<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Virus HMPV Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/virus-hmpv/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/virus-hmpv/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jan 2025 11:07:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Virus HMPV Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/virus-hmpv/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dinkes: Virus HMPV di Jakarta Masih Aman</title>
		<link>https://jakpos.id/dinkes-virus-hmpv-di-jakarta-masih-aman/</link>
					<comments>https://jakpos.id/dinkes-virus-hmpv-di-jakarta-masih-aman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 06:54:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Virus HMPV]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=282</guid>

					<description><![CDATA[<p>HMPV merupakan salah satu dari banyak mikroorganisme atau agen penyebab penyakit Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA), baik pada saluran napas atas maupun bawah, yang ditemukan hampir sepanjang tahun</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dinkes-virus-hmpv-di-jakarta-masih-aman/">Dinkes: Virus HMPV di Jakarta Masih Aman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>HMPV merupakan salah satu dari banyak mikroorganisme atau agen penyebab penyakit Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA)</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://jakpos.id/"><strong>JAKPOS.ID</strong></a> &#8211; Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa perkembangan virus &#8220;Human Metapneumovirus&#8221; (HMPV) saat ini relatif masih aman dan masyarakat agar tetap tenang.</p>
<p>“HMPV ditemukan pada 2001. Jadi, virus ini bukanlah virus baru, tidak seperti COVID-19 yang memang baru pertama kali ditemukan tahun 2019 lalu,&#8221; kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati di Jakarta, Kamis.</p>
<p>HMPV merupakan salah satu dari banyak mikroorganisme atau agen penyebab penyakit Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA), baik pada saluran napas atas maupun bawah, yang ditemukan hampir sepanjang tahun.</p>
<p>Ani menerangkan, gejala umum penderita ISPA akibat berbagai virus atau mikroorganisme lain juga sama, antara lain batuk, demam, hidung tersumbat dan sesak napas.</p>
<p>Jika terjadi infeksi pada saluran napas bawah, akan menjadi bronchitis, pneumonia atau radang paru. Setidaknya, ada 23 mikroorganisme atau agen penyebab lain yang sering ditemukan pada penderita ISPA, seperti virus Influenza tipe A dan tipe B, Adenovirus, Coronavirus dan lain-lain.</p>
<p>&#8220;Kami mengimbau masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada,&#8221; katanya.</p>
<p>Walaupun mayoritas penderita ISPA akibat HMPV tidak mengalami sakit berat, tetapi pada kelompok rentan, yaitu pada kalangan anak, lansia, dan orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, infeksi ini dapat menjadi lebih berat dan membutuhkan perawatan untuk penderitanya.</p>
<p>Sebagai kewaspadaan, langkah preventif dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah sakit, menghindari penularan dengan etika batuk, rajin mencuci tangan dan menggunakan masker ketika sakit.</p>
<p>Saat ini, jumlah penderita ISPA dan pneumonia memang sedang meningkat. &#8220;Sejak bulan November tahun 2024, pola ini relatif berulang setiap tahun dimana kasus ISPA cenderung meningkat menjelang akhir tahun hingga awal tahun,&#8221; katanya.</p>
<p>Dari data hasil pemeriksaan, kasus ISPA yang disebabkan oleh HMPV sudah ada sejak 2022 di Jakarta. Virus penyebab ISPA, selain HMPV, yang saat ini beredar dan dominan adalah virus influenza tipe A H1N1 pdm2009, Rhinovirus dan Respiratory Syncytial Virus.</p>
<p>Sampai saat ini, sesuai data yang diperoleh Dinas Kesehatan, jumlah penderita ISPA akibat HMPV sebanyak 19 kasus (2022), 78 kasus (sampai Oktober 2023) dan 100 kasus (2024).</p>
<p>“Data ini akan kami terus lengkapi melalui koordinasi dengan berbagai Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Laboratorium yang ada di Jakarta,” kata Ani.</p>
<p>Beberapa upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghadapi hal ini di antaranya gencar melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mengenali gejala ISPA dan mencegah sakit.</p>
<p>Selanjutnya menghindari penularan dengan etika batuk, menggunakan masker ketika sakit, mencuci tangan serta hidup sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.</p>
<p>Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan fasilitas untuk menangani kasus ISPA dan penyakit menular.</p>
