<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Viral Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/viral/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/viral/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Nov 2025 11:24:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Viral Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/viral/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Viral! Terkait Video Gus Elham Cium Anak Perempuan, Respon Wamenag: Tidak Pantas! </title>
		<link>https://jakpos.id/viral-terkait-video-gus-elham-cium-anak-perempuan-respon-wamenag-tidak-pantas/</link>
					<comments>https://jakpos.id/viral-terkait-video-gus-elham-cium-anak-perempuan-respon-wamenag-tidak-pantas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2025 11:24:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=91982</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii memberikan respon atas pertanyaan awak media terkait&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/viral-terkait-video-gus-elham-cium-anak-perempuan-respon-wamenag-tidak-pantas/">Viral! Terkait Video Gus Elham Cium Anak Perempuan, Respon Wamenag: Tidak Pantas! </a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii memberikan respon atas pertanyaan awak media terkait video viral Gus Elham, yang tampak beberapa kali mencium anak kecil perempuan.</p>
<p>“Kita sepakat dengan publik, bahwa itu tidak pantas!,” tegas Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii di Gedung Parlemen DPR/MPR RI, Senayan, dikutip dari laman Kemenag Selasa (11/11/2025).</p>
<p>Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan pemanggilan atau penelusuran terhadap pihak terkait, Romo Syafii menegaskan bahwa pengawasan dan penertiban merupakan bagian dari langkah Kemenag untuk memastikan keteladanan dalam ruang publik keagamaan.</p>
<p>Romo Syafii menjelaskan bahwa Kemenag telah memiliki pedoman tegas mengenai lingkungan ramah anak di madrasah dan pesantren melalui Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam.</p>
<p>&#8220;Tadi juga ada disimpulkan (dalam rapat-red), ada surat keputusan dari Dirjen Pendis tentang madrasah dan pesantren ramah anak yang intinya agar anak-anak madrasah, anak-anak pesantren mendapatkan pemenuhan haknya sebagai peserta didik dan jauh dari tindak kekerasan yang tidak seharusnya mereka terima&#8221;</p>
<p>&#8220;Tentu saja kasus-kasus itu mungkin tetap ada ya, tapi kita tadi sepakat agar ke depan pengawasannya lebih ditingkatkan agar peristiwa itu bisa hindari,&#8221; kata Wamenag Romo.</p>
<p>&#8220;Selanjutnya, sudah kita sampaikan, pengawasan itu termasuk itu, supaya tidak terulang. Bahkan terhadap yang bersangkutan memang harus ada upaya mengembalikan kepada posisinya, jika tidak mengulangi perbuatan-perbuatannya,” katanya. (B. Karmila)</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/viral-terkait-video-gus-elham-cium-anak-perempuan-respon-wamenag-tidak-pantas/">Viral! Terkait Video Gus Elham Cium Anak Perempuan, Respon Wamenag: Tidak Pantas! </a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/viral-terkait-video-gus-elham-cium-anak-perempuan-respon-wamenag-tidak-pantas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/www.madaninews.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-12-at-13.18.50.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Viral Umi Cinta Jual Kavling di Surga Rp1 Juta, MUI Jabar Ambil Sikap</title>
		<link>https://jakpos.id/viral-umi-cinta-jual-kavling-di-surga-rp1-juta-mui-jabar-ambil-sikap/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 06:09:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Aliran Sesat]]></category>
		<category><![CDATA[Umi Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90766</guid>

					<description><![CDATA[<p>Warga menggeruduk rumah tersebut karena menduga lokasi itu menjadi tempat melaksanakan kegiatan keagamaan yang menyimpang</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/viral-umi-cinta-jual-kavling-di-surga-rp1-juta-mui-jabar-ambil-sikap/">Viral Umi Cinta Jual Kavling di Surga Rp1 Juta, MUI Jabar Ambil Sikap</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/go/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Ramai beredar di media sosial rekaman video yang memperlihatkan sejumlah warga ramai-ramai menggeruduk rumah yang disebut kediaman Umi Cinta.</p>
