Edukasi dan Literasi Halal Melalui UI Halal Expo 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/kemenag-perkuat-edukasi-dan-literasi-halal-melalui-ui-halal-expo-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/img.kabarindo.com/uploads/images/image_big_4717869258410a5237.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Ibu-Ibu Balita Kampung Lio Antusias Ikuti Sosialisasi Pencegahan Stunting dari UI</title>
		<link>https://jakpos.id/ibu-ibu-balita-kampung-lio-antusias-ikuti-sosialisasi-pencegahan-stunting-dari-ui/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 06:33:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bodetabek]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91646</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Satu per satu ibu-ibu bergegas memasuki ruangan Kantor RW yang biasa digunakan untuk&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ibu-ibu-balita-kampung-lio-antusias-ikuti-sosialisasi-pencegahan-stunting-dari-ui/">Ibu-Ibu Balita Kampung Lio Antusias Ikuti Sosialisasi Pencegahan Stunting dari UI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEPOK</strong> &#8211; Satu per satu ibu-ibu bergegas memasuki ruangan Kantor RW yang biasa digunakan untuk pertemuan warga di Kampung Lio. Ada Ibu yang menggendong bayi sambil menuntun anak balita lainnya, ada pula yang ibu yang sedang menenangkan sang bayi dari tangisnya. Para ibu balita itu memang sedang mengikuti kegiatan sosialisasi pencegahan stunting oleh Universitas Indonesia (UI) pada Sabtu, 13 September 2025.</p>
<p>Tim Pengabdi UI yang terdiri dari Dr. Sri Murni, M.Kes, Irhamni Rahman, M.Kessos hadir untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan ibu balita tentang stunting dan harapan mereka terhadap pertumbuhan anak kedepannya. Semua ibu yang hadir mengetahui dengan baik definisi stunting dan dampaknya terhadap kecerdasan anak.</p>
<p>“Ibu-Ibu balita Kampung Lio sudah memiliki pengetahuan tentang stunting karena mereka rajin ke posyandu“ jelas Murni, Dosen Antropologi Universitas Indonesia. Hal ini juga dikuatkan oleh Ketua RW 013, Suhanda, dan Ketua Posyandu Lili Shalihat yang menyatakan bahwa kegiatan rutin posyandu pada setiap hari Kamis minggu pertama setiap bulan. Harapan para ibu balita terhadap pertumbuhan anak mereka adalah agar anak tumbuh sehat, tidak sakit dan mendapat makanan bergizi.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ibu-ibu-balita-kampung-lio-antusias-ikuti-sosialisasi-pencegahan-stunting-dari-ui/">Ibu-Ibu Balita Kampung Lio Antusias Ikuti Sosialisasi Pencegahan Stunting dari UI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UI Ajak Lansia di Kampung Lio Jalani Hidup Sehat, Ceria, dan Bahagia</title>
		<link>https://jakpos.id/ui-ajak-lansia-di-kampung-lio-jalani-hidup-sehat-ceria-dan-bahagia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 06:29:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bodetabek]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91643</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Ya kadang kesepian kalau anak cucu tidak datang menengok. Tapi kalau kita lagi pengen sendiri&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ui-ajak-lansia-di-kampung-lio-jalani-hidup-sehat-ceria-dan-bahagia/">UI Ajak Lansia di Kampung Lio Jalani Hidup Sehat, Ceria, dan Bahagia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>“Ya kadang kesepian kalau anak cucu tidak datang menengok. Tapi kalau kita lagi pengen sendiri ya bahagia juga” jelas seorang nenek ketika ditanya apakah di hari tuanya ia kesepian.</p>
<p>“Jadi nenek juga perlu waktu sendiri ya, me time gitu Nek?” pertanyaan lanjutan yang menegaskan.<br />
“iya me time” kata si nenek sambil tertawa lepas.</p>
<p>Sekelumit percakapan pendek di atas merupakan bagian dari kegiatan sosialisasi tentang kesehatan dan aktivitas keseharian lansia yang dilakukan oleh Universitas Indonesia di Kampung Lio, Depok pada Sabtu, 13 September 2025.</p>
<p>Berdasarkan bincang Ketua Pengabdi Universitas Indonesia (UI), Dr. Sri Murni, M.Kes., dengan para lansia di Kampung Lio, nampaknya mereka terbiasa dengan kegiatan jalan pagi, senam lansia, kegiatan marawis, pengajian, pemeriksaan kesehatan di Posbindu, ataupun rekreasi bersama dengan sesama lansia. Ketua Posbindu, Mimin, juga mengiyakan tentang kerajinan para lansia mengikuti aktivitas di Kampung Lio.</p>
<p>“Semua kegiatan tersebut menjadikan lansia lebih sehat, ceria, dan bahagia” tutur Murni yang juga dosen Antropologi FISIP UI.</p>
<p>Diharapkan pula para lansia tetap beraktivitas dengan memperhatikan pola makan dan pola hidup yang sehat.</p>
