<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas Pertamina Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/universitas-pertamina/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/universitas-pertamina/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Sep 2025 11:50:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Universitas Pertamina Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/universitas-pertamina/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>UPER Naikkan Beasiswa 30 Persen di 2025</title>
		<link>https://jakpos.id/uper-naikkan-beasiswa-30-persen-di-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 11:50:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91755</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun ini, UPER menaikkan total nilai beasiswa 30% dibanding tahun sebelumnya melalui 10 skema yang didanai PT Pertamina</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/uper-naikkan-beasiswa-30-persen-di-2025/">UPER Naikkan Beasiswa 30 Persen di 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Tahun ini, UPER menaikkan total nilai beasiswa 30% dibanding tahun sebelumnya melalui 10 skema yang didanai PT Pertamina </em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS </strong></a>&#8211; Ketergantungan Indonesia pada energi fosil masih tinggi, dengan sekitar 81% listrik berasal dari bahan bakar fosil, sementara potensi EBT mencapai ±419 GW yang belum termanfaatkan optimal. Di tengah kenaikan permintaan energi dan tuntutan penurunan emisi, Indonesia menghadapi trilema energi: ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan.</p>
<p>Sebagai lokomotif energi nasional, PT Pertamina (Persero) menegaskan perannya bukan hanya menjaga ketahanan energi, tetapi juga menyiapkan generasi muda untuk menjawab tantangan tersebut. Komitmen itu diwujudkan melalui pelantikan lebih dari 1.400 mahasiswa baru Universitas Pertamina (UPER) dari berbagai program sarjana, magister, dan kelas karyawan—yang terpilih dari lebih dari 53 ribu pendaftar, di kegiatan Pelantikan dan Orientasi Pengenalan Universitas Pertamina di GOR Arena Simprug, Jakarta, 15 September 2025.</p>
<p>Pada Pekan Orientasi dan Pengenalan Universitas Pertamina, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menekankan bahwa keberlanjutan adalah keharusan strategis dan pelantikan menjadi tonggak bagi mahasiswa baru untuk mengambil peran dalam transisi energi.</p>
<p>“Generasi muda—khususnya Gen Z—berhadapan langsung dengan realitas energi hari ini: kebutuhan terus naik, harga harus terjangkau, dan emisi harus turun. Sejak hari pertama perkuliahan, mahasiswa diarahkan menjadi bagian dari solusi—membangun karakter, etos integritas, dan kapasitas ilmiah untuk menyeimbangkan trilema energi. Mahasiswa harus adaptif, inovatif, kreatif, dan berintegritas, karena keputusan yang diambil akan menentukan laju transisi menuju energi yang bersih, tangguh, dan adil bagi Indonesia,” ujar Mochamad Iriawan.</p>
<p>Sejalan dengan pernyataan tersebut, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menegaskan perlunya transformasi dan inovasi agar trilema energi dapat dijawab tanpa mengorbankan keberlanjutan. Ia menempatkan UPER sebagai penghasil talenta dan pusat riset yang selaras dengan kebutuhan industri energi masa depan.</p>
<p>“UPER harus menjadi tailor factory yang menyiapkan talenta sesuai kebutuhan industri sekaligus memperkuat riset seperti bioenergi, CCS, hidrogen dan bisnis energi masa depan. Implementasinya lewat kurikulum berbasis proyek, magang berjenjang di ekosistem Pertamina, serta laboratorium bersama industri agar lulusan menguasai rantai nilai hulu–hilir migas. Riset juga ditargetkan naik kelas, sehingga siap dihilirkan sebagai solusi rendah karbon,” kata Oki Muraza.</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU. menegaskan penguatan orkestrasi riset–industri di kampus agar lulusan siap memimpin transisi energi. Tahun ini, UPER menaikkan total nilai beasiswa 30% dibanding tahun sebelumnya melalui 10 skema yang didanai PT Pertamina (Persero), Pertamina Foundation, dan para mitra—dengan skema penuh 100% atau parsial (potongan SPP).</p>
<p>Peningkatan beasiswa tersebut dipadukan dengan kurikulum berbasis proyek, program magang berjenjang di ekosistem Pertamina, serta penguatan inisiatif kampus hijau dan pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Desa Barengkok, Jawa Barat, yang diharapkan agar lulusan tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga siap industri dan berdampak sosial.</p>
<p>“Dengan peningkatan akses pendidikan merata dan juga berkualitas, serta didukung oleh 11 Center of Excellence (CoE), UPER memusatkan riset lintas disiplin menjadi solusi yang siap diadopsi industri—dari validasi teknologi dan standar keselamatan hingga model bisnis. Target kami jelas: mahasiswa memimpin proyek nyata sejak dini, lulus dengan portofolio terukur serta jejaring industri yang kuat, dan membawa integritas, adaptivitas, serta kolaborasi untuk menuntun transisi energi yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan,” ungkap Prof Wawan Gunawan</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/uper-naikkan-beasiswa-30-persen-di-2025/">UPER Naikkan Beasiswa 30 Persen di 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/sentralberita.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250915-WA0050-1536x861.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kembangkan Sistem SABAR: Mahasiswa UPER Bantu Sediakan Air Bersih bagi 150 Rumah Tangga</title>
		<link>https://jakpos.id/kembangkan-sistem-sabar-mahasiswa-uper-bantu-sediakan-air-bersih-bagi-150-rumah-tangga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2025 07:45:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91429</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Warga Desa Barengkok, Kabupaten Bogor, masih mengandalkan aliran sungai dan sumur berwarna keruh&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kembangkan-sistem-sabar-mahasiswa-uper-bantu-sediakan-air-bersih-bagi-150-rumah-tangga/">Kembangkan Sistem SABAR: Mahasiswa UPER Bantu Sediakan Air Bersih bagi 150 Rumah Tangga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Warga Desa Barengkok, Kabupaten Bogor, masih mengandalkan aliran sungai dan sumur berwarna keruh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat musim hujan, air kerap bercampur lumpur, sementara pada musim kemarau pasokannya semakin menipis. Kondisi ini membuat masyarakat desa rentan terserang penyakit berbasis air, mulai dari diare hingga infeksi kulit.</p>