<p>Warga menggeruduk rumah tersebut karena menduga lokasi itu menjadi tempat melaksanakan kegiatan keagamaan yang menyimpang.</p>
<p>Umi Cinta yang disebut memiliki nama asli berinisial PT, diduga menyebarkan doktrin bahwa orang bisa masuk surga apabila memberi infak Rp 1 juta. Disebut juga ibu-ibu yang mengikuti ajaran Umi Cinta menjadi melawan suami maupun orang tua.</p>
<p>Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat meminta aparat kepolisian menindak aliran yang diduga sesat milik Umi Cinta di daerah Perumahan Dukuh Zamrud, Kelurahan Cikamuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.</p>
<p>Mereka menilai keberadaannya yang diduga menyebarkan aliran sesat meresahkan masyarakat.</p>
<blockquote class="instagram-media" style="background: #FFF; border: 0; border-radius: 3px; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0; width: calc(100% - 2px);" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/reel/DNPojGARG5X/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14">
<div style="padding: 16px;">
<p>&nbsp;</p>
<div style="display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display: block; height: 50px; margin: 0 auto 12px; width: 50px;"></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style="color: #3897f0; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;">Lihat postingan ini di Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg);"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style="width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;"><a style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;" href="https://www.instagram.com/reel/DNPojGARG5X/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" target="_blank" rel="noopener">Sebuah kiriman dibagikan oleh Jabodetabek Terkini (@jabodetabek.terkini)</a></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<h3>Ajaran Menyimpang</h3>
<p>Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat KH Rafani Achyar menyatakan doktrin memberi infak Rp 1 juta dapat masuk surga tidak dapat dibenarkan. Sebab masuk surga sendiri menurutnya tidak semudah masuk tol.</p>
<p>“Ajaran yang mengajar doktrin masuk surga bisa ditebus dengan uang tidak bisa dibenarkan,” ucap dia, Kamis (14/8/2025).</p>
<p>Ia mengatakan, keberadaannya meresahkan apalagi ibu-ibu yang mengikuti kegiatan keagamaan tersebut menjadi berani melawan suami dan ke orangtua. KH Rafani menilai fenomena tersebut bukan hal baru sebab sempat muncul kasus lainnya seperti ajaran Eden beberapa tahun silam.</p>
<p>“Sebetulnya fenomena ini, bukan kasus yang baru. Sebelumnya ada yang mirip ajaran Surga Eden di Cirebon,” kata dia.</p>
<p>Rafani mendorong agar MUI setempat melakukan kajian xan diambil langkah penindakan. Selain itu, ia mendorong agar aparat penegak hukum dapat mengambil langkah terkait kegiatan yang telah memicu keresahan warga tersebut.</p>
<p>“Aparat bisa juga menindaknya secara hukum,” kata dia.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/viral-umi-cinta-jual-kavling-di-surga-rp1-juta-mui-jabar-ambil-sikap/">Viral Umi Cinta Jual Kavling di Surga Rp1 Juta, MUI Jabar Ambil Sikap</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2025/08/14/pengajian-umi-cinta-di-bekasi-1755135116865_169.png?w=600&#038;q=90&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Viral Pelecehan Oknum Guru Kepada 7 Siswi di Depok</title>
		<link>https://jakpos.id/viral-pelecehan-oknum-guru-kepada-7-siswi-di-depok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 07:53:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bodetabek]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=86917</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Warga Depok kembali dihebohkan kasus pelecehan seksual di lingkungan pendidikan. Setidaknya 7 siswi&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/viral-pelecehan-oknum-guru-kepada-7-siswi-di-depok/">Viral Pelecehan Oknum Guru Kepada 7 Siswi di Depok</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Warga Depok kembali dihebohkan kasus pelecehan seksual di lingkungan pendidikan. Setidaknya 7 siswi SMPN 3 Depok di wilayah Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh salah seorang oknum guru.</p>