<p>Para lansia yang hadir dalam kegiatan sosialisasi menyatakan kenyamanan hidup mereka adalah jika mereka sehat, tidak sakit-sakitan dan berkumpul bersama anak cucu.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ui-ajak-lansia-di-kampung-lio-jalani-hidup-sehat-ceria-dan-bahagia/">UI Ajak Lansia di Kampung Lio Jalani Hidup Sehat, Ceria, dan Bahagia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AIESEC Future Leaders UI Cetak Generasi Unggul Siap Hadapi Tantangan Digital</title>
		<link>https://jakpos.id/aiesec-future-leaders-ui-cetak-generasi-unggul-siap-hadapi-tantangan-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 23:11:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91465</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; AIESEC in Universitas Indonesia (UI) berkomitmen mencetak generasi muda yang adaptif, inovatif, dan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/aiesec-future-leaders-ui-cetak-generasi-unggul-siap-hadapi-tantangan-digital/">AIESEC Future Leaders UI Cetak Generasi Unggul Siap Hadapi Tantangan Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOK</strong> </a>&#8211; AIESEC in Universitas Indonesia (UI) berkomitmen mencetak generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan era digital.</p>
<p>Komitmen tersebut diwujudkan melalui program AIESEC Future Leaders (AFL) Summer Peak 2025, sebuah inisiatif pengembangan kepemimpinan anak muda yang berlangsung sejak April hingga Juli kemarin.</p>
<p>Organizing Committee President AIESEC in UI, Luna Arunda Kiranay, mengatakan sebanyak 90 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti rangkaian pelatihan dan kunjungan lapangan. Kegiatan tersebut berfokus pada penguatan keterampilan digital branding dan strategi pemasaran.</p>
<p>“Dua keterampilan ini sangat penting dimiliki oleh seorang pemimpin,” ujarnya melalui keterangan resmi.</p>
<p>Selama pelaksanaan AFL Summer Peak 2025, peserta mengikuti empat sesi penguatan kapasitas sebagai pondasi utama pengembangan kepemimpinan.</p>
<p>“Setiap sesi dirancang untuk membekali peserta dengan wawasan dan praktik langsung dalam bidang personal branding, strategi komunikasi, hingga pembuatan proyek digital,” jelas Luna.</p>
<p>Sebagai puncak rangkaian pembelajaran, para peserta mempresentasikan hasil kerja mereka di hadapan mitra UMKM. Melalui sesi ini, peserta tidak hanya menunjukkan strategi digital marketing, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pelaku usaha lokal melalui ide-ide kreatif serta keterampilan digital.</p>
<p>Selain itu, peserta juga berkesempatan melakukan kunjungan ke Bank Indonesia untuk memperoleh wawasan langsung mengenai peran bank sentral, sejarah perkembangan Rupiah, serta pentingnya gerakan Cinta, Bangga, Paham Rupiah sebagai bentuk kontribusi generasi muda dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.</p>
<p>Luna menambahkan, AIESEC Future Leaders merupakan program pengembangan diri yang dirancang khusus untuk mengasah potensi kepemimpinan pemuda. Program ini terbuka bagi siswa kelas XII SMA maupun mahasiswa dari berbagai universitas.</p>
<p>“Melalui AFL Summer Peak 2025, kami tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis dan strategis, tetapi juga menanamkan nilai kepemimpinan yang berorientasi pada dampak sosial,” tegasnya.</p>
<p>“Para peserta membawa pulang pengalaman berharga, jaringan yang lebih luas, serta semangat baru untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui cara-cara yang selaras dengan zaman,” pungkas Luna.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/aiesec-future-leaders-ui-cetak-generasi-unggul-siap-hadapi-tantangan-digital/">AIESEC Future Leaders UI Cetak Generasi Unggul Siap Hadapi Tantangan Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/berita.depok.go.id/storage/posts//nv70M4GCtmICerzpfb6h8XWMqMUIAojkRkpcExZp.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Polemik Kehadiran Peter Berkowitz di Kampus Universitas Indonesia</title>
		<link>https://jakpos.id/polemik-kehadiran-peter-berkowitz-di-kampus-universitas-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2025 23:02:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Peter Berkowitz]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91301</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Isra Novita, Mahasiswa Universitas Indonesia</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/polemik-kehadiran-peter-berkowitz-di-kampus-universitas-indonesia/">Polemik Kehadiran Peter Berkowitz di Kampus Universitas Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Isra Novita, Mahasiswa Universitas Indonesia</strong></em></p>