<p>Permasalahan ini bukan hanya dirasakan Barengkok. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan, hanya 12,73 persen rumah tangga di Indonesia yang benar-benar menikmati layanan air bersih aman sesuai standar kesehatan. Sementara itu, harga perangkat filter air yang mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta menjadi hambatan besar bagi masyarakat pedesaan untuk memperoleh akses air layak.</p>
<p>Melihat kenyataan tersebut, mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) menghadirkan inovasi sistem sanitasi air sederhana berkapasitas 200 liter yang dinamai SABAR (Sanitasi Barengkok). Sistem ini memanfaatkan energi surya sebagai sumber tenaga pompa. Air dari sumur dialirkan ke bak penampung menggunakan pompa 12 volt dengan pasokan dari panel surya berdaya 100 watt.</p>
<p>“Bak penampung dilengkapi filter berbahan lokal seperti pasir silika, arang, kerikil, busa, dan pecahan genteng. Pemilihan bahan ini bertujuan agar masyarakat dapat dengan mudah memperolehnya dengan biaya terjangkau,” ujar Zein Ali, salah satu mahasiswa perancang sistem.</p>
<p>Air hasil penyaringan kemudian dialirkan ke fasilitas umum menggunakan pompa listrik berbasis energi surya, diproses melalui filter sehingga berubah dari kondisi awal yang keruh, bercampur lumpur, bahkan berwarna hijau, menjadi jernih dan layak digunakan untuk kebutuhan MCK. Dengan kapasitas drum penampung 200 liter dan pompa listrik yang mampu beroperasi hanya dengan satu jam pengisian penuh dari panel surya, sistem SABAR diproyeksikan mampu menghasilkan suplai air bersih secara berkelanjutan setiap hari untuk warga Desa Barengkok.</p>
<p>Lebih dari sekadar menyediakan akses air bersih, sistem ini diharapkan mampu menekan angka penyakit berbasis air yang banyak dialami warga, terutama anak-anak dan lansia. Tim mahasiswa juga melibatkan masyarakat dalam setiap tahap, mulai dari pemasangan, pelatihan, hingga perawatan rutin.</p>
<p>Bob Adyari S.Si., M.I.L., dosen Teknik Lingkungan UPER sekaligus pendamping proyek, menekankan pentingnya keberlanjutan. “Masyarakat dibekali buku panduan perawatan agar sistem tetap berfungsi optimal tanpa harus bergantung pada pihak luar,” ujarnya.</p>
<p>Inovasi ini merupakan bagian dari program LIGHT UP 2025, kegiatan pengabdian masyarakat Universitas Pertamina. Melalui pendekatan sustainability-oriented learning, program ini mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menerapkan ilmu, tetapi juga menumbuhkan empati, kepedulian sosial, serta inovasi berbasis teknologi tepat guna.</p>
<p>“Tidak hanya memperkuat pembelajaran di ruang kelas, LIGHT UP menjadi sarana strategis mahasiswa UPER untuk berkontribusi nyata sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Tahun 2025, program ini berhasil menyelenggarakan 11 kegiatan pengabdian masyarakat, mulai dari inovasi teknologi, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi kreatif,” kata Prof. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., Rektor Universitas Pertamina.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/kembangkan-sistem-sabar-mahasiswa-uper-bantu-sediakan-air-bersih-bagi-150-rumah-tangga/">Kembangkan Sistem SABAR: Mahasiswa UPER Bantu Sediakan Air Bersih bagi 150 Rumah Tangga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/universitaspertamina.ac.id/uploads/news/68b7b65ed5449.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa UPER Juarai Kompetisi Internasional ASHRAE 2025, Gagas Pendingin di Wilayah Tropis</title>
		<link>https://jakpos.id/mahasiswa-uper-juarai-kompetisi-internasional-ashrae-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 00:24:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91126</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Pertamina (UPER)—Arya Wirayuda, Ahmad Juliansyah, dan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mahasiswa-uper-juarai-kompetisi-internasional-ashrae-2025/">Mahasiswa UPER Juarai Kompetisi Internasional ASHRAE 2025, Gagas Pendingin di Wilayah Tropis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Pertamina (UPER)—Arya Wirayuda, Ahmad Juliansyah, dan Zahra Zulfia Ananta—menjuarai kompetisi internasional American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers (ASHRAE) 2025. Tim “Heat Seekers” meraih penghargaan Rising Star – Design HVAC System Selection, yang diumumkan 2 Agustus 2025 mengungguli 170 tim dari berbagai negara.</p>
<p>Dalam kompetisi ini, peserta diminta memilih rancangan HVAC paling tepat untuk medical office building tiga lantai seluas 6.200 m² di Manchester, United Kingdom—wilayah beriklim maritim sedang (temperate oceanic). Penilaian mencakup kenyamanan termal, efisiensi energi, keberlanjutan lingkungan, dan Life Cycle Cost (LCC).</p>
<p>Berdasarkan simulasi komprehensif yang dilakukan, Tim UPER membandingkan tiga skenario: (1) Variable Refrigerant Flow (VRF) yang dikombinasikan dengan Ground Source Heat Pump (GSHP); (2) Packaged Rooftop Unit (RTU) sebagai business-as-usual; dan (3) kombinasi Air Handling Unit (AHU), Air-Cooled Chiller, dan Biomass Boiler. Hasilnya, opsi ketiga—AHU + Air-Cooled Chiller + biomass boiler—terbukti paling optimal, dengan potensi penghematan 38,8% konsumsi listrik, 35,8% beban pendinginan, dan 35,3% beban pemanasan dibandingkan sistem konvensional. Dari sisi keekonomian, analisis Life Cycle Cost (LCC) meninjau biaya investasi awal, biaya penggantian, dan biaya pemeliharaan, dan menunjukkan total biaya siklus hidup terendah pada opsi ini.</p>
<p>Selama proses seleksi, tim juga mengkaji opsi Variable Refrigerant Flow (VRF) dan Ground Source Heat Pump (GSHP). Namun, konfigurasi AHU + Air-Cooled Chiller + biomass boiler dipilih karena memberikan performa termal terbaik, selaras dengan karakter iklim Manchester dan kebutuhan energi tinggi bangunan layanan medis, sekaligus menekan emisi melalui pemanfaatan biomassa seperti wood pellets/wood chips yang pasokannya stabil di Manchester.</p>
<p>“Kenyamanan termal tidak hanya bergantung pada siklus udara buatan. Dasar rancangan bangunan, orientasi, selubung, hingga ventilasi harus kuat agar beban pendingin berkurang sejak awal,” ujar Ahmad Juliansyah, anggota tim.</p>
