<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ustadz Bachtiar Nasir Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/ustadz-bachtiar-nasir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/ustadz-bachtiar-nasir/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Mar 2026 11:28:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Ustadz Bachtiar Nasir Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/ustadz-bachtiar-nasir/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ramadhan Bukan Sekadar Puasa, Inilah Spirit Badar yang Terlupakan</title>
		<link>https://jakpos.id/ramadhan-bukan-sekadar-puasa-inilah-spirit-badar-yang-terlupakan/</link>
					<comments>https://jakpos.id/ramadhan-bukan-sekadar-puasa-inilah-spirit-badar-yang-terlupakan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 11:28:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Bachtiar Nasir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=92742</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: KH Bachtiar Nasir</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ramadhan-bukan-sekadar-puasa-inilah-spirit-badar-yang-terlupakan/">Ramadhan Bukan Sekadar Puasa, Inilah Spirit Badar yang Terlupakan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: KH Bachtiar Nasir</strong></em></p>
<p style="text-align: center;">“<em>Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu, bertakwalah kepada Allah supaya kamu mensyukuri-Nya</em>.” (QS. Ali Imran: 123).</p>
<p>Perang Israel dan Amerika versus Iran semakin memanas. Perang Iran versus Amerika–Israel ini bukanlah perang agama, melainkan perang hegemoni. Disinyalir, Trump memang sudah lama mengincar Pulau Kharg yang merupakan terminal utama ekspor minyak mentah Iran.</p>
<p>Iran juga telah lama melancarkan proyek Bulan Sabit Persia, yang targetnya membentang meliputi Iran, Irak, Suriah, Libanon Selatan, dan Yaman. Wilayah yang belum tercakup saat ini adalah Palestina. Setelah itu, Iran diperkirakan dapat memperluas pengaruhnya hingga menguasai kawasan Teluk.</p>
<p>Israel dan Amerika Serikat yang saat ini menjajah wilayah Palestina tentu merasa terganggu dengan langkah tersebut. Belum lagi Turki dan Qatar di forum BOP yang berunding untuk menjatuhkan Netanyahu. Situasi ini membuat Netanyahu “kebakaran jenggot”, lalu dibukalah Epstein file, termasuk yang berkaitan dengan Trump. Dengan adanya file tersebut, Trump kemudian ditekan oleh Israel untuk menyerang Iran yang dianggap menghalangi pembentukan Israel Raya antara Sungai Eufrat dan Sungai Tigris.</p>
<p>Karena itu, jangan sampai kita justru sibuk berdebat membela salah satu pihak, sementara kita sendiri belum tahu apa yang bisa kita lakukan untuk membela Masjidil Aqsha dan kaum Muslimin di Palestina, yang menjadi objek perebutan tersebut.</p>
<p>Nah, sekarang adalah momentum di ruang-ruang i’tikaf ini untuk membersamai Masjidil Aqsha dengan apa pun yang mampu kita lakukan. Mungkin kita tidak bisa membersamai mereka melalui pendekatan militer, tetapi kita masih bisa mendampingi mereka melalui media, pemberitaan, ekonomi, dan berbagai upaya lainnya.</p>
<h3>Semangat Badar</h3>
<p>Dengan kehendak Allah, Perang Badar juga terjadi pada bulan Ramadhan. Rasulullah saw beserta para sahabat pada saat itu sebenarnya tidak berniat berperang, tetapi mereka tetap siap secara psikis jika harus menghadapi peperangan.</p>
<p>Ketika itu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memiliki sekitar 313 pasukan, sebagian besar pasukan infanteri, dengan beberapa pasukan berkuda.</p>
<p>“<em>Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu, bertakwalah kepada Allah supaya kamu mensyukuri-Nya</em>.” (QS. Ali Imran: 123).</p>