<p>Kehadiran Peter Berkowitz dalam agenda Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) 2025 di Kampus UI pada hari Sabtu tanggal 23 Agustus 2025 lalu menuai kritik dan kecaman dari berbagai pihak. Kritik ditujukan kepada pihak kampus UI karena mengundang akademisi pro-Zionis secara resmi sebagai pemberi orasi dalam agenda pembukaan program akademik pascasarjana. Akademisi yang memiliki banyak jejak dukungan terhadap Zionis ini diberikan panggung untuk memberi “pesan akademik” di hadapan mahasiswa baru Pascasarjana UI yang tentunya akan dijadikan bekal awal oleh para mahasiswa baru dalam dunia akademik jika diadakan secara resmi seperti ini.</p>
<p>Kritik tajam atas kehadiran Peter Berkowitz pada forum PSAU UI dikarenakan rekam jejak opininya baik dalam wawancara maupun tulisan yang mendukung gerakan zionis. Beberapa tulisan yang pernah dimuat di media seperti RealClearPolitics, Peter Berkowitz membela tindakan Zionis dan memandang dukungan terhadap Palestina sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok radikal. Beberapa judul tulisannya yang menuai kritik diantaranya “Oxford Scholars Betray Their Vocation to Vilify Israel”, “Campus Backing of Hamas Condemns U.S. Higher Education” dan “Confronting the Woke-Left and Jihad Enthusiast Alliance”. Tulisan tersebut semakin memperjelas keberpihakannya terhadap Zionis.</p>
<p>Pemberian panggung terhadap akademisi dengan latar belakang sebagai pendukung Zionis tentu sangat dikritik dan dikecam oleh banyak pihak. Ditambah lagi undangan ini diberikan oleh kampus terbaik negeri, Universitas Indonesia. Tentu sangat dipertanyakan pertimbangan pihak kampus mengundang akademisi Pro-Zionis internasional, padahal masih banyak akademisi internasional yang lebih berkompeten untuk diundang. Adapun orasi yang disampaikan Peter Berkowitz dalam agenda PSAU UI 2025 berjudul “Pendidikan untuk Kebebasan dan Demokrasi”. Dalam orasinya, Peter Berkowitz menyinggung tentang pentingnya konstitusi dalam menjamin kebebasan dasar. “Konstitusi Anda (Indonesia) melindungi hak-hak dasar dimulai dari kebebasan beragama, kebebasan berbicara, berserikat, pers, dan berkumpul,” disampaikan Berkowitz di hadapan mahasiswa baru Pascasarjana UI.</p>
<p>Tema yang diangkat dalam agenda PSAU UI ini juga perlu dikritisi. Hakikatnya tema ini membuka pintu agar undangan terhadap pembicara berlatar belakang politik seperti Peter Berkowitz dibiarkan. Padahal agenda yang diselenggarakan adalah pengenalan sistem akademik universitas kepada mahasiswa baru, sudah seharusnya tema yang diangkat berfokus pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kebutuhan umat manusia, bukan pada ide kebebasan dan demokrasi yang justru mewadahi dukungan terhadap kebiadaban tindakan Zionis yang menghabisi warga Palestina.</p>
<p>Kehadiran Peter Berkowitz tentu perlu dicurigai sebagai salah satu upaya untuk mengambil kepercayaan dari Indonesia atas dirinya yang secara tidak langsung juga berharap agar Indonesia mengikuti setiap apa yang dikatakannya termasuk pembelaannya terhadap gerakan Zionis dan perebutan tanah Palestina secara brutal (genosida). Kepercayaan dan dukungan dari Indonesia yang merupakan pendukung penuh atas Palestina bisa menjadi jalan baginya untuk menghentikan dukungan Indonesia atas Palestina. Atas nama kebebasan dan demokrasi, dukungan terhadap Zionis pun bisa menjadi lazim.</p>
<p>Namun, berbagai opini dukungan terhadap Zionis dari akademisi universitas terbaik internasional sekalipun tidak akan mengubah status Zionis Israel sebagai penjajah biadab yang telah menghabisi warga Palestina secara brutal. Begitu pun dukungan dari berbagai pihak terutama kaum muslimin terhadap warga Palestina, kepeduliannya tidak akan berubah meskipun di-provokasi oleh akademisi internasional sekalipun. Justru adanya upaya untuk memutarbalikkan fakta terkait siapa yang harus dibela dan siapa yang harus dilawan inilah yang harus dihentikan terutama oleh kaum muslim yang wajib terikat dengan syariat Islam.</p>
<p>Pembelaan terhadap Palestina bukanlah sekadar dukungan kemanusiaan atau sekadar kebebasan berpendapat dan bertingkah laku. Hakikatnya pembelaan terhadap warga Palestina adalah wujud ketakwaan seorang muslim karena dorongannya adalah keimanan Kepada Allah yang mewajibkan hamba-Nya untuk peduli dengan saudaranya. Saudara seiman diibaratkan seperti satu tubuh. Sudah menjadi kewajiban bagi kaum muslim untuk membela saudaranya di Al-Aqsa begitu pun kepada umat di belahan bumi manapun.</p>