<p>Dr. Fayza Yulia, dosen prodi Teknik Mesin UPER yang turut menjadi pembimbing proyek tersebut, menegaskan, “Mengombinasikan standar internasional ASHRAE, strategi pasif, dan energi hijau membuat solusi HVAC yang dikembangkan mahasiswa UPER tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga berkelanjutan.”</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU, menyampaikan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam ajang internasional seperti ASHRAE 2025 merupakan hasil dari pendekatan pembelajaran yang dirancang secara menyeluruh dan relevan dengan isu global, khususnya terkait keberlanjutan dan efisiensi energi. Dimana Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar dalam menjaga kualitas udara dalam ruang, terutama di kawasan urban yang padat penduduk. Dalam kondisi seperti ini, sistem pendingin dan ventilasi udara yang efisien menjadi kebutuhan mendesak.</p>
<p>“Pembelajaran di Universitas Pertamina tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan tantangan masa kini, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompleksitas persoalan masa depan. Melalui mata kuliah seperti Heating Ventilation and Air Conditioning, mahasiswa dibekali landasan teori dan praktik yang kuat untuk merancang solusi inovatif di bidang energi dan lingkungan,” ujar Prof. Wawan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mahasiswa-uper-juarai-kompetisi-internasional-ashrae-2025/">Mahasiswa UPER Juarai Kompetisi Internasional ASHRAE 2025, Gagas Pendingin di Wilayah Tropis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/kejarnews.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG_20250826_184538.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Olah Sampah Mandiri, UPER Hadirkan Komposter Putar di Desa Barengkok</title>
		<link>https://jakpos.id/olah-sampah-mandiri-uper-hadirkan-komposter-putar-di-desa-barengkok/</link>
					<comments>https://jakpos.id/olah-sampah-mandiri-uper-hadirkan-komposter-putar-di-desa-barengkok/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 02:46:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=89443</guid>

					<description><![CDATA[<p>Inovasi komposter putar dari tim Universitas Pertamina menjadi solusi sederhana namun berdampak besar bagi pengelolaan sampah organik rumah tangga</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/olah-sampah-mandiri-uper-hadirkan-komposter-putar-di-desa-barengkok/">Olah Sampah Mandiri, UPER Hadirkan Komposter Putar di Desa Barengkok</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Inovasi komposter putar dari tim Universitas Pertamina menjadi solusi sederhana namun berdampak besar bagi pengelolaan sampah organik rumah tangga</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/"><b>JAKPOS </b></a>&#8211; Sampah rumah tangga masih menjadi tantangan besar dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia. Sekitar 62 persen dari total 70 juta ton sampah nasional per tahun merupakan sampah organik yang sebagian besar belum terkelola dengan baik. Di Kabupaten Bogor, timbulan sampah bahkan mencapai 2.766 ton per hari (2024), mencerminkan tingginya beban pengelolaan.</p>
<p>Melihat permasalahan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) menggagas program &#8220;Gerakan Kompos Mandiri Desa Barengkok&#8221; di kabupaten Bogor sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Melalui program ini, tim melakukan sosialisasi pemilihan sampah organik dan anorganik serta memperkenalkan inovasi “Komposter Putar”, yaitu alat pengolahan sampah organik yang mampu mengubah limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos.</p>
<p>“Desa Barengkok dipilih karena warganya memiliki potensi besar untuk terlibat dalam gerakan peduli lingkungan, namun masih terbatas akses terhadap teknologi pengelolaan sampah yang praktis. Komposter ini kami rancang secara sederhana dan ergonomis agar dapat digunakan oleh semua kalangan, termasuk ibu rumah tangga dan lansia. Dengan alat ini, warga diharapkan mampu mengelola sampah organik secara mandiri langsung dari rumah,” ujar Adhitya Ryan, Ketua Tim PkM Gerakan Kompos Mandiri.</p>
<p>Inovasi komposter putar dari tim Universitas Pertamina menjadi solusi sederhana namun berdampak besar bagi pengelolaan sampah organik rumah tangga. Alat ini dirancang menggunakan bahan lokal yang mudah diperoleh, terdiri dari tong berporos yang dipasang di atas rangka besi kokoh, lengkap dengan tuas pemutar di samping untuk memudahkan proses pencampuran.</p>
<p>Dibandingkan komposter statis, komposter putar menawarkan sejumlah keunggulan. Selain mempercepat proses pengomposan, alat ini juga lebih bersih dan nyaman digunakan. Desainnya yang tertutup rapat mampu mengurangi bau tidak sedap serta mencegah masuknya serangga, menjadikannya ideal untuk penggunaan di lingkungan padat penduduk. Proses pencampuran bahan pun menjadi lebih praktis berkat sistem rotasi, tanpa perlu membalik kompos secara manual. Cukup masukkan sampah organik seperti sisa makanan, daun kering, atau limbah dapur, lalu tambahkan bahan seperti sekam padi atau serbuk gergaji untuk menjaga keseimbangan nutrisi. Dalam waktu singkat, pupuk kompos siap digunakan untuk kebun rumah, pertanian warga, bahkan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan.</p>
<p>“Komposter putar mampu menghasilkan pupuk kompos dalam waktu singkat, hanya sekitar 2 hingga 4 minggu—jauh lebih cepat dibandingkan komposter statis yang umumnya membutuhkan 2 hingga 3 bulan. Percepatan ini terjadi karena sistem putar memungkinkan pencampuran bahan organik yang lebih merata dan sirkulasi udara yang optimal, sehingga proses dekomposisi berlangsung lebih efisien,” tambah Ryan.</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., menyatakan bahwa program ini sejalan dengan komitmen universitas dalam mengembangkan 11 Center of Excellence (CoE) di bidang energi, lingkungan, dan keberlanjutan. Program ini juga mencerminkan semangat kolaborasi lintas disiplin antara dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi.</p>
<p>“Inovasi seperti komposter putar menjadi contoh nyata bagaimana hasil riset dan pembelajaran lintas bidang dapat diterapkan langsung di masyarakat untuk mendorong kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Prof. Wawan. ed</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/olah-sampah-mandiri-uper-hadirkan-komposter-putar-di-desa-barengkok/">Olah Sampah Mandiri, UPER Hadirkan Komposter Putar di Desa Barengkok</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/olah-sampah-mandiri-uper-hadirkan-komposter-putar-di-desa-barengkok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/nkrisatu.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0014-678x381.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Olah Sampah Mandiri, UPER Hadirkan Komposter Putar di Desa Barengkok</title>