<p>&#8220;Kami akan memperkuat sistem kewaspadaan penyakit berpotensi wabah dengan mengembangkan sistem surveilans penyakit berbasis laboratorium,&#8221; katanya.</p>
<p>Hal itu untuk melengkapi sistem surveilans ILI&amp;SARI (Influenza-Like Illnesses&amp;Severe Acute Respiratory Infection) yang telah ada sebelumnya. []</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/dinkes-virus-hmpv-di-jakarta-masih-aman/">Dinkes: Virus HMPV di Jakarta Masih Aman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/dinkes-virus-hmpv-di-jakarta-masih-aman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/images.bisnis.com/posts/2025/01/07/1829559/virus_hmpv_1736232491.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Virus HMPV Ditemukan di Indonesia, Menkes: Tak Perlu Panik</title>
		<link>https://jakpos.id/virus-hmpv-ditemukan-di-indonesia-menkes-tak-perlu-panik/</link>
					<comments>https://jakpos.id/virus-hmpv-ditemukan-di-indonesia-menkes-tak-perlu-panik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2025 07:45:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Menkes]]></category>
		<category><![CDATA[Virus HMPV]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jakpos.id/?p=231</guid>

					<description><![CDATA[<p>Virus Human Metapneumovirus (HMPV), yang baru-baru ini merebak di China, dilaporkan telah ditemukan di Indonesia</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/virus-hmpv-ditemukan-di-indonesia-menkes-tak-perlu-panik/">Virus HMPV Ditemukan di Indonesia, Menkes: Tak Perlu Panik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jakpos.id/"><strong>JAKPOS</strong></a> &#8211; Virus Human Metapneumovirus (HMPV), yang baru-baru ini merebak di China, dilaporkan telah ditemukan di Indonesia. Semua kasus yang ditemukan melibatkan anak-anak. Menanggapi hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat untuk tidak panik, karena HMPV bukanlah virus baru dan sudah dikenal dalam dunia medis.</p>
<p>“HMPV sudah lama ditemukan di Indonesia, kalau dicek apakah ada, itu ada. Saya sendiri kemarin melihat data di beberapa lab, ternyata beberapa anak ada yang terkena HMPV,” kata Menkes di Jakarta, Senin (6/1).</p>
<p>Menkes menjelaskan, virus HMPV berbeda dengan virus COVID-19. Menurutnya, COVID-19 merupakan virus baru, sedangkan HMPV adalah virus lama yang sifatnya mirip dengan flu. Sistem imunitas manusia sudah mengenal virus ini sejak lama dan mampu meresponsnya dengan baik.</p>
<p>“Berbeda dengan COVID-19 yang baru muncul beberapa tahun lalu, HMPV adalah virus lama yang sudah ada sejak 2001 dan telah beredar ke seluruh dunia sejak 2001. Selama ini juga tidak terjadi apa-apa juga,” ujar Menkes.</p>
<p>Mengenai pemberitaan tentang meningkatnya kasus HMPV di Tiongkok, Menkes menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh pemerintah Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurutnya, peningkatan kasus flu biasa di negara empat musim seperti Tiongkok sering terjadi saat musim dingin.</p>
<p>“Saya sudah lihat datanya, yang naik di China itu virusnya bukan HMPV tapi melainkan tipe H1N1 atau virus flu biasa. HMPV itu ranking nomor tiga di China dari sisi prevalensi, jadi itu tidak benar),” kata Menkes.</p>
<p>Menkes Budi juga menegaskan bahwa HMPV bukanlah virus yang mematikan. Virus ini memiliki karakteristik mirip dengan flu biasa, dengan gejala seperti batuk, demam, pilek, dan sesak napas. Sebagian besar orang yang terinfeksi akan pulih dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus.</p>
<p>Penularan virus HMPV serupa dengan virus flu lainnya, yaitu melalui percikan air liur atau droplet dari individu yang terinfeksi. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada.</p>
<p>Karena itu, Menkes mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, seperti cukup istirahat, mencuci tangan secara rutin, memakai masker saat merasa tidak enak badan, dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika muncul gejala yang mencurigakan.</p>
<p>“Yang terpenting adalah tetap tenang dan waspada. Dengan mengikuti protokol kesehatan 3M, menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker, sama Seperti COVID-19, kita dapat mengatasi virus ini dengan baik,” tutup Menkes.</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/virus-hmpv-ditemukan-di-indonesia-menkes-tak-perlu-panik/">Virus HMPV Ditemukan di Indonesia, Menkes: Tak Perlu Panik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/virus-hmpv-ditemukan-di-indonesia-menkes-tak-perlu-panik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/Ilustrasi-virus-HMPV-sdgerg.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