<p>Perang Badar tidak dimulai dengan mengasah pedang, melainkan dengan mengasah iman dan takwa. Perang Badar bermula ketika kafilah dagang Abu Sufyan dihadang dan diblokir secara ekonomi, karena mereka berasal dari kaum yang memerangi Allah dan Rasulullah Shallallahu wa alaihi wa sallam membunuh para sahabat, serta menyerang dakwah Islam baik secara fisik maupun psikis.</p>
<p>Perang Badar kerap terlupakan dari spirit Ramadhan kita, padahal ia adalah peristiwa besar yang benar-benar terjadi dengan skenario yang diatur langsung oleh Allah Azza wa Jalla.</p>
<p>Perang Badar sendiri merupakan manifestasi blueprint kemenangan umat, yang di dalamnya tergambar jelas strategi, kepemimpinan, dan intervensi Ilahiyah. Jika dilihat dari jumlah pasukan, kemenangan kaum Muslimin tampak sangat sulit. Pasukan Quraisy ketika itu berjumlah sekitar 1.000 orang, dengan kuda dan pasukan pemanah yang lengkap.</p>
<p>Oleh karena itu, Perang Badar sejatinya bukan sekadar kalkulasi kekuatan fisik, melainkan pembuktian iman pada saat yang paling kritis.</p>
<p>“… <em>jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) pada hari Furqan, yaitu hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu</em>.” (QS. Al-Anfal: 41).</p>
<p>Begitu pula dengan momentum i’tikaf kita. Ada yang datang ke masjid dengan label i’tikaf hanya sekadar berpindah tempat tidur, bermain ponsel lebih banyak daripada tilawah, lalu rebahan sambil menunggu waktu sahur.</p>
<p>Namun, ada pula yang datang ke masjid dengan niat yang sungguh-sungguh untuk membentuk jiwa.</p>
<h4>Belajar dari Badar</h4>
<p>Inilah Ramadhan—hari pembeda. Ia membedakan mana orang-orang yang benar-benar datang pada bulan Ramadhan untuk membuktikan kemurnian iman dan semangat ibadahnya, dan mana yang hanya sekadar bermain-main di hadapan Allah Azza wa Jalla.</p>
<p>Layaknya Perang Badar yang membuka tabir dengan jelas: mana orang-orang yang beriman dan mana yang berpura-pura.</p>
<p>Perang Badar juga mengajarkan kepada kita bahwa perang—apa pun bentuknya—harus dilakukan karena Allah Ta’ala, bukan karena nafsu hegemoni, harta, gengsi, apalagi ego kesukuan atau nasionalisme semata.</p>
<p>Dibutuhkan pemimpin-pemimpin yang memiliki keberanian, ketajaman akal, dan kejernihan tauhid untuk memimpin umat melewati masa-masa tersulit. Dalam Perang Badar, kita melihat bagaimana interaksi antara pemimpin dan orang-orang yang dipimpinnya dilandasi oleh cinta karena Allah Ta’ala.</p>
<p>Di Perang Badar, kita menyaksikan sosok Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang begitu dicintai para sahabat dan umatnya—sosok yang melandaskan segala perbuatannya semata-mata karena Allah.</p>
<p>Satu kata kunci yang sangat penting diajarkan Rasulullah saw. dalam Perang Badar adalah bahwa perang hanya boleh terjadi jika di dalamnya terdapat cita-cita untuk meninggikan kalimat Laa Ilaaha Illallah serta mewujudkan penghambaan kepada Allah sebagaimana firman-Nya: iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in.</p>
<p>Semua itu beliau ajarkan dan buktikan dengan taruhan nyawa di Perang Badar, pada bulan Ramadhan.</p>
<p>Karena itu, sangat penting kiranya pada bulan Ramadhan ini—dan juga pada bulan-bulan lainnya—kita menempatkan kesadaran bertauhid dan semangat pengabdian kepada Allah Ta’ala sebagai cara hidup kita di dunia ini.*</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ramadhan-bukan-sekadar-puasa-inilah-spirit-badar-yang-terlupakan/">Ramadhan Bukan Sekadar Puasa, Inilah Spirit Badar yang Terlupakan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/ramadhan-bukan-sekadar-puasa-inilah-spirit-badar-yang-terlupakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260313-WA0008.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dilepas Tamsil Linrung, Nelayan Togeo Konvoi Perahu Bela Palestina Bersama UBN</title>