<p>Kasus ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun instagram <strong>@sarahprasiskaa</strong> yang viral sejak Rabu (21/5/2025), yang menampilkan narasi korban serta bukti rekaman percakapan bernada seksual yang diduga dilakukan oleh seorang oknum guru terhadap siswi yang diajar di kelasnya.</p>
<p>Postingan tersebut juga menarik perhatian Wali Kota Depok Supian Suri yang turut memberikan komentarnya.</p>
<p>&#8220;Sudah ditindaklajuti oleh @dp3ap2kb_depok,&#8221; tulis Supian Suri dalam komentarnya.</p>
<blockquote class="instagram-media" style="background: #FFF; border: 0; border-radius: 3px; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0; width: calc(100% - 2px);" data-instgrm-captioned="" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/DJ66x97JxXR/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14">
<div style="padding: 16px;">
<p>&nbsp;</p>
<div style="display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display: block; height: 50px; margin: 0 auto 12px; width: 50px;"></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style="color: #3897f0; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;">Lihat postingan ini di Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg);"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style="width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;"><a style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;" href="https://www.instagram.com/p/DJ66x97JxXR/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" target="_blank" rel="noopener">Sebuah kiriman dibagikan oleh Sarah Prasiska Putri (@sarahprasiskaa)</a></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Akun tersebut diketahui milik Pelatih Ekstrakurikuler Sekolah (Ekskul), Sarah, yang juga saksi mata kejadian, menyebut jumlah korban pelecehan seksual mencapai tujuh siswi.</p>
<p>Para siswi korban pelecehan seksual tersebut diduga dilecehkan oleh oknum guru baik secara fisik maupun verbal.</p>
<p>“Jadi kejadian ada yang dari 2019, itu yang saya tahu.Dan itu beda-beda untuk timeline waktunya, ada dari 2024, terus juga ada juga yang 2025,” ” kata Sarah saat ditemui wartawan, Kamis (22/5/2025).</p>
<p>Korban pelecehan seksual sendiri mengaku dilecehkan secara verbal oleh oknum guru dengan obrolan dewasa. Bahkan, korban didampingi orang tuanya telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak sekolah.</p>
<p>Selain pelecehan dalam bentuk verbal, para siswi juga diduga dilecehkan secara fisik. Oknum guru terduga pelaku meremas bokong korban hingga membantu merapikan dasinya dengan maksud menyentuh bagian payudara.</p>
<p>“Macam-macam ada yang berupa maaf ya kayak memeras bokong korban itu, terus ada juga yang seakan-akan ingin membantu merapikan dasi padahal gerakan tangannya seakan-akan ingin menyentuh payudara korban,” ungkapnya.</p>
<p>Dari tujuh korban yang melapor, mereka merupakan kelas 7, 8, dan ada juga yang sudah lulus.</p>
<p>Sementara Pemerintah Kota Depok melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok, Nessi Annisa Handari, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat untuk menelusuri kebenaran dari kasus yang membuat masyarakat geram tersebut.</p>
<p>“Semalam kami sudah menerima informasi awal, dan pagi ini tim kami langsung terjun ke sekolah untuk mengklarifikasi dan bertemu dengan pihak terkait,” ujar Nessi kepada wartawan, Kamis (22/5/2025).</p>
<p>Meski mengakui bahwa informasi yang dihimpun dari pihak sekolah masih terbatas, Nessi memastikan bahwa Pemkot Depok akan menyelidiki kasus ini secara mendalam dan tuntas. Menurutnya, perlindungan terhadap anak-anak khususnya di lingkungan pendidikan adalah prioritas utama.</p>
<p>“Jika benar ada tindakan pelecehan seksual seperti yang disebutkan dalam unggahan viral tersebut, kami siap memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban, baik dari sisi psikologis maupun hukum,” tegasnya.</p>