<p>Tidak selayaknya seorang muslim membiarkan pemberi dukungan terhadap penjajah diberi panggung. Bahkan dalam syariat Islam, haram hukumnya menjalin hubungan kerjasama dengan kafir harbi (kafir yang menyerang kaum muslim secara terang-terangan) terutama kerjasama di bidang pendidikan. Maka, umat Islam harus bersungguh-sungguh mengupayakan solusi hakiki atas pembebasan Baitul Maqdis dengan menyatukan kaum muslimin dalam naungan daulah khilafah Islamiyah yang mampu menyatukan kekuatan dan memberi komando jihad untuk melawan Zionis penjajah laknatullah. Umat harus disadarkan akan pentingnya persatuan dalam mengembalikan kemuliaan umat Islam, dan perjuangan itu harus berada dalam jamaah dakwah ideologis yang bergerak secara terstruktur untuk terus mengajak dan mengingatkan umat untuk terus berjuang. Wallahu a’lam bi ash shawab.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/polemik-kehadiran-peter-berkowitz-di-kampus-universitas-indonesia/">Polemik Kehadiran Peter Berkowitz di Kampus Universitas Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/asset.kompas.com/crops/gQ3ew-KZeog9nFIhZvm9Mat7zSw=/0x0:1164x776/1200x800/data/photo/2025/08/24/68aa9e15dc041.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Heboh Berkowitz di UI, PUI Warning Kampus: Waspadai Infiltrasi Pro-Israel di Lingkungan Akademik!</title>
		<link>https://jakpos.id/heboh-berkowitz-di-ui-pui-warning-kampus-waspadai-infiltrasi-pro-israel-di-lingkungan-akademik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 05:32:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Peter Berkowitz]]></category>
		<category><![CDATA[PUI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91144</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Kontroversi diundangnya Profesor Peter Berkowitz, seorang akademisi Amerika Serikat yang dikenal luas sebagai&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/heboh-berkowitz-di-ui-pui-warning-kampus-waspadai-infiltrasi-pro-israel-di-lingkungan-akademik/">Heboh Berkowitz di UI, PUI Warning Kampus: Waspadai Infiltrasi Pro-Israel di Lingkungan Akademik!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOK</strong> </a>&#8211; Kontroversi diundangnya Profesor Peter Berkowitz, seorang akademisi Amerika Serikat yang dikenal luas sebagai pendukung agenda zionisme dan pro-Israel, menjadi pembicara di Universitas Indonesia (UI) pada 23 Agustus 2025 terus menuai kecaman dari berbagai kalangan. Kritikan keras juga datang dari Persatuan Ummat Islam (PUI), salah satu organisasi Islam besar yang selama ini konsisten membela perjuangan Palestina.</p>
<p>Saat dihubungi di Jakarta, Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP PUI, Sofyardi Rahmat, menegaskan bahwa PUI sangat menyesalkan kecolongan yang dilakukan pihak UI. Ia menyampaikan bahwa rekam jejak Peter Berkowitz sebagai tokoh yang mendukung narasi legitimasi politik Israel atas Palestina sebaiknya menjadi bahan pertimbangan sebelum mengundangnya berbicara di Indonesia. Sofyardi menilai kehadiran Berkowitz di ruang akademik nasional telah melukai perasaan umat Muslim dan menyinggung komitmen historis bangsa Indonesia dalam membela kemerdekaan Palestina.</p>
<p>Menurut Sofyardi, insiden ini tidak bisa dipandang sekadar sebagai ketidaksengajaan administratif. Ia menekankan bahwa sikap tegas mendukung Palestina bukan hanya refleksi dari aspirasi umat Islam, tetapi juga amanat konstitusi sebagaimana termaktub jelas dalam Pembukaan UUD 1945. Pakar Hubungan Internasional almumni Universitas Negeri Jember ini menilai perlunya kehati-hatian dari seluruh lembaga pendidikan maupun institusi sosial agar selektif dalam memilih narasumber asing, terlebih yang rekam jejak publiknya bertentangan dengan kebijakan luar negeri Indonesia ataupun solidaritas universal terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.</p>
<p>Dalam pemaparanya, Sofyardi menyebut PUI mendorong seluruh kampus dan lembaga di Indonesia untuk memperkuat mekanisme verifikasi, transparansi, serta kajian dampak sebelum memutuskan mengundang pembicara asing. Ia menambahkan, kredibilitas dan integritas institusi pendidikan juga akan diukur dari konsistensi mereka dalam memegang prinsip-prinsip kemanusiaan dan solidaritas terhadap bangsa Palestina.</p>
<p>Sofyardi juga menegaskan sikap resmi PUI yang tetap berada di garda depan bersama kekuatan masyarakat sipil mendukung perjuangan rakyat Palestina di forum nasional maupun internasional. “PUI dengan tegas menolak segala bentuk normalisasi, pembenaran, maupun narasi pro-zionisme di Indonesia, apalagi di ruang publik dan pendidikan. Kami menegaskan bahwa advokasi terhadap penjajahan, apapun bentuk dan alasannya, bertentangan dengan amanat konstitusi dan nurani bangsa,” tegasnya.</p>
<p>PUI, lanjut Sofyardi, akan terus aktif melakukan edukasi publik, membangun konsolidasi nasional lintas organisasi, dan mendorong sinergi dengan pemerintah serta seluruh elemen bangsa demi memperkuat diplomasi pro-Palestina. Ia juga mengajak masyarakat agar tetap konsisten memberikan dukungan moral, doa, hingga bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina yang hingga kini masih jauh dari keadilan dan kemerdekaan.</p>
