<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UKM Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/ukm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/ukm/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jun 2025 03:27:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>UKM Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/ukm/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Minimnya Pekerjaan Ditengah Tekanan Hidup Modern</title>
		<link>https://jakpos.id/minimnya-pekerjaan-ditengah-tekanan-hidup-modern/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2025 03:27:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Lowongan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=88529</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Di era kehidupan yang semakin modern ini segala gemerlap dengan berbagai kemajuannya, yang&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/minimnya-pekerjaan-ditengah-tekanan-hidup-modern/">Minimnya Pekerjaan Ditengah Tekanan Hidup Modern</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Di era kehidupan yang semakin modern ini segala gemerlap dengan berbagai kemajuannya, yang membuat pengangguran yang semakin meningkat pada saat ini yang mencapai 3,09 juta orang yang terjadi karena minimnya lapangan pekerjaan di tengah tekanan hidup yang semakin mencekik. Sehingga generasi muda, khususnya saat ini merasakan beban ini dengan sangat nyata. Yang dimana Persaingan yang ketat, tuntutan kualifikasi yang tinggi, dan biaya hidup yang terus merangkak naik sehingga menciptakan siklus sulit yang membuat banyak orang merasa terjebak di era kehidupan modern saat ini.</p>
<p>Salah satu faktor utamanya yaitu karena kesenjangan sosial atau pendidikan dan <a href="https://www.depokpos.com/2024/04/sudahkah-merata-dan-berkualitas-upaya-pemerintah-kota-depok-dalam-menciptakan-lapangan-kerja/">lapangan kerja</a>. Banyak lulusan perguruan tinggi sekarang yang mengalami berbagai kesulitan dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang studi mereka, Keterampilan yang diajarkan di kampus dan skill yang mereka miliki yang terkadang tidak selaras dengan kebutuhan industri itu sendiri, sehingga dapat menciptakan kesenjangan yang menghambat penyerapan tenaga kerja. Hal ini diperparah oleh otomatisasi dan digitalisasi yang semakin pesat, yang menggantikan peran manusia dalam beberapa sektor pekerjaan.</p>
<p>Yang dimana tekanan <a href="https://www.depokpos.com/2025/06/kesenjangan-ekonomi-pengangguran-dan-tantangan-sosial-ekonomi-indonesia/">ekonomi</a> juga dapat menjadi pemicu utama. Tingginya biaya hidup saat ini, mulai dari perumahan, transportasi, hingga pendidikan,yang memaksa banyak orang untuk bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Minimnya pekerjaan berkualitas memaksa mereka untuk menerima pekerjaan dengan gaji rendah dan kondisi kerja yang kurang ideal, yang menciptakan lingkaran sendiri yang sulit diputuskan.</p>
<p>Mungkin Kondisi ini semakin diperburuk oleh karena kurangnya akses terhadap program pelatihan dan pengembangan keterampilan yang terjangkau dan relevan. Dampaknya pun terasa luas. Minimnya pekerjaan dapat menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran semakin tinggi, kemiskinan, dan bahkan kriminalitas. Yang dapat terjadinya stres dan kecemasan yang ditimbulkan oleh tekanan ekonomi dan persaingan kerja dapat berdampak negatif yang dapat menganggu kesehatan mental baik individu maupun dalam keluarga. Karena hal ini juga dapat menghambat kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.</p>