		<link>https://jakpos.id/olah-sampah-mandiri-uper-hadirkan-komposter-putar-di-desa-barengkok-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 02:41:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91072</guid>

					<description><![CDATA[<p>Inovasi komposter putar dari tim Universitas Pertamina menjadi solusi sederhana namun berdampak besar bagi pengelolaan sampah organik rumah tangga</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/olah-sampah-mandiri-uper-hadirkan-komposter-putar-di-desa-barengkok-2/">Olah Sampah Mandiri, UPER Hadirkan Komposter Putar di Desa Barengkok</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Inovasi komposter putar dari tim Universitas Pertamina menjadi solusi sederhana namun berdampak besar bagi pengelolaan sampah organik rumah tangga</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Sampah rumah tangga masih menjadi tantangan besar dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia. Sekitar 62 persen dari total 70 juta ton sampah nasional per tahun merupakan sampah organik yang sebagian besar belum terkelola dengan baik. Di Kabupaten Bogor, timbulan sampah bahkan mencapai 2.766 ton per hari (2024), mencerminkan tingginya beban pengelolaan.</p>
<p>Melihat permasalahan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) menggagas program &#8220;Gerakan Kompos Mandiri Desa Barengkok&#8221; di kabupaten Bogor sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Melalui program ini, tim melakukan sosialisasi pemilihan sampah organik dan anorganik serta memperkenalkan inovasi “Komposter Putar”, yaitu alat pengolahan sampah organik yang mampu mengubah limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos.</p>
<p>“Desa Barengkok dipilih karena warganya memiliki potensi besar untuk terlibat dalam gerakan peduli lingkungan, namun masih terbatas akses terhadap teknologi pengelolaan sampah yang praktis. Komposter ini kami rancang secara sederhana dan ergonomis agar dapat digunakan oleh semua kalangan, termasuk ibu rumah tangga dan lansia. Dengan alat ini, warga diharapkan mampu mengelola sampah organik secara mandiri langsung dari rumah,” ujar Adhitya Ryan, Ketua Tim PkM Gerakan Kompos Mandiri.</p>
<p>Inovasi komposter putar dari tim Universitas Pertamina menjadi solusi sederhana namun berdampak besar bagi pengelolaan sampah organik rumah tangga. Alat ini dirancang menggunakan bahan lokal yang mudah diperoleh, terdiri dari tong berporos yang dipasang di atas rangka besi kokoh, lengkap dengan tuas pemutar di samping untuk memudahkan proses pencampuran.</p>
<p>Dibandingkan komposter statis, komposter putar menawarkan sejumlah keunggulan. Selain mempercepat proses pengomposan, alat ini juga lebih bersih dan nyaman digunakan. Desainnya yang tertutup rapat mampu mengurangi bau tidak sedap serta mencegah masuknya serangga, menjadikannya ideal untuk penggunaan di lingkungan padat penduduk. Proses pencampuran bahan pun menjadi lebih praktis berkat sistem rotasi, tanpa perlu membalik kompos secara manual. Cukup masukkan sampah organik seperti sisa makanan, daun kering, atau limbah dapur, lalu tambahkan bahan seperti sekam padi atau serbuk gergaji untuk menjaga keseimbangan nutrisi. Dalam waktu singkat, pupuk kompos siap digunakan untuk kebun rumah, pertanian warga, bahkan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan.</p>
<p>“Komposter putar mampu menghasilkan pupuk kompos dalam waktu singkat, hanya sekitar 2 hingga 4 minggu—jauh lebih cepat dibandingkan komposter statis yang umumnya membutuhkan 2 hingga 3 bulan. Percepatan ini terjadi karena sistem putar memungkinkan pencampuran bahan organik yang lebih merata dan sirkulasi udara yang optimal, sehingga proses dekomposisi berlangsung lebih efisien,” tambah Ryan.</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., menyatakan bahwa program ini sejalan dengan komitmen universitas dalam mengembangkan 11 Center of Excellence (CoE) di bidang energi, lingkungan, dan keberlanjutan. Program ini juga mencerminkan semangat kolaborasi lintas disiplin antara dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi.</p>
<p>“Inovasi seperti komposter putar menjadi contoh nyata bagaimana hasil riset dan pembelajaran lintas bidang dapat diterapkan langsung di masyarakat untuk mendorong kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Prof. Wawan. ed</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/olah-sampah-mandiri-uper-hadirkan-komposter-putar-di-desa-barengkok-2/">Olah Sampah Mandiri, UPER Hadirkan Komposter Putar di Desa Barengkok</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/nkrisatu.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0014-678x381.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Sulap Lumpur Lapindo Jadi Air Bersih, Mahasiswa Universitas Pertamina Hadirkan “Lambo Jernih” Ramah Lingkungan</title>
		<link>https://jakpos.id/sulap-lumpur-lapindo-jadi-air-bersih-mahasiswa-universitas-pertamina-hadirkan-lambo-jernih-ramah-lingkungan/</link>
					<comments>https://jakpos.id/sulap-lumpur-lapindo-jadi-air-bersih-mahasiswa-universitas-pertamina-hadirkan-lambo-jernih-ramah-lingkungan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 06:46:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=89424</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKPOS — Semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo, pada 2006—yang dikenal sebagai Lumpur Lapindo—meninggalkan dampak&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/sulap-lumpur-lapindo-jadi-air-bersih-mahasiswa-universitas-pertamina-hadirkan-lambo-jernih-ramah-lingkungan/">Sulap Lumpur Lapindo Jadi Air Bersih, Mahasiswa Universitas Pertamina Hadirkan “Lambo Jernih” Ramah Lingkungan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://jakpos.id/">JAKPOS</a> </strong>— Semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo, pada 2006—yang dikenal sebagai Lumpur Lapindo—meninggalkan dampak berkepanjangan: permukiman dan infrastruktur terendam, lahan produktif hilang, hingga relokasi ribuan warga. Hingga kini, jutaan meter kubik material lumpur masih menumpuk dan menjadi tantangan pengelolaan pascabencana. Selain kerugian sosial-ekonomi, residu lumpur dan perubahan kualitas lingkungan turut menimbulkan kekhawatiran terhadap mutu air dan tanah di kawasan terdampak.</p>