		<link>https://jakpos.id/dilepas-tamsil-linrung-nelayan-togeo-konvoi-perahu-bela-palestina-bersama-ubn/</link>
					<comments>https://jakpos.id/dilepas-tamsil-linrung-nelayan-togeo-konvoi-perahu-bela-palestina-bersama-ubn/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 01:46:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Bone]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Bachtiar Nasir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=89394</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aksi konvoi nelayan ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Peace Convoy (IPC) di sejumlah kota&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dilepas-tamsil-linrung-nelayan-togeo-konvoi-perahu-bela-palestina-bersama-ubn/">Dilepas Tamsil Linrung, Nelayan Togeo Konvoi Perahu Bela Palestina Bersama UBN</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Aksi konvoi nelayan ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Peace Convoy (IPC) di sejumlah kota di Sulawesi Selatan</em></h3>
</blockquote>
<p><strong>BONE</strong> – Komunitas nelayan di pesisir Togeo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menggelar aksi solidaritas untuk Palestina bertajuk Indonesia Peace Convoy (IPC), Ahad siang (10/8/2025). Dengan menggunakan ratusan perahu, para nelayan dan warga berlayar mengelilingi perairan setempat sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.</p>
<p>Aksi ini dihadiri ulama nasional sekaligus inisiator IPC, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN). Pelepasan konvoi dilakukan oleh Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung.</p>
<p>“Undang-undang kita mengamanahkan kepada seluruh warga bangsa Indonesia untuk berjuang dalam mewujudkan Palestina merdeka. Karena konstitusi kita mengamanahkan bahwa penjajahan di atas bumi ini harus dihapuskan,” ujar Tamsil dalam sambutannya.</p>
<p>Ia memberikan apresiasi kepada masyarakat pesisir Togeo yang turut berpartisipasi. “Saya memberikan support dan terima kasih atas apa yang kalian pertontonkan pada hari ini. Suatu konvoi perahu untuk Palestina. Kami dari Dewan Perwakilan Daerah mengucapkan selamat dan terima kasih atas komitmen saudara-saudara sekalian,” ucap anggota DPD RI mewakili Sulawesi Selatan ini.</p>
<p>Suasana penuh semangat mewarnai iring-iringan perahu yang mengibarkan bendera Palestina dan Indonesia. Warga dan nelayan meneriakkan yel-yel dukungan sambil memutari garis pantai. Di akhir aksi, peserta merobek bendera Israel dan menggantinya dengan bendera Palestina yang dipasang di atas keramba bambu.</p>
<p>Aksi konvoi nelayan ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Peace Convoy (IPC) di sejumlah kota di Sulawesi Selatan yang dipimpin langsung oleh Ustaz Bachtiar Nasir. Pada Jumat (8/8/2025), IPC menempuh rute Sinjai–Bulukumba.</p>
<p>Keesokan harinya, Sabtu pagi (9/8/2025), kegiatan berlanjut di Bone, dilanjutkan sore hari dengan jalan santai santri. Puncak acara digelar Sabtu malam dengan tabligh akbar di Lapangan Merdeka Bone yang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Bone.</p>
<p>Dalam rangkaian tersebut, UBN juga bersilaturahmi dan berdiskusi dengan tokoh-tokoh Bone, Bulukumba, dan Sinjai.*</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dilepas-tamsil-linrung-nelayan-togeo-konvoi-perahu-bela-palestina-bersama-ubn/">Dilepas Tamsil Linrung, Nelayan Togeo Konvoi Perahu Bela Palestina Bersama UBN</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/dilepas-tamsil-linrung-nelayan-togeo-konvoi-perahu-bela-palestina-bersama-ubn/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/v1754875982/Gambar-WhatsApp-2025-08-11-pukul-08.27.36_3d8d4e4b-FILEminimizer/Gambar-WhatsApp-2025-08-11-pukul-08.27.36_3d8d4e4b-FILEminimizer.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Bupati dan Wakil Bupati Bone Kompak Hadiri Tabligh Akbar IPC Bersama Ustaz Bachtiar Nasir</title>