<p>Upaya yang kita lakukan untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak. Pemerintah juga perlu berperan aktif dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru dengan melalui kebijakan yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi, serta membuat berbagai program pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Sektor swasta juga perlu berperan dalam menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan dan bermartabat. Selain itu, peningkatan akses terhadap pendidikan berkualitas dan program pengembangan keterampilan sangat penting untuk dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja.Penting juga untuk menumbuhkan budaya kewirausahaan di kalangan masyarakat.</p>
<p>Membangun bisnis sendiri dapat menjadi solusi alternatif bagi mereka yang kesulitan mencari pekerjaan formal agar dapat mengurangi tingkat pengangguran saat ini, dan dengan adanya dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait dalam bentuk akses permodalan, pelatihan, dan mentoring sangat krusial yang mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah (<a href="https://www.depokpos.com/2024/12/mui-dki-jakarta-ungkap-outlook-industri-syariah-dan-ukm-pada-2025/">UKM</a>). Minimnya pekerjaan di tengah tekanan hidup yang modern pada saat ini merupakan masalah kompleks yang membutuhkan solusi terpadu dan berkelanjutan. Hanya dengan kerja sama dan komitmen dari semua pihak, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih adil dan berkesempatan bagi semua orang dalam meraih kehidupan yang lebih baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Titi Purnama Sari Giawa</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/minimnya-pekerjaan-ditengah-tekanan-hidup-modern/">Minimnya Pekerjaan Ditengah Tekanan Hidup Modern</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/newsreal.id/wp-content/uploads/2025/05/29ENAKER.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Strategi UMKM Kuasai Pasar, dari Jualan Online di Atas Ranjang Sampai Ekspor</title>
		<link>https://jakpos.id/strategi-umkm-kuasai-pasar-dari-jualan-online-di-atas-ranjang-sampai-ekspor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 05:34:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87341</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Bermula dari perjalanan dinas ke Bandung, Robi Tanumiharja (30) tak menyangka akan jatuh&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/strategi-umkm-kuasai-pasar-dari-jualan-online-di-atas-ranjang-sampai-ekspor/">Strategi UMKM Kuasai Pasar, dari Jualan Online di Atas Ranjang Sampai Ekspor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Bermula dari perjalanan dinas ke Bandung, Robi Tanumiharja (30) tak menyangka akan jatuh cinta pada kaktus dan sukulen. Saat itu ia masih bekerja sebagai marketing di sebuah perusahaan es krim asal China, membawahi wilayah dari Serang hingga Cirebon.</p>
<p>Namun semangat berwirausaha sudah tumbuh sejak lama. Sambil bekerja, ia terus mencoba berbagai bisnis.</p>
<p>“Saya sempat buka usaha ramen dan gelato—dua-duanya offline. Tapi karena saya masieh kerja, usahanya enggak jalan. Akhirnya gagal. Saya juga sempat dibohongi karyawan,” kenangnya saat ditemui Republika beberapa waktu lalu.</p>
<p>Di masa pandemi, ia menjual bungkus makanan secara daring. Penjualannya sempat meroket hingga ribuan pieces per hari. Namun ketika pabrik mulai menjual langsung ke konsumen, bisnisnya perlahan surut.</p>
<p>Pintu peluang terbuka saat ia mampir ke kebun-kebun sukulen di Bandung. Ia membeli satu kardus berisi 200 tanaman, membawanya ke Jakarta, lalu menjualnya lewat Shopee.</p>
<p>“Saya coba jual, langsung laku. Tanpa diapa-apain,” ujarnya.</p>
<p>Tak disangka, permintaan berdatangan. Tak hanya tanaman, para pembeli mulai menanyakan potnya. Ia pun berburu pot ke Purwakarta dan menjualnya kembali. Laku juga.</p>
<p>Namun di tengah geliat bisnisnya, Robi jatuh sakit. Ia didiagnosis mengalami fistula, penyakit langka yang membuatnya harus bed rest selama berbulan-bulan. Saat itu ia baru menikah dan kehilangan pekerjaan karena tak bisa lagi turun ke lapangan. Dari atas ranjang, bersama sang istri, ia mulai memikirkan cara bertahan.</p>