<p>Sebagai penutup, Sofyardi kembali menyerukan agar Pemerintah Indonesia memperkuat posisi diplomatiknya dalam kancah global, memperjuangkan kemerdekaan penuh Palestina dan memastikan tidak ada ruang sedikitpun bagi legitimasi zionisme di Indonesia. “Isu Palestina bukan soal agama, melainkan perintah konstitusi dan panggilan kemanusiaan universal yang harus terus kita perjuangkan,” pungkasnya. []</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/heboh-berkowitz-di-ui-pui-warning-kampus-waspadai-infiltrasi-pro-israel-di-lingkungan-akademik/">Heboh Berkowitz di UI, PUI Warning Kampus: Waspadai Infiltrasi Pro-Israel di Lingkungan Akademik!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/asset.kompas.com/crops/gQ3ew-KZeog9nFIhZvm9Mat7zSw=/0x0:1164x776/1200x800/data/photo/2025/08/24/68aa9e15dc041.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Perkuat SDM Penyangga IKN, UI dan Pemkab Penajam Paser Utara Jalin Kemitraan</title>
		<link>https://jakpos.id/perkuat-sdm-penyangga-ikn-ui-dan-pemkab-penajam-paser-utara-jalin-kemitraan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2025 09:31:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[IKN]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87267</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Universitas Indonesia (UI) kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Kalimantan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/perkuat-sdm-penyangga-ikn-ui-dan-pemkab-penajam-paser-utara-jalin-kemitraan/">Perkuat SDM Penyangga IKN, UI dan Pemkab Penajam Paser Utara Jalin Kemitraan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Universitas Indonesia (UI) kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mendukung pembangunan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).</p>
<p>Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama antara Rektor UI Heri Hermansyah dan Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor.</p>
<p>&#8220;Kerja sama dengan Pemkab Penajam Paser Utara penting dilakukan karena daerah tersebut merupakan salah satu wilayah kunci dalam pembangunan IKN,&#8221; kata Rektor UI Heri Hermansyah di Kampus UI Depok, Rabu.</p>
<p>Kabupaten yang terletak di Kalimantan Timur berbatasan langsung dengan Selat Makassar dan Kota Balikpapan itu menjadi pintu gerbang utama menuju kawasan IKN.</p>
<p>Meski memiliki potensi besar di sektor pertanian, kelautan, dan energi, kabupaten ini masih menghadapi tantangan dalam aspek kapasitas SDM dan pemerataan pembangunan.</p>
<p>Untuk itu perwakilan UI dan Pemkab Penajam Paser Utara membahas implementasi kerja sama pada pertemuan di Kampus UI Depok.</p>
<p>Berbagai program diulas, antara lain penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, kemudian peningkatan dan pengembangan kompetensi SDM; penyelenggaraan kegiatan ilmiah, seminar, dan lokakarya. Selain itu dibahas pemberian beasiswa, pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, serta pengembangan potensi daerah.</p>
<p>Kepala Badan Kerja sama dan Kewirausahaan UI Nia Ayu Ismaniati menegaskan komitmen UI untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui pendekatan interdisipliner.</p>
<p>Menurutnya, kolaborasi ini penting untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat lokal melalui pendidikan dan inovasi.</p>
<p>“UI siap mendampingi Pemkab Penajam Paser Utara dalam memperkuat kapasitas SDM lokal, menyusun kajian strategis pembangunan wilayah, serta meningkatkan kualitas layanan publik berbasis keilmuan,” ujar Nia.</p>
<p>Sementara itu Bupati Mudyat Noor menyampaikan tantangan utama pembangunan di wilayahnya terletak pada kualitas pendidikan dan keterbatasan layanan dasar. Lebih dari 40 persen penduduk di Penajam Paser Utara hanya menamatkan pendidikan sekolah dasar.</p>
<p>Hal ini berdampak pada terbatasnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan, terutama di tengah pesatnya transformasi wilayah akibat proyek IKN.</p>
<p>&#8220;Kami memerlukan dukungan institusi pendidikan tinggi seperti UI untuk memastikan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil bagian dalam pembangunan,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut UI dan Pemkab Penajam Paser Utara membahas kolaborasi terkait penyusunan cetak biru pengembangan wilayah, pelatihan teknis dan kepemimpinan bagi ASN, serta pemberian beasiswa pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/perkuat-sdm-penyangga-ikn-ui-dan-pemkab-penajam-paser-utara-jalin-kemitraan/">Perkuat SDM Penyangga IKN, UI dan Pemkab Penajam Paser Utara Jalin Kemitraan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/img.antaranews.com/cache/1200x800/2025/05/28/IMG-20250528-WA0008_1.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Tim Peduli UI Berikan Bantuan Logistik dan Trauma Healing Korban Bencana Alam Sukabumi</title>