<p>Riset BPS (2024) dan Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur mencatat sebagian besar air tanah di Sidoarjo mengandung besi (Fe) dan mangan (Mn) melebihi baku mutu, yang berisiko pada kesehatan kulit, organ vital, dan perkembangan kognitif. Sementara itu, WRI (2023) memproyeksikan Indonesia akan menghadapi kelangkaan air bersih pada 2050 dengan status medium water stress, diperparah oleh pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan, kemarau, dan pencemaran. Kondisi ini menuntut hadirnya teknologi penyaring air yang efektif sekaligus mampu memanfaatkan limbah pascabencana seperti Lumpur Lapindo.</p>
<p>Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Pertamina (UPER) mengembangkan Lambo Jernih, purwarupa filter air berbahan dasar Lumpur Lapindo yang mampu menyisihkan logam berat dari air. Inovasi ini digagas oleh M. Afrizal Ichwanul Ulum, M. Adli Danica, M. Karunia Vivaldi, dan Achmad Fauzi.</p>
<p>Lumpur Lapindo terlebih dahulu diolah agar efektif menyaring logam berat melalui aktivasi kimia menggunakan larutan NaOH untuk membuka pori-pori material dan aktivasi fisik melalui kalsinasi atau pemanasan suhu tinggi untuk membersihkan zat pengotor. Hasil uji laboratorium menunjukkan media ini mampu mengurangi kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam air. Lambo Jernih tersusun dari lapisan karbon aktif, serbuk keramik, lumpur teraktivasi, dan kerikil, dirancang tanpa listrik, tanpa bahan kimia tambahan, serta mudah dirawat.</p>
<p>“Sejak bencana Lumpur Lapindo, jutaan meter kubik material tersisa tanpa pemanfaatan optimal dan menjadi pencemar lingkungan. Riset kami menemukan bahwa lumpur ini berpotensi sebagai media penyaring air dan logam berat. Dengan harga sekitar Rp687.500 per unit dan biaya perawatan hanya Rp1 juta untuk 5–10 tahun, teknologi ini menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus terjangkau bagi masyarakat,” ujar Afrizal.</p>
<p>Saat ini, purwarupa Lambo Jernih telah dikembangkan dan akan segera diuji coba pada masyarakat di wilayah Sidoarjo, baik untuk penggunaan rumah tangga maupun komunal. Dengan target awal 250 pengguna aktif, Afrizal berharap teknologi ini dapat menjadi solusi atas kekhawatiran masyarakat terhadap penggunaan air rumah tangga yang tercemar.</p>
<p>Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 6: Air Bersih dan Sanitasi, Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU, menyampaikan apresiasi atas karya mahasiswa ini.</p>
<p>“Pembelajaran di UPER dirancang dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan. UPER juga berhasil meraih peringkat ke-25 nasional dalam THE Impact Rankings, pemeringkatan perguruan tinggi yang menilai komitmen pada pendidikan berkelanjutan. Lambo Jernih menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab tantangan global air bersih, sekaligus memperkuat capaian tertinggi UPER di SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi,” tutur Prof. Wawan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/sulap-lumpur-lapindo-jadi-air-bersih-mahasiswa-universitas-pertamina-hadirkan-lambo-jernih-ramah-lingkungan/">Sulap Lumpur Lapindo Jadi Air Bersih, Mahasiswa Universitas Pertamina Hadirkan “Lambo Jernih” Ramah Lingkungan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/sulap-lumpur-lapindo-jadi-air-bersih-mahasiswa-universitas-pertamina-hadirkan-lambo-jernih-ramah-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/kejarnews.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG_20250819_120612.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Sulap Lumpur Lapindo Jadi Air Bersih, Mahasiswa Universitas Pertamina Hadirkan “Lambo Jernih” Ramah Lingkungan</title>
		<link>https://jakpos.id/sulap-lumpur-lapindo-jadi-air-bersih-mahasiswa-universitas-pertamina-hadirkan-lambo-jernih-ramah-lingkungan-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 06:43:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90873</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS — Semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo, pada 2006—yang dikenal sebagai Lumpur Lapindo—meninggalkan dampak&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/sulap-lumpur-lapindo-jadi-air-bersih-mahasiswa-universitas-pertamina-hadirkan-lambo-jernih-ramah-lingkungan-2/">Sulap Lumpur Lapindo Jadi Air Bersih, Mahasiswa Universitas Pertamina Hadirkan “Lambo Jernih” Ramah Lingkungan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS </strong></a>— Semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo, pada 2006—yang dikenal sebagai Lumpur Lapindo—meninggalkan dampak berkepanjangan: permukiman dan infrastruktur terendam, lahan produktif hilang, hingga relokasi ribuan warga. Hingga kini, jutaan meter kubik material lumpur masih menumpuk dan menjadi tantangan pengelolaan pascabencana. Selain kerugian sosial-ekonomi, residu lumpur dan perubahan kualitas lingkungan turut menimbulkan kekhawatiran terhadap mutu air dan tanah di kawasan terdampak.</p>
<p>Riset BPS (2024) dan Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur mencatat sebagian besar air tanah di Sidoarjo mengandung besi (Fe) dan mangan (Mn) melebihi baku mutu, yang berisiko pada kesehatan kulit, organ vital, dan perkembangan kognitif. Sementara itu, WRI (2023) memproyeksikan Indonesia akan menghadapi kelangkaan air bersih pada 2050 dengan status medium water stress, diperparah oleh pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan, kemarau, dan pencemaran. Kondisi ini menuntut hadirnya teknologi penyaring air yang efektif sekaligus mampu memanfaatkan limbah pascabencana seperti Lumpur Lapindo.</p>
<p>Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Pertamina (UPER) mengembangkan Lambo Jernih, purwarupa filter air berbahan dasar Lumpur Lapindo yang mampu menyisihkan logam berat dari air. Inovasi ini digagas oleh M. Afrizal Ichwanul Ulum, M. Adli Danica, M. Karunia Vivaldi, dan Achmad Fauzi.</p>
<p>Lumpur Lapindo terlebih dahulu diolah agar efektif menyaring logam berat melalui aktivasi kimia menggunakan larutan NaOH untuk membuka pori-pori material dan aktivasi fisik melalui kalsinasi atau pemanasan suhu tinggi untuk membersihkan zat pengotor. Hasil uji laboratorium menunjukkan media ini mampu mengurangi kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam air. Lambo Jernih tersusun dari lapisan karbon aktif, serbuk keramik, lumpur teraktivasi, dan kerikil, dirancang tanpa listrik, tanpa bahan kimia tambahan, serta mudah dirawat.</p>