<p>“Istri usul, ‘Kalau ambil dari Bandung dan Purwakarta terus, enggak bisa. Mending kita produksi sendiri aja.’ Saya setuju,” katanya.</p>
<p>Dari sanalah lahir Rocl.id—usaha pot dan produk dekorasi berbahan dasar semen lokal. Ia mulai riset kompetitor, menetapkan target pasar, dan memulai produksi kecil-kecilan, hanya satu jenis pot pada awalnya.</p>
<p>“Kami pakai semen putih, dicairkan, dibentuk, lalu ditambah penguat semen. Sekali produksi butuh 3–4 jam. Sehari bisa habis 600 kg bahan, 12 kali produksi,” jelasnya.</p>
<p>Bahan bakunya dari merek Tiga Roda, cetakan ia ambil dari Jogja, dan desainnya banyak terinspirasi dari Pinterest. Kini Rocl.id memproduksi 5.000 unit per hari dengan sistem tiga shift. Produknya beragam: tatakan gelas, vas bunga, base botol, pump sabun, hingga lilin aromaterapi—semuanya diproduksi sendiri, termasuk wadah lilinnya. Harga jualnya berkisar Rp2.000–Rp14.000.</p>
<p>Usahanya berkembang pesat dan kini menjadi market leader di Shopee. Mereka menempati ruko tiga lantai: lantai 1 untuk produksi, lantai 2 gudang, lantai 3 finishing, dan lantai 4 khusus pesanan besar serta souvenir. Dari awalnya hanya 1–2 orang, kini timnya berjumlah 60 orang.</p>
<p>“Saya tanya satu-satu, ‘Kamu bisa apa selain packing?’ Ada yang ternyata bisa konten, ya saya ajak bikin konten untuk Rocl, brand kami,” kenangnya.</p>
<p>Untuk Shopee saja, mereka mengirim 500 resi per hari, dan bisa tembus 1.000 saat Lebaran. Estimasi omzet per resi sekitar Rp30.000. Ekspor pun mereka jalani—rutin 10 ribu vas ke Jepang setiap tiga bulan, serta pengiriman ke Malaysia lewat Shopee.</p>
<p>“Kami bukan jual makanan. Jadi harus bisa pasarin. Kalau enggak, barang enggak akan laku,” ujarnya.</p>
<p>Ia menargetkan penjualan tahunan naik 30 persen. “Kalau target Rp1 miliar per tahun, ya dibagi per hari. Kalau kurang, minggu depan harus dikejar. Naikin iklan, evaluasi kompetitor, dan riset produk lagi,” jelasnya.</p>
<p>Soal kompetitor yang meniru desainnya, ia mengaku santai. “Saya anggap itu motivasi buat terus riset dan cari produk baru. Yang penting bisa produksi sendiri supaya harga bisa ditekan dan tetap jadi yang termurah di Shopee.”</p>
<p>Shopee Indonesia pun turut berperan dalam mendukung perjalanan UMKM seperti Rocl.id. “Lingkungan yang inklusif dan mendukung sejak awal berbisnis merupakan kunci untuk mendorong pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan,” ujar Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia Satrya Pinandita.</p>
<p>“Kami merasa bangga bisa menjadi bagian dari banyak kisah kesuksesan UMKM dan brand lokal. Menyaksikan mereka terus berkembang dan berinovasi&#8230; memotivasi kami untuk terus memberikan dukungan terbaik,” lanjutnya.</p>
<p>Pengamat ekonomi Ryan Kiryanto menambahkan, potensi e-commerce di Indonesia sangat besar, terutama dengan datangnya bonus demografi. “Prospek e-commerce ke depan sangat menjanjikan karena kita menyongsong booming bonus demografi,” ujarnya.</p>
<p>Namun, ia menekankan pentingnya infrastruktur dan literasi digital. “E-commerce ini kita enggak kenal batas wilayah, bisa jual ke China, Vietnam, bahkan Eropa. Tapi mekanisme tata layanan harus disiapkan,” kata Ryan.</p>
<p>Ia juga menegaskan perlunya peran aktif pemerintah. “Ini tugas Kementerian UMKM dan Kementerian Kominfo untuk mengedukasi mayoritas UMKM yang belum onboarding. Mereka belum terlibat karena belum dirangkul dan didampingi,” tegasnya.</p>
<p>Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyatakan, pemerintah siap memberi subsidi bunga hingga 5 persen bagi UMKM padat karya. Sementara Menteri UMKM Mamam Abdurrahman menekankan pentingnya adaptasi digital di kalangan pedagang.</p>
<p>“Arus globalisasi dan digitalisasi tidak bisa kita elak lagi. Supaya pedagang tidak sekadar menggunakan cara tradisional, tapi juga secara digital,” ujarnya.</p>