<p>DP3AP2KB juga akan menggali langsung kesaksian para siswa yang disebut-sebut sebagai korban dalam rekaman yang beredar. Langkah cepat ini, kata Nessi, menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk menciptakan ruang aman bagi anak-anak di sekolah.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/viral-pelecehan-oknum-guru-kepada-7-siswi-di-depok/">Viral Pelecehan Oknum Guru Kepada 7 Siswi di Depok</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral Pengurus RT Minta Sumbangan 500 Ribu per KK di Pengasinan</title>
		<link>https://jakpos.id/viral-pengurus-rt-minta-sumbangan-500-ribu-per-kk-di-pengasinan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2025 08:18:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bodetabek]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=86334</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tak tanggung-tanggung, surat tersebut meminta partisipasi sumbangan warga sebesar Rp 500.000 per kartu keluarga</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/viral-pengurus-rt-minta-sumbangan-500-ribu-per-kk-di-pengasinan/">Viral Pengurus RT Minta Sumbangan 500 Ribu per KK di Pengasinan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Tak tanggung-tanggung, surat tersebut meminta partisipasi sumbangan warga sebesar Rp 500.000 per kartu keluarga </em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya surat permohonan santunan di wilayah Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat.</p>
<p>Tak tanggung-tanggung, surat tersebut meminta partisipasi sumbangan warga sebesar Rp 500.000 per kartu keluarga dengan alasan untuk kegiatan santunan yatim dan dhuafa pada 10 Muharram 1447 hijriah atau dikenal dengan Lebaran Yatim.</p>
<p>Tampak jelas dalam surat tersebut memakai kop Pengurus Lingkungan RT 002 RW 007 Kampung Kebon Kopi, Kelurahan Pengasinan, dikeluarkan pada 25 April 2025.</p>
<p>Warga yang menerima surat permohonan santunan tersebut merasa keberatan, bahkan mengeluarkannya melalui media sosial (medsos).</p>
<p>“Halo gaiss, jadi mimin sempet dapet ini dari petugas setempat yang bilang harus bayar dengan harga yang tertera di surat dan wajib bayar,” tulis seorang warga, dikutip dari @Depok24Jam, Senin (5/5/2025).</p>
<h3>LPM Pengasinan Benarkan Adanya Surat Tersebut</h3>
<p>Sementara itu, LPM Kelurahan Pengasinan, Marzuki, membenarkan adanya surat tersebut.</p>
<p>Namun, Marzuki menjelaskan, sumbangan yang diedarkan ke warga tidak bersifat wajib.</p>
<p>Pengurus lingkungan setempat meminta partisipasi kepada warga yang memang bersedia, namun jika tidak memberi tak apa.</p>
<p>“Terkait sumbangan ini, ini sudah tradisi Kelurahan Pengasinan kan begitu. Jadi walaupun disitu sudah dituangkan angka Rp 500ribu, mereka nggak mau ngasih juga nggak apa apa, orang namanya beribadah kan,” kata Marzuki kepada wartawan.</p>
<p>“Jadi memang kita nih sudah jadi tradisi, setiap lebaran yatim itu kita santunan yatim piatu dan kaum dhuafa se-Kelurahan Pengasinan, kan begitu. Bahkan yang ngasih lebih daripada itu juga banyak. Yang enggak ngasih juga ada,” sambungnya.</p>
<p>“Jadi memang kita nih sudah jadi tradisi, setiap lebaran yatim itu kita santunan yatim piatu dan kaum dhuafa se-Kelurahan Pengasinan, kan begitu. Bahkan yang ngasih lebih daripada itu juga banyak. Yang enggak ngasih juga ada,” sambungnya.</p>
<p>Menurut Marzuki, kegiatan santunan ini adalah bagian dari tradisi yang telah lama dijalankan warga di Pengasinan.</p>
<p>Tradisi ini sudah berlangsung selama puluhan tahun dan warga setempat saat ini meneruskan tradisi tersebut.</p>
<p>“Dari kakek saya masih hidup sampai sekarang saya generasi keempat masih berjalan. Iya, semacam tradisi lah,” ujarnya.</p>
<p>Marzuki menilai, warga yang keberatan memberikan santunan kegiatan Lebaran Yatim dimungkinkan para pendatang.</p>
<p>“Kalau yang biasanya itu pendatang yang enggak tahu permasalahan. Mereka mungkin merasa keberatan dengan uang sumbangan Rp 500ribu itu kan begitu,” ungkapnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/viral-pengurus-rt-minta-sumbangan-500-ribu-per-kk-di-pengasinan/">Viral Pengurus RT Minta Sumbangan 500 Ribu per KK di Pengasinan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/asset-2.tstatic.net/depok/foto/bank/images/Surat-permohonan-santunan-untuk-kegiatan-Lebaran-Yatim.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