		<link>https://jakpos.id/tim-peduli-ui-berikan-bantuan-logistik-dan-trauma-healing-korban-bencana-alam-sukabumi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Dec 2024 07:51:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Peduli UI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=81571</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Universitas Indonesia (UI) melalui Tim Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM) melakukan kegiatan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/tim-peduli-ui-berikan-bantuan-logistik-dan-trauma-healing-korban-bencana-alam-sukabumi/">Tim Peduli UI Berikan Bantuan Logistik dan Trauma Healing Korban Bencana Alam Sukabumi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Universitas Indonesia (UI) melalui Tim Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM) melakukan kegiatan “UI Peduli Kebencanaan: Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Kabupaten Sukabumi”, pada Jumat (13/12). Kegiatan ini diikuti sejumlah mahasiswa dari Nursing First Aid Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) dan diketuai oleh salah seorang dosen FIK UI, Riri Maria, S.Kp., MANP.</p>
<p>Riri mengatakan, kedatangan Tim UI Peduli pada Jumat sore disambut dengan hujan di Desa Cikembang, Kecamatan Cikembar. Hujan berlangsung lama hingga Sabtu pagi (14/12). Tim kembali melanjutkan perjalanan menuju Desa Ciemas yang ditempuh dari Desa Cikembang selama kurang lebih 6 jam. Sepanjang perjalanan, tim melewati beberapa kecamatan dan desa, antara lain Kecamatan Jampang Tengah, Kecamatan Lengkong, Kecamatan Djampang Kulon, Kecamatan Ciracap, dan Kecamatan Waluran. “Jalan yang dilewati cukup terjal dan berbatu, serta tim menemukan beberapa titik yang terkena longsor sehingga mengakibatkan jalanan amblas,” ujar Riri.</p>
<p>Lebih lanjut ia megatakan, sesampainya di Kantor Kecamatan Ciemas, Tim UI Peduli bertemu dengan Koordinator Palang Merah Indonesia (PMI) Sukabumi, Endang. Ia mengungkapkan bahwa ada beberapa akses yang tidak dapat dilewati, seperti jalan Kiara Dua-Paltiga dan akses dari Desa Loji. “Bahkan akses dari Kantor Kecamatan Ciemas pun sangat sulit ditempuh. Baru pada Sabtu (7/12) – Minggu (8/12) akses tersebut dapat digunakan kembali, padahal kejadian sudah dari Selasa (4/12),” kata Endang.</p>
<p>Setelah melakukan koordinasi, Tim UI Peduli kembali melanjutkan perjalanan ke lokasi bencana, yaitu Desa Ciemas. Kepala Desa Ciemas Wahyu mengatakan bahwa Kampung Ciemas merupakan wilayah dengan kondisi terparah di Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. “Kampung Ciemas ini yang terparah dari yang lain, kami terisolir dari listrik dan sinyal selama 10 hari. Jalan menuju desa juga terputus sehingga informasi bencana dari sini sangat terlambat sampai ke pusat,” ujar Wahyu.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa bahan pangan yang sangat dibutuhkan adalah bahan makanan mentah. Pasalnya, medan yang sulit membuat pengantaran makanan siap saji menjadi tidak memungkinkan. Selain itu, desa ini terdiri dari kurang lebih 400 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.000 jiwa, mencakup Kampung Ciemas, Kampung Cigulusur, dan beberapa kampung lain di belakang gunung yang juga terdampak tanah longsor yang sangat parah.</p>
<p>Tidak hanya itu, warga juga kesulitan mendapatkan bahan bakar seperti BBM dan bahan bakar dapur, yang harus dicari di lokasi yang cukup jauh. Saat ini, warga perlahan kembali ke permukiman masing- masing, namun pemerintah setempat tetap membangun tenda posko sebagai upaya mitigasi.</p>
<p>Sementara itu, Tim UI Peduli juga menyambangi salah satu desa yang dilaporkan masih terandam banjir cukup parah, salah satunya adalah Desa Mandrajaya. Sesampainya di sana, tim di sambut oleh Kepala Desa Mandrajaya, Ajat. Ia melaporkan bahwa terdapat 298 KK atau 1.003 jiwa yang terdampak di empat kedusunan, yaitu Dusun Nyalindung, Dusun Ciawet, Dusun Citangkil, dan Dusun Cikadal.</p>
<p>Pada kesempatan ini, Tim UI Peduli memberikan bantuan berupa alat kebersihan 20 paket, sembako 50 paket, alat kebutuhan sekolah 600 paket, makanan bayi 50 paket, pembalut 50 paket, susu dan snack sehat 100 paket, dan kebutuhan dapur umum untuk kurang lebih 1500 jiwa yang dibagi untuk beberapa posko di Desa Ciemas dan Desa Mandrajaya. Tidak hanya itu, Tim UI Peduli juga melakukan trauma healing kepada anak-anak di posko kebencanaan.</p>