<p>Kisah Robi dan Rocl.id adalah bukti bahwa transformasi digital bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan kreativitas, konsistensi, dan keberanian, seorang pemuda yang dulu menjual tanaman dari kardus kini memimpin bisnis dekorasi rumah berbasis platform digital.</p>
<p>“UMKM bisa naik asal kreatif, punya target, dan konsisten,” tutur Robi.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/strategi-umkm-kuasai-pasar-dari-jualan-online-di-atas-ranjang-sampai-ekspor/">Strategi UMKM Kuasai Pasar, dari Jualan Online di Atas Ranjang Sampai Ekspor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/mms.img.susercontent.com/sg-11134210-7rcf7-lrix8kqzpevrc7@resize_ss700x700?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>UMKM Asal Depok ini Sukses Jadi Primadona Kuliner di Vokhumfest 2025</title>
		<link>https://jakpos.id/umkm-asal-depok-ini-sukses-jadi-primadona-kuliner-di-vokhumfest-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 04:47:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87335</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK – Ranjeeta Khatulistiwa Streetfood berhasil meramaikan Vokhumfest 2025 yang berlangsung meriah pada 23 Mei&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/umkm-asal-depok-ini-sukses-jadi-primadona-kuliner-di-vokhumfest-2025/">UMKM Asal Depok ini Sukses Jadi Primadona Kuliner di Vokhumfest 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> – Ranjeeta Khatulistiwa Streetfood berhasil meramaikan Vokhumfest 2025 yang berlangsung meriah pada 23 Mei di Ruang Terbuka Hijau Vokasi UI. UMKM kuliner asal Depok ini menjadi salah satu tenant yang paling ramai dikunjungi dan mendapat antusiasme tinggi dari pengunjung sepanjang acara.</p>
<p>Produk-produk yang dijual seperti Jagung Cheese Tarik, Gohyong, dan Pisang Kembung menjadi favorit banyak orang dan langsung diserbu dari awal buka. Bahkan, sebelum acara berakhir ketersediaan Jagung Cheese Tarik telah habis namun pengunjung masih banyak yang menanyakan ketersediaan.</p>
<p>Ranjeeta Khatulistiwa Streetfood meluncurkan inovasi produk perdananya di acara Vokhumfest 2025 berupa RanjeeTray, paket makanan dan minuman dalam satu kemasan praktis. Inovasi ini berhasil menarik perhatian pengunjung karena kemasan praktis yang diisi makanan dan minuman sekaligus dengan harga Rp 25.000.</p>
<p>Selain kemasan yang praktis, porsi pas, dan harganya yang bersahabat membuat RanjeeTray laku keras melebihi ekspektasi. Beberapa pembeli mengaku bahwa RanjeeTray menjadi salah satu alasan  mereka tertarik untuk mengunjungi booth Ranjeeta.</p>
<p>Tak hanya menyajikan jajanan viral, Ranjeeta juga menghadirkan pengalaman interaktif di booth melalui games cabutan berhadiah. Permainan ini menjadi daya tarik tersendiri, karena mengingatkan pada suasana warung jadul yang penuh kejutan.</p>
<p>Para pembeli terlihat antusias mengikuti permainan setelah melakukan pembelian produk. Antusiasme pun semakin terasa saat pengunjung ikut tantangan membuat konten impersonate ibu-ibu.</p>
<p>Testimoni positif pun datang dari berbagai kalangan. Nayla, salah satu mahasiswa yang menjadi pengunjung booth Ranjeeta, mengatakan bahwa branding dari Ranjeeta Khatulistiwa Streetfood sangat menarik dengan nuansa pink-pink yang estetik dan langsung membuatnya ingin mampir.</p>
<p>&#8220;Harganya juga masuk kantong anak kos, jadi nggak mikir dua kali buat jajan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Para siswi dari As-Syifa Boarding School menyebut bahwa mereka datang ke booth Ranjeeta karena “FOMO”, teman-teman mereka sudah duluan membeli. Pengemasan RanjeeTray yang unik serta harga yang ramah jadi alasan mereka ikut mencoba.</p>
<p>Pengunjung dari SMA 77 juga mengapresiasi desain poster booth yang mencolok dan menyebut branding Ranjeeta sebagai “unik, warna-warni, dan eye-catching banget.”</p>