		<link>https://jakpos.id/bupati-dan-wakil-bupati-bone-kompak-hadiri-tabligh-akbar-ipc-bersama-ustaz-bachtiar-nasir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2025 08:18:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Bone]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Bachtiar Nasir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90598</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bupati  Bome Andi Asman menyampaikan apresiasi terhadap kiprah dakwah UBN yang telah dikenal luas melalui media massa</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/bupati-dan-wakil-bupati-bone-kompak-hadiri-tabligh-akbar-ipc-bersama-ustaz-bachtiar-nasir/">Bupati dan Wakil Bupati Bone Kompak Hadiri Tabligh Akbar IPC Bersama Ustaz Bachtiar Nasir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Bupati  Bome Andi Asman menyampaikan apresiasi terhadap kiprah dakwah UBN yang telah dikenal luas melalui media massa</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>BONE </strong> </a>&#8211; Konvoi solidaritas Palestina bertajuk Indonesia Peace Convoy (IPC) kembali menyapa Sulawesi Selatan. Sabtu pagi (9/8/2025), giliran Kabupaten Bone menjadi tuan rumah kegiatan yang dipimpin langsung oleh inisiator IPC, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN).</p>
<p>Lebih dari 500 kendaraan roda dua dan roda empat ikut dalam iring-iringan sepanjang sekitar satu kilometer. Rute konvoi dimulai dari Lapangan H. Andi Palentei, Tonra, menuju Masjid Agung Kabupaten Bone sejauh kurang lebih 59 kilometer.</p>
<p>Pelaksanaan IPC di Bone bertepatan dengan peringatan milad ke-10 tahun Madrasah Hafizh Quran (MHQ) Tonra, lembaga pendidikan penghafal Alquran binaan UBN.</p>
<p>Sabtu sore, ribuan santri dan masyarakat jalan santai dari Masjid Agung Bone menuju Lapangan Merdeka sejauh tiga kilometer. Jalan santai dilepas oleh Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin. Sepanjang jalan, para santri membawa bendera Palestina sembari meneriakkan yel-yel “Free Palestine”.</p>
<p>Puncak kegiatan pada Sabtu malam diisi dengan tabligh akbar di Lapangan Merdeka. UBN berkesempatan menjadi penceramah.</p>
<p>Acara puncak IPC dihadiri Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, bersama ribuan warga.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Andi Asman menyampaikan apresiasi terhadap kiprah dakwah UBN yang telah dikenal luas melalui media massa.</p>
<p>“Kepada Kiai Haji Bachtiar, terima kasih kakandaku sudah sampai di Bone. Kita sering melihat di media, beliau adalah salah satu putra Bone yang selama ini berjuang untuk Kabupaten Bone,” ujar Bupati Andi Asman.</p>
<p>Pada kesempatan ini, Bupati Andi Asman memaparkan rencana pembangunan pelabuhan di dekat MHQ Tonra dan mengajak masyarakat mendukung proyek tersebut. Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan dakwah seperti IPC, zikir, dan tabligh akbar bisa diselenggarakan secara rutin di Bone.</p>
<p>Sementara itu, UBN dalam ceramahnya memberikan pesan kepada para santri untuk mempersiapkan diri memerdekakan Palestina.</p>
<p>“Biarlah anak-anak kami di MHQ untuk sementara jauh dari HP, jauh dari dunia, tetapi kalian dekat dengan iman sejati,” jelas UBN.</p>
<p>Dengan kondisi itu, kata UBN, diharapkan santri dapat membangkitkan peradaban dunia dengan Quran. Termasuk membebaskan Palestina dan Masjid Al Aqsha.</p>
<p>Menurut UBN, dalam catatan sejarah kerajaan Bani Israil berkuasa tidak lebih dari 80 tahun. Hal ini seperti yang Allah janjikan.</p>
