<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wanita Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/wanita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/wanita/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Jul 2017 01:52:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Wanita Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/wanita/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengapa Perempuan Harus Berpendidikan Tinggi?</title>
		<link>https://jakpos.id/mengapa-perempuan-harus-berpendidikan-tinggi/</link>
					<comments>https://jakpos.id/mengapa-perempuan-harus-berpendidikan-tinggi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jul 2017 01:52:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islami]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=13591</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pertanyaan ini mungkin menjadi pertanyakan yang banyak dipertanyakan dikalangan masyarakat apalagi di daerah atau di&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mengapa-perempuan-harus-berpendidikan-tinggi/">Mengapa Perempuan Harus Berpendidikan Tinggi?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_13592" aria-describedby="caption-attachment-13592" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-post-13591 wp-image-13592" src="https://res.cloudinary.com/dyictbglh/image/upload/v1501206642/wisudacover-overloopscom-30d11af2703ec74aaeccee03153f3e64_600x400_iachlf.jpg" alt="" width="600" height="400" /><figcaption id="caption-attachment-13592" class="wp-caption-text">Ilustrasi. (Istimewa)</figcaption></figure>
<p>Pertanyaan ini mungkin menjadi pertanyakan yang banyak dipertanyakan dikalangan masyarakat apalagi di daerah atau di kampung yang notabene belum tersentuh arus globalisasi. Buat apa sih perempuan sekolah tinggi-tinggi lawong akhirnya kembali mengurus dapur lagi dapur lagi. Persepsi ini melemahkan semangat para wanita untuk meneruskan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dengan alasan tadi bahwa setinggi &#8211; tingginya perempuan bersekolah maka ia kembali sebagai ibu rumah tangga yang urusannya hanya dirumah saja cukup bisa masak, cukup bisa menyuci dan mengurus bayi .</p>
<p>Nah persepsi inilah yang harus kita perbaiki dikalangan masyarakat, semoga dengan tulisan yang akan saya uraikan menjadi inspirasi untuk para wanita melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.</p>
<p>Dulu perempuan punya keterbatasan untuk bisa lebih maju dan berkembang. Namun saat ini perempuan punya derajat yang sama dengan laki laki, dimana kita sebagai perempuan punya kebebasan dan hak untuk mengeluarkan potensi diri yang ada supaya lebih maju dan berkembang. Bahkan saat ini perempuan boleh menjadi pilot dan sudah ada yang menjadi pilot.</p>
<p>Dibawah ini penulis uraikan beberapa alasan kenapa perempuan itu harus berpendidikan tinggi di antaranya :</p>
<p>1.Mengurangi kemiskinan</p>
<p>Benarkah semakin banyak perempuan yang berpendidikan tinggi akan memgurangi kemiskinan ? Saat prempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama dalam pendidikan, perempuan cenderung untuk terus berpartisipasi dalam bisnis dan kegiatan ekonomi. Kemajuan dan keberlangsungan suatu bangsa tergantung partisipasi perempuan dan pendidikan dan ekonomi. Seperti yang pernah dikatakan Obama dalam pidatonya “Masa depan tidak harus melulu dimiliki kaum patriarki. Masa depan harus di bentuk oleh anak anak perempuan yang bermimpi ketika pergi kesekolah mereka akan menjadi anak yang sejahtera., untuk orang tua, bangsa, dan negara.</p>
<p>2. Perempuan yang cerdas akan melahirkan anak yang cerdas</p>
<p>Sebagaimana pepatah mengatakan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, nah seperti perempuan cerdas. Anak yang cerdas lahir dari rahim ibunya yang cerdas karena ibu yang cerdas tahu betul bagaimana menjaga dan mempersiapkan anak yang cerdas bahkan sebelum anaknya lahir. Dari faktor hereditas tidak hanya fisik, namun juga intelektual. Anak kita kelak berhak terlahir dari rahim seorang ibu yang cerdas, baik, lagi bijaksana. Maka jadilah perempuan yang tidak bosan untuk menuntut ilmu.</p>
<p>3. Perempuan adalah Pendidik utama anaknya</p>
<p>Setelah perempuan melahirkan dan bertransformasi menjadi ibu. Bertambahlah pekerjaannya, yaitu mengurus suami dan anak. Tidak hanya mengurus saja, bahkan ibu harus menjadi pendidik untuk anaknya. Jadi, bagi calon suami-suami yang menginginkan anaknya menjadi anak yang sholeh-sholehah, berbakti pada orang tua, Nusa dan Bangsa. Maka carilah istri yang dapat mendidik anak dengan jiwa keislaman yang kuat, contohnya seperti perempuan yang mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam. Anak orang lain aja dididik, apalagi anak sendiri.</p>