<p>Keberhasilan Ranjeeta di Vokhumfest 2025 membuktikan bahwa kekuatan inovasi produk dan pendekatan kreatif dapat membawa UMKM lokal naik kelas. Dengan memadukan pengalaman kuliner yang otentik, konsep visual yang menarik, dan keterlibatan langsung dengan pengunjung, Ranjeeta berhasil meninggalkan kesan mendalam.</p>
<p>Partisipasi dalam acara ini juga memperkuat posisi Ranjeeta sebagai brand yang dekat dengan komunitas muda. UMKM ini bukan hanya viral di media sosial, tapi juga benar-benar dicintai di lapangan.</p>
<p><em><strong>Divia Ghina Anjani</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/umkm-asal-depok-ini-sukses-jadi-primadona-kuliner-di-vokhumfest-2025/">UMKM Asal Depok ini Sukses Jadi Primadona Kuliner di Vokhumfest 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran BMT dalam Pemberdayaan UMKM</title>
		<link>https://jakpos.id/peran-bmt-dalam-pemberdayaan-umkm/</link>
					<comments>https://jakpos.id/peran-bmt-dalam-pemberdayaan-umkm/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2016 04:32:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[BMT Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Depokpos]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[kredit umkm]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=9866</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Reni Marlina Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sangat penting bagi perkembangan suatu negara&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/peran-bmt-dalam-pemberdayaan-umkm/">Peran BMT dalam Pemberdayaan UMKM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_10551" aria-describedby="caption-attachment-10551" style="width: 889px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-post-9866 wp-image-10551" src="http://res.cloudinary.com/depok-pos/image/upload/v1487485312/sejarah-Baitul-Maal_shekyk.jpg" width="889" height="371" /><figcaption id="caption-attachment-10551" class="wp-caption-text">Ilustrasi.</figcaption></figure>
<p><em><strong>Oleh: Reni Marlina</strong></em></p>
<p>Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sangat penting bagi perkembangan suatu negara karena salah satu upaya dalam percepatan pertumbuhan ekonomi adalah dengan perbaikan di sektor keuangan melalui perluasan akses dalam penyediaan pembiayaan untuk sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Tak bisa kita pungkiri bila pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) diberbagai penjuru nusantara, kini telah memberikan peranan yang cukup besar dalam membangun perekonomian nasional. Pertumbuhannya yang semakin pesat dan besarnya hasil usaha yang disumbangkan ke tiap-tiap daerah, menjadikan UMKM sebagai salah satu tiang penyangga kestabilan ekonomi daerah maupun perekonomian nasional.</p>
<p>Sehingga tidak heran bila belakangan ini pemerintah mulai gencar melakukan pembinaan dan pemberdayaan khusus guna mendukung perkembangan UMKM di seluruh Indonesia. Tercatat, 96% UMKM di Indonesia tetap bertahan dari goncangan krisis. Hal yang sama juga terjadi di tahun 2008-2009. Ketika krisis datang dan mengakibatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi, UMKM lagi-lagi menjadi juru selamat ekonomi Indonesia.</p>
<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah juga berperan dalam memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat, dan dapat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan berperan dalam mewujudkan stabilitas nasional. Berdasarkan data BPS (2003), populasi usaha kecil dan menengah (UKM) jumlahnya mencapai 42,5 juta unit atau 99,9 % dari keseluruhan pelaku bisnis di tanah air. UKM memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 99,6 persen. Sementara itu, kontribusi UKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 56,7 persen. Angka tersebut terus meningkat seiring dengan pertumbuhan UMKM dari tahun ke tahun.</p>