<p>“Sejak bencana Lumpur Lapindo, jutaan meter kubik material tersisa tanpa pemanfaatan optimal dan menjadi pencemar lingkungan. Riset kami menemukan bahwa lumpur ini berpotensi sebagai media penyaring air dan logam berat. Dengan harga sekitar Rp687.500 per unit dan biaya perawatan hanya Rp1 juta untuk 5–10 tahun, teknologi ini menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus terjangkau bagi masyarakat,” ujar Afrizal.</p>
<p>Saat ini, purwarupa Lambo Jernih telah dikembangkan dan akan segera diuji coba pada masyarakat di wilayah Sidoarjo, baik untuk penggunaan rumah tangga maupun komunal. Dengan target awal 250 pengguna aktif, Afrizal berharap teknologi ini dapat menjadi solusi atas kekhawatiran masyarakat terhadap penggunaan air rumah tangga yang tercemar.</p>
<p>Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 6: Air Bersih dan Sanitasi, Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU, menyampaikan apresiasi atas karya mahasiswa ini.</p>
<p>“Pembelajaran di UPER dirancang dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan. UPER juga berhasil meraih peringkat ke-25 nasional dalam THE Impact Rankings, pemeringkatan perguruan tinggi yang menilai komitmen pada pendidikan berkelanjutan. Lambo Jernih menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab tantangan global air bersih, sekaligus memperkuat capaian tertinggi UPER di SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi,” tutur Prof. Wawan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/sulap-lumpur-lapindo-jadi-air-bersih-mahasiswa-universitas-pertamina-hadirkan-lambo-jernih-ramah-lingkungan-2/">Sulap Lumpur Lapindo Jadi Air Bersih, Mahasiswa Universitas Pertamina Hadirkan “Lambo Jernih” Ramah Lingkungan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/kejarnews.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG_20250819_120612.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dukung Net Zero Emissions, Universitas Pertamina Resmikan Sustainability Center</title>
		<link>https://jakpos.id/dukung-net-zero-emissions-universitas-pertamina-resmikan-sustainability-center/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2025 23:31:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Dukung Net Zero Emissions]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90743</guid>

					<description><![CDATA[<p>Universitas Pertamina (UPER) meresmikan Sustainability Center Universitas Pertamina (SUPER) pada Senin (11/8/2025), bertepatan dengan peluncuran Peta Jalan Net Zero Emissions (NZE) Pertamina.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dukung-net-zero-emissions-universitas-pertamina-resmikan-sustainability-center/">Dukung Net Zero Emissions, Universitas Pertamina Resmikan Sustainability Center</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>JAKARTA </strong> </a>&#8211; Universitas Pertamina (UPER) meresmikan Sustainability Center Universitas Pertamina (SUPER) pada Senin (11/8/2025), bertepatan dengan peluncuran Peta Jalan Net Zero Emissions (NZE) Pertamina.</p>
<p>Kehadiran SUPER ini akan berperan sebagai pusat kajian dan inovasi yang akan mendukung percepatan pencapaian Net Zero Emissions 2060, melalui kolaborasi akademik–industri–pemerintah untuk menutup kesenjangan keterampilan melalui riset terapan, kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri, dan proyek lapangan.</p>
<p>Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menegaskan komitmen perusahaan tidak hanya pada ketahanan energi, tetapi juga pada pasokan energi yang aman, bersih, dan terjangkau. “Sebagaimana kepolisian memiliki akademinya, Pertamina memiliki Universitas Pertamina untuk mencetak talenta berkualitas yang mendukung tujuan tersebut,” ujarnya.</p>
<p>Dukungan juga disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, yang hadir dalam acara tersebut. “Melalui Universitas Pertamina akan lahir generasi pemimpin energi berwawasan global, terampil dalam keberlanjutan, dan inovatif,” kata Rachmat.</p>
<p>Sejak beroperasi pada Januari 2024, SUPER mencatat capaian bertaraf internasional. Inisiatif strategisnya meliputi pengembangan bahan bakar rendah karbon (biodiesel B40), perumusan kebijakan dan model bisnis carbon capture and storage (CCS), serta riset dan pengembangan di bidang keberlanjutan. Terbaru, SUPER terlibat dalam penyusunan peta jalan dekarbonisasi dan pencapaian SDGs Pertamina Grup, serta menjadi bagian dari SDG Hub Bappenas dalam perumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045. Capaian ini diperkuat oleh kehadiran senior fellow yang terdiri dari para profesional, akademisi, dan pakar internasional yang saling berkolaborasi merumuskan strategi keberlanjutan untuk mewujudkan Asta Cita pembangunan nasional yang berdaya saing dan berwawasan masa depan.</p>
<h3>Mencetak Talenta Hijau Kelas Dunia</h3>
<p>Berbagai proyeksi menunjukkan kebutuhan keterampilan keberlanjutan (green skills) akan melonjak di hampir semua sektor. Laporan LinkedIn Global Green Skills Report 2023 menunjukkan baru sekitar satu dari delapan pekerja yang memiliki setidaknya satu green skill, sementara permintaan industri tumbuh lebih cepat. Kesenjangan ini menegaskan urgensi peningkatan kompetensi—yang dijawab SUPER melalui riset terapan, pengembangan kebijakan, dan program penyiapan talenta yang selaras dengan kebutuhan industri. Integrasinya dengan Program Magister Sustainability UPER memastikan pengembangan talenta berjalan terpadu, mulai dari riset hingga implementasi.</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., menyebut SUPER dirancang sebagai penggerak agenda keberlanjutan sekaligus talent pipeline lintas sektor. Ia menegaskan, “SUPER memadukan tiga fungsi pusat keberlanjutan, yaitu data inventory hub untuk pendokumentasian dan rekomendasi perbaikan berbasis SDGs, pusat riset pada isu keberlanjutan prioritas, serta pengintegrasi Tridarma—pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat—dalam isu multidisiplin.”</p>
<h4>Dukungan Jejaring Global</h4>
<p>Keunggulan SUPER diperkuat oleh jejaring kolaborasi global dengan Yale University (AS), Bergen University (Norwegia), Kyushu University (Jepang), Tongji University (Tiongkok), dan University of Auckland (Selandia Baru). Selain mendapatkan penguatan teori, mahasiswa juga berkesempatan meraih sertifikasi internasional, seperti ISO 14064 (carbon counting) dan ISO 50001 (energy audit).</p>