<p>قول النّبيّ: الأمّ مدرسة الأولى إذا أعددتها أعددت شعباًطيّب الأعراق.</p>
<p><em>Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya,maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.</em></p>
<p>Sebagian orang bijak mengatakan :</p>
<p>Perempuan dilahirkan, ia menjadi jalan syurga bagi kedua orang tuanya. Saat menikah,ia menyempurnakan separuh agama suaminya. Saat menjadi ibu, syurga berada ditelapak kakinya.</p>
<p><em><strong>Ditulis oleh: Siti Netti Sentri Yunisa, Mahasiswi STEI SEBI Depok.</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mengapa-perempuan-harus-berpendidikan-tinggi/">Mengapa Perempuan Harus Berpendidikan Tinggi?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/mengapa-perempuan-harus-berpendidikan-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjadi Wanita Serba Bisa</title>
		<link>https://jakpos.id/menjadi-wanita-serba-bisa/</link>
					<comments>https://jakpos.id/menjadi-wanita-serba-bisa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 May 2016 10:33:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=5600</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mungkin yang ada dibenak kita semua tentang wanita adalah; wanita itu perasa, wanita itu makhluk&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/menjadi-wanita-serba-bisa/">Menjadi Wanita Serba Bisa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_5601" aria-describedby="caption-attachment-5601" style="width: 507px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/working-mom-cooking.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-post-5600 wp-image-5601" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/working-mom-cooking.jpg" alt="Ilustrasi." width="507" height="338" /></a><figcaption id="caption-attachment-5601" class="wp-caption-text">Ilustrasi.</figcaption></figure>
<p>Mungkin yang ada dibenak kita semua tentang wanita adalah; wanita itu perasa, wanita itu makhluk yang lemah, wanita itu membutuhkan perhatian, wanita itu membutuhkan pengertian lebih. Dan wanita juga selalu memiliki ketergantungan terhadap pria. Mungkin betul, tapi tak sepenuhnya betul.</p>
<p>Paling tidak, semua hal tersebut diatas menjadi mentah saat penulis bertemu dengan sosok wanita satu ini.</p>
<p><strong>Pantang Menyerah</strong>. Mungkin itu menjadi pedoman untuk wanita yang ini. Wanita yang mengurus rumah tangga, menjadi dosen, kepala sekolah, menjadi salah satu pengelola perguruan tinggi swasta (PTS), dan berwirausaha.</p>
<p>Beliau adalah, Elly Mirati, seorang dosen mata kuliah Manajemen di Politeknik Negeri Jakarta PNJ). Selain dikenal cantik, beliau juga energik dan aktif di berbagai kegiatan setiap harinya. Selain dosen, beliau juga diberi amanah sebagai kepala Jurusan Akuntansi di PNJ.</p>
<p>Aktif dan bertangggung jawab terhadap apa yang dikerjakannya, mungkin merupakan satu kalimat yang paling pas untuk  menggambarkan kesehariannya. Setiap harinya, beliau harus bolak-balik Depok –Bogor atau ke luar kota lainnya untuk melaksanakan tugasnya mengelola PTS. PTS yang beliau kelola berada di luar kota.</p>
<p>Wanita yang sudah menjadi dosen sejak tahun 1988 ini, juga suka melakukan wirausaha, dan hebatnya beliau sudah memulai semua itu sejak saat di bangku kuliah. Saat itu, ia menggunakan waku luang untuk mendesain baju, dan ketika liburan ia membuat baju hasil desainnya sendiri dengan bahan hasil uang tabungannya. Sampai suatu waktu, banyak teman-temannya yang berminat didesainkan baju oleh beliau. Hebat bukan?</p>
<p>Saat ini, beliau menerima jahitan di Bilangan Bogor dibantu dengan anaknya. Selain menjahit baju, celana, rok, dan lainlain, beliau juga bekerja sama dengan distributor di Bogor.</p>
<p>Walaupun beliau merupakan seorang dosen, kepala jurusan, pemilik usaha jahit, dan pengelola suatu perguruan tinggi, ia tetap tidak melupakan tugas utamanya sebagai ibu. Terlihat hasilnya dari kedua anaknya yang saat ini masih berkuliah di suatu perguruan tinggi di Bandung jurusan Teknik Sipil, dan anak bungsunya yang merupakan sarjana Akademi Litigasi.</p>
<p><strong>Ditulis oleh : Eronika Dwi Pinara</strong><br />
Mahasiswi semester 4, Universitas Politeknik Negeri Jakarta (Jurnalistik)</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/menjadi-wanita-serba-bisa/">Menjadi Wanita Serba Bisa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jakpos.id/menjadi-wanita-serba-bisa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