<p>Salah satunya seperti pemberdayaan UMKM yaitu diwujudkan dengan kehadiran Baitul Maal wa-Tamwil (BMT). BMT atau baitul maal wa tamwil merupakan padanan kata dari Balai Usaha Mandiri Terpadu. Baitul mall berfungsi menampung dan menyalurkan dana berupa zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) dan mentasrufkan sesuai amanah. Sedangkan baitul tamwil adalah pengembangan usaha-usaha produktif investasi dalam meningkatkan kualitas kegiatan ekonomi pengusaha kecil serta mendorong kegiatan menabung dalam menunjang ekonomi. dalam suatu wilayah pada dasarnya merupakan jawaban atas belum “terjamah” dan terjangkaunya masyarakat lapis bawah (wong cilik atau masyarakat miskin) oleh berbagai lembaga keuangan perbankan. Keberadaan BMT merupakan tantangan tersendiri bagi umat Islam terutama bagi para pemimpin umat dan praktisi perbankan Islam, untuk mampu menunjukan kualitas dan profesionalisme BMT dalam memenuhi aspirasi dan tuntutan umat yang berhubungan dengan aktivitas perekonomian, sehingga keberhasilan BMT dalam merealisasikan tuntutan umat, pada gilirannya akan memposisikan BMT sebagai sebuah lembaga keuangan Islam yang capable dan credible.Untuk itu, upaya dan peran BMT dalam meningkatkan posisi ekonomi rakyat harus menunjukan performancenya dalam kapasitasnya sebagai sebuah lembaga keuangan yang memiliki kemampuan untuk berperan dan sebagai alternatif bagi masyarakat dalam kerjasama usaha dan bermitra bisnis.</p>
<p>Oleh karena itu BMT sebagai lembaga keuangan non bank yang beroperasi pada level paling bawah berperan aktif dan maksimal untuk ikut menggerakan dan memberdayakan ekonomi rakyat. Ada tiga peran yang dimainkan BMT dalam membantu memberdayakan ekonomi rakyat dan sosialisasi sistem syariah secara bersama yaitu;</p>
<p>1. Sektor finansial, yaitu dengan cara memberikan fasilitas pembiayaan kepada para pengusaha kecil dengan konsep syariah, serta mengaktifkan nasabah yang surplus dana untuk menabung.</p>
<p>2. Sektor riil, dengan pola binaan terhadap para pengusaha kecil manajemen, teknis pemasaran dan lainnya untuk meningkatkan profesionalisme dan produktivitas, sehingga para pelaku ekonomi tersebut mampu memberikan konstribusi laba yang proporsional untuk ukuran bisnis.</p>
<p>3. Sektor religious, dengan bentuk ajakan dan himbauan terhadap umat Islam untuk aktif membayar zakat dan mengamalkan infaq dan sadaqah, kemudian BMT menyalurkan ZIS pada yang berhak serta memberi fasilitas pembiayaan Qardul Hasan (pinjaman lunak tampa beban biaya).</p>
<p>Dengan demikian, Peran strategis yang ditunjukan BMT sebagai alternatif wadah simpan pinjam dan bermitra kerja, telah mampu menumbuhkan respon positif baik secara moril maupun material. Kepercayaan yang telah ada, dinyatakan dengan realitas dana yang telah dipercayakan BMT kepada para pengusaha kecil seperti UMKM untuk dikelola dalam rangka membantu dan meningkatkan produktivitas para usaha mikro tersebut. Berpijak dari berbagai peran dan keberhasilan BMT dalam pemberdayaan perekonomian umat bahwa secara ekonomi dan keuangan, BMT layak diperhitungkan dan signifikan dalam meningkatkan ekonomi rakyat. Alternatif (pilihan) menjadikan BMT sebagai sebuah lembaga keuangan terpercaya, dalam arus perekonomian modern, makin terbuka bagi umat Islam. (Reni Marlina)</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/peran-bmt-dalam-pemberdayaan-umkm/">Peran BMT dalam Pemberdayaan UMKM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/peran-bmt-dalam-pemberdayaan-umkm/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UKM Belimbing: Saatnya Pelaku UKM Go Online!</title>
		<link>https://jakpos.id/ukm-belimbing-saatnya-pelaku-ukm-go-online/</link>