<p>“Kegiatan UI Peduli Kebencanaan ini merupakan bentuk kepedulian dan kolaborasi bersama pemerintah daerah setempat, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Dengan upaya bersama, diharapkan masyarakat dapat segera bangkit dari dampak bencana dan melanjutkan kehidupan mereka dengan lebih baik,” kata Riri.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/tim-peduli-ui-berikan-bantuan-logistik-dan-trauma-healing-korban-bencana-alam-sukabumi/">Tim Peduli UI Berikan Bantuan Logistik dan Trauma Healing Korban Bencana Alam Sukabumi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2024/12/17/IMG-20241217-WA0026.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Jelajahi Bali dan Intip Keunikan Desa Wisata hingga Museum Sanghyang Dedari Giri Amerta</title>
		<link>https://jakpos.id/jelajahi-bali-dan-intip-keunikan-desa-wisata-hingga-museum-sanghyang-dedari-giri-amerta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2024 08:13:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=75387</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; &#8220;The museum is amazing because it features traditional dances related to rice. The&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/jelajahi-bali-dan-intip-keunikan-desa-wisata-hingga-museum-sanghyang-dedari-giri-amerta/">Jelajahi Bali dan Intip Keunikan Desa Wisata hingga Museum Sanghyang Dedari Giri Amerta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; <em>&#8220;The museum is amazing because it features traditional dances related to rice. The Sanghyang Dedari dance is performed by young girls as a form of gratitude and a request for protection to the Goddess.&#8221;</em> Pernyataan tersebut disampaikan oleh Isabella, turis asal Polandia yang mengunjungi Museum Sanghyang Dedari Giri Amerta di Desa Adat Geriana Kauh, Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, pada Rabu (28/8) lalu.</p>
<p>Ia mengagumi kebudayaan Bali yang memiliki hubungan erat dengan pertanian organik. Tari Sanghyang Dedari merupakan ritual sakral dalam proses tanam padi yang dijalankan oleh masyarakat adat Geriana Kauh. Tari ini dibawakan sebagai wujud permohonan kepada Sang Dewi agar tanaman padi terhindar dari malapetaka hama dan wabah, sehingga hasil panen baik.</p>
<p>Sayangnya, seiring berjalannya waktu, tradisi ini mulai tergerus oleh modernisasi pertanian. Para petani lebih memilih menggunakan pupuk dan pestisida kimia untuk hasil tanam yang lebih cepat. Padahal, penggunaan pupuk dan pestisida kimia merusak tanah dan lingkungan. Kondisi tanah yang rusak dan harga pupuk yang mahal memaksa masyarakat untuk merantau dan memilih profesi lain.</p>
<p>“Semakin banyak anak muda yang merantau, budaya dan tradisi semakin ditinggalkan. Hal ini membuat kami sadar bahwa upacara Sanghyang Dedari yang diajarkan oleh nenek moyang kami ternyata tidak hanya membangun kepercayaan kepada Dewi, tetapi juga menjaga kelestarian dan keberlanjutan desa,” ujar I Nyoman Subratha selaku Pendesa Desa Adat Geriana Kauh.</p>
<p>Untuk itu, dalam upaya menghidupkan kembali tradisi Sanghyang Dedari di Desa Adat Geriana Kauh, Universitas Indonesia (UI) menginisiasi program pelestarian budaya sejak 2016 dengan mendirikan Museum Sanghyang Dedari yang diresmikan pada 2019. Direktur Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat UI, Prof. Agung Waluyo, S.Kp., M.Sc., Ph.D., mengatakan bahwa pendirian museum ini adalah upaya terakhir yang dapat dilakukan oleh akademisi UI agar tradisi Sanghyang Dedari tidak hilang.</p>
<p>“Bensin penggerak dari Sanghyang Dedari adalah industri pertanian. Jika kegiatan bertani di sini telah banyak berkurang, lalu apa yang akan didoakan? Oleh karena itu, kami membangun Museum Sanghyang Dedari sebagai cikal bakal industri pariwisata di tempat ini untuk melestarikan budaya dan menghidupkan perekonomian demi masyarakat adat yang mandiri,” ujar Prof. Agung.</p>
<p>Menurutnya, Geriana Kauh dapat dikembangkan menjadi desa wisata karena memiliki banyak potensi. Desa yang terletak di sisi Selatan Gunung Agung ini memiliki perkebunan salak, hutan bambu, kebun kelapa, kebun pisang dan aren. Penduduk di desa juga menghasilkan berbagai kerajinan dari batu, kayu, dan rotan; beragam kuliner; serta hasil tenun dengan motif yang khas. Khusus untuk pertanian, masyarakat Geriana Kauh menghasilkan padi taun atau padi masa yang merupakan varietas padi lokal Bali dengan batang dan bulir padi yang lebih besar dibandingkan padi lainnya.</p>
<p>“Padi unggul ini memerlukan waktu tanam lebih lama, yakni sekitar 190 hari, jika dibandingkan dengan padi biasa yang hanya memerlukan waktu panen sekitar 3–4 bulan. Keunggulan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membangun agrowisata di desa tersebut. Untuk itu, kolaborasi quintuple helix yang melibatkan pemerhati budaya, pemerintah daerah, mitra swasta, media, ketua adat, dan karang taruna harus kita bangun bersama,” kata Prof. Agung.</p>