<p>“Keberlanjutan mencakup dimensi teknologi, kebijakan, dan berbagai aspek lain yang harus saling mendukung untuk menjamin tercapainya tujuan jangka panjang. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki fokus pada isu ini, UPER berkomitmen mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu mewujudkannya. Setiap kegiatan harus dilaksanakan secara optimal dan efisien agar memberikan dampak nyata,” ujar Rektor UPER, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dukung-net-zero-emissions-universitas-pertamina-resmikan-sustainability-center/">Dukung Net Zero Emissions, Universitas Pertamina Resmikan Sustainability Center</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/suarabuana.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250813-WA0075-1068x711.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Menjemput Mimpi dari Ujung Negeri: Kisah Sandi Pamungkas, Mahasiswa Asal Natuna yang Tembus Ajang Nasional</title>
		<link>https://jakpos.id/menjemput-mimpi-dari-ujung-negeri-kisah-sandi-pamungkas-mahasiswa-asal-natuna-yang-tembus-ajang-nasional/</link>
					<comments>https://jakpos.id/menjemput-mimpi-dari-ujung-negeri-kisah-sandi-pamungkas-mahasiswa-asal-natuna-yang-tembus-ajang-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 02:47:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=89398</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sandi bukan berasal dari keluarga berada. Ayahnya seorang anggota TNI yang kerap berpindah tugas, ibunya&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/menjemput-mimpi-dari-ujung-negeri-kisah-sandi-pamungkas-mahasiswa-asal-natuna-yang-tembus-ajang-nasional/">Menjemput Mimpi dari Ujung Negeri: Kisah Sandi Pamungkas, Mahasiswa Asal Natuna yang Tembus Ajang Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Sandi bukan berasal dari keluarga berada. Ayahnya seorang anggota TNI yang kerap berpindah tugas, ibunya seorang ibu rumah tangga</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/"><b>JAKPOS </b></a>&#8211; Di sudut utara Indonesia, di antara pulau-pulau kecil yang terhampar di Laut Natuna Utara, seorang anak muda tumbuh dengan mimpi yang jauh lebih besar dari batas cakrawala tempat tinggalnya. Namanya Sandi Pamungkas, putra daerah dari Natuna, Kepulauan Riau, yang kini mengangkat nama Universitas Pertamina (UPER) di panggung nasional sebagai Mahasiswa Berprestasi.</p>
<p>Dalam langkah sunyi yang berakar dari wilayah 3T—terdepan, terluar, dan tertinggal—Sandi justru menyalakan semangat yang tak padam untuk membuktikan bahwa tempat lahir tak menentukan batas cita-cita.<br />
“Saya tidak ingin Natuna hanya dikenal karena letaknya yang jauh. Saya ingin Natuna dikenal lewat prestasi anak-anak mudanya,” ujar Sandi.</p>
<h3>Tumbuh dari Tanah Terpinggirkan, Berpijak pada Tekad Besar</h3>
<p>Sandi bukan berasal dari keluarga berada. Ayahnya seorang anggota TNI yang kerap berpindah tugas, ibunya seorang ibu rumah tangga. Namun justru dari situ ia belajar tentang tanggung jawab, ketekunan, dan ketabahan.</p>
<p>Sejak duduk di bangku sekolah menengah, ia sudah jatuh hati pada dunia teknologi. Sandi melihat langsung bagaimana keterbatasan akses di daerah asalnya tak hanya menjadi hambatan, tetapi juga peluang besar bagi mereka yang mampu membawa solusi. “Saya ingin menciptakan teknologi yang berguna bagi orang banyak, bukan sekadar ikut tren,” katanya.</p>
<p>Berbekal nilai akademik cemerlang dan segudang kegiatan sekolah, Sandi berhasil meraih Beasiswa Generasi Juara TNI AD. Beasiswa itu membawanya ke UPER, jauh dari tanah kelahiran, namun dekat dengan impian yang selama ini ia tanam. “Beasiswa ini bukan akhir dari perjuangan, tapi awal dari komitmen saya untuk terus berkontribusi,” ucapnya.</p>
<h4>Moo Apps, dan 500 Prestasi Lainnya</h4>
<p>Selama kuliah di Program Studi Ekonomi, Sandi tak hanya fokus belajar. Ia aktif di berbagai kompetisi nasional dan internasional. Total, ia sudah meraih lebih dari 500 penghargaan, termasuk 100 di tingkat internasional.<br />
Salah satu karya yang membawanya dikenal dunia adalah Moo Apps—aplikasi pemantau kesehatan hewan ternak yang kini digunakan di berbagai wilayah di Indonesia, dan tengah dikembangkan bersama Kementerian Perekonomian Digital Taiwan.</p>
<p>“Moo Apps lahir dari keresahan saya melihat peternak kecil yang kerap merugi karena hewan sakit. Saya ingin mereka punya alat bantu berbasis teknologi yang mudah dipakai.”</p>
<h4>“Safety-Eye”: Dari Kampus untuk Keselamatan Kerja Migas</h4>
<p>Kini, Sandi tengah bersiap mengikuti Seleksi Mahasiswa Berprestasi Nasional 2025. Ia mewakili UPER dan LLDIKTI Wilayah III setelah meraih juara dua tingkat wilayah. Dalam ajang tersebut, ia membawa gagasan sistem keselamatan kerja berbasis AI untuk industri migas bernama Safety-Eye.</p>
<p>Berdasarkan data Kementerian ESDM (2024), sektor migas memiliki tingkat kecelakaan kerja 2,5 kali lebih tinggi dibanding sektor lainnya. Safety-Eye hadir sebagai solusi: sistem berbasis kamera cerdas dan sensor untuk mendeteksi kelelahan, suhu tubuh, serta penggunaan alat pelindung diri secara otomatis.</p>
<h5>Dukungan Kampus dan Dosen Pembimbing</h5>
<p>Menurut KaProdi Ekonomi, Dr. Feriansyah, S.E., M.Si., Sandi merupakan mahasiswa yang tidak hanya konsisten dalam capaian akademik, tetapi juga tekun, mandiri, dan visioner dalam mengembangkan ide-ide solutif yang bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat.</p>
<p>“Sandi bukan hanya bekerja keras, tapi juga bekerja cerdas. Ia mampu melihat celah persoalan dan merancang solusi konkret berbasis teknologi. Saya bangga membimbingnya karena dia tidak hanya membawa nama baik dirinya, tapi juga daerah asal dan almamater,” tutur Feri.</p>
<p><strong>Menembus Batas, Menyalakan Harapan</strong></p>
<p>Kisah Sandi adalah bukti nyata bahwa tekad, inovasi, dan pendidikan dapat menembus batas-batas geografis dan sosial. Ia membawa semangat perubahan bagi tanah kelahirannya, sekaligus mengharumkan nama UPER di kancah nasional dan internasional. Kini, dari Natuna untuk Indonesia, Sandi Pamungkas menunjukkan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu jauh jika keberanian dan kerja keras ikut melangkah.</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, MS., IPU., turut mengapresiasi pencapaian ini.</p>