<p>“Sejak tahun 1948 Palestina diambil alih oleh Israel, dan sebentar lagi 80 tahun, 2028 dia akan hancur dan peradaban Islam akan bangkit,” tegas UBN.**</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/bupati-dan-wakil-bupati-bone-kompak-hadiri-tabligh-akbar-ipc-bersama-ustaz-bachtiar-nasir/">Bupati dan Wakil Bupati Bone Kompak Hadiri Tabligh Akbar IPC Bersama Ustaz Bachtiar Nasir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UBN: Gaza Bukan Kelaparan, Tapi Sengaja Dilaparkan</title>
		<link>https://jakpos.id/ubn-gaza-bukan-kelaparan-tapi-sengaja-dilaparkan/</link>
					<comments>https://jakpos.id/ubn-gaza-bukan-kelaparan-tapi-sengaja-dilaparkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 00:52:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Bachtiar Nasir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=89381</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Gaza itu tidak kelaparan. Gaza dilaparkan. Makanan numpuk di Mesir. Tapi Gaza diblokade,” ujar UBN</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ubn-gaza-bukan-kelaparan-tapi-sengaja-dilaparkan/">UBN: Gaza Bukan Kelaparan, Tapi Sengaja Dilaparkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b><a href="https://jakpos.id/">JAKPOS</a> </b>&#8211; Ulama dan aktivis pejuang kemerdekaan Palestina, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), menegaskan bahwa penderitaan rakyat Gaza bukan semata karena kelaparan, tetapi karena mereka sengaja dilaparkan. Menurutnya, situasi di Gaza merupakan hasil dari blokade sistematis yang melibatkan banyak pihak, termasuk Israel, Mesir. Bahkan sebagian dunia Islam sendiri.</p>
<p>“Gaza itu tidak kelaparan. Gaza dilaparkan. Makanan numpuk di Mesir. Tapi Gaza diblokade,” ujar UBN kepada para tokoh pada forum Silaturahim dan Tudang Sipulung di Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis malam (7/8/2025).</p>
<p>UBN menjelaskan bahwa sejak tahun 2024, Israel sepenuhnya menguasai akses dalam Gaza. Sementara Mesir mengontrol pintu luar di perbatasan Rafah. Hal ini menyebabkan Gaza terkunci rapat dari dua sisi.</p>
<p>“Siapa yang blokade? Secara fisik tentu Israel. Sejak 2024, Israel menguasai Gaza dari dalam. Sementara Mesir menguasai pintu luar. Sebetulnya, ini seperti membunuh dari dalam. Itu yang terjadi di Gaza saat ini,” ungkap Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) ini.</p>
<p>Ia juga menyoroti lonjakan harga bahan pangan yang terjadi akibat blokade, termasuk harga tepung yang disebutnya “menggila”. UBN menyebut ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi perang demi keuntungan pribadi.</p>
<p>“Ini yang disebut mafia perang. Bahkan bantuan dari kita, kalau mau masuk Gaza mereka minta 50 persen. Itu mafia,” kata UBN, tanpa menyebutkan pihak tertentu secara spesifik.</p>
<p>Menurutnya, salah satu alasan Mesir menutup akses Rafah adalah karena terikat kesepakatan Camp David dengan Israel dan Amerika Serikat. Akibatnya, Mesir menjadi penerima bantuan militer terbesar kedua dari AS setelah Israel.</p>
<p>“Camp David jadi alasan Mesir menutup pintu Rafah. Mesir dapat bantuan dari Amerika, bahkan terbesar kedua setelah Israel,” tegasnya.</p>
<p>Sebagai informasi, Perjanjian Camp David merupakan hasil perundingan damai antara Mesir dan Israel yang dimediasi oleh Presiden AS Jimmy Carter pada 1978. Perjanjian ini menjadi landasan perdamaian antara kedua negara dan menjadikan Mesir sebagai negara Arab pertama yang mengakui Israel. Sebagai imbalannya, Mesir menerima miliaran dolar bantuan militer dan ekonomi dari Amerika Serikat, yang hingga kini terus berlanjut.</p>
<p>Tak hanya itu, UBN juga mengkritik dunia Islam yang dinilainya pasif dalam isu Gaza. Ia menyebut dunia Islam ikut bertanggung jawab atas penderitaan Palestina karena diam dan bahkan mendukung narasi yang menyalahkan Palestina atas peristiwa 7 Oktober.</p>
<p>“Blokade terbesar itu justru dunia Islam sendiri. Di PBB, negara-negara Islam yang dipimpin Prancis dan Arab Saudi malah menyalahkan serangan 7 Oktober,&#8221; ujar UBN.</p>