					<comments>https://jakpos.id/ukm-belimbing-saatnya-pelaku-ukm-go-online/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 May 2016 02:44:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[KTF]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[UKM Belimbing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=5554</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dunia bisnis menjadi tanpa batasan, siapapun bisa&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ukm-belimbing-saatnya-pelaku-ukm-go-online/">UKM Belimbing: Saatnya Pelaku UKM Go Online!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/IMG_5199.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-post-5554 wp-image-5555" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/IMG_5199.jpg" alt="IMG_5199" width="600" height="400" /></a></p>
<p>DEPOK &#8211; Di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dunia bisnis menjadi tanpa batasan, siapapun bisa membeli dan menjual produk dari dan negara negara manapun di wilayah ASEAN. Sudah saatnya pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Depok memasarkan lewat cara online sehingga produknya semakin mudah dijangkau, tak sebatas lokal tapi juga diharapkan bisa mendunia.</p>
<p>Demikian ditegaskan Harijanto, pendiri Kampung Teknologi Foundation (KTF) kepada depokpos, Rabu (4/5). Ditegaskan salah satu program utama KTF adalah pelatihan-pelatihan dengan sasaran pelaku UKM di Kota Depok khususnya, dari situlah kemudian lahir komunitas UKM Belimbing yang berada dibawah naungan KTF ini.</p>
<p>“Kami mempunyai program kerja mengangkat UKM di Depok untuk go online. Mereka harus mempunyai target market global, berjualan tak hanya manual atau offline,” kata pria yang akrab disapa Adjie ini.</p>
<p>Adjie mengatakan, ide pertama kali memang awalnya dari program pelatihan untuk UKM yang diselenggarakan oleh KTF, dari situlah kemudian para peserta yang mengikuti pelattihan tersebut bergabung dan mendirikan wadah UKM Belimbing ini.</p>
<figure id="attachment_5556" aria-describedby="caption-attachment-5556" style="width: 533px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/13162201_1616016008718546_1607427774_n.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-post-5554 wp-image-5556" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/13162201_1616016008718546_1607427774_n.jpg" alt="Suasana pelatihan di UKM Belimbing." width="533" height="400" /></a><figcaption id="caption-attachment-5556" class="wp-caption-text">Suasana pelatihan di UKM Belimbing.</figcaption></figure>
<p>Selanjutnya Adjie mendaftarkan UKM Belimbing ke program UKM Digital milik telkom dan lalu disetujui dengan KTF sebagai pusat pelatihan untuk angggota UKM Belimbing ini. Pelatihan yang dilakukan di KTF sendiri lebih menitik beratkan kepada digital marketing atau pemasaran secara online.</p>
<p>Diakuinya, beberapa pelaku UKM memang sudah sepuh dan biasanya tak mengerti teknologi digital bahkan ketika diundang melakukan pelatihan mereka menolak dengan alasan gaptek.</p>
<p>&#8220;Padahal walaupun kita<em> nggak</em> menuntut bisa, paling <em>nggak bussiness owner</em> itu tahu dasar-dasarnya, yang melakukan marketing online nanti bisa anak atau kerabatnya,&#8221; ujar Adjie.</p>
<p>Kendala lainnya adalah pada masalah waktu, dikatakan kebanyakan pelaku UKM sudah terkuras waktunya dibagian produksi sehingga sangat perlu penyesuaian waktu yang efisien untuk para pelaku UKM ini.</p>
<p>&#8220;Biasanya kita menyesuaikan waktunya, jika minggu ini ada yang tak bisa (hadir) diharapkan minggu berikutnya bisa,&#8221; tambahnya</p>
<p>Adjie menambahkan, untuk peserta pelatihan tak tertutup hanya untuk UKM Belimbing saja, namun juga untuk pelaku UKM dari kelompok komunitas lainnnya.</p>
<p>&#8220;Justru peserta training marketing online ini lebih banyak dari komunitas UKM lain, kita juga banyak menerima undangan dari luar Depok untuk mengisi pelatihan. Terakhir itu kemarin kita di undang Pemprov Banten,&#8221; pungkasnya. (san)</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ukm-belimbing-saatnya-pelaku-ukm-go-online/">UKM Belimbing: Saatnya Pelaku UKM Go Online!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/ukm-belimbing-saatnya-pelaku-ukm-go-online/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