<p>Untuk mengembangkan Museum Sanghyang Dedari menjadi industri pariwisata, Tim Pengabdi UI berkolaborasi dengan Asosiasi Museum Indonesia mengadakan workshop pengelolaan museum yang diikuti oleh kaum muda Desa Geriana Kauh. Ketua Tim Pengabdi UI yang merupakan Dosen Fakultas Ilmu Pengetahun Budaya UI sekaligus Ketua Dewan Pakar Asosiasi Museum Indonesia, Dr. Ali Akbar, S.S., M.Hum., mengatakan bahwa pelatihan ini diberikan kepada anak muda agar mereka memiliki kesadaran untuk menjaga dan mewarisi museum.</p>
<p>Menurut Dr. Ali, Museum Sanghyang Dedari merupakan jenis museum komunitas yang didirikan dan dikelola oleh komunitas lokal, terbuka untuk umum, inklusif, serta menawarkan berbagai pengalaman untuk pendidikan, kesenangan, refleksi, dan pengetahuan. Hal yang harus dilakukan dalam pengelolaan museum ini adalah mendirikan struktur kelembagaan serta mengadakan program publik yang melibatkan pengujung untuk memberikan pengalaman yang menarik, informatif, interaktif, dan edukatif.</p>
<p>“Tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan museum ini adalah banyak generasi muda di desa yang memilih merantau untuk bekerja setelah tamat sekolah. Karena itu, dalam pelatihan ini, kami mendorong mereka untuk mengenali potensi apa saja yang ada di Geriana Kauh yang bisa dikembangkan sebagai agrowisata, serta bagaimana strategi branding dilakukan agar wisata di desa ini semakin dikenal,” ujar Dr. Ali.</p>
<p>I Wayan Agus Mahardika, siswa kelas 12 SMA yang merupakan peserta dalam workshop tersebut, merasa senang karena mendapat ilmu baru terkait pengelolaan museum. Di tengah teman-temannya yang berlomba untuk merantau ke kota, Martin—sapaan akrabnya—justru bercita-cita menjadi guide profesional yang mengenalkan kearifan budaya daerahnya kepada para wisatawan yang berkunjung.</p>
<p>“Banyak spot menarik di desa ini yang bisa dikembangkan menjadi tempat wisata, seperti hutan bambu dan sawah dengan pemandangan Gunung Agung yang sangat indah. Jika dikelola dengan baik, wisata ini dapat digabungkan dengan museum. Semoga ke depannya pariwisata ini bisa berkembang, Museum Sanghyang Dedari bisa lebih maju dan lebih besar lagi, sehingga kami tidak perlu merantau untuk mencari penghidupan,” katanya.</p>
<p>Untuk menjaga kesakralan Tari Sanghyang Dedari yang ada di Desa Geriana Kauh, UI juga menginisiasi digitalisasi museum guna memberikan pengalaman berkunjung secara virtual. Pengunjung dapat mengakses laman https://sanghyangdedari.org/ dan mengikuti akun Instagram @wisatadesadedari untuk mendapatkan informasi terbaru terkait kegiatan wisata dan perayaan di desa tersebut.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/jelajahi-bali-dan-intip-keunikan-desa-wisata-hingga-museum-sanghyang-dedari-giri-amerta/">Jelajahi Bali dan Intip Keunikan Desa Wisata hingga Museum Sanghyang Dedari Giri Amerta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/0x0/webp/photo/p2/167/2024/09/09/Screenshot_20240909_210208-4214158973.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi Mahasiswa UI dan Rumah Zakat di Desa Berdaya Ratu Jaya</title>
		<link>https://jakpos.id/kolaborasi-mahasiswa-ui-dan-rumah-zakat-di-desa-berdaya-ratu-jaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2024 09:02:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Zakat]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68658</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Aktivitas ramah lansia berlokasi di Dapur Gizi Ratu Jaya. Jalan Masjid, RT.02/05 Kelurahan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kolaborasi-mahasiswa-ui-dan-rumah-zakat-di-desa-berdaya-ratu-jaya/">Kolaborasi Mahasiswa UI dan Rumah Zakat di Desa Berdaya Ratu Jaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEPOK</strong> &#8211; Aktivitas ramah lansia berlokasi di Dapur Gizi Ratu Jaya. Jalan Masjid, RT.02/05 Kelurahan Ratu Jaya, kec.Cipayung, Kota Depok.</p>
<p>Sebanyak 20 mahasiswa kesehatan UI Hadir menemani kegiatan Ramah lansia di Ruang Dapur Gizi Ratu Jaya. Dan 21 lansia hadir dan semangat mengikuti senam, serta edukasi pola hidup sehat untuk lansia Binaan Rumah Zakat.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah terima kasih, Rumah Zakat sudah berkolaborasi dengan kami, semoga bermanfaat untuk lansia dan Rumah Zakat semakin Sukses.ujar Dinda mahasiswa UI.</p>
<p>Kegiatan pertama Edukasi lansia. Dibuat 5 Group masing masing di dampingi mahasiswa UI.setelah sosialisasi pola hidup sehat untuk lansia dilanjutkan senam bersama sama di lapangan dapur gizi lansia. Tampak Oma oma lansia berbahagia mengikuti setiap gerakan senam.</p>
<p>Tujuan dari kegiatan ini menjadikan Lansia Binaan Rumah Zakat menjadi sehat, aktif dan Produktif.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kolaborasi-mahasiswa-ui-dan-rumah-zakat-di-desa-berdaya-ratu-jaya/">Kolaborasi Mahasiswa UI dan Rumah Zakat di Desa Berdaya Ratu Jaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