<p>Terkait dengan solusi two-state solution atau dua negara, UBN menolak gagasan tersebut karena menurutnya tidak realistis.</p>
<p>“Two-state solution itu hanya memuaskan akal. Menarik di meja perundingan, tapi tidak akan pernah terjadi. Tidak mungkin dua entitas yang saling bertolak belakang bisa hidup berdampingan,” tandasnya.</p>
<p>UBN juga menyoroti pentingnya peran Indonesia dalam menyuarakan keadilan untuk Palestina. Ia menilai Indonesia memiliki posisi unik karena tidak memiliki kepentingan politik dalam konflik tersebut.</p>
<p>“Kenapa Palestina sangat mengharapkan Indonesia? Karena hanya Indonesia yang tulus, tidak punya kepentingan politik. Negara-negara lain punya kepentingan kekuasaan,” ungkap ulama yang fokus mengupas tadabbur Alquran ini.</p>
<p>UBN juga menyinggung Iran yang menurutnya telah menghentikan serangan ke Israel karena ada kepentingan politik dan negosiasi di baliknya.</p>
<p>“Kenapa Iran berhenti menyerang Israel? Tentu ada negosiasi. Iran bisa saja berkata: saya berhenti perang, tapi saya dapat apa di Timur Tengah? Ini semua saling terkait,&#8221; kata UBN.</p>
<p>Ustaz Bachtiar Nasir dikenal sebagai salah satu tokoh penggerak solidaritas Palestina di Indonesia, sekaligus inisiator gerakan Indonesia Peace Convoy (IPC), yang menggalang dukungan masyarakat luas untuk perjuangan Palestina. Pada pekan ini, UBN memimpin aksi IPC di sejumlah kota di Sulawesi Selatan seperti Bone, Bulukumba dan Sinjai. Aksi ini direncanakan bakal dihadiri ribuan masyarakat di tiga kabupaten tersebut.*</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ubn-gaza-bukan-kelaparan-tapi-sengaja-dilaparkan/">UBN: Gaza Bukan Kelaparan, Tapi Sengaja Dilaparkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/ubn-gaza-bukan-kelaparan-tapi-sengaja-dilaparkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/img.arrahmah.id/14c497c/w_650/www.arrahmah.id/wp/images/stories/2025/08/IMG-20250808-WA0010.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>UBN: Gaza Bukan Kelaparan, Tapi Sengaja Dilaparkan</title>
		<link>https://jakpos.id/ubn-gaza-bukan-kelaparan-tapi-sengaja-dilaparkan-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 00:46:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Bachtiar Nasir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90525</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Gaza itu tidak kelaparan. Gaza dilaparkan. Makanan numpuk di Mesir. Tapi Gaza diblokade,” ujar UBN</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ubn-gaza-bukan-kelaparan-tapi-sengaja-dilaparkan-2/">UBN: Gaza Bukan Kelaparan, Tapi Sengaja Dilaparkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>“Gaza itu tidak kelaparan. Gaza dilaparkan. Makanan numpuk di Mesir. Tapi Gaza diblokade,” ujar UBN</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Ulama dan aktivis pejuang kemerdekaan Palestina, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), menegaskan bahwa penderitaan rakyat Gaza bukan semata karena kelaparan, tetapi karena mereka sengaja dilaparkan. Menurutnya, situasi di Gaza merupakan hasil dari blokade sistematis yang melibatkan banyak pihak, termasuk Israel, Mesir. Bahkan sebagian dunia Islam sendiri.</p>
<p>“Gaza itu tidak kelaparan. Gaza dilaparkan. Makanan numpuk di Mesir. Tapi Gaza diblokade,” ujar UBN kepada para tokoh pada forum Silaturahim dan Tudang Sipulung di Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis malam (7/8/2025).</p>
<p>UBN menjelaskan bahwa sejak tahun 2024, Israel sepenuhnya menguasai akses dalam Gaza. Sementara Mesir mengontrol pintu luar di perbatasan Rafah. Hal ini menyebabkan Gaza terkunci rapat dari dua sisi.</p>