<p>“Sandi adalah bukti bahwa mahasiswa dari daerah 3T pun bisa bersaing di tingkat nasional. Ia merepresentasikan semangat UPER untuk melahirkan inovator muda yang berdampak bagi masyarakat dan bangsa.”</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/menjemput-mimpi-dari-ujung-negeri-kisah-sandi-pamungkas-mahasiswa-asal-natuna-yang-tembus-ajang-nasional/">Menjemput Mimpi dari Ujung Negeri: Kisah Sandi Pamungkas, Mahasiswa Asal Natuna yang Tembus Ajang Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/menjemput-mimpi-dari-ujung-negeri-kisah-sandi-pamungkas-mahasiswa-asal-natuna-yang-tembus-ajang-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/www.waspada.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250728-WA0035-700x400.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Menjemput Mimpi dari Ujung Negeri: Kisah Sandi Pamungkas, Mahasiswa Asal Natuna yang Tembus Ajang Nasional</title>
		<link>https://jakpos.id/menjemput-mimpi-dari-ujung-negeri-kisah-sandi-pamungkas-mahasiswa-asal-natuna-yang-tembus-ajang-nasional-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 02:42:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90630</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sandi bukan berasal dari keluarga berada. Ayahnya seorang anggota TNI yang kerap berpindah tugas, ibunya seorang ibu rumah tangga</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/menjemput-mimpi-dari-ujung-negeri-kisah-sandi-pamungkas-mahasiswa-asal-natuna-yang-tembus-ajang-nasional-2/">Menjemput Mimpi dari Ujung Negeri: Kisah Sandi Pamungkas, Mahasiswa Asal Natuna yang Tembus Ajang Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Sandi bukan berasal dari keluarga berada. Ayahnya seorang anggota TNI yang kerap berpindah tugas, ibunya seorang ibu rumah tangga</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Di sudut utara Indonesia, di antara pulau-pulau kecil yang terhampar di Laut Natuna Utara, seorang anak muda tumbuh dengan mimpi yang jauh lebih besar dari batas cakrawala tempat tinggalnya. Namanya Sandi Pamungkas, putra daerah dari Natuna, Kepulauan Riau, yang kini mengangkat nama Universitas Pertamina (UPER) di panggung nasional sebagai Mahasiswa Berprestasi.</p>
<p>Dalam langkah sunyi yang berakar dari wilayah 3T—terdepan, terluar, dan tertinggal—Sandi justru menyalakan semangat yang tak padam untuk membuktikan bahwa tempat lahir tak menentukan batas cita-cita.<br />
“Saya tidak ingin Natuna hanya dikenal karena letaknya yang jauh. Saya ingin Natuna dikenal lewat prestasi anak-anak mudanya,” ujar Sandi.</p>
<h3>Tumbuh dari Tanah Terpinggirkan, Berpijak pada Tekad Besar</h3>
<p>Sandi bukan berasal dari keluarga berada. Ayahnya seorang anggota TNI yang kerap berpindah tugas, ibunya seorang ibu rumah tangga. Namun justru dari situ ia belajar tentang tanggung jawab, ketekunan, dan ketabahan.</p>
<p>Sejak duduk di bangku sekolah menengah, ia sudah jatuh hati pada dunia teknologi. Sandi melihat langsung bagaimana keterbatasan akses di daerah asalnya tak hanya menjadi hambatan, tetapi juga peluang besar bagi mereka yang mampu membawa solusi. “Saya ingin menciptakan teknologi yang berguna bagi orang banyak, bukan sekadar ikut tren,” katanya.</p>
<p>Berbekal nilai akademik cemerlang dan segudang kegiatan sekolah, Sandi berhasil meraih Beasiswa Generasi Juara TNI AD. Beasiswa itu membawanya ke UPER, jauh dari tanah kelahiran, namun dekat dengan impian yang selama ini ia tanam. “Beasiswa ini bukan akhir dari perjuangan, tapi awal dari komitmen saya untuk terus berkontribusi,” ucapnya.</p>
<h4>Moo Apps, dan 500 Prestasi Lainnya</h4>
<p>Selama kuliah di Program Studi Ekonomi, Sandi tak hanya fokus belajar. Ia aktif di berbagai kompetisi nasional dan internasional. Total, ia sudah meraih lebih dari 500 penghargaan, termasuk 100 di tingkat internasional.<br />
Salah satu karya yang membawanya dikenal dunia adalah Moo Apps—aplikasi pemantau kesehatan hewan ternak yang kini digunakan di berbagai wilayah di Indonesia, dan tengah dikembangkan bersama Kementerian Perekonomian Digital Taiwan.</p>
<p>“Moo Apps lahir dari keresahan saya melihat peternak kecil yang kerap merugi karena hewan sakit. Saya ingin mereka punya alat bantu berbasis teknologi yang mudah dipakai.”</p>
<h4>“Safety-Eye”: Dari Kampus untuk Keselamatan Kerja Migas</h4>
<p>Kini, Sandi tengah bersiap mengikuti Seleksi Mahasiswa Berprestasi Nasional 2025. Ia mewakili UPER dan LLDIKTI Wilayah III setelah meraih juara dua tingkat wilayah. Dalam ajang tersebut, ia membawa gagasan sistem keselamatan kerja berbasis AI untuk industri migas bernama Safety-Eye.</p>
<p>Berdasarkan data Kementerian ESDM (2024), sektor migas memiliki tingkat kecelakaan kerja 2,5 kali lebih tinggi dibanding sektor lainnya. Safety-Eye hadir sebagai solusi: sistem berbasis kamera cerdas dan sensor untuk mendeteksi kelelahan, suhu tubuh, serta penggunaan alat pelindung diri secara otomatis.</p>
<h5>Dukungan Kampus dan Dosen Pembimbing</h5>
<p>Menurut KaProdi Ekonomi, Dr. Feriansyah, S.E., M.Si., Sandi merupakan mahasiswa yang tidak hanya konsisten dalam capaian akademik, tetapi juga tekun, mandiri, dan visioner dalam mengembangkan ide-ide solutif yang bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat.</p>
<p>“Sandi bukan hanya bekerja keras, tapi juga bekerja cerdas. Ia mampu melihat celah persoalan dan merancang solusi konkret berbasis teknologi. Saya bangga membimbingnya karena dia tidak hanya membawa nama baik dirinya, tapi juga daerah asal dan almamater,” tutur Feri.</p>
<p><strong>Menembus Batas, Menyalakan Harapan</strong></p>
<p>Kisah Sandi adalah bukti nyata bahwa tekad, inovasi, dan pendidikan dapat menembus batas-batas geografis dan sosial. Ia membawa semangat perubahan bagi tanah kelahirannya, sekaligus mengharumkan nama UPER di kancah nasional dan internasional. Kini, dari Natuna untuk Indonesia, Sandi Pamungkas menunjukkan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu jauh jika keberanian dan kerja keras ikut melangkah.</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, MS., IPU., turut mengapresiasi pencapaian ini.</p>
<p>“Sandi adalah bukti bahwa mahasiswa dari daerah 3T pun bisa bersaing di tingkat nasional. Ia merepresentasikan semangat UPER untuk melahirkan inovator muda yang berdampak bagi masyarakat dan bangsa.”</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/menjemput-mimpi-dari-ujung-negeri-kisah-sandi-pamungkas-mahasiswa-asal-natuna-yang-tembus-ajang-nasional-2/">Menjemput Mimpi dari Ujung Negeri: Kisah Sandi Pamungkas, Mahasiswa Asal Natuna yang Tembus Ajang Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/www.waspada.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250728-WA0035-700x400.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