<p>“Siapa yang blokade? Secara fisik tentu Israel. Sejak 2024, Israel menguasai Gaza dari dalam. Sementara Mesir menguasai pintu luar. Sebetulnya, ini seperti membunuh dari dalam. Itu yang terjadi di Gaza saat ini,” ungkap Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) ini.</p>
<p>Ia juga menyoroti lonjakan harga bahan pangan yang terjadi akibat blokade, termasuk harga tepung yang disebutnya “menggila”. UBN menyebut ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi perang demi keuntungan pribadi.</p>
<p>“Ini yang disebut mafia perang. Bahkan bantuan dari kita, kalau mau masuk Gaza mereka minta 50 persen. Itu mafia,” kata UBN, tanpa menyebutkan pihak tertentu secara spesifik.</p>
<p>Menurutnya, salah satu alasan Mesir menutup akses Rafah adalah karena terikat kesepakatan Camp David dengan Israel dan Amerika Serikat. Akibatnya, Mesir menjadi penerima bantuan militer terbesar kedua dari AS setelah Israel.</p>
<p>“Camp David jadi alasan Mesir menutup pintu Rafah. Mesir dapat bantuan dari Amerika, bahkan terbesar kedua setelah Israel,” tegasnya.</p>
<p>Sebagai informasi, Perjanjian Camp David merupakan hasil perundingan damai antara Mesir dan Israel yang dimediasi oleh Presiden AS Jimmy Carter pada 1978. Perjanjian ini menjadi landasan perdamaian antara kedua negara dan menjadikan Mesir sebagai negara Arab pertama yang mengakui Israel. Sebagai imbalannya, Mesir menerima miliaran dolar bantuan militer dan ekonomi dari Amerika Serikat, yang hingga kini terus berlanjut.</p>
<p>Tak hanya itu, UBN juga mengkritik dunia Islam yang dinilainya pasif dalam isu Gaza. Ia menyebut dunia Islam ikut bertanggung jawab atas penderitaan Palestina karena diam dan bahkan mendukung narasi yang menyalahkan Palestina atas peristiwa 7 Oktober.</p>
<p>“Blokade terbesar itu justru dunia Islam sendiri. Di PBB, negara-negara Islam yang dipimpin Prancis dan Arab Saudi malah menyalahkan serangan 7 Oktober,&#8221; ujar UBN.</p>
<p>Terkait dengan solusi two-state solution atau dua negara, UBN menolak gagasan tersebut karena menurutnya tidak realistis.</p>
<p>“Two-state solution itu hanya memuaskan akal. Menarik di meja perundingan, tapi tidak akan pernah terjadi. Tidak mungkin dua entitas yang saling bertolak belakang bisa hidup berdampingan,” tandasnya.</p>
<p>UBN juga menyoroti pentingnya peran Indonesia dalam menyuarakan keadilan untuk Palestina. Ia menilai Indonesia memiliki posisi unik karena tidak memiliki kepentingan politik dalam konflik tersebut.</p>
<p>“Kenapa Palestina sangat mengharapkan Indonesia? Karena hanya Indonesia yang tulus, tidak punya kepentingan politik. Negara-negara lain punya kepentingan kekuasaan,” ungkap ulama yang fokus mengupas tadabbur Alquran ini.</p>
<p>UBN juga menyinggung Iran yang menurutnya telah menghentikan serangan ke Israel karena ada kepentingan politik dan negosiasi di baliknya.</p>
<p>“Kenapa Iran berhenti menyerang Israel? Tentu ada negosiasi. Iran bisa saja berkata: saya berhenti perang, tapi saya dapat apa di Timur Tengah? Ini semua saling terkait,&#8221; kata UBN.</p>
<p>Ustaz Bachtiar Nasir dikenal sebagai salah satu tokoh penggerak solidaritas Palestina di Indonesia, sekaligus inisiator gerakan Indonesia Peace Convoy (IPC), yang menggalang dukungan masyarakat luas untuk perjuangan Palestina. Pada pekan ini, UBN memimpin aksi IPC di sejumlah kota di Sulawesi Selatan seperti Bone, Bulukumba dan Sinjai. Aksi ini direncanakan bakal dihadiri ribuan masyarakat di tiga kabupaten tersebut.*</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/ubn-gaza-bukan-kelaparan-tapi-sengaja-dilaparkan-2/">UBN: Gaza Bukan Kelaparan, Tapi Sengaja Dilaparkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/www.askara.co/assets/images/news/2025/08/20250808054753_normal.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
